Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Pelaku Curas di Perumahan Pallazo Berhasil Ditangkap Polisi

Dinamika Kepri, Batam – Subdit II Dit Reskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan 4 orang pelaku Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan (Curas), Pemerasan dan atau Persekusi, dan atau pengancaman dengan kekerasan. Hal tersebut disampaikan oleh Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid.,SIK, MH, didampingi Kassubid Penmas Bid Humas Polda Kepri AKBP Imran, SH saat Konferensi Pers di Polda Kepri, Senin (25/1/2021).


"Tindak pidana tersebut terjadi pada 9 Januari 2021 yang lalu sekitar jam 01.00 wib sampai dengan 03.00 wib dini hari di Perumahan pallazo Batam Centre dengan korban berinisial BTL dan S,  tersangka Tindak Pidana Curas tersebut berinisial ARP, FS, YIT dan SA," ujar Wadir Reskrimum Polda Kepri Ruslan Abdul Rasyid, SIK, MH.


"Pada Kamis tanggal 21 Januari 2021 jam 11.35 Wib, Polda Kepri telah menerima Laporan pengaduan dari korban inisial BTL dan Istrinya inisial S atas dugaan telah terjadi nya tindak Pidana Pencurian dengan kekerasan, dengan adanya laporan itu selanjutnya Tim Opsnal Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri mendalami laporan tersebut dan melakukan penyidikan," sambungnya.


Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil penyelidikan, bahwa pada Sabtu tanggal 9 Januari 2021 sekitar jam 01.00 Wib Korban BTL mendengar suara keributan di lantai 1 rumahnya, kemudian seketika itu pembantu rumahnya mengetok pintu kamar korban yang berada dilantai 2 dan setelah membuka pintu kamar tiba-tiba pembantu korban sudah didampingi oleh dua orang laki-laki yang tidak dikenal dan kedua laki-laki tersebut langsung memasuki kamar yang salah satunya mengancam dengan mengacungkan gunting kepada korban sambil mengatakan “dimana uang sisa?”.


Masih kata Wadir Reskrimum Polda Kepri, dari permasalahan dengan pelaku berinisial FR, korban mengatakan, tidak mengetahui permasalahan tersebut, di waktu bersamaan dua orang laki-laki berinisial  FS dan YIT  mengambil barang secara paksa berupa 1 unit hp, 7 buah jam tangan, 1 buah cincin emas dan uang tunai sebesar Rp. 2.000.000. 


Selanjutnya korban dipaksa turun ke lantai 1 dan setibanya depan pintu rumah korban dipukul oleh kedua laki-laki tersebut, dan selanjutnya meninggalkan rumah dengan menggunakan beberapa mobil. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp. 43 juta.


Sambung dia, selanjutnya Tim yang terdiri dari Subdit II dan tim Jatanras Dit Reskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan para pelaku sebanyak empat orang dengan inisial ARP, FS, YIT dan SA atas dugaan telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan atau pemerasan dan atau melakukan kekerasan secara bersama-sama, terhadap orang dan atau melakukan pengancaman dengan kekerasan dan atau ancaman kekerasan terhadap korban berinisial BTL dan S, sedangkan pelaku (FT) dan (LO) masih dalam pengejaran (DPO.


Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka yakni berupa 1 unit handphone merk iphone  warna gold, 1 unit jam tangan merk ripcurl warna silver, 1 unit jam tangan merk ripcurl automatic warna silver, 1 unit jam tangan merk cat warna hitam les kuning, 4 unit mobil milik tersangka. Sedangkan untuk barang bukti yang disita dari korban berupa 1 unit gunting warna hijau les kuning yang digunakan untuk mengancam korban dan 1 unit flasdisk rekaman cctv. 


"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pasal pasal 365 KUHP ayat (1) dan ayat (2), dan atau pasal 170 KUHP, dan atau pasal 335 KUHP, dan atau pasal 160 KUHP," tutupnya. (Ril)

Seorang pria diduga predator anak berinisial RS yang diamankan oleh Subdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri pada bulan September 2020 lalu, digelar konferensi Persnya di Mapolda Kepri, Rabu (20/1/2021).
Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik bersama Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si saat gelar konferensi pers di Mapolda Kepri, Rabu (20/1/2021).

Dinamika Kepri, Batam – Seorang pria diduga predator anak berinisial RS yang diamankan oleh Subdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri pada bulan September 2020 lalu, digelar konferensi Persnya di Mapolda Kepri, Rabu (20/1/2021).  


Disampaikan oleh Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik., didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si saat Konferensi Pers bahwa menurut pengakuan tersangka, sudah 10 orang anak di bawah umur yang telah menjadi korbannya. 


"Tim Dit Reskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan tersangka berinisial RS, dari hasil penyidikan dan penyelidikan diawal bahwa tersangka ini melakukan tindak kejahatannya di dua lokasi hotel yang ada di daerah Pelita, Kota Batam pada bulan September 2020 yang lalu dengan modus yang dilakukannya adalah tersangka yang berprofesi sebagai fotografer melakukan bujuk rayu dan menawarkan korban sebagai model foto sehingga para korban menuruti keinginan tersangka," terang Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.


Kabid Humas Polda Kepri mengatakan, 10 orang anak yang menjadi korban sampai saat ini masih tahap dalam penyelidikan dan pengembangan. Selain itu, barang bukti dalam kasus juga telah diamankan.


"Hasil pemeriksaan diawal bahwa ada 10 orang anak yang menjadi korbannya, namun penyelidikan ini akan terus berkembang dan tidak berhenti sampai disini saja. Dari kejahatan yang dilakukan oleh tersangka ini berhasil diamankan juga barang bukti 1 unit Handphone yang digunakan tersangka untuk Chating dengan para korbannya, 1 buah Kamera, 1 helai baju warna abu-abu, 1 helai celana panjang warna biru, 1 helai celana dalam warna ungu, 1 helai Bra warna hitam, 1 helai baju warna hitam motif kotak-kotak dan 1 helai celana panjang warna biru," jelas Kombes Pol Harry Goldenhardt S.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, lanjut Kombes Pol Harry Goldenhardt S mengatakan bahwa tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp.500 juta.


"Atas kejahatan yang dilakukannya tersangka dikenakan Pasal 81 Ayat 2 dan Ayat 5 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Dengan Ancaman Hukuman Penjara Paling Singkat 5 (Lima) Tahun dan Paling Lama 15 (Lima Belas) Tahun dan Denda Paling Banyak Rp. 5.000.000.000," tutur Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


Kata dia, karena pengembangan dan pendalaman masih berlanjut, tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya.


"Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan saksi, dan juga terus melakukan pendalaman serta pengembangan terhadap dugaan adanya korban lainnya serta melakukan koordinasi dengan P2TP2A Provinsi Kepri sebagai pendampingan kepada korban," ujarnya.


Ditambahkan Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, karena tersangka korbannya anak-anak, juga akan diterapkan hukuman Kebiri Kimia


"Dalam penegakkan hukum terhadap perlindungan anak ini, bahwa kita juga akan menerapkan Undang-undang baru yang sudah ditandatangani oleh bapak Presiden RI yang salah satunya didalam ayat tersebut adalah pemberian hukuman Kebiri Kimia yang dilakukan sesuai dengan putusan hakim di pengadilan," jelas Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto.


"Menurut pengakuan tersangka ini, dia telah melakukan kejahatannya lebih dari 10 korban dan yang dia ingat hanya 10 nama, hal ini tidak menutup kemungkinan korbannya lebih dari 10 orang karena sewaktu didalam pemeriksaan pelaku ini mengatakan banyak lupa dan yang diingat hanya 10 nama korban, dari para korban-korbannya tersebut dan dua orang di antaranya sudah hamil," tutupnya. (Ril)

Kondisi mobil korban. (Foto: Ist)

Dinamika Kepri, Batam - Pelaku pecah kaca mobil sedan yang beraksi di seputaran Batam Center dikabarkan berhasil diringkus tim Opsnal Polsek Batam Kota pada Rabu (13/1/2021) kemarin.


"Ya, infonya pelaku sudah diamankan Polsek Batam Kota kemarin," ungkap pria yang namanya tidak mau disebutkan, Kamis (14/1/2021) sore.


Dikutip dari akun Facebook @Evi Rehulina Ginting sebelumnya, Mobil sedan yang tengah parkir di depan Ruko, di bobol maling dengan cara memecahkan kaca mobilnya di seputaran Batam Center, Kejadian itu terjadi pada hari Selasa (12/1/2021) yang lalu.


Dari aksi kejahatannya itu, pelaku berhasil membawa kabur barang-barang berharga milik korban di antaranya, Handphone Merek iPhone Pro Max 11, KTP, NPWP dan SIM.


Saat dihubungi, pemilik akun Facebook itu membenarkan kejadian aksi pecah kaca Mobil sedan itu.


"Iya benar pak, barusan ada  terjadi pemecahan kaca mobil," ucapnya saat dihubungi, Selasa (12/1/2021).


Tak terima atas kejadian tersebut, kemudian korban pun langsung membuat laporan ke Mapolsek Batam Kota. Dan tak menunggu lama, dengan gerak cepat, kemudian pelaku pecah kaca itu berhasil ditangkap polisi.


(Red)

Seorang pria berinisial NP sebelumnya dikabarkan telah dibekuk oleh tim Opsnal Polsek Batam Kota di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Ilustrasi diborgol.

Dinamika Kepri, Batam –  Seorang pria berinisial NP sebelumnya dikabarkan telah dibekuk oleh tim Opsnal Polsek Batam Kota di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.  


Pria itu ditangkap pada hari Sabtu (9/1/2021) lalu karena diduga telah menipu seorang wanita berinisial MN di Batam dengan total kerugian berkisar ratusan juta.


Diketahui, hubungan NP terhadap korban ini bermula dari media sosial. Sebelumnya pada tahun 2018 silam, kepada MN, NP mengaku dirinya seorang pengusaha kebun sawit di Kalimantan.


Atas pengakuannya itu, seiring berjalannya waktu akhirnya kemudian NP dan MN menjalin hubungan asmara. Bahkan NP berjanji akan segera menikahi MN.


Dengan jurus bujuk rayunya, apapun permintaan NP dikabulkan oleh MN seperti meminjam uang  hingga berkisar ratusan juta,  namun tidak dikembalikan.


Sebelumnya NP sempat berkunjung ke Kota Batam menemui MN. Pertemuan itu sekira pertengahan bulan September 2018 lalu. 


Saat tiba di Batam, NP mengaku barang-barang berharga miliknya hilang saat perjalanan menuju Batam. 


Dengan alasan tersebut, NP diduga memulai aksi kejahatannya dengan meminjam uang korban. Tak berpikir panjang, korban pun langsung memenuhi permintaannya.


Tak berhenti disitu saja, selain mengaku sebagai pengusaha sawit kepada MN, NP juga mengaku memiliki usaha jual beli barang antik.


Dengan bermodal pengakuan usaha jual beli barang antik, NP juga menawarkan kepada MN untuk kerjasama dengan keuntungan yang dijanjikan 5 persen dari harga penjualan barang antik. Keduanya pun setuju dan MN sepakat untuk memodali NP.


Karena NP sering meminjam uang ke MN namun tidak pernah mengembalikan, kemudian MN pun sadar dan merasa kalau dirinya ditipu dan kemudian melaporkannya ke Polsek Batam Kota.


Sementara itu, Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Ocktane Guchi  membenarkan adanya laporan itu dan telah menangkap NP. 


"Iya benar," ucap Restia saat di konfirmasi wartawan, Kamis (14/1/2021).


(Tam)

Satlantas Polresta Barelang bubarkan Aksi Balap liar di Simpang Kara Kota Batam. Selain itu juga dilakukan tindakan tegas


Dinamika Kepri, Batam - Satlantas Polresta Barelang bubarkan Aksi Balap liar di Simpang Kara Kota Batam. Selain itu juga dilakukan tindakan tegas dengan mengamankan belasan remaja dan kendaraannya pada Minggu (03/01/2021) dini hari.


Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevany mengatakan hal dilakukan lantaran banyak mendapati laporan terkait adanya kegiatan trek-trekan yang mengganggu pengguna jalan dan membuat masyarakat resah.


"Saat tim tengah Patroli, diruas jalan Simpang Kara benar adanya ditemukan kegiatan aksi balap liar," jelas Stevany, Senin (4/1/2021).


Ironisnya, para remaja tanggung itu nekat menutup akses jalur dari simpang kara menuju simpang frengki untuk arena balap liar. 


"Tidak menunggu lama kita langsung turun dan mengamankan mereka," kata Stevany.


Giat ini menurut Stevany merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat, biasanya balap liar ini dilakukan pada weekend pada Sabtu dan Minggu khususnya di pagi hari antara pukul 05.30 s/d 07.30 Wib.


"Untuk memberikan efek jera, remaja-remaja yang mengikuti balap liar berserta barang bukti berupa sepeda motor diangkut petugas ke kantor Sat Lantas Polresta Barelang," ucapnya.


Tak lupa, Stevany menghimbau  masayarakat khususnya remaja agar tidak melakukan pelanggaran berlalu lintas, berupa balap liar.


"Hormati pengguna jalan yang lain, selain membahayakan diri sendiri balap liar juga membahayakan pengguna kendaraan lainya, apalagi saat ini pandemi  Covid-19,  ikuti anjuran pemerintah agar tidak berkerumun guna mencegah penularan Virus Covid-19," pungkasnya. (Red)

Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan Sabu dan Ribuan Butir Pil Ekstasi
Suasana pemusnahan barang bukti Narkotika di Polda Kepri.

Dinamika Kepri, Batam – Sebanyak 1,4 Kg narkotika jenis sabu dan 19.628 Butir ekstasi dimusnahkan oleh Ditresnarkoba Polda Kepri. 


Barang bukti tersebut merupakan ungkap kasus yang tertuang dari 6 (enam) Laporan polisi terhadap 9 (sembilan) orang tersangka dengan Inisial RA, SA, MA, AK als K, A als Y, MNS als S, J, R, YNS als N, dan HP als H, Rabu (23/12/20).


Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin oleh Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi, S.H., S SIK.,M.H., didampingi oleh Perwakilan Bea dan Cukai Kota Batam, perwakilan BNNP, Granat, Pengacara dan Paur Mitra Subbidpenmas Bidhumas Polda Kepri AKP Syarifuddin, SH.


1. LP - A / 149 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 15 November 2020, Seberat 1.025 gram (seribu dua puluh lima) gram, satu papan erimin 5/Happy 5 sebanyak 10(sepuluh) butir. Barang bukti tersebut didapatkan dari tiga orang  tersangka berinisial MNS als S, J, dan R dengan TKP di Pinggir Jalan Jl. Sei Jang Kec. Sagulung Kota Batam. 


Dengan kronologi singkatnya pada minggu tanggal 15 November 2020 sekira pukul 02.00 Wib melakukan penangkapan terhadap tersangka di Pinggir Jalan Jl. Sei Jang Kec. Sagulung Kota Batam, disaat melakukan pengeledahan ditemukan barang bukti tersebut diatas dan selanjutnya tersangka di bawa kekantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukannya penyidikan lebih lanjut.


2. LP - A / 151 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 15 November 2020, Seberat 202 gram (dua ratus dua) gram, Barang bukti tersebut didapatkan dari satu orang  tersangka berinisial YMS als N, HP als H, dan S als Y dengan TKP di Tanjung Balai Karimun.


Dengan kronologi singkatnya pada minggu tanggal 15 November 2020 sekira pukul 20.30 wib melakukan penangkapan terhadap tersangka di salah satu kamar hotel Tanjung Balai Karimun, disaat melakukan pengeledahan ditemukan barang bukti tersebut diatas dan selanjut nya tersangka di bawa kekantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukannya penyidikan lebih lanjut.


3. LP - A / 153 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 18 November 2020, Seberat  20.000 butir ekstasi, Barang bukti tersebut didapatkan dari  satu orang  tersangka berinisial AK als K dengan TKP di depan halam rumah Tanjung Uma. Dengan kronologi singkatnya pada minggu tanggal 18 November 2020 sekira pukul 18.00 Wib melakukan penangkapan terhadap tersangka di depan halam rumah Tanjung Uma, disaat melakukan pengeledahan ditemukan barang bukti tersebut diatas dan selanjut nya tersangka di bawa kekantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukannya penyidikan lebih lanjut.


4. LP - B / 127 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 25 November 2020, Seberat  62,8 (enam puluh dua koma delapan) gram sabu, Barang bukti tersebut didapatkan dari  dua  orang  tersangka berinisial A als Y dan M dengan TKP di Bandara Hang Nadim.


Dengan kronologi singkatnya pada minggu tanggal 25 November 2020 sekira pukul 07.10 wib melakukan penangkapan terhadap tersangka di Bandara Hang Nadim, disaat melakukan pengeledahan ditemukan barang bukti tersebut diatas dan selanjutnya tersangka di bawa kekantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukannya penyidikan lebih lanjut.


5. LP - A / 154 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 27 November 2020, Seberat 107 gram (seratus  tujuh) gram, Barang bukti tersebut didapatkan dari  dua orang  tersangka berinisial RA dan SA dengan TKP di Selasar Pelabuhan Dosmetik. 


Dengan kronologi singkatnya pada minggu tanggal 27 November 2020 sekira pukul 16.00 Wib melakukan penangkapan terhadap tersangka di Selasar Pelabuhan Dosmetik, disaat melakukan pengeledahan ditemukan barang bukti tersebut diatas dan selanjut nya tersangka di bawa kekantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukannya penyidikan lebih lanjut.


6. LP - A / 132 / XII / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 9 Desember 2020, Seberat 137 (seratus tiga puluh tujuh) gram, Barang bukti tersebut didapatkan dari satu orang  tersangka berinisial MA dengan TKP di Bandara Hang Nadim. 


Dengan kronologi singkatnya pada minggu tanggal 9 Desember 2020 sekira pukul 17.30 Wib melakukan penangkapan terhadap tersangka di Selasar Pelabuhan Dosmetik, disaat melakukan pengeledahan ditemukan barang bukti tersebut diatas dan selanjut nya tersangka di bawa kekantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukannya penyidikan lebih lanjut.


“Adapun Barang bukti narkotika jenis sabu yang dikirim ke labfor sebanyak 78.31 (tujuh puluh delapan koma tiga puluh satu) gram, Jenis ekstasi sebanyak 362 (tiga ratus enam puluh dua) Butir, dan 1 (satu) papan Erimin 5/ Happy 5 sebanyak 10 (sepuluh) butir," Tutur Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi.


“Atas perbuatanya kepada tersangka diterapkan Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pasal Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2), Juncto Pasal 132 (1) Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun," tutup Kabid Humas Polda Kepri Harry Goldenhardt S, S.I.K., M.SI. (Ril)

Bareskrim Polri meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak segan melakukan tindakan tegas dan terukur atau menghukum mati kepada seluruh pengedar narkoba di Indonesia.
Wakabareskrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat saat jumpa pers pemusnahan barang bukti narkotika di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2020).

Dinamika Kepri, Jakarta - Bareskrim Polri meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak segan melakukan tindakan tegas dan terukur atau menghukum mati kepada seluruh pengedar narkoba di Indonesia. 


Wakabareskrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat menjelaskan, peredaran narkotika merupakan kategori kejahatan yang luar biasa. Sebab itu, kata Wahyu, diperlukan penanganan yang luar biasa dalam penegakan hukumnya. 


"Kepada seluruh jajaran hukum, saya mengajak untuk gencar menindak dan memberi hukuman paling berat kepada para pelaku kejahatan narkotika. Bahkan tidak perlu ragu memberikan hukum mati kepada pelaku yang penuhi syarat hukuman mati," kata Wahyu saat jumpa pers pemusnahan barang bukti narkotika di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2020).


Selain itu, Wahyu juga berharap, seluruh terpidana mati dari perkara narkotika bisa segera dieksekusi. Menurutnya, hal itu bisa menjadi efek jera bagi pihak yang mencoba mengedarkan barang haram di Indonesia. 


"Dan ekseskusi mati harus cepat pelaksanaannya supaya memberikan efek jera bagi siappun yang berniat menjadi pelaku kejahatan narkotika," ujar Wahyu. 


Pada kesempatan itu, Wahyu juga tak lupa berpesan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk tidak tergoda atau sekali-sekali ikut "bermain" dalam peredaran narkoba. 


Sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Wahyu, aparat penegak hukum yang terlibat kasus narkoba akan berikan sanksi tegas dan maksimal dalam proses penegakan hukum.


"Saya berpesan khusus kepada jajaran aparat penegak hukum supaya tidak sekali-kali terlibat dalam kejahatan narkoba dengan menjadi pemakai, informan, kurir dan backing penjahat narkoba apalagi menjadi pengedar atau bandar. Perintah Presiden Jokowi sudah jelas bahwa kepada jajaran aparat hukum yang terlibat kejahatan narkoba akan diberi tegas dan diberi hukuman maksimal," papar Wahyu.


Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Kejagung RI Darmawel Aswar menyebut, di saat Pandemi Covid-19 modus peredaran narkoba marak terjadi dengan cara pemesanan online. 


"Karena pandemi Covid-19 maka modus sekarang yang beredar sekarang adalah sistem dengan online artinya dikirim barang itu kemudian di beli dan modusnya seolah-olah beli sama-sama untuk persediaan di tempat. Padahal sesungguhnya mereka berusaha untuk menumpuk," ujarnya.


Senada, Darmawel juga memastikan komitmen Kejaksaan Agung untuk menindak tegas kepada seluruh pengedar narkotika di Indonesia. Hukuman tegas akan diberikan kepada mereka yang merusak generasi bangsa.


"Kami dari kejaksaan berkomitmen khususnya narkoba setiap perkara yang masuk ke kami hampir rata-rara kami lakukan penuntutannya kalau tidak seumur hidup kalau tidak mati," ucapnya. (Ril)

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri sepanjang tahun 2020 tercatat telah menangani 148 perkara terkait dengan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang


Dinamika Kepri, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri sepanjang tahun 2020 tercatat telah menangani 148 perkara terkait dengan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). 


Kapolri Jenderal Idham Azis menjelaskan, dari 148 perkara, 126 kasus diantaranya telah diselesaikan selama tahun 2020 ini. Atau jika dalam persentase penyelesaian perkara (selra) sekira 85 persen.


"Terkait perdanganan orang (TTPO) selesaikan 126 perkara dari 148 perkara yang dilaporkan atau mencapai 85%," kata Idham dalam acara rilis akhir tahun Polri 2020 yang digelar secara virtual, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/12/2020).


Disisi lain, Idham menyebut, dalam bidang operasional, Polri menerima 238.384 kejahatan yang dilaporkan. Sekira 173.035 kasus telah diselesaikan diantaranya.


"Jumlah kejahatan yang dilaporkan sebanyak 238.384 perkara dengan penyelesaian  173.035 perkara (73%) meningkat 2% dibandingkan tahun 2019," ujar Idham.


Sementara itu, pemberantasan street crime atau kejahatan jalanan, polisi menuntaskan 3.900 perkara pencurian dan kekerasan dari 5.349 perkara. Atau sebesar 73% penyelesaiannya.


"Pemberantasan street crime, tuntaskan 3.900 perkara curas dari 5.349 perkara," ucap Idham. (Ril)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.