Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Dinamika Kepri, Lingga - Bangunan balai pertemuan warga di Desa Mensanak, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga, Kepri, hancur ditimpa pohon tumbang, Sabtu (13/6).

Menurut warga sekitar, pohon itu tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang. Tak hanya bangunan, dua sepeda motor yang terpakir di dalam bangunan juga ikut tertimpa.

"Pohon itu tumbang disebabkan angin kencang dan hujan deras tadi pagi. Kejadiannya sekitar pukul 08.00.Wib," katanya.

Dikatakannya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun akibat kejadian itu satu bangunan hancur berantakan.

"Tadi saya denger ada bunyi kuat sekali, pas saya lihat, ternyata pohon tumbang dan menimpa gedung pertemuan. Alhamdulillah tidak ada korban dalam peristiwa tersebut," terangnya.

Akibat kejadian itu, kata dia saat ini warga sekitar juga tengah waspada, karena di sekitar rumah-rumah warga banyak ditumbuhi pohon -pohon besar.

(Iwan)

Tim Penasehat hukum terdakwa Farisa Valentina, Arief Kurniawan, SH dan Dipo Septiawan, SH., MH.

Dinamika Kepri, Batam - Sidang perkara kasus mobil terbang di Harboourbay telah diputus oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (21/4/2020).

Terdakwanya Farisa Valentina dijatuhi hukuman 10 bulan penjara. Hukuman terdakwa diringankan 2 bulan dari tuntutan jaksa sebelumnya.

Putusan terdakwa dibacakan oleh hakim Ketua majelis sidang, hakim Marta Napitupulu melalui sidang Online di PN Batam.

Terhadap putusan itu, terdakwa Farisa melalui penesehat hukumnya kepada majelis hakim menyatakan pikir-pikir.

 Baca juga:  Farisa Valentina Supir Mobil Terbang Divonis 10 Bulan

"Kita pikir-pikir dahulu, apakah mau banding atau tidak, karena ini akan coba kita diskusikan ke pihak Keluarga dulu," kata penesehat hukum terdakwa usai sidang.

Menurut Dipo Septiawan, SH., MH dan Arief Kurniawan, SH dari Penasehat Hukum (PH) terdakwa mengatakan, berkaca dari kasus yang sama sebelumnya, seharusnya terdakwa dibebaskan sama halnya seperti terdakwa yang lainnya.

"Banyak contoh - contoh kasus yang lebih berat dari klein kami ini dibebaskan, tapi klein kami ini tidak dibebaskan, contohnya seperti kasus Doel anak Ahmad Dhani yang korbannya meninggal dunia hingga 7 orang namun majelis hakim memvonisnya bebas. Selain itu ada juga anak dari Hata Rajasa, korbannya meninggal dunia dan luka berat dan diputus Hakim dengan vonis lima bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan. Hal tersebut karena ada prinsip teori hukum restoratif justice artinya karena adanya unsur pertanggung jawaban terdakwa dan keluarga kepada korban," terangnya.

Baca juga: Farisa Valentina Supir Mobil Terbang di Harbour Bay Dituntut 1 Tahun 

"Demikian juga yang telah dilakukan oleh klien kami. Ia sudah bertanggung jawab dan juga telah membantu biaya pengobatan sebesar Rp. 60 juta rupiah kepada korban. Korbannya tidak meninggal dunia, dan kondisi korban kecelakaan dari klien kami ini sudah sembuh dan sekarang kondisi sudah sehat – sehat saja, bahkan bersedia menjadi saksi untuk terdakwa saat persidangan supaya terdakwa tidak dihukum berat. Harusnya para penegak hukum kita ini memperhatikan azas Hukum Ultimum Remedium yang maksudnya hukum pidana hendaklah dijadikan upaya terakhir dalam penegakan hukum, maka pemberian sanksi perdata itu lebih dikedapankan," harapnya. (Ril)

Terdakwa Farisa didampingi tim penasehat hukumnya saat sidang putusan via teleconference, Selasa (21/4). (F/Adonara)

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Farisa Valentina Binti Harry Safril Anwar sidang perkara kecelakan lalu lintas "Mobil Terbang" di Harbour Bay, Batam yang mengakibat satu orang korban luka berat hingga dirawat di rumah sakit, akhirnya divonis 10 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam,  Selasa (21/4/2020).

Dalam amar putusan majelis hakim yang dibacakan hakim ketua Marta Napitupulu melalui video teleconference menyatakan terdakwa Farisa Valentina telah terbukti bersalah melanggar Pasal 310 Ayat (3) UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Terhadap putusan itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya Dipo Septiawan, SH.,MH Partners dari Universe Trust Lawfirm, kepada majelis hakim menyatakan pikir-pikir.

Menjawab itu, kepada penasehat hukum terdakwa, majelis hakim memberikan hak selama 7 hari untuk menentukan pilihan banding atau menerima putusan tersebut.

Baca juga: Farisa Valentina Supir Mobil Terbang di Harbour Bay Dituntut 1 Tahun 

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terdakwa yakni dua bulan lebih ringan dari tuntutan Jaksa sebelumnya yang menuntut terdakwa selama 1 tahun penjara.

Terkait peristiwa mobil terbang itu, antara pihak korban dan terdakwa juga sudah berdamai di mana pihak terdakwa telah memberikan biaya pengganti perobatan sebesar Rp. 60 juta kepada pihak korban, dan itu diakui oleh korban pada saat memberikan kesaksian di persidangan.

Sebagaimana diuraikan dalam dakwaan JPU sebelumnya, pada hari Sabtu tanggal 2 November 2019 sekira pukul 05.00 Wib, terdakwa bersama temannya Selvia Laura dan Masruchan menuju ke parkiran Nomad Bar and Resto Harbour Bay dengan menggunakan 1(satu) unit mobil Nissan Juke dengan Nomor Polisi BP 1916 AM warna hitam miliknya Selvia Laura.

Mobil itu dikemudikan oleh Masruchan dengan tujuan untuk menjemput mobil miliknya yang terparkir di Nomad Bar and Resto Harbour Bay dengan posisi Selvia Laura duduk di kursi penumpang samping pengemudi, sedangkan terdakwa duduk dikursi penumpang bagian belakang mobil.

Baca juga: Berkaca dari Kasus yang Sama, PH: Terdakwa Farisa Seharusnya Divonis Bebas 

Sesampainya di parkiran Nomad Bar and Resto Harbour, Masruchan keluar dari mobil Selvia Laura kemudian meninggalkan terdakwa dan Selvia Laura.

Karena Selvia Laura mengatakan dirinya mengantuk, terdakwa lalu menawarkan diri untuk membawa mobil tersebut.

Pada saat terdakwa mengendarai mobil dan melintas berjalan di dekat Apartemen Bayerina menuju ke arah pintu keluar Harbour Bay, mobil yang dikemudi terdakwa mengalami lepas kendali.

Baca jugaPeduli di Masa Sulit Covid-19, Kowal Tanjungpinang Bagi Sembako ke Penyapu Jalan 

Terdakwa salah menekan mengira rem ternyata pedal gas akibatnya mobil yang dikemudikannya menabrak pembatas jalan dan melompat ke seberang jalan lalu menabrak pejalan kaki yaitu saksi A TJU yang saat itu sedang berolahraga pagi (jogging).

Akibat kejadian itu, A Tju mengalami cidera luka robek di pelipis bagian kanan dengan ukuran panjang 3 cm dan lebar 1 cm, luka robek di bibir bagian dalam dengan ukuran panjang 2,5 cm dan lebar 1cm dan  luka robek dan patah tulang hidung. (Ag)

Dinamika Kepri, Batam - Geger, masyarakat di pelabuhan Domestik Punggur, Batam digegerkan dengan adanya penemuan mayat perempuan tanpa identitas.

Mayat perempuan tersebut ditemukan mengapung di Ponton Pelabuhan Domestik Telaga Punggur Kecamatan Nongsa Kota Batam, pada Kamis (26/3) pagi sekitar pukul 07.00 Wib.

“Ciri-ciri korban yakni seorang perempuan dengan perkiraan berumur 38 tahun, rambut lurus sebahu, menggunakan baju kaos lengan panjang warna merah abu-abu dan menggunakan celana jeans panjang warna biru,” ujar Kapolsek KKP, AKP Syaiful Badawi, kepada media.

Menurut keterangan saksi, kata AKP Syaiful Badawi, sekira pukul 07.00 Wib sedang berada di Ponton pelabuhan dan melihat ada seorang mayat yang terapung kurang lebih 50 meter dari Ponton Pelabuhan Domestik Punggur.

“Melihat mayat tersebut, saksi kemudian langsung menghubungi rekannya yang memiliki sampan untuk melakukan evakuasi bersama dengan personel KKP dan personel Polsek Nongsa,” ujar Badawi.

Setelah dilakukan evakusi, Tim indentifikasi melakukan olah TKP. Dari hasil indentifikasi, tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan pada tubuh korban, dan juga tidak ditemukan kartu identitas pada tubuh korban.

"Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke kamar mayat RS. Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum et revertum," tutup Badawi. (*)

Dinamika Kepri, Batam - Kebakaran hutan terjadi lagi pada Jumat (20/3) siang di hutan area Tiban Pajak, Sekupang. Kobaran api telah merusak kurang lebih satu hektare lahan.

Setelah laporan kebakaran diterima pada Jumat Siang pukul 14.30 WIB. Kebakaran terjadi diduga akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab yang akan membuka lahan untuk berkebun.


Tim Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) BP Batam yang berasal dari Posko Pemadam Kebakaran Duriangkang dan Pemadam Kebakaran Batu Ampar langsung memadamkan api yang berkobar di area tersebut.

Proses penanggulangan kebakaran ini juga dibantu oleh Pemadam Kebakaran Pemko Batam, hingga Manggala Agni Dinas Kehutanan dengan mengerahkan armada pemadaman masing-masing.

Sejumlah peralatan dikerahkan antara lain mobil Damkar Pos Duriangkang, mobil tangki, dan mobil Damkar Pos Batu Ampar.

Kebakaran dapat ditangani, namun personil Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) BP Batam tetap berjaga sampai situasi aman terkendali.

Dalam hal ini, katanya PBK BP Batam akan terus berkordinasi dengan pihak pemadam kebakaran lainnya, seperti Pemko Batam dan aparat kepolisian.

Saat ini kondisi dilaporkan sudah aman terkendali. Namun pihak kepolisian masih menyelidiki kemungkinan adanya oknum yang menjadi penyebab kebakaran hutan tersebut. (cc)

Suasana sidang terdakwa Farisa Valentina di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Farisa Valentina Binti Harry Safril Anwar sidang perkara kecelakan lalu lintas mobil terbang di Harbour Bay, Batam dituntut 1 tahun penjara.

Dalam amar tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat”, melanggar Pasal 310 Ayat (3) UU RI No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dakwaan Penuntut Umum.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Farisa Valentina Binti Harry Safril Anwar  dengan pidana penjara selama 1(satu) tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan. Menyatakan barang bukti berupa satu unit kendaraan mobil Nissan Juke BP 1916 warna hitam, dikembalikan kepada saksi Selvia Laura. Menetapkan supaya terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,-(lima ribu rupiah)," baca JPU dalam amar tuntutan, Selasa (17/3) saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Terhadap tuntutan itu, Penasehat Hukum (PH) terdakwa dari Dipo Septiawan, SH.,MH Partners dari Universe Trust Lawfirm, kepada majelis hakim yang diketuai hakim Marta Napitupulu, kemudian meminta di agenda sidang berikutnya untuk melakukan pembacaan pembelaan (pledoi) terhadap terdakwa dan mejelis hakim mengabulkannya.

Sebagaimana diuraikan dalam dakwaan JPU sebelumnya, pada hari Sabtu tanggal 2 November 2019 sekira pukul 05.00 Wib, terdakwa bersama temannya Selvia Laura dan Masruchan menuju ke parkiran Nomad Bar and Resto Harbour Bay dengan menggunakan 1(satu) unit mobil Nissan Juke dengan Nomor Polisi BP 1916 AM warna hitam miliknya Selvia Laura.

Mobil itu dikemudikan oleh Masruchan dengan tujuan untuk menjemput mobil miliknya yang terparkir di Nomad Bar and Resto Harbour Bay dengan posisi Selvia Laura duduk di kursi penumpang samping pengemudi, sedangkan terdakwa duduk dikursi penumpang bagian belakang mobil.

Sesampainya di parkiran Nomad Bar and Resto Harbour, Masruchan keluar dari mobil Selvia Laura kemudian meninggalkan terdakwa dan Selvia Laura.

Karena Selvia Laura mengatakan dirinya mengantuk, terdakwa lalu menawarkan diri untuk membawa mobil tersebut.

Pada saat terdakwa mengendarai mobil dan melintas berjalan di dekat Apartemen Bayerina menuju ke arah pintu keluar Harbour Bay, mobil yang dikemudi terdakwa mengalami lepas kendali.

Terdakwa salah menekan mengira rem ternyata pedal gas akibatnya mobil yang dikemudikannya menabrak pembatas jalan dan melompat ke seberang jalan lalu menabrak pejalan kaki yaitu saksi A TJU yang saat itu sedang berolahraga pagi (jogging).

Akibat kejadian itu, A Tju mengalami cidera luka robek di pelipis bagian kanan dengan ukuran panjang 3 cm dan lebar 1 cm, luka robek di bibir bagian dalam dengan ukuran panjang 2,5 cm dan lebar 1cm dan  luka robek dan patah tulang hidung.

Dalam hal ini, pihak korban dan pihak terdakwa juga sudah ada perdamaian,  yang mana pihak terdakwa sudah memberikan ke  pihak korban sebesar Rp.60 juta sebagai pengganti biaya perobatan, dan hal itu dibenarkan oleh pihak korban saat memberikan kesaksian di persidangan. (Ag)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.