Tampilkan postingan dengan label Wagub. Tampilkan semua postingan

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S. Erlangga dan Plt Gubernur Provinsi Kepri H. Isdianto saat Konferensi Pers, di Graha Kepri, Rabu (18/9).

Dinamika Kepri, Batam –  Dihadiri Plt Gubernur Provinsi Kepri H. Isdianto, Kabid Humas Polda Kepri, Dirreskrimsus Polda Kepri, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas I Batam dan Kadis Kesehatan, di Graha Kepri, Batam Center, Batam melakukan Konferensi Pers terkait penanggulangan kabut asap di Kepri, Rabu  (18/9).

Plt Gubernur Kepri menyampaikan, Kabut asap di Provinsi Kepri khususnya Kota Batam pada hari ini menunjukkan kisaran 170-226 ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara).

Kata dia, angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara saat ini dinyatakan ″Tidak Sehat″.

Maka itu pengukuran ISPU terus akan dilakukan sampai dengan kualitas udara ″Baik″ dan untuk menghadapi hal tersebut himbaunya kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah, jika terpaksa keluar rumah/gedung sebaiknya menggunakan masker.

Sambungnya, apabila dirasakan ada gangguan pernafasan, segera mendatangi fasilitas kesehatan setempat seperti rumah sakit, puskesmas dan lainnya.

Menghimbau kepada seluruh fasilitas kesehatan untuk proaktif dan memberikan pelayanan terbaik.

Bagi masyarakat yang membutuhkan telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan juga dapat melakukan pengadaan masker sesuai kebutuhan.

"Dihimbau kepada sektor swasta dapat juga berpartisipasi aktif dalam menyediakan masker secara mandiri atau membagikan langsung kepada masyarakat," kata Isdianto.

Pada kesempatan tersebut, Kabid Humas menyampaikan, bahwa dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla, Polda Kepri, TNI dan stakeholder terkait telah mengadakan rapat koordinasi pada 15 Agustus yang lalu, hasil dari rapat tersebut telah dibentuknya Satgas Karhutla yang terdiri dari personil TNI-Polri dan Stakeholder terkait, hingga kejajaran Polres telah tergelar Posko Penanggulangan Karhutla dengan melakukan upaya pencegahan : Patroli daerah rawan Karhutla, Sosialisasi, Pemasangan Spanduk himbauan dan melakukan pemadaman titik lokasi kebakaran.

Dari upaya pencegahan, yang pada bulan Agustus terdapat 117 lokasi rawan Karhutla dapat diturunkan menjadi 10 titik hotspot dari pantauan pada hari ini.

Sedangkan dalam penanganan kabut asap Polda Kepri dan jajaran telah lakukan koordinasi dengan Dinas kesehatan Provinsi, jajaran kabupaten dan Kota menggelar posko-posko kesehatan dan pembagian masker kepada masyarakat.

Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Rustam Mansyur S.IK menyampaikan bahwa terkait dengan penegakkan hukum yang telah dilakukan oleh Polda Kepri dan jajaran adalah sebanyak 15 Kasus yang tengah ditangani dengan motif sebagian besar yang dilakukan adalah dengan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, hal ini dilakukan oleh perorangan. Dari 15 kasus diamankan juga 15 orang tersangka.

Kata Kombes Pol Rustam Mansyur mengakhiri, Dihimbaunya agar masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan atau kebun dengan cara membakar mengingatkan sanksi hukum yang berat dengan ancaman hukuman 10 tahun, 12 tahun sampai dengan 15 Tahun Penjara sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, undang-undang nomor 18 tahun 2004 tentang perkebunan dan ancaman  Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindunngan dan pengelolaan lingkungan hidup. (Ril)

Foto bersama Plt Gubernur Kepri H Isdianto dengan peserta atlet yang akan berlomba di Pomnas XVI, Jakarta saat Apel Pagi di Dompak, Tanjungpinang, Senin (16/9/2019). 

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Plt Gubernur Kepri H Isdianto mengajak para pegawai untuk menguatkan hati membangun dan memajukan Negeri Segantang Lada ini. Apa yang dicita-citakan para pejuang pembentukan provinsi harus terus diwujudkan.

“Kita tahu bagaimana pejuang-pejuang dulu bekerja untuk mewujudkan Kepri menjadi provinsi. Dengan segala pengorbanan mereka berjuang untuk Kepri. Kita tinggal menjalankan amanah atas perjuangan itu,” kata Isdianto saat Apel Pagi di Dompak, Tanjungpinang, Senin (16/9/2019).

Apel itu sekaligus Pelepasan Kontingen Pomnas Kepri yang akan bertarung di Pomnas XVI di Jakarta.

Pada kesempatan itu, Isdianto kembali mengingatkan para pegawai untuk bersatu memajukan negeri ini. Analogi sapu lidi juga dikemukakan Isdianto untuk membangun kekuatan itu. Semua diajak menjadi satu bagian, bagian dari sapu lidi.

“ Marilah menjadi satu bagian. Bagian dari sapu lidi untuk membangun Kepri dengan nawaitu yang baik,” kata Isdianto lagi.

Untuk itu Isdianto menekankan pentingnya disiplin dan komunikasi. Isdianto senang dengan tingkat disiplin yang semakin membaik. Terlebih dengan memulai aktivitas dengan apel bersama.

“ Jika kita sudah disiplin apapun bisa kita lakukan,” kata Isdianto.

Soal komunikasi, menurut Isdianto ini merupakan bagian penting dalam pembangunan. Jika komunikasi sudah lancar, pekerjaan akan lebih mudah. Termasuk mengkoordinasikannya dengan berbagai bagian yang lain.

Salah satu bentuk kelancaran komunikasi adalah dengan mudahnya dihubungi. Baik eselon 2, 3, dan 4.

“ Tekad kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kepri. Jangan pula untuk berkomunikasi sulit. Seperti tak mau bekerja sama untuk membuat Kepri semakin baik,” kata Isdianto. (Ril)

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Plt Gubernur Kepri H Isdianto mengajak masyarakat mendukung pengembangan pariwisata di daerah masing-masing. Ini merupakan sektor masa depan yang sedang giat-giatnya dikembangkan.

“Sektor ini sangat menjanjikan. Potensi banyak di tiap daerah di Kepri. Kita kelola dan buat semakin menarik sehingga banyak yang datang,” kata Isdianto di sela sela membuka Open Tournament Sepak Bola Pemuda Batu Delapan, Kelurahan Tanjung Batu Barat Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun, Jumat (6/8).

Malah beberapa iven olahraga pun, jika dikemas dengan menarik menjadi salah satu yang diagendakan para pelancong untuk dinikmati. Karena itu, kata Isdianto, dukungan semua komponen masyarakat sangat penting.

Sementara, untuk turnamen yang dibukanya ini, Isdianto berharap menjadi wadah pembuktian kemampuan. Apalagi turnamen ini diikuti banyak kesebelasan.

“Jadikan ajang pembuktian menjadi yang terbaik,” pesan Isdianto.

Tampak hadir pada kesempatan itu Kadispora Kepri Mayfrizon, Tenaga Ahli Gubernur H Saidul Khudri, H Herizal Hood, Ketua IPIM Kepri Alwi Husein, Anggota DPRD Karimun Anwar Hasan, Sekcam Kundur Yanti, Kepala Desa se-Kecamatan Kundur dan masyarakat Tanjung Batu Barat.

Pembukaan acara diawali dengan senam lansia dan juga tendangan kick off sekaligus pertandingan persahabatan yang mempertemukan kesebelasan tuan rumah Tim Batu Delapan dan Tim PGRI. Isdianto juga berterimakasih atas jalinan silaturahmi yang sudah terjalin dengan baik.

“Saya berharap ajang olahraga yang sangat digemari semua kalangan ini, bisa menjadi hiburan bagi masyarakat Kundur khsususnya,” kata Isdianto Ketua Pelaksana Firmansyah mengatakan, sebanyak 40 tim kesebelasan akan ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung dari tanggal 6 sampa dengan 25 September 2019.

Ia berharapkan dari ajang ini, akan lahir para atlet dan pecinta sepakbola yang hebat dan bisa membanggakan daerah.

"Nantinya mereka yang tampil paling bagus dan keluar sebagai juara, berhak atas piala dan juga uang tunai. Masing-masing juara pertama mendapatkan uang sebesar Rp 20 juta, juara kedua sebesar Rp 15 juta, juara ketiga Rp 10 juta dan juara keempat Rp 5 juta," tutupnya. (Ril)

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto menekankan kepada seluruh Kepala Desa yang ada di Kepri agar memanfaatkan dana desa sebaik-baiknya. Agar kedepan jumlah dana desa bisa naik lagi.

Selain itu Isdianto juga mengingatkan agar para Kepala Desa menaati aturan-aturan yang mengatur cara pemanfaatan dana desa, sehingga tidak ada ada Kepala Desa yang menghadapi permasalah hukum dikemudian hari.

Hal ini disampaikan Isdianto saat membuka Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan tingkat Provinsi Kepulauan Riau tahun 2019 di Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (28/8).

“Manfaatkan dengan baik dan sesuai aturan agar kedepannya dana desanya bisa naik lagi. Jangan sekali-sekali mandai-mandai terhadap pemanfaatan dana desa. Dan jangan sampai ada Kades di Kepri yang menghadapi masalah gara-gara pemanfaatan dana desa yang ini,” tegas Isdianto.

Berdasarkan data, untuk provinsi Kepulauan Riau total dana desa yang diterima dari tahun 2015 hingga 2019 mencapai Rp967,9 miliar. Dengan rincian tahun 2015 dana desa dianggarkan sebesar Rp79,2 miliar dengan rata-rata setiap desa mendapatkan alokasi sebesar Rp280 juta. Selanjutnya di tahun 2016, dana desa meningkat menjadi Rp177,8 miliar dengan rata-rata setiap desa sebesar Rp628 juta. Kemudian pada tahun 2017 dana desa kembali meningkat menjadi Rp228,2 miliar dengan rata-rata setiap desa menerima sebesar Rp800 juta.

Pada tahun 2018 dana desa di provinsi Kepulauan Riau justru menurun menjadi Rp221,4 miliar, serta tahun 2019 ini Kepri kembali menerima dana desa sebesar Rp261,4 milyar untuk 275 desa.

Isdianto menambahkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi lima tahun pelaksanaannya, dana desa terbukti telah menghasilkan sarana/prasarana yang bermanfaat bagi masyarakat kepulauan riau, antara lain berupa terbangunnya lebih dari 333.395 meter jalan desa, 6.975 meter jembatan, 14.152 meter irigasi, 52.283 meter tambatan perahu, 168 unit paud, 35 unit polindes, 111 unit sumur, 5 pasar desa, 95.145 meter drainase, 133 unit posyandu, dan 30 unit embung dalam periode 2015-2018.

“Rapat koordinasi seperti ini penting karena untuk menguatkan sinergitas dan mempererat jalinan komunikasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten, maupun konsultan provinsi dengan pendamping ahli di kabupaten, dan para stakeholder lainnya. Setiap prestasi yang kita capai, tentu bermula dari koordinasi yang kuat,” kata Isdianto lagi.

Pada akhir sambutannya Isdianto meminta agar dari pelaksanaan Rapat Koordinasi ini nantinya dapat dirumuskan langkah-langkah pemecahan masalah yang timbul selama pelaksanaan penyaluran dan penggunaan dana desa serta adanya hasil pengendalian dan konsolidasi Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) baik provinsi maupun kabupaten.

Sementara itu Kpala Dinas PMD Dan Dukcapil Kepri Sardison, MTP dalam laporannya mengatakan tujuan Rakor ini diantaranya adalah untuk menganalisa dan mengevaluasi reguler atas pelaksanaan penyaluran dan penggunaan dana desa. Sedangkan peserta rapat sebanyak 106 orang terdiri dari unsur dinas PMD Provinsi Kepulauan Riau, Dinas PMD Kabupaten, Bappeda Kabupaten, tenaga ahli program provinsi, tenaga ahli kabupaten, camat, perwakilan Kepala Desa, dan unsur Kepolisian.

“Dalam rakor ini kita mengevaluasi hasil rakor sebelumnya serta mengevaluasi kinerja penyaluran dana desa. Alhamdulillah pesertanya kali ini lebih lengkap dan dari semua yang kita undang hadir, ada sebagian yang diwakili. Para kepala Desa mendapatkan arahan dari Plt Gubernur dalam kesempatan ini. Seperti yang dikatakan Plt. Gubernur Kades jangan sampai terjerat masalah gara-gara pemanfaatan dana desa yang tidak benar,” kata Sardison. (Ril)

Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto dan Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak tandatangani APBD-P Kepri tahun 2019 di kantor DPRD Kepri, Jumat (23/8/2019).

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Setelah melewati agenda pembahasan yang panjang akhirnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kepri tahun 2019 disahkan dalam rapat paripurna terbuka, Jumat (23/8) di kantor DPRD Kepri, Dompak sebesar Rp 3.8 triliun

Angka APBDP tahun 2019 sebesar Rp3.833.748.797.429 ini lebih besar dari APBD murni yang sebelumnya sebesar Rp3.659.654.170.992 atau naik sebesar 4.76 persen.

Dalam pengesahan APBDP ini, dari eksekutif dihadiri langsung oleh Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto, Sekdaprov Kepri T.S Arif Fadillah dan jajaran kepala OPD. Hadir juga perwakilan dari FKPD.

Rapat ini dipimpin langsung oleh ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak dan Wakil Ketua II Husnizar Hood.

Isdianto dalam kesemptan ini berterimakasih kepada para pimpinan dan anggota Banggar Ranperda APBDP Kepri yang telah bertungkus lumus siang dan malam membahas hingga akhirnya bisa ditetapkan secara bersama APBDP yang sudah ditunggu oleh masyarakat luas tersebut.

“Kami berterimakasih. Dengan kerjasama yang baik, akhirnya hari ini bisa kita setujui bersama Ranperda APBDP menjadi Perda. Semoga bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Isdianto.

Adapun rincian APBDP Kepri 2019 adalah, untuk PAD yang pada APBD asli sebesar Rp 1.252 triliun, di APBDP naik jadi Rp1.260 triliun.

Dana Perimbangan dari Rp2.322 triliu naik menjadi Rp2.399 triliun, sedangkan dana lain-lain dari sumber yang sah dari sebesar Rp54.572 miliar naik men jadi Rp54.591 miliar. Sedangkan total Belanja Daerah yang sebelumnya sebesar Rp3.659 triliun naik juga menjadi Rp3.833 triliun.

Pada akhir sidang ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak juga berterimakasih kepada semua tim banggar serta seluruh anggota DPRD Kepri yang sejak tahun 2014 hingga 2019 sudah bersama-sama dalam suka maupun duka mengabdi untuk Kepulauan Riau tercinta.

“Dalam kesempatan ini adalah sidang kita yang terakhir. Karena tidak semua dari kita kembali duduk disini nantinya. Maka dari itu saya secara pribadi dan sebagai ketua DPRD Kepri tahun 2014-2019 memohon maaf kepada semuanya jika ada ucapan atau perbuatan yang kurang berkenan,” ucap Jumaga dengan suara berat seraya mengusap matanya yang basah.

Pada kesempatan itu, Jumaga juga titip salam untuk Gubernur Kepri non aktif H. Nurdin Basirun.

“Bagaimanapun juga pak Nurdin sudah mengabdi untuk daerah. Sampaikan salam hormat kami kepada beliau serta mohon maaf jika selama dalam bekerja ada ucapan dan perbuatan yang kurang pas,” ujar Jumaga. (Ril)

Plt Gubernur Kepri H Isdianto pimpin upacara HUT RI ke-74 di halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kepri, Sabtu (17/8)

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Plt Gubernur Kepri H Isdianto dalam pesan kemerdekaannya mengajak semua komponen masyarakat untuk bersama-sama membulatkan tekad membangun bangsa dan negara Indonesia. Salah satunya dengan terus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul demi mewujudkan Indonesia Maju.

“Peringatan Kemerdekaan RI ke-74 ini mengusung tema ‘Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju’ tentu menjadi prioritas utama yang harus terkonsolidasi dengan baik, agar dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi kita semua sebagai bangsa Indonesia. Juga untuk semakin memajukan daerah kita, Provinsi Kepulauan Riau,” demikian Isdianto dalam pesan kemerdekaannya sempena HUT RI tahun ini.

Sempena HUT RI ke-74, Isdianto menjadi inspektur upacara (Irup) dalam peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang dipusatkan di halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu (17/8).

Pada kesempatan itu, yang bertindak sebagai Komandan Upacara Danyon Komposit -1/GP Dam 1/BB, Perwira Upacara Mayor Caj (K) Sri Sugiharti, Pembaca Naskah Proklamasi ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, dan pembaca doa Kakanwil Kemenag Kepri Mukhlisuddin.

Seluruh kepala FKPD hadir dalam momen penting ini, seperti Kapolda Kepri Irjend. Pol. Andap Budhi Revianto, Kajati Kepri Edy Birton SH,MH, Danrem 033 Wira Pratama Brigjend TNI Gabriel Lema, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana TNI R Arsyad Abdullah, Danguskamla Laksamana TNI Yayan Sofyan, Kepala Bakamla LaksamanaTNI Eko Murwanto, Kabinda Kepri Pol Riza Celvian G, Kakanhan Kepri Laksma YNI Sulistiawan, Danlanud Raja Haji Fisabilillah Kol. Pnb.Elistar Silaen serta Kepala Kakanwil Hukum dan HAM Zaeroji.

Seluruh rangkaian peringatan Detik-detik Proklamasi di Kepri ini berjalan dengan lancar, khidmat dan sukses. Kesuksesan rangkaian upacara peringatan hari bersejarah ini ditentukan pula dengan suksesnya proses pengibaran sang Saka Merah Putih oleh putra dan putri Kepri yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Setiap derap langkah tegap anggota Paskibraka dalam momen ini tak luput dari pandangan mata seluruh hadirin yang memadati area halaman Gedung Daerah. Nafas seakan tertahan untuk mengimbangi langkah pasukan dengan harapan sedikitpun tidak terjadi kesalahan.

Di akhir acara, kepada wartawan Isdianto juga berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi kemerdekaan RI ke-74 di Kepri. Dimulai dari penggemblengan anggota Paskibraka, Pengukuhan Paskibraka, Pemberian Anugerah Satya Lencana Karya Satya, malam Renungan Suci, upacara pengibaran Bendera, pemberian remiai dan seterusnya.

“Hari ini genap 74 tahun Indonesia merdeka dan Alhamdulillah semangat itu masih tetap membara dihati masyarakat. Termasuk di kalangan masyarakat Kepri. Rangkaian acara kita juga berjalan dengan baik. Begitu juga anak-anak yang bertugas menaikkan dan menurunkan bendera. Mereka bekerja totalitas dan luas biasa. Semuanga perlu kita apresiasi,” kata Isdianto.

Barisan dalam upacara peringatan HUT RI ke-74 tahun 2019 ini terdiri dari kompi I dengan berpakaian PDU Gabungan Pama, masing masing dari kesatuan TNI AL, AD dan AU. Untuk Batalyon I membawahi 3 Kompi, 1 Kompi terbagi lagi dalam 3 Pleton. Kompi I pasukan bersenjata terdiri dari masing masing 1 Pleton satuan Korem 033/WP, satuan Lantamal IV Tanjungpinang dan satuan Yon Marhanlan Tanjungpinang.

Adapun kompi II terdiri dari masing masing 1 pleton satuan Lanud RHF Tanjungpinang, satuan Brimod Polda Kepri dan 1 Pleton lagi Gabungan TNI AD dan AL dan Batalyon Marinir. Dan Kompi III terdiri dari masing masing 1 Pleton Satpol PP Provinsi, ASN Kejaksaan Tinggi Kepri dan Damkar Provinsi.

Batalyon II terdiri dari 3 Kompi, Kompi 1 masing masing 1 Pleton dari ASN Bea dan Cukai, KPLP Tanjungpinang dan ASN Basarnas Tanjungpinang. Kompi II terdiri dari 1 Pleton Dispora Provinsi, ASN Kemenkumham dan Dishub Provinsi.

Batalyon III terdiri dari 3 Kompi yang mana Kompi I berasal dari 1 Pleton Mahasiswa Umrah, Mahasiswa STAIN dan Mahasiswa STISIPOl. Kompi II terdiri dari 1 Pleton Mahasiswa STIE, Mahasiswa STIKES dan Mahasiswa AKBID dan Kompi III berasal dari 1 Pleton Mahasiswa AKPER, MAN Tanjungpinang dan SMAN 2 Tanjungpinang.

Batalyon IV terdiri dari 3 Kompi. Masing-masing Kompi I terdiri dari 3 Pleton Pramuka Daerah, Kompi II 3 Pleton Gabungan siswa/siswi SMA di Tanjungpinang dan Kompi III siswa/siswi gabungan SMP Kota Tanjungpinang.

Dalam prosesi pengibaran bendera merah putih, yang bertindak sebagai komandan Kompi pasukan Paskibraka adalah Kapten Laut (S) Erwin Ady Nugroho lulusan AAL 2008 dengan jabatan Kasi Uji Akun Mako Lantamal IV Tanjungpinang.

Adapun anggota Paskibra yang mendapat tugas membawa baki yang berisikan Sang Saka Merah Putih adalah Amanda Reihanita siswi SMA Negeri I Tanjungpinang. Sedangkan yang bertugas membentangkan sang bendera ialah Darna Wijaya siswa SMK 5 Tanjungpinang dan pemegang bendera Ricky Bintang Perdana siswa SMA Negeri 1 Batam.

Usai melaksanakan upacara peringatan detik-detik Proklamasi HUT RI ke-74, Plt. Gubernur bersama jajaran FKPD serta rombongan lainnya menuju Lembaga Pemasyarakatan Tanjungpinang di KM. 18 untuk acara pemberian remisi.

Dinamika Kepri, Tanjungpinang  - Sebanyak 287 Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Kepri menerima anugerah tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun, serta penghargaan Purna Bhakti dan penghargaan bagi ASN yang meninggal dunia, Kamis, (15/8/2019) di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang.

Penyerahan anugerah Satya Lencana Karya Satya ini diserahkan langaung oleh Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto satu persatu sesuai dengan nomor urut yang ditentukan.

Dari 287 ASN yang menerima anugerah Satya Lencana Karya Satya tersebut diklasifikasikan masing-masing untuk pegawai yang sudah memasuki masa purna bhakti sebanyak 37 orang, pegawai dengan masa pengabdian 30 tahun sebanyak 37 orang, pegawai masa pengabdian 20 tahun sebanyak 19 orang dan untuk pegawai dengan masa pengabdian 10 tahun 193 orang.

Hadir dalam kesempatan ini anggota DPRD Kepri, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) atau yang mewakili.

Dalam sambutannya Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penerima anugerah penghargaan. Baik atas pengabdian ASN yang 10 tahun, 20 tahun maupun 30 tahun. Juga kepada para ASN yang sudah memasuki masa purna bhakti dan meninggal dunia.

“Saudara-saudara semua wajar mendapat penghargaan ini atas apa yang bapak dan ibu sudah lakukan untuk kemajuan Pemerintah Provinsi Kepri,” kata Isdianto.

Menurut Isdianto 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun hanya sebatas hitunga angka dan tidak lebih. Yang terpenting dari semua itu, lanjut Isdianto, adalah pengabdian yang total, tulus dan ikhlas kepada nusa dan bangsa.

“Dengan penghargaan ini kita berharap kinerja semakin baik, semangat dan disiplin harus semakin ditingkatkan,” tegas Isdianto.

Adapun yang terpenting, sambungnya, seorang ASN dituntut untuk selaku bekerja sesuai aturan yang berlaku, sesuai prosedur, teliti dan sesuai dengan tupoksi masing-masing.

“Terakhir, mari kita jaga hubungan baik sesama kita. Saling bahu-membahu dan saling mengingatkan jika diantara kita ada yang lalai,” katanya. (Ril)

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri H. Isdianto melepas 28 orang peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Provinsi Kepri 2019 ke Kalimantan Utara (Kaltara) yang terdiri dari pelajar dan guru pembimbing, Selasa (13/8) di ruang rapat utama lantai 4, kantor Gubernur Dompak, Tanjungpinang.

Dalam kesempatan ini Isdianto didampingi Sekdaprov Kepri T.S Arif Fadillah menyematkan pin tanda pelepasan para peserta.

Plt. Gubernur Kepri Isdianto berharap kepada para pelajar peserta SMN Kepri 2019 ke Kalimantan Utara ini bisa menjadi duta bagi Kepri. Terutama dalam memperkenalkan potensi pariwisata Kepri yang memang diunggulkan. Adik kandung mendiang H. Muhamnad Sani ini ingin para siswa mampu menjual wisata Kepri seluas-luasnya kepada siapapun yang ditemui dalam acara pertukaran pelajar ini.

“Dalam kegiatan SMN ini, adik-adik akan bergabung dengan para siswa dan siswi lain dari setiap Provinsi di Indonesia. Dan disitulah momen kalian masuk untuk mengenalkan dan menjual wisata Kepri seluas-luasnya,” kata isdianto.

Sebagai generasi harapan masyarakat Kepri kedepan, Iadianto berharap para peserta SMN Kepri bisa mewakili Keprindan membanggakan Kepri. Selain itu membanggakan orangtua, guru, sekolah yang diwakili dan sebagainya.

“Jadilah generasi yang membanggakan karena prestasi-prestasi yang kalian raih. Bapak hanya mengingatkan bahwa tugas kalian adalah belajar, belajar dan belajar serta bersosialisasi seluas mungkin dimana saja kalian berada,” tegas Isdianto.

Selain mengapresiasi para siswa peserta SMN 2019, Isdianto juga mengapresiasi BUMN yang sudah memprakarsai kegiatan ini berjalan setiap tahunnya. Kegiatan ini diyakini mampu mengembangkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air terhadap peserta. Apalagi berbagai materi akan diberikan selama mengikuti SMN ini.

Sementara itu GM Pelindo I Arif Indra Perdana mewakili BUMN yang lain mengatakan ada beberapa materi yang akan disampaikan di kegiatan SMN ini kepada para peserta. Diantaranya tentang wawasan Nusantara, anti radikalisme, bebas narkoba, pancasila, cinta tanah air dan sebagainya. Disamping itu juga tentang wawasan budaya, wawasan pendidikan, wawasan enterpreunership, hingga wawasan BUMN

Plt Isdianto saat melakukan rangkaian Idul Adha bersama ribuan jamaah di Masjid Besar Darul Ghufran, Sagulung, Batam, Minggu (11/8).

Dinamika Kepri, Batam - Plt Gubernur Kepri H Isdianto mengajak jamaah dan masyarakat untuk saling mendoakan kebaikan untuk sesama. Kepada pemimpin negeri ini, marindoakan untuk senantiasa diberi kekuatan dana amanah dalam melaksanakan tugas. Sehingga memberi manfaat pada masyarakat.

“Mari kita saling mendoakan untuk kebaikan sesama. Kebaikan negeri ini. Semoga kehadiran kita bisa memberi manfaat untuk sesama,” kata Isdianto saat melakukan rangkaian Idul Adha bersama ribuan jamaah di Masjid Besar Darul Ghufran, Sagulung, Batam, Minggu (11/8).

Isdianto, yang didampingi Hj Rosmeri Isdianto menunaikan sholat bersama ribuan jamaah di halaman Masjid Besar Darul Ghufron. Usai menunaikan ibadah sholat dan beramah tamah dengan masyarakat, Isdianto dan Rosmeri menyerahkan sapi hewan kurban kepada pengurus masjid.

Isdianto juga ikut menyerahkan sapi hewan kurban Presiden RI di Masjid Darussalam Batuaji. Menjelang siang, di kediamaannya di Sukajadi Batam, Isdianto menerima sejumlah warga yang datang bersilaturahmi.

Isdianto juga mengucapkan selamat Idul Adha kepada masyarakat Kepri. Dia mengajak masyarakat untuk meneladani kehidupan Nabi Ibrahim. Isdianto juga berpesan tentang ibadah kurban yang dilakukan sempena momen ini. Hal ini untuk meningkatkan kesalehan sosial untuk sesama yang harus terus kota lakukan.

Pada kesempatan itu, tampak hadir Tenaga Ahli Gubernur Kepri H Saidul Khudri dan H Herizal Hood. KH Mustamien Husein yang juga Ketua Baznas Kepri bertindak sebagai khatib. Imam dipimpin langsung Ketua IPIM Kepri H Muhammad Alwi Husein Al-Hafizh.

Dalam pesan khutbahnya, Mustamien Husein menyampailan bahwa hidup seseorang laksana roda yang sedang berputar. Kadang berputar turun ke bawah, kadang berputar naik ke atas.

Mustamien berpesan agar kalau roda sedang di atas jangan lupa daratan dan mabuk kepayang. Tetapi bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yajh diberikan.

“Kalau sedan berputar ke bawah, jangan patah hati, hilang semangat dan putus asa, tetapi tetaplah dalam bingkai kesabaran dan istiqomah. Tetaplah taat dan patuh di jalan kebenaran menuju keridhoaan-Nya,” kata Mustamien.

Mustamien juga menyampaikan spektrum jihad yang sangat luas. Di antaranya jihad identik dengan bapak/bapak yang berusaha bekerja keras dengan cucuran keringat mencari nafkah dengan cara halal untuk menghidupi diri dan keluarganya.

“Jihad juga identik dengan ibu-ibu rumah tangga yang berusaha untuk mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi muslimah yang taat kepada Allah dan senantiasa mengabdi kepada diri-Nya,” kata Mustamien. (Tra/Ril)

Dinamika Kepri, Kundur - Plt Gubernur Kepri Isdianto mengajak masyarakat untuk memperkuat silaturahim dan jalinan kebersaman dalam mendukung pembangunan. Program-program pembangunan yang dibuat terus bermuara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah bisa kembali ke Pulau Kundur menunjukkan bahwa kuatnya jalinan silaturahmi dan hubungan dengan masyarakat dalam menjaga ikatan kekeluargaan sehingga kita bisa berkumpul. Kedua, dukungan dari seluruh masyarakat sangat diharapkan dalam menjalankan roda pemerintahan,” kata Isdianto saat bertemu dengan masyarakat Kundur di Lapangan Sanglang Desa Belian Kundur Utara, Sabtu (3/4).

Sepanjang Sabtu kemarin, Isdianto yang didampingi Hj Rosmerry Isdianto melakukan silaturahmi dengan masyarakat Moro dan Pulau Kundur. Bergerak usai Subuh dari Batam, Isdianto terlebih dahulu melayat ke rumah duka almarhumah Hj Misnah binti H Oerip. Almarhumah merupakan ibunda dari Kadis Kelautan dan Perikanan (nonaktif) Provinsi Kepri Edy Sofyan. Almarhumah meninggal dunia di usia 75 tahun pada hari Jumat, 2 Agustus 2019 pukul 16.00 WIB.

Usai dari rumah duka, Isdianto dan rombongan berpamitan menuju Pulau Kundur. Sebelum menghadiri serangkaian aktivitas di Kundur, Isdianto terlebih dahulu menziarahi makam orang tuanya H Subakir bin H Ridwan di pemakaman umum Sungai Ungar, Tanjung Batu.

Saat pertemuan dengan masyarakat, Isdianto menyampaikan bahwa setiap permasalahan hendaknya dibicarakan secara kekeluargaan untuk mengambil jalan terbaik dan tidak menimbulkan perselisihan. Program-program pembangunan untuk mendukung perekonomian masyarakat sila disampaikan.

“Kehadiran kami selain memperkuat silaturahmi juga untuk menjemput aspirasi masyarakat,” kata Isdianto.

Isdianto pun mendengar aspirasi pembentukan Kabupaten Kundur yang terus menjadi keinginan masyarakat. Apalagi, upaya mewujudkan itu sudah sampai DPR RI namun belum terealisasi karena kebijakan moratorium dari Jakarta.

Bagi Isdianto, masyarakat harus terus memberi masukan untuk pembangunan Pulau Kundur sehingga kesejahteraan akan meningkat. Tentu dengan tetap bersama dan bergandengan tangan untuk mewujudkan apa yang sudah menjadi cita-cita seluruh masyarakat Pulau Kundur dalam pembentukan Kabupaten Kepulauan Kundur.

“Dengan dibentuknya Kabupaten Kepulauan Kundur yakni memangkas birokrasi bagi masyarakat dalam mengurus berbagai dokumen, mengelola Pendapatan Asli Daerah secara sendiri dan juga untuk meningkatkan pembangunan kesejahteraan masyarakat,” kata Isdianto.

Pada kunjungan itu, Isdianto tampak didampingi Karo Perekonomian Heri Andrianto, Karo Umum dan Perlengkapan Martin, Sekdis Pendidikan Faturahman. Hadir juga Tenaga Ahli Gubernur Kepri H Saidul Khudri dan Herizal Hood. Ikut serta di antaranya Ketua Baznas Kepri KH Bustamim Husein dan Tokoh Masyarakat H Nurdin, Endi Maulidi.

Sebelum kembali ke Batam, Isdianto terlebih dulu membuka Turnamen Futsal Himpunan Mahasiswa Kundur (HIMK) Cup 2019 se Pulau Kundur di Lapangan Futsal Forza Tanjungbatu. Turnamen dengan tema “Membangun Silaturahmi Pemuda Kundur Dengan Semangat Sportifitas Tanpa Batas” ini diikuti 36 tim futsal yang seluruhnya berasal dari Pulau Kundur dan berakhir Senin (5/8) ini.

Pada kesempatan itu, Isdianto menyampaikan rasa bangganya dengan generasi muda karena kecintaannya akan berolahraga terutama futsal yang sudah menyebar di setiap pelosok. Dengan rutinnya anak-anak muda dalam berolahraga maka jiwa yang sehat dan raga yang kuat akan tercipta, hal ini tentu memberikan kelebihan tersendiri dalam menciptakan diri terhindar dari bahaya Narkoba.

Tokoh Masyarakat Kundur H Lahuri dalam silaturahmi itu berterima kasih dengan kehadiran Isdianto untuk bersilaturahmi dengan mereka. Lahuri berharap program pembangunan yang dilakukan pemerintah, khususnya di Kundur semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mari terus kita jalin silaturahmi dan selalu mendukung Pemerintah didalam program-program untuk pembangunan dan masyarakat,” kata Lahuri. (Ril)

Foto bersama Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto dengan siswa dan para guru SMUN 1 Bunguran Timur, Natuna, Kepri, Kamis (1/8).

Dinamika Kepri, Natuna - Sudah menjadi hal kebiasaan bagi Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto rutin berkunjung sekolah-sekolah dalam setiap kunjungan kerjanya baik ke Kabupaten maupun Kota yang ada di Kepri.

Menurutnya hal itu wajib dilakukan untuk memberikan motivasi kepada para pelajar maupun bagi para guru-guru pengajar.

"Sekolah adalah tempat menggembleng generasi muda yang nantinya akan meneruskan cita-cita Kepri, maka itu perlu diberikan motivasi kepada para siswa dan siswi yang ada di Kepri agar para pelajar memiliki semangat untuk berkomoetisi dan menjadi generasi yang hebat nantinya," kata Isdianto saat kegiatan apel pagi di SMUN 1 Bunguran Timur, Natuna, Kamis (1/8/2018).

Di SMUN 1 Natuna ini, Isdianto memberikan motivasi kepada para siswa serta kepada guru, ia berharap nantinya para siswa itu menjadi generasi muda yang giat belajar, terbebas dari narkoba serta cinta terhadap NKRI.

“Tugas anda semua adalah belajar, belajar dan belajar. Jadilah generasi dan hebat dan menjadi kebanggaan orang tua. Jangan kecewakan orang tua. Murid dan guru harus punya semangat belajar dan mengajar,” pesannya.

“Sekolahlah yang tinggi dan kejar sekuat tenaga jika kilian punya mimpi. Tidak semua orang mendapatkann kesempatan untuk belajar. Makanya sekolah yang bener jika kalian termasuk dari orang yang mampu,” sambungnya.

Untuk memacu semangat siswa belajar, Isdianto juga memberikan hadiah doorprize berupa tas ransel untuk sekolah. Hadiah akan diberikan bagi pelajar yang mampu menjawab pertanyaan yang diajukannya.

Selain itu, Isdianto juga bercerita tentang masa kecilnya yang masih merasakan susahnya hidup di masa lalunya. Katanya masa itu pergi ke sekolah berjalan kaki. Sebelum sekolah harus memotong karet terlebih dahulu dan sebagainya. Hal tersebut dia alami bersama mendiang abang kandungnya H. Muhammad Sani.

“Hal ini saya ceritakan agar anak-anak bapak mendapatkan motivasi dalam belajar. Jangan lembek, jangan malas dan jangan mudah berputus aja karena kita tidak mengetahui hasil yang akan kita dapat nanti. Yang penting belajar dan usaha sebisa mungkin,” katanya.(Ril)

Plt Gubernur Kepri, H Isdianto hadiri kegiatan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di CK Hotel Tanjungpinang, Kamis (25/7).

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Radikalisme, terorisme dan narkoba merupakan tiga hal yang sangat membahayakan bagi perkembangan generasi muda Indonesia, termasuk generasi muda Kepri. Untuk itu Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto menegaskan agar seluruh pemuda Kepri menjauhi tiga hal ini.

Hal ini dia sampaikan saat membuka kegiatan lomba video pendek dan diskusi film dengan tema ‘Satu Indonesia’ yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di CK Hotel Tanjungpinang, Kamis (25/7).

“Radikalisme, terorisme dan narkoba harus kita hindari, terutama bagi generasi muda. Kita semua tanpa terkecuali harus ambil bagian untuk melakukan pencegahan-pencegahan. Dan saya sangat mengapresiasi dengan apa yang sudah dilakukan oleh FKPT Kepri ini,” kata Isdianto dalam sambutannya.

Modus penyebaran paham radikal, kata Isdianto biasanya masuk melalui wilayah perkampungan yang cenderung memang kurang memahami hakekat dari paham radikal itu sendiri.

“Makanya anak-anak remaja harus ikuti kegiatan ini baik-baik agar tau ciri paham radikal yang mengarah kepada tindakan terorisme. Bapak sangat yakin anak-anak Kepri tidak akan terpancing dengan rayuan terorisme. Karena kita cinta damai,” katanya.

Isdianto juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Kepri. Kolaborasi orangtua dan guru dalam mendidik anak harus semakin ditingkatkan. Serta sinergisitas lembag-lembaga pendidikan juga harus kuat dan selektif.

“Mari kita jaga kampung kita ini. Jadilah kita pribadi yang memiliki arti penting bagi daerah. Ikutlah berkontribusi dalam pembangunan Kepri, apapun itu bentuknya,” pintanya.

Sementara itu Hj. Andi Intan Pulung perwakilan dari FKPT pusat mengatakan bahwa kegiatan lomba video pendek dan diskusi film ini merupakan kegiatan positif yang pendanaannya dari pusat. Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah ‘pemuda yang santun, cerdas dan inovatif’.

Radikal menurut Hj. Andi ada dua jenis, yakni radikal positif dan negatif. Dan dia meminta agar radikal yang sudah mengarah hal yang negatif agar segera diberi pemahaman. Dan hal ini sudah menjadi tugas para orang tua .

“Mari kita jaga anak-anak kita. Remaja umur 13 tahun hingga 18 tahun harus bisa menjadi pelopor dan pelapor untuk masalah ini,” ujarnya.

Sedangkan Ketua FKPT Kepri Reni Yusneli mengatakan bahwa kegiatan yang dia selenggarakan ini melibatkan seluruh pelajar SMU dan SMK yang ada ada di Kepri. Atau perwakilan dari masing-masing sekolah.

“Kepri yang berada diwilayah perbatasan tentu harus selalu waspada.m untuk mencegak paham-paham radikal, teroriame dan narkoba. Dan kegiatan ini bagian dari upaya yang bisa kita lakukan,” ujar Reni.

Tampak hadir dalam keaempatan tersebut juga dihadiri Kadisdik Kepri Muhammad Dali dan Kadispora Mafrizon. Selain itu sejumlah kepala sekolah juga tampak mengisi bangku-bangku undangan. (Ril)

Dinamika Kepri, Bintan - Plt Gubernur Kepulauan Riau, H Isdianto menghadiri kegiatan bussiness forum dan Rakernas XX Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia di Hotel Bintan Lagoon Resort, Lagoi, Kabupaten Bintan, Kamis (25/7).

Adapun tema pembahasan yang diangkat dalam business forum dan Rakornas HKI ke-20 ini adalah yakni ‘Konsep Bank Tanah dalam Pengembangan Kawasan Industri’. Kegiatan ini sekaligus bentuk peringatan hari jadi HKI ke-32.

Isdianto dalam sambutannya berharap dari Rakernas ini nantinya menghasilkan komitment-komitment positif terhadap pertumbuhan perekonomian di Bintan khususnya dan Kepri secara umum.

“Konsep bank tanah ini sangat bagus. Dan semoga akan ada terobosan-terobosan baru yang bisa mendongkrak industri di Kepri. Jika industri hidup, maka geliat perekokomian akan tumbuh seiring,” kata Isdianto.

Kepulauan Riau dengan jumlah 2.408 pulau. Luas laut 96 persen dan hanya 4 persen daratannya. Juga hanya dedukung dengan PAD yang cenderung kecil. Sementara pembangunan harus terus dilakukan dengan kondisi harus menyeberangi lautan serta biaya yang tidak sedikit. Oleh karenanya butuh peran serta pihak swasta untuk mempercepat pembangunan di Kepri.

“Makanya kita berharap dari Rakernas HKI ini akan ada komitment yang  pro rakyat. Sehingga pembangunan bisa lebih cepat karena tidak hanya mengandalkan APBD saja. Konsep bank tanah dalam pengembangan industri ini adalah konsep yg baik. Dan memang industri sering terbentur dengan masalah pembebasan lahan. Dari kegiatan ini semoga segera ada solusinya,” terang Isdianto.

Hadir dalam kesempatan ini Dirjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Dr. Ir. Dody Rahadi MT sekaligus yang membuka kegitan ini.

Dody berharap perindustrian diseluruh Indonesia tetap berjalan dengan sehat produktif. Termasuk industri yang ada di Kepri, terkhusus lagi di Bintan.

“Semoga saja dari Rakernas ini betul-betul bisa menghasilkan program HKI yang bisa mendongkrak dunia industri di tanah air. Termasuk di Kepulauan Riau,” kata Dody.

Pembukaan business forum dan Rakernas XX HKI ini ditandai dengan pemukulan gong dan saling tukar cinderamata.

Pejabat pusat lainnya yang juga hadir dalam kesempatan ini adalah Dirjen Penanganan Sengketa Kemnterian ATR/BPN RB Agus Wijayanto, Wakil ketua komisi II DPR RI Herman Khairon dan Ketua Umum HKI Sani Iskandar. Adapun yang lainnya adalah para pelaku usaha dan industri dari seluruh Kepulauan Riau.

Sedangkan dari Kapolda Kepri Diwakili oleh Direktur Pengamanan Objek Vital Hari Sindo Nugroho.
Sudah menjadi suatu keniscayaan bahwapembangunan memerlukan ketersediaan tanah dalam skala yang luas.  Hanya saja semakin hari semakin sulit memperoleh tanah.

Kondisi ini menimbulkan gagasan pendirian bank tanah di Indonesia mulai sejak awal tahun 1980-an. Ide ini kemudian bergulir namun belum pernah secara serius  dilaksanakan.

 Barulah pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, pemerintahan secara tegas menetapkan perlunya pendirian bank tanah di Indonesia. Bahkan pemerintah telah menetapkan salah satu quick wins pada tahun 2015 berupa penerbitan Keputusan Presiden tentang Bank Tanah.

Adapun rangkaian kegiatan business forum dan Rakernas XX HKI ini terdiri dari melakukan kunjungan ke kawasan industi Galang Batang, welcome dinner, golf turnamen antar anggota HKI, tour wisata, tinjau kawasan industri Bintan dan syukuran 31 tahun HKI.

Selanjutnya para peserta Rakor akan menyeberang ke Singapura untuk melakukan kunjungan yang masulih berkaitan dengan program kerja HKI. (Ril)

Bersama Menteri Susi, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, H Isdianto saat di Anambas, melepaskan penyu ke laut, Kamis (18/7). 

Dinamika Kepri, Anambas - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, H Isdianto mengajak masyarakat menjaga kebersihan laut Kepri. Laut bukan tong sampah, jadi jangan membuang sampah apapun ke laut. Terlebih sampah plastik.

“Jangan buang sampah ke laut. Jaga pantai kita tetap bersih. Untuk kelangsungan biotanya dan pariwisata,” kata Isdianto sesaat sebelum meninggalkan Anambas menuju Semarang, Kamis (18/7).

Isdianto ke Semarang untuk menghadiri Penyerahan Penghargaan TOP 99  Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Hotel Gumaya.

Isdianto mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan laut, terlebih di bibir pantai, pelabuhan.

Menurut Isdianto, Kepri yang luas lautnya sebesar 96 persen adalah sumber kehidupan. Kalau laut bersih, ikan dan biota lautnya akan semakin banyak. Ketika sampah banyak mengapung, sektor pariwisata juga ikut terganggu.

“Karena itu, mari kita jaga laut agar selalu bersih dari sampah,” kata Isdianto.

Tentang sampah juga ditegaskan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat membuka Festival Padang Melang. Susi berpesan untuk menghilangkan pengunaan plastik sekali pakai. Seperti kantong kresek maupun  botol minuman air mineral.

“Laut kita pada tahun 2030 diramal lebih banyak plastik daripada ikan. Karena itu hilangkan penggunaan plastik. Tentu kita tak ingin menangkap plastik di laut,” kata Susi.

Susi cukup prihatin dengan prestasi Indonesia sebagai negara nomor dua penyumbang sampah plastik setelah China. Prestasi ini harus dihilangkan karena berdampak buruk bagi lingkungan.

“Mulai hari ini mohon, jangan jadi bangsa pembuang sampah (plastik) lagi,” kata Susi.

Menurut Susi, senagai bangsa yang berbudaya, agamis, berpendidikan, prilaku ini harus dihilangkan. Karena, kata Susi, katanya cinta dan sayang dengan laut yang begitu indah. Tentu harus dijaga.

“Indahnya laut, hijaunya hutan dan udara yang segar ini adalah nikmat Tuhan yang gak boleh kita rusak,” kata Susi.

Susi berharap ada program pemerinyah daerah dalam mengelola sampah ini lebih tajam. Karena hal ini juga akan menganggu pariwisata. Tentu semuabtak ingin mendengar cerita ketika wisatawan berlayar di laut atau memancing yang dapat plastik.

“Sungguh harus bangga dan bekerja lebih giat lagi untuk pemda untuk menjaga dan mengelola menjadi mutu manimam Indonesia di sebelah utara. Kalau tidak kita dikalahkan pulau pulau negeri tetangga yang sebenarnua jauh lebih indah daerah kita,” kata Susi. (Ril)

 Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, H Isdianto saat memimpin rapat rutin OPD di Rupatama Lt. 4, kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (15/7).

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri H Isdianto mengajak Kepala OPD beserta seluruh jajarannya untuk bersama-sama menyelesaikan tugas dan program kerja yang ada hingga tuntas. Mengingat tahun anggaran sudah penghujung triwulan kedua.

“Mari kita saling ingat-mengingatkan, saling sharing dalam bekerja, kita tentu ingin setiap pekerjaan yang telah digariskan berjalan dengan baik dan tuntas tepat waktu,” kata Isdianto saat memimpin rapat rutin OPD di Rupatama Lt. 4, kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (15/7).

Isdianto menjelaskan bahwa SK Plt. Gubernur yang dirinya terima dari Kemendagri merupakan tugas yang tidak mudah. Maka dari itu Isdianto meminta kerjasama jajaran OPD dalam menyelesaikan setiap tugas yang telah dirancang oleh Gubernur Nurdin Basirun sebelumnya.
“Selama beliau menjadi Gubernur (Nurdin Basirun), banyak terobosan yang beliau lakukan, mari kita kerjakan apa yang sudah menjadi arahan dan selesaikan sesuai target. Dan apa yang kita lakukan sesuai dengan kebijakan yang telah digariskan oleh Gubernur,” lanjut Isdinato.

Terkait pembahasan APBD, Isdianto menghimbau agar dalam penyusunan, mengusulkan dan menganggarkan setiap kegiatan diteliti dengan baik.

“Pelajari setiap kegiatan yang akan digagas apakah sesuai aturan apa tidak, dan jika kita merasa itu tidak akan terlaksana sampaikan. Itu akan menjadi pertimbangan penting bagi kita untuk dibahas bersama,” pesan Isdianto.

Sementara itu, Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah juga menghimbau kepada seluruh OPD agar jalannya Pemerintah dapat terus berjalan dengan normal, apalagi SK Plt Gubernur telah turun dari Kemendagri.

“Kita kembali agar pelayanan dan roda pemerintahan dapat berjalan baik dan sesuai tupoksi sebagaimana mestinya,” ujar Arif.

Terkait pembahan APBD, Arif melaporkan bahwa langkah-langkah persiapan telah dibuat dan kedepan agar segera di lakukan tahap pembahasan antara OPD bersama Pelaksana Tugas Gubernur.

“Jadwal telah kita susun dan kita harapkan agar pembahasan APBN dapat berjalan tepat waktu setiap tahapan yang dilewati sehingga tidak terjadi keterlambatan,” lanjutnya.

Kemudian, Kepala Barenlitbang Naharuddin membahas terkait APBD, meminta keseriusan kepada seluruh Kepala OPD agar segera menyusun Renja tahun 2020 dan di input kedalam sistem e-planning.

“Karna kita telah menyusun time schedule yang jika kita tepat waktu dalam setiap tahapan maka resiko keterlambatan bisa kita hindari,” kata Nahar. (Ril)

Isdianto (kanan) terima  SK Plt Gubernur Kepri dari  Kapuspen Kemendagri, Bahtiar, di Jakarta, Sabtu (13/7).

Dinamika Kepri, Jakarta - Pelaksana Tugas Gubernur Kepri H Isdianto mengatakan dukungan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk semakin menyukseskan pembangunan. Karena itu, dukungan dan sinergisitas masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan apapun.

“Kebersamaan seluruh elemen sangat penting dalam memperlancar pembangunan,” kata Isdianto, di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (13/7).

Isdianto ke Jakarta sempena penyerahan SK dirinya sebagai Plt Gubernur Kepri. Sebelum penyerahan SK, Isdianto terlebih dahulu berbincang bersama Kapuspen Kemendagri, Bahtiar di ruang kerja Puspen.

Dari ruang Puspen Kemendagri, Isdianto kemudian tampak berbincang dengan Sekjen Hadi Prabowo. Isdianto mengatakan ada sejumlah pesan yang disampaikan Sekjen Kemendagri kepada dirinya. Salah satunya adalah supaya pelayanan terhadap masyarakat semakin maksimal.

“Para pegawai dipesan untuk bekerja sesuai dan taat aturan. Semua itu tujuannya agar sasaran pembangunan untuk masyarakat tercapai dengan maksimal,” kata Isdianto.

Dalam kesempatan itu, Isdianto mengatakan pihaknya mengundang Mendagri untuk memberi pengarahan kepada para pegawai di lingkungan Pemprov Kepri. Direncanakan pada 25 Juli nanti, Sekjen, Irjen, dan Dirjen akan ke Tanjungpinang untuk acara tersebut.

Isdianto, juga berpesan agar para ASN harus berperan aktif dalam menjalankan tugas dan amanah sebagai aparatur pemerintah dalam menjalankan tanggungjawab sesuai tupoksi masing-masing.

Dalam acara penyerahan SK tersebut, Isdianto tampak didamping Asisten Administrasi Pemerintahan Raja Ariza dan Kepala Dinas Sosial Kepri Doli Boniara. Penyerahan Surat Keputusan Nomor 121.21/6344/Sekjen tertanggal 12 Juli tahun 2019 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo itu dilakukan Hadi Prabowo kepada Wagub Kepri Isdianto, di Gedung A, Kementerian Dalam Negeri, Jl. Medan Merdeka Utara Nomor 7, Jakarta Pusat pada Sabtu (13/7) tepat pukul 10.00 WIB.

Kepada wartawan, setelah penyerahan SK, Isdianto mengatakan, dirinya akan menjalankan aturan dan tahapan sesuai mekanisme. Karena, semuanya sudah ada aturannya dan tinggal melaksanakannya saja.

Isdianto menambahkan bahwa pihaknya berharap pemerintahan Kepri ini berjalan sebagimana mestinya. Agar pemerintahan ini bisa berjalan baik, kata adik almarhum H Muhammad Sani ini, harus didukung oleh semua di pemerintahan dan pihak lainnya termasuk DPRD Kepri dan lapisan masyarakat Kepri.

“Kita harus bersinergi dan bersama-sama menjalankan roda pemerintahan ini dengan baik. Koordinasi dan komunikasi jangan sampai terputus demi melayani masyarakat,” kata Isdianto. (Ril)

Wagub Kepri, Isdianto saat memberikan semangat kepada para PNS di lingkungan kantor Gubernur Kepri, Jumat (12/7/2019).

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Melalui sejumlah wartawan yang mewawancarainya Wakil Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto menghimbau agar jajaran pegawainya tetap menjalankan aktivitas kerja sehari-hari seperti biasa.

Pelayanan kepada masyarakat juga berlangsung sebagaimana mestinya. Semua diminta tetap menjalankan pelayanan sehari-hari seperti biasa. Jangan ada yang sampai patah semangat akibat peristiwa yang sedang dihadapi Pemprov Kepri saat ini. Hal ini dia katakan, Jumat (12/7) di kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang.

Isdianto membenarkan memang ada aktifitas penyegelan oleh aparat penegak hukum (KPK). Adapun kantor yang disegel yakni kantor sekretariat Gubernur dan kantor Dinas Kelautan dan Perikanan. Namun hal tersebut diharapkan tidak berlarut terlalu lama, sehingga aktivitas kerja Pemerintahan bisa tetap berjalan seperti biasa.

“Kita minta kepada para pegawai tetap beraktivitas seperti biasa. Jangan patah semangat karena adanya peristiwa ini. Kita juga berharap kasus hukum yang menimpa Gubernur bisa segera terlalui dan bisa kembali berkumpul bersama untuk beraktivitas seperti sedia kala,” ucap Isdianto.

Jika dimungkinkan dan tidak melanggar aturan, Pemerintah Provinsi Kepri juga akan menyediakan pengacara untuk Gubernur guna menangani kasus yang sedang dihadapinya. Bahkan akan menambah jumlah pengacara, diluar pengacara yang memang sudah terikat kerjasama dengan Pemprov Kepri selama ini.

“Kita kan punya pengacara sendiri. Jika dibolehkan dan dibutuhkan tentu kita siap untuk menurunkan pengacara tersebut. Intinya kita ingin masalah ini segera selesai dan Gubernur bisa segera kembali bersama-sama kita guna beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Terakhir, Isdianto berharap Gubernur bisa melewati cobaan yang sedang dijalani ini dengan tabah dan sabar.

“Kita yakin sekali hal ini bisa dilalui oleh Gubernur. Praduga tak bersalah pasti tetap harus di kedepankan oleh para aparat hukum. Dan semoga semua berakhir baik-baik saja,” tutupnya. (Ril)

Dinamika Kepri, Kalimantan  Barat - Wakil Gubernur Kepri, H Isdianto menegaskan pembangunan sektor pendidikan selalu menjadi prioritas pemerintah. Sementara sektor ekonomi kreatif terus didorong untuk berkembang seiring tumbuhnya sektor pariwisata di Kepri.

“Bantu pemerintah untuk menyukseskan sektor pendidikan di semua daerah. Termasuk juga di Tambelan. Demikian juga upaya-upaya menumbuhkan sektor pariwisata di berbagai wilayah di Kepri,” kata Isdianto saat Ramah Tamah dengan Masyarakat Tambelan Kalimantan  Barat, di Hotel Ibis, Pontianak, Kamis (4/7) sore.

Isdianto, yang didampingi Hj Rosmerry Isdianto, melakukan pertemuan sesaat setelah mendarat di Bandara Supadio, Kalbar.  Isdianto, juga menyampaikan salam Gubernur H Nurdin Basirun yang berbagi tugas dengan sempena pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis di Kalbar ini.

Dari pertemuan-pertemuan ini, Isdianto berharap silaturahmi dengan masyarakat Kepri di manapun tetap terjaga dengan baik. Isdianto senang bisa bersilaturahmi dengan masyarakat Pontianak asal Tambelan.

“Serasa balek kampung saya terkumpul dengan Masyarakat asal Tambelan. Kebetulan istri saya asal Tambelan juga,” kata Isdianto.

Isdianto memaparkan, dari segi pembangunan, Pemprov sangat konsern dan memperrhatikan semua Kabupaten dan kota. Hanya saja keadaan keuangan membuat program-program itu harus berbagi. Diutamakan skala prioritas untuk daerah-daerah tersebut.

Karena itu, kata Isdianto, dukungan dari masyarakat sangat diperlukan. Pemerintah, kata Isdianto, tidak bisa berdiri sendiri, tanpa bantuan dan masukan dari masyarakat.

“Ibarat sapu lidi, jika kita bersatu akan kuat dan tangguh,”  kata Isdianto.

Sehari setelah bertemu masyarakat Kalbar asal Tambelan, Wagub Isdianto mengunjugi Kafilah Kepri di Hotel Borneo, Pontianak. Dalam pertemuan itu, Isdianto disambut langsung Ketua Kafilah Kepri H Azhar Hasyim.

Ketua MUI Kepri ini menyampaikan hasil STQH kali ini masih belum memuaskan untuk Kepri. Pihaknya akan melakukan evaluasi. Terutama terkait pelaksanaan pelatihan, terlebih penganggarannya.

Dalam kesempatan itu, Wagub Isdianto berharap Pembinaan  kedepan semakin baik lagi. Tentu juga memaksimalkan penganggarannya. Karena itu, Isdianto berharap dukungan DPRD  Kepri terhadap penganggaran bidang ini. Termasuk juga pemberian bonus kepada kafillah yang berhasil mengharumkan nama Kepri.

“Berikan bonus terbaik bagi kafilah yang sudah mengharumkan nama Kepri. Mungkin juga dengan

menghajikan kedua orang tuanya,” kata Isdianto.

Meski hasil STQH 2019  belum mendapatkan hasil yang memuaskan, Isdianto berpesan agar para kafilah jangan menjadi lemah dan menurun semangatnya. Jangan berputus asa. Teruslah berlatih dengan sungguh-sungguh. (Ril)

Wakil Gubernur Kepri H Isdianto saat bersama M.Hasbi Assiddiq di Rumah Santri Tahfiz Al Khoir.

Dinamika Kepri, Batam - Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto, berkunjung ke Rumah Tahfiz Al Khoir yang berlokasi di perumahan Rexvin Villayw, Batam Centre. Rumah Tahfiz ini sudah berdiri sejak tahun 2015 yang lalu, atau sudah sekitar 4 tahun berjalan, Kamis (20/6/2019).

Kunjungan Wakil Gubernur ini diawali dengan adanya informasi keberadaan hafiz cilik berusia 9 tahun dengan hafalan 20 juz dan pemegang prestasi terbaik ke-7 tingkat nasional di tahun 2019 ini.

Hafis cilik yang dimaksud adalah Muhammad Hasbi Assiddiq, santri Rumah Tahfis Al Khoir.

M. Hasbi yang lahir pada 24 September 2009 laku ini mengenakan baju muslim biru muda dan berkopiah ketika Wakil agubernur datang ke pondoknya. Anak berusia 9 tahun ini menyorotkan pandangan matanya yang bersih dan berisi. Ketika Wakil Gubernur datang ia segera menghampirinya seraya mencium tangan. Memperlihatkan sikap yang sopan dan hormat terhadap orang tua.

Singkat cerita, dibalik prestasinya yang membanggakan itu, ternyata M. Hasbi Assiddiq ini sedang dirundung kesedihan, karena ibunya, Santini, sedang sakit.

“Untuk mencapai prestasi seperti yang diraih ananda Hasbi ini tentu dibutuhkan kerja keras dan kesungguhan. Makanya ketika saya mendengar cerita tentang Hasbi, saya tertarik sekali untuk bertemu. Dengan harapan anak-anak seperti Hasbi ini bisa menjadi contoh bagi yang lain dan menularkan virus kebaikan bagi semuanya,” kata Wakil Gubernur sambil merangkul Hasbi.

Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Isdianto mengaku sangat bangga karena memiliki generasi muda seperti Hasbi. Selain itu, Isdianto juga berterimakasih kepada lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Kepri, termasuk Rumah Tahfir Al khoir yang sudah mencetak kader seperti Hasbi.

Menurutnya buka suatu pekerjaan yg mudah untuk membentuk karakter dan anak-anak yang berprestsi. Hanya dengan kerja keras dan dengan kesungguhanlah bisa diakukan. Pondok Al Khoir dan Hasbi adalah contoh dari buah kerja keras.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada senua yang sudah turut serta membangun masyarakat Kepri dalam hal pendidikan dan agama. Kita, Pemprov Kepri akan selalu mensupport dan mendorong anak-anaj yang berprestsi. Agar dapat menjadi contoh bagi anak-anak di Kepri lainnya. Sampaikan saja apapun itu kepada kami, terkait kebutuhan untuk memajukan pendidikan di Kepri,” kata Isdianto.

Terakhir, setelah mendengar kondisi orangtua Hasbi yang sedang sakit. Isdianto menawarkan untuk berobat ke Rumah Sakit Provinsi. Isdianto mengatakan jika Pemprov Kepri akan berusaha mencari jalan keluar yg terbaik. Caranya dengan berkoordinasi dengan dinas kesehatan. (Ril)

Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto saat menyampaikan himbauan kepada para pegawai halaman kantor Pemerintah Provinsi Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Senin (17/6). 

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto menghimbau para pegawai untuk menciptakan suasana kantor yang nyaman dan kondusif. Sehingga para pegawai menjadi betah berlama-lama di kantor serta lebih semangat dalam menyelesaikan tugas-tugas harian.

Hal ini dikatakan Isdianto ketika memimpin apel pagi di halaman kantor Pemerintah Provinsi Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Senin (17/6).

“Jangan jadikan kantor sebagai tempat menggosip. Tempat menjelekkan si fulan dan si fulan. Kondisi seperti ini hanya akan membuat sebagian pegawai menjadi tidak merasa nyaman. Ciptakan suasana kantor yang nyaman sehingga semuanya betah berlama-lama di kantor,” kata Isdianto.

Menyoroti jumlah peserta apel yang tidak seramai pada minggu sebelumnya, Isdianto mengutarakan kekecewaanya. Pasalnya dia melihat yang hadir pada apel pagi kali ini jumlahnya tidak seramai pada senin sebelumnya.

“Minggu lalu, setelah apel saya juga ke beberapa kantor OPD. Ternyata rata-rata hadir. Dan hanya satu atau dua orang saja yang tidak masuk, tapi alasannya jelas. Kita mau disiplin hadir seperti itu di pertahankan. Dan Gubernur juga sangat senang ketika melihat pegawainya selalu disiplin,” katanya.

Hal lain, untuk OPD yang tupoksi kerjanya pelayanan. Isdianto berharap agar serius, tulus dan ikhlas dalam melayani masyarakat. Jika urusan bisa disegerakan, jangan ditunda-tunda.

“Berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Terkhusus masalah menerbitkan perizinan. Segera keluarkan jika itu memungkinkan. Namun beri penjelasan berdasarkan aturan hukum yang jelas, jika ternyata izin yang diharapkannya memang tidak bisa dikeluarkan. Jangan sampai seperti yang saya temukan di BPMPTSP, ada masyarakat yang mengurus izin sampai 4 bulan. Tapi tak kunjung dapat kejelasan,” tegas Isdianto.

Tidak lupa, atas wafatnya mantan pejabat Pemprov Kepri H. Said Agil. Serta untuk mengenang atas jasa-jasanya selama mengabdi, Isdianto memimpin para pegawai untuk bersama-sama membacakan alfatihah untuk almarhum. (Ril)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.