Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Foto saat polisi melakukan penggerebekan salah satu lokasi Gelper di bilangan Nagoya, Batam beberapa waktu lalu

Dinamika Kepri, Batam - Jika anda warga Batam yang gemar menghabiskan waktu bermain di arena Gelangang Permainan (Gelper) Elektonik untuk mencoba peruntungan, tentu tidak akan sulit bagaimana cara menukarkan hadiah permainan ke uang. 


Akan tetapi jika anda masih pemula, tentu pasti akan mengalami kesulitan, namun jangan khawatir, pasti akan ada yang akan mengarahkan di mana tempat penukarannya, bisa dibilang itu pelayanan untuk jaga pelanggan.


Dalam artikel ini, kita tidak membahas soal perizinannya, akan tetapi di sini membahas bagaimana cara dan trik pengusaha Gelper menghindari kesan praktek judi pada usahanya.


Adapun trik yang dilakukan antara lain:

  1. Mesin permainan menggunakan coin.
  2. Cansel kemenangan akan diberikan ada yang berupa Cart dan ada yang berupa kupon.
  3. Cart atau kupon, kemudian ditukarkan di meja kasir.
  4. Kemudian kasir memberikan hadiah berupa barang sesuai nilai Cart atau kupon yang ditukarkan.
  5. Hadiah yang diberikan bisa rokok atau berupa Hand phone.
  6. Kemudian untuk menukarkan hadiah ke uang, penukaran dilakukan di luar lokasi Gelper. Biasanya jarak tempat penukaran hadiah bisa 50 sampai 100 meter dari lokasi Gelper.
  7. Berapa pun hadiah barang yang ditukarkan, pasti akan dibayar.
  8. Kemudian, hadiah barang yang ditukarkan itu dikumpulkan oleh yang mengaku pengepulnya, dan malam atau esoknya, hadiah barang itu akan kembali lagi ke meja kasir. Begitulah seterusnya berputar-putar seperti gasing.


Trik di atas rata-rata digunakan oleh pihak pengusaha lokasi Gelper untuk menghindari kesan praktek judi. 


Namun ada juga sebagian lokasi Gelper yang tidak memakai salah satu trik di atas alias praktis yakni dengan tidak menggunakan coin, karena Gelper yang menggunakan coin biaya operasinya lebih besar dibanding yang tidak memakai coin, karena yang memakai coin akan lebih banyak mempekerjakan orang dibandingkan yang tidak menggunakan coin. Itu saja perbedaannya, untuk trik yang lainnya, cara kerjanya semua sama.


Tidak tahu siapa yang menciptakan trik-trik tersebut, dan memnag terbukti trik itu sangat ampuh dan mampu membuat Gelper bisa bertahan tetap buka sepanjang masa bahkan terus tumbuh menjamur di setiap sudut Kota Batam.


Trik di atas sangat tidak praktis dan menyita waktu, akan tetapi jika tidak melakukannya, atau melakukan cara praktis dengan cara cash money di tempat, tentu akan terlihat sangat vulgar praktek judinya. Begitulah trik di dunia perkeliruan. (*)

Menjelang hari 'H' di momen pemilihan kepala daerah, tentu membuat siapa saja akan merasa berdebar-debar
Ilustrasi Pilkada serentak 2020. (Foto: Antara)

Dinamika Kepri, Batam - Menjelang hari 'H' di momen pemilihan kepala daerah, tentu membuat siapa saja akan merasa berdebar-debar. Tak hanya bagi Paslon itu sendiri, tim sukses dan pendukung maupun arus bawah serta pendukung yang sudah berakar rumput, tentunya juga akan merasakan hal demikian.


Bagi pemilih yang jagoannya menang, tentu akan merasakan kesenangan tersendiri, meski sang jagoan yang dipilih tak pernah mengenal rupa dan wajah si pemilih.


Dewasa ini, para pemilih sudah cerdas. Apalagi di zaman millenial saat ini, tentu sudah makin canggih. Pemilih tak lagi bisa diarahkan atau diprovokasi agar memilih pasangan tertentu. Artinya jejak rekam yang akan dipilih, semua bisa diketahui dari internet, sehingga sangat kecil kemungkinannya jika si pemilih akan salah memilih pilihannya.



Selama masa kampanye berlansung, kita ketahui mungkin ada sesama pendukung Palosn yang saling menjatuhkan, baik itu di media sosial maupun dari lisan di lapangan. Namun untuk memilih pemimpin yang benar-benar menurut kita sesuai harapan dan peduli dengan masyarakat, tentu kita tidak terpengaruh dengan hal semacam itu.


Setiap orang punya penilaian dan menentukan pilihannya sendiri tanpa harus terpengaruh dengan hal-hal yang bisa mempengaruhi, sebab pemilih yang terpengaruh suasana dan salah memilih tentu akan merasa menyesal di kemudian hari.


Pada intinya, semua Paslon itu layak untuk terpilih, kuncinya tinggal dari pemilihnya, apakah yang dipilihnya itu sesuai dengan harapannya. Maka dari itu, kita harus menentukan pilihan menurut hati nurani kita sendiri, bukan karena ajakan atau dari pengaruh dari apapun.


Jadilah pemilih yang cerdas. Hak memilih adalah hak azasi setiap orang warga negara indonesia yang dilindungi oleh undang-undang yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Kita bebas memilih Paslon menurut hati nurani kita masing-masing. 


Kalah menang itu biasa dan harus diterima di dalam berdemokrasi, karena dalam kompetisi, harus ada yang kalah dan ada yang menang. 


Jika seandainya yang kita pilih nantinya kalah, kita harus menerima dengan lapang dada. Begitu juga dengan pihak yang pilihannya menang, baiknya tidak perlu melakukan uforia yang berlebihan, karena bagaimanapun, ada perasaan yang harus dijaga demi terciptanya suasana aman dan kondusif.


Siapapun yang terpilih nantinya, itu adalah pilihan Tuhan Yang Maha Esa melalui kita dari para pemilih, dan kita harus menerimanya yang pada akhirnya adalah pilihan bersama. 


Kita pemilih hanya bisa berharap sesuai keinganan, akan tetapi Tuhanlah yang menentukan. Bagi Paslon yang terpilih, jadilah pelayan masyarakat yang adil dan bukan untuk dilayani. Tunaikan janji-janji yang pernah terucap.


Begitu juga dengan Paslon yang tidak terpilih, jangan berkecil hati. Hidup ini masih panjang dan juga masih banyak pengharapan. Semoga di Pilkada berikutnya bisa menang.


Untuk kita pemilih, jangan lupa tanggal 9 Desember 2020 untuk melakukan pemilihan serentak. Mari kita datang ke TPS masing-masing untuk memilih. Tentukan pilihan menurut hati nurani, dan jangan lupa tetap mematuhi protokol kesehatan. (*)

Ilustrasi warna abu-abu.

Dinamika Kepri, Batam - Kita sering mendengar kata Bisnis Abu-abu. Kata bisnis berasal dari kata business (bahasa inggris=red).


Kata tersebut di indonesia merupakan kata merujuk pada pengembangan di bidang usaha. Sedangkan kata abu-abu adalah merupakan kata dari suatu warna.


Abu-abu adalah warna pencampuran antara hitam dan putih. Dilansir Wikipedia bahasa indonesia, abu-abu sebenarnya bukanlah warna, seperti juga hitam dan putih. Abu-abu hanyalah tingkat itensitas warna jika diterjemahkan dalam komposisi hitam-putih.


Kata bisnis dan abu-abu, bila dipisahkan kata perkata, akan memiliki pengertian masing-masing, namun jika kedua kata tersebut digabungkan, maka pengertiannya akan merujuk kepada arti ketidakpastian.


Lalu apa artinya bisnis abu-abu?


Bisnis abu-abu adalah suatu usaha atau bisnis yang dilakukan orang atau perorangan dengan cara antara legal maupun ilegal. 


Bisnis abu-abu adalah usaha yang memiliki legalitas, namun pada yang prakteknya dijalankan tidak sesuai aturan legalitas usaha. (Ag)

Ilustrasi pinjam uang. (F/koinworks.com).

Dinamika Kepri, Batam - Berurusan soal uang memang sangat sensitif. Bukan rahasia umum bahwa saat ini banyak orang yang marah ketika hutangnya ditagih. Ya, pengutang lebih galak dari penagih. Bahkan yang menagih dibuat seperti pengemis. Terkesan aneh, sepertinya hukum alam telah terbalik.

Harusnya, jika pengutang belum dapat mengembalikan pinjamanya, pengutang mestinya meminta maaf ke penagih agar diberikan kelonggaran. Tetapi saat ini tidak, yang mengutang malah lebih galak ditambah lagi sumpah serapahnya. Ingatlah, orang yang marah ketika ditagih utangnya itu karena memang tidak niatnya ada untuk mengembalikannya.

Berbagai alasan akan dikatakan si pengutang supaya hutangnya tidak dibayar. Sadis memang, padahal waktu datang meminjam, begitu sedih dan dramatisnya sekan hari esok akan kiamat

Si pengutang akan memohon sedih supaya diberikan pinjaman, bahkan tak jarang sampai keluar air mata. Namun giliran saat ditagih, si pengutang malah berlagak seperti juragan empang, marah-marah tak tentu arah. Penagih dibuat seperti pengemis, padahal yang menagih datang untuk meminta haknya.

Tapi itu masih mendingan, walaupun galaknya melebihi dari penaggih, tapi yang ngutang bisa ditemui. Bagaimana kalau si pengutang kabur meninggalkan hutangnya? Nah ini yang lebih para, itu namanya sudah masuk kategori si raja tega dan tidak layak ditiru.

Kendatipun si pemberi hutang ada yang mengiklaskannya, namun ingatlah, si pengutang yang kabur  akan mengingat kesalahannya sepanjang hidupnya. Hidupnya tidak akan pernah tenang. Ia akan selalu merasa bersalah dan dikejar bayangan sampai umur hayatnya.

Ngutang ke tetangga, teman atau kekerabat mungkin bisa saja tidak mengembalikan atau kabur karena tidak ada jaminannya. Namun harus diingat, Tuhan tidak pernah tidur, karena karma tetap berjalan sesuai perbuatan. Tanam jagung pasti panen jagung tak mungkin panen padi.

Zaman berubah maka ahklat dan sifat kemanusiaan pun terasa ikut berubah. Zaman ini zaman now . Semuanya berubah. Menghalakan segela cara tanpa memikirkan orang lain.

Jangankan untuk mengembalikan yang dipinjam, kabur meninggalkan hutang, mencuri hak orang lain dan korupsi pun dilakukan sebagian orang.

Perlu diketahui, orang memberikan pinjaman bukan karena banyak uang, akan tetapi karena ada rasa kemanusiannya untuk menolong dan merasa bagaimana jika posisi itu di posisinya. Namun kebaikan banyak disalah artikan.

Saat menerima pinjaman uang dari tetangga, teman atau kekerabat, tentu si pengutang tidak tahu itu uang apa. Karena mungkin saja uang itu persedian si pemberi satu bulan ke depan untuk keperluan beli susu anak, bayar listrik atau beli berasnya.

Nah, bagaimana jika tidak dikembalikan? Apakah pernah berpikir ke arah itu? Sungguh sadislah orang yang tidak membayar hutangnya dan orang itu akan menerima upah dari dosanya.

Lalu bagaiamana memberikan pinjaman dengan aman? Kendatipun memberi atas rasa kemanusiaan tanpa riba, dan seberapapun yang dipinjamkan bahkan siapapun orangnya, baiknya dibuat sifat mengikat dengan pernjanjian tertulis hitam di atas putih bermaterai Rp 6.000 sebagai bukti tujuan untuk antisipasi kalau-kalau sipengutang tidak mau mengembalikan hutangnya agar bisa dipidanakan.

Nah, mengapa waktu meminjam si pengutang memohon dan saat ditagih galak marah-marah? Itu karena tidak ada perjanjian tetulis antara kedua belah pihak. Si pengutang tahu, jika pun ia akan dilaporkan, tentunya tidak cukup bukti untuk menjebloskannya ke penjara.

Pertanyaannya, lantas bagaimana dengan orang yang kabur meninggalkan hutangnya? Jawabnya singkat, walau berat rasanya, pasrah saja, biarlah Tuhan yang berurusan dengannya.

[Surat dari pembaca].

Ilustrasi (F/suaramuslim.net)

Meski Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) masih lama yakni akan digelar pada 23 September 2020 mendatang, namun suhu politik di Kota Batam saat ini begitu sangat terasa panas, seakan pemilihan akan dilakukan minggu depan.

“KPU provinsi, kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan gubernur, bupati, dan walikota tahun 2020 sebanyak 270 daerah, dengan rincian sembilan pemlihan gubernur, 224 pemilihan bupati, dan 37 pemilihan walikota,” kata Ketua KPU Arief Budiman dalam rapat di ruang Komisi II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2019) lalu, dikutip dari laman otda.kemendagri.go.id.

Adapun kandidat potensial yang akan maju menuju Batam satu sebagaimana dilansir dilaman wikipedia.org diantaranya, Ketua DPD Partai NasDem Kota Batam Amsakar Achmad yang juga Wakil Wali Kota Batam periode 2016-2021, Mantan Kepala BP Batam periode 2011-2019 dan Mantan Wakil Menteri PPN Indonesia periode 2011-2014 Lukita Dinarsyah Tuwo, Direktur Utama Batam Pos dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kepulauan Riau Candra Ibrahim, Politisi Partai Solidaritas Indonesia Rian Ernest, Politisi Partai Demokrat yang juga Anggota DPRD Kota Batam periode 2009-2019 Helmy Hemilton, dan Tokoh Melayu Zukriansyah Zulkarnain.

Di id.wikipedia.org juga dicantumkan, Walikota petahana, Muhammad Rudi tidak dapat mencalonkan kembali dalam pemilihan kali ini dikarenakan telah menjabat selama dua periode.

Harus diakui, di mana setiap menjelang Pilkada atau Pemilukada maupun Pilpres, suhu politik di indonesia memang selalu memanas. Berbagai upaya diduga akan dilakukan tim lawan politik untuk menjatuhkan rivalnya untuk mendulang suara, dan itu bukan lagi rahasia umum saat ini.

Dalam moment jelang Pilkada biasanya prestasi kinerja maupun kesalahan petahana yang mungkin ada di saat menjabat, akan menjadi trending topik pembahasan baik di media pemberitaan maupun di media sosial, sama halnya seperti di Kota Batam.

Tim pengusung Paslon harusnya menjabarkan apa saja prestasi yang telah dilakukan Paslon yang diusungnya ke masyarakat ketimbang harus mempersoalkan kinerja dari petahana.

Kita tahu sebagai manusia, tentu tidak luput dari kesalahaan, baik itu kesalahan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Artinya jika pun ada kesalahan, janganlah itu dibuat menjadi senjata untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Agar hasilnya baik, berpolitiklah dengan santun, baik dan tidak menyakiti hati siapapun, karena Pilkada adalah merupakan pesta rakyat memilih pemimpin. Bukan memilih karena ada kepentingan maupun tekanan (intervensi) dari siapapun, karena ending dari pemimpin yang terpilih bertujuan untuk mengayomi seluruh rakyat bukan untuk memimpin suatu kelompok atau golongan tertentu.

Maka dari itu, siapapun itu, tim yang mengusung suatu Paslon harus memberikan edukasi kepada masyarakat agar hasilnya baik. Dan yang menjadi catatan penting yang perlu diingatkan, baiknya tidak mencampurkan hal-hal yang menyangkut sara, rasis maupun etnis suku bangsa dalam berpolitik, tujuannya agar kondisi Batam tetap aman, damai dan tentram untuk menuju Batam yang lebih baik.

Penulis: Agus Budi Tambunan.

Foto saat polisi melakukan penggerebekan Gelper di bilangan Nagoya, Batam beberapa waktu lalu.

Dinamika Kepri, Batam - Setelah beberapa hari tutup total, kini terpantau arena Gelanggang Permainan (Gelper) Ketangkasan Elektronik di Kota Batam buka lagi khususnya di sekitaran Nagoya, Rabu (6/11/2019).

Sebelumnya pada hari Sabtu malam tanggal 2 November 2019 lalu, terlihat seluruh Gelper di Kota Batam tutup total.

Hal itu terjadi diduga lantaran adanya seseorang yang bernama Herman telah menjadi korban penusukan terkait Gelper hingga korban menjalani perawatan di RS Budi Kemuliaan, Batam.

Pantuan awak media ini pada Rabu malam tanggal 6 November 2019 di sekitaran Nagoya, Batam, Kepri, terlihat lokasi parkiran di setiap lokasi Gelper tampak penuh sesak dengan kendaraan yang terparkir.

Banyaknya kendaraan motor tersebut menunjukan bahwa suasana malam di Batam kembali bergairah dan bersemi dengan bukanya arena Gelper.

Lampu warni-warni  di pintu masuk Gelper terlihat kelap-kelip bak mirip lampu di warung remang-remang dengan pintu kaca dihiasi gambar Pokemon, Naruto dan gambar tokoh gambar kartun lainnya

Padatnya pengunjung tentunya membuat sipengelola Gelper akan meraup keuntungan yang besar tanpa memikirkan dampaknya terhadap masyarakat.

Saat ini, akibat bukanya Gelper, terdekteksi banyak kaum bapak yang lupa pulang karena asyiknya bermain Gelper, dan tak sadar karena asyiknya, uang dalam dompetnya habis tidak terasa, kesannya seakan tak perduli keluarga yang setia menunggunya di rumah. Bagaimana tidak, Gelper buka sampai pagi.

Saat main mengharap peruntungannya, para pemain Gelper terlihat mengeluarkan uangnya dari dompet seperti tak berseri. Isi! begitu teriaknya ke wasit, namun setelah uangnya habis, wajahnya terlihat seperti minta dikasihani.

Sebelumnya pada 8 Oktober 2019 yang lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam pernah meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk menutup Gelper, namun sampai saat ini tidak ada realisasinya.

Selain itu, anggota DPRD Kota Batam juga sepakat dan mendukung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam tentang permintaannya kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk menutup Gelanggang Permainan (Gelper) secara permanen di Batam. Ya, sepakat dan mendukung, namun tidak terlihat ada langkah upaya untuk menutupnya. (Ag)

Foto: Lokasi Gelper berizin di salah satu Mall di Batam.

Dinamika Kepri, Batam  – Gelanggang Permainan (Gelper) Elektonik kini kian marak di Batam. Ada yang melakukannya di kawasan pertokoan, Mall, Hotel maupun di kawasan pemukiman warga. Bisnis usaha Gelper saat ini di Batam sepertinya memberikan prospek baik untuk berinvestasi.

Dari penelusuran awak media ini, kini arena Gelper di Batam menjamur bak cendawan di hujan. Dari Kota hingga ke pemukiman warga, arena Gelper bisa dengan mudah ditemukan.

Izin Gelper ini sendiri dikeluarkan oleh pemerintah Kota Batam melalui BPM-PTSP. Meski izin untuk permainan anak, namun walau pada prateknya sebagian tidaklah demikian.

Jam operasi Gelper juga berbeda-beda. Meski aturannya sudah jelas, pada kenyataannya tidak semua pengusaha Gelper yang menaatinya, sebab ada sebagian juga lokasi Gelper yang buka sampai 24 jam.

Di sekitaran Nagoya Batam, saat ini terhitung ada puluhan lokasi Gelper yang beroperasi. Tak hanya di sekitar pertokoan dan mall-mall saja, arena Gelper juga dapat ditemukan di sebagian hotel-hotel.

Dalam artikel ini kita tidak membahas indikasi unsur judinya, yang kita jabarkan adalah bagaimana supaya Gelper tersebut supaya benar-benar dapat memberikan kontribusi besar dalam hal peningkatan pajak kepada pemerintah Kota Batam.

Ya, usaha Gelper harusnya ditata dengan baik agar tidak buka tutup, dan persaingan dalam berusaha antar sesama pengusahanya tetap sehat agar tidak menimbulkan dampak sosial di tengah masyarakat maupun mempengaruhi kepariwisataan Kota Batam.

Dalam pengawasannya, harusnya jika ada lokasi Gelper yang buka tanpa izin harus ditutup segera, karena jika tetap dibiarkan, itu akan berdampak merugikan bagi pengusaha Gelper yang memiliki izin usaha.

Satu yang paling soroti awak media ini ialah mengenai mesin-mensin game yang beroperasi setiap di arena Gelper.

Tidak tahu apakah mesin-mesin Gelper itu terdaftar di BPM-PTSP Kota Batam, sebab di salah satu lokasi Gelper di sekitaran Nagoya, terlihat pengelolanya kerap mengonta-ganti jenis mesin game seenak perutnya. Mesin game selalu diganti sesuai permainan yang diminati para pemain.

Selain itu, dalam sistem pembelian koin di setiap lokasi Gelper juga berbeda-beda alias tidak seragam meski izinnya dikeluarkan dari intansi yang sama, di mana ada yang menjual Rp 1000 hingga Rp 2000 perkoinnya, bahkan ada yang juga tidak memakai koin sama sekali.

Selain itu, terpantau bahwa sekarang ini sistem penukaran hadiah di setiap Gelper juga sudah sangat safety. Artinya delik judinya tidak lagi terlihat menyolok seperti dari sebelumnya. Penukaran hadiah sudah jauh dari lokasi Gelper.

Mengenai soal ramainya pengunjung Gelper, itu ditentukan oleh sistem dari pengelolanya itu sendiri. Artinya mesin makin dikunci, maka pengunjung akan makin sepi.

Bagi pemain Gelper juga ada istilah dengan menyebutkan, “ meja makan atau meja puja sera,” yang artinya di Gelper itu tidak ada balancenya, berapapun koin yang dimasukan para pemain ke mesin permainan, semua ditelannya mesin tampa ada ampun. Biasanya lokasi Geper yang seperti itu, sepi pengunjung.

Selain itu, saat ini juga sering terhendus isu jika setiap mesin Gelper bisa diremot oleh pengelolannya bagaimana supaya pemainnya kalah. Ya, begitulah isunya, namun sampai saat ini belum dapat dipastikan soal kebenarannya.

Di Bulan suci ramadhan ini, terpantau Gelper di Batam tutup jam 2 pagi, kecuali di hotel-hotel informasinya masih tetap buka 24 jam.

Nah, jika anda ingin bermain Gelper atau sekedar menghabiskan waktu senggang di Batam, tips amannya ialah bermainlah di lokasi Gelper yang memiliki izin, sebab jika anda bermain game di tempat tidak berizin, kemunkinanya saat asyik bermain bisa saja terkena razia dan mengganggu kenyamanan anda.

Sedangkan ciri untuk mengenali lokasi Gelper yang berizin sangatlah mudah. Cukup melihat lokasinya. Jika lokasinya di tengah kota, bisa dipastikan lokasi gelper itu ada izinnya, bila perlu tanyakan langsung kepada pengelolanya.

Mengakhiri, mengenai soal kalah menang, itu adalah konsekwensi permainan, dan jangan berharap untuk menang, sebab mesinnya dinyalakan pakai listrik dan bayar pajak. Selain itu wasitnya juga cantik-cantik yang pastinya bisa membuat anda betah. (Ag)

Suasana penggerebekan saat dilakukan polisi di salah satu lokasi Gelper di bilangan Nagoya, Batam beberapa waktu lalu.

Dinamika Kepri, Batam - Judi di Gelangang Permainan (Gelper) Elektronik/mikanik, ternyata juga salah satu mesin terunggul untuk menciptakan orang menjadi tahanan, terdakwa ataupun terpidana masuk penjara di Kota Batam.

Tak tanggung, sekali sidang terdakwanya paling sedikit 8 orang. Jadi tak heran, jika saat sidang Gelper digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, ramainya terdakwa membuat suasana sidang seperti di suasana pasar.

Yang paling parahnya lagi, semua yang diadili hanya pekerja dan pemain Gelper saja. Tak pernah sekalipun bos pemilik Gelper yang diadili.

Mungkin di saat penggerebekan, bosnya lagi di luar kota atau mungkin juga sedang diluar negeri. Walau demikian, para cukong Gelper itu, tetap dijadikan petugas sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Melihat banyaknya para terdakwa judi Gelper di setiap sidang, hakim PN Batam juga pernah menyampaikan pesan kepada saksi penangkap agar Gelper di Batam segera ditutup.

"Kepada saudara saksi penangkap, mohon sampaikan pesan saya kepada pimpinan anda, saya mewakili dari PN Batam, meminta agar Gelper di Batam ditutup saja. Malu kita, tolong ya disampaikan kepada pimpinannya, terima kasih," kata hakim Taufik Abdulah waktu itu.

Kembali ke para terdakwa, meski telah banyak yang diadili karena ketahuan melakukan praktek judi di lokasi Gelper, namun tidak ada pihak manapun yang memperhatikan dari sisi dampak sosial yang ditimbulkan bagi para terdakwanya.

Menilik dari sisi sudut pandang yang berbeda, para terdakwa yang diadili itu hanyalah korban dari ketidak adanya tanggung jawab dari sang pengusahanya.

Mereka hanya pekerja yang digaji demi sesuap nasi untuk menghidupi dirinya maupun untuk menghidupi keluargannya, namun apalah daya, diduga karena ketidaktahuannya, berakhir ke dalam penjara.

Para pekerja Gelper seperti kasir dan wasit biasanya adalah para wanita muda, bahkan dari antara mereka juga kebanyakan ibu rumah tangga yang turut serta membantu perekonomian keluarga, begitu katanya.

Dalam pengakuannya saat sidang mengatakan, mereka mengatakan sama sekali tidak mengetahui, jika di tempatnya bekerja itu ada praktek judinya. Tahunya mereka kerja, dapat upah dan memastikan anak-anaknya di rumah bisa makan.

Apalagi mereka yang bekerja sebagai kasir dan wasit itu adalah wanita, dari penelusuran awak media ini, para kasir dan wasit Gelper itu mengaku kebanyakan para kaum janda.

Ya, katanya mereka rela kerja sampai subuh demi untuk menghidupi anak-anaknya, dan tak bisa dibayangkan bagaimana kehidupan anak-anaknya di rumah jika ibunya dijebloskan ke penjara.

Ilustrasinya, ibarat suatu kapal di tengah laut, kasir dan wasit itu bekerja tekun, displin sesuai aturan sang dari kapten. Mereka bekerja giat, namun tidak tahu kalau kapal yang mereka naiki itu adalah kapal perompak (bajak laut) yang sesewaktu bisa saja ditangkap oleh petugas penjaga laut.

Pantuan awak media ini pada sidang-sidang Gelper di PN Batam, saat pemeriksaan terdakwa, hakim kerap menanyakan izin usaha Gelper. Biasanya yang bisa menjawab itu manager Gelper yang jadi terdakwa.

Menurut pengakuan manager Gelper, ada izinnya, tapi izin yang dikeluarkan pemerintah Kota Batam itu katanya adalah untuk permainan anak dan keluarga, bukan izin untuk perjudian.

Dan mirisnya lagi, saat sidang Gelper Hokki Bear Game, hakim juga mempertanyakan tentang izin judi ke terdakwa. Kesannya, pertanyaan yang dilontarkan hakim ke terdakwa, menggiring seakan-akan izin judi bisa diurus.

Kembali ke pantuan, Gelper yang buka di Batam, sama-sama mengakui mengatongi izin permainan anak dan keluarga, hanya saja prakteknya diduga disalahgunakan.

Katanya punya izin permainan anak dan keluarga, tapi hadiahnya rokok. Ya, hadiah rokok ditukar ke uang, begitu prakteknya. Dan itu juga dibenarkan salah seorang terdakwa manager Gelper yang beroperasi di bilangan Mall Lytech, Bengkong sebelumnya, di mana saat sidangnya, kepada hakim ia mengakui bahwa hadiah rokok yang berikan ke pemain itu, hanyalah modus untuk mengalubui petugas.

Selama Gelper marak buka sejak tahun 2018 di Batam, terhitung sudah banyak orang masuk ke penjara, sementara Big bosnya tak pernah disidangkan.

Para pekerja jadi korban, untungnya buat pengusaha dan tak pernah memikirkan dampaknya, karena si pengusaha Gelper tahu, orang-orang yang di penjara karena usahanya itu, nantinya juga akan diberi makan oleh negara. 

Dari begitu banyak sidang Gelper di PN Batam, tak pernah ada bosnya yang disidangkan, dan itu juga pernah dipertanyakan hakim saat sidang.

Selain itu, bukanya Gelper di Batam saat ini, juga tengah menjadi polemik di tengah masyarakat. Ada yang mendukung dan ada yang menolak (prokontra=red).

Yang mendukung mengatakan, tidak ada salahnya Gelper tetap buka asalkan sesuai dengan izinnya. Katanya, dengan adanya Gelper, setidaknya bisa mengurangi pengangguran serta juga dapat meningkatkan perekonomian Batam.

Begitu juga sebaliknya, yang menolak mengatakan, Gelper harus ditutup karena telah banyak membuat orang korban jatuh miskin dan masuk penjara.

Artinya dengan adanya prokontra itu ditengah masyarakat Batam, tinggal bagaimana pemerintah Kota Batam untuk menyikapinya, karena izin untuk permainan anak dan keluarga itu, dikeluarkan oleh pemerintah Kota Batam.

Apakah menunggu sampai banyak korban jatuh, atau menunggu sampai Lapas Tembesi Batam over load menampung tahanan dari kasus Gelper? tidak tahu juga, karena itu adalah kewenangan dan kebijakan daripada Pemko Batam, baik untuk mengizinkan maupun untuk menutupnya. Kita sebagai masyarakat, tentunya hanya bisa menyuarakan, melihat dan menyimak saja.(Ag)

Suasana Gelper di sekitaran Nagoya usai dirazia polisi beberapa waktu lalu.

Dinamika Kepri, Batam - Parah, kecanduan para penikmat judi ketangkasan di Gelanggang Permainan (Gelper) di Kota Batam saat ini tampaknya tidak bisa diredam lagi.

Bagi pemain, bukan hanya uang di sakunya yang dihabiskan, HP, sepeda motor dan mobil bahkan rumah, juga kerap ikut tergadaikan asalkan setiap hari bisa bermain Gelper dengan harapan kekalahan kemarin bisa kembali.

Namun bukannya menang, malah kehancuran yang datang. Dan tak jarang pula, para pemain juga ada yang mati dan kesirupan saat bermain di lokasi Gelper.

Kata mereka yang sudah lama melanglang buana di dunia perjudian Gelper, manusia tak akan pernah bisa menang melawan mesin Gelper yang sudah diprogram oleh si pengusaha.

Analoginya, jika manusia mampu mesin yang diprogram komputer, tak akan mungkin si pengusaha mau habis-habisan untuk mengurus izinnya.

Saat ini, puluhan titik judi ketangkasan Gelper bertebaran di Kota Batam. Dahulu targetnya Gelper itu dibuka yakni untuk meningkatkan kepariwisataan di Batam dengan sasaran para pelancong dari Singapura dan Malaysia.

Ya begitu tujuannya, namun pada realitanya bukan itu yang terjadi. Pantuan awak media ini, para pemain judi di setiap lokasi Gelper terlihat bukanlah pelancong dari Singapura maupun dari Malaysia, akan tetapi 90 persentnya adalah warga indonesia, khususnya masyarakat Batam.

Dengan bukanya judi Gelper di Batam, bukan hanya para pemainnya yang jadi korban. Para pekerja wasit dan kasir Gelper juga sudah banyak menjadi korban masuk ke penjara.

Dan yang paling parahnya lagi, para pengusahanya sama sekali tak pernah ada yang ditangkap. Anak buahnya masuk penjara, tetapi si pengusaha malah bebas berkeliaran, seakan hukum di negara ini tidak mampu untuk menindak mereka.

Melihat banyaknya orang masuk penjara karena Gelper, Taufik Nenggolan salah satu Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam sebelumnya saat menggelar sidang terdakwa judi Gelper, kepada saksi penangkap pernah meminta agar petugas kepolisian bisa segera menutup aktivitas judi Gelper di Batam.

Dari sisi dampak sosial, bukanya Gelper ini potensinya telah merusak ahklak para penikmatnya, karena dari sebagian pemainnya terlihat tidak lagi begitu perduli dengan kehidupan rumah tangganya. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu 24 jam bermain judi di Gelper ketimbang bersama keluarga.

Dengan bukanya Gelper di Batam saat ini diduga seperti ingin melakukan kemunduran peradaban terhadap generasi bangsa ini, karena dengan bukanya judi Gelper, banyak para orang tua tidak lagi mau memperdulikan kehidupan anak-anaknya. Dan tak heran jika saat ini banyak anak-anak di sekitaran Nagoya yang dimamfaatkan orang tuanya sebagai penjual koran maupun dijadikan pengemis jalanan.

Di tengah sulitnya perekonomian Batam saat ini, para pemain Gelper juga sebagaiannya banyak mengantungkan hidupnnya di lokasi Gelper.

Biasanya dengan modal pas-pasan mereka akan bermain dengan mengantung meja bandar dengan berharap meja yang digantungnya itu dapat diberikan kepada pemain lain, dan jika menang ia mendapatkan bagian.

Akibat seringnya pemain menggantung meja bandar, keributan antara pengawas Gelper dan pemain lainnya juga kerap terjadi.

Tak hanya itu, pengunjung yang mabuk minuman juga kerap membuat keributan di lokasi Gelper. Dan parahnya lagi ada juga yang mencoba memalsukan tiket penukaran hadiah ke rokok.

Kini kecanduan penjudi di Gelper di Batam diduga sudah memasuki ke tingkat stadium akhir, HP, sepeda motor dan mobil bahkan rumah, juga ikut tergadaikan asalkan bisa ikut bermain judi Gelper. Menang ketagihan, kalah penasaran, tidak ada ujungnya .(Ag)

Basuki Tjahaja Purnama.
Jakarta, Dinamika Kepri - Surat dari pembaca, Gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jelas sangat berbeda dengan cara-cara penjabat Gubernur lainnya di Indonesia baik saat melayani masyarakat.

Selain anti Korupsi, ia juga sangat tegas bahkan akibat ketegasannya ia dianggap sebagai manusia tempra mental dimana kata-katanya juga disebut sangat kasar. Bagaimana tidak ia kasar karena yang dimakinya adalah rata-rata orang bawahannya yang bermasalah kinerja buruk dan terindikasi korupsi.

Banyak yang sudah dipecatnya, akibatnya banyak pula yang tidak senang padanya. Selain dianggap Kafir oleh para penghuni surga, ia juga dituduh telah melakukan penistaan agama.

Berbagai cara dilakukan sepihak orang untuk menyingkirkan Ahok dari Jabatannya, Baik dari pencalonan Cagub DKI maupun menyerang dia dari sudut agama dan ke minoritasannya sebagai keturunan Tionghoa di indonesia.

Bermacam tuduhan dituduhkan padanya yakni dari mulai tuduhan Korupsi pengadahan lahan RS Sumber Waras, Reklamasi Pantai dan sebagainya, alhasil tuduhan-tuduhan untuk menjegal itu selalu gagal maning hingga membuat para rivalnya selalu dengan gigit jari.

Di moment Pilkada DKI ini, selain menjadi terdakwa dalam dugaan penistaan agama, Ia juga sudah aktif di Balai kota sebagai Gubernur. Senin (17/4/2017). Inilah yang membuat orang-orang di kubu rivalnya menjadi tidak terima.

Dan paling bedanya kepemimpinan Ahok dengan pejabat lainnya ialah kesedian waktunya setiap pagi untuk melayani masyarakat sebelum masuk ruang kerjanya.

Satu persatu masyarakat dilayaninya, semua keluh kesah masyarakat ditampung dan diberikan solusinya. Itu bedanya Ahok. Tidak seperti Walikota, Bupati dan Gubernur di dearah lainnya, merasa sok hebat, masuk kerja dari pintu belakang agar tidak di susahkan masyarakatnya.

Dan yang paling parahnya lagi saat ditanya  ajudan selalu menjawab, " Maaf bapak sedang rapat, Maaf Bapak sedang tidak ditempat, Maaf bapak sedang keluar kota dan maaf  Bapak sedang gituan dengan stafnya di dalam gak boleh diganggu."

Beda denga Ahok, kapan saja waktunya selalu ada,  itu yang tidak mampu ditiru oleh pejabat lainnya di indonesia ini. Ahok juga pernah mengatakan  dirinya sebagai Gubernur bukanlah duduk sebagai pimpinan melainkan sebagai pelayan masyarakat yang mengadimistrasikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.[*]

Editor : Agus Budi T


Batam, Dinamika Kepri - Langit gelap menghiasi atap masjid kampung Agas, Tanjung Uma, dibalut sunyinya malam itu, Kamis (19/1/2017) malam.

Langit mendung seakan menangisi saat peristiwa gusuran yang dilakukan oleh serdadu bayaran pengusaha. Sementara informasinya proses PTUN masih sedang berjalan untuk membuktikan kebenaran!

Marah, kesal, atau benci bercampur menjadi satu dalam dada warga terdampak gusuran revitalisasi yang dicanangkan Pembangunan investasi ditanah seluas 3 Hektar itu.

Di tengah perasaan campur aduk yang dirasakan warga, tiga anak kecil dengan riang bermain di tengah tumpukan puing sisa gusuran Aparat.

Ketiga bocah sekolah dasar itu sesekali membungkuk memungut puing tersisa dari bangunan di kawasan tergusur. Dipungutnya potongan besi fondasi bekas rumah yang sempat berdiri di Kampung Agas.

Besi itu bukan digunakan sebagai alat untuk bermain. Melainkan sengaja dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung untuk kemudian dijual dan ditukarkan dengan rupiah.

Pakaian seragam dan sekadar jajan merupakan tujuan ketiga bocah itu memulung barang bekas. Maklum, ketiganya merupakan korban gusuran yang sampai saat ini menumpang dirumah ibadah.

Tempat tinggal ketiga bocah itu kini sudah tidak berdiri lagi. Alat berat telah merobohkan rumah mereka pada awal Minggu ini, Yang tersisa hanya bongkahan dinding yang tergeletak di atas tanah.

Penggusuran kampung Agas-Tanjung Uma menyeret kontradiksi kelas. Si miskin, proletar, dan golongan menengah ke bawah bersikap pasrah. Sebaliknya, kaum borjuis bangkrut moral, gelap mata menekan kaum simiskin hingga terusir dari tanah kelahirannya. Konon pak Heri sebagai Kordinator korban gusuran bercerita prihal pengusiran mereka bak binatang dilakukan oleh oknum milik negara.

Mereka merasa terintimidasi, diserang gas air mata disaat bayi mereka meminta susu ketika bangun dipagi hari, seorang warga koma hingga dilarikan kesebuah rumah sakit.

Penggusuran sarat kepentingan Korbannya banyak. Bikin sakit hati. Ciptakan dendam sosial. Dilakukan dengan paksa. Demi kenikmatan investasi di mata borjuis bangkrut moral meraup rupiah ditanah Melayu.

Tidak seperti biasanya. Tentara biru Ditpam kiriman BP Batam lebih banyak dari penggusuran yang biasa terjadi. Mereka bergabung dan mendominasi diantara tim terpadu lainnya. Sementara di gorong-gorong gang tikus masih terselip stiker pasangan Pilkada Ramah dan Sanur.

Entahlah ,setelah menjabat sudahkah mereka datang berkunjung kesana ? Sebab ,Pemimpin baik identik dengan prinsip "cinta": dicintai dan mencintai rakyatnya. Cinta adalah mystical experience. Dalam perspektif psikologi, cinta diakui sebagai perilaku yang sehat.

Semua nabi bilang cinta adalah anugerah dari Tuhan. God is Love. Maka sudah sepatutnya pemimpin dikota ini memberikan rasa cinta mereka pada korban penggusuran itu !

Di antara tumpukan puing tersebut sebuah boneka persis boneka Teddy bear terlihat lusuh dan Kumal , pertanda pemiliknya tak lagi bahagia, Pasca digusur, sebagian anak-anak terlihat hilang keceriaanya. Sehari-hari mereka hanya dihiasi dengan rasa traumatik membayangkan kembalinya para serdadu itu.

Sudah hampir 1 mingguan ,150 KK korban penggusuran hidup di teras masjid menghadap kearah puing reruntuhan rumah mereka, sebagian memang ada yang memasang tenda di atas puing tersebut. Mereka menolak relokasi tanah yang ditawarkan dan sejumlah uang sebagai ganti rugi.

Mereka pasrah meskipun masih melawan dengan gugatan jalur Hukum. Warga berusaha hidup normal. Layaknya manusia lain. Sekalipun hidup mereka sudah dirampas.mereka hidup dan bertahan hidup disana.

Dari masyarakat sendiri sudah banyak bantuan dari RT sekitar yang tidak terkena gusuran, dari organisasi masyarakat seperti Sosial Kepri, Hope for Life, RCWB, Solidaritas Kepri, Satria, dan lain-lain berdatangan menghantarkan bantuan berupa Indomie, beras, telur,nasi kotak, pakaian bekas layak pakai, buku pelajaran, selimut, kasur dan uang tunai. Ini semua bukti "Human sosial" ditengah masyarakat kota Batam masih terjaga.

Seorang ibu paruh baya saat kami dan tim media datang ( Erwin Syahril, Ismail ) masih suka nangis di malam hari. Saat menatap kegelapan puing atau saat bercengkerama dengan rombongan tamu.

Dia menangis karena selalu teringat kenangan suasana kehidupan masa-masa sebelum penggusuran. Dia ingat ketika rumahnya dihantam deko dan amukan aparat yang menembakkan gas air mata.

"Sekarang Kampung Agas- Tanjung Uma seperti area mati. Gelap di malam hari, gersang di siang hari. Seperti gurun puing." Kata Hazarin Virdha salah satu anak tempatan yang membela masyarakat saban hari.

Hazarin Virdha juga bilang, Amar putusan sudah dikeluarkan oleh pengadilan yang isinya memenangkan masyarakat kampung Agas dan pengusaha harus membangun kembali pemukiman masyarakat serta membayar kerugian immaterial. Sementara itu pengusaha mengajukan banding ke pengadilan Pekan Baru.(Anas)

ilustrasi @youtobe
Batam, Dinamika Kepri - Serba salah, tidak ditanggapi di sebut tutup mata, ditanggapi di sebut lagi sebagai modus pencitraan. Bingung, yang mana betul. jadi beban serba salah. Namun bagi pejabat yang memiliki yang benar-benar ingin membela kepentingan masyarakat, tentu hal itu akan membuatnya jadi penyemangat, membuktikan jika semua hal baik yang dilakukannya, bukanlah " Modus " belaka seperti apa yang dituduhkan.

Nah sebelum jauh membahas kata Modus, terlebih dahulu kita jelaskan apa itu maksud dan arti dari kata modus itu sendiri, MODUS, kata MODUS muncul sekitar awal tahun 2013, tidak tahu sipa orang pertama kali menyebutkannya hingga populer demikian. maka dari sejak itu kemudian menjadi tenar di media Sosial maupun di tengah masyarakat hingga sampai saat ini.

Kata MODUS memiliki banyak pengertian tergantung bagaimana seseorang itu mengartikannya. Ada yang menyebutkan bahwa MODUS itu adalah singkatan dari " Modal Dusta" artinya membohongi dengan ucapan agar orang lain percaya, maka istilah  Modus berarti ingin menipu orang dengan usaha sendiri dengan kepura-puraan dan tujuan tertentu.

Berangkat dari sejarah Indonesia, sebelum menjadi Presiden RI, Joko Widodo adalah pejabat yang pertama kalinya membuat gebrakan turun langsung ketengah-tengah masyarakat melihat keadaan yang sebenarnya apa yang sedang dialami rakyat .

Selain itu Ia juga tidak sungkan menyingsingkan lengan baju membuka sepatunya, masuk ke dalam selokan melihat langsung apa yang menjadi penyumbat selokan hingga mengakibatkan Jakata Banjir. Bukan di hal yang buat-buat ataupun untuk pencitraan semata, namun itulah niatnya. dimana itu dilakukannya disaat ia masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Melihat itu, Jokowi pun menjadi perhatian banyak orang diseluruh Indonesia maupun diseluruh dunia, ditambah lagi respon media bagitu baik, maka dari sejak itu Popularitasnya ikut melejit, bahkan ada banyak orang terutama para pejabat di daerah, terinspirasi ingin melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukannya. Namun terkendala, karena setiap pejabat daerah yang meniru cara kerjanya, pasti akan di sebut sedang meniru-niru, dan ekstreem pejabat itu akan disebut lagi sedang modus atau sedang pencitraan, Padahal yang dilakukan itu, nyata tulus.

Sama halnya seperti cara kerja Ahok yang saat ini tengah memimpin DKI Jakarta. Tentunya pasti ada banyak orang yang ingin meniru cara kerjanya, namun pejabat daerah di indonesia tentunya akan terkendala untuk melakukannya karena takut disebut masyarakat jika ia disebut sedang meniru-niru sosok seseorang atau ekstreem lagi, disebut sedang Modus pencitraan.

Maka dengan adanya kata modus yang begitu familiar saat ini, ditambah lagi kebebasan setiap orang berkomentar di Media sosial, lengkaplah sudah. Diduga kata modus ini menjadi faktor salah satu pemicu merosotnya perhatian seorang pemimpin untuk memperhatikan keluhan dari masyarakatnya. Mengapa? Ya seperti yang telah dituliskan diatas, " Dibiarkan dibilang tutup mata, ditanggapi dibilang Modus," tentu akan menjadi dilema. Serba salah. Terus bagaimana? jawabnya, itu tergantung bagaimana seorang pemimpin untuk menyikapinya. yang pasti 'Positive thinking' (Berpikir positive) adalah menjadi solusinya.

Tentunya, jika pemimpin itu mentalnya seperti baja, kata " Modus " bukanlah apa-apa, karena kata tudingan seperti hal itu, tidak bermakna arti baginya. Selain itu, pemimpin juga tahu, kalau masyarakat pastinya lebih cendrung akan menyudutkan ketimbang melihat dari sisi positifnya. mengapa, sebab itulah ciri khas masyarakat bangsa kita, Menilai sesuatu hal selalu dari sisi buruk saja. " dibiarkan dibilang tutup mata, ditanggapi dibilang modus alias pencitraan," serba salah, bingung jadinya!.(Ag)

Editor / Penulis : Agus Budi Tambunan

Ilustrasi orang yang suka bertrompet.
Dinamika Kepri - Surat dari pembaca,  " Jangankan kamu jujur, bohong saja aku percaya padamu", Ya..ini adalah perkataan yang kedengarannya memang cukup aneh dan putus asa.

Jika kita telisik lebih jauh untuk mengartikannya, ada makna yang terkandung di dalamnya, kesannya seperti kata yang dipaksan alias ' Terserah kamu mau bilang apa', Ya seperti itulah kesannya.

Biasanya seseorang yang mengatakan kata seperti ini adalah orang mungkin sudah merasa jenuh dan bosan ketika mendengarkan kata-kata, ocehan ataupun janji-janji manis dari orang tertentu. Namun demi untuk menjaga perasaan orang yang banyak cakap tersebut, biasanya orang yang selalu dikadali dengan janji-janji itu, akan tetap menjaga, tujuannya agar tidak ada salah presepsi, Walau sebenarnya sudah muak dengan semua itu.

Hal ini kerap terjadi  baik antara atasan dengan bawahan, bos dengan anak buah, teman dengan teman maupaun teman makan teman. Biasanya para Bos maupun atasan, kerap banyak berbual sesuka hati seenak perutnya tampa memikirkan perasaan bawahannya. Janjikan ini, janji itu, padahal si Bos tak sadar, jika anak buahnya itu telah memaki di dalam hatinya.

" Asik bertrompet aja nih, dasar 'Omdo' alias omongan doang, banyak kukek nih si bos, ngomongnya 1000, bohongnya 1001, apa enggak capeh bual terus!!, tapi biarkan sajalah, toh juga si bos nanti akan mati sendiri." kata bawahan yang jenuh terhadap atasannya, yang banyak bual.

Nah bagi anda yang merasa bos maupun atasan, sebelum itu, alangkah baiknya dapat menyikapi hal-hal demikian. Dan Jika ada seseorang ketika berkomunikasi dengan anda, selalu menjawab, Iya-iya, okey, oh gitu ya, terserahlah. Hem..berarti anda sudah melakukan kesalahan terhadapnya.

Apalagi dia tidak pernah lagi menelepon anda. lengkaplah sudah bahwa anda itu tidak berarti baginya. Dan yang paling parahnya, tampa tidak anda sadari dia juga menghapus segala kontak person anda yang ada hubungan dengannya, baik nomor HP, Delcut BB, Blokir FB, Delete WA anda.

Namun ketika anda mencoba melakukan komunikasi dengannya, Ia tetap merespon anda dan jawabnya, " Seperti biasa, Iya-iya, okey, oh gitu ya, terserahlah ".

Nah jika sudah demikian, Lupakan saja, baiknya jangan telpon-telpon lagi, bagaimanapun kesabaran itu ada batasnya, takutnya yang bersangkutan emosinya memuncak dan panjang urusannya. Semut memang kecil, namun jika kita terus mengganggunya semutnya akan bisa menggigit. Baiknya saling menghargai agar tetap kondusif.

"Jangankan kamu jujur, bohong saja, aku percaya padamu", Ya demikianlah saya menjabarkannya menurut pengalaman saya. Bagaimana dengan pengalaman anda? (Is)

Editor : Agus Budi T

orang mati
Ilustrasi,  Malaikat pencabut nyawa

Dinamika Kepri - Surat dari pembaca, Maaf pembaca jika judulnya terlalu kejam, walau terkesan bahasa yang ekstreem tetapi apalah arti sebuah judul itu sama dengan ibarat, apalah arti sebuah nama.

Oh ya.. sebelum masuk lebih jauh untuk membahas ciri-ciri jika seseorang mau mati, alangkah baiknya terlebih dahulu saya (Anonim=red) mengucapkan terimakasih kepada pihak Dinamika Kepri.com jika seandainya sudi memostingkan artikel saya ini. Dan atas kerja samanya, saya ucapkan terimakasih. Salam..

Okey, Percaya atau tidak namun sebagian dari yang tertulis di artikel ini, pastinya masuk dalam kategori dari ciri-ciri dari orang yang hendak mau mati atau meninggal dunia.

Banyak orang yang tidak menyadari akan terkejut dan tidak percaya jika mengetahui seorang teman, kerabat atau maupun salah satu dari keluarga, meninggal dengan cara tiba-tiba. Pastinya tidak percaya dan tidak akan terima. Namun itulah kenyataan, kita harus menerimanya. karena siapa saja dan kapan saja nyawa seseorang bisa melayang.

Jika disadari dengan seksama, ternyata sebelum orang yang tersebut meninggal, sebenarnya sebelum itu sudah ada tandanya, namun cuma kita saja yang tidak menyadarinya.

Biasanya Ciri-ciri dari seseorang yang mau meninggal itu gampang dikenali. dapat dirasakan dan wajib ada tandanya kepada orang-orang terdekatnya. namun itu tak pernah terpikirkan.

Sebelum seseorang itu akan meninggal, pasti Ia akan memberikan tanda-tanda. itu akan terlihat dari kehidupan sehari-harinya sebelum meninggalkan kita. Terkadang tanda itu dari ucapannya, perubahan sikapnya, yang sebelum karakternya dikenal kasar namun tiba-tiba dapat berubah menjadi baik. Bahkan dahulunya sangat  pembenci dratis berubah menjadi penyayang.

Selain itu, setiap jumpa dengan orang yang merasa memusuhinya. Ia akan mengucapkan kata meminta maaf hingga yang lain merasa penasaran, dirasa aneh dan menertawainya. Kalau istilah orang Batak mengatakan yang orang dimaksud tersebut sedang," Pasuang-suanghon." Nglantur karena tidak seperti biasanya, itu untuk ciri bagi yang kondisi tubuh sehat.

Beda dengan ciri-ciri bagi orang sakit ataupun yang berumur tua, Jika mereka ini hendak mau meninggal, itu sangat gampang mengenalinya. perhatikan dengan seksama lalu tekan daging di tubuhnya. Lihat, jika daging di tubuhnya yang sudah ditekan itu masih balik berarti masih ada harapan sembuh dari penyakitnya. Dan jika tidak balik lagi, artinya bahwa umurnya yang bersangkutan tidak akan lama lagi.

Selain itu, ciri bagi yang sakit, jika kutu yang masih ada di rambutnya. berarti yang bersangkutan belum mau mati. Sebab jika seseorang itu akan mau meninggal, kutunya yang ada dirambutnya akan berjatuhan. Pasalnya kutu yang selama beranak pinak tidak mendapatkan darah segar lagi.

Sejatinya hidup mati setiap manusia itu ada ditangan Tuhan. Namun itu dulu saat ini tidak lagi, sekarang hidup mati manusia itu sudah tergantung di tangan manusia. Tinggal perintah pasti beres.  Dan bukan guyonan, semua itu terbukti dengan adanya tindakan aksi pembunuhan, peperangan dan aksi bom bunuh diri.

Pertanyaannya, Mengapa ada manusia yang tega melakukan kuasa Tuhan?, Jawabnya . kemungkinan karena manusia saat ini banyak yang merasa dirinya telah memiliki kuasa melebihi dari kuasa Tuhan. maka dari itu mereka merasa kalau dirinyalah paling dan yang paling berhak atas nyawa-nyawa orang lain. Terimakasih telah membaca, semoga bermamfaat. Salam sejaterah. (*)

ilustrasi
Batam, Dinamika Kepri- Surat dari Pembaca. Ada istilah yang mengatakan, semakin banyak teman semakin besar pula peluang baik yang datang kepadanya.Namun di dalam rubrik istilah tersebut bukanlah menjadi patokannya.

Mungkin ada penah mendengar istilah 'Menumpang kapal bocor atau juga istilah menumpang kapal karam', mengapa dikatakan demikian? mungkin itulah artinya hanya numpang dapat sial.

Menumpang kapal bocor adalah kata kiasan, dimana orang lain yang memakan nangka kita ikutan terkena getahnya. Padahal kita sama sekali tidak mengetahui apa yang sudah dilakukan teman itu hingga bisa melibatkan kita. Namun karena teman tadi selalu bersama kita. pasti kita juga dituduh ikut melakukannya.

Sebelum terjadi, maka dari itu pandai-pandailah memilih teman agar tidak terkena imbas dari kesialannya. Teman yang melakukan kesalahan kita yang dekat dengannya akan dapat terkena dampaknya. Kata orang menyebutnya Numpang kebagian sial, padahal kita tidak tahu apa yang telah dilakukannya.

Berteman dengan maling,  kita pasti akan dituduh ikut maling, berteman pengedar Narkoba, sudah pasti kita juga ikut menjadi target polisi. Maka dengan itu bertemanlah dengan orang yang baik agar  kita juga disebut orang baik. ya setidaknya kita bisa menghindari dari hal-hal yang tidak baik. itulah pembahasan tentang sialnya jika memiliki teman yang tidak baik.

Tapi yang pasti, memiliki teman itu akan lebih baik daripada tidak sama sekali. memiliki teman adalah sifat sosial baik setiap individu. Nah jika anda tidak mau berteman dengan siapaun, disarankan agar anda baiknya tinggal di hutan saja.

Ternyata mempunyai teman itu ada hoki-hokinya juga.Mengapa dikatakan demikian?, Ya itulah faktanya. terkadang disaat ketika kita  melakukan usaha kerja bersama. hasilnya dapat diraih dengan baik. selain itu keberadaan teman bisa menjadi suport unutk mendukung kita.

Namun tak jarang ada banyak orang yang kerap memamfaatkan temannya untuk tujuan demi keuntungan pribadinya. setelah ia merasa mendapatkan apa yang ditujunya, teman yang tadi iklas membantu akan dianggapnya hanya sebagai orang bodoh yang bisa dikendalikannya, padahal itu anggapan yang salah. itulah hokinya memiliki teman yang bisa dimamfaatkan.

Ada yang seperti demikian, maka itu teman yang tadinya iklas membantu, berlahan akan mulai menjaga jarak. Bermacam alasan seribu bahasa akan dilontarkan dengan sopan  tujuannya agar tidak dapat diperdaya lagi.

Maka itu pandai-pandaillah memilih teman. Bukan karena orang tersebut kaya lalu kita temani, tidaklah demikian. Berteman dengan orang yang susah akan lebih baik dari pada berteman orang kaya. memiliki teman orang yang susuah juga dapat memberikan ilham untuk mengintrpeksi diri. kearah yang lebih.

Berteman dengan orang kaya juga baik, Namun langkah baiknya harus diwanti-wanti. Pasalnya  berteman dengan orang kaya itu ujungnya pasti tidak baik. banyak cerita, banyak cakap. Biasanya jika mereka sudah pernah membantu kita, pastinya akan bahan cerita baginya, menceritakan kebaikannya kepada semua orang.

Bagi mereka yang kaya, membantu teman itu hanyalah motivasi membuat seakan-akan yang dibantunya telah berhutang budi kepadanya dan melakukan apa yang diperintahkan.

Bahkan yang lebih parahnya lagi, mereka membantu teman terkadang hanya untuk menjebak karena ada tujuan yang tidak baik di baliknya.

Memilih teman tidak ada bedanya seperti memilih pasangan hidup. Pilih teman yang bisa sehati satu kata satu pendapat. Jika itu tidak di dapati terhadap seorang teman, alangkah teman itu dijauhi saja sebelum sempat terjadi kesalah fahaman.

Kembali kejudul lagi yang menyebutkan " Memiliki teman ada untung dan sialnya", Jelas itu benar sebagaimana seperti yang sudah dipaparkan diatas. Jika sudah demikian, pilihlan teman ada untungnya dan jauhkan teman  yang akan menimbulkan kesialan.(Ag)

Editor : Agus Budi T

 


ilustrasi.
Batam, Dinamika Kepri - Jika ada perangi suami suka selingkuh tentu bukanlah hal yang mencengangkan. Namun jika suami bisa selingkuh, tentu sang istri juga dapat melakukannya. Pertanyaannya, mengapa si suami kerap merasa curiga kalau istrinya telah selingkuh? ya.. biasanya karena si suami juga doyan selingkuh jadi dia merasa diri. Padahal belum tentu istrinya berselingkuh.

Sekedar untuk diketahui,  Selingkuh adalah istilah yang umum digunakan terkait perbuatan atau aktivitas yang tidak jujur dan menyeleweng terhadap pasangannya, baik pacar atau suami isteri. Istilah ini umumnya digunakan sebagai sesuatu yang melanggar kesepakatan atas kesetiaan hubungan seseorang.

Sedangkan faktor terjadinya selingkuh biasanya terjadi antara lain karena :

  1. Kurangnya kepuasan seksual dalam pernikahan, dan hasrat untuk hubungan seksual tambahan.
  2. Kurangnya kepuasan emosional dalam pernikahan.
  3. Hasrat untuk mendapatkan rasa penghargaan dari orang lain.
  4. Tidak lagi cinta dengan pasangannya dan telah menemukan cinta yang baru.
  5. Balas dendam.
  6. Terpengaruh pergaulan dan sebagainya.

Maka untuk mengenali ciri pasangan yang sudah berselingkuh antara lain:

  1. Pastinya jarang di rumah
  2. Suka asyik sendiri dengan media sosialnya.
  3. Hanphonenya lebih dari satu
  4. Punya Hanphone rahasia
  5. Setiap hanphone miliknya pakai kata sandi
  6. Pin BB lebih dari satu
  7. Jika di rumah sikapnya terlihat seperti serba salah
  8. Nada dering ponsel selalu di silent
  9. Ketika suami/istri dirumah seharian, biasanya akan terlihat seperti cacing kepanasan, takut bila-bila selingkuhan akan meneleponnya.
  10. Suka ngomong ngalantur gak sesuai dengan topik yang sedang dibicarakan
  11. Cuek dengan suami/ istri.
  12. Ketika sedang tidur, istri/ suami kerap membelakangi
  13. Sering bangun ditengah malam, alasannya ke kamar mandi padahal cuma mau membalas sms dari selingkuhannya.
  14. Perhatian kepada anak mulai berkurang.
  15. Pengeluaran bulanan dratis meningkat
  16. Bila diajak jalan, kerap menolak banyak alasan.
  17. Ketika suami/istri serius membicarakan konsep masa depan anaknya, si istri/suami hanya menjawab, terserah saja gimana baiknya.
  18. Kalau istri suka belanja berlebihan dengan membeli pakaian model-model baru.
  19. Rutin menikur, pedikur dan tekukur.
  20. Tampilan istri tampak lebih dari biasanya.
  21. Rutin olah raga di pusat kebugaran agar aliran tetap darah lancar.
  22. Suka terima telpon di tempat sepi.
Nah Itulah sebagian ciri-ciri dari adanya perilaku perselingkugan. Jika  anda telah melihat atau merasakan beberapa ciri-ciri tersebut dari pasangan anda, "Stop" tahan jangan lansung tuding, pastikan dahulu kebenarannya, cari bukti lain untuk menguatkannya. curiga boleh-boleh saja namun tuduhan haruslah mendasar.

Untuk mengetahui kebenaran dari kecurigaan anda, tidak ada salahnya untuk mencoba beberapa Tips dan Triks di bawah ini.

1. Jika istri anda memiliki mobil atau sepeda  motor, Perhatikan angka kolimeter kendaraan. Catat jangan lupa. Perhatikan berapa Kilometer yang jarak di tempuhnya dalam sehari.

2. Jika istri atau suami anda memiliki HP tipe androit, Aktifkan perangkat GPS nya. Mintalah dengan sopan, pura-pura pinjam. lalu singkronkan dengan GPS di Perangkat Androit anda, caranya gunakan Aplikasi ini Klik untuk melanjutkan.

3. Begitu juga kendaraannya bila perlu dipasangi perangkat GPS, memang sangat berlebihan, namun tidak ada salahnya demi mengungkap kebenaran.

4. Jalin Hubungan dengan setiap petugas SPBU. Suruh Petugas itu mengabari anda jika melihat dengan siapa Suami/Istri di dalam/diatas kendaraannya.

5. Jika dirumah, Ambil pakaian bekas yang baru dipakainya, cium aroma Parfumnya. sesuaikan dengan Parfum yang selalu dipakainya.

6.  Jika memiliki mobil pribadi, Lihat apakah terpal Jok depan kiri stir berpasir ?, memang bukan jadi patokan. apalagi memakai supir pribadi. Namun bisa menjadi refrensi.

7. Cek kondisi dalam mobil, kadang-kadang milik selingkuhan bisa saja tertingal dengan tidak sengaja. jika pria, biasanya bungkus rokok ataupun mancis. Jika perempuan biasa penjempit rambut atau sejenisnya.

8. Dan yang terakhir, Bila perlu pakai jasa pengintai untuk mengikuti kenama saja Ia pergi. jangan lupa suruh pengintai itu untuk mengambil Fotonya bila perlu merekamnya sebagai alat bukti.

Demikianlah Tips dan trik cara jitu ini dituliskan, semoga bermamfaat untuk diketahui. Maaf  artikel ini tidak menganjurkan atau menyuruh siapapun untuk melakukannya. Penulis mengharapkan semoga anda menjadi pembaca yang bijak. Bagaimanpun artikel ini tidaklah berarti, jika anda dan pasangan anda masih memiliki saling mempercayai. (Ag )


Editor : Agus Budi T

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.