Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Presiden Jokowi saat mengikuti KTT ke-17 ASEAN-India secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 12 November 2020.

Dinamika Kepri, Jakarta - Berbagai perubahan penting telah terjadi di kawasan Indo-Pasifik dan dunia. Hal tersebut memberi kesempatan bagi negara-negara ASEAN untuk semakin memperkokoh kemitraan dengan negara-negara lain di kawasan sekitar, termasuk dengan India. 


Presiden Joko Widodo meyakini bahwa ASEAN dan India dapat memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan menghadang di masa mendatang.


India dapat menjadi mitra strategis ASEAN dalam penguatan kapasitas medis di kawasan, utamanya untuk mengelola atau menangani pandemi di masa ini, seperti peningkatan kapasitas pembuatan obat dan vaksin, bahan baku obat, hingga penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan.



"Kita harus mendorong akses kesehatan dengan harga terjangkau bagi semua, affordable health care for all," ujarnya saat menyampaikan pidato secara virtual dalam KTT ke-17 ASEAN-India dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 12 November 2020.


Selain di bidang kesehatan, kemitraan ASEAN dan India dapat diarahkan bagi pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. Dewasa ini, platform digital yang tengah dan terus berkembang mampu mendorong pergerakan ekonomi. India, sebagai salah satu negara dengan ekosistem ekonomi digital yang besar dan bertumbuh cepat, menurut Presiden dapat memperluas kerja samanya dengan negara-negara ASEAN yang juga tengah mengembangkan potensi ekonomi digital.


Kolaborasi terhadap peningkatan keamanan siber dan ranah digital juga sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, Kepala Negara menyambut baik program beasiswa India bagi 1.000 ilmuwan ASEAN.


"Saya sangat menyambut baik program beasiswa doktoral di Indian Institutes of Technology bagi 1.000 ilmuwan ASEAN, prakarsa Yang Mulia (Perdana Menteri Modi) cetuskan di tahun 2018. Kolaborasi ini dapat terus memperkuat dasar bagi kerja sama digital ASEAN-India," kata Presiden.


Selain itu, Presiden berujar, pemulihan ekonomi mengharuskan kita untuk memperluas perdagangan. Kepala Negara percaya bahwa di saat yang tepat India dapat bergabung dengan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif regional (RCEP) untuk bersama meningkatkan daya saing dan rantai pasok di Indo-Pasifik.


"Perluasan konektivitas India dengan ASEAN adalah kunci penguatan kerja sama di berbagai bidang," tuturnya.


Terakhir, Presiden percaya bahwa ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dapat berperan menjadikan Indo-Pasifik kawasan yang stabil, aman, dan damai. Sinergi antara ASEAN Outlook dengan Indian-Pacific Ocean Initiative akan memperkuat kerja sama ASEAN-India. 




(Humas Kemensetneg)

Presiden Joko Widodo Beri Ucapan Selamat ke Presiden Baru AS Joe Biden
Presiden Joko Widodo saat bersama Joe Biden.

Dinamika Kepri, Jakarta -
Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo mengucapkan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden baru Amerika Serikat (AS), Joe Biden dan Kamala Harris.


Ucapan itu dituangkan Presiden Joko Widodo di laman Facebook dan instagramnya.


 

Baca juga: Joe Biden Menangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat


"My warmest congratulations Joe Biden and Kamala Harris on your historic election. The huge turn out is a reflection of the hope placed on democracy. Look forward to work closely with you in strengthening Indonesia-US strategic partnership and pushing forward our cooperation on economy, democracy and multilateralism for the benefit of our two people and beyond," tulis Presiden Joko Widodo dengan menambahkan foto saat bersama Joe Biden, Minggu (8/11/2020).


Baca juga: Presiden Terima Kunjungan Menteri Luar Negeri AS, Bahas Kerja Sama Ekonomi Hingga Pertahanan


Dengan terpilihnya joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat, harap Presiden Joko Widodo nantinya bisa mendorong meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, demokrasi, dan multilateralisme untuk kepentingan dua negara Indonesia - Amerika Serikat. (*)

Joe Biden Menangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat
Joe Biden. (Foto:  Wikipedia)

Dinamika Kepri
- Masyarakat Amerika Serikat (AS) saat ini telah mendapatkan presiden dan wakil presiden barunya. Mereka adalah Joe Biden dan pasangannya, Kamala Harris.


Pasangan Joe dan Harris dari Partai Demokrat memenangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) mengalahkan petahana Donald John Trump dan Michael Richard Pence dari Partai Republik dengan 290 versus 214 suara elektoral (electoral votes), Minggu (8/11/2020) pagi.


Lalu siapakah Joe Biden?


Joseph Robinette "Joe" Biden, Jr. (lahir di Scranton, Pennsylvania, 20 November 1942, umur 77 tahun) adalah seorang politikus dan pengacara Amerika yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46 dari 2021. 


Baca juga: Presiden Joko Widodo Beri Ucapan Selamat ke Presiden Baru AS Joe Biden


Ia adalah anggota Partai Demokrat dan Senator senior dari Delaware, saat ini dalam masa jabatan ke-6. 


Ia pernah mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 1988 dan 2008 namun mengundurkan diri dalam kedua-dua kesempatan tersebut. 


Pada 22 Agustus 2008, diumumkan bahwa Barack Obama telah memilih Biden sebagai pasangan bakal calon wakil presidennya dalam pemilihan presiden 2008.


Baca juga: Presiden Terima Kunjungan Menteri Luar Negeri AS, Bahas Kerja Sama Ekonomi Hingga Pertahanan


Pada pidato pertamanya sebagai presiden Amerika Serikat, Joe Biden berjanji akan bekerja dengan baik dengan tidak memecah belah melainkan mempersatukan. (*)

Presiden Terima Kunjungan Menteri Luar Negeri AS, Bahas Kerja Sama Ekonomi Hingga Pertahanan
Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: setneg.go.id.

Dinamika Kepri, Bogor - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 29 Oktober 2020. Presiden Jokowi menyambut baik kunjungan Mike Pompeo untuk yang kedua kalinya ke Indonesia.

"Selamat datang di Indonesia. Senang sekali bisa berjumpa dengan Anda untuk kedua kalinya di Indonesia," ujar Presiden Jokowi mengawali pertemuan.


Presiden Jokowi memandang, kunjungan Mike Pompeo di tengah pandemi ini memiliki arti penting kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika. "Selama pandemi ini, saling kunjung antara pejabat kita cukup intensif, bahkan dapat saya sampaikan paling intensif," imbuhnya.


Seperti diketahui, baru-baru ini Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto berkunjung ke Amerika Serikat. Sebelumnya, Under Secretary of Defense for Policy AS James H. Anderson juga berkunjung ke Indonesia.


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan mengatakan, Presiden Jokowi menyampaikan komitmen kemitraan dan pertemanan yang baik. Presiden Jokowi juga menginginkan Amerika Serikat sebagai true friend of Indonesia. Hal tersebut tentunya tidak bisa didapatkan dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan dan dipelihara.



"Sehingga Presiden mengatakan bahwa untuk memelihara kemitraan ini diperlukan upaya yang serius, diperlukan pemahaman satu sama lain, dan diperlukan juga upaya untuk mewujudkan kerja sama yang konkret, termasuk di antaranya adalah kerja sama ekonomi," jelas Menlu Retno.


Menurut Menlu Retno, Presiden menekankan bahwa Indonesia ingin melihat kerja sama ekonomi kedua negara meningkat di masa yang akan datang, termasuk tentunya harapan terhadap perpanjangan fasilitas Generalized System Preference (GSP) kepada Indonesia.


Di samping itu, Presiden juga menginginkan agar kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat meningkat. Presiden juga ingin melihat Amerika memahami kepentingan negara berkembang dan menekankan ingin Amerika memahami kepentingan negara-negara muslim.


"Selain itu, Presiden juga mengatakan bahwa Indonesia ingin bahwa Amerika juga memahami Asia Tenggara dan bersama dengan negara-negara Asia Tenggara mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan kerja sama di kawasan," ungkap Menlu Retno.


Sementara itu, Mike Pompeo mengungkapkan bahwa dirinya senang bisa berkunjung kembali ke Indonesia dan menyampaikan komitmen kuatnya untuk melanjutkan kemitraan strategis dengan Indonesia, termasuk di bidang ekonomi. Pompeo juga menyebut, Amerika akan mendorong lebih banyak pengusaha Amerika untuk melakukan economic engagement dengan Indonesia.


Di kawasan, Indonesia dinilai oleh Amerika Serikat memainkan peran yang khusus, yakni sebagai "jangkar" ASEAN. Dengan peran besar Indonesia tersebut, maka Amerika betul-betul ingin menjalin hubungan yang lebih baik dengan Indonesia, termasuk dalam bidang ekonomi dan kerja sama di bidang pertahanan.


"Oleh karena itu, Mike Pompeo juga mengatakan bahwa ingin tidak saja menjalin hubungan baik pada tingkat pemerintah, tetapi juga menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan grass root, dengan stakeholders di Indonesia," jelas Menlu Retno.


Terakhir, Mike Pompeo menyampaikan penghargaan terhadap peran Indonesia untuk isu Afghanistan. Seperti diketahui, Indonesia dengan Amerika dan beberapa negara lainnya terus bekerja sama dari awal, mencoba berkontribusi untuk menghadirkan perdamaian di Afghanistan. (HK).


Sumber berita: Humas Kemensetneg

Saat IHO S-100 Working Group di Taunton Inggris 

Dinamika Kepri, Jakarta, 12 Maret 2020 - Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) siap menyongsong pemberlakuan Peta Laut masa depan S-100 dengan konsep Dual-Fuel. yaitu penggunaan Electronic Navigational Chart (ENC) S-57 dengan S-101 secara bersamaan dalam ECDIS S-100 selama masa transisi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL  (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, di Mako Pushidrosal, Jakarta  menanggapi akan segera diberlakukannya peta laut S-100 secara internasional, Kamis (12/03/2020).

 S-100 merupakan pengembangan dari peta laut untuk mengadapi tantangan industri 4.0, Artificial Intelligence, Geo-Bigdata, Cyber-security, serta Autonomous Ship. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan “demand” dari dunia maritim dalam hal ini International Maritime Organization (IMO) serta dunia geospasial melahirkan sebuah standar data hidrografi masa depan tersebut.

 “S-100 adalah standardisasi baru model data hidrografi yang universal serta struktur kerangka geospasial yang sangat luas, tidak spesifik untuk ECDIS atau navigasi saja tetapi dapat mengakomodasi dan melayani berbagai macam jenis data, produk dan kepentingan seperti mendukung data untuk pusat-pusat informasi, portal kemaritiman, serta sistem berbasis web dengan tetap mempertahankan kualitas data dan tampilan khas peta laut,” kata Kapushidrosal.

Ilustrasi bernavigasi dengan menggunakan ECDIS S-100.
Menurut Kapushidrosal, bahwa S-100 yang akan segera diberlakukan pada tahun 2024 merupakan tantangan bagi setiap Lembaga Hidrografi di seluruh dunia namun dibutuhkan masa transisi penggunaan standar baru tersebut dengan konsep yang dinamakan “Dual-fuel” yaitu penggunaan ENC S-57 dengan S-101 secara bersamaan dalam ECDIS S-100 selama masa transisi tersebut.

 Dalam rangka menyongsong pemberlakuan peta laut S-100 itu, Pushidrosal mengirimkan wakilnya yaitu Kasubdis Peta Khusus Letkol Laut (KH) Moh. Qisthi Amarona  untuk mengikuti International Hydrographic Organization (IHO) S-100 Working Group di Taunton, Inggris 3-6 Maret 2020 lalu dengan United Kingdom Hydrographic Office (UKHO) sebagai tuan rumah.

 S-100 Working Group terdiri dari delegasi dari berbagai negara diantaranya: Belanda, Chile, Denmark, Finlandia, Jerman, Indonesia, Italia, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Norwegia, Portugal, Romania, Swedia, Inggris dan Amerika Serikat yang terdiri dari berbagai stakeholder seperti: IHO, Lembaga Hidrografi, pengguna ENC, dan fabrikan ECDIS.

 “Dalam Pertemuan tersebut, wakil Pushidrosal yang merupakan delegasi Indonesia tersebut menyampaikan makalah tentang rencana konversi dan migrasi Mallaca and Singapore Straits Electronic Navigational Charts (MSS-ENC) menuju implementasi S-100. Selat Malaka dan Selat Singapura merupakan salah satu  jalur pelayaran terpadat di dunia sehingga Indonesia yang saat ini  sebagai Koordinator MSS-ENC mewakili Malaysia, Singapura dan Jepang perlu menyiapkan rencana penerapan standar S-100 dengan konsep “Dual-fuel” tersebut sebagai jaminan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut di Selat Malaka dan Selat Singapura,” jelas Kapushidrosal.

Kepala Dinas Pemetaan Pushidrosal Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana Pribadi, M.M. menambahkan bahwa pertemuan S-100 Working Group merupakan kegiatan teknis yang paling penting di IHO karena berdampak strategis dan akan menentukan masa depan peta elektronik (ENC) sebagai basis navigasi sesuai mandat IMO tentang e-navigation serta dapat menjadi solusi teknis dan standar data kemaritiman di Indonesia.

 Manfaat yang tidak kalah pentingnya dari pertemuan ini adalah penyiapan standar teknis S-100 untuk penyediaan dan akses data spasial kelautan untuk berbagai kepentingan sebagai kontribusi dunia hidrografi ke komunitas geospasial yang saat ini telah mengalami kemajuan yang pesat dengan banyaknya inisiatif Marine Spatial Data Infrastructure (MSDI) dan portal data spasial kelautan di seluruh dunia. Khususnya di Indonesia, implementasi S-100 sangat sejalan dengan Kebijakan Satu Peta, serta dapat memberikan kontribusi yang nyata untuk mendukung Kebijakan Poros Maritim Dunia. (Ril)

Foto bersama Tim Nasional Landas Kontinen Indonesia setelah sidang Presentasi Submisi Indonesia di PBB New York, Amerika Serikat, Jumat (6/3)..

Dinamika Kepri, New York, 6 Maret 2020 - Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) memperkuat Tim Nasional Landas Kontinen Indonesia presentasi di hadapan Komisi Batas Landas Kontinen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) submisi landas kontinen Indonesia di luar 200 mil laut untuk segmen utara Papua di Markas PBB New York.

Delegasi Pushidrosal dipimpin oleh Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro didampingi Kasubdis BDB Pushidrosal Letkol Laut (KH) Dikdik Satria Mulyadi, S.Si., M.T.

Tim Nasional Landas Kontinen Indonesia telah melakukan presentasi awal dari submisi landas kontinen Indonesia di luar 200 mil laut untuk segmen utara Papua. Presentasi dilakukan di hadapan Komisi Batas Landas Kontinen Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations – Commission on the Limit of the Continental Shelf).

Di depan United Nations Commission on the Limits of the Continental Shelf (UN CLCS) atau Komite PBB mengenai Landas Kontinen, Indonesia mengajukan proposal perluasan landas kontinen di kawasan utara Papua.

Presentasi disiapkan dan disampaikan oleh anggota perwakilan Tim Nasional Landas Kontinen, yang terdiri dari unsur Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal), Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Kementerian Luar Negeri.

Presentasi disampaikan secara komprehensif, meliputi aspek-aspek lokasi/peta perluasan wilayah Landas Kontinen, uji geologi, verifikasi dan jenis-jenis data, tidak adanya klaim tandingan (absence of dispute), serta metode dan hasil survey.  Keputusan akhir atas proposal Indonesia akan diumumkan setelah UN CLCS mengkaji aspek legal dan teknis.

Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro sebagai Chief of Hydrographer turut memberikan presentasi bersama dengan pimpinan K/L lainnya.

Dalam presentasinya, Kapushidrosal  menyampaikan  bukti-bukti berdasarkan data batimetri yang mendukung bahwa Euripik Rise merupakan kepanjangan alami dari daratan Papua di sebelah Utara sehingga Indonesia berhak untuk mengajukan batas Landas Kontinen lebih dari 200 NM di wilayah Utara Papua seluas 196,568.9 Km2.

Tanggapan dari Komisi disampaikan pada saat sesi diskusi yang dilaksanakan setelah presentasi. Secara umum, Komisi menerima terhadap Partial submission yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan akan memberikan tanggapan dalam sidang Sub-Komisi beberapa waktu ke depan.

Sebagai perbandingan, pada saat Indonesia melakukan Submisi pertama tahun 2008 untuk wilayah Barat Laut Sumatera, baru pada tahun 2011 Komisi memutuskan bahwai Indonesia berhak untuk melaksanakan penarikan ulang batas Landas Kontinen di wilayah Barat Laut Sumatera tersebut. (Ril)


Konferensi SWPHC di Wollongong Australia

Dinamika Kepri, Wollongong - Negara-negara kawasan Pasifik Barat yang tergabung dalam South West Pacific Hydrographic Commission (SWPHC) mengapresiasi keberhasilan dan kemajuan Indonesia dalam bidang hidrografi.

Apresiasi itu disampaikan dalam Konferensi Hidrografi Regional Pasifik Barat Daya ke -17 atau17th South West Pacific Hydrographic Commission Conference (SWPHC) 12-14 Februari 2020 di Hotel Wollongong North Beach, Wollongong Australia dengan Australian Hydrographic Office (AHO) berlaku sebagai tuan rumah.

Dalam konferensi itu, delegasi Indonesia dipimpin Wakapushidrosal sekaligus sebagai Deputy Chief Hydrographer Laksma TNI Dr. Ir. Trismadi yang hadir mewakili Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro selaku Chief Hydrographer Indonesia yang didampingi oleh Kasubdit Kerja sama Pushidrosal, Letkol Laut (P) Franciscus Asisi Mahendra.

Apresiasi itu diberikan kepada Indonesia dalam hal bahwa Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) terkait terlaksananya survei Danau Toba (inland waterways), keberhasilan pembuatan Trafic separation Scheme di selat Sunda dan Selat Lombok, keberhasilan dalam menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, pelaksanaan Maritime Safety Information (MSI) Training dan MSI Database Workshop yang merupakan kegiatan capacity Building lintas regional serta bersandarnya kapal Cruise Sun Princess Cruise  milik Carnival Cruise Company baik di pelabuhan gili mas Lombok serta Splendor Cruise di Pelabuhan Benoa Bali karena adanya jaminan Peta Laut yang Akurat.

Konferensi  SWPHC yang diadakan di Wollongong ini merupakan rapat tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk Evaluasi Negara Pasifik barat daya terkait dengan kegiatan survei dan pemetaan di Tahun 2019, sekaligus penyampaian agenda serta rencana kegiatan masing-masing Kantor Hidrografi di Tahun 2020, terutama kegiatan yang berkaitan baik dengan organisasi Hidrografi Internasional (IHO) maupun dengan regional SWPHC sendiri.

Selain itu, juga dilaksanakan sharing experience antara Negara anggota SWPHC dan beberapa pelaku bisnis di Bidang Survey dan pemetaan seperti Fugro, Eomap, Teledyne CARIS, IIC Technologies dan Carnival Cruise yang mana salah satu tujuannya yakni sebagai upaya untuk dapat meningkatkan kemampuan teknis hidrografi dan kartografi dengan mengedepankan teknologi yang disesuaikan dengan tema hari hidrografi Dunia 2020 "Hydrography Enabling Autonomous Technologies".

Dalam salah satu sesi disebutkan adanya peluang serta permintaan untuk dapat menjadikan Labuhan Bajo sebagai salah satu tujuan Wisata yang bias disinggahi oleh kapal Cruise, hal ini cukup sejalan dengan program pemerintah yang menjadikan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi Wisata super prioritas yang nantinya akan dijadikan salah satu Objek Wisata Premium di Indonesia

Untuk peningkatan capacity di Kawasan, Pushidrosal memenawarkan suatu kegiatan Workshop dan Seminar terkait dengan Marine Spatial data Infrastructure (MSDI) yang mana direncanakan akan diselenggarakan pada triwulan ke tiga tahun 2020 oleh Pushidrosal kepada negara anggota SWPHC diharapkan untuk bisa hadir dan berpartisipasi dalam program tersebut.

Selain itu, Pushidrosal juga menawarkan kepada negara anggota SWPHC untuk dapat mengirimkan perwira Angkatan Laut sebagai siswa pada pendidikan kursus hidrografi Cat B dengan sertifikasi IHO dan secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Untuk rapat tahunan SWPHC tahun 2021 mendatang, itu akan dilaksanakan di Tonga, sekaligus untuk pemilihan Chairman  terpilih New Zealand dengan Vice Chairman Tonga. (Ril)

Presiden Joko Widodo saat pidato di forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC), Senin, (13/1/ 2020).

Dinamika Kepri, Abu Dhabi - Presiden Joko Widodo mengundang investor di seluruh dunia untuk berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru Republik Indonesia. Demikian disampaikannya saat menyampaikan pidato kunci pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC), Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, Senin, (13/1/ 2020).

“Di Ibu Kota Negara baru, kami mengundang dunia untuk membawa teknologi terbaik, inovasi terbaik, dan kearifan terbaik,” kata Presiden Joko Widodo.

Pembangunan Ibu Kota Negara baru menurut Presiden, harus menjadi kota dengan teknologi mutakhir dan di saat yang bersamaan juga menjadi wadah bagi inovasi, kreativitas, dan ramah lingkungan, serta menjadi tempat yang memberikan kebahagiaan bagi penduduknya.

“Energi terbarukan dan teknologi yang bersih akan menghasilkan kehidupan berkelanjutan bagi pembangunan sosial dan ekonomi,”  kata Presiden.

Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia memiliki 1,4 juta pegawai negeri sipil pusat dan apabila digabung dengan keluarganya, maka akan ada sekitar 6-7 juta orang yang akan pindah ke Ibu Kota Negara baru.

“Kita tidak ingin hanya membangun ibukota administratif dengan skala kecil, tapi kita ingin membangun kota smart metropolis karena populasinya akan 3 kali lipat populasi Paris, 10 kali lipat populasi Washington DC, bahkan akan menyamai populasi New York dan London,” kata Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi menekankan pentingnya gaya hidup urban di abad ke-21 yang rendah karbon dan bertanggung jawab secara lingkungan.

“Pembangunan Ibu Kota Negara yang baru akan menekankan pada pentingnya mengatasi masalah sosial seperti gaya hidup boros, dengan membangun kota baru yang atraktif dan ramah bagi semua kalangan untuk mengadopsi gaya hidup yang efisien dan rendah karbon dengan berorientasi pada transportasi publik, kota ramah pejalan kaki, dan dekat dengan alam,” kata Presiden.

Pembangunan Ibu Kota Baru menurut Presiden, juga merupakan salah satu solusi pemerataan pembangunan di Indonesia. Jakarta yang menjadi Ibu Kota saat ini memang telah menjadi salah satu kota yang berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Namun Presiden menegaskan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia harus dikedepankan.

“Di negara yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau, konsep pemerataan pembangunan sangat diperlukan sehingga pembangunan bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Ini yang kami namakan Indonesia sentris,” kata Presiden. (*)


Source: setneg.go.id

Ilustrasi. (AP Photo/Khalil Hamra)

Dinamika Kepri - Dilansir CNN Indonesia, setidaknya sembilan roket menghantam basis pasukan Amerika Serikat di pangkalan udara Irak, Rabu pagi (8/1).

Sumber keamanan mengatakan kepada AFP bahwa serangan terhadap pangkalan udara Ain al-Asad itu terjadi setelah faksi pro-Teheran di Irak berkomitmen untuk bergabung bersama dalam merespons serangan Amerika Serikat yang menewaskan perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

Komandan tinggi Irak Abu Mahdi al-Muhandis juga tewas akibat serangan drone di Baghdad pekan lalu itu.

Sementara itu, Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Donald Trump terus memantau laporan serangan roket tersebut.

"Kami mengetahui laporan serangan terhadap fasilitas AS di Irak. Presiden telah diberi pengarahan dan memantau situasi dengan cermat dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasional," kata juru bicara Gedung Putih Stephanie Grisham dalam sebuah pernyataan.

Sabtu pekan lalu dua roket juga menghujani markas militer Irak yang diisi tentara AS. Serangan hari Sabtu itu dilakukan sehari setelah serbuan pesawat nirawak AS menewaskan Qasem Soleimani.

Pentagon mengonfirmasi bahwa pembunuhan Soleimani diperintahkan langsung Trump, yang ternyata tanpa sepengetahuan DPR AS.

Trump menyatakan pembunuhan Soleimani dilakukan lantaran Irak hendak mengancam warga dan aset AS di Timur Tengah.

Iran mengutuk keras serangan tersebut dan bersumpah akan membalas kematian Soleimani dengan balasan yang seberat-beratnya.


Source: cnnindonesia.com

Presiden RI Joko Widodo.
Dinamika Kepri, Korea - ASEAN dan Korea harus menjadi negara terdepan dalam pengembangan energi terbarukan di Kawasan. Di Indonesia, sejak tahun lalu pemerintah sudah mencanangkan kewajiban mencampur biodiesel dari kelapa sawit dengan solar sebesar 20 persen atau B20.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Jokowi ketika menyampaikan tentang perlunya terobosan dalam pengembangan energi terbarukan mutlak harus dilakukan dalam forum ASEAN-Republic of Korea (RoK) CEO Summit yang dihelat di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO), Senin, 25 November 2019.

“Tahun depan kami akan mewajibkan peningkatan campuran biodiesel tersebut menjadi 30 persen atau B30. Indonesia saat ini juga tengah mengembangkan energi listrik berbasis air,” jelas Presiden Jokowi.

Di Indonesia, ucap Presiden, juga memiliki sungai-sungai besar yang mampu menghasilkan energi listrik berbasis air dalam jumlah yang signifikan.

“Setidaknya ada dua lokasi, yaitu di Kalimantan Utara dengan potensi 11GW dan Papua dengan potensi 20GW. Dengan menggunakan energi listrik dari tenaga air, maka pengembangan industri yang kami lakukan akan memiliki emisi yang rendah,” kata Kepala Negara.

Upaya ini, Presiden Jokowi menjelaskan, merupakan bagian dari komitmen pemerintah terhadap Perjanjian Paris.

Di akhir sambutannya, Presiden Jokowi mengingatkan tantangan yang akan dihadapi kedepan tidak semakin ringan.

“Keberanian untuk mengambil terobosan besar di era age of disruption adalah opsi satu-satunya untuk kita bisa menjadi pemenang. Saya ajak pengusaha ASEAN dan Korea untuk mengambil pilihan ini,” pungkas Presiden Jokowi. (HK)


Source: setneg.go.id

Presiden Joko Widodo saat berjabatan tangan dengan PM Jepang Shinzo Abe pada acara KTT ke-35 ASEAN di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, Senin, 4 November 2019. 

Dinamika Kepri, Bangkok - Jepang akan memberikan dukungan sepenuhnya pada prioritas program pembangunan Presiden Joko Widodo dalam masa pemerintahan periode kedua.

Hal ini disampaikan PM Jepang Shinzo Abe dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di sela-sela KTT ke-35 ASEAN yang dihelat di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, pada Senin, 4 November 2019.

Di awal pertemuan, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa dalam 5 tahun ke depan, Indonesia memiliki beberapa prioritas utama pembangunan yaitu pembangunan sumber daya manusia, keberlanjutan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, dan reformasi kelembagaan.

“Dalam pertemuan ini, saya ingin fokus pada dua isu yaitu kerja sama infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Presiden Jokowi.

PM Abe menyambut baik prioritas utama pembangunan tersebut.

“Jepang tentunya ingin bekerjasama di bidang yang merupakan prioritas utama, terutama pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia,” kata PM Abe.

Saat ini, ucap Presiden, kita sudah memiliki banyak kerja sama di bidang infrastruktur, di antaranya proyek MRT Jakarta, Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, dan Pelabuhan Patimban.

“Ke depan, saya juga ingin mendorong peningkatan penggunaan konten lokal dan juga alih teknologi dalam kerja sama infrastruktur kita,” tandas Presiden.

Selain itu, pembangunan infrastruktur harus dapat menghubungkan sentra ekonomi di daerah pinggiran. Untuk itu, Presiden Jokowi mendorong kerja sama realisasi pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Natuna, termasuk di beberapa pulau terluar lainnya.

Mengenai kerjasama pembangunan sumber daya manusia, Presiden Jokowi mengundang Jepang untuk meningkatkan kerjasama di bidang vokasi dan internship.

"Saya mengundang Jepang untuk meningkatkan kerjasama vokasi dan internship termasuk melalui program kewirausahaan berbasis teknologi, ekonomi kreatif, dan digital,” kata Presiden Jokowi, seperti dilansir dari siaran pers Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Erlin Suastini.

Hal lain yang dibahas kedua pemimpin adalah mengenai integrasi ekonomi. Kedua pemimpin juga memiliki harapan sama agar RCEP dapat ditandatangani tahun 2020.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Staf Khusus Presiden Fadjroel Rahman, dan Duta Besar Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi. (HK)


Source: setneg.go.id

Dinamika Kepri, Bangkok - Peranan Indonesia, utamanya selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjembatani upaya perdamaian dunia mendapatkan apresiasi secara khusus dari PBB dalam KTT ke-10 ASEAN PBB.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, tersebut digelar di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, pada Minggu, 3 November 2019.

"Dalam pertemuan dengan UN tadi secara khusus Sekjen PBB menyampaikan apresiasi terhadap peran yang dimainkan Indonesia sebagai bridge builder selama ini, terutama selama Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB," ujar Menteri Luar Negeri yang turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan itu.

Di usianya yang ke-52, ASEAN telah mampu menjaga dan menjadi motor terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan. Tak hanya itu, ekonomi ASEAN juga mengalami pertumbuhan di atas rata-rata ekonomi dunia.

Oleh karenanya, untuk menunjukkan peran dan manfaat ASEAN serta kontribusinya bagi masyarakat dunia, sinergi antara organisasi kawasan yang kuat dengan PBB dipandang perlu untuk semakin ditingkatkan.

"Presiden menekankan bahwa sinergi yang kuat antara organisasi kawasan seperti ASEAN dengan PBB ini sangat penting artinya karena kalau kawasannya kuat berarti berkontribusi terhadap perdamaian dunia," kata Menlu seperti dilansir dari siaran pers Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Erlin Suastini.

Maka, untuk mengupayakan hal tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus menjadikan isu mendorong sinergi antara organisasi kawasan dengan PBB sebagai isu prioritas selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

"Presiden mengatakan,selama Indonesia duduk di dalam Dewan Keamanan PBB isu sinergitas antara kawasan dan PBB ini menjadi salah satu prioritas utama keanggotaan Indonesia di dalam Dewan Keamanan PBB," kata Menlu.(HK)



Source: setnet.go.id  

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Dinamika Kepri, Singapura - Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong saat bertemu di The Istana, Singapura, Selasa, 8 Oktober 2019 menyaksikan penandatanganan dua dokumen kerja sama.

Penandatanganan itu yakni perjanjian pertukaran data elektronik untuk memfasilitasi dan mengamankan perdagangan serta nota kesepahaman mengenai kerja sama kearsipan.

Perjanjian pertukaran data elektronik yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan kedua negara tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Singapura untuk mengedepankan lingkungan perdagangan yang mulus dan aman bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam perdagangan bilateral.

Selain perjanjian tersebut, Indonesia dan Singapura juga menandatangani nota kesepahaman kerja sama selama tiga tahun ke depan yang akan mengolaborasikan Arsip Nasional Republik Indonesia dan Arsip Nasional Singapura, seperti dilansir dari siaran pers Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Erlin Suastini.

Perjanjian itu memungkinkan kedua lembaga untuk berbagi pengetahuan arsip mengenai sejarah dan budaya. (Red)

Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong di The Istana, Singapura, Selasa (8/10/2019).

Dinamika Kepri, Singapura - Indonesia dan Singapura kembali berkomitmen untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua negara. Sejumlah kesepakatan berhasil dicapai saat Annual Leaders Meeting antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong di The Istana, Singapura, Selasa, 8 Oktober 2019.

Presiden Jokowi, dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan, menyampaikan sejumlah kesepakatan yang berhasil dicapai kedua negara. Pertama, Indonesia menyambut baik kesepakatan kedua negara mengenai Framework for Negotiation of FIR Realignment, yang ditandatangani 12 September 2019 lalu. Terkait hal tersebut, tim teknis kedua negara telah memulai pertemuan pada 7 Oktober dan diharapkan dapat segera membuahkan hasil konkret.

Kedua, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia dan Singapura sepakat untuk memperpanjang kerja sama keuangan antara bank sentral kedua negara, yakni pengelolaan likuiditas valas secara bilateral (bilateral liquidity management arrangement). Kerja sama ini mencerminkan komitmen yang kuat dari kedua pemimpin untuk meningkatkan stabilitas dan pengembangan ekonomi di kawasan. Perpanjangan kerja sama ini akan dilakukan pada November 2019 mendatang.

Sementara yang ketiga, Presiden Jokowi menyambut baik perkembangan dan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai dalam Leaders' Retreat tahun lalu. Perkembangan tersebut antara lain perkembangan pengembangan kawasan industri Kendal yang menjadi ikon kerja sama kedua negara.

"Kami menyambut baik tindak lanjut kesepakatan Leaders' Retreat tahun lalu, antara lain bertambahnya tenants di Kendal Industrial Park, berkembangnya Nongsa Digital Park, dan dukungan Singapore Economic Development Board bagi pembukaan operasi perusahaan Pegatron di Batam," kata Presiden.

Mengenai infrastruktur, Presiden juga menawarkan kepada Singapura berbagai peluang kerja sama pendanaan sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia.

"Indonesia menawarkan berbagai peluang kerja sama pendanaan proyek-proyek infrastruktur, di antaranya proyek kereta api Makassar-Parepare dan lapangan udara di Labuan Bajo," jelas Presiden, seperti dilansir dari siaran pers Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Erlin Suastini.

Selain itu, kedua negara juga bersepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasional. Bentuk kerja sama tersebut antara lain operasionalisasi politeknik Kendal dan kegiatan pelatihan bagi para instruktur serta inisiatif RISING (Republic of Indonesia and Singapore) Fellowship.

Di samping itu, keduanya juga sepakat untuk mendorong penyelesaian proses ratifikasi perjanjian investasi bilateral (bilateral investment treaty) serta peningkatan kerja sama di bidang perdagangan elektronik, teknologi finansial, layanan data, pengembangan techno park, serta regional innovation hub.

"Terima kasih Perdana Menteri Lee, mari kita bekerja sama untuk kemakmuran dua negara dan masyarakat kita," tandas Presiden. (Red)

Shamsubahrin Ismail. (F/youtobe)

Dinamika Kepri, Batam - Video Ceo Big Blue Taksi Malaysia, Shamsubahrin Ismail viral di media sosial, Rabu (28/8/2019).

Videonya viral lantaran melontarkan penghinaan dengan mengatakan indonesia negara miskin.

Pernyataan Pendiri Big Blue Taxi itu kini ramai dibicarakan netizen tanah air lantaran ia menyebut Gojek bisa berkembang di Indonesia karena tingkat kemiskinan dan pendapatan gaji yang rendah.

Kata dia dalam videonya, Gojek cocoknya hanya di negara -negara miskin seperti Jakarta  (Indonesia), Thailand, India dan Kamboja.  Gojek tidak perlu ada karena negaranya negara kaya.

Kata dia lagi, keberadaan Gojek juga bisa merusak generasi muda. (Ag)

Dinamika Kepri, Batam – Terkait maraknya tindak pidana transnasional antar dua negara Indonesia dan Malaysia, tentang modus peredaran Narkoba, Pekerja Migran ilegal dan tindak pidana penyelundupan serta Issue- issue tindak pidana yang sering terjadi di wilayah perbatasan antar kedua Negara, Dirpolairud Polda Kepri dan Wadir Narkoba Polda Kepri beserta rombongan melakukan pertemuan (Rendezvous) dengan Polis Marin wilayah 2 Polis Diraja Malaysia di perairan Kukup Malaysia, Kamis (4/7/2019)

Rombongan Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta T dan Wadir Narkoba Polda Kepri tersebut berlayar dengan menggunakan KPC XXXI-2006 dan bertemu dengan Kapal Patroli PPM Wilayah 2 PDRN PC 4 dan RH 2 Polis Diraja Malaysia di koordinat 1⁰16'00" N 103⁰25'00" S.

Setelah usai membahas dan melakukan koordinasi terkait tindak pidana transnasional antar kedua negara, kegiatan lalu dilanjutkan dengan melakukan penandatanganan surat rendezvous dan pertukaran cinderamata, serta melakukan foto bersama.

Selanjutnya pada pukul 11.00 wib, KPC XXXI-2006 bertolak menuju perairan Tanjung Balai Karimun untuk melaksanakan patroli yang dipimpin oleh Dirpolairud Polda Kepri.

Turut hadir pada pertemuan itu, selain Dirpolairud Polda Kepri dan Wadiresnarkoba Polda Kepri, dari pihak Polda Kepri juga dihadiri, Kabagbinopsnal Ditpolairud, Kasubditpatroli Ditpolairud, Kanit 2 Sie Intelair, Baminopsnal Ditpolairud dan Danpal beserta ABK KPC XXXI-2006.

Sedangkan dari pihak Marin wilayah 2 Polis Diraja Malaysia, turut dihadiri Supt Hj Noor Azman Jamal, Timbalan Komander PPM W2 ( Wakil Dir PPM ), DSP Ahmad Amri Abd Rahman, KB Intel/Op. DSP Hj Salihin Othman, KB Admin, ASP Aziz Siyon, Insp Fadli Ramli dan anggota Kapal Patroli PC 4 & RH 15. (Ril)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.