Dinamikakepri: Peristiwa
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

24 November 2020

Kecelakaan Maut di Sei Tamiang Pengendara Motor Tewas Terlindas Mobil Truk

 

pengendara sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi BP 5129 ER mengalami kecelakaan dan tewas di tempat.
Kondisi korban Laka meninggal di tempat..


Dinamika Kepri, Batam - Seorang pria pengendara sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi BP 5129 ER mengalami kecelakaan dan tewas di tempat.


Kejadian tersebut  terjadi di Jalan Diponegoro tepatnya di depan TPU Sei Tamiang, Sekupang, Kota Batam pada hari Selasa (24/11/2020) sekira pukul 16.00 Wib.


Pria yang mengenakan Jaket berwarna merah dengan celana waran hitam itu tewas di tempat setelah  terlindas Mobil Truk Nopol BP 9720 ZE.


Tampak bagian kepala pria itu remuk hingga terburai disepanjang jalan dengan kondisi yang sangat mengganaskan.


Menurut pengakuan sang Supir Truk tersebut,insiden kecelakaan maut itu terjadi saat dirinya tengah mengendarai mobilnya dari arah Batu Aji menuju Sekupang.


"Setiba di jalan Sei Tamiang, tiba-tiba motornya rem mendadak hingga terjatuh tepat disebelah kanan mobil saya. Saya pun tak bisa mengelak lagi," jelas Nahum.


Tak berapa lama usai kejadian tersebut, anggota Satlantas Polresta Barelang Pos 9011 Simpang Basecamp dan Batara Biru Polsek Sekupang segera datang untuk mengevakuasi korban ke RS Embung Fatimah, Batu Aji, Batam. (Ril)



Source: kepriaktual.com

20 November 2020

Heboh, Mayat Pria Ditemukan Tergantung di Jendela

 
Warga Komplek Bumi Indah heboh atas temuan jenazah pria tergantung di jendela kamar
Proses evakuasi mayat ke mobil ambulance.

Dinamika Kepri, Batam - Warga Komplek Bumi Indah heboh atas temuan jenazah pria tergantung di jendela kamar di Komplek Bumi Indah Blok V Nomor 31 Lubuk Baja, Batam. 


Pria itu ditemukan tergantung pada Jumat (20/11/2020) sore sekira pukul 16.00 Wib. Saat dikonfirmasi awak media, kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Arya. 


"Ya benar ada temuan mayat oria dengan kondisi tergantung," ucap Arya.


Dari hasil olah TKP, Arya menyebut bahwa di tubuh jenazah tidak ada tanda-tanda kekerasan, 


"Dari hasil olah TKP tidak ada tanda-tanda kekerasan," ungkap Arya.


Sementara jenazah kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri dilakukan visum. (Tam)

09 November 2020

Tabrak Karang, Kapal KM. Batera Melayu Bermuatan Alat Medis Terdampar Nyaris Tenggelam

 

Tabrak Karang, Kapal KM. Batera Melayu Bermuatan Alat Medis Terdampar Nyaris Tenggelam
Kondisi Kapal KM. Batera Melayu saat ditemukan petugas Satpolairud Polres Lingga.

Dinamika Kepri, Batam -   Kapal KM. Batera Melayu bermuatan alat - alat medis berangkat dari Pelabuhan Kute Dabo menuju Pelabuhan Senayang Lingga, Senin (9/11/20) sekitar pukul 07.00 Wib mengalami kecelakaan dengan menabrak karang hingga kandas dan terdampar di Perairan Pulau Kekek Kecamatan Selayar Kabupaten Lingga, 


Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S didampingi Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Gieuseppe Reinhard Gultom, S.IK kepada media, Senin (9/11/2020) siang pukul 13.00 Wib.



Dijelaskannya, pada hari Senin tanggal 9 November 2020 sekira pukul 07.20 Wib di dapat informasi bahwa adanya kapal yang kandas di perairan depan Pulau Kekek dengan titik Koordinator 0°.19' 205” S 104°30’ 082”E Kec. Selayar Kab. Lingga. Atas informasi tersebut KP. XXXI - 1005 Satpolairud Polres Lingga mendatangi TKP.


Pada saat di TKP berdasarkan keterangan Nakhoda An. Abdul Rahman bahwa pada hari Senin tanggal 9 November 2020 sekira pukul 05.40 Wib Kapal KM. Batera Melayu Berangkat dari Pelabuhan Kute Dabo dengan tujuan Pelabuhan Senayang, Lingga.


"Adapun kapal tersebut bermuatan alat - alat medis, pada saat dalam perjalanan sekira Pukul 07.00 wib yakni di perairan depan Pulau kekek Kec Selayar Kapal tersebut menubruk karang hingga kandas, pada saat air surut kapal menjadi miring dan masuk air laut, maka atas kejadian tersebut Nakhoda meminta bantuan kepada kapal lain agar membantu memindahkan muatannya ke kapal lain dan alat - alat medis tersebut berhasil di pindahkan," ucap Kabid Humas Polda Kepri.


Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, terkait alat-alat medis yang diangkut kapal, kemudian pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.


"Saat ini Nakhoda beserta dua ABK dalam keadaan selamat dan kerugian materil yaitu kapal dan alat-alat medis. Tindakan kepolisian yang dilakukan dalam penanganan laka laut tersebut yaitu mendatangi dan mengamankan TKPdan melakukan interogasi kepada Nakhoda dan ABK Kapal dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait," tutup Kombes Pol Harry Goldenhardt S.  (Ril)

04 November 2020

Breaking News: Mobil Truk Milik Persero Terbakar di Batam Center

 
Breaking News: Mobil Truk Milik Persero Terbakar di Batam Center
Mobil truk pengangkut tumpukan kardus terbakar di Batam Center, Rabu (4/11/2020) siang. (Foto: kepriaktual.com)

Dinamika Kepri, Batam
- Sebuah mobil truk pengangkut berisi tumpukan kardus yang sedang melintas di ruas jalan tepatnya depan Gelael Batam Centre, Batam, Kepri, tiba-tiba mengalami kebakaran, Rabu, (4/11/2020) siang sekitar pukul 14:40 Wib.

Kebakaran itu terjadi diduga korselet arus pendek dari dalam kendaraan.


Tidak ada korban dalam jiwa kejadian itu, namun tumpukan kardus yang diangkut mobil milik persero, ludes terbakar. 


Tidak menunggu lama, kemudian petugas pemadam kebakaran pun segera datang ke lokasi untuk memadamkan api. 


Hingga berita ini dimuat, belum diketahui persis apa penyebab terjadinya kebakaran. (Ril) 

10 Agustus 2020

Nelayan Asal Desa Mepar yang Hilang Saat Melaut Ditemukan Meninggal

 
Nelayan Asal Desa Mepar yang Hilang Saat Melaut Ditemukan Meninggal
BNPB Lingga saat melakukan evakuasi jasad korban dari laut ke atas kapal.

Dinamika Kepri, Lingga - Seorang nelayan bernama Nasrun alias Yamen (38) asal Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau yang sebelumnya dikabarkan hilang saat melaut pada, Sabtu (8/8) lalu, kini telah ditemukan, namun telah meninggal dunia, Senin (10/8/2020) pagi. Jasad korban ditemukan terbujur kaku mengapung di atas air laut.

"Sudah ditemukan oleh warga Pulau Mepar. Kemudian dibawa menggunakan speed Basarnas Unit Lingga dan BNPB Lingga untuk dievakuasi," ujar Kapten Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lingga, Jamalul Pawais kepada wartawan, Senin (10/8/2020) pagi.

Ia menjelaskan, jasad Yamen ditemukan mengapung sekitar pukul 07.30 WIB di perairan Belakang Pulau Badas, Desa Mepar, tak jauh dari tempat kejadian jatuhnya korban.

"Proses pencarian juga melibatkan masyarakat nelayan Kelombok, Panggak Laut, Budus dan sekitarnya. Kemudian Satpol PP, TNI, Polri, BPBD serta Basarnas," ujarnya.

Setelah ditemukan, jasad korban kemudian dibawa ke kediamannya di Pulau Mepar untuk dikebumikan. (Ril)

21 Juni 2020

Humas BP Batam : Hujan Buatan Bukan Penyebab Banjir

 
Humas BP Batam : Hujan Buatan Bukan Penyebab Banjir
Dinamika Kepri, Batam - Terkait adanya beberapa kejadian banjir di beberapa titik Kota Batam yang terjadi pada hari ini, Sabtu 20 Juni 2020 serta adanya dugaan dari masyarakat bahwa kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (Hujan Buatan) yang sedang dilakukan oleh BP Batam bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerepan Teknologi (BPPT) adalah penyebab terjadinya banjir tersebut, pihak BP Batam melalui kehumasan memberikan penjelasan bahwa dugaan itu tidak benar, demikian penjelasannya.

1. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau Hujan Buatan tidak menyebabkan banjir di Nagoya, Baloi dan Batuaji. TMC itu mengunci awan yang akan mengarah ke Daerah Tangkapan Air (DTA) waduk dan disemai, sehingga makin deras dan hanya fokus ke DTA waduk.

2. Berdasarkan prakiraan dari BMKG, yaitu bahwa dalam minggu-minggu terakhir Juni ini di wilayah Kepulauan Riau diprediksi akan terjadi peningkatan hujan, dan sejak Jum’at dini hari (tadi malam) memang terjadi hujan secara alami di Kota Batam begitu juga di beberapa wilayah di Kepulauan Riau termasuk di Tanjung Pinang dan Rempang.

3. Perlu kami sampaikan juga bahwa penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk mempercepat hujan dilakukan dengan mengunci koordinat di sekitar area Waduk Duriangkang dan Waduk Muka Kuning. Setelah awan yang berada di sekitar koordinat DTA waduk tersebut masuk, lalu dilakukan inisiasi di awan untuk menurunkan hujan di lokasi yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan volume hujan di dalam waduk yang saat ini masih perlu ditambah akibat kemarau berkepanjangan.

4. Selain pengaruh angin, terjadinya hujan di sekitar daerah tangkapan air Waduk Duriangkang dan Waduk Muka Kuning mengakibatkan terbentuknya iklim mikro yang dapat menyebabkan terjadinya hujan dan dan adanya pengaruh angin yang membawanya ke beberapa lokasi yang tidak disasar oleh Tim TMC BPPT.

5. Dengan mengunci koordinat untuk penerapan teknologi modifikasi cuaca diharapkan sasaran jatuhnya hujan sesuai dengan posisi yang diinginkan untuk menambah tinggi muka air waduk untuk kepentingan ketersediaan air seluruh masyarakat Batam dan Kawasan industri.


Sumber: Humas BP Batam
Scroll to top