DINAMIKAKEPRI.COM: Lingkungan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

GPN Kota Batam Unjuk Rasa Minta Polisi Tangkap Oknum Dewan Pembeking Penimbunan Limbah B3 di Kabil

 
GPN Kota Batam Unjuk Rasa Minta Polisi Tangkap Oknum Dewan Pembeking Penimbunan Limbah B3 di Kabil
Unjuk rasa DPD II Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kota Batam di depan kantor DPRD Kota Batam, Rabu (29/7/2020).

Dinamika Kepri, Batam - Puluhan orang dari DPD II Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kota Batam melakukan aksi demo di depan kantor DPRD Kota Batam, Rabu (29/7/2020).

Aksi tersebut dilakukan terkait penimbunan limbah B3 di Kawasan Industri Kabil. Dalam orasinya, menurut mereka (GPN) Kota Batam, limbah B3 yang ditimbun oleh perusahaan yang sudah bertahun-tahun ditumpuk saat ini telah membukit dan telah ditumbuhi rumput-rumput namun tidak ada tindakan dari pihak manapun.

Serunya, dari hasil pantauan mereka dilokasi, karyawan yang bekerja di sana juga tidak dilengkapi safety tenaga kerja.

Edo selaku Ketua DPD II GPN Kota Batam mengatakan, duganya ada oknum anggota DPRD Kota Batam yang membekingi pihak perusahaan yang bergerak dalam pengelolahan limbah B3.

Limbah B3 tersebut sudah mencemari dan berdampak pada lingkungan hidup masyarakat. Dan disekitar perusahaan itu. Kata dia, ada saluran air (drainase) yang langsung ke pemukiman warga.

"Limbah B3 ini sangat berbahaya, dan berdampak pada lingkungan hidup dan masyarakat. Dari beberapa perusahaan yang ada disana (Kabil), itu rata-rata dimiliki oleh anggota DPRD Batam. Pemainya adalah oknum anggota DPRD Batam Komisi III, bahkan ada beberapa perusahaan milik anggota Dewan tidak memiliki izin penimbunan limbah B3," kata Edo.

Lanjutnya, ada satu PT yang tidak memiliki izin pengelohan Limbah B3, dan yang terlibat di sana hampir rata-rata semua perusahaan. Jika mereka pihak perusahaan memiliki izin, pastinya pihak perusahaan sudah mengirim limbah B3 itu, jadi tidak menumpuk lagi.

"Jika anggota DPRD tidak peracaya, ayo kita sama-sama sidak kelokasi," tuturnya saat orasi.

Kata dia lagi, izin pengelohan limbah B3 oleh perusahaan tidak ada. Jadi jangan pihak perusahaan hanya mengambil limbah dan duitnya saja dari perusahaan. Tapi limbahnya tidak dikirim, sehingga limbahnya ditumpuk aja di situ bertahun-tahun sampai membukit, dan limbah B3 itu berjenis limbah cycle.

Oleh karena itu, kata Edo, DPD II GPN Kota Batam menyampaikan surat pernyataan sikap kepada anggota DPRD Kota Batam, yang dihadiri oleh anggota Komisi I DPRD Batam, M Fadhli.

"Surat Pernyataan Sikap kami udah kami serahkan," katanya.

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan DPD II GPN Kota Batam tersebut yakni:

  1. Meminta KPLI segera mengirim limbah yang sudah Over Load dan Over Time bertahun-tahun.
  2. Meminta Krimsus Polda Kepri tangkap anggota DPRD Kota Batam yang diduga menimbun limbah hingga bertahun-tahun.
  3. Meminta Dewan Kehormatan memecat anggota DPRD Kota Batam jika terbukti bersalah dalam kasus penimbunan limbah di Kota Batam. 
  4. Penempatan limbah B3 yang tidak sesuai dengan AMDAL.
  5. Penimbunan (Dumping) melanggar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 tahun 2014 tentang pengelolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
  6. NKRI Harga Mati !!! 
(Ag/Al)

Komisi III DPRD Batam Janji akan Sidak Perusahaan yang Buang Limbah Sembarangan

 
DPRP Batam, Arlon Veristo. 
Dinamika Kepri, Batam - Terkait adanya salah satu yang teletak di kawasan Executive Industrial Park Batam Center, Kecamatan Batam Kota dengan dugaan membuang limbah diduga B3 di saluran air yang mengalir ke gorong-gorong pinggir jalan, menanggapi hal tersebut anggota Komisi III DPRD Kota Batam Arlon Veristo mengatakan pihaknya akan segera turun akan menyidak perusahaan itu dalam dalam waktu dekat ini.

"Kita dari Komisi III yang membidangi lingkungan hidup dalam waktu dekat ini akan sidaknya, dan ini tidak bisa dibiarkan," ujar Arlon, Jumat (1/5/2020) malam.

Menurut Arlon, bila ada perusahaan yang nakal dalam artian tidak mengelola limbahnya dengan baik atau dengan sengaja membuang sembarangan, tentu perusahaan tersebut akan dikenakan sanksi yang berlaku.

"Kalau memang terbukti melakukan kesalahan, kita akan minta DLH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk menghentikan sementara kegiatan perusahaan itu," tegas Arlon.

Lanjut Arlon menyampaikan, ia meminta agar setiap perusahaan untuk ikuti aturan yang ada.

"Kita minta supaya mengikuti aturan yang sudah berlaku dan mereka harus mengelola limbah mereka dengan baik," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, lumpur hitam pekat dan berbusa disertai bau tak sedap mengalir deras di salah satu gorong-gorong di kawasan Executive Industrial Park Batam Center. (Cn)

Tambang Pasir Ditutup, Ketua LSM Gempita Kepri: Pemerintah Harus Perhatikan Nasib Penambang

 
Ketua LSM Gempita Kepri, Yusdianto. 

Dinamika Kepri, Bintan - Pasca ditutupnya aktivitas tambang pasir di Desa Masiram Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) oleh pemerintah. Kini puluhan pekerja tambang menjerit dan tidak tahu lagi mau mengadu kemana, pasalnya dengan tutupnya tambang pasir itu telah menghilangkan pendapatan sehari-hari mereka.

Tambang ditutup karena tidak ada izinnya. Katanya izin masih dalam pengurusan. Hal itu disampaikan oleh salah satu perwakilan penambang rakyat yang namanya enggan disebut.

" Izinnya masih dalam pengurusan. Karena penutupan itu kami tak bisa berbuat apa-apa dan tak tahu harus mengadu kemana, sementara ada keluarga yang harus dinafkahi. Sudah dua hari ini kita tidak kerja mas. Makanya kami bingung dan tak tahu apa yang harus dilakukan,” katanya sedih, Kamis (16/1/2020) sore.

Lokasi bekas tambang pasir di Desa Masiram Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Menanggapi hal itu, di tempat terpisah, Yusdianto, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita) Provinsi Kepri mengatakan, pemerintah jangan hanya menutup, namun juga harus memperhatikan nasib para penambang pasir tersebut.

" Nasib para pekerja penambang pasir itu harus diperhatikan juga, karena sehari-harinya mereka hidup dari hasil kerja tambang itu. Penambang itu harus dibina dan mengarahkan setiap pengusaha pasir yang dikatakan ilegal itu, untuk mengelola lokasi pasir dengan baik dan sesuai aturan," kata Yudianto.

" Pemerintah juga harus punya tanggung jawab moral kepada pelaku usaha. Sebab bukan saja mereka telah mempekerjakan masyarakat, namun mereka (pengusaha=red) juga sudah mengerakkan perekonomian,” ujar pria kelahiran Inhil itu.

" Pelaku usaha perlu di bina. Terkait persoalan lain yang menyangkut kerusakan dan sebagainya, Pemerintah atau dinas terkait, perlu hadir untuk memberikan pembinaan serta masukan-masukan lainnya dan bukannya menindas,” tutupnya. (Ril)

Peduli Penghijauan Kapolda Kepri Pimpin Penanaman Pohon di Batam

 
Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, SIK saat memantau para murid pelajar menyiram pohon yang baru ditanam.

Dinamika Kepri, Batam – Dengan slogan "Jom Kite Tanam Pohon" menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk peduli dengan lingkungan dan melakukan penghijauan.

Ajakan itu dilakukan sebagai bentuk implementasi kebijakan Kapolri yakni dengan tema "Polri Peduli Penghijauan, Gerakan Penanaman Pohon".

Untuk di Batam, kegiatan ini dipimpin oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto. kegiatan dilakukan tepat bersamaan dengan hari gerakan satu juta pohon sedunia dan hari hingkungan hidup indonesia, Jumat (10/1/2020).

Kapolda Kepri bersama Forkopimda tingkat I Provinsi Kepri (Sekda Provinsi Kepri mewakili Gubernur, Danrem, Kajati, Ketua DPRD dan Stakeholder lainnya) ikut menanam bibit pohon. Kegiatan ini juga serentak dilakukan di jajaran Polres/TA dan Forkopimda tingkat II se-Provinsi Kepri.

"Sebagaimana yang diketahui bersama bahwa pada hari ini merupakan hari gerakan sejuta pohon sedunia dan hari lingkungan hidup indonesia. Pada hari ini kita bersama-sama melaksanakan penghijauan dengan menanam pohon. Kegiatan ini sebagai wujud Implementasi kebijakan Kapolri yakni Polri peduli penghijauan, gerakan penanaman pohon," kata Kapolda Kepri dalam sambutannya.

Sebagaiman diketahui, bahwa sampai dengan tahun 2019, telah lebih kurang 6.000 pohon yang telah ditanam, dan di dalam dinamikanya secara bertahap sampai dengan januari 2020, Polda Kepri dan jajaran telah menanam  1.920 bibit pohon.

Sedangkan untuk pada hari ini, Polda Kepri dan jajarannya secara serentak akan melakukan penanaman pohon sebanyak 20.424 bibit pohon secara berkelanjutan.

"Marilah bersama kita canangkan Provinsi Kepri untuk Hijau mengingat wilayah Geografis kita yang hanya 4 persen daratan dan sisa nya merupakan lautan, jangan sampai daratan tersebut tergerus," tutur Kapolda Kepri

Adapun macam bibit pohon yang ditanam yakni terdiri dari 24 jenis pohon diantaranya. bibit anggur Brazil, jambu Jamaica, jambu air, jambu biji, jambu madu, jambu bol, matoa, cempedak, gaharu, durian, ketapang, pucuk merah, sirsak, sakura, ketapang kencana, pohon kaya, mangga, kelengkeng, mangga kyojai, rambutan, sangkis, duku, daun salam, dan angsana.

Hadir dalam kegiatan penanaman pohon ini, terlihat selain dihadiri jajaran Polda Kepri juga dihadiri Sekda Provinsi Kepri mewakili Plt Gubernur Kepri, Danrem 033/ Wira Pratama, Waka Polda Kepri, Pj Ketua Bhayangkari Daerah Kepri, Ka BNNP Kepri, Danlantamal IV Tanjung Pinang, Danguskamla Koarmada I, Kakanwil Kemenkumham Kepri, Danlanud Raja Haji Fisabililah, Wakil Ketua DPRD Prov Kepri, Para Tokoh masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat di Provinsi Kepri, Para Mahasiswa, Pelajar dan anak-anak TK di Kota Batam serta Personil TNI-Polri dan Instansi Pemerintah. (Ril)

Masih Dalam Rangkaian HLN ke 79, bright PLN Batam bersama DLH Lakukan Goro di Tanjungriau

 
Dinamika Kepri, Batam - Silaturahmi menjadi kunci penting dalam hubungannya antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Hal ini dibuktikan oleh jajaran bright PLN Batam bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mengadakan acara Gotong Royong (Goro) di daerah Tanjungriau, Sekupang, Selasa (3/11/2019).

Kegiatan yang masih dalam rangkaian HUT bright PLN Batam ke 19 dan Hari Listrik Nasional (HLN) ke 79 mengambil tema “Gotong Royong CSR bright PLN Batam Peduli Lingkungan” ini ditandai dengan pemberian 50 bak sampah oleh Vice President Public Relation (VPPR) bright PLN Batam, Samsul Bahri dan Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie kepada masyarakat Tanjung Riau.

Dalam sambutannya, VPPR bright PLN Batam Samsul Bahri mengatakan,  kegiatan ini merupakan penutup rangkaian acara Hari Listrik Nasional (HLN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) bright PLN Batam.


"Sejak bulan Oktober 2019 kita melakukan berbagai kegiatan seperti pemberian beasiswa untuk pelajar di Hinterland, penghijauan di Tanjunguncang. Peresmian kampung bright PLN Batam di Sijantung dan ditutup dengan acara Goro," kata putra daerah kelahiran Nongsa ini.

Pihaknya memilih acara Goro mengingat rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan. Lingkungan pemukiman, drainase, hingga pantai tak lepas dari limbah sampah yang dibuang sembarangan.

" Goro dilakukan karena sampah berserakan di mana-mana," kata Samsul lagi.

Selain itu, kata dia kegiatan tersebut juga sebagai upaya bright PLN Batam menghidupkan kembali budaya Goro yang kini banyak ditinggalkan masyakat.

"Padahal Goro merupakan budaya asli bangsa Indonesia. Dulu, bikin rumah warga saja dilakukan dengan Goro. Sekarang, bikin masjid saja cari tukang," ujar Samsul.


Ia berharap kegiatan tersebut bisa dilakukan secara rutin di seluruh lapisan masyarakat.

"Sehingga kita bisa mewariskan Batam bersih kepada anak cucu kita," harapnya.

Karena itu ia mengucapkan terimaksih kepada pihak DLH yang membantu menaukseskan acara tersebut.

"Mudah-mudahan ke depan kita bisa terus bersinergi. Saya yakin pihak DLH memiliki berbagai inovasi dalam mengatasi permasalahan sampah di Batam," pungkasnya.

Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie juga mengucapkan terimakasih terhadap bright PLN Batan yang masih peduli terhadap lingkungan.

" Tanpa ada kerja sama pemerintah, swasta, dan masyarakat takan mungkin Batam bisa dibangun seperti ini," bebernya.

Ia juga mengaku miris dengan mulai pudarnya budaya goro di tengah lingkungan masyarakat. Saat ini, katanya, Goro sudah beralih ke media sosial.


"Sekarang banyak Goro bicara, kerjanya komen saja di medsos. Hanya bicara Goro, tapi tak mau bergerak," ungkapnya.

Melalui acara tersebut, ia mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya kegiata Goro.

"Dengan semangat dan niat yang iklas kita Goro, bersihkan sampah di Tanjung Riau," katanya.

Setelah acara resmi dibuka, sejumlah 200 orang yang terdiri dari Satgas DLH Batam, jajaran bright PLN Batam, pihak kelurahan dan masyarakat di dua RW membersihkan lingkungan sekitar.

Masyarakat tampak beramai-ramai melakukan aksi gotong royong memungut sampah yang ada di sekitar pemukiman warga, khususnya yag berada di tepi pantai.

VPPR bright PLN Batam Samsul Bahri, Kadis DLH Batam Herman Rozi, Lurah Tanjungriau, dan Wakapolsek bersama masyarakat Tanjung Riau dan Satgas DLH juga terlibat langsung melakukan gotong royong.

Seluruh sampah yang dipungut dimasukkan ke dalam plastik berukuran besar, selanjutnya diangkut ke atas mobil sampah yang dikerahkan DLH Batam. Masyarakat, Satgas DLH dan semua peserta yang terlibat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. (Ril)

Melalui CSR Bright PLN Batam Penghijauan di Sijantung

 
Dinamika Kepri, Batam - Program Corporate Social Responsibility (CSR) memegang peranan yang sangat besar dalam mewujudkan keberlangsungan usaha Perusahaan. Karena itulah PT PLN Batam memiliki komitmen jangka panjang untuk melaksanakan program CSR sebagai bagian dari tanggung jawab Perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan. Salah satunya adalah membentuk komunitas binaan yang berkelanjutan (sustainable).

Program itu bertajuk Penghijauan Kampung Wisata Binaan CSR bright PLN Batam yang dilakukan di Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (20/11/2019) pagi.

Sebanyak 200 pohon jenis Tabebuya diserahkan/ditanam secara langsung oleh manajemen bright PLN Batam bersama instansi terkait hingga masyarakat setempat di kawasan tersebut. Selain itu, manajemen bright PLN Batam juga menyerahkan 50 bak sampah untuk warga dan perangkat desa serta kelurahan.

Direktur Operasi bright PLN Batam Awaluddin Hafid disela-sela prosesi tersebut terlihat antusias dan bersemangat melakukan tahapan - tahapan penanaman bersama warga dan perwakilan beberapa instansi dan FKPD.

“Kegiatan ini merupakan tanggung jawab lain yang harus dipenuhi, selain memastikan kehandalan pasokan listrik dan peningkatan mutu layanan kepada pelanggan," kata Awal dalam sambutannya.

"Kita menanam 200-an pohon Tabebuya, serta melakukan penyerahan bak sampah secara simbolik. Bahwa apa yang dilakukan ini sebagai bentuk mengajak masyarakat untuk menjaga dan lebih peduli terhadap lingkungan. Sehingga anak dan cucu kita nanti bisa menikmati lingkungan dan alam yang jauh lebih bersih kedepannya," lanjutnya.

"Jadi nantinya, untuk bisa menikmati keindahan bunga yang bermekaran tidak harus ke Jepang atau ke Korea. Cukup di Sijantung saja. Dan mudah-mudahan 3 tahun kedepan, kita sudah bisa menikmati keindahan pohon ini. Sehingga program untuk Kampung Wisata di Sijantung juga dapat terwujud," kata Awal.

Awal juga menjelaskan CSR bright PLN Batam menjadikan Desa Sijantung sebagai Kampung Binaan bright PLN Batam dengan program lingkungan serta pemberdayaan masyarakat. Melalui penanaman pohon, pembuatan wisata hutan mangrove, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan budaya khas Sijantung. Harapan kedepannya desa binaan bright PLN Batam akan menjadi salah satu destinasi pariwisata baru di Galang, Batam.

"Jadi, disamping untuk mempertahankan hutan mangrove, juga berpotensi untuk dijadikan objek wisata. Dengan adanya hal ini tentunya diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," tutup Awal.

Sementara itu, Lurah Sijantung  Danang Prilasandi menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas apa yang telah dilakukan oleh bright PLN Batam.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada bright PLN Batam. Mengingat, selain memberikan listrik, PLN juga telah memberikan binaan, berupa binaan kampung wisata," jelas Danang.

Hal senada juga diungkapkan perangkat RT di perkampungan tersebut yang mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program dan rencana kerja dari bright PLN Batam.

"Kami mendukung rencana bright PLN Batam untuk berbagai program penghijauan dengan menanam ratusan pohon jenis Tabebuya di kawasan ini. Kami juga berharap binaan yang diberikan oleh PLN Batam ini bisa berhasil dan saya ucapkan terima kasih," terangnya.

Rombongan tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut juga diajak untuk menelusuri jalur mangrove menggunakan perahu, melihat potensi wisata mangrove kampung Sijantung yang luasnya mencapai ratusan hektar dan jarang dikunjungi oleh wisatawan.
Sebelumnya sebanyak 200 pohon jenis Tabebuya juga sudah ditanam secara langsung oleh manajemen bright PLN Batam di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tanjung Uncang.

Kegiatan tersebut juga diikuti dengan penyerahan bak sampah dan gotong royong lingkungan bersama masyarakat setempat. Hal tersebut merupakan komitmen bright PLN Batam terhadap usaha pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sampah. Keinginan ini juga bagian dari rangkaian HUT bright PLN Batam ke-19 dan Hari Listrik Nasional ke-74. (Ril)
Scroll to top