DINAMIKAKEPRI.COM: Nasional
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 14, 2020

Presiden Jokowi Berikan Bantuan Modal Kerja Bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil

Dinamika Kepri, Jakarta - Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan saja, tapi juga memengaruhi sektor perekonomian. Tak sedikit yang mengalami kesulitan karena pandemi ini, mulai dari sektor usaha besar, hingga yang paling kecil sekalipun.

Oleh karena itu, dalam rangka meringankan beban bagi sektor usaha terdampak, khususnya usaha mikro dan kecil, pemerintah memulai untuk memberi bantuan modal kerja darurat. Bantuan modal kerja darurat yang pertama diberikan ini diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada sejumlah pedagang kecil yang hadir di halaman tengah Istana Merdeka pada Senin, 13 Juli 2020.

"Saya tahu dengan kondisi pandemi Covid ini usaha Bapak, Ibu sekalian tidak seperti keadaan normal yang lalu. Ada yang omzetnya jatuh lebih dari 50 persen, ada yang keuntungannya biasanya 200 menjadi hanya 50. Saya tahu, saya tahu," kata Presiden sembari berbincang dengan puluhan pedagang kecil penerima bantuan.

Presiden mengatakan bahwa kondisi serupa ini tak hanya terjadi di Indonesia, melainkan hampir sebagian besar negara-negara juga mengalaminya.

"Kejadian pandemi Covid ini terjadi di 215 negara, kena semua. Kesehatannya kena, ekonominya juga kena. Yang kena itu tidak hanya yang kecil, yang kecil kena, yang sedang kena, usaha besar juga kena semuanya," kata Presiden.

Namun, Kepala Negara meminta agar kondisi ini tetap dihadapi dengan penuh semangat dan kerja keras. Bantuan modal kerja yang diberikan ini diharapkan dapat membuat usaha-usaha mikro dan kecil untuk kembali bergerak dan kemudian dapat berkembang.

"Saya tahu kondisi ini sangat berat, tetapi saya juga ingin Bapak/Ibu tetap bekerja keras dalam berusaha di bidang masing-masing. Tidak usah turun semangatnya, harus tambah semangatnya. Kondisi ini memang harus kita hadapi," kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyerahkan bantuan modal kerja darurat sebesar Rp2,4 juta untuk masing-masing penerima. Dalam beberapa waktu ke depan, bantuan serupa itu juga akan diserahkan kepada lebih banyak lagi pelaku usaha kecil untuk membantu perekonomiannya.

"Bantuan modal kerja ini memang isinya tidak banyak, Rp2,4 juta. Tolong diterima, digunakan semuanya untuk tambahan modal kerja Bapak/Ibu semua. Ini kita mulai dan kita harapkan jutaan pedagang kecil yang akan kita berikan ini. Ini adalah yang pertama kali," kata Presiden.

Untuk diketahui, penyerahan bantuan modal kerja tersebut dilakukan dalam dua sesi pada hari ini. Sebanyak 30 penerima bantuan modal kerja dari berbagai wilayah administrasi di DKI Jakarta hadir dan menerima secara langsung bantuan tersebut pada setiap sesinya sebagai upaya mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan mencegah kerumunan yang terlalu banyak. Para penerima bantuan tersebut juga telah melalui proses pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki kompleks Istana Kepresidenan.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.


Source: setneg.go.id

Selasa, Juli 07, 2020

Kapolri Idham Azis Ingatkan Perwira Muda Lulusan Taruna Akpol: Jangan Kau Sombong

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

Dinamika Kepri, Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menghadiri wisuda taruna dan taruni Akademi Kepolisian pada 3 Juli 2020. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengingatkan meski lulus dengan pangkat perwira mereka tetap harus menghormati para senior dan anggotanya.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memberikan tiga ilmu agar para perwira muda lulusan taruna Akpol itu tidak salah dalam bersikap saat ditugaskan nanti. Tiga hal itu ialah kata tolong, maaf dan terima kasih.

"Ada 3 ilmunya itu. Jangan pernah kau lupa, kata tolong, maaf, terima kasih. Kalau kau sudah pegang semua itu, Insyaallah kau akan dihargai anak buah, atasan," kata Idham dalam sambutannya seperti dikutip dari akun YouTube Akpol, Senin (6/7).

Idham mengingatkan agar para lulusan Akpol tidak sombong dengan pangkat yang mereka dapatkan usai lulus. Pangkat yang tinggi tidak boleh membuat mereka bertinggi hati hingga enggan meminta maaf jika berbuat kesalahan.

"Jangan kau sombong. Mentang-mentang perwira remaja, enggak boleh itu. Tidak hina kau kalau kau minta maaf," kata Idham.

Sebanyak 293 taruna Akpol angkatan 51 Batalyon Adnyana Yuddhaga dinyatakan lulus. Capaja atas nama Ivan Pradipta menjadi lulusan terbaik dan meraih Adhi Makayasa Akademi Kepolisian 2020.

Acara wisuda tersebut dihadiri oleh Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto, Gubernur Akpol Irjen Asep Syahrudin, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, serta pejabat lainnya. (Ril)

Jumat, Juli 03, 2020

Unjuk Rasa, Pemuda Pancasila di Batam Tolak RUU HIP

Pemuda Pancasila unjuk rasa di depan Gedung DPRD Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Ratusan anggota OKP dari Pemuda Pancasila (PP) Kota Batam,  melakukan aksi unjuk rasa damai di depan kantor DPRD Batam, Selasa (2/7/2020).

Dalam orasinya Pemuda Pancasila mengatakan kedatangan mereka untuk menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila ( RUU HIP) yang diusulkan oleh DPR-RI.

"Kami dari Pemuda Pancasila menyatakan sikap  menolak RUU HIP untuk disahkannya menjadi Undang-undang," seru orator.

Kehadiran para anggota Pemuda Pancasila tersebut disambut oleh anggota DPRD Batam, Utusan Sarumaha, SH.

"Terima kasih atas kedatangan dan juga tuntutannya. Kami akan menyampaikan tuntutan teman-teman ke pusat," kata Utusan.

Setelah mendengarkan itu, kemudian para anggota Pemuda Pancasila membubarkan diri dengan tertib dengan penjagaan oleh pihak kepolisian. (Ril)

Rabu, Juli 01, 2020

Kapolri Minta Maaf Kepada Seluruh Masyarakat Indonesia

Kapolri Jenderal Idham Azis.

Dinamika Kepri, Jakarta - Kapolri Jenderal Idham Azis meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Permintamaafan itu dikatakannya apabila selama bertugas, jajarannya belum dapat memenuhi ekspektasi yang ada. Hal itu diungkapkan saat memberi sambutan dalam perayaan Hari Bhayangkara ke-74 yang digelar secara virtual dengan jajaran Polda dan Polres di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

"Dalam kesempatan ini saya memohon maaf kepada masyarakat seluruh Indonesia apabila ada kinerja atau hal-hal yang belum bisa membuat ekspektasi masyarakat senang sama Polri," kata Idham dalam sambutannya.

Meski demikian, Jenderal polisi berbintang empat itu merasa bahwa dirinya selalu memikirkan untuk bertindak dan berbuat yang terbaik untuk institusi kepolisian. Dia pun menyinggung penilaian masyarakat terhadap Polri dapat dikatakan baik dengan mencapai 82 persen. Oleh sebab itu, menurut dia hal tersebut perlu dipertahankan.

"Karena itulah modal dasar kami sehingga kami dicintai oleh masyarakat," tambah Idham.

Dalam pidatonya, Idham juga mengatakan selama ini polisi yang bertindak baik belum tentu dimaknai baik oleh masyarakat. Oleh sebab itu, dia mengingatkan jajarannya agar tidak sekedar baik, melainkan menjadi yang terbaik.

Selepas perayaan Hari Bhayangkara, mantan Kapolda Metro Jaya ini kembali menyinggung permohonan maaf itu kepada awak media. Harapan dia, meski ke depannya banyak tugas-tugas menumpuk untuk kepolisian, namun nantinya tetap dapat dicintai oleh masyarakat.

"Kami akan benahi (kekurangan institusi), sehingga ke depannya Polri semakin dicintai masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta dengan tegas agar Polri mengutamakan keselamatan rakyat dalam melakukan penindakan hukum. Menurutnya, tindakan persuasif dan humanis harus diutamakan.

Jokowi menyampaikan itu saat menjadi Inspektur Upacara di hari peringatan HUT Bhayangkara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7).

"Perlu saya tegaskan keselamatan rakyat adalah yang utama, keselamatan rakyat hal tertinggi, lakukan secara persuasif dan humanis," kata Jokowi.

Arahan Jokowi itu bukan berarti meminta Polri menjadi lebih lunak, tapi tetap harus tegas. Selain itu, dia meminta agar Polri menjaga profesionalitas sebagai penegak hukum yang mengutamakan keselamatan rakyat. (Ril)

Senin, Juni 29, 2020

Presiden Jokowi Minta Jajarannya Siapkan Terobosan Baru untuk Percepat Penanganan Pandemi

Dinamika Kepri, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta dilakukannya terobosan baru yang berdampak besar terhadap penanganan pandemi Covid-19 di tengah masyarakat. Bersama jajaran terkait, Kepala Negara melakukan evaluasi penanganan pandemi dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6/2020).

"Saya minta agar kita bekerja tidak linier. Saya minta ada sebuah terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat dan terobosan itu kita harapkan betul-betul berdampak kepada percepatan penanganan ini. Jadi tidak datar-datar saja," kata Presiden mengawali pengantar rapat terbatas.

Saat ini, beberapa provinsi diketahui masih memiliki angka penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi. Untuk mempercepat penanganan di provinsi atau di daerah-daerah tertentu tersebut, Presiden memandang diperlukan adanya tambahan personel atau tenaga medis yang diperbantukan dari pusat. Demikian pula dengan tambahan peralatan-peralatan medis yang dapat membantu penanganan.

Kepala Negara juga meminta jajarannya untuk mengawasi dan memberi panduan bagi daerah-daerah yang akan memulai menuju masa adaptasi kebiasaan baru. Pemerintah pusat harus turun memberikan panduan kepada daerah mengenai tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum membuka kembali fasilitas dan kegiatan publik maupun perniagaan.

"Saya juga minta dilihat betul daerah-daerah yang mulai masuk ke new normal. Tahapannya betul-betul dilalui baik itu prakondisi, timing-nya kapan, diberikan panduan, ada guidance dari pusat sehingga mereka tidak salah. Ada prakondisi, ketepatan timing-nya, kemudian yang ketiga prioritas sektor mana yang dibuka. Itu betul-betul diberikan panduan," kata Presiden.

Sosialisasi penerapan disiplin protokol kesehatan juga harus dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan elemen dan tokoh masyarakat serta agama. Di sejumlah daerah, ditemukan pula banyak kasus penolakan masyarakat terhadap pemeriksaan PCR maupun rapid test sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi yang harus segera diatasi dengan sosialisasi yang persuasif.

"Pemeriksaan PCR maupun rapid test yang ditolak oleh masyarakat. Ini karena apa? Mungkin datang-datang pakai PCR, datang-datang bawa (alat) rapid test, belum ada penjelasan dan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat yang akan didatangi sehingga yang terjadi adalah penolakan," kata Presiden.

Dalam hal pembayaran dan bantuan dana bagi pelayanan kesehatan serta tenaga medis, Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan agar pencairan dana yang telah disiapkan dapat dilakukan dengan segera. Misalnya untuk bantuan santunan, pembayaran klaim rumah sakit, hingga insentif bagi para tenaga medis.

"Jangan sampai ada keluhan. Bantuan santunan itu mestinya begitu (pasien) meninggal langsung bantuan santunannya harus keluar. Jangan sampai prosedurnya di Kementerian Kesehatan betul-betul bisa dipotong. Jangan sampai bertele-tele. Kalau aturan di Permennya terlalu berbelit-belit ya disederhanakan," kata Presiden.

"Pembayaran klaim rumah sakit secepatnya. Insentif tenaga medis secepatnya. Insentif untuk petugas lab juga secepatnya. Kita menunggu apa lagi? Anggarannya sudah ada," kata Presiden.

Mengakhiri arahannya, Kepala Negara mengajak kerja bersama seluruh pihak untuk mengefektifkan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Saat ini dibutuhkan penanganan dan pengendalian yang terintegrasi antara satu dengan lainnya baik antarkementerian dan lembaga maupun pemerintah pusat dengan daerah.

"Tidak ada lagi ego sektoral kementerian, lembaga, kedaerahan, apalagi jalan sendiri-sendiri. Saya kira ini harus segera kita hilangkan," kata Presiden. (HK)



Source: setneg.go.id

Jumat, Juni 26, 2020

Argo: Polri Pastikan Tetap Awasi Protokol Kesehatan Usai Maklumat Kapolri Dicabut

Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono.

Dinamika Kepri, Jakarta - Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis Nomor MAK/2/III/2020 yang diterbitkan pada 19 Maret 2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona atau Covid-19 resmi dicabut.

Pencabutan itu diatur dalam Surat Telegram Rahasia (TR) Kapolri Jenderal Idham Azis, dengan Nomor STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020 yang ditandatangani oleh As Ops Kapolri Irjen Herry Rudolf Nahak.

Dalam telegram tersebut dijelaskan bahwa tidak berlakunya Maklumat Kapolri soal penanganan Covid-19, dengan alasan dalam upaya mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia terkait dengan menjelang penerapan tatanan kehidupan normal yang baru atau New Normal ditengah pandemi Covid-19.

Masih dalam telegram itu, adaptasi kebiasaan baru itu dilakukan di daerah-daerah yang berkategori zona hijau dan zona kuning dalam rangka menghambat penyebaran virus corona yang hingga saat ini masih menunjukan kenaikan baik angka kasus positif maupun meninggal dunia.

Meskipun begitu, dalam telegram itu, seluruh jajaran aparat kepolisian tetap diingatkan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih harus tetap dilakukan  di daerah-daerah yang masih dalam zona oranye atau daerah dengan risiko sedang serta daerah yang zona kategori merah atau memiliki risiko penyebaran masih tinggi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan surat telegram Kapolri Jenderal Idham Azis tersebut. Menurutnya, dengan dicabutnya Maklumat Kapolri, Korps Bhayangkara tetap akan melakukan pengawasan dan pendisiplinan soal penerapan protokol kesehatan pada masyarakat.

"Ya benar (surat telegram dalam rangka New Normal). Tapi dalam hal ini, Polri akan tetap menjalankan tugasnya dalam rangka memastikan standar protokol kesehatan ke warga tetap berjalan," kata Argo, saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Meskipun begitu, Argo menuturkan, polisi tetap melakukan edukasi dan sosialisasi pendisiplinan dan pengawasan yang ketat soal penerapan protokol kesehatan menjelang pelaksanaan kehidupan normal yang baru dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.

"Polri masih tetap dalam prinsip awal soal tugas pendisiplinan protokol kesehatan ini, melakukan edukasi dan sosialisasi persuasif kepada masyarakat," ujar Argo.

Pemerintah dibawah komando Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tetap mengingatkan kepada masyarakat, meskipun tetap diberlakukan New Normal tetap harus dilakukan dengan disiplin dan komitmen yang tinggi soal penerapan standar protokol kesehatan.

Oleh sebab itu, kata Argo, TNI dan Polri akan tetap berada di 1.800 titik untuk membantu Pemerintah dalam mendisiplinkan masyarakat selama pandemi Covid-19 berlangsung. Tujuannya, agar Indonesia bisa menerapkan tatanan kehidupan normal yang baru atau New Normal.

"Pengawasan dan pendisiplinan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat," tutur Argo.

Terkait dengan surat telegram itu, Argo menyebut, Polri juga akan meningkatkan kerjasama lintas sektoral dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Kemudian, meakukan sosialisasi dan edukasi secara terus menerus bersama stakeholder untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.

"Lakukan koordinasi secara intensif dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di daerah. Bagi daerah-daerah yang masih menerapkan PSBB/daerah yang masih dalam kategori orange dan merah tetap lakukan pembatasan kegiatan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tutup Argo.

(Ril)

Selasa, Juni 23, 2020

Presiden Jokowi Beri Arahan Khusus Tentang Penanganan Covid-19 di Tiga Provinsi

Prof. Dr. Muhajir Effendy.

Dinamika Kepri, Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhajir Effendy dalam keterangannya menyampaikan tentang pertemuan Presiden Republik Indonsesia dengan para Menteri dalam membahas penanganan Covid-19.

Kata dia, Presiden Joko Widodo menerima Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Istana Merdeka pada Senin, 22 Juni 2020.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara membahas tentang penanganan terkini penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah.

"Beliau meminta penjelasan tentang kondisi terakhir dalam kaitannya dengan pengurangan PSBB di beberapa daerah. Intinya apakah masih terkendali atau tidak," ujar Muhadjir dalam keterangannya selepas pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Muhadjir menjelaskan bahwa Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menilai saat ini penyebaran Covid-19 di Indonesia masih dalam tahap terkendali dan penanganan penyebaran tersebut terus diupayakan secara maksimal.

Presiden memberikan perhatian besar bagi beberapa provinsi yang saat ini diketahui memiliki tingkat penyebaran Covid-19 yang masih tinggi. Ketiga provinsi itu ialah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

"Beliau memberi arahan bagaimana supaya betul-betul bisa segera diatasi wilayah-wilayah ini terutama Jawa Timur. Beberapa arahan tadi saya kira akan segera kita tindak lanjuti," ucapnya.

Lanjutnya, beberapa arahan tersebut di antaranya ialah penambahan fasilitas yang diperlukan dalam penanganan pandemi di masing-masing wilayah tersebut. Selain itu, untuk Surabaya misalnya, Presiden menginstruksikan agar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II untuk menangani Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19.


Dikutip dari setneg.go.id

Jumat, Juni 12, 2020

Danlantamal IV Sambut Kedatangan Rombongan Panglima dan Kapolri

Dinamika Kepri, Batam – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto, S.E., M.Han., bersama Forkopimda Provinsi Kepri, sambut kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI  Dr. (HC) Hadi Tjahjanto, S.I.P., dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si.,  di Bandara Udara Internasinal  Hang Nadim Batam Kepulauan Riau, Jumat (12/06/2020).

Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri di Batam antara lain setibanya di VIP Room Bandara Hang Nadim langsung mengadakan rapat terbatas (ratas) bersama unsur Pimpinan TNI, Polri , Pemerintah Daerah serta Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri khususnya Kota Batam.

Setelah rapat terbatas Panglima TNI dan Kapolri  selanjutnya meninjau Rumah Sakit Khusus Inveksi (RSKI Covid-19 ) di Pulau Galang serta optimalisasi persiapan New Normal di wilayah Kepri.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI dn Kapolri juga memberikan tali asih yang kepada para tenaga medis yang bertugas di RSKI Pualau Galang.sebagai wujud perhatiannya sehingga dapat menumbuhkan motivasi kerja yang lebih meningkat.

Di sela-sela peninjauannya di RSKI  dihadapan awak media Panglima TNI mengatakan, Batam menjadi pintu masuk para tamu dari manca negara untuk itu dipintu-pintu masuk seperti di Bandara dan pelabuhan tetap secara selektif menggunakan protkol kesehatan.

Panglima TNI juga mengatakan, pelaksanaan new normal  harus benar-benar dilaksanakan dengan benar sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik ,namun tetap tidak melupakan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, menncuci tangan dengan sabun, tetap berolah raga, mengkonsumsi vitamin yang dibutuhkan.

Di tempat yang sama Kapolri juga mengingatkan, pelaksanaan new normal di Kepri jangan sampai terjadi seperti di Surabaya dan Sulawesi Selatan. Kapolri berharap agar para petugas di daerah  tetap tegas dan santun.

Panglima TNI dan Kapolri setelah dari Pulau Galang, melanjutkan penerbangannya dari Bandara Hang Nadim menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat khusus Boing 737 milik TNI Angkatan Udara. (Ril)

Kapolri dan Panglima Kunjungi Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang Batam

Kapolri dan Panglima TNI saat di Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang Kota Batam, Jumat (12/6/20).

Dinamika Kepri, Batam – Kapolri dan Panglima TNI beserta rombongan tiba di VVIP Bandara Hang Nadim Kota Batam pada jam 10.30 Wib, Jumat (12/6/20).

Kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si. dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.IP yakni untuk melihat Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang Kota Batam.

Kapolri dan Panglima TNI didampingi Asops Panglima TNI, Aslog Panglima TNI, Asops Kapolri, Kabareskrim Polri, Pangdam I/Bukit Barisan, Kapolda Kepri, Danrem 033/WP, mewakili Gubernur Kepri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Ketua DPRD Kepri, Kepala RS. Galang, Pejabat Utama Polda Kepri dan Kadinkes Kepri.


"Saat berada di Rumah Sakit Khusus Infeksi Galang, Kapolri dan Panglima TNI melakukan peninjauan fasilitas yang ada di Rumah Sakit tersebut dan memberikan bantuan logistik kepada para tenaga Medis, selain bantuan logistik sebanyak 300 bingkisan diserahkan juga bantuan beras sebanyak 5 ton yang akan dialokasikan kepada tenaga medis dan masyarakat sekitar serta 2 unit kendaraan Operasional R4 Toyota Kijang Innova yang diperuntukkan pada RSKI Galang". Jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S, S.IK., M.Si.

Selanjutnya rombongan menuju ke Kepri Mall untuk melihat langsung kesiapan penerapan Protokol kesehatan. Dalam Kesempatan tersebut Panglima TNI dan Kapolri disambut langsung oleh manajemen Kepri Mall dan menjelaskan kesiapan Kepri Mall dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah yaitu mempersiapkan tatanan kehidupan baru atau new normal.

Panglima TNI dan Kapolri juga menyampaikan ucapan terima kasih atas penerapan protokol kesehatan yang diberlakukan di ruang publik tersebut.

"Dalam arahan nya agar manajemen Kepri Mall tetap membatasi pengunjung dan berkoordinasi dengan Gugus tugas penanggulangan Covid-19 apabila ditemukan pengunjung dengan suhu tubuh diatas 37,5 agar segera dilakukan evakuasi ke ruang isolasi," jelas Kabid Humas Polda Kepri.

Pada Kesempatan tersebut Kabid Humas Polda Kepri juga menjelaskan persiapan TNI-Polri dalam rangka menuju New Normal di wilayah Provinsi Kepri.

"Pengerahan anggota TNI-Polri diperlukan dalam mempersiapkan tatanan kehidupan baru atau new normal, Dengan kehadiran TNI-Polri diruang publik nantinya akan membuat masyarakat lebih tertib dan taat dalam mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 dengan mengedepankan Tindakan Preemtif Proaktif melalui kegiatan himbauan yang bersifat Humanis," tutup Kabid Humas Polda Kepri. (Ril)

Rabu, Juni 10, 2020

Kapolri: Salus Populi Suprema Lex Esto

Dinamika Kepri, Batam – Selama wabah Covid -19 menyerang masyarakat di Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia di bawah pimpinan Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si terus bergerak melindungi warga masyarakat dari Pandemi Covid – 19. (10/6/20).

Kapolri mengatakan, berdasarkan survey nasional lembaga Indikator, terkait bantuan mengatasi Covid-19, kepuasaan publik atas kinerja Polri, kembali ditorehkan Polri.

Kaidah umum yang selalu dipegang oleh aparat kepolisian, “Salus Populi Suprema Lex Esto” yang  artinya adalah keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Menjadi kredo  bagi kepolisian untuk mencegah mengganasnya wabah Covid-19.


Upaya kepolisian yang menjadi salah satu  garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penegakan hukum berbuah manis. Publik merasa puas dengan kinerja yang ditunjukan oleh Polri. Hasil survey yang dibuat oleh Indikator menyebutkan 80,7 % mayoritas publik puas atas kinerja Polri dalam menjalankan perannya menangani wabah  Covid-19.

Hanya 15,1 % saja yang menjawab tidak puas dan 4,1 % tidak tahu. Survey yang dilakuan pada tanggal 16-18 lalu merupakan temuan yang orisinil karena menggunakan metodologi ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.

Hasil  dari survey tersebut, menjadi kado tersendiri bagi Polri ditengah padatnya tugas-tugas yang di emban oleh Korps  Bhayangkara. Apresiasi tersebut menjadi cambuk bagi Polri untuk meningkatkan kinerjanya dalam melayani warga.

Sesuai dengan prinsip “Salus Populi Suprema Lex Esto”, tidak ada kata selesai dalam melindungi warga.  Karena rakyat adalah tuan yang sesungguhnya, Polri ada karena rakyat. Sedangkan rakyat membutuhkan kehadiran Polisi, keduanya menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Wabah Covid-19 belum tuntas terselesaikan, rakyat masih terancam keselamatannya. Tugas berat Polri masih jauh dari selesai. Kehadiran Polisi masih sangat dibutuhkan, menghadapi era new normal. Era dimana diperlukan kedisiplinan, ketegasan, penegakan hukum sekaligus melayani warga.

Disatu  sisi masih banyak rakyat yang abai terhadap protokol kesehatan dalam menghadapi era new normal. Tugas kepolisian tidak hanya melakukan penegakan hukum terhadap rakyat yang melanggar namun juga menyadarkan agar memperhatikan protocol pencegahan covid-19.

"Sekali lagi dengan prinsip “ Salus Populi Suprema Lex Esto”  Polisi siap untuk melindungi keselamatan rakyat," tutup Kapolri. (Ril)

Senin, Juni 08, 2020

TNI dan Polri Siap Dukung Penerapan Prosedur Kebiasaan Baru di Tengah Masyarakat

Dinamika Kepri, Jakarta - TNI dan Polri siap mendukung penuh penerapan prosedur dan adaptasi kebiasaan baru di tengah masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Baik prajurit TNI maupun Polri telah diturunkan di banyak tempat untuk secara persuasif dan humanis mengingatkan kepada masyarakat mengenai pentingnya protokol kesehatan untuk tetap dipatuhi.

"Prajurit (TNI dan Polri) di lapangan berinteraksi secara humanis mengajak masyarakat untuk tetap bersama-sama menjaga protokol kesehatan tersebut sehingga masyarakat bisa beraktivitas namun tetap aman dari Covid-19," ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 7 Juni 2020.

Hadi menjelaskan, TNI dan Polri secara bersama-sama telah menerjunkan anggotanya di sejumlah zona merah yang ada di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota serta sebanyak 102 kabupaten/kota yang merupakan zona hijau untuk senantiasa mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk berdisiplin menerapkan protokol kesehatan dan kenormalan baru.

Senada, Kapolri Idham Azis juga menyampaikan bahwa kunci utama bagi masyarakat untuk produktif namun tetap aman dari penyebaran Covid-19 ialah berdisiplin mengikuti protokol kesehatan dan imbauan pemerintah. Selain itu, TNI dan Polri juga akan menambah pasukannya untuk turun di 138 kabupaten/kota yang masuk ke dalam zona kuning penyebaran Covid-19.

"Saya bersama Bapak Panglima, mengimbau kepada masyarakat ayo kita bersama mendisiplinkan diri agar kita terhindar dari Covid ini karena Covid ini tidak memilih siapa yang akan menjadi sasarannya. Ini penting, pembelajaran mengenai disiplin tadi," tuturnya. (HK)

Jumat, Juni 05, 2020

Menko Polhukam Mahfud Ajak Masyarakat Siap Jalani Tatanan Kehidupan Baru

Dinamika Kepri, Batam - Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto mendampingi Menko Polhukam Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian mengunjungi RSKI Galang, Batam, Kamis (4/6/2020) sore.

Selain Isdianto, hadir juga Kapolda Kepri Irjend Pol Aris Budiman, Danrem 033 Wirapratama Kol Inf Harnoto, Waka III DPRD Kepri Tengku Afrizal Dahlan, Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, Walikota Batam Muhammad Rudi, Kepala RSIK Covid Galang Khairul Ihsan Nasution,  Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro.

Pada kesempatan itu, Mahfud mengajak masyarakat untuk siap menjalani tatanan kehidupan baru. Yang terpenting dalam menjalankannya adalah dengan mentaati protokol kesehatan.

“Pemerintah sangat serius dan bersungguh-sungguh dalam menangani pandemi ini,” kata Mahfud di Galang, Batam.

Keseriusan itu, kata Mahfud sudah dilakukan sejak akhir 2019. Salah satunya dengan memutus penerbangan internasional dari China.

Kemudian pada 6 Februari pemerintah memutuskan membangun rumah sakit khusus di Galang ini. Keseriusan lain adalah dengan cepat membentuk gugus tugas, memberikan apresiasi berupa insentif kepada petugas medis, penyediaan alat kesehatan untuk penanganan pandemi hingga relokasi anggaran negara.

Mahfud pun berterima kasih atas dedikasi dan ketulusan rekan-rekan medis. Sebagai garda terdepan yang menangani pasien yang terkena virus.

“Negara memberi apresiasi setinggi-tingginya,” ucap Mahfud.

Kepala RSKI Galang Khairul Ihsan Nasution mengatakan, sejak diresmikan penggunaannya pada 6 April 2020 dan mulai menerima pasien pertama kali tanggal 13 April 2020, total pasien yang sudah ditangani perhari ini mencapai 150 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 pasien positif covid. Meski begitu, sebabyak 98 pasien telah dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan.

“Alhamdulillah semua dinyatakan sehat,” jelasnya.

Kharirul juga menyampaikan kendala yang dihadapi di RSIK Galang. Mulai dari kurangnya kendaraan operasional, mengingat jarak gedung rumah sakit yang berjauhan. Juga dengan masalah insentif yang sampai hari ini belum pernah diterima.

RSKI saat ini memiliki fasilitas 360 kasur isolasi, 20 kasur ICU, dan 30 kasur non ICU,  ruang karantina  sebanyak 240 tempat tidur dengan jumlah tenaga pendukung sebanyak  276 petugas. Rumah sakit juga didukung dengan  22 dokter sepesialis. (Ril)

Kamis, Juni 04, 2020

Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan Prosedur Kenormalan Baru di Masjid Baiturrahim

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. 

Dinamika Kepri, Jakarta - Presiden Joko Widodo pada Kamis, 4 Juni 2020, pagi meninjau kesiapan Masjid Baiturrahim di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dalam menerapkan prosedur kenormalan baru di sarana ibadah.

"Pagi hari ini saya melakukan pengecekan di Masjid Baiturrahim di Istana ini dalam rangka persiapan menuju sebuah tatanan normal baru, adaptasi kebiasaan baru, untuk nantinya segera bisa kita pakai untuk salat berjemaah maupun salat sendiri," kata Presiden yang didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Sejumlah persiapan diperiksa oleh Presiden seperti penandaan jaga jarak antarjemaah sekitar dua meter di dalam masjid, juga pembersihan lingkungan masjid dengan disinfektan.

"Kita harapkan nanti apabila salat Jumat sudah dimulai lagi di Masjid Baiturrahim ini betul-betul sudah siap melaksanakan tatanan normal baru, adaptasi kebiasaan baru," kata Presiden.

Sementara Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, menjelaskan bahwa masjid yang memiliki kapasitas untuk menampung sebanyak 750 jemaah tersebut nantinya untuk sementara waktu akan dibatasi menjadi kurang lebih 150 jemaah. Untuk itu pihaknya juga menyiapkan beberapa tempat lain yang dapat digunakan untuk menjalankan ibadah salat Jumat.

"Di lingkungan Istana (Jakarta) salat Jumat disiapkan di empat tempat. Di Masjid Baiturrahim, Gedung 1 Setneg, Gedung 3 Setneg, dan satu lagi di Gedung Krida Bhakti. Di (Istana) Bogor juga kita siapkan seperti ini," ucapnya.

Selain itu, di sejumlah titik di sekitar lokasi masjid turut disediakan sarana cuci tangan baik menggunakan sabun maupun hand sanitizer dan tisu antiseptik yang dapat digunakan para jemaah. (HK)

Senin, Juni 01, 2020

Presiden: Pancasila Jadi Penggerak dan Pemersatu Bangsa dalam Menghadapi Tantangan dan Ujian

Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo.

Dinamika Kepri, Jakarta - Pancasila selalu menjadi penggerak dan pemersatu bangsa dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan. Nilai-nilai luhur Pancasila harus dihadirkan secara nyata dalam keseharian dan kehidupan masyarakat.

Demikian ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo saat memperingati Hari Lahir Pancasila yang pada kali ini digelar melalui telekonferensi dari Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 1 Juni 2020.

Sebagaimana diketahui, Peringatan Hari Lahir Pancasila pada tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Sebuah kondisi yang menguji daya juang kita sebagai bangsa, pengorbanan, kedisiplinan, kepatuhan, serta ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat.

"Dalam menghadapi semua ujian tersebut, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita, menggerakkan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan, menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan kita untuk meringankan beban seluruh anak negeri, dan menumbuhan daya juang kita dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi," kata Presiden dalam amanat yang disampaikan.

Sejalan dengan hal tersebut, nilai-nilai Pancasila harus terwujud nyata serta menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan, bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah, serta menjadi nilai yang terus bergelora dalam semangat rakyat Indonesia.

"Tidak henti-hentinya saya mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai daerah untuk terus meneguhkan keberpihakan kita pada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok, ras, dan agama, serta untuk memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia," kata Presiden.

Tema "Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju" yang diangkat dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi sangat relevan dengan situasi dan kondisi di tengah pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo, dalam amanatnya, mengajak seluruh Rakyat Indonesia untuk memperkokoh tali persatuan dan persaudaraan. Juga untuk saling membantu, menolong, bergotong royong, dan selalu optimistis bahwa bangsa kita adalah bangsa pemenang dalam menghadapi setiap tantangan yang menghadang.

"Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah. Tahun ini atau bahkan tahun depan, situasi yang sulit masih akan kita hadapi. Situasi yang memerlukan daya juang kita sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras agar kita mampu melewati masa sulit itu," kata Presiden.

Tak hanya Indonesia, setidaknya sebanyak 215 negara di dunia juga berada dalam kondisi yang saat ini dihadapi oleh negara kita. Masyarakat dunia kini juga berjuang dan bekerja keras untuk mampu mengendalikan pandemi dan memulihkan perekonomiannya.

Dalam hal tersebut, Kepala Negara melanjutkan, Indonesia harus tetap optimistis, berkreasi, berupaya keras, dan tampil sebagai pemenang. Kekurangan dan kelemahan yang ada tidak semestinya menghalangi kita untuk terus maju. Sebaliknya, mari bersama perbaiki hal tersebut dan jadikan itu sebagai momentum untuk memicu lompatan kemajuan agar menjadi bangsa yang kuat dan mandiri serta menunjukkan ketangguhan kita sebagai satu bangsa dan negara.

"Sebagai bangsa yang besar kita juga harus tampil sebagai pemenang. Kita harus optimistis, harus mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan, harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi di tengah pandemi Covid ini. Mari kita buktikan ketangguhan kita, mari kita menangkan masa depan kita. Kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa," kata Presiden.

Untuk diketahui, acara peringatan yang digelar melalui telekonferensi tersebut turut dihadiri oleh para pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian, perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri, dan sejumlah kepala daerah. (HK)

Kamis, Mei 28, 2020

Soal Pariwisata, Presiden: Sehabis Pandemi ini Kita Harus Melakukan Inovasi

Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo

Dinamika Kepri, Jakarta - Tren pariwisata dunia diprediksi akan berubah selepas pandemi Covid-19 berlalu. Ke depannya, persoalan mengenai kesehatan, kebersihan, keselamatan, dan keamanan akan menjadi isu utama bagi dunia pariwisata.

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas mengenai tatanan normal baru di sektor pariwisata yang produktif dan aman dari Covid-19 menyebut bahwa hal tersebut harus dapat diantisipasi oleh para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Sehabis pandemi ini kita harus melakukan inovasi, perbaikan-perbaikan, sehingga bisa cepat beradaptasi dengan perubahan tren yang kemungkinan besar nanti akan terjadi di dunia pariwisata global," ujarnya melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020.

Di antara sejumlah tren dan pergeseran yang diperkirakan bakal terjadi selepas pandemi misalnya referensi berwisata yang berubah menjadi berlibur sendirian, tertarik pada wisata kesehatan, wisata virtual, hingga staycation. Perubahan dan pergeseran pola wisata tersebut menjadi sangat penting untuk dipahami.

Selain itu, oleh karena isu mengenai keselamatan dan kesehatan akan lebih diprioritaskan para pelancong, maka diperlukan pula protokol tatanan normal baru bagi sektor pariwisata. Presiden menegaskan bahwa protokol tersebut nantinya harus mampu menjawab isu-isu yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan tersebut sehingga wisatawan dapat berwisata dengan aman dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Mulai dari protokol kesehatan yang ketat di sisi transportasi, hotel, restoran, dan area-area wisata yang kita miliki. Sebagai perbandingan saya minta lihat benchmark di negara lain yang juga sudah menyiapkan ini dengan kondisi new normal di sektor pariwisata," tuturnya.

Protokol kesehatan tersebut juga harus menjadi sebuah pedoman dan kebiasaan baru di sektor pariwisata yang diaplikasikan secara luas dan konsisten. Kepala Negara berpandangan bahwa hal tersebut dapat dicapai dengan cara melakukan sosialisasi masif disertai pengawasan, uji coba, serta simulasi terencana mengenai protokol kesehatan.

"Standar protokol kesehatan itu betul-betul dijaga di lapangan karena ini risikonya besar. Begitu ada imported case, kemudian ada dampak kesehatan, maka citra pariwisata yang (menjadi) buruk itu akan bisa melekat dan akan menyulitkan kita untuk memperbaikinya lagi," kata Presiden.

Lebih jauh, untuk mendukung sektor pariwisata agar dapat kembali bergeliat selepas pandemi, pemerintah juga sudah harus mulai menyiapkan strategi khusus dalam promosi pariwisata di fase produktif dan aman dari Covid-19 atau tatanan normal baru. Oleh karena itu, destinasi wisata di daerah-daerah yang diketahui sudah mulai menunjukkan penurunan penyebaran Covid-19 harus segera diidentifikasi.

"Saya minta diidentifikasi daerah-daerah tujuan wisata yang memiliki R0 dan Rt di bawah 1 sehingga betul-betul secara bertahap kita bisa membuka sektor pariwisata, tetapi dengan pengendalian protokol yang ketat," ucapnya.

Kepala Negara juga menugaskan Menteri Pariwisata untuk mulai menyusun program pariwisata di dalam negeri yang aman dari Covid-19, termasuk menggencarkan promosi terhadap produk-produk lokal dalam atraksi pariwisata. Tentunya hal tersebut harus didahului dengan kontrol dan penerapan protokol kesehatan yang ketat di lapangan.

"Mengenai kapan waktunya ini tolong tidak usah tergesa-gesa, tetapi tahapan-tahapan yang tadi saya sampaikan dilalui dan dikontrol dengan baik," tandasnya.


Source: setneg.go.id

Kamis, Mei 21, 2020

Kasal Yudo Margono: Kembalikan Kejayaan TNI AL di Laut

Laksamana TNI Yudo Margono dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020. ( Foto: ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A )

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV  Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah melalui video conference (Vicon) di Gedung Serba Guna (GSG) Markas Komando (Mako) Lantamal IV Jl.Yos Sudarso No.1 Batu Hitam Tanjungpinang Kepri, mengikuti entri briefing oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) yang baru Laksamana TNI Yudo Margono, Rabu (20/5/2020).

Dalam entry briefingnya Kasal mengatakan, dalam mengemban tugas kedepan dirinya memiliki 9 prioritas utama.

"Saya mempunyai 9 program prioritas yaitu Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) TNI Angkatan Laut yang Unggul, kemudian Modernisasi KRI, Pesawat Udara dan Material Tempur menuju kekuatan yang siap dioperasikan," ujarnya.

Kasal juga mengatakan, program prioritas lainnya yaitu pembangunan dan peningkatan Sarpras Pangkalan TNI Angkatan Laut, pembangunan sistem pembinaan kekuatan dan kesiapan operasional yang bersinergi dan mempunyai interoperabilitas tinggi, penyelarasan doktrin, operasi dan latihan serta sistem pelatihan yang fleksibel dan adaptif terhadap dinamika dan situasi terkini. Kemampuan K4IPP dan  Siber TNI Angkatan Laut, Peningkatan program dan anggaran berbasis kinerja serta berorientasi hasil yang mendukung penguatan RB, perbaikan sistem Duklog guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas TNI Angkatan Laut dan yang terakhir Peningkatan Kemampuan TNI Angkatan Laut dalam menghadapi ancaman bersifat non konvensional.

Suasana video conference (Vicon) di Gedung Serba Guna (GSG) Markas Komando (Mako) Lantamal IV Jl.Yos Sudarso No.1 Batu Hitam Tanjungpinang, Rabu (20/5/2020).
Sebelum mengakiri entry briefingnya, Kasal memberikan juga beberapa penekanan salah satunya agar setiap personelnya bisa tampil baik dan memberikan contoh dan tauladan dalam  penanganan pandemi Covid-19.

"TNI Angkatan Laut, sebagai organisasi maupun personelnya, tampil memberikan contoh dan tauladan dalam upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19, kemudian kita harus kembalikan kejayaan TNI Angkatan Laut di laut kemudain yang terakhir persiapkan baik personil  maupun organisasi untuk menerima kemampuan modern dan mutakhir (UAV, Coastal Defence Missile System)," pesan Kasal.

Hadir dalam kegiatan Vicon di GSG Mako Lantamal IV itu, juga dihadiri  Wadanlantamal IV Kolonel Marinir Gatot Mardiyono, Pejabat Utama Lantamal IV serta Kafasharkan Mentigi Kolonel Laut (T) Suharto. (Ril)

Rabu, Mei 20, 2020

Kepala BP Batam Dampingi Menteri Muhadjir Effendy Tinjau RS Covid-19 Galang

Dinamika Kepri, Batam - Kepala Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi menerima kedatangan Menteri Koodinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy beserta rombongan di VIP Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (19/5/2020) sore.

Turut hadir Plt. Gubernur Kepulauan Riau Isdianto beserta Musyawarah Pimpinan Daerah di Tingkat Provinsi dan Kota Batam saat menerima kedatangan rombongan Menteri Koodinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Tak berlangsung lama, Kepala BP Batam beserta seluruh rombongan langsung bertolak menuju Pulau Galang untuk meninjau Rumah Sakit Khusus Infeksi yang sudah beroperasi dan digunakan untuk penanganan penyakit Covid-19 dalam sebulan terkahir.

Rumah Sakit yang terletak di Pulau Galang tersebut memang disiapkan untuk mengantisipasi penyebaran serta menangani pasien wabah Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, rumah sakit khusus di Pulau Galang, Kepulauan Riau, tak hanya digunakan untuk pasien yang terjangkit virus corona.

 “Kedepannya, rumah sakit tersebut juga akan digunakan untuk mengobati pasien dengan virus menular lainnya,” ujar Menteri Koordinator Bidang PMK.

Pulau Galang sebelumnya diketahui sebagai tempat pengungsian para pengungsi Vietnam pascaperang saudara 1979-1997.

Tercatat ada sejumlah fasilitas di pulau Galang, seperti barak pengungsian, tempat ibadah, rumah sakit, dan sekolah.

Adapun Rumah Sakit khusus pasien virus corona ini menggunakan gedung lama yang sudah diperbarui serta dilengkapi dengan fasilitas kesehatan.

Oleh karena itu, lokasi tersebut dianggap memiliki fasilitas yang memadai, baik dari ketersediaan air dan listrik. Akses transportasinya pun mudah, hanya sekitar satu setengah jam dari Bandara Hang Nadim, Batam. (Ril)

Jelang Idul Fitri, Presiden: Pastikan Protokol Kesehatan Tetap Dijalankan secara Ketat

Presiden Joko Widodo.

Dinamika Kepri, Jakarta - Kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran Covid-19 ialah kedisiplinan seluruh pihak untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Untuk itu, menjelang dan saat hari raya Idulfitri 1441 H, Presiden Joko Widodo ingin memastikan bahwa protokol kesehatan tersebut benar-benar dijalankan.

"Kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran Covid ini adalah kedisiplinan kita. Kedisiplinan untuk mencuci tangan, menjaga jarak yang aman, mengenakan masker, dan menghindari keramaian atau konsentrasi massa. Saya minta protokol kesehatan betul-betul dipastikan di lapangan terutama menjelang Idulfitri dan pada saat nanti Idulfitri," kata Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai persiapan Idulfitri 1441 H melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 19 Mei 2020.

Belakangan, ditemukan bahwa pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional sudah mulai kembali dipenuhi oleh masyarakat yang berbelanja dalam rangka persiapan hari raya. Terkait hal tersebut, Kepala Negara meminta jajaran dan pihak terkait untuk benar-benar memperhatikan hal tersebut dan memastikan penerapan protokol kesehatan yang tetap harus dipatuhi.

"Saya ingin ini dipastikan ada pengaturan jarak yang baik, memakai masker, dan petugas di lapangan betul-betul bekerja untuk mengingatkan mengenai protokol kesehatan secara terus-menerus," kata Presiden.

Penerapan protokol kesehatan secara ketat juga harus diterapkan dalam peribadatan masing-masing umat. Di tengah pandemi ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan dan menganjurkan agar melakukan ibadah di rumah untuk sementara waktu dalam rangka pencegahan penyebaran virus.

"Pemerintah tidak melarang untuk beribadah, justru pemerintah melalui Kementerian Agama mendorong agar setiap umat beragama meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya masing-masing. Yang kita imbau, yang kita atur, adalah peribadatan yang dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan," kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah ormas Islam yang telah memberikan dukungan dan membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

Pemerintah, Presiden melanjutkan, merasa sangat terbantu dan sangat mengapresiasi adanya fatwa dan imbauan yang disampaikan kepada seluruh umat Islam di Indonesia terkait dengan peribadatan maupun amaliah umat selama wabah Covid-19. Termasuk di antaranya ialah dukungan terhadap keputusan pemerintah untuk melarang mudik di tengah pandemi.

"Pemerintah juga sangat terbantu dengan berbagai aksi solidaritas dan kepedulian sosial yang muncul dari ormas-ormas Islam dan inisiatif yang muncul dari masing-masing umat termasuk pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak dari Covid," kata Presiden.

Kepala Negara berharap agar aksi solidaritas dan kesadaran serupa itu dapat terus berlanjut dan justru meluas sehingga bisa menjadi sebuah gerakan besar dalam rangka meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. (Red)


Source: setneg.go.id

Rabu, April 22, 2020

Presiden Tekankan Segera Kaji Stimulus Bagi Sektor Riil untuk Atasi Dampak Pandemi

Presiden Republik Indonesia, H. Ir. Joko Widodo. 

Dinamika Kepri, Jakarta - Sektor riil merupakan sektor usaha yang menyerap banyak tenaga kerja. Perlu diakui bahwa sektor tersebut merupakan salah satu yang sangat terpukul dengan adanya pandemi Covid-19. Tak ketinggalan, sektor informal juga turut merasakannya.

Oleh sebab itu, saat memimpin rapat terbatas mengenai tindak lanjut program mitigasi dampak Covid-19 pada sektor riil melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 22 April 2020.

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa diperlukan stimulus dan upaya-upaya untuk menjaga kedua sektor tersebut dapat tetap bertahan di tengah pandemi.

"Diperlukan penyelamatan, diperlukan stimulus ekonomi, yang menyentuh sektor-sektor yang paling terdampak. Sektor riil ini menyerap banyak tenaga kerja dan kita harapkan mereka mampu bertahan dan tidak melakukan PHK," kata Presiden.

Untuk menjalankan langkah penyelamatan tersebut, Kepala Negara menekankan sejumlah hal. Pertama, diperlukan adanya penilaian serta penaksiran secara menyeluruh dan rinci mengenai seluruh sektor riil yang terdampak. Dari penilaian tersebut nantinya dapat disusun kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran.

"Tolong dipilah secara detail sektor apa yang paling parah, yang dampaknya sedang, serta yang bisa bertahan dan justru bisa mengambil peluang," kata Presiden.

Kemudian yang kedua, Presiden mengingatkan bahwa yang menjadi fokus pemerintah bukan hanya para pelaku usaha kecil dan menengah, melainkan pelaku usaha mikro juga turut di dalamnya. Sejumlah jenis usaha tersebut nantinya dapat menjadi penggerak ekonomi dengan jumlahnya yang cukup besar.

"Saya kira tiga ini menjadi sangat penting, usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah (UMKM), sehingga stimulus ekonomi harus menjangkau sektor-sektor ini," kata Presiden.

"Tapi juga jangan dilupakan yang berkaitan dengan sektor-sektor informal karena ini banyak juga menampung tenaga kerja," kata Presiden.

Lebih jauh, skema pemberian stimulus tersebut juga harus dilakukan secara terbuka dan terukur dengan sebelumnya dilakukan verifikasi secara detail dan evaluasi secara berkala mengenai efektivitas pemberian stimulus tersebut bagi para pelaku usaha di sektor-sektor tersebut.

"Sektor apa mendapat stimulus apa dan bisa menyelamatkan tenaga kerja berapa, semuanya dihitung. Saya minta diverifikasi secara detail, dievaluasi secara berkala, sehingga efektivitas stimulus ekonomi itu betul-betul bisa dirasakan oleh sektor riil," kata Presiden.

(Humas Kemensetneg)

Presiden: Jaga Bahan Pokok Tetap Tersedia dan Terjangkau oleh Masyarakat

Dinamika Kepri, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk menyikapi potensi kelangkaan pangan dunia sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Akhir bulan lalu, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB mengingatkan akan adanya potensi tersebut.

Maka itu, sejumlah langkah dibahas oleh Kepala Negara bersama dengan jajaran terkait dalam rapat terbatas mengenai antisipasi kebutuhan bahan pokok yang digelar melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 21 April 2020.

"Setiap negara terutama negara-negara produsen beras akan lebih memprioritaskan kebutuhan dalam negeri mereka sendiri dan rantai pasok bahan pangan akan terganggu karena kebijakan lockdown (di sejumlah negara)," kata Presiden.

Sebagai langkah awal, Presiden Joko Widodo menginstruksikan dilakukannya pemetaan kebutuhan bahan pokok secara akurat dengan berdasar pada data-data empiris yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Hitung yang betul berapa produksi beras kita. Kemudian perkiraan produksi beras pada saat masuk musim kemarau. Juga cadangan beras nasional kita cukup untuk berapa lama. Betul-betul harus dihitung, jangan overestimate," kata Presiden.

Kedua, Kepala Negara meminta pihak-pihak terkait untuk mengawasi rantai pasok dan stok pangan yang ada di pasaran. Selain itu, rantai pasok juga harus dapat menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan di masyarakat.

"Pastikan dalam supply chain petani mendapatkan perlindungan yang baik. Hindari praktik-praktik yang tidak sehat dan harus menerapkan prinsip tata kelola yang baik," kata Presiden.

Selain itu, tak kalah penting, agar selain ketersediaan, stabilitas harga kebutuhan pokok juga dapat dijaga dan terjangkau oleh masyarakat. Hingga saat ini, Presiden masih melihat adanya fluktuasi harga, bahkan kenaikan di sejumlah komoditas, yang harus segera dibenahi.

"Ini yang mulai naik sedikit beras. Harga gula tidak bergerak sama sekali, justru naik menjadi Rp19.000. Bawang putih, bawang bombai juga belum turun. Saya enggak tahu ini dari Kementerian Perdagangan apa sudah melihat lapangannya bahwa ini belum bergerak," kata Presiden.

Kepala Negara juga melihat adanya penurunan harga gabah kering namun tidak diikuti dengan penurunan harga beras, malah sebaliknya. Untuk hal tersebut, Presiden meminta jajarannya untuk turun langsung ke lapangan dan mencari tahu persoalan tersebut.

"Kalau harga gabah kering giling turun mestinya harga berasnya juga ikut turun. Ini petaninya tidak dapat untung, harga berasnya naik, masyarakat dirugikan. Ini yang untung siapa? Dicari!" kata Presiden.

Menutup arahannya, Presiden Joko Widodo sekaligus menginstruksikan agar upaya antisipasi kebutuhan bahan pokok di tengah pandemi Covid-19 dan menjelang bulan suci Ramadan ini dijadikan momentum untuk mereformasi kebijakan sektor pangan nasional.

"Dalam situasi Covid-19 ini marilah kita jadikan momentum. Ambil ini sebagai momentum untuk melakukan reformasi besar-besaran dalam kebijakan sektor pangan di negara kita. Jangan kehilangan momentum yang ada," kata Presiden.

(Humas Kemensetneg)
Scroll to top