Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Seorang pria diduga predator anak berinisial RS yang diamankan oleh Subdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri pada bulan September 2020 lalu, digelar konferensi Persnya di Mapolda Kepri, Rabu (20/1/2021).
Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik bersama Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si saat gelar konferensi pers di Mapolda Kepri, Rabu (20/1/2021).

Dinamika Kepri, Batam – Seorang pria diduga predator anak berinisial RS yang diamankan oleh Subdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri pada bulan September 2020 lalu, digelar konferensi Persnya di Mapolda Kepri, Rabu (20/1/2021).  


Disampaikan oleh Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik., didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si saat Konferensi Pers bahwa menurut pengakuan tersangka, sudah 10 orang anak di bawah umur yang telah menjadi korbannya. 


"Tim Dit Reskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan tersangka berinisial RS, dari hasil penyidikan dan penyelidikan diawal bahwa tersangka ini melakukan tindak kejahatannya di dua lokasi hotel yang ada di daerah Pelita, Kota Batam pada bulan September 2020 yang lalu dengan modus yang dilakukannya adalah tersangka yang berprofesi sebagai fotografer melakukan bujuk rayu dan menawarkan korban sebagai model foto sehingga para korban menuruti keinginan tersangka," terang Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.


Kabid Humas Polda Kepri mengatakan, 10 orang anak yang menjadi korban sampai saat ini masih tahap dalam penyelidikan dan pengembangan. Selain itu, barang bukti dalam kasus juga telah diamankan.


"Hasil pemeriksaan diawal bahwa ada 10 orang anak yang menjadi korbannya, namun penyelidikan ini akan terus berkembang dan tidak berhenti sampai disini saja. Dari kejahatan yang dilakukan oleh tersangka ini berhasil diamankan juga barang bukti 1 unit Handphone yang digunakan tersangka untuk Chating dengan para korbannya, 1 buah Kamera, 1 helai baju warna abu-abu, 1 helai celana panjang warna biru, 1 helai celana dalam warna ungu, 1 helai Bra warna hitam, 1 helai baju warna hitam motif kotak-kotak dan 1 helai celana panjang warna biru," jelas Kombes Pol Harry Goldenhardt S.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, lanjut Kombes Pol Harry Goldenhardt S mengatakan bahwa tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp.500 juta.


"Atas kejahatan yang dilakukannya tersangka dikenakan Pasal 81 Ayat 2 dan Ayat 5 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Dengan Ancaman Hukuman Penjara Paling Singkat 5 (Lima) Tahun dan Paling Lama 15 (Lima Belas) Tahun dan Denda Paling Banyak Rp. 5.000.000.000," tutur Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


Kata dia, karena pengembangan dan pendalaman masih berlanjut, tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya.


"Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan saksi, dan juga terus melakukan pendalaman serta pengembangan terhadap dugaan adanya korban lainnya serta melakukan koordinasi dengan P2TP2A Provinsi Kepri sebagai pendampingan kepada korban," ujarnya.


Ditambahkan Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, karena tersangka korbannya anak-anak, juga akan diterapkan hukuman Kebiri Kimia


"Dalam penegakkan hukum terhadap perlindungan anak ini, bahwa kita juga akan menerapkan Undang-undang baru yang sudah ditandatangani oleh bapak Presiden RI yang salah satunya didalam ayat tersebut adalah pemberian hukuman Kebiri Kimia yang dilakukan sesuai dengan putusan hakim di pengadilan," jelas Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto.


"Menurut pengakuan tersangka ini, dia telah melakukan kejahatannya lebih dari 10 korban dan yang dia ingat hanya 10 nama, hal ini tidak menutup kemungkinan korbannya lebih dari 10 orang karena sewaktu didalam pemeriksaan pelaku ini mengatakan banyak lupa dan yang diingat hanya 10 nama korban, dari para korban-korbannya tersebut dan dua orang di antaranya sudah hamil," tutupnya. (Ril)

Kondisi mobil korban. (Foto: Ist)

Dinamika Kepri, Batam - Pelaku pecah kaca mobil sedan yang beraksi di seputaran Batam Center dikabarkan berhasil diringkus tim Opsnal Polsek Batam Kota pada Rabu (13/1/2021) kemarin.


"Ya, infonya pelaku sudah diamankan Polsek Batam Kota kemarin," ungkap pria yang namanya tidak mau disebutkan, Kamis (14/1/2021) sore.


Dikutip dari akun Facebook @Evi Rehulina Ginting sebelumnya, Mobil sedan yang tengah parkir di depan Ruko, di bobol maling dengan cara memecahkan kaca mobilnya di seputaran Batam Center, Kejadian itu terjadi pada hari Selasa (12/1/2021) yang lalu.


Dari aksi kejahatannya itu, pelaku berhasil membawa kabur barang-barang berharga milik korban di antaranya, Handphone Merek iPhone Pro Max 11, KTP, NPWP dan SIM.


Saat dihubungi, pemilik akun Facebook itu membenarkan kejadian aksi pecah kaca Mobil sedan itu.


"Iya benar pak, barusan ada  terjadi pemecahan kaca mobil," ucapnya saat dihubungi, Selasa (12/1/2021).


Tak terima atas kejadian tersebut, kemudian korban pun langsung membuat laporan ke Mapolsek Batam Kota. Dan tak menunggu lama, dengan gerak cepat, kemudian pelaku pecah kaca itu berhasil ditangkap polisi.


(Red)

Seorang pria berinisial NP sebelumnya dikabarkan telah dibekuk oleh tim Opsnal Polsek Batam Kota di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Ilustrasi diborgol.

Dinamika Kepri, Batam –  Seorang pria berinisial NP sebelumnya dikabarkan telah dibekuk oleh tim Opsnal Polsek Batam Kota di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.  


Pria itu ditangkap pada hari Sabtu (9/1/2021) lalu karena diduga telah menipu seorang wanita berinisial MN di Batam dengan total kerugian berkisar ratusan juta.


Diketahui, hubungan NP terhadap korban ini bermula dari media sosial. Sebelumnya pada tahun 2018 silam, kepada MN, NP mengaku dirinya seorang pengusaha kebun sawit di Kalimantan.


Atas pengakuannya itu, seiring berjalannya waktu akhirnya kemudian NP dan MN menjalin hubungan asmara. Bahkan NP berjanji akan segera menikahi MN.


Dengan jurus bujuk rayunya, apapun permintaan NP dikabulkan oleh MN seperti meminjam uang  hingga berkisar ratusan juta,  namun tidak dikembalikan.


Sebelumnya NP sempat berkunjung ke Kota Batam menemui MN. Pertemuan itu sekira pertengahan bulan September 2018 lalu. 


Saat tiba di Batam, NP mengaku barang-barang berharga miliknya hilang saat perjalanan menuju Batam. 


Dengan alasan tersebut, NP diduga memulai aksi kejahatannya dengan meminjam uang korban. Tak berpikir panjang, korban pun langsung memenuhi permintaannya.


Tak berhenti disitu saja, selain mengaku sebagai pengusaha sawit kepada MN, NP juga mengaku memiliki usaha jual beli barang antik.


Dengan bermodal pengakuan usaha jual beli barang antik, NP juga menawarkan kepada MN untuk kerjasama dengan keuntungan yang dijanjikan 5 persen dari harga penjualan barang antik. Keduanya pun setuju dan MN sepakat untuk memodali NP.


Karena NP sering meminjam uang ke MN namun tidak pernah mengembalikan, kemudian MN pun sadar dan merasa kalau dirinya ditipu dan kemudian melaporkannya ke Polsek Batam Kota.


Sementara itu, Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Ocktane Guchi  membenarkan adanya laporan itu dan telah menangkap NP. 


"Iya benar," ucap Restia saat di konfirmasi wartawan, Kamis (14/1/2021).


(Tam)

Satlantas Polresta Barelang bubarkan Aksi Balap liar di Simpang Kara Kota Batam. Selain itu juga dilakukan tindakan tegas


Dinamika Kepri, Batam - Satlantas Polresta Barelang bubarkan Aksi Balap liar di Simpang Kara Kota Batam. Selain itu juga dilakukan tindakan tegas dengan mengamankan belasan remaja dan kendaraannya pada Minggu (03/01/2021) dini hari.


Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevany mengatakan hal dilakukan lantaran banyak mendapati laporan terkait adanya kegiatan trek-trekan yang mengganggu pengguna jalan dan membuat masyarakat resah.


"Saat tim tengah Patroli, diruas jalan Simpang Kara benar adanya ditemukan kegiatan aksi balap liar," jelas Stevany, Senin (4/1/2021).


Ironisnya, para remaja tanggung itu nekat menutup akses jalur dari simpang kara menuju simpang frengki untuk arena balap liar. 


"Tidak menunggu lama kita langsung turun dan mengamankan mereka," kata Stevany.


Giat ini menurut Stevany merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat, biasanya balap liar ini dilakukan pada weekend pada Sabtu dan Minggu khususnya di pagi hari antara pukul 05.30 s/d 07.30 Wib.


"Untuk memberikan efek jera, remaja-remaja yang mengikuti balap liar berserta barang bukti berupa sepeda motor diangkut petugas ke kantor Sat Lantas Polresta Barelang," ucapnya.


Tak lupa, Stevany menghimbau  masayarakat khususnya remaja agar tidak melakukan pelanggaran berlalu lintas, berupa balap liar.


"Hormati pengguna jalan yang lain, selain membahayakan diri sendiri balap liar juga membahayakan pengguna kendaraan lainya, apalagi saat ini pandemi  Covid-19,  ikuti anjuran pemerintah agar tidak berkerumun guna mencegah penularan Virus Covid-19," pungkasnya. (Red)

Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan Sabu dan Ribuan Butir Pil Ekstasi
Suasana pemusnahan barang bukti Narkotika di Polda Kepri.

Dinamika Kepri, Batam – Sebanyak 1,4 Kg narkotika jenis sabu dan 19.628 Butir ekstasi dimusnahkan oleh Ditresnarkoba Polda Kepri. 


Barang bukti tersebut merupakan ungkap kasus yang tertuang dari 6 (enam) Laporan polisi terhadap 9 (sembilan) orang tersangka dengan Inisial RA, SA, MA, AK als K, A als Y, MNS als S, J, R, YNS als N, dan HP als H, Rabu (23/12/20).


Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin oleh Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi, S.H., S SIK.,M.H., didampingi oleh Perwakilan Bea dan Cukai Kota Batam, perwakilan BNNP, Granat, Pengacara dan Paur Mitra Subbidpenmas Bidhumas Polda Kepri AKP Syarifuddin, SH.


1. LP - A / 149 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 15 November 2020, Seberat 1.025 gram (seribu dua puluh lima) gram, satu papan erimin 5/Happy 5 sebanyak 10(sepuluh) butir. Barang bukti tersebut didapatkan dari tiga orang  tersangka berinisial MNS als S, J, dan R dengan TKP di Pinggir Jalan Jl. Sei Jang Kec. Sagulung Kota Batam. 


Dengan kronologi singkatnya pada minggu tanggal 15 November 2020 sekira pukul 02.00 Wib melakukan penangkapan terhadap tersangka di Pinggir Jalan Jl. Sei Jang Kec. Sagulung Kota Batam, disaat melakukan pengeledahan ditemukan barang bukti tersebut diatas dan selanjutnya tersangka di bawa kekantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukannya penyidikan lebih lanjut.


2. LP - A / 151 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 15 November 2020, Seberat 202 gram (dua ratus dua) gram, Barang bukti tersebut didapatkan dari satu orang  tersangka berinisial YMS als N, HP als H, dan S als Y dengan TKP di Tanjung Balai Karimun.


Dengan kronologi singkatnya pada minggu tanggal 15 November 2020 sekira pukul 20.30 wib melakukan penangkapan terhadap tersangka di salah satu kamar hotel Tanjung Balai Karimun, disaat melakukan pengeledahan ditemukan barang bukti tersebut diatas dan selanjut nya tersangka di bawa kekantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukannya penyidikan lebih lanjut.


3. LP - A / 153 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 18 November 2020, Seberat  20.000 butir ekstasi, Barang bukti tersebut didapatkan dari  satu orang  tersangka berinisial AK als K dengan TKP di depan halam rumah Tanjung Uma. Dengan kronologi singkatnya pada minggu tanggal 18 November 2020 sekira pukul 18.00 Wib melakukan penangkapan terhadap tersangka di depan halam rumah Tanjung Uma, disaat melakukan pengeledahan ditemukan barang bukti tersebut diatas dan selanjut nya tersangka di bawa kekantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukannya penyidikan lebih lanjut.


4. LP - B / 127 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 25 November 2020, Seberat  62,8 (enam puluh dua koma delapan) gram sabu, Barang bukti tersebut didapatkan dari  dua  orang  tersangka berinisial A als Y dan M dengan TKP di Bandara Hang Nadim.


Dengan kronologi singkatnya pada minggu tanggal 25 November 2020 sekira pukul 07.10 wib melakukan penangkapan terhadap tersangka di Bandara Hang Nadim, disaat melakukan pengeledahan ditemukan barang bukti tersebut diatas dan selanjutnya tersangka di bawa kekantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukannya penyidikan lebih lanjut.


5. LP - A / 154 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 27 November 2020, Seberat 107 gram (seratus  tujuh) gram, Barang bukti tersebut didapatkan dari  dua orang  tersangka berinisial RA dan SA dengan TKP di Selasar Pelabuhan Dosmetik. 


Dengan kronologi singkatnya pada minggu tanggal 27 November 2020 sekira pukul 16.00 Wib melakukan penangkapan terhadap tersangka di Selasar Pelabuhan Dosmetik, disaat melakukan pengeledahan ditemukan barang bukti tersebut diatas dan selanjut nya tersangka di bawa kekantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukannya penyidikan lebih lanjut.


6. LP - A / 132 / XII / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 9 Desember 2020, Seberat 137 (seratus tiga puluh tujuh) gram, Barang bukti tersebut didapatkan dari satu orang  tersangka berinisial MA dengan TKP di Bandara Hang Nadim. 


Dengan kronologi singkatnya pada minggu tanggal 9 Desember 2020 sekira pukul 17.30 Wib melakukan penangkapan terhadap tersangka di Selasar Pelabuhan Dosmetik, disaat melakukan pengeledahan ditemukan barang bukti tersebut diatas dan selanjut nya tersangka di bawa kekantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukannya penyidikan lebih lanjut.


“Adapun Barang bukti narkotika jenis sabu yang dikirim ke labfor sebanyak 78.31 (tujuh puluh delapan koma tiga puluh satu) gram, Jenis ekstasi sebanyak 362 (tiga ratus enam puluh dua) Butir, dan 1 (satu) papan Erimin 5/ Happy 5 sebanyak 10 (sepuluh) butir," Tutur Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi.


“Atas perbuatanya kepada tersangka diterapkan Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pasal Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2), Juncto Pasal 132 (1) Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun," tutup Kabid Humas Polda Kepri Harry Goldenhardt S, S.I.K., M.SI. (Ril)

Bareskrim Polri meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak segan melakukan tindakan tegas dan terukur atau menghukum mati kepada seluruh pengedar narkoba di Indonesia.
Wakabareskrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat saat jumpa pers pemusnahan barang bukti narkotika di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2020).

Dinamika Kepri, Jakarta - Bareskrim Polri meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak segan melakukan tindakan tegas dan terukur atau menghukum mati kepada seluruh pengedar narkoba di Indonesia. 


Wakabareskrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat menjelaskan, peredaran narkotika merupakan kategori kejahatan yang luar biasa. Sebab itu, kata Wahyu, diperlukan penanganan yang luar biasa dalam penegakan hukumnya. 


"Kepada seluruh jajaran hukum, saya mengajak untuk gencar menindak dan memberi hukuman paling berat kepada para pelaku kejahatan narkotika. Bahkan tidak perlu ragu memberikan hukum mati kepada pelaku yang penuhi syarat hukuman mati," kata Wahyu saat jumpa pers pemusnahan barang bukti narkotika di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2020).


Selain itu, Wahyu juga berharap, seluruh terpidana mati dari perkara narkotika bisa segera dieksekusi. Menurutnya, hal itu bisa menjadi efek jera bagi pihak yang mencoba mengedarkan barang haram di Indonesia. 


"Dan ekseskusi mati harus cepat pelaksanaannya supaya memberikan efek jera bagi siappun yang berniat menjadi pelaku kejahatan narkotika," ujar Wahyu. 


Pada kesempatan itu, Wahyu juga tak lupa berpesan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk tidak tergoda atau sekali-sekali ikut "bermain" dalam peredaran narkoba. 


Sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Wahyu, aparat penegak hukum yang terlibat kasus narkoba akan berikan sanksi tegas dan maksimal dalam proses penegakan hukum.


"Saya berpesan khusus kepada jajaran aparat penegak hukum supaya tidak sekali-kali terlibat dalam kejahatan narkoba dengan menjadi pemakai, informan, kurir dan backing penjahat narkoba apalagi menjadi pengedar atau bandar. Perintah Presiden Jokowi sudah jelas bahwa kepada jajaran aparat hukum yang terlibat kejahatan narkoba akan diberi tegas dan diberi hukuman maksimal," papar Wahyu.


Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Kejagung RI Darmawel Aswar menyebut, di saat Pandemi Covid-19 modus peredaran narkoba marak terjadi dengan cara pemesanan online. 


"Karena pandemi Covid-19 maka modus sekarang yang beredar sekarang adalah sistem dengan online artinya dikirim barang itu kemudian di beli dan modusnya seolah-olah beli sama-sama untuk persediaan di tempat. Padahal sesungguhnya mereka berusaha untuk menumpuk," ujarnya.


Senada, Darmawel juga memastikan komitmen Kejaksaan Agung untuk menindak tegas kepada seluruh pengedar narkotika di Indonesia. Hukuman tegas akan diberikan kepada mereka yang merusak generasi bangsa.


"Kami dari kejaksaan berkomitmen khususnya narkoba setiap perkara yang masuk ke kami hampir rata-rara kami lakukan penuntutannya kalau tidak seumur hidup kalau tidak mati," ucapnya. (Ril)

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri sepanjang tahun 2020 tercatat telah menangani 148 perkara terkait dengan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang


Dinamika Kepri, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri sepanjang tahun 2020 tercatat telah menangani 148 perkara terkait dengan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). 


Kapolri Jenderal Idham Azis menjelaskan, dari 148 perkara, 126 kasus diantaranya telah diselesaikan selama tahun 2020 ini. Atau jika dalam persentase penyelesaian perkara (selra) sekira 85 persen.


"Terkait perdanganan orang (TTPO) selesaikan 126 perkara dari 148 perkara yang dilaporkan atau mencapai 85%," kata Idham dalam acara rilis akhir tahun Polri 2020 yang digelar secara virtual, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/12/2020).


Disisi lain, Idham menyebut, dalam bidang operasional, Polri menerima 238.384 kejahatan yang dilaporkan. Sekira 173.035 kasus telah diselesaikan diantaranya.


"Jumlah kejahatan yang dilaporkan sebanyak 238.384 perkara dengan penyelesaian  173.035 perkara (73%) meningkat 2% dibandingkan tahun 2019," ujar Idham.


Sementara itu, pemberantasan street crime atau kejahatan jalanan, polisi menuntaskan 3.900 perkara pencurian dan kekerasan dari 5.349 perkara. Atau sebesar 73% penyelesaiannya.


"Pemberantasan street crime, tuntaskan 3.900 perkara curas dari 5.349 perkara," ucap Idham. (Ril)

Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja IPTU Haris Baltasar Nasution dan Panit 1 Reskrim Polsek Lubuk Baja
Tersangka inisial RA (33).

Dinamika Kepri, Batam - Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja IPTU Haris Baltasar Nasution dan Panit 1 Reskrim Polsek Lubuk Baja IPDA Ahmad Nasal Harahap berhasil amankan Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan dengan inisial RA (33) yang juga merupakan residivis (jambret), Jumat (18/12/2020) sekira Pukul 22.00 Wib.


Arya menjelakan kronologi berawal saat korban sedang melaksanakan jogging  (18/12/2020) pukul 20.00 Wib dengan melalui rute simpang jam hingga ke Edukits – Batam Centre.


"Setelah selesai melaksanakan jogging, pelapor pun kembali lagi menuju ke rumah pelapor yang beralamat di Komp. Kanaan Indah Blok B No. 05 Kec. Lubuk Baja – Kota Batam dengan berjalan kaki," kaya Arya, Minggu (19/12/2020).


Kemudian pada saat melewati jalan menuju ke rumah, pelapor pun melewati jalan tersebut di tepian karena berjalan melawan arah. Pada saat melewati tepian tersebut, tiba-tiba datang dari arah depan sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh 2 (dua) orang yang pelapor tidak kenali dan langsung memepet pelapor yang pada saat itu sedang berjalan.


"Saat itu juga, pelaku yang dibonceng langsung merampas handphone milik korban yang di simpan di saku baju sebelah kiri. Sehingga pelapor pun langsung menendang sepeda motor milik korban yang mengakibatkan pelapor terjatuh ke aspal," jelasnya.


Menerima laporan tersebut unit reskrim polsek Lubuk Baja yang pada saat itu sedang  yang mobiling dengan gerak cepat , pada saat di belakang RSp Awal Bros langsung melakukan penyelidikan.


Berdasarkan petunjuk dan juga ciri-ciri yang dijelaskan oleh korban, telah dilakukan pengintaian dan pencarian terhadap diduga pelaku. Pada saat melakukan pencarian, didapati bahwa 1 (satu) orang laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan sedang berlari di depan RS Awal Bros.


Mengetahui hal tersebut, pelarian terhadap diduga pelaku dihadang dan kemudian tim berhasil melakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang laki-laki dewasa yang diduga sebagai pelaku. Selanjutnya terhadap diduga pelaku di bawa ke Kantor Polsek Lubuk Baja guna dilakukan pengembangan lebih lanjut.


Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 3.500.000,- (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) serta mengalami luka lecet pada bagian lutut sebelah kanan. Dan terdapat beberapa barang bukti yang di amankan.


Menyikapi hal tersebut, Kapolresta Barelang Polda Kepri AKBP Yos Guntur melalui Kapolsek Lubuk Baja Kompol Arya Tesa Brahmana, membenarkan telah terjadinya Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan dimana pelaku merupakan Residivis tindak Pidana yang sama. Saat ini Pelaku masih diamankan oleh Unit Reskrim Polek Lubuk Baja untuk proses lebih lanjut. (Ril)

Empat Orang Penyebar Ujaran Kebencian Terhadap Menkopolhukam Dibekuk Ditreskrimsus Polda Jatim

Dinamika Kepri, Surabaya - Direktorat Resesrse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus Polda Jatim) membekuk 4 (Empat) orang tersangka yang mengancam Menkopolhukam, Prof Mahfud MD. Ancaman yang ditujukan kepada Prof. Mahfud MD ini tersebar di Media Sosial grup-grup WhatShapp maupun Youtube. Dimana dalam konten yang diunggah oleh tersangka ini berisi tentang ancaman dan kebencian.


Dalam video yang diunggah oleh tersangka di youtube, tersangka ini mengancam akan membunuh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD. Sehingga polisi dengan cepat melakukan penyelidikan terhadap konten yang ada di youtube dengan nama akunnya “Pasuruan Amazing” tersebut dan akhirnya berhasil menangkap para pelaku.



Saat ini empat orang pelaku yang sudah diamankan oleh polisi sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Jatim. Sementara itu dari hasil intrograsi yang dilakukan oleh penyidik, bahwa empat orang ini adalah simpatisan HRS. 


Empat orang yang berhasil dibekuk oleh polisi itu yakni MN, AH, MS dan SH. Menurut kabid humas polda jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyebutkan, bahwa memang benar Anggota Ditreskrimsus Polda Jatim telah mengamankan empat orang penyebar ujaran kebencian terhadap seseorang. Dimana empat orang tersebut ditangkap di Pasuruan Jawa Timur.


Ujaran kebencian ini awalnya di unggah oleh tersangka MN, kemudian video dalam akun youtube tersebut disebarluaskan melalui media sosial whatshapp grup bernama “Front Pembela Ib HRS” oleh tiga tersangka lain.


“Iya benar, bahwa Ditreskrimsus Polda Jatim telah mengamankan empat orang tersangka pengunggah ujaran kebencian di Pasuruan Jawa Timur,” kata kabid humas polda jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, usai merilis empat orang tersangka di bid humas polda jatim, Minggu (13/12/2020) siang.


Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menyatakan, adanya akun dari “Amazing Pasuruan” ini anggota melakukan penelusuran jejak digital. Sehingga pihaknya menetapkan pelaku sebagai tersangka.


Bahwa kasus ini adalah Close Social Media sehingga kami menertibkan LP model A, kenapa kita tetapkan empat orang ini sebagai tersangka, karena mereka tau bahwa konten yang diunggah itu melanggar norma dan melangar UU memuat atau berisikan tentang ujaran kebencian dan sifatnya mengancam. Ini yang dilarang dalam UU ITE sesuai dengan Pasal 127 ayat 4 dan 28 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.


”Benar kita amankan empat orang tersangka ujaran kebencian dan ancaman yang mengunggah sebuah konten di youtube hingga menyebar ke grup whatshapp, dalam akun itu berisi tentang kebencian dan ancaman, keempatnya kita kenakan pasal 127 ayat 4 dan 28 ancaman hukumannya 6 tahun,” ucap Dirreskrimsus Polda Jatim. (Ril)

im Subdit III Jatanras Polda Kepri berhasil mengamankan inisial SA alias A pelaku tindak pidana pembunuhan yang terjadi di wilayah Bengkong Sadai
Petugas saat evekuasi korban.

Dinamika Kepri, Batam – Tim Subdit III Jatanras Polda Kepri berhasil mengamankan inisial SA alias A pelaku tindak pidana pembunuhan yang terjadi di wilayah Bengkong Sadai, Kota Batam. Hal tersebut disampaikan oleh Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si, Sabtu (12/12/2020).


SA alias A ditangkap berdasarkan Laporan Polisi no : LP - B/101/XII/2020/SPKT.Brlg/Sek Bengkong tanggal 11 Desember 2020. 



"Kronologis kejadiannya berawal dari keterangan saksi bahwa telah terjadi penusukan terhadap korban inisial HT di ruko pertokoan permata Sadai jaya Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong, Kota Batam, saat itu saksi melihat korban yang sedang duduk di depan kantin, dan seketika pelaku inisial SA alias A mengejar ke arah korban inisial HT sambil membawa pisau di tangan kanannya dan melakukan penusukan terhadap korban. Korban sempat mencoba melarikan diri, namun akibat luka tusukan di bagian perutnya, korban terjatuh dan akhirnya meninggal dunia di tempat pada hari Jumat malam tanggal 11 Desember 2020," ujar Kombes Pol Harry Goldenhardt S.


Lebih lanjut dikatakannya, didapatkan informasi bahwa permasalahan diantara korban dan pelaku adalah diduga karena adanya perselisihan terkait pembayaran gaji/upah, di mana korban merupakan mandor dari pelaku yang bekerja sebagai buruh bangunan. 


"Korban adalah mandornya pelaku. Pelaku sudah berulang kali meminta uang gajinya, namun belum dapat diserahkan oleh korban dikarena pembayaran dari perusahan masih belum dikeluarkan, inilah awal permasalahan terjadinya penusukan tersebut sehingga mengakibatkan korban HT meninggal dunia." jelasnya.


Sambung Kombes Pol Harry Goldenhardt S, dari laporan itu, selanjutnya tim dari Subdit III Jatanras Polda Kepri melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku diperoleh informasi bahwa pelaku menggunakan sepeda motor Suzuki Thunder warna hitam putih. 


Hasil penyelidikan, bahwa sepeda motor dimaksud berada di Tanjung Uma, kemudian Tim Opsnal melakukan pengembangan dari temuan tersebut dan berhasil menangkap pelaku inisial SA alias A.


Berdasarkan pengakuan pelaku bahwa senjata tajam yang digunakan untuk menusuk korban telah dibuang di pelantar sekitar Tanjung Uma, dan setelah ditelusuri Tim Opsnal berhasil menemukan barang bukti senjata tajam dimaksud. Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolda Kepri guna penyidikan lebih lanjut.


Dari pelaku, adapun barang bukti yang berhasil diamankan adalah sebilah Senjata Tajam, satu unit sepeda motor dan dua unit Handphone milik pelaku. 


"Atas perbuatannya pelaku dapat dikenakan Pasal 340 dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup," tutup Kombes Pol Harry Goldenhardt S. (Ril)

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memusnahkan lima hektare ladang ganja di ketinggian 1020 MDPL Pegunungan Torsipira Manuk
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Holomoan Siregar/

Dinamika Kepri, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memusnahkan lima hektare ladang ganja di ketinggian 1020 MDPL Pegunungan Torsipira Manuk, Desa Pardomuan Hutatua, Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut). 


"Pemusnahan 5 Hektare ladang ganja milik tersangka Mukri dengan cara dicabut kemudian dibakar," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (8/12/2020).



Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Holomoan Siregar menjelaskan, pemusnahan ladang ganja tersebut terkait dengan pengungkapan kasus jaringan Mandailing Natal, Sumatera Barat dan Jakarta. 


"Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian pengungkapan kasus peredaran gelap ganja jaringan Madina - Sumbar - Jakarta oleh Satgas NIC Ditipidnarkoba bekerjasama dengan Ditresnarkoba Polda Sumut, Satresnarkoba Polres Madina dan tim Bea & Cukai sejak 2 Desember 2020-5 Desember 2020," ujar Krisno.


5 Hektar Ladang Ganja di Desa Pardomuan Hutatua Panyabungan Dimusnahkan Bareskrim Polri
Pemusnahan ganja dengan cara dibakar.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas gabungan mengamanan barang bukti sebanyak 283 Kilogram ganja, 1 unit mobil, dan  menangkap 5 orang tersangka. 


"Yang berperan sebagai pemilik ladang ganja, tukang angkut, pemesan dan bagian keuangan, sindikat dibongkar tuntas dari berbagai 3 TKP di Madina, Bukittinggi dan Padang," ucap Krisno.


Krisno juga mengimbau pemerintah untuk melakukan rekayasa sosial sehingga petani ganja mau berpindah menjadi petani tanaman produktif. (Ril)

Seorang pria berinisial SA yang merupakan seorang Residivis kasus pencurian kembali ditangkap karena mengulangi melakukan pencurian


Dinamika Kepri, Batam – Seorang pria berinisial SA yang merupakan seorang Residivis kasus pencurian kembali ditangkap karena mengulangi melakukan pencurian dengan memecahkan kaca kendaraan roda empat (mobil) di parkiran Masjid Nurul Jannah Perumahan Eden Park Kota Batam.


SA berhasil diamankan oleh tim Opsnal Dit Reskrimum Polda Kepri, hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK. dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H. saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Senin (7/12/20).


"Pengungkapan kasus ini berawal pada tanggal 2 Desember 2020 jam 15.30 wib, saat itu Tim Opsnal Dit Reskrimum Polda Kepri melakukan patroli Kring Serse dan mendapatkan laporan dari warga masyarakat bahwa ada tindak pidana pencurian dengan memecahkan kaca kendaraan roda empat atau mobil di mana TKP nya berada di parkiran Masjid Nurul Jannah Perumahan Eden Park Kota Batam, kemudian setelah mendapatkan informasi dan data tim opsnal langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan satu orang dengan inisial SA, dari hasil interogasi bawah ia adalah residivis kasus yang sama yang baru keluar dari LP pada awal bulan Desember 2020," jelas Kombes Pol Harry Goldenhardt S.



Lanjut Kombes Pol Harry Goldenhard mengatakan, dari informasi yang diterima, kemudian dilakukan pengembangan bersama pelaku untuk menuju ke lokasi tempat penyimpanan barang bukti hasil kejahatannya. Saat menuju ke lokasi yang bersangkutan mencoba untuk melawan petugas dan melarikan diri sehingga Tim Opsnal yang tidak ingin kehilangan pelaku terpaksa memberikan tindakan tegas terukur.


untuk barang bukti yang berhasil diamankan dari SA yakni 1 unit Sepeda Motor yang digunakan oleh pelaku, 1 buah tas warna hitam milik korban yaitu saudara Subehan, 1 unit Handphone milik korban, uang tunai sebesar Rp. 1.550.000, 1 buah kunci Mobil, 1 buah STNK motor, Kartu identitas milikpelaku, 1 buah batu yang digunakan untuk memecah kaca dan 1 lembar kaca pintu mobil dalam keadaan retak.


"Atas perbuatan tersangka diterapkan Pasal 363 KUHP yaitu Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan, Dengan Ancaman Hukuman Penjara Maksimal Selama 7 Tahun," ucap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.


Ia juga menghimbau masyarakat Batam saat memakirkan kendaraan, agar tetap waspada dan berhati-hati.


"Dari kejadian tersebut kita himbau kepada masyarakat yang ada di wilayah Kota Batam khususnya dan seluruh wilayah Kepulauan Riau untuk lebih waspada apabila memarkir kendaraannya, upayakan tidak meninggalkan barang-barang berharga didalam kendaraan," pesannya


Selain itu, Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto juga memberitahukan bahwa pelaku tersebut merupakan residivis kasus yang sama.


"SA merupakan residivis yang sudah berulang kali melakukan kejahatan yang sama, dengan modus yang dilakukan nya yaitu dengan melihat kelengahan dari korban kemudian memantau situasi dan melihat sasaran yang akan dilakukan pencurian. Dalam hal ini sasarannya adalah kendaraan roda 4 yaitu dengan memecahkan kaca kendaraan tersebut, objek atau sasarannya  di parkiran-parkiran rumah ibadah dan ruko, namun keterangan dari saksi pelaku ini juga tidak segan-segan melakukan perlawanan sebagaimana contoh disaat tim opsnal kita melakukan penangkapan pelaku ini melakukan perlawanan, sehingga tim terpaksa memberikan tindakan tegas terukur," ungkap Dir Reskrimum Kombes Pol Arie Dharmanto. (Ril)

Dua Pelaku Pembakaran Rumah di Serdang Bedagai Ditangkap di Batam
Dua pelaku telah diamankan di Polsek Batam Kota, Rabu (2/12/2020) malam.

Dinamika Kepri, Btama - Dua tersangka diduga pelaku pembakaran rumah milik Khairul Sah alias Ongah (29)  berhasil ditangkap Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Tanjung Beringin, Polres Serdang Bedagai di kawasan Kota Batam, Rabu (2/12/2020) sekira pukul 19.00 WIB. 


Kedua tersangka adalah Anto (37) Nanda (20) berdomisili di Dusun II Desa Mangga Dua, Kec. Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. 


Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang didampingi Kapolsek Tanjung Beringin, AKP M. Napitupulu S.Pd mengatakan kepada wartawan, Kamis (3/12/2020) bahwa penangkapan kedua tersangka lantaran diduga melakukan tindak pidana melakukan pembakaran rumah milik korban yang terjadi, Selasa, (16/6/ 2020) sekitar pukul 16.30 WIB. 


Selanjutnya korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tanjung Beringin, sesuai LP/34/VI/YAN.2.6./2020/SU/RES SERGAI/ SEK TANJUNG BERINGIN tanggal 16 Juni 2020. 


Selanjutnya, Tim Opsnal Polsek Tanjung Beringin menyelidiki keberadaan para pelaku yang kabur usai melakukan tindak pidana pembakaran tersebut. 



Akhirnya keberadaan mereka diketahui, dan  bersama dengan Team Opsnal Polsek Batam Kota dan Polsek Bengkong Polresta Balerang, Polda Kepulauan Riau meringkus keduanya. 


Kronologis penangkapan tersangka, ungkap Kapolres, Pada Rabu (2/12/2020) sekira pukul 09.00 WIB,  Team Opsnal Polsek Tanjung Beringin tiba di Polsek Batam kota lalu berkoordinasi dengan Kapolsek Batam. 


Kemudian Team Opsnal Polsek Tanjung Beringin bersama dengan Team Opsnal Polsek Batam Kota menuju kearah wilayah hukum Polsek Bengkong  yang mana dari informasi yang didapat personel bahwa keberadaan kedua tersangka. 


Tersangka Anto sedang berdagang es tebu, dan setibanya Team gabungan di Hujasera Golden King Kelurahan Bengkong Laut, Kec. Bengkong Kota Batam . 


Team gabungan mengintai keberadaan kedua tersangka di tempat jualan es tebu, dan sekira pukul 15.00 WIB, Team melihat tersangka Nanda di kedai es tebu milik Anto. 


Kemudian Team gabungan mengintai dan mengikuti tersangka Nanda dan sekitar pukul 17.00 WIB, Team gabungan bertemu dan berkordinasi dengan Team opsnal Polsek Bengkong lalu Team mengikuti istri tersangka Anto yang sedang menuju kerumah sewa yang bertempat di komplek YKB. Blok F No. 1 Kelurahan Bengkong Laut Kec. Bengkong Kota Batam. 


Dan sekira pukul 19.00 WIB, tersangka Anto terlihat didepan rumahnya lalu Team langsung mengamankan  Anto kemudian Team juga mengamankan  Nanda di kedai es tebu di Hujasera Golden Kibg. 


Selanjutnya kedua tersangka dibawa dan diamankan ke Polsek Batam Kota dan selanjutnya diboyong ke wilayah hukum Polda Sumut, Polres Sergai, Polsek Tanjun Beringin guna proses penyelidikan dan penyidikan. 


"Tersangka diduga melakukan kejahatan yang mendatangkan bahaya bagi keamanan umum manusia atau barang (pembakaran rumah) sebagaimana di maksud dalam pasal 187  angka ke 1e dan angka ke 2e dari KUHPidana ancaman hukuman 15 Tahun penjara," pungkas Kapolres. (Ril)

Seorang tersangka pengedar Narkotika golongan I jenis sabu ditembak mati oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri di Kecamatan Sagulung, Kota Batam pada Senin (30/11/2020) lalu.
Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard Nainggolan.

Dinamika Kepri, Batam - Seorang tersangka pengedar Narkotika golongan I jenis sabu ditembak mati oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri di Kecamatan Sagulung, Kota Batam pada Senin (30/11/2020) lalu.


Diketahui, pria tersebut berinisial SY (31) merupakan seorang karyawan swasta berdomisili di Kecamatan Galang, Kota Batam.



Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard Nainggolan menjelaskan kronologi penembakan terhadap pria tersebut bermula pada Senin (30/11/2020) sekira pukul 10.00 Wib, Petugas BNNP Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat.


"Kita mendapatkan informasi bahwa di pelabuhan rakyat PT Pandan Bahari Tanjung Uncang akan terjadi transaksi narkotika golongan I jenis Sabu dan diduga berasal dari Malaysia. Selanjutnya sekira pukul 12.00 Wib petugas BNNP Kepri berangkat menuju ke Tanjung Uncang," jelas Richard, Rabu (2/12/2020).


Sekitar pukul 12.30 WIB petugas mendapat informasi bahwa Sabu tersebut turun di pelabuhan rakyat di daerah PT. Pandan Bahari dan akan di bawa oleh seseorang menggunakan sebuah motor Yamaha Mio.


"Kemudian petugas pun menuju ke Pelabuhan Rakyat PT Pandan Bahari itu, sekira pukul 13.15 Wib petugas melihat seorang menggunakan motor Yamaha Mio sesuai dengan ciri-ciri yang didapat," kata Richard.


Ketika petugas mencoba untuk menghentikan pemotor tersebut, tersangka mencoba melakukan perlawanan kepada petugas dan tidak mengindahkan tembakan peringatan petugas.


"Akhirnya petugas melakukan tindakan tegas terukur dengan melakukan tembakan ke arah kaki dan lengan tangan tersangka," jelasnya.


"Setelah tersangka dilumpuhkan, petugas membawa tersangka ke Rumah Sakit Charis Medika Batu Aji, dalam perjalanan menuju rumah sakit tersangka meninggal dunia karena kehabisan darah," tambahnya.


Dari pengungkapan itu, petugas menemukan barang bukti yang ditaruh di motor tersangka berupa 1 buah tas, yang didalamnya berisi 3 buah plastik teh cina yang yang berisikan Narkotika Golongan I Jenis Sabu seberat 3Kg.  (Ril)

Ditresnarkoba Polda Kepri dan Sat Resnarkoba Polresta Barelang berhasil mengamankan tiga orang tersangka inisial DE, AC dan AK alias K
Konferensi Pers ungkap jaringan Narkotika, di Media Center Bid Humas Polda Kepri, Senin (30/11/2020).

Dinamika Kepri, Batam – Ditresnarkoba Polda Kepri dan Sat Resnarkoba Polresta Barelang berhasil mengamankan tiga orang tersangka inisial DE, AC dan AK alias K atas dugaan tindak pidana narkotika dengan barang bukti Pil Ekstasi sebanyak 20.000 butir dan sabu 8.322 gram


Barang bukti itu berhasil diamankan dari tangan para tersangka, demikian disampaikan oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Darmawan, M. Hum didampingi oleh Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi, S.H., S.Ik., M.H, Kabid HumaS Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si dan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang pada saat konferensi pers di Media Center Bid Humas Polda Kepri, Senin (30/11/2020).


"Hal pertama yang saya sampaikan adalah pengungkapan Narkotika jenis Sabu sebanyak 8 bungkus besar yang berawal dari informasi yang diberikan oleh masyarakat kemudian ditindak lanjuti oleh Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri," ucap Wakapolda Kepri mengawali konferensi pers. 


Menerangkan kronologis penangkapan para tersangka, kata Wakapolda, pada tanggal 24 nopember 2020, sekira jam 16.00 wib, dilakukan undercover untuk menjemput seorang tersangka Inisial DE yang membawa narkotika jenis shabu tersebut dari malaysia dengan menggunakan kapal speed boat fiber. Saat tiba dilokasi tim langsung melakukan penangkapan dan membawa tersangka ke Perairan Laut Nongsa, Kota Batam dan disaat dilakukan penggeledahan ditemukan 1 buah jerigen warna biru.



Lanjut Wakapolda menerangkan, di dalam jerigen tersebut berisikan 5 bungkus sabu yang dibungkus dengan plastik kemasan merk qing shan, 2 bungkus sabu yang dibungkus dengan plastik kemasan merk Guan Yin Wang, dan 1 bungkus sabu yang dibungkus dengan lakban warna coklat dan setiap bungkusan sabu tersebut dibalut lagi dengan pempers merk drypers. 


Dari penangkapan terhadap inisial DE kemudian tim melakukan pengembangan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka kedua berinisial AC pada hari selasa, tanggal 24 nopember 2020, sekira jam 23.00 wib di parkiran Hotel Ramayana, Nagoya, Kota Batam. Kemudian tim terus melakukan pendalaman lagi dan didapatkan satu berinisial A yang masih menjadi DPO.


Dari hasil penimbangan keseluruhan barang bukti narkotika jenis sabu tersebut seberat 8.322 gram dengan dua orang tersangka Inisial DE dan AC dan hasil interogasi terhadap tersangka bahwa barang haram tersebut akan diedarkan di wilayah Surabaya dan Madura.


Berikutnya pengungkapan Narkotika jenis Ekstasi sebanyak 20.000 Butir, kronologisnya diterangkan Wakapolda, berawal dari informasi masyarakat tentang adanya peredaran Narkotika Internasional dari Malaysia ke Indonesia diwilayah perairan Batam. 


Kemudian dilakukan Observasi dilapangan Tim opsnal dari Polda Kepri pada tanggal 18 November 2020 sekira jam 18.00 wib berhasil mengamankan satu orang laki-laki Inisial AK alias K dan pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan pil atau tablet berwarna biru dan pink yang diduga narkotika jenis Ekstasi sebanyak 20.000 butir dengan rincian 10.600 butir pil berwarna biru dan 9.400 butir pil berwarna pink. 


"Tersangka diamankan di Tanjung Uma Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam," ujar Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Darmawan, M. Hum.


Dari keterangan tersangka bahwa barang bukti tersebut berasal dari Malaysia dan sampai saat ini Tim dari Dit Resnarkoba Polda Kepri terus melakukan pendalaman dan pengembangan.


"Diharapkan ini bisa membuka jaringannya sehingga kita bisa mengungkap lebih banyak lagi barang bukti dan tersangka. Dan informasi yang kita dapat Pil ini akan diedarkan di Kepri dan didistribusikan ke tempat-tempat lain," ucap Wakapolda mengakhiri.


Terkait pasal yang dikenakan dan ancaman hukuman terhadap para tersangka, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S mengatakan, para tersangka terancam pidana semur hidup dan pidana mati.


"Atas perbuatannya para tersangka diatas dapat dikenakan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 123 ayat (1) Undang-Undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana Penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun," tutup Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S. (Ril)

Sebanyak 1,9 Kilogram (Kg) Narkotika jenis sabu dimusnahkan oleh Ditresnarkoba Polda Kepri dan Bea Cukai Batam
Pemusnahan Sabu 1,9 Kilogram di Polda Kepri, Rabu (25/11/2020). Pemusnahan dilakukan dengan melibatkan para tersangka.

Dinamika Kepri, Batam
– Sebanyak 1,9 Kilogram (Kg) Narkotika jenis sabu dimusnahkan oleh Ditresnarkoba Polda Kepri dan Bea Cukai Batam, Rabu (25/11/2020). 

Barang bukti tersebut merupakan hasil ungkap kasus yang tertuang dari 3 (tiga) Laporan polisi terhadap 4 (empat) orang tersangka dengan inisial NP, FR, DS dan R. 


Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin oleh Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri Kompol Nanang Indra Bakti, SH, SIK., didampingi oleh Kabid Penindakan Bea dan Cukai Kota Batam dengan dihadiri dan disaksikan oleh perwakilan Kejaksaan, BNNP, Kejaksaan Negeri Batam, Bali POM Kepri, Granat, Pengacara dan Paur Mitra Subbidpenmas Bidhumas Polda Kepri, AKP Syarifuddin SH.



Adapun jumlah total barang bukti yang disita dari LP - B / 110 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 22 Oktober 2020, Seberat 522 (lima ratus dua puluh dua) gram.



Barang bukti tersebut berasal dari satu orang  tersangka berinisial NP dengan TKP Tempat pemeriksaan X-Ray Kawasan Pabean PT. Persero Batam Komplek Tunas Bizpark Industri Estate Blok D No. 10 Kel Belian Kec. Batam Kota – Kota Batam Provinsi Kota Batam. 


Untuk Uji Puslabfor Polri Cab. Riau disisihkan sebanyak 54,5 (lima puluh empat koma lima) gram dan untuk pembuktian di persidangan disisihkan sebanyak 12 (dua belas) gram. yang dimusnahkan sejumlah 459,5 (empat ratus lima puluh Sembilan koma lima) gram.


Kemudian pada tanggal 25 Oktober 2020 pukul 16.00 Wib, Anggota Ditresnarkoba Polda Kepri kembali mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu yang dikirim melalui jasa Expidisi pengiriman JNE dari tersangka yang sama berinisial NP. 


Adapun jumlah total barang bukti yang disita dari LP - B / 112 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 25 Oktober 2020, Seberat 531 (lima ratus tiga puluh satu) gram. 


Untuk Uji Puslabfor Polri Cab. Riau disisihkan usebanyak 54,2 (lima puluh empat koma dua) gram dan untuk pembuktian di persidangan  disisihkan sebanyak 10 (sepuluh) gram. Yang dimusnahkan sejumlah 466,8 (empat ratus enam puluh enam koma delapan) gram.


Selanjutntya total barang bukti yang disita dari LP - B / 113 / X / 2020 / SPKT - Kepri Tanggal 28 Oktober 2020, Seberat 1,058 (seribu lima puluh delapan) gram yang berasal dari dua orang  tersangka berinisial FR dan DS dengan TKP diruang keberangkatan pelabuhan Batu Ampar Kec. Batu Ampar, Batam, Kepri. 


Untuk Uji Puslabfor Polri Cab. Riau disisihkan sebanyak 65,2 gram dan untuk pembuktian di persidangan  disisihka sebanyak 8 (delapan) gram. Yang dimusnahkan sejumlah 984,8 (sembilan ratus delapan puluh empat koma delapan) gram.


Ada jumlah barang bukti Narkotika jenis sabu narkoba yang dimusnahkan yakni dengan total seberat 1,9 Kg. Pemusnahan dilakukan dengan cara dimasukan ke dalam air panas dan dibuang ke dalam septic tank.


"Atas perbuatanya para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2), Juncto Pasal 132 (1) Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun." kata Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri, Kompol Nanang Indra Bakti, SH, SIK. (Ril)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.