Tampilkan postingan dengan label Gubernur Kepri. Tampilkan semua postingan

Perda Perubahan APBD 2020 Provinsi Kepri Telah Disahkan

Dinamika Kepri, Tanjungpinang
 - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Perubahan APBD Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2020 secara resmi telah disetujui dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepri, di Tanjungpinang, Selasa (27/10/2020).

Pjs. Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin saat menghadiri Paripurna tersebut menyampaikan terimakasih serta rasa penghargaan kepada seluruh jajaran DPRD Kepri atas berbagai masukan yang telah diberikan terhadap setiap pembahasan Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD 2020 sehingga dapat selesai rangkaiannya hingga resmi disahkan menjadi Perda hari ini.


“Sehingga setiap rangkaiannya berjalan dengan baik hingga di sepakatinya Ranperda menjadi Perda terkait Perubahan APBD Tahun 2020 ini, begitupun dengan TAPD. Ini bukti nyata Pemerintahan Daerah bersama DPRD merupakan satu kesatuan yang utuh,” kata Bahtiar saat pidato usai di tandatanganinya Ranperda APBD-P menjadi Perda.



Adapun secara umum, Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 diproyeksikan sebesar Rp3,929 Triliun, yang disahkan berdasarkan surat keputusan DPRD Provinsi Kepri Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Persetujuan Penetapan Ranperda Tentang Perubahan APBD Provinsi Kepri Tahun 2020 menjadi Perda.


Lebih lanjut kata Bahtiar, momen ini diharapkan menjadi momentum untuk semua, menjadi tindak lanjut evaluasi dari apa yang telah dilaksanakan selama tahun 2020, bisa disesuaikan, diteruskan serta kerjakan dengan secepatnya.


Apalagi dalam situasi kondisi Pandemi Covid-19, menurut Bahtiar dalam perjalanannya perlu penyesuaian di semua sisi, baik penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di segala bidang semua dalam konteks pandemi.


“Semua kita kerjakan dalam konteks penyesuaian, baik dalam sistem dan lainnya dalam menyelnggarakam pemerintahan daerah semua ditengah pandemi,” lanjutnya.


Dalam pada itu, Ketua DPRD Jumaga Nadeak mengatakan pembahasan setiap rangkaian sendiri sudah di mulai sejak 16 Oktober saat penandatanganan Nota Kesepakatan KUPA-PPAS.


“Sepanjang pembahasan di berbagai tingkatan dan rangkaian terdapat masukan dalam penyempurnaan Ranperda tersebut, hingga sampai hari ini di lakukan paripurna penyampaian laporan akhir Banggar DPRD,” kata Jumaga.


Sementara itu, mewakili Banggar DPRD, Wakil Ketua Tengku Afrizal Dahlan membacakan laporan akhir Banggar usai melaksanakam setiap tahapan pembahasan dari KUPA-PPAS Perubahan APBD, Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD Tahun 2020.


“Terkait penanganan Covid-19, kami berpesan kepada Pemprov agar bekerja dengan mengedepankan azas efektifitas dan efisiensi agar dapat hasil yang maksimal,” katanya. (Ril)

Bahtiar:  Kepri Harus Jadi Contoh Pilkada Damai dan Tanpa Cluster Baru Covid-19
Pjs Gubernur Kepri Bahtiar. 

Dinamika Kepri, Tanjungpinang -  Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepulauan Riau Bahtiar memimpin Rapat Rutin Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau bersama seluruh kepala OPD di Ruang Rapat Utama Kantor Lantai IV, kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang, Senin (28/9/2020).

Dalam rapat resmi pertama yang dipimpinnya sebagai Pjs. Gubernur Bahtiar menegskan bahwa berdasarkan tugas dan arahan yang diberikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ada dua yaitu pelaksanaan pilkada yang berjalan sukses dan memastikan protokol kesehatan selama Pilkada dijalankan dengan disiplin ketat.

”Pilkada kali ini sedikit unik karena jika pada Pilkada terdahulu tugas Pjs. Gubernur cukup memastikan Pilkada damai dan tidak ada konflik maka pada tahun ini ada tugas tambahan, yaitu harus menjaga agar tidak muncul cluster baru kasus covid pada setiap tahapan Pilkada,” jelasnya.

Bahtiar menyadari bahwa semua masyarakat khawatir, karena pemerintah tetap melaksanakan Pilkada di tengah pandemik Covid-19, yang mana dapat mengakibatkan penambahan kasus baru. Namun dirinya memastikan bahwa kekahwatiran tersebut dapat diminimalisir dengan penegakan hukum yang tegas.

“Kita harus buktikan Pilkada di Provinsi Kepulauan Riau bukan jadi cluster baru Covid-19. Oleh karena itu kita akan keras, tegas dan berani menegakkan hukum, bersama kepolisian dan Satpol PP untuk menindak para pelanggar,” jelas Dirjen Polpum Kemendagri ini.

Dalam beberapa hari ini, Bahtiar mengungkapkan akan melakukan pertemuan secara bergantian dengan pasangan calon yang akan mengikuti kontestasi pilkada 2020 untuk memastikan bahwasanya mereka harus mematuhi segala peraturan yang terkati dengan pilkada dan penerapan protokol kesehatan.

“Saya akan silaturahim dengan semua paslon, KPU dan Bawaslu serta Forkominda dan tokoh-tokoh masyarakat, dalam rangka menjaga dan merawat seluruh tahapan Pilkada berlangsung damai dan juga mencegah terjadinya kerumunan, tak ada pengerahan massa dan masyarakat merasakan pilkada justru memberi manfaat bagi masyarakat. Kita harus ubah pilkada 2020 sebagai momentum untuk penanganan Covid-19 dan memilih pemimpin daerah yg mampu tangani Covid-19,” kata pria kelahiran Bone itu.

Untuk kesuksesan pelaksaaan Pilkada di daerah, Bahtiar menyampaikan untuk terus mengoptimalkan peran dari tim Desk Pilkada, bukan hanya dari Provinsi namun juga dari Kabupaten Kota yang ada di provinsi Kepulauan Riau.

“Tim ini setiap hari harus buat laporan. Termasuk kabupaten/kota yang tidak melakukan pemilihan bupati/walikota namun tetap ada pelaksanaan pilkada Gubernur jadi wajib melaporkan juga. Dari kabupaten/kota lapor ke Provinsi nanti provinsi rangkum dan sampaikan ke pusat. Karena laporan ini setiap hari Jum’at akan dibacakan ke Presiden,” harapnya.

Terkait realisasi pelaksanaan APBD provinsi Kepulauan Riau hingga September 2020 yang disampaikan oleh kepala Biro Pembangunan Aries Fhariandi, Bahtiar menyampaikan apresiasinya karena cukup tinggi penyerapannya dan berharap semakin cepat realisasinya untuk menggerakan perekonomian daerah.

“Realisasinya tadi 54 persen cukup bagus. Kalau bisa hingga akhir tahun ini mencapai 99 persen bahkan 100 persen. Segera realisasikan karena APBD ini merupakan salah satu instrumen penggerak ekonomi,” harapnya.

Semnetara itu Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H.TS. Airf Fadillah terus mendorong kepada setiap OPD untuk mempercepat langkah penyusunan APBDP dan APBD karena waktu yang sangat terbatas.

“Kawan-kawan untuk segera menindaklanjuti dalam penyusunan APBDP. Tak bisa kita diamkan karena waktu sudah semakin dekat sekali. Target kita minggu ini APBDP harus sudah clear,” perintahnya. (Ril)

Isdianto: Untuk Pembangunan Saya akan Terus Berada di Tengah Masyarakat
Gubernur Kepulauan Riau H.Isdianto saat berkunjung ke Pulau Buru, Tanjung Batu Kecil dan Desa Tanjung Hutan, Kabupaten Karimun, Jumat (11/9/2020). (Foto/Ist)

Dinamika Kepri, Karimun – Gubernur Kepulauan Riau H.Isdianto menyampaikan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kedepannya akan selaras dengan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

“Saya akan terus berada di tengah masyarakat untuk mendengar keluh kesah akan kebutuhan pembangunan. Masukan dari masyarakat akan menjadi pijakan kami nantinya dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi Masyarakat,” kata Isdianto saat melaksanakan Silatutahmi dengan Masyarakat Pulau Buru, Tanjung Batu Kecil dan Desa Tanjung Hutan, Kabupaten Karimun, Jumat (11/09).

Pembangunan menurut Isdanto akan cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat jika semua elemen baik pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat bersatu padu, merumuskan bersama permasalahan dan berkolaborasi dalam penggunaaan anggaran untuk percepatan pembangunan.

“Pembangunan akan cepat terwujud jika Provinsi dan Kabupaten/Kota berpadu karena anggaran yang dimiliki tidak sebanding dengan kebutuhan pembangunan. Namun jika pemprov dan pemda saling sharing anggaran untik pembangunan, maka apa yang menjadi tujuan kita akan dengan mudah satu persatu dapat terwujud,” jelasnya.

Isdianto kembali menjelaskan apapun masukan, usul dan saran yang telah disampaikan oleh masyarakat akan menjadi catatan dan perhatian serius dirinya dalam membuat kebijakan.

“Sengaja saya ini datang membawa beberapa kepala OPD untuk melihat langsung kebutuhan riil yang dibutuhkan masyarakat. InsyaAllah apa yang disampaikan, sebagai Gubernur saya bisa bantu wujudkan namun secara bertahap,” ucap Isdianto.

Pada acara Silaturahmi dengan masyarakat ini Isdianto juga berkesempatan memberikan bantuan Insentif Mubalig untuk penyuluh agama Islam Non-PNS, Insentif Mubaligh untuk Guru TPQ/MDT/MDA, Bantuan keuangan, Bantuan Iuran BPJS, Masker Hand Sanitizer serta Kuota Internet Gratis kepada Pelajar.

“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Anak sekolah bisa tetap belajar karena ada kouta internet, para guru tetap semangat mengajar serta yang sedang sakit dapat sedikit terbantu karena dapat berobat gratis dengan BPJS. Hal-hal.lain terus kita upayakan semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. (Ril)

Minta Doa, Gubernur Kepri Isdianto Silaturahmi ke Rumah Ketua LAM Natuna
Gubernur Kepri H. Isdianto (tengah) saat sesi foto bersama Ketua LAM Kabupaten Natuna, Senin (24/8/2020).

Dinamika Kepri, Natuna - Menutup kegiatan kunjungan kerjannya selama 4 hari di Kabupaten Natuna, Gubernur Kepri H. Isdianto beserta rombongan bersilaturahmi di kediaman ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Natuna H. Wan Zawali usai shalat subuh, Senin (24/8).

Kegiatan silaturahmi diiringi dengan sarapan pagi bersama serta diselingi obrolan ringan tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan untuk Kabupaten Natuna kedepannya.

Dalam kesempatan ini Isdianto juga meminta doa kepada Ketua LAM serta masyarakat Natuna agar bisa terus menjalankan amanah guna mewujudkan pembangunan di Kepri dengan sisa masa jabatan yang yang masih dia miliki.

Isdianto juga menceritakan kepada Wan Zawali tentang perjalanan kunjungan kerjanya selam 4 hari di Natuna. Diakui Isdianto, Natuna sangat luas, jarak antara satu daerah dengan daerah lain sangat jauh terpisah lautan . Sehingga hal ini dirasa sangat perlu untuk dipikirkan secara serius bagi Pemerintah agar tidak ada lagi daerah yang terisolir di Kepri, termasuk daerah-daerah di Natuna.

Perjalanan kunjungan kerja Isdianto sendiri selama di Natuna diawali dari Ranai menuju Subi dengan jarak tempuh 2,5 jam. Kemudian dari Subi ke Pulau Kerdau dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam. Kemudian dari Kerdau ke Serasan selama 1,5 jam.

Mengingat sampai di Serasan sudah malam dan cuaca juga kurang baik, Gubernur dan rombongan pun memutuskan menginap di Serasan satu malam. Selanjutnya keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan menuju Midai dengan jarak tempuh sekitar 4 jam.

Usai acara di Midai lanjut ke Pulau Tiga selama 1,5 jam kemudian ke Sedanau sekitar 30 menit. Setelah itu baru kembali lagi ke Ranai melalui pelabuhan Selat Lampa.

“Alhamdulillah masyarakat menyambut kami dengan sangat baik. Kami dihidang dengan makanan yang enak-enak. Kami sangat berterimakasih kepada masyarakat Natuna ini,” kata Isdianto.

Tujuan kunjungan Isdianto ke pulau-pulau memang untuk bersilaturahmi dengan masyarakat. Disamping memberikan sejumlah bantuan, serta meninjau dan meresmikan beberapa proyek yang ada.

“Ada jalan yang kita tinjau, beberapa proyek yang kita resmikan, seperti Puskesmas Serasan dan pengoperasian listrik 24 jam di Pulau Tiga Barat. Semoga masyarakat senang dan apa yang kita resmikan itu bermanfaat bagi bagi masyarakat,” ujarnya.

Menuju pulang ke Tanjungpinang, Isdianto juga membawa sejumlah PR yang diminta oleh masyarakat. Seperti terkait minimnya signal provider di Midai, permintaan perbaikan jalan, pengadaan kapal Roro dan sebagainya. (Ril)

Saat kunjungan Gubernur Kepri di Pulau Midai, Natuna, Minggu (23/8/2020).

Dinamika Kepri, Natuna - Setelah berkunjung ke Pulau Subi, Pulau Kerdau dan Pulau Serasan, Pulau selanjutnya yang jadi target kunjungan kerja Gubernur Kepri H. Isdianto dan rombongan kemudian menuju Pulau Midai, Natuna, Kepuluan Riau (Kepri).

Perjalananan dari Serasan ke Midai dilakukan Minggu (23/8) sekitar jam 07.00 WIB dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Awalnya, perjalanan akan dilakukan jam 05.30 WIB, namun karena cuaca yang kurang bersahabat, jadwal perjalanan menjadi berubah.


Gubernur Kepri H.Isdianto yang dalam kesempatan ini didampingi oleh Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah dan jajaran kepala OPD. Juga ikut serta anggota DPRD Kepri yakni Bhakti Lubis, Hanafi Ekra dan Hadi Candra. Selebihnya jajaran pejabat dari lingkungan Pemkab Natuna Sendiri.

Mendengar laporan kondisi Midai yang minim signal, Gubernur pun meminta kepada Kepala Dinas Kominfo Kepri Zulhendri agar segera menyurati penyedia jasa provider yang ada.

“Tadi saya dengar disini belum merdeka signal. Saya minta agar kepala Dinas Kominfo hal ini disegerakanlah. Dan sebetulnya kita sudah mnyurati pihak provider. Mudah-mudahanlan dalam waktu yang tidak terlalu lama segera ada tindak lanjutnya,” kata Isdianto disambut tepukan gembira masyarakat yang hadir.

Selain itu, Isdianto juga meminta kepada Dinas Perhubungan agar segera melayangkan surat ke Kementerian Perhubungan agar kapal penyeberangan Roro bisa singgah di Midai.

Hal ini, kata Isdianto penting karena dengan adanya roro maka arus orang, arus barang, dan arus uang akan bertambah lancar. Sehingga kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.

“Ketersediaan transportasi dan komunikasi yang baik, maka akan memperbaiki perekonomian masyarakat setempat. Makanya, selain ketersediaan signal yang dikeluhkan masyarakat Midai, masalah lainnya adalah belum tersedianya Roro. Keduanya kita minta agar disegerakan, karena itu penting,” katanya. (Ril)

Ketua LAM Kepri Minta Masyarakat Tetap Tenang dan Doakan Kesembuhan Gubernur
Gubernur Kepri Isdianto.

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri H Abdul Razak meminta agar masyarakat Kepri tetap tenang terkait status Gubernur Kepri Isdianto yang terpapar dan terkonfirmasi positif Covid-19. Dia pun minta masyarakat ikut mendoakan kesembuhan gubernur dan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saya mengharap dan menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, terutama yang sempat ikut kegiatan Pak Gubernur dari saat penyambutan di Bandara dan kegiatan lainnya,” kata Abdul Razak di Tanjungpinang, Sabtu (1/8).

Abdul Razak menambahkan, bahwa pemerintah Provinsi Kepri sudah siap tanggap dengan kejadian tersebut. Dimana semua masyarakat yang ada kontak erat dan juga saat menghadiri kegiatan gubernur untuk memeriksakan diri.

Ia juga menegaskan, bahwa pengurus LAM Provinsi Kepri baik saat penjemputan dan acara di Gedung Daerah sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan swab.

“Saya meminta masyarakat yang ada kontak dan mengikuti kegiatan gubernur untuk aktif tes swab yang disiapkan Pemprov Kepri di RSUP Raja Ahmad Tabib,” ujarnya.

Abdul Razak juga memberikan apresiasi kepada gubernur yang segera tanggap untuk menyiapkan pengecekan kesehatan kepada masyarakat.

Begitu juga lanjut Abdul Razak saat mengetahui hasil swab, Gubernur sebagai pemimpin mengumumkan dengan rasa tanggungjawab dan kesatria, dirinya positif Covid-19.

“Saya sudah komunikasi saat ini Pak Isdianto dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Dan terus menjalin komunikasi dengan Sekda dan jajaran di pemerintahannya,” tuturnya.

Abdul Razak meminta agar semua lapisan masyarakat untuk berdoa memanjatkan dan memohon kepada Allah SWT agar semua cobaan ini segera berlalu dan semua masyarakat Kepri dalam keadaan sehat.

“Mari kita berdoa, semoga kita semua terhindar dari wabah ini dan semua bisa beraktivitas normal kembali,” harap Abdul Razak

Sementara itu Sekda Provinsi Kepri H. TS Arif Fadilah menjelaskan, bahwa pemeriksaan tes swab akan terus dilakukan hingga semua yang merasa ada kontak dan yang mengikuti kegiatan telah di-swab.

“Pemerintah memastikan akan bertanggungjawab dengan hal ini. Untuk itu kita semua yang ada kaitannya dengan ini untuk segera memeriksakan diri,” kata Arif.

Namun Arif meminta agar yang melakukan tes swab ini masyarakat yang betul-betul ada kontak dan mengikuti kegiatan.

Ia juga meminta agar masyarakat yang ada kontak untuk mengkarantina diri dan selalu menjaga jarak dengan keluarga.

“Ini untuk mengantisipasi dan berjaga-jaga agar penyebaran tidak meluas,” harapnya.

Arif juga memastikan, untuk roda pemerintahan terus berjalan sebagimana mestinya, dimana Pak Gubernur terus memantau dan memberikan arahan kepada dirinya.

“Pak Gubernur terus memberi arahan kepada saya hampir 24 jam. Dan saat ini kondisi kesehatan Pak Gubernur stabil dari hasil pemeriksaan oleh tim dokter,” tutur Arif. (Ril)

Gubernur Kepri H. Isdianto Sebut Salat Idul Adha di Sukajadi Batam Bersama Keluarga
Gubernur Kepri H. Isdianto.

Dinamika Kepri, Batam  -  Gubernur Kepri H. Isdianto mengatakan besok ia akan melakukan Salat Idul Adha secara terbatas di kediamannya di Perumahan Sukajadi, Batam.

“Idul Adha besok salatnya bersama keluarga. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan. Jadi tidak ada persiapan khusus,” kata Isdianto, di Perumahan Sukajadi, Batam, Kamis (30/7) sore.

Sementara itu, Sekdaprov H. TS Arif Fadillah akan melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Raya Nur Ilahi Dompak, Tanjungpinang.

Menurut Arif, pelaksanaan salat Idul Adha sama seperti Idul Fitri, pelaksanaan Idul Adha juga masih di tengah pandemi Covid-19. Salat Idul Adha direncanakan akan dimulai pukul 07.00 WIB pada Jumat (31/7).

Isdianto pada kesempatan itu kembali mengimbau seluruh umat Islam untuk merayakan Idul Adha dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Termasuk juga saat penyembelihan hewan kurban.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama juga sudah mengeluarkan panduan untuk ibadah kurban pada masa pandemi ini. Yang jelas, Isdianto mengingatkan semua untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan untuk setiap selesai beraktivitas.

Bagi Isdianto hari raya kurban ini tidak terlepas dari nilai dan ajaran pengorbanhan seperti dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS. Kata Isdianto ada pesan bahwa dalam hidup selalu ada pengorbanan dan keikhlasan.

“Selamat Idul Adha, mari kita terus perkuat iman dan ketakwaan kita,” kata Isdianto. (Ril)

Gubernur Isdianto: Mari Buat yang Terbaik untuk Kepri
Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Secara adat H. Isdianto resmi menjadi Gubernur Kepri dengan sisa masa jabatan enam bulan kedepan setelah menjalani proses tepung tawar oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Selasa (28/7) di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Acara tepung tawar diawali oleh Tengku Husein Saleh Damnah selaku zuriat Melayu Lingga dan ditutup oleh ketua LAM Kepri H. Abdul Razak AB dilanjutkan dengan doa.

Disamping itu, yang juga turut memberi tepung tawar adalah Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, Makorem 033 Wirapratama Brigjend TNI Harnoto, ketua LAM Tanjungpinang Wan Rafiwar, Hj. Aisyah Sani dan Plt. Wako Tanjungpinang atau Datok Setia Amanah Hj. Rachma.

Tampak hadir juga dalam kesempatan ini Kapolda, Wakapolda, Kajati Kepri, Wadanlantamal IV Kol, Walikota Batam dan Wabub Karimun.

Dalam sambutannya, Gubernur Kepri H. Isdianto, S.Sos, MM. mengatakan bahwa beban yang ia emban diakuinya sangat berat. Namun Isdianto berjanji akan mengemban amanah ini dengan sebaik mungkin. Karena adik mendiang H. Muhammad Sani ini tidak mau mengecewakan mendiang ibunya yang sudah melahirkan dua pemimpin Kepri.

“Jika dipikir berat, memang berat. Namun amanah ini harus saya emban sebaik-baiknya. Saya akan pertanggungjwabkan dengan baik. Karena saya yakin, ibu saya Hj. Tumirah yang telah melahirkan saya dan abang saya almarhum H. Muhammad Sani sebagai pemimpin Kepri, dia ingin saya berbuat yang terbaik untuk Kepri,” katanya.

Isdianto juga yakin jika Hj. Tumirah dan H. Muhammad Sani tersenyum menyaksikan momen hari ini. Dan mengharapkan agar dirinya bisa berbuat yang terbaik melanjutkan pembangunan di Kepri.

“Sisa jabatan saya hanya sekitar 6 bulan ini. Diwaktu yang singkat, saya yakin tak bisa berbuat banyak. Apalagi selama menjadi Plt. Gubernur masih banyak pekerjaan yang belum bisa saya selesaikan. Makanya, bersama Sekda, OPD dan seluruh masyarakat Kepri, saya mengajak, ayo kita bersama-sama membangun Kepri. Jadilah kita bagian dari sapu lidi,” ujarnya.

Isdianto juga meminta dukungan kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Kepri untuk menggesa ketertinggalan dalam mewujudkan pembangunan di Kepri selama ini.

“Pada intinya, jika kita bersama-sama tidak ada pekerjaan yang terasa berat. Saya yakin dan percaya, dengan kebersamaan kita bisa,” katanya. (Ril)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.