dinamikakepri.com: Hasil penelusuran untuk Natuna
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Natuna. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

03 Februari 2020

Tugas Kemanusiaan, TNI-Polri di Natuna Siap Siaga

 
Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, S,IK saat berdialog dengan para WNI dari Wuhan, Cina di Natuna, Senin (3/2). 

Dinamika Kepri, Natuna - Dalam rangka tugas kemanusiaan terkait kehadiran 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan Cina di Natuna, Kepri, TNI-Polri melakukan apel kesiapsiagaan di Mako Lanal TNI-AL Natuna, Senin (3/2/20) pagi pada pukul 07.30 Wib.

Apel tersebut berlangsung dipimpinan oleh Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto turut juga dihadiri Dansat Brimob Polda Kepri Kombes Pol M. Rhendra Salipu, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Tunggul dan para pejabat utama di Polres Natuna.

Sebanyak 346 personel yang mengikuti Apel kesiapan itu terdiri dari personel Pores Natuna, Kodim 0318, Batalyon Komposit, Polair Baharkam Polri, Batalyon Komposit Marinir, Brimob Polda Kepri dan personel TNI AL.

"Dalam rangka kegiatan kemanusian Polres Natuna ini, telah di back up oleh BKO Brimob Polda Kepri sebanyak 112 personil dan akan mendapatkan penambahan lagi sebanyak 70 personil yang akan tiba pada hari ini. Selain itu personel TNI yang bertugas diwilayah Natuna ikut serta dalam kegiatan ini," kata Kapolres Natuna menyampaikan arahan saat Apel.

Lebih lanjut dikatakannya, Polres Natuna sendiri telah melakukan pemetaan terhadap 6 lokasi daerah yang berpotensi dijadikan tempat penyampaian aspirasi yakni Kantor DPRD Kabupaten Natuna, Simpang Tiga Tugu Tani, Depan Mako Lanal Ranai, Pintu Masuk Mako Lanud RSA, Pintu keluar Mako Lanud RSA dan Simpang tiga Rumah Sakit Terintegrasi.

Selain itu, Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto juga berharap kerjasam dari semua elemen masyarakat demi tercapainya keamanan.

"Kerjasama yang baik seluruh elemen masyarakat, dan stakeholder terkait sangat diharapkan selama pelaksanaan Satgas kemanusian Corona 2020 di Kabupaten Natuna yang berlangsung selama 14 hari dapat berjalan dengan aman damai dan kondusif tanpa ada gejolak dari masyarakat Kabupaten Natuna," pinta Kapolres Natuna.

"Kepada seluruh Personel yang melaksanakan tugas kemanusian ditekankan untuk melaksanakan tugas ini secara profesional, sehingga dalam pelaksanaannya dapat  berjalan dengan damai dan hindari terjadinya konflik antar TNI-Polri dan masyarakat," tutupnya.

Terkait apel kegiatan kemanusian itu, ditempat terpisah Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S menyampikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Natuna.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Natuna yang mana sangat bijaksana dan penuh kekeluargaan bersama personel Polri dan TNI dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif di Natuna," tutur Kombes Pol Harry Goldenhardt S. (Ril)

22 Juni 2018

Danlanal Ranai Gelar Konfrensi Pers Terkait Tertangkapnya Dua Orang yang Bantu Tekong Vietnam Melarikan Diri

 
Saat kegiatan Konfrensi Pers di Mapolres Natuna, Rabu (20/6).

Dinamika Kepri, Natuna - Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan melaksanakan konfrensi pers terkait tertangkapnya dua orang yang membantu tekong Vietnam melarikan diri dari Kejari Ranai. Kegiatan konfrensi pers tersebut dilaksanakan di Mapolres Natuna, Rabu (20/6).

Dalam konfrensi pers tersebut, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan didampingi oleh Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K., Kajari Natuna Juli Isnur, S.H., dan Ketua DPRD Kabupaten Natuna Yusripandi.

Danlanal Ranai menjelaskan bahwa dua orang warga Natuna masing-masing berinisial A (60 tahun) dan ES (25 tahun) berhasil ditangkap.

Kedua orang ini yang telah membantu kaburnya 6 orang tahanan illegal fishing dari Kejaksaan Natuna. Sebelumnya, ABK kapal asal Vietnam tersebut melarikan diri pada lebaran pertama Idul Fitri.

Atas kejadian ini, pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Lanal Ranai bekerjasama melakukan pencarian dan mengungkap otak dibalik larinya ke enam tahanan negara tersebut.

Kendati pencarian terhadap tahanan asal Vietnam belum membuahkan hasil, namun aparat berhasil menggali dan mengamankan dua tersangka yang membantu pelarian.

Lebih lanjut Danlanal Ranai mengatakan, pada saat kejadian hingga kini pihaknya terus melakukan pencarian, menyisir pantai hingga ke laut.

Pihak Lanal juga menghimbau kepada masyarakat dan nelayan pesisir apabila melihat ada nelayan asing yang masuk ke wilayahnya segera lapor ke aparat terdekat.

Selain itu, Lanal juga telah menyiagakan kapal perang di Zona ZEE untuk terus memperketat pengamanan.

Sementara itu, Kapolres Natuna mengatakan, terungkapnya kedua tersangka tidak lepas dari kerjasama Kejaksaan, Polres dan Lanal Ranai.

Lanjut Kapolres, tersangka berinisal A, berperan menyediakan persiapan kabur, seperti mobilisasi tahanan, ransum, minyak solar dan mencari pompong untuk kabur.

Sehari-harinya A berprofesi sebagai tukang ojek di wilayah kota Ranai. Sementara itu, tersangka ES berperan sebagai penjual pompong kepada A sebesar Rp 4 juta. Padahal, sebelumnya ia melaporkan kehilangan pompong ke Mapolres Natuna.

Aksi membantu tahanan negara ini membuat kedua tersangka ditahan di Mapolres Natuna.

Keduanya dikenai pasal 242 dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Selain kedua tersangka, Polres Natuna juga mengamankan bukti berupa dua unit hanpone dan uang tunai Rp1,6 juta dan Rp 250 ribu dan satu unit sepeda motor.

Sedangkan Kajari Natuna mengatakan, pihaknya bersama Polres Natuna dan Lanal Ranai sangat serius memberantas kasus Illegal Fishing di Natuna.

Diwaktu yang sama, Ketua DPRD Natuna menyampaikan apresiasi atas terungkapnya kasus pelarian tahanan Illegal Fishing.

Kasus tersebut, menurutnya sangat tidak baik dicontoh oleh masyarakat karena membantu tahanan asing kabur.

Ketua DPRD Natuna juga berjanji akan memperjuangkan adanya rumah detensi khusus menampung para tahanan Illegal Fishing di Natuna.

Pihaknya akan kordinasi bersama pemerintah daerah, agar Natuna dibangun rumah khusus untuk menampung para terdakwa Illegal Fishing, agar mereka lebih mudah diawasi.(Ril)

18 Juni 2019

Gubernur Kepri: Pembangunan di Natuna tak akan Pernah Berhenti

 
Dinamika Kepri, Natuna - Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan pembangunan tak akan pernah berhenti apalagi untuk Natuna dan kabupaten kota lainnya. Pembangunan yang dilakukan Pemprov tak akan pernah berakhir adan akan sangat panjang dan terus menerus.

“Masih banyak lagi yang harus dibangun. Dengan bersilaturahmi, kita jadikan komunikasi untuk menata dan membangun negeri yang kita cintai ini. Pemerintah saling sinergi. Masyarakat terus mendukung,” kata Nurdin dalam rangkaian kunjungan kerja empat hari di Natuna, Senin (17/6).

Nurdin yang didampingi Sekdaprov H TS Arif Fadillah,  seperti tak menyediakan waktu istirahat karena terus beraktivitas dari subuh ke malam hari. Apalagi selama empat hari di Natuna sejak Jumat (14/6) lalu.

Begitu menjejakkan kaki di negeri paling utara NKRI ini, Nurdin langsung melakukan Safari Jumat di Masjid Agung Ranai. Usai shalat, Nurdin bersikaturahmi dengan ratusan jamaah. Dari Masjid Agung, Nurdin bergerak ke RSUD Natuna.

Setelah melakukan peninjauan, Nurdin langsung bergerak ke Sedanau. Setelah melakukan perjalanan darat dan laut, aktivitas di Sedanau langsung dilakukan. Di antaranya bersilaturahmi dan menjemput aspirasi masyarakat.

“Terima kasih kami sudah merasakan peningkatan infrastruktur dan hasil pembangunan yang lainnya walaupun belum sempurna,” kata Ketua LAM Sedanau.

Di Sedanau, Nurdin meninjau pembangunan jalan provinsi. Nurdin juga meninjau Tol Laut yang sedang bersadar dan siap mengangkut orang dan barang dari Natuna. Sejumlah anak-anak PAUD juga dimotivasi Nurdin di sela-sela meninjau Tol Laut.

Aktivitas Safari Subuh dilaksanakan di Masjid An Nur Ranai Natuna, Masjid Jami Ranai Kota. Demikian juga aktivitas Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya di berbagai Masjid sekaligus menjemput aspirasi dan mencsrikan solusi. Di antara masjid-masjid itu adalah Masjid Al Manar Sepempang, Masjid Ibnu Salim Ranai Darat.

Pada Sabtu (15/6), sejak pagi Nurdin menghadiri Halalbihalal Pemprov Kepri bersama masyarakat Natuna di Pantai Kencana. Sejumlah proyek diresmikan dalam rangkaian acara tersebut.

Nurdin juga meresmikan Gedung SLB Natuna dan  Gedung Serbaguna SMA Negeri 2 Natuna. Sektor olah raga juga mendapat perhatian Nurdin dalam kunjungan itu. Di antaranya pada pertandingan Futsal Ranai Natuna dan Bola Voley di malam hari.

Kawasan perikanan yang dikunjungi Nurdin akhir 2017 kini disinggahi lagi. Apa yang dijanjikan pada tahun itu sebagai besar sudah dibangun. Tinggal satu lagi yang sedang dilelang tahun ini. Jalan, Jambat Labuh, Kantor UPTD, semua sudah selesai. Aktivitas Ahad Nurdin dilanjutkan dengan membuka Festival Pulau Senoa.

Menurut Nurdin, perhatian pembangunan untuk Natuna ini sangat istimewa. Tak hanya sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten, pemerintah pusat juga memberi perhatian serius.

Banyak potensi Natuna yang terus dikembangkan. Sinergi antara pemerintah akan membuat pembanguna itu semakin tepat. Apalagi Nurdin pun ikut turun bersilaturahmi menjemput aspirasi dan mencarikan solusi.

“Masyarakat sehat, masyarakat kuat dan masyarakat baik maka daerah pun akan maju dan sejahtera,” kata Nurdin.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadilah melaporkan halal bihalal Pemprov Kepri disejalankan dengan peresmian proyek strategis serta penyerahan bantuan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) Guru tidak tetap atau non ASN di Kabupaten Natuna. Dalam suasana Syawal 1440 H, pada hari kemenangan yang sangat berbahagia, Arif mengajak semua memperkokoh persaudaraan di daerah yang bercirikan kepulauan.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan bathin. Pemerintah Provinsi melaksanakan ini sangat berarti penting dalam menjaga silaturahmi yang tentunya senantiasa menjaga hubungan seluruh daerah guna pereratkan hubungan, dengan demikian maka semua bentuk koordinasi juga akan menjadi lebih mudah kita dilakukan,” kata Arif.

Proyek strategis ini, lanjut Arif ialah merupakan pembangunan yang sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan.

Pemerintah Provinsi sendiri sangat berkomitmen melakukan percepatan pembangunan disegala bidang, apalagi pembangunan dan peningkatan infrastrutur yang ada wilayah Kepulauan Riau.

“Kegiatan ini selesai pada tahun 2018 kemarin, jadi pada hari ini akan diresmikan langsung oleh Gubernur sebanyak lima secara simbolis. Maka proyek proyek strategis yang lainnya dinyatakan dapat dioperasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat langsung,” tambah Arif.

Adapun proyek strategis yang diresmikan antara nya Tiga jembatan di ruas jalan Bukit Leman-Trans Batubi dengan total anggaran Rp16,5 miliar dengan rincian Jembatan Sungai Curing panjang 35 meter dan lebar 9 meter, Jembatan Sungai Tengah I panjang 35 meter dan lebar 9 meter.

Jembatan Sungai Tengah II panjang 20 meter dan lebar 9 meter. Pembangunan Gedung Serba Guna SMAN 2 Bunguran Timur dengan pagu anggaran Rp925 juta yang berukuran 12 x 18 meter persegi terdiri dari ruang kamar mandi, WC 2 unit dan ruang ganti pakaian 1 unit.

Pembangunan Kantor Pengawasan SDKP yang total anggaran 1,95 miliyar yang bersumbet Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 dengan luas bangun 20 x 28 meter.

Dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Natuna, ada beberapa proyek yang masih perlu pengerjaan lanjutan antara lain ialah Peningkatan Jalan Bukit Leman-Trans Batubi-tanjung Kudu Sedanau dengan besar anggaran Rp39,2 miliar dengan pembangunan sebanyak 3 tahap dari tahun 2016 sampai 2018 dengan panjang jalan 7,40 Kilometer.

Pembangunan Jalan Trans Batubi-Kelarik dengan anggaran sebesar Rp42,2 miliar selama 3 tahap dari tahun 2016 sampai 2018 yang panjang jalan terealisasi sepanjang 28,27 kilometer dari total 48,27 kilometer.

Pengembangan dan Peningkatan Pelabuhan Penagi dengan total anggaran Rp50,5 miliar selama 3 tahap dari tahun 2017 sampai 2019, nilai pengembangan 2017-2018 sebesar Rp25,5 miliar yang semula dermaga 10 x 70 meter bertambah menjadi 12 x 105,55 meter sehingga panjang totalnya 175,55 meter.

Pembangunan Unit Sekolah Baru SLB Kabupaten Natuna dengan total anggaran Rp2,2 miliar yang luas lahan 10.000 meter persegi yang terdiri dari ruang aula, ruang terapi, ruang majelis guru, ruang mushalla, ruang UKS, 4 buah ruang praktek.

Selain peresmian proyek tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri pada tahun 2019 akan membangun beberapa kegiatan di Kabupaten Natuna yaitu Pembangunan Jalan Desa Pulau Tiga menuju Desa Selading Kecamatan Pulau Tiga.

Pembangunan Jembatan Sungai Tengah III Ruas Jalan Bukit Leman-Trans Batubi. Peningkatan Jalan Padang Angus-Cemaga. Pembangunan Pelabuhan Nyi Nyit Kecamatan Pulau Tiga. Pengadaan Sarana Prasarana Tambatan Perahu di Pering.

Dalam kesempatan ini juga penyerahan SK GTT non ASN dengan total sekitar 200 orang dan penyerahan bantuan kegiatan nilai keagamaan sebesar 298,8 juta rupiah kepada guru TPQ sebanyak 462 orang, guru MDT (Madrasyah Diniyah Ta’miliyah), guru MDA (Madrasyah Diniyah Awaliyah) sebanyak 60 orang Penyuluh Agama Islam non ASN sebanyak 48 orang serta imam masjid, Hafizs quran sebanyak 6 orang.

Selain itu, penyerahan bantuan berupa Handraktor 6 unit, Kultivator 2 unit dan Pompa Air 5 unit dengan penerima ialah 1.

Unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) Cipta Karya, Desa Payak Kecamatan Serasan Timur menerima Handraktor 2 unit 2.

Unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) Karya Sejahtera, Desa Tapau Kecamatan Bunguran Tengah menerima Kultivator 1 unit 3.

Unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) Pelawan, Desa Semedang Kecamatan Batubi menerima Handraktor 2 unit dan Pompa Air 5 unit 4.

Unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) Bangkit, Desa Batubi Jaya Kecamatan Bunguran Batubi menerima Handraktor 2 unit dan Kultivator 1 unit.

Sekretaris Daerah Natuna, Wan Siswandi mengapresiasikan Pemerintah Provinsi yang tidak membedakan dengan masyarakat yang jauh, dimana Natuna adalah daerah wilayah Kepri yang terjauh paling ujung utara indonesia

“Kami menyambut baik sebesar besarnya kepada Pemerintah Provinsi Kepri, yang mana beliau (Gubernur) tidak ada beda membeda antara masyarakat satu dengan lainnya. Bahwasanya tiada pilah mempilah suatu daerah dengan daerahnya,” kata Wan Siswandi

Pemerintah Natuna, lanjut Wan Siswandi sangat berharap uluran uluran kegiatan yang sangat besar karena untuk pembangunan di Natuna sangat tinggi pembiayaan anggaran guna tercapainya pembangunan yang maksimal.

“Kami sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah Provinsi, yang sangat besar anggaran yang untuk membangun natuna. Maka dengan ini kita ingin bersama sama satu pikiran dalam pembangunan dan pengembangan daerah yang sangat luas pulau ke pulau lainnya,” kata Wan. (Ril)

25 Maret 2016

Ada apa di Wilayah laut Natuna, Mengapa banyak Negara lain ingin menguasainya? Ini Penjelasan

 
Peta Natuna.

Natuna, Dinamika Kepri - Ada apa di Wilayah laut Natuna, Mengapa banyak Negara lain ingin menguasainya? Ini Penjelasan. Natuna, atau Kabupaten Natuna, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Natuna adalah merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Melihat dari letak posisinya, Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di sebelah selatan berbatasan dengan Sumatera Selatan dan Jambi, di bagian barat dengan negara Singapura, Malaysia, Riau dan di bagian timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat. Selain itu, Natuna juga berada pada jalur laut pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea dan Taiwan.

Bahkan Kabupaten ini juga terkenal dengan penghasil minyak dan gas bumi. Cadangan minyak bumi Natuna diperkirakan mencapai 1. 400.386.470 barel, sedangkan gas buminya mencapai 112.356.680.000. Barel.

Namun kini pulau Natuna santer diberitakan di media akibat adanya salah satu negara yaitu negara Tiongkok telah mengklaim sebagian laut Natuna adalah milik mereka hingga membuat keutuhan NKRI jadi terusik.

Selain mengklaim yang dimaksud, Tiongkok juga melakukan pelanggaran hukum tehadap nelayan indonesia dengan menabrakan Kapal patrolinya ke kapal nelayan indonesia padahal saat itu posisi kapal nelayan indonesia masih berada posisi di perairan laut indonesia.

Ditambah lagi banyaknya ABK Kapal milik Tiongkok yang ditangkap petugas indonesia karena telah mencuri ikan di wilayah perairan Natuna. Jelas Hal ini tidak biaa diterima begitu saja oleh pihak Tiongkok akibatnya membuat sistuasi di lautan Natuna menjadi semakin memanas.

Apa lagi adanya tindakan aparat kapal keamanan laut China yang menghalangi petugas Indonesia untuk mengamankan kapal Kway Fee 10078 yang diduga melakukan illegal fishing, di Perairan Natuna, jelas telah melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Dikutip dari media nasional kompas.com yang memuat pernyataan dari Intan I Soeparna yaitu seorang pengajar Departemen Hukum Internasional Universitas Airlangga, Surabaya, lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung, dan memegang gelar Doktor dari Vrije Universiteit Brussel, Belgia, pada hari Kamis (24/3/2016) lalu menuturkan, bahwa Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) Negara Indonesia memiliki hak berdaulat atas laut teritorial dan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif).

Kini Jumat, (25/3/2016) Perairan Natuna kembali memanas usai penangkapan kapal nelayan milik Tiongkok oleh pemerintah Indonesia. Kondisi memanas setelah pemerintah Tiongkok mengklaim bahwa nelayannya masih berada di wilayah teritorial Laut China Selatan.

Mengenai sengketa batas laut yang sudah memanas ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kelautan, Perikanan Susi Pudjiastuti berjanji akan membawa persoalan ini ke Perserikatan Bangsa-bangsa‎ (PBB).

Natuna, Ya Pulau terdepan milik Indonesia di kepulaun Kepri (Kepri) yang banyak menyimpan sumber daya alam. selain menyimpan banyak kandungan minyak dan gas alam, hasil perkinannya, juga melimpah. Maka tidak heran jika banyak pihak luar berusaha kerap mengkelaim Zona laut Natuna adalah sebahagian milik mereka.

Berbagai upaya negara lain lakukan untuk mendapatkannya, namun tidak pernah berhasil karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga Mati.(Ag)

Editor : Agus Budi T

15 Februari 2019

Merasa Terancam, Arizki Wartawan Data Riau Laporkan Ardi Wijaya ke Polisi

 
Surat bukti laporan Arizki.

Dinamika Kepri, Natuna - Merasa terancam dengan keselamatannya, Arizki Fil Bahri seorang wartawan media online Data Riau di Natuna, melaporkan Ardi Wijaya salah seorang pengurus Persatuan Pemuda Anak Tempatan ke polisi, Jumat (14/2/2019).

Laporan Arizki diterima polisi dengan Nomor : STLP/14/II/2019/SPKT - Natuna.

Arizki melaporkan Ardi Wijaya lantaran telah melakukan pengancaman dengan mengajak berkelahi.

Ajakan kelahi oleh Ardi Wijaya itu ditenggarai rasa ketidaksenangan atas pemberitaan yang ditulis Arizki berjudul "Persatuan Pemuda Tempatan Natuna Silahturahmi Bersama Bupati" di media Data Riau.

Padahal, di mana - mana, siapapun orangnya pastilah senang jika kegiatannya, apalagi kegiatan pertemuan dengan kepala daerah diliput dan diberitakan oleh wartawan, tapi ini tidak malah sebaliknya, Harusnya mengucapkan terima kasih, tapi ini malah mengajak bertarung, ada apa ya?

Kronologisnya, menurut Arizki yang lebih akrap disapa Ari, pada Rabu 13 Februari 2019 sekitar pukul 22.00 Wib, Ardi bersama sejumlah rekan-rekannya menyambangi tempat tinggalnya, di Kantor DPC Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) Natuna, Jalan Pramuka, Ranai, Natuna, Kepri.

Pintu kantor terdengar digedor-gedor. Melihat ada yang datang, dengan wajah kurang bersahabat, Ari membuka pintu dan  mengajak para tamu itu masuk, namun Ardi dan rekannya tidak mau lebih memilih berbincang di teras kantor.

Dari hasil perbincangan itu, Ari baru mengetahui apa tujuan kedatangan Ardi.

Kata dia, Ardi tidak terima dengan berita yang ditulisnya itu. Ardi tidak setuju jika pertemuan organisasinya dengan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, dipublikasikan.

"Dia mengatakan tidak terima berita dipublikasikan. Dia tampak emosi mengatakannnya. Bahkan Ia mengajak saya untuk berantam, satu persatu dengan Ardi dan rekan-rekannya," kata Ari kepada rekan media di Kantor AJOI Natuna.

"Rekan-rekan Ardi saat itu ada sekitar 4 atau 5 orang," sambung Ari.

Melihat ada gelagat tak beres saat itu, Ari mengaku hanya diam dan tak mau melawan. Kejadian itu juga sempat diketahui sejumlah warga sedang ngopi malam di Warung Mangga Dua, depan Kantor AJOI Natuna.

 "Saya melihat kejadian itu, tapi saya tak tahu apa masalahnya, waktu itu saya karena lagi nongkrong di Mangga Dua," ujar Bernad rekan korban.

Atas kejadian itu, Ketua DPC AJOI Natuna Roy Sianipar segera mengadakan rapat pengurus.

Dalam rapat pengurus, atas persetujuan DPD AJOI Kepulauan Riau diputuskan, Ari segera melapor kejadian tersebut pada Satreskrim Polres Natuna.

"Sudah saya diajak berantam, Ardi pun meminta menghapus berita silahturahmi organisasinya dengan Bupati Natuna," kata Ari, dalam rapat pengurus.

 "Jelas, saya tak mau hapus berita telah dipublikasi."tambahnya

Menurut Roy Sianipar, permasalahan Ari, sudah mengganggu AJOI Natuna. Sebab pengurus organisasi tak mau dipublikasi silahturahmi dengan Bupati Natuna itu, telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dihalaman kantor.

Apalagi dipermasalahkan hanya sebuah pemberitaan serimonial.

 "Dimana letak salah berita itu. Hanya berita silahturahmi, tak perlu dipermasalahkan," kata Roy.

Apalagi sambil mengancam meminta berita dihapus, jelas melanggar Undang-Undang Pers 40/1999," timpal Ari.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, BAB VIII Ketentuan Pidana, Pasal 18 ayat (1) tertulis, setiap orang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Pasal 4 ayat 2 tertulis, terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Ayat 3, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.(Ril)

24 Februari 2018

Peduli Generasi Muda, Kodim 0318 Natuna Gelar Kegiatan Pemahaman Cinta NKRI

 
Kodim 0318 Natuna Gelar Kegiatan Pemahaman Cinta NKRI.
Dinamika Kepri, Natuna - Untuk mewujudkan rasa cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan dan Kesadaran Bela Negara, Komando Distrik Militer 0318/Natuna melaksanakan kegiatan pemahaman tentang arti rasa cinta Tanah Air Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kepada generasi muda yang ada di Natuna, Kepri, Sabtu ( 24/2/2018) pagi.

Kegiatan ini dilakukan di Gedung Pertemuan Kodim 0318, Natuna dihadiri generasi muda dari berbagai unsur organisasi, di antaranya dari Generasi Muda FKPPI 3105/Natuna, PPM Natuna, Komuna Natuna, Rapi Natuna dan Mahasiswa STAI Natuna.

Komandan Kodim 0318/Natuna Letnan Kolonel (Inf) Yusuf Rizal, melalui Komandan Komando Rayon Militer 01/Ranai Mayor (Inf) Hendra Gunawan dalam sambutan mengatakan, giat di gedung pertemuan ini, giat melaksanakan pembinaan Keluarga Besar TNI di wilayah Kodim 0318/Natuna.

Tema kegiatan ini yaitu "Mari kita wujudkan rasa cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan dan Kesadaran Bela Negara bagi Keluarga Besar TNI yang bebas Narkoba dan terhindar pergaulan seks bebas guna menjaga Keutuhan NKRI."

Sasaran kegiatan, terwujud rasa cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan dan Kesadaran Bela Negara bagi seluruh komponen bangsa, melalui giat komunikasi sosial dan penataran guna menjaga hubungan erat antar sesama demi kepentingan pertahanan negara.

Terwujud generasi muda bebas narkoba dan terhindar dari pergaulan seks bebas dalam kehidupan sehari-hari. Terwujud pemahaman generasi muda tentang mempertahankan ideologi Pancasila melalui Bela Negara demi keutuhan NKRI.

 "Kita harus terus bersinergi, TNI - Rakyat bersatu, Indonesia tetap jaya," kata Mayor Hendra.

Ketua GM FKPPI 3105/Natuna Boy Wijanarko Variant sebagai narasumber memaparkan, generasi muda adalah sebagai penerus bangsa Indonesia.

Di tangan generasi muda penentu pergerakan pembangunan Indonesia kedepan.

"Jadi, generasi muda harus bebas dari bahaya narkoba, seks bebas dan pemahaman komunisme," ucap Boy Wijanarko.

Lanjutnya, Narkoba dan seks bebas, salah satu cara bangsa asing merusak generasi muda. Ketika generasi muda negara kaya sumber daya alam ini di rusak, kedepan Indonesia akan kesulitan melakukan pergerakan pembangunan.

 "Sebagai generasi muda, kita harus lawan peredaran narkoba, serta seks bebas," kata Boy lagi.

Narkoba dan seks bebas, bukan satu-satunya alat perusak generasi muda, menurut Boy, bahaya laten komunisme, harus juga di antisipasi. Karena paham yang berseberangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia ini, jelas akan menghancurkan dan harus terus dilawan.

"Bahaya laten komunisme dapat menggerus percaya diri generasi muda terhadap rasa cinta Tanah Air dan NKRI, Maka itu kita sebagai generasi muda berada di kabupaten perbatasan ini, harus turut berjuang, memberangus pemahaman ajaran komunisme caranya dengan memperkuat kebersamaan dengan TNI - Polri," tutup Boy.  (Ril/AS)

25 Agustus 2020

Minta Doa, Gubernur Kepri Isdianto Silaturahmi ke Rumah Ketua LAM Natuna

 
Minta Doa, Gubernur Kepri Isdianto Silaturahmi ke Rumah Ketua LAM Natuna
Gubernur Kepri H. Isdianto (tengah) saat sesi foto bersama Ketua LAM Kabupaten Natuna, Senin (24/8/2020).

Dinamika Kepri, Natuna - Menutup kegiatan kunjungan kerjannya selama 4 hari di Kabupaten Natuna, Gubernur Kepri H. Isdianto beserta rombongan bersilaturahmi di kediaman ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Natuna H. Wan Zawali usai shalat subuh, Senin (24/8).

Kegiatan silaturahmi diiringi dengan sarapan pagi bersama serta diselingi obrolan ringan tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan untuk Kabupaten Natuna kedepannya.

Dalam kesempatan ini Isdianto juga meminta doa kepada Ketua LAM serta masyarakat Natuna agar bisa terus menjalankan amanah guna mewujudkan pembangunan di Kepri dengan sisa masa jabatan yang yang masih dia miliki.

Isdianto juga menceritakan kepada Wan Zawali tentang perjalanan kunjungan kerjanya selam 4 hari di Natuna. Diakui Isdianto, Natuna sangat luas, jarak antara satu daerah dengan daerah lain sangat jauh terpisah lautan . Sehingga hal ini dirasa sangat perlu untuk dipikirkan secara serius bagi Pemerintah agar tidak ada lagi daerah yang terisolir di Kepri, termasuk daerah-daerah di Natuna.

Perjalanan kunjungan kerja Isdianto sendiri selama di Natuna diawali dari Ranai menuju Subi dengan jarak tempuh 2,5 jam. Kemudian dari Subi ke Pulau Kerdau dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam. Kemudian dari Kerdau ke Serasan selama 1,5 jam.

Mengingat sampai di Serasan sudah malam dan cuaca juga kurang baik, Gubernur dan rombongan pun memutuskan menginap di Serasan satu malam. Selanjutnya keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan menuju Midai dengan jarak tempuh sekitar 4 jam.

Usai acara di Midai lanjut ke Pulau Tiga selama 1,5 jam kemudian ke Sedanau sekitar 30 menit. Setelah itu baru kembali lagi ke Ranai melalui pelabuhan Selat Lampa.

“Alhamdulillah masyarakat menyambut kami dengan sangat baik. Kami dihidang dengan makanan yang enak-enak. Kami sangat berterimakasih kepada masyarakat Natuna ini,” kata Isdianto.

Tujuan kunjungan Isdianto ke pulau-pulau memang untuk bersilaturahmi dengan masyarakat. Disamping memberikan sejumlah bantuan, serta meninjau dan meresmikan beberapa proyek yang ada.

“Ada jalan yang kita tinjau, beberapa proyek yang kita resmikan, seperti Puskesmas Serasan dan pengoperasian listrik 24 jam di Pulau Tiga Barat. Semoga masyarakat senang dan apa yang kita resmikan itu bermanfaat bagi bagi masyarakat,” ujarnya.

Menuju pulang ke Tanjungpinang, Isdianto juga membawa sejumlah PR yang diminta oleh masyarakat. Seperti terkait minimnya signal provider di Midai, permintaan perbaikan jalan, pengadaan kapal Roro dan sebagainya. (Ril)

08 Januari 2020

Temui Nelayan, Presiden Jokowi Kunker ke Natuna

 
Bersama rombongan, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo tiba di Lanud Raden Sadjad Natuna, Kepri, Rabu, (8/1).

Dinamika Kepri, Natuna - Dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker), Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo beserta rombongan tiba di Lanud Raden Sadjad Ranai-Natuna, Kepri, Rabu (8/1)

Kedatangan rombongan Presiden disambut langsung Panglima Komandan Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono, Pangdam I/BB Mayjend TNI M. Sabrar Fadhila, Kapolda Kepri Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, Plt. Gubernur Kepri. H. Isdianto dan Pangkoopsau Masrda TNI Khairil Lubis.

Setelah dari Lanud Raden Sadjad pada pukul 09.30 Wib, rombongan Presiden RI kemudian bergerak menuju Faslabuh TNI- AL Selat Lampa dengan menggunakan jalur darat, selanjutnya rombongan bertolak menuju Pelabuhan SKPT Selat Lampa Kabupaten Natuna. Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan para nelayan yang berada di 15 Kecamatan di Kabupaten Natuna.

Dalam pertemuan tersebut Presiden RI menyampaikan secara tegas bahwa Natuna merupakan wilayah Teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia.

" Tidak ada istilah tawar menawar tentang hal yang berkaitan dengan kedaulatan. Tidak ada kapal asing yang masuk dalam teritorial indonesia, yang ada kapal asing yang masuk ke dalam perairan ZEE Indonesia, namun harus di ingat jika terdapat kapal nelayan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia maka akan kita beri tindakan," tutur Presiden.

"Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa kabupaten Natuna diharapkan memiliki manfaat yang besar kepada nelayan lokal dan Pemerintahan Pusat ingin sumber daya alam yang ada di Natuna, dapat dimanfaatkan dengan baik serta harus terasa langsung manfaatnya kepada nelayan dan masyarakat Natuna," sambung Presiden.

Selanjutnya Presiden dan rombongan meninjau Kapal Pengawas Perikanan Dirjen Pengawas Sumber Daya Kelautan dan perikanan dan KRI Karel Satsuitubun – 356.

Selesai meninjau armada tersebut, Presiden serta rombongan menuju Kantor Bupati Natuna melakukan penyerahan sertifikat tanah untuk masyarakat.

Penyerahan itu, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan didampingi Wakil Menteri Agraria dan Tataruang Republik Indonesia / Wakil Ketua Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra.

"Pembagian sertifikat tanah ini merupakan program Presiden RI untuk masyarakat agar memiliki dasar hukum terkait kepemilikan hak atas tanah dapat dipergunakan dengan baik sampai ke anak cucu nantinya," ujar Presiden.

Penyerahan sertifikat tanah kepada 8 perwakilan penerima itu didampingi Wakil Menteri Agraria dan Tataruang Republik Indonesia / Wakil Ketua Badan Pertanahan Nasional (BPN Surya Tjandra, Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto dan Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal.

"Di Kabupaten Natuna ini, seharusnya ada 41.628 bidang tanah yang memiliki sertifikat namun sampai saat ini baru terealisasi  sekitar 60persen yakni lebih kurang 26.797 dan Sertifikat tanah ini merupakan sebagai tanda bukti atas hukum sehinngga tidak ada tumpang tindih," terang Presiden.

Setelah pemberian sertifikat tanah ke masyarakat selesai dilakukan, selanjutnya pada pukul 14.00 Wib, Presiden RI beserta rombongan kemudian Take Off dari Lanud Raden Sadjad menuju Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta dengan menggunakan pesawat Boeing 737/A-001 Republik Indonesia. (Ril)

05 Februari 2020

Jaga Natuna Tetap Kondusif Pasca Kehadiran WNI dari Wuhan, Personel Brimob Gelar Bhakti Sosial

 
Personel Brimob Polda Kepri saat gotong royong di halaman Gereja Katolik Santo Paulus Ranai Jl. H. Adam-Malik, Bunguran Timur, Natuna, Kepri, Selasa (4/2).

Dinamika Kepri, Natuna - Bersama Dansat Brimob Polda Kepri Kombes Pol Mohammad Hendra Salipu, Dir Intelkam Polda Kepri Kombes Pol Asep Ruswanda, personel Brimob Polda Kepri dan personel Polres Natuna, melakukan Bhakti Sosial gotong royong di tempat ibadah di Natuna, Selasa (4/2).

Gotong royong itu dilakukan tiga tempat yakni di Kelenteng Fuk De Chi Kp. Tua Pelantar Penagih, Bunguran Timur dan daerah sekitarnya, Gereja Katolik Santo Paulus Ranai Jl. H. Adam-Malik, Bunguran Timur dan Masjid An' Nur Batu Hitam Jl. Soekarno-Hatta, Bunguran Timur.

" Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dan menghilangkan prasangka bahwa kehadiran Brimob di Natuna untuk menakut-nakuti masyarakat, namun melainkan untuk menjaga dan mengawal jalannya aksi masyarakat hingga berjalan aman, damai dan kondusif," kata Kombes Pol Mohammad Hendra Salipu.

"Kehadiran personel Brimob Polda Kepri di Natuna untuk kemanusiaan. Untuk itu diharapkan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab," sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan Dansat Brimob Polda Kepri, Kegiatan bhakti sosial itu katanya sebagai salah satu opsi untuk memberikan ketenangan masyarakat Natuna yang saat ini cemas terkait kehadiran Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan yang saat ini tengah di observasi di Natuna.

Ia berharap, tujuan Sitkamtibmas yang dilakukan di wilayah hukum Polres Natuna itu dapat menciptakan suasana tetap kondusif.

Selanjutnya, setelah kegiatan bhakti sosial dilakukan, Dansat Brimob Polda Kepri Kombes Pol Mohammad Hendra Salipu bersama Dir Intelkam Polda Kepri Kombes Pol Asep Ruswanda kemudian melakukan besembang becerite Kamtibmas dengan menyambangi menyapa warga masyarakat yang bermukim di sekitar Ranai, Natuna.

"Komunikasi dan koordinasi yang baik diperlukan untuk menenangkan situasi sehingga terciptanya Kamtibmas yang aman dan kondusif di Natuna. Itulah yang melatari kegiatan Basembang Bercerite ini tujuannya untuk menyapa dan berdialog dengan warga masyarakat," ucap Dansat Brimob Polda Kepri.

Dalam itu, Dansat Brimob Polda Kepri dan Dir Intelkam Polda Kepri, juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk dan upaya untuk menjaga kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah. (Ril)

16 Januari 2020

Menko Polhukam Mahfud MD Kunker ke Natuna

 
Menko Polhukam Mahfud MD saat di Natuna, Kepri, Rabu (15/1). (F/Humas Prov.Kepri).

Dinamika Kepri, Natuna - Menko Polhukam Mahfud MD melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Ranai, Natuna, Kepri. Mahfud MD tiba di Bandara Raden Sadjad pada pukul 08.15 Wib, Rabu (15/1).

Kedatangan Menko Polhukam itu disambut oleh Plt Gubenur Kepri Isdianto, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Pangkogabwilhan I Laksdya Yudo Margono dan pejabat lainnya.

Setelah tiba di Bandara Raden Sadjad, rombongan kemudian menuju Faslabuh TNI AL Selat Lampa. Di Selat Lampa, Mahfud MD, Isdianto dan rombongan menuju KRI Semarang 594. Kepada Menko Polhukam, Pangkogabwilhan I juga memaparkan kondisi terkini terkait di Laut Natuna.

Mahfud MD, Isdianto dan rombongan juga menyaksikan Fly Pass TNI AU dari 4 pesawat tempur F16 dan Sailing Pass dari Anjungan Kapal. Ada 14 Kapal saat itu diantaranya Kapal Perang, Kapal Bakamla dan Kapal milik Polri.

Terkait kunjungan Mahfud MD itu, menurut Isdianto, kunjungan Presiden Jokowi sebelumnya dan kemudian dilanjutkan kehadiran Menkopolhukam adalah bukti perhatian serius pemerintah pusat terhadap Natuna.

"Kunjungan ini merupakan program-program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Natuna, termasuk meningkatkan keamanan wilayah perbatasan yang sangat didukung dan semakin mempertegas perhatian pemerintah terhadap Natuna.," kata Isdianto.

Selain itu, Mahfud juga menegaskan bahwa Kedaulatan NKRI tidak ada tawar-menawar. Ia juga  mengajak semua masyarakat indonesia untuk menjaga hak kedaulatan laut Indonesia.

"Mari kita jaga hak berdaulat atas laut Indonesia, dan kita bukan sedang dalam perang oleh sebab itu instruksi Presiden harus kita jalankan,” kata Mahfud.

Terkait instruksi Presiden, kata Mahfud yang pertama adalah meningkatkan volume patroli di laut Indonesia. Kedua melakukan koordinasi lintas kementerian/lembaga serta hubungan antara pusat dan daerah mengenai pengelolaan Natuna kedepannya.

Kata Mahfud, pemerintah juga akan memaksimalkan pemanfaatan sentra-sentra kegiatan kelautan dan perikanan sehingga memberi dampak positif bagi perekonomian Natuna.

Menurut Mahfud, kunjungannya ke Natuna itu adalah sebagai tindak lanjut atau memfollow-up arahan Presiden yang tetap menginginkan kedaulatan bangsa Indonesia tetap terjaga dan tidak dicuri oleh negara lain.

Kata dia, untuk masalah hak kedaulatan dan kedaulatan bangsa akan dilaksanakan oleh unsur TNI-Polri. Pemerintah akan menjaga rakyatnya termasuk para nelayan. Pemerintah juga akan terus melakukan pembangunan guna mendukung kegiatan pemanfaatan sumber daya laut yang kaya di Natuna. (Ril)

07 Februari 2020

Kapolda Danrem Pastikan Natuna Aman Kondusif

 
Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, S.IK saat di Natuna, Kamis (6/2/2020).

Dinamika Kepri, Natuna - Misi kemanusian, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto bersama Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema melakukan kunjungan ke Natuna, Kamis (6/2).

Kunjungan itu dalam rangka mendukung dan mensukseskan tugas kemanusian Satgas Corona 2020 di Kabupaten Natuna serta memastikan situasi berjalan aman dan kondusif.

Tak hanya kedua petinggi di Kepri itu, kunjungan kerja tersebut juga diikuti Asisten satu bidang pemerintahan Prov Kepri, Sekretaris Kesbangpolda Kepri dan pejabat utama Polda Kepri.

"Terima kasih kepada seluruh personil TNI-Polri atas berbagai upaya yang telah dilakukan seperti telah melakukan sosialisai kepada masyarakat dan bhakti sosial sehingga dengan itu, situasi dalam keadaan aman dan kondusif hingga saat ini," kata Kapolda.

"TNI-Polri juga siap mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah pusat untuk mensukseskan tugas kemanusian terhadap observasi warga negara indonesia di Natuna selama 14 hari. Dan terima kasih juga disampaikan atas dukungan Forkopimda Kabupaten Natuna," sambunan Irjen Pol Andap Budhi Revianto.

Senada dengan Danrem 033/WP, Brigjen TNI Gabriel Lema menyampaikan, TNI-Polri dalam kondisi apapun akan hadir ditengah masyarakat, terutama dalam tugas misi kemanusiaan oleh pemerintah Republik Indonesia, karena bagi TNI-Polri, NKRI merupakan harga mati.

" NKRI harga mati. Mari kita bersama-sama satukan hati dan persepsi untuk melindungi masyarakat di Kabupaten Natuna dan warga negara indonesia dari Wuhan yang saat ini sedang di observasi," tegas Danrem.

Selesai memberikan pengarahan, selanjutnya Kapolda Kepri beserta rombongan menuju Polres Natuna. Saat berada di Mapolres Natuna, Kapolda Kepri menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang diberikan kepada masyarakat.

"Kedepannya kita mesti harus tetap semangat untuk menuntaskan amanat dan kepercayaan yang diberikan oleh Masyarakat kepada kita semua" tutur Kapolda Kepri.

"Saya berada di sini untuk mengapresiasi, memberikan ucapan terima kasih kepada Rekan-rekan semua yang bertugas di Polres Natuna, BKO Brimob dari Polda. termasuk juga dari Mabes Polri. Rekan-rekan memang luar biasa dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih pada semuanya," ucap Kapolda Kepri mengakhiri. (Ril)

18 September 2019

Mendikbud Luncurkan Program Digitalisasi Sekolah di Natuna

 
Dinamika Kepri, Natuna - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, meluncurkan program digitalisasi sekolah di salah satu pulau terluar Indonesia, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Rabu (18/9).

Peluncuran program ini ditandai dengan pemberian bantuan sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada sekolah dan gawai atau tablet kepada siswa.

Menurut Mendikbud program digitalisasi sekolah ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menyiapkan sumber daya manusia menyongsong revolusi industri 4.0.

Dalam arahan, kata Mendikbud, Presiden meminta semua Menteri, termasuk Mendikbud untuk memberikan perhatian terhadap daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) agar mendapatkan fasilitas-fasilitas pembangunan termasuk di bidang pendidikan.

“Dua tahun yang lalu, Bapak Presiden Jokowi memberikan arahan supaya segera merealisasikan penggunaan TIK untuk mempercepat akses pelayanan pendidikan di wilayah-wilayah pinggiran. Sejak itulah, kita mulai merevitalisasi jaringan atau portal yang dimiliki Kemendkbud atau jaringan cyber terutama untuk portal bahan ajar yang sekarang disebut Rumah Belajar. Setelah 1,5 tahun lebih didandani, hari ini lah kita menyatakan siap untuk mulai merealisasikan program penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara besar-besaran yang dimulai dari wilayah pinggiran dan launchingnya di Kabupaten Natuna,” terang Mendikbud pada peluncuran program tersebut.

Mendikbud berharap Kabupaten Natuna yang menjadi perdana peluncuran Program Digitalisasi Sekolah dapat menjadi contoh yang baik bagi sekolah-sekolah di kabupaten dan provinsi lainnya.

” Mulai sekarang saya mohon kepada guru untuk mulai mempelajari dan menguasai materi yang tersedia di portal Kemendikbud, khususnya yang ada di dalam platform digital yaitu Rumah Belajar. Itu gratis tidak perlu membayar. Kita harapkan platform ini tidak sekedar untuk menyediakan bahan belajar, tetapi bisa jadi tempat berinteraksi antara guru dengan siswa, guru dengan guru, siswa dengan siswa bahkan jika bisa dengan pihak yang lain, seperti Pak Bupati juga bisa terlibat disitu, Kapolres dan yang lainnya bisa memanfaatkan Rumah Belajar ini untuk berinteraksi dengan para siswa,” ungkap Mendikbud.

Pada tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan bantuan sarana pembelajaran TIK dan tablet melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja kepada 6.004 sekolah dan 692.212 siswa. Sedangkan melalui BOS Afirmasi untuk 30.277 sekolah dan 1.061.233 siswa. Di Kabupaten Natuna sendiri, Kemendikbud membagikan tablet kepada 1.142 siswa yang terdiri dari 508 siswa kelas 6, 303 siswa kelas 7 dan 331 kelas 10.

Selain itu, sarana pembelajaran TIK berupa PC-Server, laptop, LCD, router dan eksternal hardisk akan diberikan kepada 38 unit sekolah di Kabupaten Natuna, yang terdiri dari 25 SD, 9 SMP, 3 SMA dan 1 SMK.

“Sekarang baru sekitar 1,7 juta siswa dan 36 ribu sekolah. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa meningkatkan kebutuhan yang berlipat, sehingga saya harapkan dua sampai tiga tahun ke depan sekolah-sekolah kita, betul-betul sudah menggunakan platform digital untuk proses belajar mengajar dan mendukung proses belajar yang konvensional. Sekali lagi dengan digulirkannya platform digital ini bukan berarti proses belajar konvensional tidak berlaku tetapi tetap penting. Karena tatap muka antara siswa dengan guru masih menjadi cara yang paling baik. Cara yang paling tepat untuk mendidik anak terutama dalam rangka membentuk karakter siswa,” kata Mendikbud.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, mengapresiasi atas peluncuran digitalisasi sekolah di Kabupaten Natuna.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Natuna, kami ingin menyampaikan apresiasi kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah meluangkan waktu untuk meninjau proses pembangunan pendidikan di daerah kami. Melalui kunjungan kerja kali ini, Bapak sudah berkenan meluncurkan beberapa program seperti penyerahan Kartu Indonesia Pintar, penerapan sekolah digital dan beberapa program lainnya. Semoga segala perhatian yang diberikan bagi kami dapat memberikan pengaruh positif bagi kami dalam menyelenggarakan program kerja di bidang pendidikan yang pada gilirannya akan membawa putra dan putri daerah menjadi SDM yang berkualitas dan berdaya saing,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi mengatakan Program Digitalisasi Sekolah merupakan terobosan baru yang memanfaatkan perkembangan TIK untuk mempermudah proses belajar mengajar.

“Guru dan siswa makin mudah mengakses bahan ajar. Guru, siswa kepala sekolah dan unsur pendidikan juga bisa mengaksesnya. Selain itu, komunitas guru bisa bekerja sama membuat materi bahan ajar digital, membuat tes ujian harian secara bersama-sama dalam jaringan offline maupun, online,” pungkas Didik Suhardi. (Red)


Source: kemdikbud.go.id

14 Juni 2019

Empat Hari di Natuna, Nurdin Gelar Halal Bihalal dan akan Resmikan Proyek

 
Dinamika Kepri, Natuna - Gubernur Kepri H Nurdin Basirun melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Jumat (14/6) pagi. Selama empat hari penuh orang nomor satu di Kepri tersebut akan melakukan sejumlah kegiatan di Natuna.

Sejumlah kegiatan tersebut antara lain meresmikan proyek-proyek strategis Pemprov Kepri, penyerahan Insentif Mubaligh beserta bantuan lainnya, penyerahan SK GTT Non ASN dan membuka Festival Pulau Senoa, serta yang paling utama adalah mempererat tali silaturahmi dalam halal bihalal bersama masyarakat.

“Apalagi kini dalam suasana hari kemenangan, tujuan Pak Gubernur berkunjung ke Natuna adalah untuk bertemu dan bersilaturhami menjalin kebersamaan dengan masyarakat agar semakin erat,” kata Plt Karo Humas Protokol dan Penghubung, Zulkifli, di Ranai, Natuna.

Hari pertama tiba di Ranai, kata Zulkifli, Gubernur langsung menuju Masjid Agung, Ranai untuk menunaikan shalat Jumat berjamaah, dilanjutkan dengan turun kelapangan meninjau sejumlah proyek strategis Pemrprov Kepri bersama sejumlah Kepala OPD terkait. Untuk waktu shalat ashar, Maghrib dan Isya orang nomor satu di Kepri itu akan melakukan sholat berjamaah, sekaligus silaturahmi dengan masyarakat.

“Intinya, Pak Gubernur ingin selalu dekat dengan masyarakat. Perkuat silaturahmi dan menjemput aspirasi,” kata Zulkifli.

Lanjut pada hari kedua, Sabtu (15/6) Gubernur akan melaksanakan halal bihalal bersama seluruh masyarakat Natuna yang dipusatkan di Pantai Kencana mulai dari pukul 09.00 wib sampai dengan selesai. Selain itu juga dilakukan penyerahan Insentif Mubaligh beserta bantuan lainnya, penyerahan SK GTT Non ASN serta peresmian berbagai proyek strategis pemerintah Provinsi Kepri.

Pada hari ketiga, Ahad (16/4) Nurdin beserta rombongan akan melanjutkan kunjungan ke Pulau Senoa untuk menghadiri sekaligus membuka Festival Pulau Senoa. Festival yang didukung oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kepri bersama Kementerian Pariwisata itu pelaksanaannya dipusatkan di area Pantai Teluk Selahang dan berlangsung dari tanggal 12 sampai 15 Juni 2019.

Beragam perlombaan akan memeriahkan acara ini seperti lomba kupas dan kukur kelapa, tepuk bantal, lomba tari balon dan lainnya.

Peserta juga didatangi dari mancanegara sebanyak 31 yacth, diantaranya dari Australia sebanyak 20 kapal dengan jumlah 39 orang, Amerika ada 4 kapal dengan 7 orang, Inggris 2 kapal dengan 3 orang, Selandia Baru 2 kapal dengan 4 orang. Swiss, Prancis dan Belanda, masing-masing 1 kapal dengan 2 orang.

Kegiatan ini juga merupakan salah satu konsep promosi wisata Natuna. Karena itu, kata Zulkifli, Gubernur berharap dukungan masyarakat untuk kelangsungan acara agar sukses dan berjalan lancar.

Tidak hanya itu, kata Zulkifli, Gubernur pun akan terus melakukan terobosan-terobosan guna terus mengangkat potensi pariwisata di Kepri khususnya Natuna, Salah satunya dengan upaya beberapa kali bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan, agar Maskapai dan transportasi banyak masuk ke rute Natuna.

Selama empat hari kedepan pun Nurdin tetap melangsungkan safari subuh kelilingnya, termasuk sebelum kembali ke Ibukota Tanjungpinang, Senin (17/6). Itu dilakukannya guna untuk terus menjalin ukuwah bersama umat, menyapa dan bersilaturami bersama masyarakat dalam bingkai safari subuh. (Ril)

20 Desember 2018

Kapolda Kepri Bertukar Informasi ke Natuna

 
Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto SIK.
Dinamika Kepri, Natuna - Dalam rangka bersilahturahmi, Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto Sik melakukan kunjungan kegiatan kerja ke Natuna, Kepri, Rabu (19/12).

Kunjugan kerja Kapolda ke Natuna yakni untuk menghadiri kegiatan Basembang Bercerite Kamtibmas. Kegiatan tersebut dilakukan di Rumah Makan Sisir Basisir.

Pada kegiatan itu, selain Kapolda bertujuan untuk bersilahturahmi dengan masyarakat di Natuna, dalam kata sambutannya juga untuk bertukar informasi dan mendengar langsung permasalahan-permasalahan yang terjadi di Natuna, serta juga untuk menerima saran dan masukan masyarakat buat jajaran Polda Kepri.

Dalam sambutannya, kata dia bahwa dengan kriminalitas semakin meningkat dan canggih saat ini, ia mengharapkan agar anggota Polri dapat lebih smart dalam menjalani tugasnya, serta dapat bekerja sama dari unsur TNI dan masyarakat agar dalam pelaksanakan tugas dapat membantu kepolisian untuk menindak kejahatan dan mencegah ancaman-ancaman yang terjadi.

Lebih lanjut dikatakannya, masyarakat di Kabupaten Natuna diharapkan dapat bekerja sama dalam memerangi Berita Hoax dan selalu memberikan informasi yang benar dan bisa dipertanggung jawabkan.

Ia juga berharap, katanya dengan adanya kerjasama antara Polri dan masyarakat, diharapkan dapat membantu tugas Kepolisian untuk meminimalisir potensi kerawanan yang terjadi di Daerah dan dapat meminimalisir pelanggaran Pemilu serta mengamankan proses jalannya Pemilu 2019 secara aman, damai dan sejuk.

Pada kegiatan itu, selain digadiri Kapolda Kepri Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, SIK, juga dihadiri, Kabid Propam Polda Kepri, Dansat Brimob Polda Kepri, Sekda Natuna, Wakil Ketua DPRD Natuna, Danlanal Ranai, Ketua LAM, Kapolres Natuna, Dandim /diwakili, Dansatrad /diwakili, Kepala Badan dan Ketua Instansi & Perbangkan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat. (Ril).

02 Februari 2020

Masyarakat Natuna Tolak Kehadiran WNI dari Wuhan Cina

 
Suasana penolakan masyarakat Natuna jelang kedatangan WNI dari Wuhan Cina. Orasi penolakan di depan Mako Lanal, Natuna, Kepri, Minggu (2/2).

Dinamika Kepri, Natuna - Jelang kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI)  dari Wuhan Cina ke Natuna diwarnai penolakan dari masyarakat Natuna. Alasan penolakan itu, masyarakat tidak mau daerahnya dijadikan tempat observasi atau tempat karantina bagi WNI dari Wuhan Cina.

Penolakan itu dilakukan masyarakat Natuna di depan Mako Lanal Natuna hingga terjadi dorong-dorongan antara petugas dengan masyarakat, Minggu, (2/2/2020).

Aksi penolakan itu diduga karena masyarakat sangat takut jika ada yang terinpeksi virus corona lalu kemudian menyebar di daerahnya, apalagi setelah mengikuti perkembangan berita tentang bahayanya virus terus tersebut.

Diperkirakan dengan menggunakan pesawat TNI AU,  hari ini ratusan WNI dari Wuhan Cina itu akan tiba di Natuna.

Sebelumnya, ratusan WNI yang dibawa dari Wuhan Cina itu tiba di bandara Hang Nadim Batam pada hari Minggu (2/2/2020) pagi dengan menggunakan pesawat Batik Air.

Dari pantauan, begitu turun dari pesawat Batik Air, ratusan WNI dari Wuhan Cina itu langsung diarahkan ke pesawat milik TNI AU yang sudah siaga di Bandara Hang Nadim.

Seluruh penumpang mulai terlihat turun pesawat sekitar pukul 9.23 Wib. Menurut informasi yang diterima, jumlah penumpang Batik Air itu sebanyak 238 orang yang semuanya merupakan WNI. (Ag)

03 Januari 2020

Pangkogabwilhan I Kendalikan Operasi Siaga Tempur di Natuna

 
Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono.

Dinamika Kepri, Jakarta -  Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono melaksanakan pengendalian operasi siaga tempur terkait dengan adanya pelanggaraan di wilayah perairan laut Natuna Utara.

" Siaga tempur di Natuna akan dilaksanakan oleh Koarmada I dan Koopsau I dengan Alutsista yang sudah tergelar yaitu tiga KRI, satu pesawat intai maritim dan satu pesawat Boeing TNI AU. Sedangkan dua KRI masih dalam perjalanan dari Jakarta menuju Natuna," terang Pangkogabwilhan I kepada awak media sebelum bertolak dari Lanud Halim PK menuju Natuna, Jumat (3/1/2020).

Pangkogabwilhan I juga mengatakan bahwa operasi itu digelar untuk melaksanakan pengendalian wilayah laut khususnya di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) laut Natuna Utara.

Laksdya TNI Yudo Margono menambahkan, sekarang ini wilayah Natuna Utara menjadi perhatian bersama, sehingga operasi siaga tempur diarahkan ke Natuna Utara mulai tahun 2020.

Kata dia, operasi di wilayah Natuna Utara siaga itu merupakan salah satu dari 18 operasi yang akan dilaksanakan Kogabwilhan I di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. (Ril)

10 Oktober 2019

Ruslan M Ali Wasyim Terima Kunker DPRD Natuna

 
Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Ruslan M Ali Wasyim (tengah) terima Kunjungan Kerja (Kunker) DPRD dari Kabupaten Natuna, Rabu (9/10/2019). (F/hms)  

Dinamika Kepri, Batam - Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Ruslan M Ali Wasyim,SH menerima Kunjungan Kerja (Kunker) DPRD dari Kabupaten Natuna, Rabu (9/10/2019).

Kunjungan Dewan Kabupaten Natuna tersebut terkait strategi peningatan Pendapatan Asli Daerah
(PAD) yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Batam.

"PAD Kota Batam yang bersumber dari pajak daerah seperti pajak hotel, restoran, reklame, PBHTB dan lain sebagainya. DPRD Kota Batam terus mendorong Pemko Batam agar terus meningkatkan pendapatan daerah,"terang Ruslan M.Ali Wasyim.

Lebih lanjut Ruslan menyampaikan, dengan pertemuan itu diharapkannya hasilnya dapat bermanfaat bagi Kabupaten Natuna, dan dapat dikembangkan untuk meningkatkan PAD di Kabupaten Natuna.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah
menyampaikan, ia bersama anggota dewan lainnya Kunker ke Batam untuk berdiskusi dan berdialog dengan DPRD Kota Batam guna mencari masukan terkait dengan peningkatan PAD Kabupaten
Natuna.

"Kemajuan Kota Batam tentu perlu dicontoh oleh daerah lain khususnya peningkatan Pendapat  Asli Daerah (PAD) yang cukup siknifikan. Hasil dari pertemuan ini langsung akan kami godok dan
didiskusikan dengan DPRD Kabupaten Natuna," terang Daeng. (Red)

21 Juli 2020

Tersulut Emosi, Abang Hajar Adik Perempuan Hingga Tewas

 
Pelaku saat diamankan Polisi dan Koramil.

Dinamika Kepri, Natuna - Polres Natuna akhirnya menahan AD(32) terduga pelaku pembunuhan adik kandungnya Anisantia (28) yang terjadi di Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut, Minggu (19/7/2020) siang.

Kasus yang menggemparkan masyarakat kabupaten Natuna itu saat ini dalam penanganan kepolisian Polres Natuna.

Kapolres Natuna AKBP.Ike Krisnadian, dalam keterangan persnya kepada wartawan di Mapolres Natuna Senin (20/7/2020) menjelaskan latar belakang terjadinya pembunuhan itu diawali dari pengaduan adik ipar dan  istri pelaku  kepada pelaku saat ia sedang bekerja, yang menyampaikan bahwa korban mengamuk di rumah dan memukuli mertua pelaku.

“ Pelaku diduga kesal mendengarkan laporan tentang kelakuan korban sehingga dia langsung pulang, dan menemukan korban sedang tertidur di kamarnya,” jelas Kapolres, AKBP. Ike Krisnadian.

Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian.
Lanjut Kapolres, begitu melihat korban, pelaku yang sudah tersulut emosinya itu langsung mengnjak – injak kepala Korban. Tidak puas dengan tindakan tersebut, pelaku lalu mengambil sebatang kayu dan memukuli kepala korban beberapa kali hingga pecah dan mengeluarkan darah.

Korban langsung meninggal di tempat, sementara itu mengetahui adiknya sudah meninggal, pelaku lalu membersihkan badan, dan melapor kepada ketua RW setempat  ke Ranai, bahwa ia telah menghabisi adik kandungnya.

“Oleh ketua RW apa yang disampaikan pelaku itu langsung dilaporkannya kepada Kepala Desa Tanjung Pala yang langsung merespon dengan melaporkan ke pihak Koramil dan Polsek Pulau Laut,” tambah Kapolres.

Pelaku akhirnya ditangkap tim Polsek Pulau Laut di kediaman ketua RW setempat tanpa adanya perlawanan.

“Pelaku saat telah berada di Mapolres Natuna untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara korban, telah kita serahkan pihak keluarga korban,” tambah Ike.

Bersama pelaku juga diamankan sejumlah barang bukti, diantaranya baju korban bercak darah, serta seutas tali dan kayu untuk mengingkat dan memukul kepala korban.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. (Pur)


Source: kejoranews.com

23 Desember 2019

Plt. Gubernur Kepri Resmikan Sejumlah Proyek di Natuna

Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto.

Dinamika Kepri, Natuna - Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto meresmikan sejumlah proyek infrastruktur di Kecamatan Batubi, Kabupaten Natuna, Senin (23/12).

Beberapa proyek yang diresmikan tersebut adalah pembangunan jembatan Sungai Tengah Tiga Batubi, pembangunan jalan Padang Angus-Jemaja, pembangunan jalan Pulau Tiga Slading dan pembangunan pelabuhan apung HDPE Tanjung Persenangan ke daerah Nyit-nyit.

Dalam kesempatan ini Isdianto mengajak agar proyek-proyek infrastruktur yang membutuhkan dana besar bisa segera diselesaikan, bagaimanapun juga caranya. Tujuannya agar bisa dimanfaatkan segera oleh masyarakat setempat.

Adapun masalah pembiayaan, diakui Isdianto jika dana APBD Kepri memang tidak besar sehingga tidak bisa diandalkan untuk membiayai semua proyek infrastruktur yang ada di daerah-daerah. Dan solusinya adalah dengan mengadu ke Pemerintah pusat untuk agar dibantu.

“Sejak 2015 kita sudah milai melakukan pembangunan infrastruktur di Natuna ini. Terutama jalan dan jembatan. Total sudah lebih Rp80 miliar. Dan diprediksi masih butuh dana sekitar Rp120 miliar lagi untuk menggesa kekurangan disini,” kata Isdianto.

Tepatnya kekurangan dana untuk target penanganan jalan trans Batubi-Kelarik adalah sebesar Rp125 miliar. Untuk itu Isdianto mengajak Pemerintah Kabupaten Natuna bersama-sama Penprov Kepri menjolok ke pusat, agar cepat terpenuhi dan pembangunan segera terselesaikan.

“Dana itu besar bagi kita, paling hanya Rp20 miliar bisa kita bantu setiap tahunnya. Dan akan mmbutuhkan waktu 6 tahun sampai selesai. Makanya, saya tidak mau ini berlama-lama, tapi tidak mungkin juga mengandalkan APBD yang kita punya. Jalan terakhirnya, kita sama-sama berangkat ke Jakarta,” ujar Isdianto.

Sementara itu Kadis PU Abu Bakar dalam laporannya mengatakan, sejak tahun 2015 hingga 2019 Pemprov telah menggelontorkan dana untuk membangun infrastruktur di Natuna dengan nilai total lebih Rp80 miliar.

Masing-masing untuk peningkatan jalan Trans Batubi- Klarik, jalan Trans Batubi-Tanjung Kudu/Sedanau, jembatan Sungai Tengah 1 bentang 30 meter, jembatan sungai tengah 2 bentang 20 meter dan Sungai Curing bentang 40 meter.

Untuk tahun 2020 nanti Pemprov Kepri juga sudah menganggarkan dana sebeaar Rp35 miliar untuk Kabuoaten Natuna guna melanjutka pembangunan jalan Trans Batubi-Kelarik.

“Seprti arahan Gubernur, bahwa pembangunan infrastruktur ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Dalam hal ini khususnya masyarakat di Kabupaten Natuna,” kata Abu Bakar. (Ril)

18 November 2018

Bersama Bupati, Danlanal Ranai Sambut Kedatangan Taruna dan Taruni AAL Angkatan ke-64

 
Komandan Lanal Ranai  Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, SE saat melalukan pengalungan bunga dan pemakaian Tanjak Melayu.

Dinamika Kepri, Natuna - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai menerima kunjungan Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat IV Angkatan Ke-64 Tahun 2018 di Natuna dalam rangka Praktek Pelayaran Jalayudha.

Kedatangan Taruna dan Taruni tersebut disambut Komandan Lanal Ranai  Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, SE bersama Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si, dan Forkopimda Kabupaten Natuna, Minggu (18/11).

Komandan Lanal Ranai selaku Penanggung Jawab kegiatan kunjungan Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat IV Angkatan Ke-64 Tahun 2018 di Kabupaten Natuna menyampaikan bahwa Para Taruna dan Taruni AAL Tingkat IV Angkatan Ke-64 Tahun 2018 berlayar dengan menggunakan dua KRI yaitu KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355 dan KRI Teluk Banten-516, dengan membawa Personel Taruna sebanyak 122 orang yang terdiri dari 37 Personel Taruna Korp Pelaut (30 Taruna dan 7 Taruni), 23 Personel Korp Teknik, 19 Personel Korp Elektronika (17 Taruna dan 2 Taruni), 19 Personel Korp Suplay (15 Taruna dan 4 Taruni), dan 24 Personel Korp Marinir.

Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal sambut Kedatangan Taruna dan Taruni AAL Angkatan ke -64.
Kedatangan KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355 dan KRI Teluk Banten-516 yang membawa 122 Personel Taruna dan Taruni AAL Tingkat IV Angkatan ke-64 Tahun 2018 disambut dengan Tarian Persembahan yang merupakan tradisi masyarakat Kepulauan Riau yang diberikan kepada tamu-tamu kehormatan yang datang ke Bumi Melayu Kepulauan Riau.

Dalam hal ini Komandan Lanal Ranai dan FKPD Natuna melaksanakan pengalungan bunga dan pemakaian Tanjak Melayu kepada Dansatgas Letkol Laut (P) Filda Malari, Komandan KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355 Letkol Laut (P) Sumarji Bimoaji, Komandan KRI Teluk Banten-516 Letkol Laut (P) Dwi Yoga, serta Perwakilan Taruna.

Foto bersama usai kegiatan penyambutan.
Adapun rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada kunjungan Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat IV Angkatan Ke-64 Tahun 2018 diantaranya adalah melaksanakan promosi ke sekolah-sekolah SMA yang ada di Kota Ranai, CC kepada FKPD Kabupaten Natuna, Open Ship Pelajar, Olahraga bersama dengan Pelajar SMA Kota Ranai dan Anggota Lanal Ranai, Sosialisasi pendidikan untuk Personel Lanal Ranai, Malam kesenian dari Taruna dan Siswa SMA untuk masyarakat Kota Ranai.

Kegiatan yang paling dinanti-nantikan sekaligus acara penutup adalah kegiatan Kirab Kota (drumband) Taruna AAL dan Pasukan Kirab di Kota Ranai.(Ril)
Scroll to top