Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan

Pangkogabwilhan I Laksamana Madya I Nyoman Gede Ariawan, SE, MM memimpin Apel gelar pasukan Operasi Lilin Seligi – 2020 di Mapolda Kepri, Senin (21/12/2020).
Pangkogabwilhan I Laksamana Madya I Nyoman Gede Ariawan, SE, MM.

Dinamika Kepri, Batam –  Pangkogabwilhan I Laksamana Madya I Nyoman Gede Ariawan memimpin Apel gelar pasukan Operasi Lilin Seligi – 2020 di Mapolda Kepri, Senin (21/12/2020). 


Hadir dalam Apel gelar pasukan tersebut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kepri yang diwakili oleh Sekda Provinsi Kepri, Ketua DPRD Provinsi Kepri, Kapolda Kepri Irjen Pol. Dr. Aris Budiman, M.Si., FKPD Provinsi Kepri dan Kota Batam, Wakapolda Kepri, Para pejabat TNI-Polri, Stakeholder terkait dan para peserta Apel.


"Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya yang diberikan oleh Kapolda Kepri untuk menjadi pimpinan apel pada Gelar Pasukan Operasi Lilin Seligi – 2020 ini. Dalam pelaksanaannya nanti situasi seperti apapun yang kita hadapi sebagai prajurit harus siap melaksanakan tugas dengan baik dan semangat," ujar Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI I Nyoman Gede Ariawan dalam sambutannya.


Selanjutnya Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI I Nyoman Gede Ariawan juga membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si. 


Adapun amanat Kapolri tersebut, bahwa Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekkan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi lilin – 2020 dalam rangka pengamanan perayaan natal tahun 2020 dan tahun baru 2021, baik kesiapan dari aspek personil maupun sarana dan prasarana serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda dan Mitra Kamtibmas lainnya.


Pada perayanan natal dan tahun baru nanti tentunya akan meningkatkan aktivitas masyarakat, peningkatan aktivitas masyarakat ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcarlantas dan pelanggaran Protokol kesehatan Covid – 19 oleh karena itu Polri menyelenggarakan Operasi Lilin – 2020 yang akan dilaksanakan selama 15 hari, mulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021 dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis serta penegakkan hukum secara tegas dan professional tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid – 19 sehingga masyarakat dapat merayakan natal dan tahun baru dengan rasa aman dan nyaman.


Personil yang dipersiapkan di seluruh Indonesia dalam pelaksanaan Operasi ini adalah sebanyak 83.917 Personil Polri, 15.842 personil TNI serta 55.086 personil intansi terkait lainnya. Personil ini nantinya akan ditempatkan pada 1.607 Pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcarlantas serta 675 Pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan dan lain-lain.


Dalam pelaksanaan Operasi ini ada beberapa prediksi gangguan kamatibmas yang harus kita antisipasi antara lain Ancaman Terorisme dan Radikalisme, Ancaman Sabotase, penyalahgunaan Narkoba, pesta miras, aksi pengerusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.


"Untuk itu saya harapkan seluruh Kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta cara bertindak yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah," pesan Kapolri.


Beberapa penekanan juga diberikan Kapolri guna mendukung pelaksanaan tugas antara lain sebagai berikut :

  1. Siapkan mental dan fisik sert jaga kesehatan, niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada tuhan yang maha esa
  2. Lakukan deteksi dini dengan memetakan dinamika dan fenomena yang berkembang sebagai langkah antisipasi sedini mungkin untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat.
  3. Tingkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dan antisipasi erhadap kemungkinan terjadinya aksi terror dan kriminalitas yang memanfaatkan momentum natal 2020 dan perayaan tahun baru 2021
  4. Laksanakan pelayanan dengan professional dan humanis, berikan pelayanan terbaik, lengkapi sarpras dan perorangan yang memadai serta lakukan penugasan anggota dengan Body System.
  5. Laksanakan penegakkan hukum secara professional dan proporsional serta bertindaklah secara tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas
  6. Mantapkan kerja sama, sinergi dan soliditas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan Operasi
  7. Tetaplah menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, mencegah penyebaran covid – 19 yaitu dengan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih.


 (Ril)

Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja IPTU Haris Baltasar Nasution dan Panit 1 Reskrim Polsek Lubuk Baja
Tersangka inisial RA (33).

Dinamika Kepri, Batam - Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja IPTU Haris Baltasar Nasution dan Panit 1 Reskrim Polsek Lubuk Baja IPDA Ahmad Nasal Harahap berhasil amankan Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan dengan inisial RA (33) yang juga merupakan residivis (jambret), Jumat (18/12/2020) sekira Pukul 22.00 Wib.


Arya menjelakan kronologi berawal saat korban sedang melaksanakan jogging  (18/12/2020) pukul 20.00 Wib dengan melalui rute simpang jam hingga ke Edukits – Batam Centre.


"Setelah selesai melaksanakan jogging, pelapor pun kembali lagi menuju ke rumah pelapor yang beralamat di Komp. Kanaan Indah Blok B No. 05 Kec. Lubuk Baja – Kota Batam dengan berjalan kaki," kaya Arya, Minggu (19/12/2020).


Kemudian pada saat melewati jalan menuju ke rumah, pelapor pun melewati jalan tersebut di tepian karena berjalan melawan arah. Pada saat melewati tepian tersebut, tiba-tiba datang dari arah depan sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh 2 (dua) orang yang pelapor tidak kenali dan langsung memepet pelapor yang pada saat itu sedang berjalan.


"Saat itu juga, pelaku yang dibonceng langsung merampas handphone milik korban yang di simpan di saku baju sebelah kiri. Sehingga pelapor pun langsung menendang sepeda motor milik korban yang mengakibatkan pelapor terjatuh ke aspal," jelasnya.


Menerima laporan tersebut unit reskrim polsek Lubuk Baja yang pada saat itu sedang  yang mobiling dengan gerak cepat , pada saat di belakang RSp Awal Bros langsung melakukan penyelidikan.


Berdasarkan petunjuk dan juga ciri-ciri yang dijelaskan oleh korban, telah dilakukan pengintaian dan pencarian terhadap diduga pelaku. Pada saat melakukan pencarian, didapati bahwa 1 (satu) orang laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan sedang berlari di depan RS Awal Bros.


Mengetahui hal tersebut, pelarian terhadap diduga pelaku dihadang dan kemudian tim berhasil melakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang laki-laki dewasa yang diduga sebagai pelaku. Selanjutnya terhadap diduga pelaku di bawa ke Kantor Polsek Lubuk Baja guna dilakukan pengembangan lebih lanjut.


Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 3.500.000,- (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) serta mengalami luka lecet pada bagian lutut sebelah kanan. Dan terdapat beberapa barang bukti yang di amankan.


Menyikapi hal tersebut, Kapolresta Barelang Polda Kepri AKBP Yos Guntur melalui Kapolsek Lubuk Baja Kompol Arya Tesa Brahmana, membenarkan telah terjadinya Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan dimana pelaku merupakan Residivis tindak Pidana yang sama. Saat ini Pelaku masih diamankan oleh Unit Reskrim Polek Lubuk Baja untuk proses lebih lanjut. (Ril)

Pengkaderan teroris muda yang dilakukan oleh Jamaah Islamiyah (JI)

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2020).


Dinamika Kepri, Jakarta  -  Pengkaderan teroris muda yang dilakukan oleh Jamaah Islamiyah (JI) sudah sangat teragenda rapi. Bahkan perekrutmen para kader yang siap tempur juga sudah dilakukan. 


Hal ini teridentifikasi dengan adanya 91 kader yang telah dilatih oleh JI dan 66 di antaranya sudah dikirim ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teror di sana. 


Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan Polri sudah mendapatkan informasi soal adanya 91 kader JI yang dilatih siap tempur, dimana 66 di antaranya sudah dikirim ke Suriah dan beberapa sudah kembali ke Indonesia.


"Mereka (JI) sudah menyiapkan kemampuan diri dengan pelatihan-pelatihan khusus guna mempersiapkan kekuatan melawan musuh yakni negara dan aparat. Sebagian besar dari mereka juga sudah berangkat ke Suriah bergabung dengan kelompok teror di sana dan berperan aktif dalam konflik di Suriah. Kemampuan yang sudah diasah di tempat pelatihan dan medan tempur sebenarnya (Suriah) menjadikan mereka sebagai potensi ancaman nyata,” kata Argo, Jumat (18/12/2020).


Dikatakan kader teroris ini dipersiapkan oleh organisasinya (Jamaah Islamiyah) melalui bagian  struktur khusus untuk membentuk kader jemaahnya. Penanggung jawab atau amir Jamaah Islamiyah adalah Parawijayanto dan koordinator pelatihan adalah Joko Priyono alias Karso.


Ditanya mengapa radikalisme tumbuh demikian subur di tanah air, Argo menyatakan ada banyak sekali faktornya. Salah satunya adalah maraknya penyebaran berita bohong atau hoax.


 “Maraknya penyebaran hoax tanpa filter melalui sosial media membuat paham radikal dan anti pemerintah makin subur. Dari dulu sampai sekarang radikalisasi terbentuk sebagai bagian dari respons atas ketidakadilan dan makin melebarnya kesenjangan sosial di masyarakat. Bahwa kemudian agama jadi satu alasan dalam mengekspresikan ketidakpuasan dan kebencian,” katanya. 


Maka sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran paham dan ideologi radikalisme di kalangan anak muda, sambung Argo, perlu dilibatkan seluruh stakeholder yang bersentuhan langsng dengan dunia pendidikan, sosial, keagamaan, komunikasi dan keamanan di lingkungan masing-masing. 


“Ya perlu peran serta semua stakeholder,” katanya.


Namun khusus untuk Polri, lanjut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini, Densus 88 terus melakukan pemantauan terhadap jaringan teror yang ada di Indonesia secara terus-menerus, mulai dari pengumpulan bahan informasi, pengolahan informasi sampai dilakukan penegakan hukum.


“Spesifiknya, Densus 88 sudah melakukan penegakan hukum terhadap 20 peserta pelatihan JI,” kata Argo.


Seperti diketahui sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan sebanyak 23 terduga teroris dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di 8  lokasi yakni di  Lampung Selatan, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Pringsewu, Metro, Jambi, Riau dan Palembang. 


Dua dari 23 orang yang ditangkap merupakan Panglima Askari JI yakni Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dan Zulkarnain alias Arif Sunarso.


Selain menangkap para tersangka, Densus 88 juga berhasil mengungkap adanya bunker di rumah Upik Lawanga di Lampung yang digunakan untuk bersembunyi dan menyimpan senjata-senjata rakitan buatannya. 


"Barang bukti yang disita dari rumah Upik ini ada senjata rakitan dan bunker," kata Argo. (Ril)

 

Vaksin Covid-19 akan tersedia gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali
Presiden Joko Widodo. (Foto Dok: setneg) 

Dinamika Kepri, Jakarta - Vaksin Covid-19 akan tersedia gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang akan dilaksanakan dalam beberapa waktu mendatang. Hal itu dikemukakan Presiden saat menyerahkan bantuan modal kerja bagi sejumlah pelaku usaha mikro dan kecil di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 18 Desember 2020.


Oleh karena itu, saat ini pemerintah tengah berupaya untuk menyediakan akses yang luas terhadap vaksin Covid-19 bagi seluruh masyarakat. Untuk diketahui, vaksin tersebut nantinya akan disediakan kepada masyarakat secara cuma-cuma atau gratis.


"Vaksinasi itu untuk semua rakyat tidak terkecuali supaya kita bisa kembali hidup normal. Juga tidak ada kaitannya dengan anggota BPJS. Kan ada isu ini yang divaksin hanya yang memiliki kartu BPJS, tidak. Semua warga bisa mengikuti vaksinasi," kata Presiden.


Saat ini, pemerintah masih menunggu tahapan yang sedang dilaksanakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apabila, tahapan ilmiah tersebut telah selesai dilakukan, maka pemerintah akan bersegera menyelenggarakan vaksinasi massal tersebut.


Presiden sangat berharap agar seluruh masyarakat mau mengikuti program vaksinasi tersebut. Presiden bersama dengan sejumlah pihak lain seperti Majelis Ulama Indonesia akan memastikan keamanan serta kehalalan dari vaksin tersebut.


"Saya nanti yang akan divaksin pertama kali. Di Indonesia ini saya yang pertama kali (divaksin) untuk menunjukkan bahwa divaksin itu tidak apa-apa," tuturnya.


Namun, Kepala Negara mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak, hingga rutin mencuci tangan untuk mencegah penyebaran pandemi. (Ril)


(Humas Kemensetneg)

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menangkap buronan kelas kakap kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI) yakni Taufik Bulaga alias Upik Lawanga.
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono tunjukan barang bukti senjata Rakitan saat dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2020).

Dinamika Kepri, Jakarta - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menangkap buronan kelas kakap kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI) yakni Taufik Bulaga alias Upik Lawanga. 


Dari penangkapan itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkap adanya bungker di rumah Upik Lawanga di Lampung yang digunakan untuk bersembunyi dan menyimpan senjata-senjata rakitan buatannya. 


"Barang bukti yang disita dari rumah Upik ini ada senjata rakitan dan bungker juga di rumahnya," kata Argo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2020).


Demi transparansi, Argo menyebut bahwa Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan akan mengajak awak media untuk melihat langsung bungker tersebut pada esok hari.


"Besok Kabag Penum akan datang ke Lampung, dengan teman media akan melihat bungker itu seperti apa. Biar paham bungker itu seperti apa," ujar Argo. 


Disisi lain, Argo juga menyebut bahwa, Upik Lawanga mendapat pesanan dari pimpinan kelompok tersebut untuk membuat senjata api rakitan sejak bulan Agustus 2020. 


"Tersangka upik ini bulan Agustus 2020 sudah dipesan untuk membuat senjata api rakitan ini. Ada pesanan dari pimpinannya, mulai Agustus 2020 silakan membuat senjata.


Masalah digunakan kapan belum tahu. Yang bersangkutan sudah menyiapkan, ada perintah untuk membuat senjata," papar Jenderal bintang dua itu.


Upik Lawanga merupakan anggota JI yang menjadi dalang dari beberapa terror Bom seperti Bom Tentena, Bom Gor Poso, Bom Pasar sentral dan rangkaian Tindakan terror lainnya pada tahun 2004 hingga tahun 2006.


Pada penangkapan ini, Densus 88 juga berhasil menangkap buronan kelas kakap yakni, Zulkarnain alias Arif Sunarso yang merupakan Panglima Askari Jamaah Islamiyah. (Ril)

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2020).

Dinamika Kepri, Jakarta - Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan sebanyak 23 terduga teroris dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI).


Argo menjelaskan, ke-23 terduga teroris itu dilakukan penangkapan di delapan lokasi Provinsi Sumatra. Antara lain, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Pringsewu, Metro, Jambi, Riau dan Palembang.


"Ada delapan lokasi penangkapan di Sumatra," kata Argo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2020).


Menurut Argo, penangkapan 23 terduga teorisme ini dua diantaranya merupakan terduga terorisme yang merupakan petinggi dari Jamaah Islamiah. Mereka adalah, Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dan Zulkarnain alias Arif Sunarso Panglima Askari JI.


"Awalnya 21 orang tersangka teroris ditangkap di Lampung ada delapan lokasi, kemudian, dari 21 itu kami temukan DPO yaitu tersangka yang atas nama Upik dengan Zulkarnain," ujar Argo. 


Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menerbangkan 23 tahanan kasus terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dari Lampung ke Jakarta pada Rabu 16 Desember 2020. 


Upik Lawanga merupakan anggota JI yang menjadi dalang dari beberapa terror Bom seperti Bom Tentena, Bom Gor Poso, Bom Pasar sentral dan rangkaian Tindakan terror lainnya pada tahun 2004 hingga tahun 2006.


Sedangkan Zukarnain merupakan DPO Polri dalam kasus terror Bom Bali I yang terjadi di tahun 2001. Ia juga memiliki kemampuan merakit bom high explosive, senjata api, dan kemampuan militer dalam melakukan tindakan terror. Sedangkan 21 lainnya yang diamankan di Lampung memiliki perannya masing-masing. (Ril)

Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi
Foto bernsama Menteri Sofyan Djalil, Kapolri Jenderal Idham Azis dan Menteri Tjahjo Kumolo. 

Dinamika Kepri, Jakarta - Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi Tjahjo Kumolo dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil, Jumat, (18/12/2020).


Kapolri Jenderal Idham Azis menyatakan pemberian penghargaan tersebut merupakan apresiasi Polri atas dukungan Menteri PAN / RB dan Menteri ATR / Kepala BPN kepada Polri.


"Penghargaan ini merupakan wujud kebanggaan kami atas dedikasi dan kerja sama luar biasa yang telah diberikan kepada institusi Polri. Pemberian penganugerahan ini merupakan tanda kehormatan dan respek Polri terhadap kedua kementerian," kata Kapolri.


Dia melanjutkan secara khusus dirinya ingin mengucapkan terima kasih kepada Menteri PAN/ RB H.Tjahjo Kumolo atas hubungan timbal balik dan kerja sama dalam upaya peningkatan penataan dan penguatan organisasi, tatalaksana, manajemen sumber daya manusia aparatur, pengawasan, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik di lingkungan Polri. 


"Selain itu terima kasih juga saya sampaikan kepada Menteri ATR/BPN Bapak  Sofyan Djalil yang telah mendukung kemajuan dan pengembangan Polri dalam mengarahkan penertiban aset-aset tidak bergerak pada Polri di seluruh Indonesia, dan terwujudnya kerja sama yang dinamis guna mewujudkan penegakan hukum terhadap mafia tanah. Kami menaruh respek, dan kami sangat bangga saat ini bisa memberikan penghargaan tertinggi melalui Bintang Bhayangkara Utama," katanya.


Kapolri berharap, generasi Polri yang akan datang, dapat merajut kebersamaan, karena Polri tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan dari lembaga lain.


"Saya berharap, kerja sama dan hubungan baik ini dapat terus berlanjut dalam mewujudkan institusi Polri yang dicintai masyarakat. Sebab tidak ada keberhasilan tanpa dimulai dari kebersamaan dan kekompakan,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya ini. (Ril)

Sukses Jaga Pilkada, bright PLN Batam Kembali Siaga Natal dan Tahun Baru

Dinamika Kepri, Batam – Setelah sukses menjaga pasokan listrik selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Batam 2020, bright PLN Batam melanjutkan tugas pada hari besar Nasional yaitu  menjamin pasokan energi listrik menyambut Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Komitmen ini disampaikan oleh Corporate Secretary bright PLN Batam, Kishartanto Purnomo Putro.


“Kami sudah mempersiapkan sejumlah tindakan dan langkah-langkah preventif dalam upaya meningkatkan keandalan, diantaranya; pemeliharaan jaringan, kesiapan pembangkit, gardu induk, transmisi dan jaringan distribusi, hingga menyiapkan petugas siaga untuk menjaga keandalan dan pasokan. Sehingga kami dapat memastikan pasokan listrik kepada pelanggan tetap baik dan aman saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2021,” jelas Tanto.


 

Tanto menambahkan petugas bright PLN Batam akan siaga selama 24 jam, khusus di beberapa titik perayaan Natal akan menjadi fokus utama terutama di tempat ibadah umat Nasrani dan infrastruktur penting lainnya. Semua alat komunikasi juga selalu siaga, sehingga jika ada pelanggan atau masyarakat mengalami gangguan kelistrikan agar dapat menghubungi petugas untuk segera dilakukan atensi.


“bright PLN Batam menyiapkan sebanyak 14 posko tersebar yang terdiri dari posko pembangkitan, Gardu Induk, Distribusi, Transmisi, dan Call Centre. Sehingga kami dapat memberikan pelayanan segera jika ada gangguan di lapangan dengan berpedoman pada Standard Operation Procedure (SOP) Natal dan Tahun Baru. Personil siap berjaga untuk mengamankan keandalan pasokan listrik selama 24 jam di Batam,” tuturnya.


Lebih lanjut, Tanto menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Batam dan sekitarnya yang memiliki lebih dari 300.000 pelanggan dengan daya mampu pembangkit mencapai 553 MW dan beban puncak rata-rata sebesar 420 MW. Sehingga terdapat cadangan operasi rata-rata 133 MW, artinya kontinuitas suplai ke pelanggan terjaga masih aman dan terjaga. bright PLN Batam juga berharap bahwa kondisi cuaca tidak ekstrem sehingga tidak menganggu jaringan serta membuat beban cukup stabil.


“Kami pastikan bahwa petugas siaga tetap disiplin mengawal 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Kami juga menghimbau bagi masyarakat untuk tidak merayakan tahun baru 2021 dengan membuat kerumunan supaya menekan angka penyebaran COVID-19 di Batam,” tutup Tanto. (Ril)

Organisasi pekerja wilayah Kepri di bawah DPD Logam Elektronik Mesin (LEM), Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan SPSI Kepri mengirimkan surat keberatan (somasi)
Ketua DPD SPSI Kepri, Saiful Badri (tengah) bersama Ketua Tim Kuasa Hukum Organisasi DPD F SP LEM SPSI Kepulauan Riau, Daniel, SH, MH (kanan) saat bertemu Gubernur Kepri, Isdianto.

Dinamika Kepri, Batam - Organisasi pekerja wilayah Kepri di bawah DPD Logam Elektronik Mesin (LEM), Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan SPSI Kepri mengirimkan surat keberatan (somasi) kepada Gubernur Kepri, Isdianto.


Surat somasi hukum tersebut dikirim untuk menolak UMP maupun UMK dengan nomor: 029/DPD/FSP LEM - SPSI/KR/XII/2020 dan 06/PD F SP KEP/SPSI kepada Gubernur Kepulauan Riau Terhadap sikap Organisasi menolak SK UMP Propinsi Kepri Nomor 1345 dan SK Upah Minimum Kabupaten/Kota Nomor 1362 sampai dengan Nomor 1368 wilayah Provinsi Kepulauan Riau. 


Ketua DPD SPSI Kepri, Saiful Badri menuturkan, dengan terbitnya SK Gubernur Nomor 1345 terkait kenaikan UMP tahun 2021, kata dia tidak ada kenaikan upah sehingga merugikan serikat buruh di Kepri khususnya di wilayah Kota Batam. 


"Tidak ada kenaikan, dengan somasi tersebut kami berharap agar Pengadilan Tata Usaha Negara Tanjungpinang nantinya menggabulkan SK Gubernur Nomor 1345 untuk dibatalkan supaya direvisi dan meminta SK baru sesuai dengan PP.78/2015," tegas Ketua DPD SPSI Kepri, Saiful Badri, Senin (14/12/2020) di Batam Center. 


Lanjut Saiful, surat keberatan tersebut telah disampaikan, ia berharap dalam waktu 10 hari sejak surat somasi dikirimkan, SK Gubernur Nomor 1345 itu bisa dicabut dan direvisi.


Ia juga menambahkan, katanya jika tidak ada tindak lanjut untuk merevisi SK tersebut, maka pihaknya akan meneruskannya melalui jalur hukum.



"Namun apabila tidak ada tindak lanjut untuk merevisi Surat Keputusan tersebut, kami atas nama organisasi DPD LEM SPSI dan PD KEP SPSI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan menempuh sikap dan upaya hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya. 


Lebih lanjut dikatakannya, SK Nomor 1362 yang dikeluarkan Gubernur Kepri untuk SK UMK Kota Batam tidak mengikuti undang-undang pengupahan PP.78/2015 yang seharusnya kenaikan UMK 2021 sebesar 3,27 persen. Sementara kenaikannya hanya 0,5 persen dan itu tidak memiliki dasar yang jelas. 


Masih kata Saiful, rekomendasi UMK tahun 2021 naik 0,5 persen atau setara Rp 20.651 yang disampaikan Pjs Walikota Batam, Samsul Bahrum kepada Gubernur Kepri, juga tidak memiliki dasar dan aturan undang-undang pengupahan. 


"Angka tersebut sangat tidak berkeadilan dan tidak  berdasarkan hukum bagi kaum buruh, sementara pada sisi pengusaha meminta UMK 2021, tetap sama dengan UMK 2020 yakni Rp 4.130.279. Kami buruh meminta agar SK tersebut direvisi dan upah dinaikan menjadi Rp 4.265.339  sesuai PP 78/2015, atau sesuai Undang-undang yang berlaku," pinta Saiful. 


Terkait surat somasi itu, di tempat terpisah,  Ketua tim kuasa hukum Organisasi DPD F SP LEM SPSI Kepulauan Riau, Daniel, SH, MH melalui sambungan seluler mengatakan, SK 1345 tentang Upah Minum Provinsi dan SK 1362 sampai dengan 1368 tentang upah minimum Kabupaten /Kota di wilayah Kepri, duganya dilakukan tidak berlandasan hukum. 


"Saya katakan tidak berlandaskan hukum yakni dalam artian tidak berpedoman perundang-undangan maupun peraturan pengupahan yang ada. Menurut hemat saya, dalam hal ini Gubernur Kepri tidak cermat dalam penetapan kenaikan upah tersebut dengan tidak memperhatikan kaidah hukum dan asas keadilan upah minimum bagi pekerja di wilayah kerjanya," ucap Daniel.


"Sikap penolakan dilakukan berdasarkan desakan dari para anggota DPD FSP LEM SPSI karena diduga SK Gubernur tersebut cacat hukum," sambungnya.


Tak hanya telah mengirimkan surat somasi ke Gubenur Kepri, Daniel juga mengatakan bahwa pihaknya juga telah memasukan gugatan SK tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang pada hari ini Senin 14 Desember 2020.


"Kami dari Tim kuasa hukum Organisasi serikat pekerja, sesuai aturan formil PTUN, sebelum 90 hari maupun somasi 10 hari tidak ditanggapi, dan kita juga sudah memasukan gugatan untuk pembatalan SK tersebut melalui Pengadilan Tata Usaha Negara Tanjungpinang dengan Nomor perkara 20/G /2020/PTUN.Tpi. Sedangkan untuk gugatan UMK dan 21/G/2020/PTUN.Tpi dan untuk gugatan UMP Provinsi Kepulauan Riau 2021, sampai saat ini kita masih tetap akan konsisten sampai upaya hukum akhir dan itu sudah kita persiapkan," tutup Daniel. (Ril)

Polri Gelar 58 Adegan di 4 TKP Rekonstruksi Penyerangan Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek


Dinamika Kepri, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Karawang menggelar rekonstruksi di empat titik terkait dengam kasus penyerangan Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek.


Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, dalam empat Tempat Kejadian Perkara (TKP) setidaknya digelar 58 adegan rekonstruksi yang memperlihatkan bagaimana awal mula penyerangan Laskar FPI hingga polisi melakukan tindakan tegas terukur. 


"Dalam proses rekonstruksi malam ini setidaknya ada 58 adegan rekonstruksi," kata Argo saat meninjau langsung proses rekonstruksi, Senin (14/12/2020) dini hari.



Argo merinci, pada TKP I tepatnya di depan Hotel Novotel, Jalan Karawang Internasional, setidaknya ada sembilan adegan. Sementara lokasi II yakni, selepas bundaran Jalan Karawang Internasional hingga Gerbang Tol Karawang Barat arah Cikampek ke Rest Area KM 50 ada empat adegan. 


Sedangkan di Rest Area KM 50 yang menjadi TKP ketiga penyidik melakukan adegan rekonstruksi sebanyak 31. TKP terakhir yakni, Tol Japek selepas Rest Area KM 50 hingga KM 51 200, penyidik memperagakan 14 adegan. 


Argo menambahkan, rekonstruksi yang digelar secara transparan ke masyarakat ini setidaknya menghadirkan saksi sebanyak 28 orang. Bahkan, empat diantaranya merupakan polisi yang menjadi korban dalam penyerangan tersebut.


"Jumlah saksi yang dihadirkan malam ini ada 28 orang. Saksi korban ada empat," ujar Argo.


Adapun barang bukti yang dihadirkan pada rekonstruksi, diantaranya dua unit mobil anggota, satu unit mobil tersangka, enam pasang pakaian tersangka, senjata tajam dan dua senjata api rakitan peluru 9 MM.


Sekadar diketahui, peristiwa penyerangan Laskar FPI terhadap aparat kepolisian itu terjadi pada Senin 7 Desember 2020 pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. 


Kejadian tersebut ketika petugas sedang mengecek informasi mengenai ada pengerahan massa terkait pemanggilan Rizieq Shihab di Polda Metro, Senin 7 Desember 2020.


Mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengkuti kendaraan pengikut Rizieq, tiba-tiba mobil anggota Polda Metro Jaya dipepet dan disetop dua kendaraan pendukung Rizieq. 


Bahkan, ketika kejadian itu pihak yang diduga pendukung Rizieq menodongkan senjata api dan senjata tajam berupa samurai dan celurit ke arah aparat kepolisian.


Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam langsung mengambil tindakan tegas terukur. 6 orang pendukung Rizieq meninggal dunia, sementara 4 lainnya melarikan diri. (Ril)

Empat Orang Penyebar Ujaran Kebencian Terhadap Menkopolhukam Dibekuk Ditreskrimsus Polda Jatim

Dinamika Kepri, Surabaya - Direktorat Resesrse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus Polda Jatim) membekuk 4 (Empat) orang tersangka yang mengancam Menkopolhukam, Prof Mahfud MD. Ancaman yang ditujukan kepada Prof. Mahfud MD ini tersebar di Media Sosial grup-grup WhatShapp maupun Youtube. Dimana dalam konten yang diunggah oleh tersangka ini berisi tentang ancaman dan kebencian.


Dalam video yang diunggah oleh tersangka di youtube, tersangka ini mengancam akan membunuh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD. Sehingga polisi dengan cepat melakukan penyelidikan terhadap konten yang ada di youtube dengan nama akunnya “Pasuruan Amazing” tersebut dan akhirnya berhasil menangkap para pelaku.



Saat ini empat orang pelaku yang sudah diamankan oleh polisi sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Jatim. Sementara itu dari hasil intrograsi yang dilakukan oleh penyidik, bahwa empat orang ini adalah simpatisan HRS. 


Empat orang yang berhasil dibekuk oleh polisi itu yakni MN, AH, MS dan SH. Menurut kabid humas polda jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyebutkan, bahwa memang benar Anggota Ditreskrimsus Polda Jatim telah mengamankan empat orang penyebar ujaran kebencian terhadap seseorang. Dimana empat orang tersebut ditangkap di Pasuruan Jawa Timur.


Ujaran kebencian ini awalnya di unggah oleh tersangka MN, kemudian video dalam akun youtube tersebut disebarluaskan melalui media sosial whatshapp grup bernama “Front Pembela Ib HRS” oleh tiga tersangka lain.


“Iya benar, bahwa Ditreskrimsus Polda Jatim telah mengamankan empat orang tersangka pengunggah ujaran kebencian di Pasuruan Jawa Timur,” kata kabid humas polda jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, usai merilis empat orang tersangka di bid humas polda jatim, Minggu (13/12/2020) siang.


Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menyatakan, adanya akun dari “Amazing Pasuruan” ini anggota melakukan penelusuran jejak digital. Sehingga pihaknya menetapkan pelaku sebagai tersangka.


Bahwa kasus ini adalah Close Social Media sehingga kami menertibkan LP model A, kenapa kita tetapkan empat orang ini sebagai tersangka, karena mereka tau bahwa konten yang diunggah itu melanggar norma dan melangar UU memuat atau berisikan tentang ujaran kebencian dan sifatnya mengancam. Ini yang dilarang dalam UU ITE sesuai dengan Pasal 127 ayat 4 dan 28 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.


”Benar kita amankan empat orang tersangka ujaran kebencian dan ancaman yang mengunggah sebuah konten di youtube hingga menyebar ke grup whatshapp, dalam akun itu berisi tentang kebencian dan ancaman, keempatnya kita kenakan pasal 127 ayat 4 dan 28 ancaman hukumannya 6 tahun,” ucap Dirreskrimsus Polda Jatim. (Ril)

im Subdit III Jatanras Polda Kepri berhasil mengamankan inisial SA alias A pelaku tindak pidana pembunuhan yang terjadi di wilayah Bengkong Sadai
Petugas saat evekuasi korban.

Dinamika Kepri, Batam – Tim Subdit III Jatanras Polda Kepri berhasil mengamankan inisial SA alias A pelaku tindak pidana pembunuhan yang terjadi di wilayah Bengkong Sadai, Kota Batam. Hal tersebut disampaikan oleh Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si, Sabtu (12/12/2020).


SA alias A ditangkap berdasarkan Laporan Polisi no : LP - B/101/XII/2020/SPKT.Brlg/Sek Bengkong tanggal 11 Desember 2020. 



"Kronologis kejadiannya berawal dari keterangan saksi bahwa telah terjadi penusukan terhadap korban inisial HT di ruko pertokoan permata Sadai jaya Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong, Kota Batam, saat itu saksi melihat korban yang sedang duduk di depan kantin, dan seketika pelaku inisial SA alias A mengejar ke arah korban inisial HT sambil membawa pisau di tangan kanannya dan melakukan penusukan terhadap korban. Korban sempat mencoba melarikan diri, namun akibat luka tusukan di bagian perutnya, korban terjatuh dan akhirnya meninggal dunia di tempat pada hari Jumat malam tanggal 11 Desember 2020," ujar Kombes Pol Harry Goldenhardt S.


Lebih lanjut dikatakannya, didapatkan informasi bahwa permasalahan diantara korban dan pelaku adalah diduga karena adanya perselisihan terkait pembayaran gaji/upah, di mana korban merupakan mandor dari pelaku yang bekerja sebagai buruh bangunan. 


"Korban adalah mandornya pelaku. Pelaku sudah berulang kali meminta uang gajinya, namun belum dapat diserahkan oleh korban dikarena pembayaran dari perusahan masih belum dikeluarkan, inilah awal permasalahan terjadinya penusukan tersebut sehingga mengakibatkan korban HT meninggal dunia." jelasnya.


Sambung Kombes Pol Harry Goldenhardt S, dari laporan itu, selanjutnya tim dari Subdit III Jatanras Polda Kepri melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku diperoleh informasi bahwa pelaku menggunakan sepeda motor Suzuki Thunder warna hitam putih. 


Hasil penyelidikan, bahwa sepeda motor dimaksud berada di Tanjung Uma, kemudian Tim Opsnal melakukan pengembangan dari temuan tersebut dan berhasil menangkap pelaku inisial SA alias A.


Berdasarkan pengakuan pelaku bahwa senjata tajam yang digunakan untuk menusuk korban telah dibuang di pelantar sekitar Tanjung Uma, dan setelah ditelusuri Tim Opsnal berhasil menemukan barang bukti senjata tajam dimaksud. Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolda Kepri guna penyidikan lebih lanjut.


Dari pelaku, adapun barang bukti yang berhasil diamankan adalah sebilah Senjata Tajam, satu unit sepeda motor dan dua unit Handphone milik pelaku. 


"Atas perbuatannya pelaku dapat dikenakan Pasal 340 dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup," tutup Kombes Pol Harry Goldenhardt S. (Ril)

Satuan Patroli Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Satrol Lantamal) IV kembali menggelar Latihan Pencarian Dan Penyelamatan (SAR)
Suasana latihan penyelamatan korban hanyut.

Dinamika Kepri, Bintan - Satuan Patroli Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Satrol Lantamal) IV kembali menggelar Latihan Pencarian Dan Penyelamatan (SAR) di Laut Tahun 2020 di perairan Dermaga TNI Angatan Laut Mentigi Tanjung Uban, Bintan, Kepri, Jumat (11/12/2020)


Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari ini merupakan latihan rutin yang diselenggarakan oleh Lantamal IV untuk para prajurit pengawak KRI dan KAL dijajaran Satrol Lantamal IV.


Peserta latihan Pencarian dan Penyelematan kali ini diikuti oleh 60 orang Prajurit jajaran Satrol Lantamal IV, dengan pelatih yang sudah berpengalaman di bidangnya yaitu dari Kantor Perwakilan Pencarian dan Penyelamatan, Tanjungpinang.


Skenario latihan yang dilakukan adalah  bahwa ada satu buah kapal nelayan hilang berdasarkan informasi dari Kantor Pencarian dan Penyelamatan, Tanjungpinang. 


Dari informasi kemudian, atas perintah pimpinan KAL Marapas I-4-65 kemudian melakukan Manufer Lapangan (Manlap) untuk pencarian dan penyelamatan. Lalu setelah beberapa jam pencarian akhir dapat di temukan dua orang nelayan yang terapung di atas air.


Selanjutnya KAL Marapas I-4-65 mengeluarkan skoci untuk penyelamat kedua orang nelayan tersebut, akhirnya kedua nelayan tersebut dapat diselamatkan tentunya dengan pertolongan pertama sesuai dengan teori yang sudah didapat.


Terkait latihan itu, di tempat yang berbeda, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal IV Tanjungpinang, Mayor Marinir Saul Jamlaay mengatakan, latihan yang dilakukan karena sering menghadapi hal-hal demikian.


"Latihan  ini sangatlah baik, karena sering terjadi kasus-kasus seperti ini apabila sedang dalam tugas patroli,” ujarnya.


Lebih jauh dikatakannya, setiap peserta latihan harus mencoba bagaimana merasakan saat diperintahkan pimpinan untuk melaksanakan pertolongan kepada orang yang perludi selamatkan.


Ia berharap latihan itu dapat berjalan dengan baik dan sungguh-sungguh, sehingga nantinya saat pada pelaksanaannya, dapat berjalan sesuai dengan rencana, serta akan disempurnakan SOP tentang tahapan pencarian dan penyelamatan. 


Ia juga mengatakan bahwa saat ini  TNI Angkatan Laut juga sedang membangun reformasi birokrasi.


Hadir dalam latihan tersebut, dihadiri oleh Dansatrol Lantamal IV Letkol Laut (P) Arif Prasetyo, SE, Dan KRI Krait-827, Dan KRI Silea-858, Dan KRI Sigurot-864, Dan KAL Mapor I-4-64 serta Dan KAL Marapas I.4.65. (Ril)

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri merampungkan berkas penyidian tersangka anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Medan dan Jakarta
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa Pers dalam dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2020).

Dinamika Kepri, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri merampungkan berkas penyidian tersangka anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Medan dan Jakarta dalam kasus dugaan penghasutan demo penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law yang berakhir ricuh.


Kepala Divisi Humas Polri menjelaskan, Ketua KAMI Medan Khairi Amri berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P21 pada 2 Desember 2020. Sementara, Bareskrim juga telah melimpahkan tahap II pada 7 Desember 2020 ke Kejari Medan.


"Sama seperti tersangka lainnya yang ditangkap di Medan yakni, Juliana, Novita Zahara dan Wahyu Rasasi Putri berkas P21 pada 2 Desember 2020 dan tahap dua pada 7 Desember di Kejari medan," kata Argo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2020).


Disisi lain, untuk dua petinggi KAMI di Jakarta, yakni Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat berkas penyidikannya sudah dinyatakan lengkap dan telah dilaksanakan pelimpahan berkas dan tersangka atau tahap II ke pihak Kejaksaan. 



"Sedangkan untuk Syahganda Nainggolan sudah P21 pada 20 November 2020 sudah di tahap II 3 Desember 2020. Selanjutnya, untuk tersangka Jumhur P21 tanggal 24 November 2020 dan tahap II 10 Desember 2020," ujar Argo. 


Sementara itu, dua berkas penyidikan untuk tersangka Anton Permana sudah dikirimkan ke pihak Kejaksaan. Untuk saat ini, Polri masih menunggu apakah berkas tersebut dinyatakan P21 atau P19. 


Lalu, untuk tersangka Dedi Wahyudi berkas dikembalikan oleh Kejaksaan atau P19 dan setelah itu sudah dikirimkan kembali berkas tersebut pada 30 November 2020.


Sedangkan untuk tersangka Kingkin Anida berkas sudah P21 18 November 2020 dan sudah di tahap II 24 November 2020. Kemudian, tersangka Videlia Esmerela sudah P21 27 November 2020 dan tahap II untuk tanggal 16 Desember 2020," ucap Argo.


Sementara untuk kasus yang ditangani oleh Polda Kalimantan Barat, tersangka Yazid yang masih di bawah umur juga sudah dilakukan Diversi. Untuk tersangka Edy Bahtiar berkasnya dinyatakan P21 pada 16 November 2020 dan sudah tahap II.


Atas perbuatannya para tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU 19 Tahun 2016 UU ITE dan Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU ITE.


Kemudian, Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP, Pasal 207 KUHP, Pasal 160 KUHP, Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2), dan Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang berita bohong.


Argo menambahkan, dengan selesainya berkas tersebut, Bareskrim Polri tetap akan melakukan pengembangan kepada pihak-pihak lain yang diduga terlibat.


"Kami tetap mengembangkan jaringan tersebut dari kasus yang kami ajukan P21, kami cek jaringan kembali kalau ditemukan kami proses kembali, jaringan lain. Berkas ini tak berhenti disini kalau ditemukan ada kaitannya ada aliran kepada orang-orang yang ada fakta hukum ada pidana akan kami proses," tegas Argo.


Kata Argo mengakhiri, sebelumnya Bareskrim Polri menangkap delapan orang yang terdiri atas petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jakarta dan Medan.


Mereka ditangkap karena diduga menjadi sosok yang melalukan penghasutan sehingga demo penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law tersebut berujung ricuh di kedua provinsi tersebut. (Ril)

Polri mencekal Rizieq Shihab untuk bepergian ke luar negeri selama 20 hari. Selain Rizieq, Polri juga melayangkan surat cekal ke Imigrasi untuk lima tersangka lainnya
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa Pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/12/2020).

Dinamika Kepri, Jakarta - Polri mencekal Rizieq Shihab untuk bepergian ke luar negeri selama 20 hari. Selain Rizieq, Polri juga melayangkan surat cekal ke Imigrasi untuk lima tersangka lainnya terkait kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan.



Adapun, kelima tersangka tersebut yakni, Ketua Panitia Haris Ubaidillah (HU), Sekretaris Panitia Ali Bin Alwi Alatas (A), Penanggung Jawab Maman Suryadi (MS), Penanggung Jawab Acara Shabri Lubis (SL), dan Kepala Seksi Acara Habib Idrus (HI).


"Sudah kami lakukan pencekalan dan surat sudah dikirimkan 7 Desember 2020," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/12/2020).


Argo menjelaskan, penetapan tersangka terhadap Rizieq cs dilakukan setelah penyidik Polda Metro Jaya menggelar gelar perkara pada Selasa 8 Desember 2020. 


Untuk Rizieq, penyidik menjeratnya dengan Pasal 160 KUHP terkait penghasutan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan 216 KUHP. Sementara itu, kelima tersangka lainnya, dijerat Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018.


"Kemudian ditambah pasal 160 KUHP dan Pasal 93 UU RI Nomor 6 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan Pasal 216 KUHP yang terjadi pada Jumat dan Sabtu tanggal 13-14 November di Tebet Utara, Jakarta Selatan dan Jl KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat," ujar Argo.


Penetapan tersangka Rizieq terkait dengan kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putrinya yang menimbulkan kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Ril)

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memastikan akan menangkap Rizieq Shihab Cs setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa Pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/12/2020).

Dinamika Kepri, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memastikan akan menangkap Rizieq Shihab Cs setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan. 


"Penyidik Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan saya ulangi terhadap para tersangka penyidik Polda Metro Jaya akan lakukan penangkapan," kata Fadil dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/12/2020).



Dikesempatan yang sama, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut, polisi telah mencekal Rizieq Shihab untuk bepergian ke luar negeri selama 20 hari. 


Selain Rizieq, Polri juga melayangkan surat cekal ke Imigrasi untuk lima tersangka lainnya terkait kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan.


Adapun, kelima tersangka tersebut yakni, Ketua Panitia Haris Ubaidillah (HU), Sekretaris Panitia Ali Bin Alwi Alatas (A), Penanggung Jawab Maman Suryadi (MS), Penanggung Jawab Acara Shabri Lubis (SL), dan Kepala Seksi Acara Habib Idrus (HI).


"Sudah kami lakukan pencekalan dan surat sudah dikirimkan 7 Desember 2020," kata Argo dalam konferensi pers yang sama.


Argo menjelaskan, penetapan tersangka terhadap Rizieq cs dilakukan setelah penyidik Polda Metro Jaya menggelar gelar perkara pada Selasa 8 Desember 2020. 


Untuk Rizieq, penyidik menjeratnya dengan Pasal 160 KUHP terkait penghasutan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan 216 KUHP. Sementara itu, kelima tersangka lainnya, dijerat Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018.


"Kemudian ditambah pasal 160 KUHP dan Pasal 93 UU RI Nomor 6 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan Pasal 216 KUHP yang terjadi pada Jumat dan Sabtu tanggal 13-14 November di Tebet Utara, Jakarta Selatan dan Jl KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat," ujar Argo.


Penetapan tersangka Rizieq terkait dengan kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putrinya yang menimbulkan kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Ril)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.