Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Curah hujan kembali meningkat dengan disertai air pasang tinggi di wilayah Provinsi Kepri, menyikapi hal tersebut Polda Kepri

Dinamika Kepri, Batam – Curah hujan kembali meningkat dengan disertai air pasang tinggi di wilayah Provinsi Kepri, menyikapi hal tersebut Polda Kepri melalui Sat Brimob langsung terjun ke lokasi-lokasi rawan banjir yang ada di Kota Batam, Minggu (10/1/2021). 


"Hari ini kita menerjunkan tim Tanggap Bencana di beberapa wilayah di Kota Batam yang terdampak Banjir diantaranya di Perumahan Devely Residence, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Perumahan Kodim Aviari Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Perumahan Citra Mas Indah Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa dan di jalan menuju Bandara depan Perumahan Bida Garden Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota," tutur Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.


"Dilokasi tersebut tim memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mematikan aliran listrik dan tidak mendekati ke sungai atau aliran air yg berada disekitar lokasi banjir dan tim juga ikut serta membantu mengevakuasi barang-barang masyarakat yang terkena banjir," tutup Kombes Pol Harry Goldenhardt S. (Ril)

Peduli sesama terhadap korban banjir dan longsor di Kampung Simpang Kilometer 16 Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Gawat Kepri bersama Yayasan Indonesia Segantang Lada
Pengurus Gawat Kepri, Yusdianto saat di lokasi banjir. 


Dinamika Kepri, Bintan
- Peduli sesama terhadap korban banjir dan longsor di Kampung Simpang Kilometer 16 Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Gawat Kepri bersama Yayasan Indonesia Segantang Lada membentuk Posko Peduli banjir dan longsor, Senin (4/1/2021).


Tim Gawat Kepri yang dibentuk terbagi tiga tim kemudian menyusuri titik-titik daerah lokasi banjir dan longsor yang berada di daerah Kabupaten Bintan. 


Tim 1 bertugas ke Bintan Utara, sementara tim 2 menyusuri daerah Gesek, Kawal dan Desa Gunung Kijang dan tim 3 menyusuri daerah Bintan Timur. 


Hasil penelusuran yang dilakukan Tim dilaporkan bahwa ada  2  titik korban banjir yakni di daerah  Sei Mantang RT 02/04 Kelurahan Sei Enam dengan jumlah terdampak sebanyak 18 Kepala Keluarga (KK) dan di Kampung Wacopek RT 02 RW 04 Kelurahan Gunung Lengkuas, sebanyak 9 KK.


Menurut Anggit Ketua Pemuda setempat yang mendata warga yang terdampak bencana banjir, kepada tim Gawat Kepri dan Yayasan Indonesia Segantang Lada mengatakan, bahwa warga yang terdampak sangat membutuhkan bantuan terutama berupa obat-obatan dan pakaian. (Ril)

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt menjelaskan kronologis kejadian Kapal Tongkang yang menabrak Rumah Pelantar warga Tanjung Uma, Lubuk Baja, Kota Batam yang terjadi pada Jumat (1/1/2021).    Harry memaparkan, kejadian itu bermula pada Ju


Dinamika Kepri, Batam - Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt menjelaskan kronologis kejadian Kapal Tongkang yang menabrak Rumah Pelantar warga Tanjung Uma, Lubuk Baja, Kota Batam yang terjadi pada Jumat (1/1/2021).


Harry memaparkan, kejadian itu bermula pada Jumat (1/1/2021) sekira pukul 13.30 Wib  cuaca turun hujan deras dengan disertai angin kencang.


"Dari arah perairan depan Harbour Bay terlihat satu unit kapal Tongkang Agility 1805 terbawa arus mendekati pemukiman warga yang berada di sekitar pesisir pantai lingkungan RT 003/RW 002 Tanjung Uma, Kec. Lubuk Baja Kota Batam," kata Harry.


"Karena terbawa arus laut, akhirnya Tongkang menabrak tiang pemancang pondasi rumah dan rumah warga yang ada serta sampan dan boat pancung yang ada di pesisir laut pemukiman warga sekitar," tambahnya.


Akibat kejadian itu, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan beberapa sampan atau boat pancung serta jaring ikan milik warga.


"Yakni diantaranya, 2 unit Rumah Warga rusak parah,  1 unit rumah bagian dapur rusak sedang, 1 unit sampan, 2 unit boat pancung, 2 set jaring ikan dan 12 batang tiang pancang rumah.


Sementara itu, berdasarkan keterangan dari pihak agen kapal mengatakan bahwa Kapal Tongkang sedang labuh jangkar di perairan depan pelabuhan Harbour Bay bersama kapal Tugboat Sinergy Sukses.


"Namun tiba-tiba tali yang mengikat ke Tongkat putus terbawa gelombang air karena cuaca angin kuat saat kejadian," jelas Harry.


Dikatakan, pada pukul 23.20 Wib tongkang berhasil di evakuasi dengan tarik oleh 3 unit pompong ke tengah perairan.


Atas peristiwa itu, pihak agen kapal bersama ketua RT.03/RW.02 telah melakukan pendataan terhadap warga yang terkena dampak atas peristiwa tersebut


“Polda Kepri sendiri prihatin atas kejadian ini dan selanjutnya pihak perusahaan dan agen akan dimintai keterangan serta bertanggung jawab penuh atas kejadian ini," tegasnya. (Red)


Dinamikia Kepri, Batam - Pemukiman padat penduduk di Rumah Liar (ruli) tepatnya di belakang Gedung BPJS Tenaga Kerja, Nagoya, Kota Batam mengalami kebakaran. Peristriwa kebakaran terjadi  sekitar pukul 13:20 Wib siang, Selasa (8/12/2020).


Untuk memadamkan api, tampak 4 pemadam kebakaran melakukan pemadaman. Tak hanya itu, selain warga penduduk di sekitar berusaha menyelamatkan barang-barang warga yang mengalami kebakaran, juga berusaha membantu petugas memadamkan api. 


Hingga berita ini dimuat, belum diketahui apa penyebab terjadinya kebakaran. Dalam peristiwa ini diketahui kurang lebih 4 rumah warga ludes terbakar, dan belum diketahui juga apakah ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. (Ag)

pengendara sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi BP 5129 ER mengalami kecelakaan dan tewas di tempat.
Kondisi korban Laka meninggal di tempat..


Dinamika Kepri, Batam - Seorang pria pengendara sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi BP 5129 ER mengalami kecelakaan dan tewas di tempat.


Kejadian tersebut  terjadi di Jalan Diponegoro tepatnya di depan TPU Sei Tamiang, Sekupang, Kota Batam pada hari Selasa (24/11/2020) sekira pukul 16.00 Wib.


Pria yang mengenakan Jaket berwarna merah dengan celana waran hitam itu tewas di tempat setelah  terlindas Mobil Truk Nopol BP 9720 ZE.


Tampak bagian kepala pria itu remuk hingga terburai disepanjang jalan dengan kondisi yang sangat mengganaskan.


Menurut pengakuan sang Supir Truk tersebut,insiden kecelakaan maut itu terjadi saat dirinya tengah mengendarai mobilnya dari arah Batu Aji menuju Sekupang.


"Setiba di jalan Sei Tamiang, tiba-tiba motornya rem mendadak hingga terjatuh tepat disebelah kanan mobil saya. Saya pun tak bisa mengelak lagi," jelas Nahum.


Tak berapa lama usai kejadian tersebut, anggota Satlantas Polresta Barelang Pos 9011 Simpang Basecamp dan Batara Biru Polsek Sekupang segera datang untuk mengevakuasi korban ke RS Embung Fatimah, Batu Aji, Batam. (Ril)



Source: kepriaktual.com

Warga Komplek Bumi Indah heboh atas temuan jenazah pria tergantung di jendela kamar
Proses evakuasi mayat ke mobil ambulance.

Dinamika Kepri, Batam - Warga Komplek Bumi Indah heboh atas temuan jenazah pria tergantung di jendela kamar di Komplek Bumi Indah Blok V Nomor 31 Lubuk Baja, Batam. 


Pria itu ditemukan tergantung pada Jumat (20/11/2020) sore sekira pukul 16.00 Wib. Saat dikonfirmasi awak media, kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Arya. 


"Ya benar ada temuan mayat oria dengan kondisi tergantung," ucap Arya.


Dari hasil olah TKP, Arya menyebut bahwa di tubuh jenazah tidak ada tanda-tanda kekerasan, 


"Dari hasil olah TKP tidak ada tanda-tanda kekerasan," ungkap Arya.


Sementara jenazah kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri dilakukan visum. (Tam)

Tabrak Karang, Kapal KM. Batera Melayu Bermuatan Alat Medis Terdampar Nyaris Tenggelam
Kondisi Kapal KM. Batera Melayu saat ditemukan petugas Satpolairud Polres Lingga.

Dinamika Kepri, Batam -   Kapal KM. Batera Melayu bermuatan alat - alat medis berangkat dari Pelabuhan Kute Dabo menuju Pelabuhan Senayang Lingga, Senin (9/11/20) sekitar pukul 07.00 Wib mengalami kecelakaan dengan menabrak karang hingga kandas dan terdampar di Perairan Pulau Kekek Kecamatan Selayar Kabupaten Lingga, 


Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S didampingi Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Gieuseppe Reinhard Gultom, S.IK kepada media, Senin (9/11/2020) siang pukul 13.00 Wib.



Dijelaskannya, pada hari Senin tanggal 9 November 2020 sekira pukul 07.20 Wib di dapat informasi bahwa adanya kapal yang kandas di perairan depan Pulau Kekek dengan titik Koordinator 0°.19' 205” S 104°30’ 082”E Kec. Selayar Kab. Lingga. Atas informasi tersebut KP. XXXI - 1005 Satpolairud Polres Lingga mendatangi TKP.


Pada saat di TKP berdasarkan keterangan Nakhoda An. Abdul Rahman bahwa pada hari Senin tanggal 9 November 2020 sekira pukul 05.40 Wib Kapal KM. Batera Melayu Berangkat dari Pelabuhan Kute Dabo dengan tujuan Pelabuhan Senayang, Lingga.


"Adapun kapal tersebut bermuatan alat - alat medis, pada saat dalam perjalanan sekira Pukul 07.00 wib yakni di perairan depan Pulau kekek Kec Selayar Kapal tersebut menubruk karang hingga kandas, pada saat air surut kapal menjadi miring dan masuk air laut, maka atas kejadian tersebut Nakhoda meminta bantuan kepada kapal lain agar membantu memindahkan muatannya ke kapal lain dan alat - alat medis tersebut berhasil di pindahkan," ucap Kabid Humas Polda Kepri.


Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, terkait alat-alat medis yang diangkut kapal, kemudian pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.


"Saat ini Nakhoda beserta dua ABK dalam keadaan selamat dan kerugian materil yaitu kapal dan alat-alat medis. Tindakan kepolisian yang dilakukan dalam penanganan laka laut tersebut yaitu mendatangi dan mengamankan TKPdan melakukan interogasi kepada Nakhoda dan ABK Kapal dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait," tutup Kombes Pol Harry Goldenhardt S.  (Ril)

Breaking News: Mobil Truk Milik Persero Terbakar di Batam Center
Mobil truk pengangkut tumpukan kardus terbakar di Batam Center, Rabu (4/11/2020) siang. (Foto: kepriaktual.com)

Dinamika Kepri, Batam
- Sebuah mobil truk pengangkut berisi tumpukan kardus yang sedang melintas di ruas jalan tepatnya depan Gelael Batam Centre, Batam, Kepri, tiba-tiba mengalami kebakaran, Rabu, (4/11/2020) siang sekitar pukul 14:40 Wib.

Kebakaran itu terjadi diduga korselet arus pendek dari dalam kendaraan.


Tidak ada korban dalam jiwa kejadian itu, namun tumpukan kardus yang diangkut mobil milik persero, ludes terbakar. 


Tidak menunggu lama, kemudian petugas pemadam kebakaran pun segera datang ke lokasi untuk memadamkan api. 


Hingga berita ini dimuat, belum diketahui persis apa penyebab terjadinya kebakaran. (Ril) 

Nelayan Asal Desa Mepar yang Hilang Saat Melaut Ditemukan Meninggal
BNPB Lingga saat melakukan evakuasi jasad korban dari laut ke atas kapal.

Dinamika Kepri, Lingga - Seorang nelayan bernama Nasrun alias Yamen (38) asal Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau yang sebelumnya dikabarkan hilang saat melaut pada, Sabtu (8/8) lalu, kini telah ditemukan, namun telah meninggal dunia, Senin (10/8/2020) pagi. Jasad korban ditemukan terbujur kaku mengapung di atas air laut.

"Sudah ditemukan oleh warga Pulau Mepar. Kemudian dibawa menggunakan speed Basarnas Unit Lingga dan BNPB Lingga untuk dievakuasi," ujar Kapten Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lingga, Jamalul Pawais kepada wartawan, Senin (10/8/2020) pagi.

Ia menjelaskan, jasad Yamen ditemukan mengapung sekitar pukul 07.30 WIB di perairan Belakang Pulau Badas, Desa Mepar, tak jauh dari tempat kejadian jatuhnya korban.

"Proses pencarian juga melibatkan masyarakat nelayan Kelombok, Panggak Laut, Budus dan sekitarnya. Kemudian Satpol PP, TNI, Polri, BPBD serta Basarnas," ujarnya.

Setelah ditemukan, jasad korban kemudian dibawa ke kediamannya di Pulau Mepar untuk dikebumikan. (Ril)

Humas BP Batam : Hujan Buatan Bukan Penyebab Banjir
Dinamika Kepri, Batam - Terkait adanya beberapa kejadian banjir di beberapa titik Kota Batam yang terjadi pada hari ini, Sabtu 20 Juni 2020 serta adanya dugaan dari masyarakat bahwa kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (Hujan Buatan) yang sedang dilakukan oleh BP Batam bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerepan Teknologi (BPPT) adalah penyebab terjadinya banjir tersebut, pihak BP Batam melalui kehumasan memberikan penjelasan bahwa dugaan itu tidak benar, demikian penjelasannya.

1. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau Hujan Buatan tidak menyebabkan banjir di Nagoya, Baloi dan Batuaji. TMC itu mengunci awan yang akan mengarah ke Daerah Tangkapan Air (DTA) waduk dan disemai, sehingga makin deras dan hanya fokus ke DTA waduk.

2. Berdasarkan prakiraan dari BMKG, yaitu bahwa dalam minggu-minggu terakhir Juni ini di wilayah Kepulauan Riau diprediksi akan terjadi peningkatan hujan, dan sejak Jum’at dini hari (tadi malam) memang terjadi hujan secara alami di Kota Batam begitu juga di beberapa wilayah di Kepulauan Riau termasuk di Tanjung Pinang dan Rempang.

3. Perlu kami sampaikan juga bahwa penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk mempercepat hujan dilakukan dengan mengunci koordinat di sekitar area Waduk Duriangkang dan Waduk Muka Kuning. Setelah awan yang berada di sekitar koordinat DTA waduk tersebut masuk, lalu dilakukan inisiasi di awan untuk menurunkan hujan di lokasi yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan volume hujan di dalam waduk yang saat ini masih perlu ditambah akibat kemarau berkepanjangan.

4. Selain pengaruh angin, terjadinya hujan di sekitar daerah tangkapan air Waduk Duriangkang dan Waduk Muka Kuning mengakibatkan terbentuknya iklim mikro yang dapat menyebabkan terjadinya hujan dan dan adanya pengaruh angin yang membawanya ke beberapa lokasi yang tidak disasar oleh Tim TMC BPPT.

5. Dengan mengunci koordinat untuk penerapan teknologi modifikasi cuaca diharapkan sasaran jatuhnya hujan sesuai dengan posisi yang diinginkan untuk menambah tinggi muka air waduk untuk kepentingan ketersediaan air seluruh masyarakat Batam dan Kawasan industri.


Sumber: Humas BP Batam

Dinamika Kepri, Lingga - Bangunan balai pertemuan warga di Desa Mensanak, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga, Kepri, hancur ditimpa pohon tumbang, Sabtu (13/6).

Menurut warga sekitar, pohon itu tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang. Tak hanya bangunan, dua sepeda motor yang terpakir di dalam bangunan juga ikut tertimpa.

"Pohon itu tumbang disebabkan angin kencang dan hujan deras tadi pagi. Kejadiannya sekitar pukul 08.00.Wib," katanya.

Dikatakannya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun akibat kejadian itu satu bangunan hancur berantakan.

"Tadi saya denger ada bunyi kuat sekali, pas saya lihat, ternyata pohon tumbang dan menimpa gedung pertemuan. Alhamdulillah tidak ada korban dalam peristiwa tersebut," terangnya.

Akibat kejadian itu, kata dia saat ini warga sekitar juga tengah waspada, karena di sekitar rumah-rumah warga banyak ditumbuhi pohon -pohon besar.

(Iwan)

Tim Penasehat hukum terdakwa Farisa Valentina, Arief Kurniawan, SH dan Dipo Septiawan, SH., MH.

Dinamika Kepri, Batam - Sidang perkara kasus mobil terbang di Harboourbay telah diputus oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (21/4/2020).

Terdakwanya Farisa Valentina dijatuhi hukuman 10 bulan penjara. Hukuman terdakwa diringankan 2 bulan dari tuntutan jaksa sebelumnya.

Putusan terdakwa dibacakan oleh hakim Ketua majelis sidang, hakim Marta Napitupulu melalui sidang Online di PN Batam.

Terhadap putusan itu, terdakwa Farisa melalui penesehat hukumnya kepada majelis hakim menyatakan pikir-pikir.

 Baca juga:  Farisa Valentina Supir Mobil Terbang Divonis 10 Bulan

"Kita pikir-pikir dahulu, apakah mau banding atau tidak, karena ini akan coba kita diskusikan ke pihak Keluarga dulu," kata penesehat hukum terdakwa usai sidang.

Menurut Dipo Septiawan, SH., MH dan Arief Kurniawan, SH dari Penasehat Hukum (PH) terdakwa mengatakan, berkaca dari kasus yang sama sebelumnya, seharusnya terdakwa dibebaskan sama halnya seperti terdakwa yang lainnya.

"Banyak contoh - contoh kasus yang lebih berat dari klein kami ini dibebaskan, tapi klein kami ini tidak dibebaskan, contohnya seperti kasus Doel anak Ahmad Dhani yang korbannya meninggal dunia hingga 7 orang namun majelis hakim memvonisnya bebas. Selain itu ada juga anak dari Hata Rajasa, korbannya meninggal dunia dan luka berat dan diputus Hakim dengan vonis lima bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan. Hal tersebut karena ada prinsip teori hukum restoratif justice artinya karena adanya unsur pertanggung jawaban terdakwa dan keluarga kepada korban," terangnya.

Baca juga: Farisa Valentina Supir Mobil Terbang di Harbour Bay Dituntut 1 Tahun 

"Demikian juga yang telah dilakukan oleh klien kami. Ia sudah bertanggung jawab dan juga telah membantu biaya pengobatan sebesar Rp. 60 juta rupiah kepada korban. Korbannya tidak meninggal dunia, dan kondisi korban kecelakaan dari klien kami ini sudah sembuh dan sekarang kondisi sudah sehat – sehat saja, bahkan bersedia menjadi saksi untuk terdakwa saat persidangan supaya terdakwa tidak dihukum berat. Harusnya para penegak hukum kita ini memperhatikan azas Hukum Ultimum Remedium yang maksudnya hukum pidana hendaklah dijadikan upaya terakhir dalam penegakan hukum, maka pemberian sanksi perdata itu lebih dikedapankan," harapnya. (Ril)

Terdakwa Farisa didampingi tim penasehat hukumnya saat sidang putusan via teleconference, Selasa (21/4). (F/Adonara)

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Farisa Valentina Binti Harry Safril Anwar sidang perkara kecelakan lalu lintas "Mobil Terbang" di Harbour Bay, Batam yang mengakibat satu orang korban luka berat hingga dirawat di rumah sakit, akhirnya divonis 10 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam,  Selasa (21/4/2020).

Dalam amar putusan majelis hakim yang dibacakan hakim ketua Marta Napitupulu melalui video teleconference menyatakan terdakwa Farisa Valentina telah terbukti bersalah melanggar Pasal 310 Ayat (3) UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Terhadap putusan itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya Dipo Septiawan, SH.,MH Partners dari Universe Trust Lawfirm, kepada majelis hakim menyatakan pikir-pikir.

Menjawab itu, kepada penasehat hukum terdakwa, majelis hakim memberikan hak selama 7 hari untuk menentukan pilihan banding atau menerima putusan tersebut.

Baca juga: Farisa Valentina Supir Mobil Terbang di Harbour Bay Dituntut 1 Tahun 

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terdakwa yakni dua bulan lebih ringan dari tuntutan Jaksa sebelumnya yang menuntut terdakwa selama 1 tahun penjara.

Terkait peristiwa mobil terbang itu, antara pihak korban dan terdakwa juga sudah berdamai di mana pihak terdakwa telah memberikan biaya pengganti perobatan sebesar Rp. 60 juta kepada pihak korban, dan itu diakui oleh korban pada saat memberikan kesaksian di persidangan.

Sebagaimana diuraikan dalam dakwaan JPU sebelumnya, pada hari Sabtu tanggal 2 November 2019 sekira pukul 05.00 Wib, terdakwa bersama temannya Selvia Laura dan Masruchan menuju ke parkiran Nomad Bar and Resto Harbour Bay dengan menggunakan 1(satu) unit mobil Nissan Juke dengan Nomor Polisi BP 1916 AM warna hitam miliknya Selvia Laura.

Mobil itu dikemudikan oleh Masruchan dengan tujuan untuk menjemput mobil miliknya yang terparkir di Nomad Bar and Resto Harbour Bay dengan posisi Selvia Laura duduk di kursi penumpang samping pengemudi, sedangkan terdakwa duduk dikursi penumpang bagian belakang mobil.

Baca juga: Berkaca dari Kasus yang Sama, PH: Terdakwa Farisa Seharusnya Divonis Bebas 

Sesampainya di parkiran Nomad Bar and Resto Harbour, Masruchan keluar dari mobil Selvia Laura kemudian meninggalkan terdakwa dan Selvia Laura.

Karena Selvia Laura mengatakan dirinya mengantuk, terdakwa lalu menawarkan diri untuk membawa mobil tersebut.

Pada saat terdakwa mengendarai mobil dan melintas berjalan di dekat Apartemen Bayerina menuju ke arah pintu keluar Harbour Bay, mobil yang dikemudi terdakwa mengalami lepas kendali.

Baca jugaPeduli di Masa Sulit Covid-19, Kowal Tanjungpinang Bagi Sembako ke Penyapu Jalan 

Terdakwa salah menekan mengira rem ternyata pedal gas akibatnya mobil yang dikemudikannya menabrak pembatas jalan dan melompat ke seberang jalan lalu menabrak pejalan kaki yaitu saksi A TJU yang saat itu sedang berolahraga pagi (jogging).

Akibat kejadian itu, A Tju mengalami cidera luka robek di pelipis bagian kanan dengan ukuran panjang 3 cm dan lebar 1 cm, luka robek di bibir bagian dalam dengan ukuran panjang 2,5 cm dan lebar 1cm dan  luka robek dan patah tulang hidung. (Ag)

Dinamika Kepri, Batam - Geger, masyarakat di pelabuhan Domestik Punggur, Batam digegerkan dengan adanya penemuan mayat perempuan tanpa identitas.

Mayat perempuan tersebut ditemukan mengapung di Ponton Pelabuhan Domestik Telaga Punggur Kecamatan Nongsa Kota Batam, pada Kamis (26/3) pagi sekitar pukul 07.00 Wib.

“Ciri-ciri korban yakni seorang perempuan dengan perkiraan berumur 38 tahun, rambut lurus sebahu, menggunakan baju kaos lengan panjang warna merah abu-abu dan menggunakan celana jeans panjang warna biru,” ujar Kapolsek KKP, AKP Syaiful Badawi, kepada media.

Menurut keterangan saksi, kata AKP Syaiful Badawi, sekira pukul 07.00 Wib sedang berada di Ponton pelabuhan dan melihat ada seorang mayat yang terapung kurang lebih 50 meter dari Ponton Pelabuhan Domestik Punggur.

“Melihat mayat tersebut, saksi kemudian langsung menghubungi rekannya yang memiliki sampan untuk melakukan evakuasi bersama dengan personel KKP dan personel Polsek Nongsa,” ujar Badawi.

Setelah dilakukan evakusi, Tim indentifikasi melakukan olah TKP. Dari hasil indentifikasi, tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan pada tubuh korban, dan juga tidak ditemukan kartu identitas pada tubuh korban.

"Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke kamar mayat RS. Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum et revertum," tutup Badawi. (*)

Dinamika Kepri, Batam - Kebakaran hutan terjadi lagi pada Jumat (20/3) siang di hutan area Tiban Pajak, Sekupang. Kobaran api telah merusak kurang lebih satu hektare lahan.

Setelah laporan kebakaran diterima pada Jumat Siang pukul 14.30 WIB. Kebakaran terjadi diduga akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab yang akan membuka lahan untuk berkebun.


Tim Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) BP Batam yang berasal dari Posko Pemadam Kebakaran Duriangkang dan Pemadam Kebakaran Batu Ampar langsung memadamkan api yang berkobar di area tersebut.

Proses penanggulangan kebakaran ini juga dibantu oleh Pemadam Kebakaran Pemko Batam, hingga Manggala Agni Dinas Kehutanan dengan mengerahkan armada pemadaman masing-masing.

Sejumlah peralatan dikerahkan antara lain mobil Damkar Pos Duriangkang, mobil tangki, dan mobil Damkar Pos Batu Ampar.

Kebakaran dapat ditangani, namun personil Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) BP Batam tetap berjaga sampai situasi aman terkendali.

Dalam hal ini, katanya PBK BP Batam akan terus berkordinasi dengan pihak pemadam kebakaran lainnya, seperti Pemko Batam dan aparat kepolisian.

Saat ini kondisi dilaporkan sudah aman terkendali. Namun pihak kepolisian masih menyelidiki kemungkinan adanya oknum yang menjadi penyebab kebakaran hutan tersebut. (cc)

Suasana sidang terdakwa Farisa Valentina di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Farisa Valentina Binti Harry Safril Anwar sidang perkara kecelakan lalu lintas mobil terbang di Harbour Bay, Batam dituntut 1 tahun penjara.

Dalam amar tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat”, melanggar Pasal 310 Ayat (3) UU RI No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dakwaan Penuntut Umum.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Farisa Valentina Binti Harry Safril Anwar  dengan pidana penjara selama 1(satu) tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan. Menyatakan barang bukti berupa satu unit kendaraan mobil Nissan Juke BP 1916 warna hitam, dikembalikan kepada saksi Selvia Laura. Menetapkan supaya terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,-(lima ribu rupiah)," baca JPU dalam amar tuntutan, Selasa (17/3) saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Terhadap tuntutan itu, Penasehat Hukum (PH) terdakwa dari Dipo Septiawan, SH.,MH Partners dari Universe Trust Lawfirm, kepada majelis hakim yang diketuai hakim Marta Napitupulu, kemudian meminta di agenda sidang berikutnya untuk melakukan pembacaan pembelaan (pledoi) terhadap terdakwa dan mejelis hakim mengabulkannya.

Sebagaimana diuraikan dalam dakwaan JPU sebelumnya, pada hari Sabtu tanggal 2 November 2019 sekira pukul 05.00 Wib, terdakwa bersama temannya Selvia Laura dan Masruchan menuju ke parkiran Nomad Bar and Resto Harbour Bay dengan menggunakan 1(satu) unit mobil Nissan Juke dengan Nomor Polisi BP 1916 AM warna hitam miliknya Selvia Laura.

Mobil itu dikemudikan oleh Masruchan dengan tujuan untuk menjemput mobil miliknya yang terparkir di Nomad Bar and Resto Harbour Bay dengan posisi Selvia Laura duduk di kursi penumpang samping pengemudi, sedangkan terdakwa duduk dikursi penumpang bagian belakang mobil.

Sesampainya di parkiran Nomad Bar and Resto Harbour, Masruchan keluar dari mobil Selvia Laura kemudian meninggalkan terdakwa dan Selvia Laura.

Karena Selvia Laura mengatakan dirinya mengantuk, terdakwa lalu menawarkan diri untuk membawa mobil tersebut.

Pada saat terdakwa mengendarai mobil dan melintas berjalan di dekat Apartemen Bayerina menuju ke arah pintu keluar Harbour Bay, mobil yang dikemudi terdakwa mengalami lepas kendali.

Terdakwa salah menekan mengira rem ternyata pedal gas akibatnya mobil yang dikemudikannya menabrak pembatas jalan dan melompat ke seberang jalan lalu menabrak pejalan kaki yaitu saksi A TJU yang saat itu sedang berolahraga pagi (jogging).

Akibat kejadian itu, A Tju mengalami cidera luka robek di pelipis bagian kanan dengan ukuran panjang 3 cm dan lebar 1 cm, luka robek di bibir bagian dalam dengan ukuran panjang 2,5 cm dan lebar 1cm dan  luka robek dan patah tulang hidung.

Dalam hal ini, pihak korban dan pihak terdakwa juga sudah ada perdamaian,  yang mana pihak terdakwa sudah memberikan ke  pihak korban sebesar Rp.60 juta sebagai pengganti biaya perobatan, dan hal itu dibenarkan oleh pihak korban saat memberikan kesaksian di persidangan. (Ag)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.