dinamikakepri.com: Hasil penelusuran untuk Anambas
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Anambas. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

23 Desember 2016

Polres Anambas diresmikan, Brigjen Pol Drs. Didi Haryono, Sh, MH : Rasa aman adalah kebutuhan

 
Acara peresmian Polres Kepulauan Anambas oleh Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Drs. Didi Haryono, SH, MH, Jumat (23/12/2016). Foto : Istemewa.

Anambas, Dinamika Kepri - Bertempat di jalan. Kampung Melayu, desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Didi Haryono, SH, MH atas nama Kapolda Kepri, melaksanakan peresmian Polres Kepulauan Anambas, Jumat (23/12/2016) pagi.

Adapun yang hadir dalam acara peresmian tersebut  Irwasda Polda Kepri, Para Pejabat Utama Polda Kepri, Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas beserta unsur FKPD Kabupaten Kepulauan Anambas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Lembaga Adat Melayu serta seluruh Masyarakat Kepulauan Anambas, Para Kasatwil jajaran Polda Kepri serta seluruh anggota.

Dalam Amanat Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau yang dibacakan oleh Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Drs. Didi Haryono, Sh, MH menyampaikan, dengan terbentuknya Polres Kepulauan Anambas merupakan sebuah kebutuhan untuk terciptanya rasa aman dan kenyamanan, terselenggaranya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, terlaksananya penegakan hukum dan pelayanan Kepolisian di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas.

Saat Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Drs. Didi Haryono, Sh, MH Foto bersama dengan para pimpinan unsur Muspida Kepulauan Anambas.

Seperti kita ketahui bersama Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan wilayah kepulauan yang terletak pada lintas batas perairan laut dengan beberapa Negara tetangga diantaranya, Malaysia, dan Vietnam serta memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah baik di sektor minyak dan gas serta kelautan, hal ini secara tidak langsung akan menimbulkan berbagai macam kerawanan yang terkait dengan Stabilitas keamanan dan ketertiban seperti kejahatan narkoba, Illegal Fishing, Illegal Mining, Traficking in Person dengan berbagai modus operandi yang terus berkembang dan canggih serta kegiatan operasional dilakukan dengan menggunakan jaringan sindikat yang terorganisir dan terselubung baik di dalam maupun di luar negeri.

Mencermati  berbagai permasalahan dan tuntutan  masyarakat  pada saat ini, Kapolda berharap Polres Kepulauan Anambas mampu merencanakan berbagai kegiatan dengan skala Prioritas yang Proaktif dan Produktif serta menetapkan Program kegiatan kepolisian yang aplikatif dan komprehensif,  guna terselenggaranya fungsi-fungsi kepolisian guna mengantisipasi dan menanggulangi beragam potensi  gangguan Kamtibmas, agar tidak mengganggu stabilitas keamanan, sehingga diharapkan kepercayaan  masyarakat  terhadap  kinerja Polri akan  terwujud.

Tantangan tugas Polri kedepan akan  semakin berat dan bersifat multi dimensional akan  sulit penanganannya jika hanya dihadapi secara parsial, akan tetapi harus ditangani secara menyeluruh atau komprehensif oleh karenanya, Polres Kepualauan Anambas harus selalu dinamis dan mampu beradaptasi dalam menanggapi segala bentuk gangguan keamanan dan tindak kriminalitas guna terciptanya keamanan ketertiban masyarakat.

Saat ini Polri telah menerapkan 11 Program Optimalisasi aksi menuju Polri yang semakin Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter), diperlukan dukungan penuh dan tindakan nyata dari semua pihak agar implementasi program dapat dijalankan secara sungguh-sungguh dengan hasil yang lebih optimal.

Selaku pimpinan Polda Kepri, Kapolda Kepri menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu sehingga terbentuknya Polres Kepulauan Anambas dan kedepan masih banyak yang harus kita lakukan agar Polres Kepulauan Anambas bisa sejajar dengan Polres yang lain dalam memberikan pengabdian untuk masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas untuk itu dukungan dan bantuan dari semua pihak sangat diperlukan.

Untuk personel Polres Anambas yang baru agar secepatnya menyesuaikan diri dengan situasi wilayah, beradaptasi dengan masyarakat, lingkungan, adat dan budaya sekitar segera bersosialisasi dan menyatu dengan masyarakat Kepulauan Anambas agar pelaksanaan tugas-tugas kepolisian dapat berjalan dengan baik dan lancar.[Ril]

Editor : Agus Budi T

13 Oktober 2019

Kunker ke Anambas, Wakapolda Kepri Minta Pulau tidak Berpenghuni Diawasi

 
Kunker, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, M.H tiba di Anambas.

Dinamika Kepri, Anambas - Setelah menempuh perjalanan dengan Kapal laut selama 9 Jam, Kunjungan Kerja (Kunker) Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. H. Yan Fitri Halimansyah didampingi Irwasda Polda Kepri, dan Pejabat Utama Polda Kepri pada hari Sabtu, 12 Oktober 2019, akhirnya tiba di Polres Kepulauan Anambas dengan selamat.

Kedatangan Wakapolda Kepri beserta rombongan, disambut oleh Plh. Bupati Kep. Anambas Wan Zuhendra, Kapolres Kep Anambas AKBP Junoto. S.IK, Lembaga adat Melayu Kabupaten Kepulauan Anambas, para tokoh Agama dan Tokoh masyarakat di Kepulauan Anambas.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakapolda Kepri menyampaikan arahan kepada seluruh Personel Polri di Polres Kepulauan Anambas untuk selalu menjalankan tugas dengan dedikasi yang tinggi serta dalam penggunaan Seragam Dinas harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan melengkapi dengan Tongkat Polri, Borgol dan Pluit.

Selain itu, Wakapolda juga mengingatkan dalam pelaksanaan Pengamanan VVIP agar dipersiapkan dengan personel yang terbaik, latih terus kemampuan dalam pelaksanaan tugas pengawalan.

"Kedepan diharapkan dalam penerimaan Bintara Polri terdapat Putra dan Putri terbaik dari Kepulauan Anambas, untuk itu para personel Polri yang berdinas di Kepulauan Anambas dapat berlomba-lomba memberi latihan dan masukkan kepada anak-anak di Anambas sehingga dapat mengabdi di tanah kelahirannya," ujar Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. H. Yan Fitri Halimansyah.

"Untuk tahun ini akan ada 112 Personel Polri yang akan ditugaskan di Kepulauan Anambas, dengan bertambahnya jumlah Personel diharapkan memingkatkan pelayanan kepada masyarakat," lanjut Wakapolda Kepri.

Untuk mencermati situasi Kamtibmas secara Nasional, Wakapolda Kepri juga mengingatkan terkait dengan paham radikal jangan sampai berkembang di wilayah Kepulauan Anambas terutama dengan banyaknya pulau-pulau yang tidak berpenghuni jangan sampai dijadikan sarang dari kelompok radikal tersebut.

Wakapolda berharap juga agar peran dari Intelkam Polres Anambas dan Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepan dalam pencegahan hal tersebut.

Selesai pengarahan kepada Personel Polres Kepulauan Anambas, Wakapolda Kepri dan rombongan melanjutkan kegiatan "Basembang Bercerite Kamtibmas" bersama Tokoh Masyarakat, Agama, Adat dan Pemuda. Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs. S. Erlangga.(Ril)

16 Desember 2016

AKBP Junoto, S.i.k jabat Kapolres Kepulauan Anambas

 
Batam, Dinamika Kepri - Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Sam Budigusdian, MH, Jumat (16/12/2016) melakukan upacara Pelantikan Jabatan Kapolres Kepulauan Anambas di Mapolda Kepri.

Upacara pelantikan ini juga dihadiri oleh Wakapolda Kepri, Para pejabat utama Polda Kepri, Ketua Bhayangkari Daerah Kepri beserta pengurus, para Kapolres/TA jajaran Polda Kepri, Para Pamen, Pama, dan Bintara Polda Kepri.

Dalam Amanat Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Sam Budigusdian, MH, menyampaikan ucapkan selamat kepada Akbp. Junoto, S.i.k atas jabatan dan amanah yang diberikan kepada saudara sebagai Kapolres Kepulauan Anambas Polda Kepri.

Pelantikan jabatan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Kapolri nomor : kep/1268/XII/2016, Tanggal 09 desember 2016 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan dilingkungan Polri.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pengalaman dan keluasan wawasan bagi pejabat yang bersangkutan, sebagai bekal dalam pengembangan diri maupun untuk jenjang karir berikutnya sesuai tujuan pembinaan personil.

Seperti kita ketahui bersama Polda Kepri menjadi salah satu Polda yang mengalami perubahan Tipe, hal tersebut berdasarkan keputusan Kapolri nomor kep/1096/X/2016 tgl 25 Oktober tentang peningkatan Tipe Polda Kepri menjadi Tipe A, sejalan dengan perubahan Tipe Polda Kepri diikuti dengan adanya kep Kapolri nomor kep/1099/X/2016, tanggal 25 oktober 2016 tentang pembentukan Polres Kepulauan Anambas.

Keputusan Kapolri tersebut menunjukan bahwa Kabupaten Kepulauan Anambas sudah memiliki Polres tersendiri yang sifatnya sudah definitif karena sebelumnya masih berinduk pada Polres Natuna.

Kebupaten Kepulauan Anambas terbentuk pada tahun 2008 yang merupakan Kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga sehingga dipandang perlu untuk dibentuk Polres Kepulauan Anambas.

Hal ini patut kita syukuri karena pimpinan Polri memberikan kepercayaan kepada Polda Kepri untuk menambah jumlah Polres di wilayah Polda Kepri.

Dalam pemenuhan segala kebutuhan baik sarana, prasarana serta personil Polres Kepulauan Anambas tidak mudah seperti membalikan telapak tangan akan tetapi membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama, oleh karena itu segera manfaatkan segala fasilitas yang telah di siapkan oleh pemerintah daerah setempat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Harapan Kapolda kepada saudara Akbp. Junoto, S.i.k selaku Kapolres Kepulauan Anambas laksanakan tugas saudara dengan menempatkan diri selaku Kapolres Kepulauan Anambas, segera laksanakan Koordinasi dengan Stockholders, laksanakan Koordinasi dengan berbagai instansi terkait, tugas saudara tidaklah mudah, saudara beserta perangkat pejabat Polres Kepulauan Anambas merupakan harapan kami dalam meniti berjalannya tugas Polri di Pulau Anambas.

Perintah Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Sam Budigusdian, MH, kepada seluruh personil Polda Kepri untuk memberikan dukungan kepada Polres Kepulauan Anambas sehingga dapat menjalankan tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Kepada ibu Junoto, Kapolda  juga berharap agar terus memberikan dukungannya kepada suami dalam menjalankan tugas, karena dukungan istri merupakan kunci sukses suami dalam berkarir.[Ril]

Editor : Agus Budi T

26 Agustus 2020

KRI Bung Tomo 357 Amankan KIA, Ini Kata Danlanal Tarempa

 
Dinamika Kepri, Anambas – KRI Bung Tomo - 357 berhasil mengamanakan 1 buah kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam yang diduga melakukan pelanggaran penangkapan ikan secara ilegal di Laut Natuna Utara pada hari  Minggu tanggal 23 Agustus 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tarempa Letkol Laut (P) Erfan Indra Darmawan saat memberikan Keterangan Pers dihadapan para awak media yang berlangusng di Pelabuhan KAL Lanal Tarempa Anambas Kepri, Selasa (25/8/2020).

 “KRI Bung Tomo - 357 merupakan Bawah Komando Operasi (BKO) Gugus Tempur Laut Komando Armada (Guspurla Koarmada) I yang sedang melaksanakan tugas Operasi Rakata Jaya 20 yakni pengamanan garis Landas Kontinen Indonesia di perairan Laut Natura Utara," jelas Danlanal Tarempa.

“KRI Bung Tomo mendeteksi 1 buah KIA berbendera Vietnam yang sedang melaksanakan kegiatan penangkapan ikan di dalam garis Landas Kontinen Indonesia sejauh 1.5 Nautical Mile (NM) di perairan Laut Natuna Utara," sambungnya.

Lebih jauh dikatakan, Kapal KIA tersebut dengan nama KG 90186 TS berhasil diamankan KRI Bungtomo tanpa ada perlawanan, namun mereka sempat melarikan diri ke Utara dan dengan sengaja mematikan lampu kapal.

Ditangkapnya KIA Berbendera Vietnam oleh KRI Bung Tomo – 357 merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga wilayah perairan NKRI di Laut Natuna Utara sekaligus menjawab keresahan masyarakat Anambas.

Danlanal menjelaskan, setibanya KIA Vietnam di Pelabuhan KAL Lanal Tarempa, seluruh ABK diperiksa kesehatannya sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid-19, berikut barang yang dibawa serta kapal yang digunakan disterilkan dengan disemprot cairan disinfektan.

"Setelah itu dilaksanakan isolasi mandiri di kapal dengan pengawasan ketat oleh personil Lanal Tarempa, untuk meyakinkan bahwa ke 12 ABK tidak membawa covid-19 ke Anambas dan agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat," pungkasnya.

KIA Vietnam dengan ABK sejumlah 12 orang warga negara Vietnam berikut hasil tangkapan berupa ikan  sebanyak 1 Ton diamankan  dan dilimpahkan guna penyidikan lebih lanjut oleh Lanal Tarempa. (Ril)

07 April 2017

Belum kantongi dari Indonesia, Panglima TNI tinjau Instalasi Fiber Optik Malaysia yang melintang dibawa Laut Anambas

 
Anambas, Dinamika Kepri- Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Asops Panglima TNI Mayjen TNI L. Pusung, dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Soemantri, Danrem 033/WP Bigjend TNI Facri, Danlantamal IV Laksma TNI S. Irawan mengecek secara langsung server dan kabel fiber optik bawah laut milik perusahaan telekomunikasi PT. Sacofa asal Malaysia yang melanggar kedaulatan NKRI di Desa Tarempa Barat, Kecamatan. Siantan Kabupaten. Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Kamis (6/4/2017).

Terkait pelanggaran yang dilakukan perusahaan telekomunikasi tersebut, Panglima TNI langsung memerintahkan Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Johan Wahyudi S.E. untuk menyegel dan menghentikan operasional PT Sacofa, karena belum memiliki ijin dari pemerintah RI sehingga melanggar hukum dan aturan internasional terkait keamanan suatu negara.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bahwa penghentian operasional perusahaan telekomunikasi tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang Internasional Nomor 1 Tahun 1983, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 yang diratifikasi menjadi Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985.

"Dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985 tertuang bahwa negara kepulauan memberikan kesempatan untuk memasang kabel bawah laut dan perusahaan yang menggelar kabel bawah laut harus mengurus perizinan dari negara bersangkutan," jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI menjelaskan bahwa, kabel fiber optik milik PT. Sacofa yang melintang di bawah laut RI dapat membahayakan sistem keamanan dan kedaulatan negara.

 "Kabel fiber optik dan server dapat langsung terhubung ke satelit bilaada tambahan perangkat lain sehingga bisa menyensor seluruh getaran, baik yang ada dipermukaan maupun kapal selam,"ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, operasional PT Sacofa sebenarnya telah berakhir pada 26 November 2016 dan sudah diputuskan untuk penghentian ‎operasionalnya, namun pada tanggal 23 Maret 2017 beroperasi kembali.

"Dari Kemenkopolhukam sudah menyampaikan bahwa perusahaan ini tidak boleh beroperasi lagi karena masalah ini menyangkut kedaulatan Negara, dan kedaulatan negara adalah urusan TNI," katanya.

Menurut Panglima TNI, Pulau Anambas dan Natuna merupakan pulau yang lokasinya sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia.

"Tentara Nasional Indonesia wajib melindungi agar kedaulatan NKRI tetap terjaga," pungkasnya.(Ln)

Editor : Agus Budi T

30 September 2020

Lanal Tarempa Bagi - bagi Ayam ke Masyarakat

 
Dinamika Kepri, Tarempa – Dalam rangka menyukseskan Ketahanan Pangan, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tarempa menggelar Bakti Sosial dengan membagi - bagikan ayam kepada masyarakat Tarempa, Kepulauan Anambas, Kepri, Rabu, (30/9/2020) pagi.

Ayam dibagikan yakni merupakan hasil ternak Program Ketahanan Pangan Lanal Tarempa.

Dalam kegiatan tersebut Lanal Tarempa membagikan sebanyak 250 ekor. Mengingat masih dalam pandemik Covid-19, maka pembagian ayam ke masyarakat dengan carai door to door.

Adapun masyarakat yang menerima ayam tersebut antara lain Desa Pesisir Timur sebanyak 10 ekor, Dusun Teluk Rit dan Tanjung Momong Desa Tarempa Timur sebanyak 31 Ekor, Kelurahan Tarempa sebanyak 69 ekor, Desa Tarempa Selatan sebanyak 10 ekor.

Kemudian tukang ojek sebanyak 14 ekor, buruh gerobak kayu sebanyak 7 ekor, buruh pelabuhan sebanyak 20 ekor, petugas kebersihan jalan sebanyak 21 ekor, Komunitas Jaga Kampung sebanyak 10 Ekor, Paguyuban Orang Jawa 8 ekor, yatim piatu sebanyak 15 ekor dan nelayan sebanyak 25 ekor.

Dalam kesempatan tersebut Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Erfan Indra Darmawan, SE, M. Tr. Hanla, MM menyampaikan bahwa Lanal Tarempa akan terus berusaha memberikan sumbangsih kepada seluruh masyarakat Kepulauan Anambas melalui Program Ketahanan Pangan.

"Lanal Tarempa melakukan ini merupakan sebagai wujud kepedulian dan dengan memberikan bantuan sosial yang sekiranya dapat membantu masyarakat di Kepulauan Anambas terutama di massa Pandemi Covid-19. Saat ini yang kita tahu tentu akan berpengaruh dalam segi perekonomian masyarakat khususnya menjelang musim Utara," kata Danlanal.

Hadir dalam kegiatan tersebut dihadiri Pjs. Palaksa Lanal Tarempa, Dansatma Lanal Tarempa, Dandenpom Lanal Tarempa, Pjs Paspotmar Lanal Tarempa selaku Perwira Pelaksana kegiatan, segenap Perwira Staf, Prajurit dan PNS Lanal Tarempa. (Ril)

08 Juni 2020

Lanal Tarempa Bantu Koarmada I Bagi Sembako ke Nelayan

 
Dinamika Kepri, Tarempa - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tarempa membantu Komando Armada I melalui Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama TNI Didong Rio Duta menyalurkan bantuan 100 paket sembako kepada para nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) yang terdampak Covid-19. Penyerahan tersebut bertempat di Pelabuhan Umum Tarempa KKA Kepri, Sabtu (06/6/2020).

Kehadiran Danguspurla Koarmada I Ke Pelabuhan Umum Tarempa bersama dengan KRI Yos Soedarso-353 disambut oleh Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Erfan Indra Darmawan, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., dan seluruh Prajurit Lanal Tarempa.

Selain melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial dengan memberikan penyaluran bantuan paket sembako kepada para nelayan yang terdampak Covid-19 juga dalam rangka kegiatan Operasi Siaga Samudera-20 tahun 2020 di wilayah perbatasan NKRI.

KRI Yos-353 setelah sandar di Pelabuhan Umum Tarempa dilaksanakan protokol kesehatan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 KKA yang dipimpin langsung oleh Danlanal Tarempa berupa penyemprotan Disinfekan ke KRI YOS-353. Penyemprotan disinfektan kepada seluruh anak buah kapal (ABK), pemeriksaan suhu tubuh dan Rapid Test dengan hasil dari Rapid Test yaitu Non Reaktif.

Danguspurla Koarmada I didampingi oleh Komadan KRI YOS-353 serta Danlanal Tarempa, setelah menyerahkan secara simbolis paket sembako mengatakan, baru saja menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan nelayan Tarempa dari Pangkoarmada I.

"Kita telah menyerahkan Bantuan Sosial secara simbolis, dan nantinya dilanjutkan pembagian paket sembako kepada 100 orang Nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas, oleh Prajurit KRI Yos Soedarso-353 bersama-sama dengan Prajurit Lanal Tarempa," tuturnya.

Dikatakan juga, bahwa situasi saat ini di wilayah Laut Natuna khususnya di wilayah perairan Kepulauan Anambas masih sangat kondusif.

"Kehadiran KRI YOS-353 melaksanakan tugas Ops Siaga Samudera-20 untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan kegiatan Illegal lainnya serta menegakkan kedaulatan di wilayah Yuridiksi NKRI," pungkasnya. (Ril)

11 Mei 2020

Tahun 2019, MCP Kepri Terbaik

 
Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto didampingi Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah. Juga diikuti oleh Plt. Inspektur Kepri St. Irmendas, SE., Ak., Plt. Karo Humas, Protokol dan Penghuhung Zulkifli, serta seluruh bupati dan walikota se Kepri mengikuti rapat koordinasi (Rakor) Progam Pencegahan Korupsi Terintregrasi (PPKT) tahun 2020 bersama KPK melalui video conferensi (vicon) di ruang rapat utama Pemprov Kepri, lantai IV kantor Gubernur Dompak, Tanjungpinang, Senin (11/5/2020).

Tampak Bupati Bintan Apri Sujadi, Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra, Bupati Natuna Hamid Rizal, Walikota Batam H. Muhammad Rudi dan Bupati Lingga Alias Wello dan Plt. Walikota Tanjungpinang H Rahma.

Rapat ini dibuka oleh Plt. Korwil Wilayah IV yang juga Deputi Bidang Pencegahan dan Penindakan KPK RI Nana Mulyana. Yang kemudian paparan kegiatan dilanjutkan oleh Iwan Lesmana selaku perwakilan KPK untuk wilayah Kepulauan Riau.

Menurut Nana Mulyana, Rakor ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama yang sudah dibangun melalui MoU antara KPK, Gubernur, Bupati dan DPRD yang pernah ditandatangani.

Pembahasan dalam rakor ini diantaranya adalah soal perbaikan tata kelola pemerintahan, pengelolaan dan penyelamatan aset daerah, penyaluran dan pengelolaan dana desa outcome UKPBJ dan beberapa hal lainnya.

Disebutkan Iwan Lesmana , bahwa berdasarkan penilaian KPK untuk Pencapaian Monitoring Centre for Prevention (MCP) di tahun 2019, bahwa Pemprov Kepri telah mencapai 89 persen dengan indikatornya sudah sangat baik.

Kemudian menyusul Kabupaten Kepulauan Anambas dengan pencapaian NCP 76 persen, Kabupaten Natuna 75 persen, Kota Batam 75 persen, Karimun 75 persen, Tanjungoinang 68 persen, Bintan 64 persen dan Lingga 60 persen.

“Kami berharap untuk beberapa item penilaian yang masih dibawah standar, kedepannya agar pak Sekda bisa mengkoordinir daerah lain untuk memperbaikinya. Ini penting karena untuk kebaikan daerah yang bersangkutan,” kata Iwan Lesmana.

Iwan juga menyebutkan bahwa target MCP tahun 2020 tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya (2019).

Untuk 3 Pemerintahan dengan pencapaian MCP terbaik di Kepri, yakni Pemprov Kepri, Anambas dan Natuna, Iwan sangat mengapresiasi dan agar bisa mempertahankan serta meningkatkannya.

Sementara itu Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto berterimakasih kepada teamwork yang berada dibawahnya yang sudah bekerja dengan baik, serta pihak KPK yang sudah memberikan penilaian dengan objektif sehingga hal ini bisa menjadi salah satu motivasi dalam bekerja guna meningkatkan pencapaian-pencapaian target lainnya.

“Alhamdulillah jika hasil kinerja kita dinilai baik oleh KPK. Perlu kami sampaikan kepada ketua KPK bahwa ada 8 item MoU yg pernah dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan aset dan keuangan daerah. Dan sampai saat ini sudah kita laksanakan sekitar 50 persen. Masih ada sisa waktu untuk menuntaskannya, semoga di akhir 2020 nanti semua target bisa kita capai,” kata Isdianto.

Untuk lebih meningkatkan kinerja serta pencapaian MCP di tahun-tahun berikutnya, Isdianto juga berharap agar KPK mau selalu memantau dan memberikan masukan setiap saat.

(Ril)

04 Desember 2019

Plt Isdianto Bersama Bupati dan Wali Kota se-Kepri Temui Menko Luhut B Panjaitan

 
Plt Gubernur Kepri H Isdianto saat bertemu Menko Kemaritiman dan Invetasi Luhut B Panjaitan di Jakarta, Selasa (3/12). 

Dinamika Kepri, Jakarta - Program pembangunan infrastruktur untuk peningkatan perekonomian Kepri harus mendapat dukungan dan kucuran dari pemerintah pusat. Jika mengandalkan anggaran daerah, realisasi dan percepatan pembangunan itu tidak akan terakomodir. Melalui Kementerian Maritim dan Investasi dan Kementerian Lembaga lainnya, Kepri yakin dukungan itu segera terealisasi.

Keyakinan itulah yang membuat H Isdianto, Plt Gubernur Kepri bersama seluruh Bupati dan Wali Kota se-Kepri melakukan Rakor dengan Menko Kemaritiman dan Invetasi Luhut B Panjaitan di Jakarta, Selasa (3/12).

Isdianto, bersama Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak memimpin langsung pertemuan yang dihadiri sejumlah kementerian itu.

Hadir langsung dalam pertemuan itu Bupati Bintan Apri Sujadi, Bupati Karimun H Aunur Rafiq, Bupati Natuna H Hamid Rizal, Bupati Lingga Alias Wello, Bupati Anambas Abdul Haris, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang H Rahmah.

Dari Pemprov Kepri, hadir Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Kepala Barenlitbang H Naharuddin MTP, Asisten Ekbang Syamsul Bahrum, Kadis Pariwisata H Buralimar, Kadis PU Abu Bakar, Kadis Perhubungan Jamhur Ismail, Karo Pembangunan Aries Fhariandi dan Plt Biro Humas Protokol dan Penghubung Zulkifli.

Sebanyak 25 skala prioritas masing-masing daerah disampaikan dalam pertemuan itu. Tak kurang dari Rp25 triliun dibutuhkan dana untuk menuntaskan pembangunan di seluruh Kepri. Tiap daerah, mengusulkan skala prioritasnya masing-masing yang langsung disampaikan Isdianto di depan Luhut dan pejabat eselon satu sejumlah kementerian.

“Jika kami sendiri di lapangan tanpa bantuan pemerintah pusat pasti tak terakomodir percepatan pembangunan itu. Kami harap usulan ini diakomodir dan cepat terealisasi,” kata Isdianto membuka pembicaraan.

Kadang, di antara usulan-usulan yang disampaikan Isdianto, langsung ditanggapi Luhut. Misalnya, ketika Isdianto menyampaikan soal penetapan atas labuh jangkar, Luhut langsung menanggapi. “Itu kita finalisasi segera. Tinggal tiga dari 12. Itu sumber transhipment. Saya mau Januari-Feburari selesai,” kata Luhut.

Pertemuan itu kemudian dipandu Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktir Kemenko Maritim dan Investasi Ridwan Djamaluddin.

Di antara program yang disampaikan Isdianto antara lain pembangunan Jembatan Batam Bintan, Waduk Busung, Pembangunan Bongkar Muat di Pulau Kundur dan Penetapan atas labuh jangkar.

Isdianto juga menyampaikan program-program usulan Kabupaten kota untuk Tanjungpinang. Diusulkannya antara lain yakni untuk pembangunan Jalan Lingkar Kota, Jembatan Madong-Sungai Nyirih, Jembatan Pinang Marina-TanjungLanjut. Juga Penataan Kawasan Kota Pusaka di Kota Tanjungpinang antara lain Kawasan Kota Lama, Kawasan Pulau Penyengat dan Kawasan Kota Rebah. Tanjungpinang juga mengusulkam Revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanjungpinang.

Untuk Kota Batam antara lain mengusulkan Peningkatan Jalan Ruas Simpang Batubesar – Nongsa (8,5 Km), Peningkatan Jalan Simpang Jam – Batu Ampar (6,6 Km), Peningkatan Jalan Simpang Sei Harapan – Simpang Basecamp (8 Km), Pembangunan Fly Over Simpang Kabil, Peningkatan Jalan Pelabuhan Batu Ampar – Bundaran Nan Tongga – Simp.

Selai itu, Baloi Center (5.2 Km), Pembangunan Jalan Simpang Tembesi – Tanjung Berikat (7.76 km), Pembangunan jalan lingkar luar (outer ringroad) Tiban – Jodoh (4 Km) dan Pembangunan Jalan Tol Batu Ampar – Muka Kuning – Hang Nadim (25 Km). Pembangunan Pasar Induk Jodoh juga diusulkan Pemko Batam. Serta pembangunan Rusunawa (15 Twin Block).

Kabupaten Bintan mengusulkan Peningkatan Jalan Nasional Lintas Barat-Timur Pulau Bintan (Penambahan Ruas Jalan) sepanjang 66 Km dan Pembangunan Jalan Lingkar Pantai Timur (Inner Ring Road) Pulau Bintan sepanjang 40 Km. Bintan juga ingin Pembangunan Pelabuhan Umum dan Angkutan Penyeberangan/Mini Ro-Ro di daerah pesisir dan Pembangunan Pelabuhan Perikanan Batu Duyung Bintan.

Kabupaten Natuna mengusulkan Pembangunan Bandara Internasional Kelarik,  Pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan (SKPT) Selat Lampa – Teluk Depih dan Pengembangan Geopark Nasional Natuna menuju UGGp (UNESCO Global Geoparks).

Kabupaten Anambas mengusulkan Pembangunan Depo BBM Pertamina, Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Kecamatan Siantan Selatan dan Pembangunan Bendungan Arung Hijau Baruk. Anambas juga mengusulkan pembangunan jalan nasional sepanjang 18 km.

Kabupaten Pembangunan Pelabuhan Malarko dan Peningkatan Bandar Udara Raja Haji Abdullah (Sei Bati). Karimun juga mengusulkan Jembatan Konektivitas dengan Pembangunan Jembatan Pulau Papan – Pulau Belat – Pulau Kundur.

Sementara Kabupaten Lingga Mengusulkan Pembangunan Bendungan Jelutung, Pembangunan Pelabuhan Bongkar Muat Peti Kemas di Kawasan Industri Sebayur, Peningkatan Bandara Dabo (dari 1350m menjadi 2300m) dan Pembangunan Kawasan Pulau Karantina Nasional.

Satu persatu kementerian merespon usulan-usulan itu. Di antaranya yang paling panjang perbincangan mengenai progres kemajuan rencana pembangunan Jembatan Batam Bintan. Isdianto dan Jumaga Nadeak termasuk mengejar perkembangan progres persoalan ini. Apalagi pembangunan Jembatan Batam Bintan termasuk yang dijanjikan Presiden Joko Widodo untuk masyarakat Kepri.

“Untuk pembangunan Jembatan Batam Bintan, kini sedang progres di (Dirjen) Bina Marga (Kementerian PUPR). Kita (akan) bentuk tim kecil untuk (program) itu,” kata Ridwan di akhir pertemuan lebih dari dua jam itu

Semua bupati dan wakil wali kota juga mempertegas program-program yang disampaikan Isdianto. Mereka berharap apa yang disampaikan itu mendapat prioritas dari pemerintah pusat. Apalagi, muara dari semua permintaan itu adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan semakin memajukan daerah.

Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Perdagangan semua merespon usulan-usulan itu. Ada beberapa program yang akan dikonsolidasikan untuk tahun 2020 dan ada yang dibahas masuk dalam pembangunan tahun berikutnya.

Yang jelas, saat ini sedang ada pembahasan program RPJMN 2020-2024. Beberapa kementerian akan memasukkan sejumlah kegiatan dalam program itu.

Di ujung pertemuan, Isdianto yang diminta berbicara terakhir berterima kasih kepada Kemenko Maritim dan Investasi yang memfasilitasi pertemuan ini. Menurut Isdianto, pihaknya juga akan melakukan koordinasi drnhan kementerian terkait tentang program-program tersebut.

“Pertemuan ini pada akhirnya menemukan titik terang. Kami mencari solusi seperti apa yang terbaik untuk daerah kami. Tentu kami berharap semua ini terakomodir,” kata Isdianto.

Sebelumnya, saat membuka pertemuan tersebut, Luhut menegaskan bahwa pertemuan itu untuk membahas rencana infrastuktur dan konektivitas termasuk janji janji Presiden beberapa waktu lalu  tentu dengan melihat skala prioritas. (Ril)



Source: humas.kepriprov.go.id

18 Juli 2019

Isdianto: Mari Jaga Laut Kepri

 
Bersama Menteri Susi, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, H Isdianto saat di Anambas, melepaskan penyu ke laut, Kamis (18/7). 

Dinamika Kepri, Anambas - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, H Isdianto mengajak masyarakat menjaga kebersihan laut Kepri. Laut bukan tong sampah, jadi jangan membuang sampah apapun ke laut. Terlebih sampah plastik.

“Jangan buang sampah ke laut. Jaga pantai kita tetap bersih. Untuk kelangsungan biotanya dan pariwisata,” kata Isdianto sesaat sebelum meninggalkan Anambas menuju Semarang, Kamis (18/7).

Isdianto ke Semarang untuk menghadiri Penyerahan Penghargaan TOP 99  Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Hotel Gumaya.

Isdianto mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan laut, terlebih di bibir pantai, pelabuhan.

Menurut Isdianto, Kepri yang luas lautnya sebesar 96 persen adalah sumber kehidupan. Kalau laut bersih, ikan dan biota lautnya akan semakin banyak. Ketika sampah banyak mengapung, sektor pariwisata juga ikut terganggu.

“Karena itu, mari kita jaga laut agar selalu bersih dari sampah,” kata Isdianto.

Tentang sampah juga ditegaskan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat membuka Festival Padang Melang. Susi berpesan untuk menghilangkan pengunaan plastik sekali pakai. Seperti kantong kresek maupun  botol minuman air mineral.

“Laut kita pada tahun 2030 diramal lebih banyak plastik daripada ikan. Karena itu hilangkan penggunaan plastik. Tentu kita tak ingin menangkap plastik di laut,” kata Susi.

Susi cukup prihatin dengan prestasi Indonesia sebagai negara nomor dua penyumbang sampah plastik setelah China. Prestasi ini harus dihilangkan karena berdampak buruk bagi lingkungan.

“Mulai hari ini mohon, jangan jadi bangsa pembuang sampah (plastik) lagi,” kata Susi.

Menurut Susi, senagai bangsa yang berbudaya, agamis, berpendidikan, prilaku ini harus dihilangkan. Karena, kata Susi, katanya cinta dan sayang dengan laut yang begitu indah. Tentu harus dijaga.

“Indahnya laut, hijaunya hutan dan udara yang segar ini adalah nikmat Tuhan yang gak boleh kita rusak,” kata Susi.

Susi berharap ada program pemerinyah daerah dalam mengelola sampah ini lebih tajam. Karena hal ini juga akan menganggu pariwisata. Tentu semuabtak ingin mendengar cerita ketika wisatawan berlayar di laut atau memancing yang dapat plastik.

“Sungguh harus bangga dan bekerja lebih giat lagi untuk pemda untuk menjaga dan mengelola menjadi mutu manimam Indonesia di sebelah utara. Kalau tidak kita dikalahkan pulau pulau negeri tetangga yang sebenarnua jauh lebih indah daerah kita,” kata Susi. (Ril)

02 Juli 2019

Nurdin Basirun: Kesuksesan Bermula dari Kerja Keras

 
Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun tanda tangani prsasti saat Syukuran Peresmian Kecamatan Jemaja Barat, Anambas, Selasa (2/7/2019). 

Dinamika Kepri, Anambas - Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun mengatakan Kepri akan tumbuh semakin maju. Apalagi semua melakukan sinergitas tanpa mengedepankan egosektoral. Ketika Bank Dunia menegaskan negeri ini akan menjadi negara dengan ekonomi kelima di dunia, pasti negeri ini mendapatkannya.

“Kalau tak maju berarti kita tidur semua. Kesuksesan bermula dari kerja keras. Singsingkan lengan baju, karena yang ditanya nanti apa yang diperbuat untuk masyarakat ketika mendapat amanah,” kata Nurdin saat Syukuran Peresmian Kecamatan Jemaja Barat yang disejalankan dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Camat Jemaja Barat di Desa Impul, Anambas, Selasa (2/7/2019).

Nurdin beraktivitas ke Jemaja setelah serangkaian kegiatan di Tanjungpinang dan Batam. Nurdin memulai aktivitas dengan melaksanakan Safari Subuh di Masjid Al Jannatunnaim, Kamlung Melati Gudang Minyak Tanjungpinang. Dari Tanjungpinang, Nurdin kemudian menghadiri Upacara Tabur Bunga di Laut Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke 73 di Kapal Yudistira 800 Pelabuhan Batuampar Batam.

Nurdin menyampaikan, apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo patut ditiru.  Salah satu reformasi birokrasi, lihatlah Presiden Jokowi menyingsingkan lengan baju. Berkerja dan bekerja untuk masyarakat.

“Baju itu lepaskan, jengkol lepaskan. Tengok nelayan, masyarakat. Bertemu dan menyelesaikan dengan memberi solusi,” kata Nurdin.

Nurdin yakin kemajuan itu semakin terlihat setiap saat. Terlebih para Bupati dan Wali Kota di Kepri sangat kreatif dan inovatif. Banyak terobosan dalam membangun dan memajukan daerah.

“Mereka selalu memanfaakan potensi dengan kemampuan daerahnya masing-masing,” kata Nurdin.

Apalagi, kata Nurdin, pemerintah pusat menjadikan daerah ini sebagai kawasan yang strategis. Termasuk untuk pertahanan dan keamanan. Kalau masyarakat semakin sejahtera, pertahanan dan keamanan daerah perbatasan semakin kuat.

Perhatian pemerintah yang besar untuk daerah ini, kata Nurdin dukung dengan bekerja bersama-sama. Gubernur atau Bupati tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

Salah satu dukungan itu adalah kucuran untuk sektor kesehatan di seluruh Kepri yang mencapai angka Rp1 triliun. Hal ini bagian dari upaya pemerintah membangun sumber daya manusia dengan dukungan infrastruktur kesehatan.

Peresmian Kecamatan Jemaja Barat tersebut juga dihadiri Sekretaris Badan Perbatasan Nasional Subajar Diantoro dan Bupati Anmabas Abdul Haris. Dari Pemprov Kepri tanpak hadir Kepala Barenlitbang Naharuddin MTP, Asisten Pemerintahan Raja Ariza, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Ahmad Izhar, Kadis Perkim Mahyudin, Kepala Biro Pemerintahan Haryono dan Plt Karo Humas Protokol dan Penghubung Zulkifli.

Suhajar Diantoro, pada  kesempatan itu mengatakan kerja sama  antara pemerintah dengan masyarakat harus semakin baik. Tugas pemerintah adalah memberi kemudahan dengan membangun infrastruktur untuk membuka akses. Membangun infrastruktur dasar seperti sektor kesehatan dan pendidikan.

Dalam pada itu, Bupati Abdul Haris, mengatakan, peresmian kecamatan Jemaja Barat ini membuat rentang kendali semakin pendek. Dengan demikian pelayanan harus semakin baik. (Ril)

05 Mei 2019

Jajaran Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Hasil K2YD

 
Prosesi pemusnahan Barang Bukti Mikol, di Mapolresta Barelang, Minggu (5/5/2019) siang.

Dinamika Kepri, Batam - Dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif menghadapi Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H/2019 M, Polda Kepri dan jajaran dalam Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) berhasil mengungkap kasus Narkotika jenis sabu dan melaksanakan pemusnahan barang bukti Miras dan makanan kadaluwarsa.

Kegiatan dilakukan di Mapolresta Barelang dipimpin oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah dihadiri oleh Sekda Kota Batam, Pejabat Utama Polda Kepri, BNNP Provinsi Kepri, Kapolresta Barelang, Forkompimda Kota Batam, Ketua MUI Kota Batam, dan LSM Granat, Minggu (5/4).

Dalam sambutan Wakapolda Kepri menyampaikan, jajaran Kepolisian Daerah Kepulauan Riau pada hari ini secara serentak melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil dari  K2YD agar menjadi momentum yang baik dan bermanfaat dalam memasuki bulan suci Ramadhan dengan kegiatan ini.

Dari hasil kegiatan yang dilakukan Polda Kepri dan jajaran, mendapatkan hasil yang cukup baik. Kepulauan Riau merupakan kawasan yang sangat terbuka, terdiri dari beberapa pulau yg berarti memiliki tempat yg sangat strategis bagi orang melakukan kegiatan Kejahatan yang sifatnya sebagai perantara peredaran narkotika dan minuman keras. Kerja sama antar instansi menjadi peran kunci dalam mengatasi hal tersebut.

K2YD Polda Kepri dan jajaran dari tanggal 29 April 2019 sampai dengan 5 Mei 2019 dengan hasil Kegiatan penindakan atau razia sebanyak 73 kegiatan berhasil melakukan pengungkapan kasus Narkoba seberat 574,70 gram Sabu (belum dimusnahkan), 1.020,70 gr Ganja, 9 Bong isap dan 3 timbangan, Minuman beralkohol sebanyak 9.084 botol dan 4 Jerigen tuak, Makanan dan minuman kadaluwarsa 338 bks dan 83 kaleng minuman, Senjata tajam  6 buah dan mengmankan 9 orang tanpa KTP.

Pemusnahan serentak yang dilaksanakan pada hari ini dengan rincian sebagai berikut, di Polda Kepri bersama Polresta Barelang Barang Bukti yang dimusnahkan 6.925 Botol minuman beralkohol.

Polres Tanjungpinang, dipimpin oleh Kapolres Tanjungpinang dihadiri oleh Dandim 0315 Bintan, Kasatpol PP Tanjungpinang, Danlanudal Tanjungpinang, Danwing Tanjungpinang dan Pejabat utama Polres Tanjungpinang Barang Bukti yang dimusnahkan 268 Botol Minuman beralkohol dan 2 Jerigen tuak

Polres Bintan, dipimpin oleh Kapolres Bintan dan dihadiri oleh Dansatrad 213 Tanjungpinang, Satrand Koarmada I, Kakesbangpol Bintan, Dandim 0315 Bintan dan Pejabat utama Polres Bintan Barang Bukti yang dimusnahkan 730 Botol Minuman Beralkohol

Polres Karimun, dipimpin oleh Kapolres Karimun dan dihadiri oleh Bupati Karimun, Forkompimda Karimun, Ka BNN Kab Karimun, Ketua LAM Karimun dan Pejabat utama Polres Karimun Barang Bukti yang dimusnahkan 935,8 gram Ganja dan 1.029 Botol Minuman Beralkohol.

Polres Lingga, dipimpin oleh Kapolres Lingga dan dihadiri oleh Forkompimda Kab Lingga, Danramil Dabo, Kalapas Dabo singkep, Camat Singkep dan Tokoh Masyarakat Barang Bukti yang dimusnahkan 60 Botol Minuman Beralkohol dan 2 jerigen Tuak, 177 Bungkus makanan kadaluwarsa dan 83 Botol Minuman ringan kadaluwarsa.

Polres Anambas, dipimpin oleh Kapolres Anambas dan dihadiri oleh Pejabat utama Polres Anambas Barang Bukti yg dimusnahkan 72 Botol minuman beralkohol dan 158 bungkus dan kotak makanan kadaluwarsa.

Total Keseluruhan Barang Bukti yg dimusnahkan 935,8 gram Ganja, 9.084 botol minuman beralkohol dan 4 Jerigen Tuak, 338 bungkus Makanan Kadaluwarsa dan 83 Kaleng Minuman ringan kadaluwarsa. (Ril)

05 April 2016

Tak mau kedaulatan NKRI dicedarai di Natuna, Banser dan GP Ansor Kepri, Protes dengan membakar replika bendera China

 
Tampak tengah membakar Replika Bendera China, Foto/dok/Lamhot. N
Batam, Dinamika Kepri – Sejak terjadinya perseteruan di perbatasan di laut Cina selatan antara Indonesia dan negara China di perairan Natuna saat ini, ternyata tidak hanya membuat Pemerintah indonesia menjadi terusik. ternyata Masyarakat pun kini juga telah ikut terusik karena sikap China kepada Indonesia dinilai masyarakat Kepri sudah semakin menjadi-jadi. serta tidak bisa ditorelir lagi.

Melihat hal itu, sebagai bentuk protes, Senin siang, (4/4/2016) di KDA Batam, Center, ratusan anggota Banser dan gerakan pemuda Ansor Nahdatul Ulama provinsi Kepri  berkumpul menyatukan visinya yaitu menolak tindakan China yang kerap mengklaim wilayah perairan Natuna sebagai wilayahnya. Sebagai kekecewaan, Banser dan gerakan pemuda Ansor juga  membakar replika bendera China.
 
Selain itu, Ormas Kepemudaan ini juga menyebutkan, bahwa mereka siap diterjunkan apabila negara memanggil mereka untuk berperang untuk berperang Melawan China.


Dan paling yang mereka kecam adalah juga untuk  memprotes penangkapan tindakan sewenang wenang Nelayan China yang melalukan penangkapan ikan di wilayah perairan Natuna dan Anambas.

Dalam ikrarnya, anggota Banser dan GP Ansor mengatakan ini juga menyatakan sikap siap kapan saja apabila negara membutuhkan mereka, sebab sesuai Slogan mereka, “ Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)” adalah harga mati.



“ Saat ini Banser dan GP Ansor sedang melaksanakan kaderisasi bela negara ditingkat kecamatan, Kabupaten dan kota diseluruh provinsi Kepri. Dalam waktu dekat banser juga akan mengadakan pelatihan di kabupaten Natuna dan Anambas. Banser juga akan selalu siap kapan saja, apabila negara memanggil untuk berperang. Ini tidak bisa ditawar-tawar, karena NKRI adalah Harga mati. ” tegas Iwan Hartono, Kasatwil Banser, Kepri

Selain itu, Banser juga  beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh kapal-kapal nelayan China dan juga kapal patroli China di wilayah perairan Natuna dan Anambas adalah tindakan yang mencederai kedaulatan negara Indonesia.

Maka oleh karena itu, kata mereka lagi, anggota Banser khususnya Banser di wilayah Kepri, adalah wilayah yang memang terdepan dengan Natuna, siap mati untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. (Ln)

Editor : Agus Budi T

08 Mei 2020

Sekda: Pekan Depan Pemprov Kepri akan Salurkan Bansos

 
Sekretaris Daerah Kepri H TS Arif Fadilah.

Dinamika Kepri, Tanjungpinag - Sekretaris Daerah Kepri H TS Arif Fadilah mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri akan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 ke Kabupaten/Kota. Penyaluran bantuan sosial tersebut, diserahkan langsung ke Kabupaten/Kota lewat Mou dan PKS (perjanjian kerjasama).

“Provinsi akan berkaloborasi dengan Kabupaten/Kota untuk mulai membagikan bantuan sosial menyangkut dampak ekonomi maupun dampak-dampak yang ditimbulkan akibat Covid-19,” ujar Arif saat melakukan Rapat Persiapan Penyaluran Bantuan Sosial Dampak COVID-19 lewat Video Confrence diRupatama lantai 4 Dompak, Tanjungpinang, Kamis (7/5).

Rapat persiapan tersebut tampak dalam vidcon Asisten Perekonomian dan Pembangunan Syamsul Bahrum, Asisten Adminitrasi Umum M Hasbi, Sekda Batam Jefridin , Sekda Tanjungpinang Teguh Ahmad, Sekda Kep Anambas Sahtiar, Sekda Lingga Juramadi Eskram, Sekda Karimun M Firmansyah, Kadis Perindag Natuna Agus Supardi, Asisten Pemerintahan Bintan Mohd Setioso beserta sejumlah Kepala OPD Provinsi Kepulauan Riau.

Pihak Provinsi sedang menunggu data-data yang belum masuk, sebab data bantuan sosial itu ada yang dari Kabupaten/Kota.

“Rencana kebijakan Plt Gubernur ini, kita satukan irama dan bergerak cepat, agar dapat disalurkan yang terdampak Pandemi Covid-19 dengan disepakati dengan Mou dan PKS. Data harus sinkron sesuai dengan arahan KPK, supaya tidak ada masalah ketika dilakukan pemerikasaan nantinya,” ungkap Arif.

Selain itu, Arif juga meminta Kabupaten/Kota  untuk segera melaporkan data terbaru penerima bantuan sosial tersebut ke pemerintah provinsi. Hal ini bertujuan untuk mempercepat penyaluran bantuan yang ada.

Data masyarakat ini, kata Arif jangan berubah. Karena itu dia minta tum teknis harus melakukan update data dan laporkan segera. Agar tidak tumpang tindih dengan masyarakat yang sudah dapat bantuan APBN

Lebih lanjut, guna mendukung penyaluran tersebut. Arif mengatakan segera mempersiapkan bantuan untuk masyarakat ini agar mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak Corona.

“Kami harap bantuan sosial itu segera dibagikan apalagi kita yang sebentar lagi lebaran dengan daerah yang geografisnya pulau pulau. Dan pendistribusian ini bisa diakomodir dengan baik,” kata Arif.

Mengakhiri rapat tersebut, Arif menyimpulkan hari senin (13/5) akan dilaksanakan MoU Gubernur bersama Bupati/Walikota. Setelah MoU Gubernur bersama Bupati/Walikota dilanjutkan PKS Kepala Dinas Perindag Provinsi bersama Dinas Kabupaten/Kota.

Kata dia, nantinya tim koordinator wilayah setiap daerah yang ditunjuk untuk masing masing Kabupaten/Kota melalui SK Gubernur yaitu di Batam Kadis Pariwisata dan Kadis Perindag, Tanjungpinang Kadis Sosial dan Kadis PMD, Karimun Karo Kesra dan Kadis Perindag, Bintan Kadis Koperasi dan UMKM, Lingga Plt Kadis Kelautan dan Perikanan, Natuna Kasatpol PP dan Kadis Perindag Natuna, Anambas Kadis Pertanian.

08 April 2020

Empat Kabupaten di Kepri Terima Bantuan Pusat, Masing-masing dapat Rp 500 Juta

 
Penyerahan Batuan oleh Plt Gubernur Kepri.

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Untuk menangani penyebaran dan pencegahaan Covid-19 di Kepri, Pemerintah Kabupaten Bintan, Lingga, Natuna dan Kepulauan Anambas menerima bantuan keuangan, APD, masker dan rapid tes dari pemerintah pusat.

Bantuan dari pusat itu diserahkan langsung oleh Plt. Gubernur Provinsi Kepri Isdianto dengan disaksikan oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlatamal) IV  Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah dan para pejabat lainnya.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di Gedung Daerah Jl. S.M.Amin No.1 Tanjungpinang, Kepri, Rabu (8/4/2020).

Untuk bantuan keuangan, masing-masing Kabupaten menerima bantuan Rp 500 juta rupiah.

Untuk bantuan non uang, Kabupaten Bintan menerima APD sebanyak 120 set, masker sebanyak 3.900 buah dan rapid tes sebanyak 260 buah.

Kabupaten Lingga menerima APD sebanyak 60 buah, masker sebanyak 200 buah kemudian rapid tes sebanyak 100 buah.

Untuk Kabupaten Natuna menerima APD sebanyak 100 set, masker sebanyak 41.000 buah dan rapid tes sebanyak 100 buah.

Kabupaten Anambas menerima APD sebanyaka 110 set, masker 150 buah dan rapid tes sebanyak 100 buah.

Tak hanya itu, setelah dari Gedung Daerah, Danlantamal IV kemudian ikut menyaksikan penyerahan hibah satu unit mobil ambulance dari PT. Jasa Raharja (Persero) kepada RSUP. Raja Ahmad Tabib.

Selain memberikan satu unit mobil ambulance, PT. Jasa Raharja juga memberikan bantuan masker dan hand sanitizer hasil produksi siswa SMKN 2, SMKN 4 Batam dan SMKN 2 Tanjungpinang.

Tak hanya itu, BNI Cabang Tanjungpinang ikut juga memberikan bantuan berupa APD kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau. (Ril)

17 Maret 2020

Lima Orang Penjual Telur Penyu Diamankan Polisi

 
Barang Bukti ribuan telur penyu yang diamankan Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri.

Dinamika Kepri, Batam – Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil mengamankan 5 orang penjual telur penyu dari dua tempat yang berbeda yakni dari Tanjungpinang dan Kota Batam.

Kelima orang berinisial MD laki-laki 47 tahun, DC laki-laki 26 tahun, AK laki-laki 36 tahu, BF laki-laki 29 tahun dan EN Perempuan 62 tahun itu, kini statusnya telah dijadikan tersangka.

Dalam press rilis di Media Center Polda Kepri, Senin (16/3/2020), Wadirreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan didampingi Kasubdit IV Ditreskrimsus AKBP Wiwit Ari Wibisono dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno mengatakan dari para tersangka pihaknya telah mengamankan barang bukti ribuan telur penyu.

"Untuk barang buktinya, Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri menemukan sebanyak 1.007 butir telur penyu," AKBP Nugroho Agus Setiawan.

Lebih lanjut dijelaskannya, penanganan perkara itu sudah dimulai pihaknya sejak dari bulan Januari sampai dengan saat ini.

Kata dia, dari penjualan telur penyu tersebut Ditreskrimsus berhasil mengamankan 5 orang tersangka di dua TKP yang ada, kelima tersangka tersebut berinisial MD laki-laki 47 tahun, DC laki-laki 26 tahun, AK laki-laki 36 tahu, BF laki-laki 29 tahun dan EN Perempuan 62 tahun. Dengan TKP di Tanjungpinang dan Kota Batam.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan para tersangka, Wadirreskrimsus Polda Kepri mengatakan bahwa sumber telur penyu tersebut berasal dari daerah Anambas dan daerah Bintan Provinsi Kepri.

"Sumbernya dari Anambas dan daerah Bintan. Saat ini, nama-nama pemasok telur penyu tersebut juga sudah dikantongi oleh Tim Ditreskrimsus Polda Kepri dan akan dikembangkan untuk penindakannya," tutur Wadirreskrimsus Polda Kepri.

Lanjutnya menjelaskan, modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka adalah dengan menyimpan, memiliki dan/atau memperniagakan telur satwa yang dilindungi berupa telur penyu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AKBP Nugroho Agus Setiawan mengatakan para tersangka akan diancam dengan Pasal 40 ayat (2) dan/atau ayat (4) Jo pasal 21 ayat (2) huruf e, Undang-undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dengan ancaman dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100 juta. (Ril)

11 September 2019

Wakapolda Kepri Laporkan Hasil Operasi Antik Seligi 2019

 
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, MH dan Wadirresnarkoba Polda Kepri AKBP Sades Oloan Maruli Pardede Sik.

Dinamika Kepri, Batam – Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. H. Yan Fitri Halimansyah memimpin Konferensi Pers hasil Operasi Antik Seligi 2019, Rabu (11/9) di Mapolda Kepri.

Kegiatan ini Wakapolda Kepri didampingi oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, Wadirresnarkoba Polda Kepri AKBP Sades Oloan Maruli Pardede.

Pada kesempatan tersebut Wakapolda Kepri menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Operasi Antik Seligi 2019 yang dimulai dari tanggal 21 Agustus 2019 sampai dengan 9 September 2019 atau selama 20 hari, Polda Kepri dan jajaran telah berhasil mengungkap 50 Kasus Tindak Pidana Narkoba, bila dibandingkan dengan Operasi Antik Seligi tahun 2017 yang mengungkap sebanyak 30 kasus, maka terjadi peningkatan/kenaikan sebesar 20 kasus atau 66,67 persen.

Pengungkapan Tindak Pidana Narkoba pada Operasi Antik Seligi 2019, dengan rincian sebagai berikut :
• 8  kasus berhasil diungkap oleh olda kepri.
• 15 kasus oleh Polresta barelang.
• 6 kasus oleh Polres Tanjungpinang.
• 7  kasus oleh Polres Karimun
• 3 kasus oleh Polres Bintan
• 5 kasus oleh Polres Lingga.
• 1 kasus oleh Polres Natuna dan
• 5 kasus oleh Polres Anambas.

Pelaku tindak pidana Narkoba yang diamankan pada Operasi Antik Seligi 2019 yakni sebanyak 80 orang tersangka terdiri dari 79 laki-laki dan 1 perempuan jika dibandingkan dengan Operasi Antik 2017 sebanyak 43 tersangka dan terdapat kenaikan sebesar 37 orang atau sekitar 86,05 persen

Pelaku yang diamankan pada Operasi Antik Seligi 2019, sebagai berikut :
• Polda Kepri mengamankan sebanyak 14 orang tersangka.
• Polresta Barelang mengamankan sebanyak 23 orang tersangka laki-laki dan 1 tersangka perempuan.
• Polres Tanjungpinang mengamankan 12 orang tersangka.
• Polres Karimun mengamankan 10 orang tersangka.
• Polres Bintan mengamankan 5 orang tersangka.
• Polres Lingga mengamankan 5 orang tersangka.
• Polres Natuna mengamankan 2 orang tersangka.
• Polres Anambas mengamankan 8 orang tersangka.

Sedangkan Barang barang bukti Narkoba yang diamankan pada Operasi Antik seligi 2019 adalah sebagai berikut:
• 233,81 gram ganja kering.
• 70 batang bibit pohon ganja.
• 71,45 gram bibit biji ganja.
• 151.080.76 gram sabu.
• 889 ¾ butir ekstasi.
• 0.93 gram serbuk ekstasi.

Disampaikan juga oleh Wakapolda Kepri bahwa wilayah hukum Polda Kepri merupakan wilayah perairan yang luas dan berbatasan langsung dengan negara lain, menjadikan Kepri rentan dengan peredaran Narkotika.

"Kedepan diharapkan agar semua masyarakat dapat menjadi mata dan telinga bagi kepolisian untuk dapat memberikan informasi berbagai bentuk kejahatan Narkotika dan jadikan Narkoba sebagai musuh bersama," katanya.(Ril)

02 Mei 2019

Gubernur Kepri Buka Rakor Pembangunan Kawasan Perbatasan

 
Gubernur H Nurdin Basirun saat memberikan kata sambutan. 

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan bahwa Kepulauan Riau sebagai garda terdepan NKRI dibagian Barat yang memiliki sejumlah daerah perbatasan memiliki potensi sumber daya alam besar yang jika dikelola dengan maksimal akan menjawab kebutuhan masyarakat untuk maju dan sejahtera.

“Dengan melimpahnya sumber daya alam baik perikanan dan energi yang ada disejumlah titik di Kepri, maka harus kelola potensi itu dengan maksimal serta jaga dengan baik agar dapat tersalurkan menuju keberhasilan pembangunan, buat Kepri maju dan sejahtera,” ujar Nurdin saat membuka Rapat Koordinasi Pembangunan Kawasan Perbatasan Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2019 di Ballroom Hotel CK, Tanjungpinang, Kamis (2/5).

Perwujudan tersebut menurut Nurdin tidak serta merta dapat berjalan dengan mudah, banyaknya Negara tetangga yang mungkin akan terjadi gesekan-gesekan yang akan menyebabkan terhambatnya pembangunan tentu menjadi buah pikiran bersama untuk diselesaikan.

“Langkah konkret harus kita upayakan untuk menciptakan stabilitas keamanan di daerah perbatasan serta tentunya dapat mengelola potensi yang dimiliki dengan baik dan lancar,” lanjut Nurdin.

Dengan Rakor ini, Nurdin tentunya berharap agar dapat menghasilkan formula-formula terbaik dalam upaya mewujudkan sinergitas semua pihak untuk membangun daerah perbatasan.

“Serta tentunya terus membangun komunikasi agar folrmulasi yang didapat dapat diteruskan ke Pemerintah Pusat sehingga terjadi kolaborasi dan dukungan aktif semua pihak baik secara vertikal maupun horizontal,” pungkasnya.

Kemudian, Kabag Pengelola Perbatasan Biro Pemerintahan dan Perbatasan Provinsi Kepri Roslan melaporkan bahwa pelaksanaan Rakor dilakukan dalam rangka mengingkatkan pembangunan daerah perbatasan serta mensinkronisasikan data yang didapat dari OPD teknis terkait yang kemudian akan menjadi usulan yang dimuat kedalam rencana aksi.

“Rakor dalam upaya untuk mendukung penuh pembangunan kawasan perbatassn dalam menciptakan persiapan yang matang,” ujar Roslan.

Roslan melanjutkan, tujuan dan maksud dari pelaksanaan Rakor antara lain mendapat data usulan pembangunan wilayah perbatasan yang kemudian dijadikan rencana aksi, lalu bertujuan untuk menciptakan sinergitas dan kesesuaian program yang kemudian akan diperpanjang ke Pemerintah Pusat untuk memaksimalkan peluang mendapat DAK lebih besar dengan usulan-usulan pembangunan yang terbaik.

Rakor sendiri diikuti oleh peserta sebanyak 50 orang yang merupakan perwakilan dari Dinas terkait dan daerah-daerah Kepri yang berada di Perbatasan seperti Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas, dengan mengundang Narasumber yakni Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Pedesaan, Kementerian PPN/Bappenas RI Velix Vernando dan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Suhajar Diantoro.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, Sekdakab Karimun M Firmansyah, Kepala Biro Perekonomian Heri Andrianto, Kepala Biro Pembangunan Aries Fhariandi, Tokoh Masyarakat, beserta tamu undangan lainnya. (Ril)

30 Maret 2019

Kapolda Kepri Resmikan Rusun di Lingga

 
 Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto,S.Ik, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Serba Guna di Polres Lingga, Sabtu (30/3/2019).

Dinamika Kepri, Lingga - Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto,S.Ik, melakukan peresmian Rumah Susun (Rusun) dan Penandatanganan Prasasti Rumah Dinas Polres Jajaran Polda Kepri, serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Serba Guna di Polres Lingga, Sabtu (30/3/2019).

Dalam kata sambutannya, Kapolda Kepri menyampaikan bahwa pada hari ini 30 Maret 2019 adalah momen yang membahagiakan dan momen yang bersejarah bagi Polda Kepri dan Polres jajaran yang telah melaksanakan pembangunan berbagai fasilitas yang ada.

Katanya, adapun jumlah bangunan yang telah diresmikan pada hari ini yakni sebanyak 36 unit terdiri dari 35 unit rumah dinas dan 1 unit Rusun diantaranya pembangunan di Polres Anambas, 15 unit di Polsek Siantan, 10 unit di Polsek Palmatak dan 2 unit di Polsek Jemaja dengan jumlah total 27 unit rumah dinas.

Selain itu pembangunan di Polres Lingga dengan 6 unit rumah Dinas di Polsek Senayang dan 1 Rusun Polres Lingga dan pembangunan di Polresta Barelang, meliputi 2 unit rumah Dinas di Polsubsektor Pulau Terong dengan total anggaran senilai Rp.28.216.467.597.

"Dengan adanya pembangunan berbagai fasilitas ini adalah bukti menunjukkan kepedulian pimpinan Polri, kebijakan dari pemerintah hingga pada akhirnya berbagai fasilitas ini dibangun dengan tujuan kita harus lebih meningkatkan lagi pelayanan, pengayoman, perlindungan terhadap masyarakat termasuk di dalamnya pemeliharaan Kamtibmas dan penegakan hukum yang artinya anggota Polri harus memiliki komitmen, satukan hati dan fikiran harus lebih memberikan pelayanan terbaik," kata Kapolda Kepri.

Selain itu, Kapolda juga mengcapakan terima kasih dan penghargaan kami kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga yang telah memberikan Hibah bangunan berupa Gedung Serba Guna Polres Lingga dengan anggaran senilai Rp 1.495.000.000.

Dalam sambutan Bupati Lingga H. Alias Wello, S.IP menyampaikan pembangunan Gedung Serba Guna Polres Lingga telah dialokasikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga, yang akan mulai dibangun tahun ini dan selesaikan tahun ini juga.

"Ini merupakan suatu bentuk komitmen untuk menyempurnakan fasilitas-fasilitas yang ada di Polres Lingga. Mudah-mudahan dengan sempurnanya, lengkapnya sarana prasarana pendukung akan meningkatkan kinerja dari pihak kepolisian khususnya di Daerah kami," H. Alias Wello.

Menurut H. Alias Wello, Kabupaten Lingga yang mempunyai wilayah pulau sebanyak 640 pulau besar dan kecil adalah merupakan tantangan tersendiri bagi Pemda Lingga.

"Tidak dapat kami bayangkan kalau tidak didukung oleh personil dari pihak Kepolisian. Potensi kekayaan sumber daya alam di Kabupaten Lingga besar sehingga tingkat pencurian menjadi kerawanan tersendiri," tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, dihadiri oleh Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, Kapolres Anambas, Bupati Lingga, Wakil Bupati Lingga, Forkopimda Kabupaten Lingga, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan undangan lainnya.(Ril)


Editor: Agus Budi

28 Maret 2019

Wagub Kepri Ajak semua Kepala Daerah Jalin Kerjasama Wujudkan Pembangunan

 
Wakil Gubernur, H Isdianto dan Sekdaprov Kepri, H TS Arif Fadillah, di saat memimpin Rapat Kerja bersama Bupati dan Wali Kota se Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (27/3).

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Wakil Gubernur H Isdianto mengajak semua Kepala Daerah se Provinsi Kepulauan Riau untuk terus menjalin kerjasama dan meningkatkan sinkronisasi dalam hal pembangunan. Kebersamaan menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan yang merata demi mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Sinkronisasi diharapkan terus didorong sehingga rancangan program dan kegiatan dapat benar-benar tersalurkan merata dan dirasakan masyarakat,” ujar Isdianto saat memimpin Rapat Kerja bersama Bupati dan Wali Kota se Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (27/3).

Dalam rapat kerja tersebut hadir Bupati Bintan Apri Sujadi, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Bupati Lingga Alias Wello, Bupati Natuna Hamid Rizal, Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma dan Asisten I Kota Batam Yusfahendri.

Isdianto berharap, dengan dilaksanakan Musrenbang nanti juga dapat mengakomodir kebijakan pembangunan yang ada di Kabupaten dan Kota, namun kekuatan dari APBD yang cenderung stagnan menurut Isidanto bukan menjadi penghalang.

“Selalu kita saling mengingatkan, agar kita dapat menyaring program-program apa saja dari kabupaten dan kota yang diajukan mana yang betul-betul penting dan strategis yang menyangkut kehidupan masyarakat,” lanjut Isdianto.

Untuk mengatasi hal tersebut, Isdianto mengajak komitmen semua pihak di Kepri agar bersama mengejar tercapainya pembangunan salah satunya dengan kekuatan dari Pemerintah Pusat yang menurutnya Pusat pun menunggu usulan yang datang dari daerah.

“Maka tugas kita adalah menjemput bola tersebut, serius memfollow up sejumlah program kepada pemerintah pusat sehingga dapat diakomodir,” tambah Isdianto lagi.

Apalagi masyarakat saat ini semakin kritis, ingin lebih tahu apa hasil pembangunan, ingin tahu anggaran yang digunakan untuk apa saja. Maka Isdianto menghimbau agar jalankan amanah masyarakat tersebut dengan penuh tanggungjawab.

Isdianto yakin, salah satu upaya untuk mendongkrak perekonomian Kepri adalah dengan menonjolkan kearifan lokal di masing-masing daerah, apakah itu dibidang pariwisata, pertanian dan lain sebagainya. disamping juga tetap memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang menjadi keharusan.

“Kita sepakat sinergitas Pemprov dengan Kabupaten dan Kota harus terus menguat, nanti pada Musrenbang jangan segan mempertahankan argumen sepanjang hal itu layak,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah mengatakan pelaksanaan rapat kerja bersama Kepala Daerah sendiri memang rutin digelar menjelang dibukanya Musrenbang tingkat Provinsi.

“Dengan tujuan untuk menghimpun dan mendiskusikan setiap program dan kegiatan yang ada di Kabupaten dan Kota agar bisa dijadikan program bersama Pemerintah Provinsi,” ujar Arif.

Mengingat tentunya setiap Kepala Daerah menurut Arif pasti memiliki sejumlah kegiatan strategis, terlebih dalam perancangangan anggaran kegiatan sudah menggunakan sistem e-planning dan e-budgeting.

“Sehingga jika bisa di mix kan bersama Pemprov, kita bisa segera giring dan input agar tidak terjadi keterlambatan dalam penyusunan anggarannya,” lanjut Arif.

Arif pun menjabarkan senumlah arahan kebijakan Kepulauan Riau tahun 2020, dengan arah sentra ekonomi wilayah BBKT (Batam Bintan Karimun Tanjungpinang) dan juga terus mendorong NAL (Natuna Anambas Lingga).

Adapun sejumlah topik yang dibahas dalam rapat kerja tersebut antara lain: Kesiapan Pelaksanaan Pemilu 2019 (tingkat partisipasi masyarakat), Standar Pelayanan Minimal, Penyaluran Dana Desa (Pengawasan dan Pembinaan) dan Evaluasi DAK dan Fisik tahun 2018 serta mekanisme penyaluran di tahun 2019.

Rapat juga mengundang narasumber yakni Dirjen Bangda Kemendagri RI M Hudori yang memaparkan tentang Standar pelayanan minimal. Rapat sendiri berjalan dengan lancar, terdapat feedback positif, masing-masing Kepala Daerah juga memaparkan sejumlah usulan kegiatan-kegiatan strategis daerahnya untuk bisa dimasukan kedalam proyek strategis di Pemrpov Kepri.

Secara umum semua Bupati dan Walikota sepakat, berharap dengan adanya Rapat Kerja ini bisa menjawab harapan masyarakat terkait pembangunan dan apa-apa saja usulan program yang disampaikan dapat terserap sehingga tercapainya pemerataan pembangunan di 7 Kabupaten dan Kota se Kepri. (Ril)
Scroll to top