Tampilkan postingan dengan label Gubernur Kepri. Tampilkan semua postingan

Perda Perubahan APBD 2020 Provinsi Kepri Telah Disahkan

Dinamika Kepri, Tanjungpinang
 - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Perubahan APBD Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2020 secara resmi telah disetujui dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepri, di Tanjungpinang, Selasa (27/10/2020).

Pjs. Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin saat menghadiri Paripurna tersebut menyampaikan terimakasih serta rasa penghargaan kepada seluruh jajaran DPRD Kepri atas berbagai masukan yang telah diberikan terhadap setiap pembahasan Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD 2020 sehingga dapat selesai rangkaiannya hingga resmi disahkan menjadi Perda hari ini.


“Sehingga setiap rangkaiannya berjalan dengan baik hingga di sepakatinya Ranperda menjadi Perda terkait Perubahan APBD Tahun 2020 ini, begitupun dengan TAPD. Ini bukti nyata Pemerintahan Daerah bersama DPRD merupakan satu kesatuan yang utuh,” kata Bahtiar saat pidato usai di tandatanganinya Ranperda APBD-P menjadi Perda.



Adapun secara umum, Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 diproyeksikan sebesar Rp3,929 Triliun, yang disahkan berdasarkan surat keputusan DPRD Provinsi Kepri Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Persetujuan Penetapan Ranperda Tentang Perubahan APBD Provinsi Kepri Tahun 2020 menjadi Perda.


Lebih lanjut kata Bahtiar, momen ini diharapkan menjadi momentum untuk semua, menjadi tindak lanjut evaluasi dari apa yang telah dilaksanakan selama tahun 2020, bisa disesuaikan, diteruskan serta kerjakan dengan secepatnya.


Apalagi dalam situasi kondisi Pandemi Covid-19, menurut Bahtiar dalam perjalanannya perlu penyesuaian di semua sisi, baik penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di segala bidang semua dalam konteks pandemi.


“Semua kita kerjakan dalam konteks penyesuaian, baik dalam sistem dan lainnya dalam menyelnggarakam pemerintahan daerah semua ditengah pandemi,” lanjutnya.


Dalam pada itu, Ketua DPRD Jumaga Nadeak mengatakan pembahasan setiap rangkaian sendiri sudah di mulai sejak 16 Oktober saat penandatanganan Nota Kesepakatan KUPA-PPAS.


“Sepanjang pembahasan di berbagai tingkatan dan rangkaian terdapat masukan dalam penyempurnaan Ranperda tersebut, hingga sampai hari ini di lakukan paripurna penyampaian laporan akhir Banggar DPRD,” kata Jumaga.


Sementara itu, mewakili Banggar DPRD, Wakil Ketua Tengku Afrizal Dahlan membacakan laporan akhir Banggar usai melaksanakam setiap tahapan pembahasan dari KUPA-PPAS Perubahan APBD, Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD Tahun 2020.


“Terkait penanganan Covid-19, kami berpesan kepada Pemprov agar bekerja dengan mengedepankan azas efektifitas dan efisiensi agar dapat hasil yang maksimal,” katanya. (Ril)

Bahtiar:  Kepri Harus Jadi Contoh Pilkada Damai dan Tanpa Cluster Baru Covid-19
Pjs Gubernur Kepri Bahtiar. 

Dinamika Kepri, Tanjungpinang -  Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepulauan Riau Bahtiar memimpin Rapat Rutin Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau bersama seluruh kepala OPD di Ruang Rapat Utama Kantor Lantai IV, kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang, Senin (28/9/2020).

Dalam rapat resmi pertama yang dipimpinnya sebagai Pjs. Gubernur Bahtiar menegskan bahwa berdasarkan tugas dan arahan yang diberikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ada dua yaitu pelaksanaan pilkada yang berjalan sukses dan memastikan protokol kesehatan selama Pilkada dijalankan dengan disiplin ketat.

”Pilkada kali ini sedikit unik karena jika pada Pilkada terdahulu tugas Pjs. Gubernur cukup memastikan Pilkada damai dan tidak ada konflik maka pada tahun ini ada tugas tambahan, yaitu harus menjaga agar tidak muncul cluster baru kasus covid pada setiap tahapan Pilkada,” jelasnya.

Bahtiar menyadari bahwa semua masyarakat khawatir, karena pemerintah tetap melaksanakan Pilkada di tengah pandemik Covid-19, yang mana dapat mengakibatkan penambahan kasus baru. Namun dirinya memastikan bahwa kekahwatiran tersebut dapat diminimalisir dengan penegakan hukum yang tegas.

“Kita harus buktikan Pilkada di Provinsi Kepulauan Riau bukan jadi cluster baru Covid-19. Oleh karena itu kita akan keras, tegas dan berani menegakkan hukum, bersama kepolisian dan Satpol PP untuk menindak para pelanggar,” jelas Dirjen Polpum Kemendagri ini.

Dalam beberapa hari ini, Bahtiar mengungkapkan akan melakukan pertemuan secara bergantian dengan pasangan calon yang akan mengikuti kontestasi pilkada 2020 untuk memastikan bahwasanya mereka harus mematuhi segala peraturan yang terkati dengan pilkada dan penerapan protokol kesehatan.

“Saya akan silaturahim dengan semua paslon, KPU dan Bawaslu serta Forkominda dan tokoh-tokoh masyarakat, dalam rangka menjaga dan merawat seluruh tahapan Pilkada berlangsung damai dan juga mencegah terjadinya kerumunan, tak ada pengerahan massa dan masyarakat merasakan pilkada justru memberi manfaat bagi masyarakat. Kita harus ubah pilkada 2020 sebagai momentum untuk penanganan Covid-19 dan memilih pemimpin daerah yg mampu tangani Covid-19,” kata pria kelahiran Bone itu.

Untuk kesuksesan pelaksaaan Pilkada di daerah, Bahtiar menyampaikan untuk terus mengoptimalkan peran dari tim Desk Pilkada, bukan hanya dari Provinsi namun juga dari Kabupaten Kota yang ada di provinsi Kepulauan Riau.

“Tim ini setiap hari harus buat laporan. Termasuk kabupaten/kota yang tidak melakukan pemilihan bupati/walikota namun tetap ada pelaksanaan pilkada Gubernur jadi wajib melaporkan juga. Dari kabupaten/kota lapor ke Provinsi nanti provinsi rangkum dan sampaikan ke pusat. Karena laporan ini setiap hari Jum’at akan dibacakan ke Presiden,” harapnya.

Terkait realisasi pelaksanaan APBD provinsi Kepulauan Riau hingga September 2020 yang disampaikan oleh kepala Biro Pembangunan Aries Fhariandi, Bahtiar menyampaikan apresiasinya karena cukup tinggi penyerapannya dan berharap semakin cepat realisasinya untuk menggerakan perekonomian daerah.

“Realisasinya tadi 54 persen cukup bagus. Kalau bisa hingga akhir tahun ini mencapai 99 persen bahkan 100 persen. Segera realisasikan karena APBD ini merupakan salah satu instrumen penggerak ekonomi,” harapnya.

Semnetara itu Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H.TS. Airf Fadillah terus mendorong kepada setiap OPD untuk mempercepat langkah penyusunan APBDP dan APBD karena waktu yang sangat terbatas.

“Kawan-kawan untuk segera menindaklanjuti dalam penyusunan APBDP. Tak bisa kita diamkan karena waktu sudah semakin dekat sekali. Target kita minggu ini APBDP harus sudah clear,” perintahnya. (Ril)

Isdianto: Untuk Pembangunan Saya akan Terus Berada di Tengah Masyarakat
Gubernur Kepulauan Riau H.Isdianto saat berkunjung ke Pulau Buru, Tanjung Batu Kecil dan Desa Tanjung Hutan, Kabupaten Karimun, Jumat (11/9/2020). (Foto/Ist)

Dinamika Kepri, Karimun – Gubernur Kepulauan Riau H.Isdianto menyampaikan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kedepannya akan selaras dengan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

“Saya akan terus berada di tengah masyarakat untuk mendengar keluh kesah akan kebutuhan pembangunan. Masukan dari masyarakat akan menjadi pijakan kami nantinya dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi Masyarakat,” kata Isdianto saat melaksanakan Silatutahmi dengan Masyarakat Pulau Buru, Tanjung Batu Kecil dan Desa Tanjung Hutan, Kabupaten Karimun, Jumat (11/09).

Pembangunan menurut Isdanto akan cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat jika semua elemen baik pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat bersatu padu, merumuskan bersama permasalahan dan berkolaborasi dalam penggunaaan anggaran untuk percepatan pembangunan.

“Pembangunan akan cepat terwujud jika Provinsi dan Kabupaten/Kota berpadu karena anggaran yang dimiliki tidak sebanding dengan kebutuhan pembangunan. Namun jika pemprov dan pemda saling sharing anggaran untik pembangunan, maka apa yang menjadi tujuan kita akan dengan mudah satu persatu dapat terwujud,” jelasnya.

Isdianto kembali menjelaskan apapun masukan, usul dan saran yang telah disampaikan oleh masyarakat akan menjadi catatan dan perhatian serius dirinya dalam membuat kebijakan.

“Sengaja saya ini datang membawa beberapa kepala OPD untuk melihat langsung kebutuhan riil yang dibutuhkan masyarakat. InsyaAllah apa yang disampaikan, sebagai Gubernur saya bisa bantu wujudkan namun secara bertahap,” ucap Isdianto.

Pada acara Silaturahmi dengan masyarakat ini Isdianto juga berkesempatan memberikan bantuan Insentif Mubalig untuk penyuluh agama Islam Non-PNS, Insentif Mubaligh untuk Guru TPQ/MDT/MDA, Bantuan keuangan, Bantuan Iuran BPJS, Masker Hand Sanitizer serta Kuota Internet Gratis kepada Pelajar.

“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Anak sekolah bisa tetap belajar karena ada kouta internet, para guru tetap semangat mengajar serta yang sedang sakit dapat sedikit terbantu karena dapat berobat gratis dengan BPJS. Hal-hal.lain terus kita upayakan semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. (Ril)

Minta Doa, Gubernur Kepri Isdianto Silaturahmi ke Rumah Ketua LAM Natuna
Gubernur Kepri H. Isdianto (tengah) saat sesi foto bersama Ketua LAM Kabupaten Natuna, Senin (24/8/2020).

Dinamika Kepri, Natuna - Menutup kegiatan kunjungan kerjannya selama 4 hari di Kabupaten Natuna, Gubernur Kepri H. Isdianto beserta rombongan bersilaturahmi di kediaman ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Natuna H. Wan Zawali usai shalat subuh, Senin (24/8).

Kegiatan silaturahmi diiringi dengan sarapan pagi bersama serta diselingi obrolan ringan tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan untuk Kabupaten Natuna kedepannya.

Dalam kesempatan ini Isdianto juga meminta doa kepada Ketua LAM serta masyarakat Natuna agar bisa terus menjalankan amanah guna mewujudkan pembangunan di Kepri dengan sisa masa jabatan yang yang masih dia miliki.

Isdianto juga menceritakan kepada Wan Zawali tentang perjalanan kunjungan kerjanya selam 4 hari di Natuna. Diakui Isdianto, Natuna sangat luas, jarak antara satu daerah dengan daerah lain sangat jauh terpisah lautan . Sehingga hal ini dirasa sangat perlu untuk dipikirkan secara serius bagi Pemerintah agar tidak ada lagi daerah yang terisolir di Kepri, termasuk daerah-daerah di Natuna.

Perjalanan kunjungan kerja Isdianto sendiri selama di Natuna diawali dari Ranai menuju Subi dengan jarak tempuh 2,5 jam. Kemudian dari Subi ke Pulau Kerdau dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam. Kemudian dari Kerdau ke Serasan selama 1,5 jam.

Mengingat sampai di Serasan sudah malam dan cuaca juga kurang baik, Gubernur dan rombongan pun memutuskan menginap di Serasan satu malam. Selanjutnya keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan menuju Midai dengan jarak tempuh sekitar 4 jam.

Usai acara di Midai lanjut ke Pulau Tiga selama 1,5 jam kemudian ke Sedanau sekitar 30 menit. Setelah itu baru kembali lagi ke Ranai melalui pelabuhan Selat Lampa.

“Alhamdulillah masyarakat menyambut kami dengan sangat baik. Kami dihidang dengan makanan yang enak-enak. Kami sangat berterimakasih kepada masyarakat Natuna ini,” kata Isdianto.

Tujuan kunjungan Isdianto ke pulau-pulau memang untuk bersilaturahmi dengan masyarakat. Disamping memberikan sejumlah bantuan, serta meninjau dan meresmikan beberapa proyek yang ada.

“Ada jalan yang kita tinjau, beberapa proyek yang kita resmikan, seperti Puskesmas Serasan dan pengoperasian listrik 24 jam di Pulau Tiga Barat. Semoga masyarakat senang dan apa yang kita resmikan itu bermanfaat bagi bagi masyarakat,” ujarnya.

Menuju pulang ke Tanjungpinang, Isdianto juga membawa sejumlah PR yang diminta oleh masyarakat. Seperti terkait minimnya signal provider di Midai, permintaan perbaikan jalan, pengadaan kapal Roro dan sebagainya. (Ril)

Saat kunjungan Gubernur Kepri di Pulau Midai, Natuna, Minggu (23/8/2020).

Dinamika Kepri, Natuna - Setelah berkunjung ke Pulau Subi, Pulau Kerdau dan Pulau Serasan, Pulau selanjutnya yang jadi target kunjungan kerja Gubernur Kepri H. Isdianto dan rombongan kemudian menuju Pulau Midai, Natuna, Kepuluan Riau (Kepri).

Perjalananan dari Serasan ke Midai dilakukan Minggu (23/8) sekitar jam 07.00 WIB dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Awalnya, perjalanan akan dilakukan jam 05.30 WIB, namun karena cuaca yang kurang bersahabat, jadwal perjalanan menjadi berubah.


Gubernur Kepri H.Isdianto yang dalam kesempatan ini didampingi oleh Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah dan jajaran kepala OPD. Juga ikut serta anggota DPRD Kepri yakni Bhakti Lubis, Hanafi Ekra dan Hadi Candra. Selebihnya jajaran pejabat dari lingkungan Pemkab Natuna Sendiri.

Mendengar laporan kondisi Midai yang minim signal, Gubernur pun meminta kepada Kepala Dinas Kominfo Kepri Zulhendri agar segera menyurati penyedia jasa provider yang ada.

“Tadi saya dengar disini belum merdeka signal. Saya minta agar kepala Dinas Kominfo hal ini disegerakanlah. Dan sebetulnya kita sudah mnyurati pihak provider. Mudah-mudahanlan dalam waktu yang tidak terlalu lama segera ada tindak lanjutnya,” kata Isdianto disambut tepukan gembira masyarakat yang hadir.

Selain itu, Isdianto juga meminta kepada Dinas Perhubungan agar segera melayangkan surat ke Kementerian Perhubungan agar kapal penyeberangan Roro bisa singgah di Midai.

Hal ini, kata Isdianto penting karena dengan adanya roro maka arus orang, arus barang, dan arus uang akan bertambah lancar. Sehingga kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.

“Ketersediaan transportasi dan komunikasi yang baik, maka akan memperbaiki perekonomian masyarakat setempat. Makanya, selain ketersediaan signal yang dikeluhkan masyarakat Midai, masalah lainnya adalah belum tersedianya Roro. Keduanya kita minta agar disegerakan, karena itu penting,” katanya. (Ril)

Ketua LAM Kepri Minta Masyarakat Tetap Tenang dan Doakan Kesembuhan Gubernur
Gubernur Kepri Isdianto.

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri H Abdul Razak meminta agar masyarakat Kepri tetap tenang terkait status Gubernur Kepri Isdianto yang terpapar dan terkonfirmasi positif Covid-19. Dia pun minta masyarakat ikut mendoakan kesembuhan gubernur dan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saya mengharap dan menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, terutama yang sempat ikut kegiatan Pak Gubernur dari saat penyambutan di Bandara dan kegiatan lainnya,” kata Abdul Razak di Tanjungpinang, Sabtu (1/8).

Abdul Razak menambahkan, bahwa pemerintah Provinsi Kepri sudah siap tanggap dengan kejadian tersebut. Dimana semua masyarakat yang ada kontak erat dan juga saat menghadiri kegiatan gubernur untuk memeriksakan diri.

Ia juga menegaskan, bahwa pengurus LAM Provinsi Kepri baik saat penjemputan dan acara di Gedung Daerah sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan swab.

“Saya meminta masyarakat yang ada kontak dan mengikuti kegiatan gubernur untuk aktif tes swab yang disiapkan Pemprov Kepri di RSUP Raja Ahmad Tabib,” ujarnya.

Abdul Razak juga memberikan apresiasi kepada gubernur yang segera tanggap untuk menyiapkan pengecekan kesehatan kepada masyarakat.

Begitu juga lanjut Abdul Razak saat mengetahui hasil swab, Gubernur sebagai pemimpin mengumumkan dengan rasa tanggungjawab dan kesatria, dirinya positif Covid-19.

“Saya sudah komunikasi saat ini Pak Isdianto dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Dan terus menjalin komunikasi dengan Sekda dan jajaran di pemerintahannya,” tuturnya.

Abdul Razak meminta agar semua lapisan masyarakat untuk berdoa memanjatkan dan memohon kepada Allah SWT agar semua cobaan ini segera berlalu dan semua masyarakat Kepri dalam keadaan sehat.

“Mari kita berdoa, semoga kita semua terhindar dari wabah ini dan semua bisa beraktivitas normal kembali,” harap Abdul Razak

Sementara itu Sekda Provinsi Kepri H. TS Arif Fadilah menjelaskan, bahwa pemeriksaan tes swab akan terus dilakukan hingga semua yang merasa ada kontak dan yang mengikuti kegiatan telah di-swab.

“Pemerintah memastikan akan bertanggungjawab dengan hal ini. Untuk itu kita semua yang ada kaitannya dengan ini untuk segera memeriksakan diri,” kata Arif.

Namun Arif meminta agar yang melakukan tes swab ini masyarakat yang betul-betul ada kontak dan mengikuti kegiatan.

Ia juga meminta agar masyarakat yang ada kontak untuk mengkarantina diri dan selalu menjaga jarak dengan keluarga.

“Ini untuk mengantisipasi dan berjaga-jaga agar penyebaran tidak meluas,” harapnya.

Arif juga memastikan, untuk roda pemerintahan terus berjalan sebagimana mestinya, dimana Pak Gubernur terus memantau dan memberikan arahan kepada dirinya.

“Pak Gubernur terus memberi arahan kepada saya hampir 24 jam. Dan saat ini kondisi kesehatan Pak Gubernur stabil dari hasil pemeriksaan oleh tim dokter,” tutur Arif. (Ril)

Gubernur Kepri H. Isdianto Sebut Salat Idul Adha di Sukajadi Batam Bersama Keluarga
Gubernur Kepri H. Isdianto.

Dinamika Kepri, Batam  -  Gubernur Kepri H. Isdianto mengatakan besok ia akan melakukan Salat Idul Adha secara terbatas di kediamannya di Perumahan Sukajadi, Batam.

“Idul Adha besok salatnya bersama keluarga. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan. Jadi tidak ada persiapan khusus,” kata Isdianto, di Perumahan Sukajadi, Batam, Kamis (30/7) sore.

Sementara itu, Sekdaprov H. TS Arif Fadillah akan melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Raya Nur Ilahi Dompak, Tanjungpinang.

Menurut Arif, pelaksanaan salat Idul Adha sama seperti Idul Fitri, pelaksanaan Idul Adha juga masih di tengah pandemi Covid-19. Salat Idul Adha direncanakan akan dimulai pukul 07.00 WIB pada Jumat (31/7).

Isdianto pada kesempatan itu kembali mengimbau seluruh umat Islam untuk merayakan Idul Adha dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Termasuk juga saat penyembelihan hewan kurban.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama juga sudah mengeluarkan panduan untuk ibadah kurban pada masa pandemi ini. Yang jelas, Isdianto mengingatkan semua untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan untuk setiap selesai beraktivitas.

Bagi Isdianto hari raya kurban ini tidak terlepas dari nilai dan ajaran pengorbanhan seperti dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS. Kata Isdianto ada pesan bahwa dalam hidup selalu ada pengorbanan dan keikhlasan.

“Selamat Idul Adha, mari kita terus perkuat iman dan ketakwaan kita,” kata Isdianto. (Ril)

Gubernur Isdianto: Mari Buat yang Terbaik untuk Kepri
Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Secara adat H. Isdianto resmi menjadi Gubernur Kepri dengan sisa masa jabatan enam bulan kedepan setelah menjalani proses tepung tawar oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Selasa (28/7) di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Acara tepung tawar diawali oleh Tengku Husein Saleh Damnah selaku zuriat Melayu Lingga dan ditutup oleh ketua LAM Kepri H. Abdul Razak AB dilanjutkan dengan doa.

Disamping itu, yang juga turut memberi tepung tawar adalah Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, Makorem 033 Wirapratama Brigjend TNI Harnoto, ketua LAM Tanjungpinang Wan Rafiwar, Hj. Aisyah Sani dan Plt. Wako Tanjungpinang atau Datok Setia Amanah Hj. Rachma.

Tampak hadir juga dalam kesempatan ini Kapolda, Wakapolda, Kajati Kepri, Wadanlantamal IV Kol, Walikota Batam dan Wabub Karimun.

Dalam sambutannya, Gubernur Kepri H. Isdianto, S.Sos, MM. mengatakan bahwa beban yang ia emban diakuinya sangat berat. Namun Isdianto berjanji akan mengemban amanah ini dengan sebaik mungkin. Karena adik mendiang H. Muhammad Sani ini tidak mau mengecewakan mendiang ibunya yang sudah melahirkan dua pemimpin Kepri.

“Jika dipikir berat, memang berat. Namun amanah ini harus saya emban sebaik-baiknya. Saya akan pertanggungjwabkan dengan baik. Karena saya yakin, ibu saya Hj. Tumirah yang telah melahirkan saya dan abang saya almarhum H. Muhammad Sani sebagai pemimpin Kepri, dia ingin saya berbuat yang terbaik untuk Kepri,” katanya.

Isdianto juga yakin jika Hj. Tumirah dan H. Muhammad Sani tersenyum menyaksikan momen hari ini. Dan mengharapkan agar dirinya bisa berbuat yang terbaik melanjutkan pembangunan di Kepri.

“Sisa jabatan saya hanya sekitar 6 bulan ini. Diwaktu yang singkat, saya yakin tak bisa berbuat banyak. Apalagi selama menjadi Plt. Gubernur masih banyak pekerjaan yang belum bisa saya selesaikan. Makanya, bersama Sekda, OPD dan seluruh masyarakat Kepri, saya mengajak, ayo kita bersama-sama membangun Kepri. Jadilah kita bagian dari sapu lidi,” ujarnya.

Isdianto juga meminta dukungan kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Kepri untuk menggesa ketertinggalan dalam mewujudkan pembangunan di Kepri selama ini.

“Pada intinya, jika kita bersama-sama tidak ada pekerjaan yang terasa berat. Saya yakin dan percaya, dengan kebersamaan kita bisa,” katanya. (Ril)

Tiba dari Jakarta Gubernur Isdianto Disambut Doa dan Restu Masyarakat Kepri
Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Sehari usai di lantik oleh Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Gubernur Kepri, H. Isdianto kembali ke Ibu kota, Tanjungpinang, Selasa (28/7) Tiba di Bandara RHF, Isdianto beserta rombongan langsung di sambut Jajaran LAM, OPD dan FKPD.

Atraksi Silat, Kompang dan Tabur Beras Kunyit mewarnai kedatangan orang nomor satu di Kepri tersebut. Isdianto mengaku senang dan terharu, hari pertama dirinya kembali ke Kepri akan diawali dengan memohon doa restu.

Mulai dari kunjungan silaturahmi ke kediaman Hj. Aisyah Sani, ziarah ke Makam Alm. HM. Sani yang merupakan Mantan Gubernur Kepri sekaligus Abang Kandung Isdianto. Isdianto juga ziarah ke makam Hj. Tumirah di Kijang. 

Sebelah petang, Isdianto mengunjungi Pulau Penyengat tepatnya ke Masjid Sultan Penyengat serta Tepung Tawar dan syukuran atas pelantikan dirinya sebagai Gubernur Kepri di Gedung Daerah

Tidak hanya itu, Isdianto juga langsung bekerja. Hari ini dirinya dijadwalkan akan menggelar pertemuan sekaligus silaturahmi bersama para Kepala Desa ke Kabupaten Karimun, serta mengikuti Vicon Konvensi Pilkada Serentak Se-Sumatera Tahun 2020 bersama Mendagri, Menko Polhukam, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Pusat.

Meski singkat, Isdianto tetap optimis dapat menjalankan amanah dengan maksimal. Kuncinya adalah kebersamaan. Isdianto kembali menekankan filosofi sapu lidi, jika sendiri dia patah, jika banyak dia kokoh.

“Ibarat sapu lidi itulah, kita bersama-sama akan menumbuhkan kekuatan besar, bersatu padu dalam membangun Kepri,” ujar Isdianto.

Selain itu, perjalanan roda pemerintahan dan pembangunan yang lambat menurut Isdianto, Pemprov tidak ingin gegabah, pelajari dengan seksama terkait refocussing di tengah pandemi covid ini bukan perkara mudah.

“Tapi kita tetap berusaha, bekerja semaksimal mungkin,” pungkasnya. (Ril)

Sesi foto bersama unsur pimpinan daerah Batam dan Kepri di acara Gerak Jalan Sehat Keluarga jelang Peringatan ke-91 Hari Ibu tahun 2019, Minggu (8/12/2019).

Dinamika Kepri, Batam - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut  (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Plt Gubernur Provinsi Kepri Isdianto bersama Ketua Korcab IV Daerah Jalasenastri Armada (DJA) I Ny Musyarafah Ridwan menghadiri acara Gerak Jalan Sehat Keluarga jelang Peringatan ke-91 Hari Ibu tahun 2019 yang berlangsung di Dataran Engku Putri Kota Batam Kepulauan Riau, Minggu (8/12/2019).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto  dimana didalam sambutannya mengatakan ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang hadir terutama kepada para ibu yang ada di Provinsi Kepri,

"Semoga para ibu mampu menunjukkan eksistensinya dalam mendukung para suami serta upaya membesarkan putra putrinya sehingga pada akhirnya Indonesia menjadi maju serta  dapat mendukung dan mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia maju," tutur Kapolda Kepri.

Di tempat yang sama, Plt Gubernur Provinsi Kepri juga memberikan sambutan dengan mengatakan memiliki besar harapan kepada para ibu agar anak-anak menjadi SDM yang unggul.

“Besar harapan kepada para ibu bisa membawa para anak-anaknya dan pada akhirnya menciptakan SDM yang unggul untuk Indonesia bisa maju ke depan. Tertumpang harapan yang besar kepada ibu, yang tentunya diharapkan kepada para ibu-ibu bisa membawa para anak-anaknya dan pada akhirnya menciptakan SDM yang unggul untuk Indonesia bisa maju ke depan," kata Isdianto.

Selain itu, Plt Gubernur Porvinsi Kepri Isdianto juga mengajak masyarakat bersama TNI Polri unutk menjaga kedaulatan rakyat dan membangun Kepri dengan jiwa dan raga yang sehat sehingga Kepri menjadi Provinsi yang aman dan sejuk.

Dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung hujan deras sejak pagi dinihari, maka gerak jalan sehat keluarga tidak dilaksanakan namun tetap dilanjutkan dengan senam Sajojo serta pembagian Doorprize.

Hadir dalam acara tersebut dihadiri Danrem 033/WP Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, berserta ibu, Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, FKPD Provinsi Kepri, Kajati Kepri Edy Birton, beserta Ibu, Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Ahlan Dahlan, beserta Ibu.

Selain itu juga dihadiri oleh Danlanud RHF Kolonel PNB Andi Wijanarko beserta ibu, Kadispora Kepri Maifrizon, Sekdako Kota Batam Jefridin, PJ. Ketua Bhayangkari Daerah Kepri beserta Pengurus, Dharma Wanita Provinsi Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, Forkopimda Kota Batam dan Pimpinan instansi terkait serta anggota TNI Polri dan masyarakatKota Batam. (Ril)

Nurdin Basirun pakai rompi orange. 

Dinamika Kepri, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan izin lokasi reklamasi dan gratifikasi, Jumat (12/7).

Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 13 jam, mantan Bupati Karimun tersebut keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 02.55 WIB dini hari dengan menggunakan rompi oranye, dan tangan yang diborgol.

Ketika memasuki mobil tahanan, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Nurdin Basirun. Ia terus berjalan tanpa mengindahkan pertanyaan-pertanyaan dari awak media.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, Nurdin Basirun ditahan di rumah tahanan (Rutan) Klas 1 cabang KPK, selama 20 hari pertama.

Selain Nurdin Basirun, Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS) ditahan di Rutan cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH) di Polres Metro Jakarta Timur, dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK) Rutan Klas I Jaktim cabang KPK.

Atas perbuatannya, Nurdin Basirun disangkakan melanggar Pasal ‎12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11, dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, pada Rabu, 10 Juli 2019 kemarin, Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan enam orang usai menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Kepulauan Riau (Kepri),  Salah satu yang diamankan dalam OTT tersebut yakni, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Selain Nurdin Basirun, tim juga mengamankan Kepala Dinas (Kadis) di bidang kelautan, seorang Kabid, dua staf dinas, dan pihak swasta. Enam orang yang diamankan.

Selain mengamankan enam orang, tim juga menyita uang sebesar 6.000 Dollar Singapura. Diduga uang tersebut merupakan barang bukti suap terkait izin lokasi rencana reklamasi di Provinsi Kepri. (Ril)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Kepri, H. Nurdin Basirun

Dinamika Kepri, Batam - Gubernur H Nurdin Basirun menyampaikan rasa terima kasih masyarakat Kepri kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Apalagi setelah pemerintah pusat memastikan pembangunan Jembatan Batam Bintan paling lama dimulai tahun depan.

“Terima kasih Pak Jokowi, Pak Menteri. Terima kasih juga masyarakat Kepri atas doa dan dukungannya sehingga Kepri mendapat kepastian pembangunan Jembatan Batam Bintan. Ini perjuangan bersama seluruh masyarakat Kepri,” kata Nurdin di sela-sela Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke-73 dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara Ke-73 Tahun 2019 di Lapangan Upacara Polda Kepri, Nongsa Batam, Rabu (10/7).

Menteri Basuki, Selasa kemarin memastikan bahwa Presiden Jokowi sudah memutuskan proyek jembatan Batam-Bintan dibangun. Pembangunannya rencana akan dimulai tahun depan. Karena saat ini pihak kementrian sedang dalam tahap studi.

Bahkan, pekan depan, Menteri Basuki akan ke Batam. Selain meresmikan Waduk Sei Gong, Menteri Basuki bersama Gubernur Nurdin juga berencana melihat jalur pembangunan jembatan itu.

Gubernur Nurdin memang berkali-kali mengupayakan agar Jembatan Batam-Bintan segera dibangun. Lewat pemerintah pusat. Dalam banyak kesempatan, ketika bertemu Presiden Jokowi dimana pun, Nurdin selalu “meminta” pembangunan jembatan Babin.

Tentu permintaan itu disertai dengan permintaan sejumlah proyek infrastruktur lainnya. Juga regulasi-regulasi yang memudahkan investasi masuk ke Kepri. Termasuk regulasi untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara menikmati pesona Kepri.

Bahkan kepada Menteri PU pun, Nurdin menyampaikan hal yang sama tentang pembangunan Jembatan Babin. Oktober tahun lalu, Menteri Basuki sudah memberi sinyal jembatan itu akan dibangun.

Kepastian semakin terlihat ketika awal April tahun ini Jokowi menjanjikan akan membangun jembatan Babin. Selain menyelesaikan persoalan Kampung Tua di Batam. Yang tahun ini semakin jelas penyelesaiannya.

Senin lalu, kepada Presiden Jokowi, Nurdin menyampaikan hal yang sama. Melaporkan perkembangan penyelesaian Kampung Tua dan rencana pembangunan Jembatan Babin.

Saat bersalaman dengan Jokowi, kata Nurdin, Presiden memastikan segera ke Kepri untuk menyelesaikan semua proyek prioritas yang sudah disampaikannya.

Sememangnya, rencana pembangunan itu sudah terlihat dalam dalam RPJMN 2020-2024. Di situ disebutkan bahwa program ini sebagai prioritas nasional dengan mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Dengan Major Projectnya pada Integrasi pembangunan wilayah Batam-Bintan. Yang manfaatnya yaitu pengembangan Kawasan Batam Bintan bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan industri dan pariwisata guna meningkatkan daya saing wilayah.

“Inilah bukti kerja keras seluruh masyarakat Kepri yang menginginkan pembangunan demi peningkatan kesejahteraan,” kata Nurdin saat program jembatan masuk dalam RPJMN.

Menurut Nurdin, kerja keras, dukungan dan doa masyarakat Kepri yang membuat keinginan ini bisa terwujud. Pembangunan Jembatan Babin, kata Nurdin, bukan hanya untuk meningkatkan perekonomian Kepri, tetapi juga memperlihatkan martabat bangsa. Apalagi Kepri berbatasan dengan banyak negara.

“Teruslah kita bersama dan bahu membahu untuk memajukan Kepri,” kata Nurdin. (Ril)

Dinamika Kepri, Batam - Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun mengajak semua pihak berperan aktif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tentram dan kondusif. Situasi yang demikian akan membuat perekonomian Kepri terus meningkat dan kesejahteraan masyarakatnya semakin membaik.

“Bukti dari bersinerginya seluruh lapisan masyarakat bekerja sama dengan stake holder lainnya, bisa menciptakan situasi kamtibmas yang aman sehingga investasi terus meningkat. Terbukti dengan diresmikannya salah satu perusahaan besar, PT Pegatron Technology Indonesia yang akan merekrut 1.600 pekerja,” kata Nurdin saat Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke 73 dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara ke 73 Tahun 2019 di Lapangan Upacara Polda Kepri, Nongsa Kota Batam, Rabu (10/7).

Pada kesempatan itu, Nurdin mengaku bangga dengan Polda Kepri. Di bawah pimpinan Kapolda Irjen Pol Andap Budhi Revianto dan Wakapolda Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah. Terlebih jajaran Polda selalu menjunjung tinggi adat istiadat budaya Melayu dengan memakai tanjak dan melakukan tarian kolosal bersama dengan seluruh jajaran dan prajurit

“Ini merupakan bentuk dari kearifan lokal yang selalu digaungkan oleh Kapolda Kepri kepada jajarannya untuk tidak bosan-bosan dalam membantu dan menganyomi masyarakat, serta menjunjung tinggi marwah negeri bumi segantang lada,” kata Nurdin.

Nurdin mengatakan, dengan bertambahnya usia Bhayangkara diharapkan semakin lebih dicintai dan lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga setiap persoalan bisa diselesaikan dengan baik.

Menurut Nurdin, sudah banyak terobosan yang dibuat oleh Kapolda dan jajarannya. Di antaranya lebih banyak yang bersifat kemanusiaan bagi masyarakat. Ini menunjukkan bukti nyata ada bukan hanya cerita belaka.

Juga dalam menciptakan situasi yang kondusif, aman dan tentram. Terlebih posisi Kepri yang strategis dan khususnya Kota Batam yang berada di wilayah perbatasan Negara serta kompleknya kehidupan bermasyarakat di Batam, yang merupakan miniaturnya Indonesia karena bermacam ragam suku bangsa ada di Batam.

“Mari kita doakan agar Kapolda dan Wakapolda beserta seluruh jajaran senantiasa selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam lindungan Allah SWT serta selalu mengabdikan seluruh jiwa raganya kepada masyarakat,” kata Nurdin.

Tampak hadir pada peringatah HUT Bhayangkara itu Wakil Gubernur H Isdianto, Kapolda Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Wakapolda Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Kajati Kepri Eddy Birton, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI Arsyad Abdullah, Danguskamla Koarmada I Kolonel Laut Yayan Sofiyan.

Hadir juga Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, Dandim 0316/Batam Letkol Inf Romel Jangga Wardhana dan Danlanud Hang Nadim Batam Letkol Pnb Urip Widodo, Tokoh Masyarakat Kepri Soerya Respationo dan Huzrin Hood, Wali Kota Batam H Muhammad Rudi, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi.

Kapolda Andap menyampaikan bahwa salah satu indikator suatu wilayah tersebut maju yaitu tingkat keamanannya dan selalu dalam keadaan yang kondusif. Ini semua tidak bisa tercipta tanpa kerja sama dan kerja keras dari seluruh elemen masyarakat.

“Kami seluruh elemen masyarakat untuk terus menebar kebaikan agar bumi segantang lada tetap tentram dan nyaman,” kata Kapolda.

Kapolda Kepri juga akan terus bersinergi dan menguatkan soliditas dengan TNI untuk menuju Indonesia Gemilang dengan turut serta dalam pembangunan dan perekonomian Kota Batan dan Provinsi Kepri. Kapolda juga berpesan kepada jajarannya untuk melaksanakan seluruh perintah dan pekerjaan dengan tanpa pamrih. Serta senantiasa ikhlas agar hati lapang dalam mengerjakannya.

“Kerja keras dari seluruh rekan-rekan telah menjadi bukti bahwa seorang pemimpin itu berhasil dan inilah kerjasama yang harus kita kuatkan,” kata Andap. (Ril)

Dinamika Kepri, Karimun - Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun, melepas curhat ke Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo sempena lawatannya ke Kepri, khususnya Karimun.

Dalam kunjungan Jumat (5/7) itu, Nurdin curhat masih minimnya pendapatan untuk Kepri dari sektor kemaritiman, terutama labuh jangkar. Nurdin berharap regulasinya dipercepat, sehingga Kepri yang berbatasan dengan negara asing dapat penghasilan dari lautnya yang luas.

“Kita ingin sektor ini memberi manfaat besar bagi masyarakat Kepri. Penghasilan dari labuh jangkar misalnya dapat mendukung pembangunan banyak sektor,” kata Nurdin di sela-sela kunjungan ke beberapa tempat bersama Dirjen Hubla.

Nurdin, yang setelah kunjungannya ke Lingga, memang langsung bergerak ke Karimun, pada Kamis (4/7) malam.

Sesampai di Karimun, menjelang tengah malam, ratusan jamaah Masjid Baiturrahman masih menunggu Nurdin untuk halalbihalal.

Jumat pagi, Nurdin kembali ke Batam untuk bersama Dirjen melakukan perjalanan laut ke Karimun. Sekaligus melihat potensi besar kemaritiman Kepri.

Selain soal labuh jangkat, kepada Agus, Nurdin juga curhat tentang pelabuhan bongkar muat Batuampar Batam, juga tentang pelabuhan Pelni Karimun dan Pelabuhan Domestik Tanjungpinang. Terutama tentang peningkatan kualitas dan kapasitas. Sehingga bongkar muat barang semakin lancar dan murah. Juga mendukung sektor pariwisata yang terus Kepri kembangkan.

“Misalnya Pelindo tak mau memperbaharui, mungkin bisa diserahkan ke pihak swasta,” kata Nurdin.

Selama di Karimun, Nurdin mendampingi Agus meninjau sejumlah lokasi. Di antara yang dilihat adalah kawasan coastal area, yang akan tumbuh sebagai wajah baru Karimun, termasuk pembangunan infrastruktur kepelabuhanannya. Demikian juga dengan pelabuhan roro dan bongkar muat Paret Rampak, PT MOS, dan lainnya.

Setelah keliling Karimun, Agus melihat potensi besar sektor ini untuk kemajuan Kepri. Menurut Agus, memang baru dibangun sejumlah infrastruktur yang memadai di Karimun.

“Apalagi kawasan itu berdekatan dengan Malaysia dan Singapura, jadi memang harus dibangun,” Agus yakin.

Sementara, tentang labuh jangkar, Agus belum bisa menjanjikan banyak hal untuk Kepri. Karena, kata Agus, ke depan masih banyak hal yang harus dibenahi.

“Termasuk regulasi-regulasinya. Karena kalau tidak dibenahi, kita tidak kompetitif,” kata mantan Dirut PT Inka ini.

Agus menambahkan, percuma dibuka ships to ships, labuh jangkar dan sebagainya kalau tidak kompetitif. Menurut Agus nanti nilai ekonominya juga akan menjadi kurang.

“Jadi harus kita atur. Biar kompetitif.  Dan akan  banyak kolaborasi ke depannya,” kata Agus.

Meski begitu, Agus belum menjamin kapan target waktunya selesai. Karena keterkaitan dengan banyak kementerian dan lembaga. Untuk mengatur regulasi itu.

Nurdin sendiri, dalam banyak kesempatan selalu berjuang agar Kepri selalu dapat dukungan regulasi ke Jakarta. Bahkan hingga ke Presiden Jokowi. Beberapa di antaranya sudah berhasil, beberapa lagi masih dalam proses. (Ril)

Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun tanda tangani prsasti saat Syukuran Peresmian Kecamatan Jemaja Barat, Anambas, Selasa (2/7/2019). 

Dinamika Kepri, Anambas - Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun mengatakan Kepri akan tumbuh semakin maju. Apalagi semua melakukan sinergitas tanpa mengedepankan egosektoral. Ketika Bank Dunia menegaskan negeri ini akan menjadi negara dengan ekonomi kelima di dunia, pasti negeri ini mendapatkannya.

“Kalau tak maju berarti kita tidur semua. Kesuksesan bermula dari kerja keras. Singsingkan lengan baju, karena yang ditanya nanti apa yang diperbuat untuk masyarakat ketika mendapat amanah,” kata Nurdin saat Syukuran Peresmian Kecamatan Jemaja Barat yang disejalankan dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Camat Jemaja Barat di Desa Impul, Anambas, Selasa (2/7/2019).

Nurdin beraktivitas ke Jemaja setelah serangkaian kegiatan di Tanjungpinang dan Batam. Nurdin memulai aktivitas dengan melaksanakan Safari Subuh di Masjid Al Jannatunnaim, Kamlung Melati Gudang Minyak Tanjungpinang. Dari Tanjungpinang, Nurdin kemudian menghadiri Upacara Tabur Bunga di Laut Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke 73 di Kapal Yudistira 800 Pelabuhan Batuampar Batam.

Nurdin menyampaikan, apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo patut ditiru.  Salah satu reformasi birokrasi, lihatlah Presiden Jokowi menyingsingkan lengan baju. Berkerja dan bekerja untuk masyarakat.

“Baju itu lepaskan, jengkol lepaskan. Tengok nelayan, masyarakat. Bertemu dan menyelesaikan dengan memberi solusi,” kata Nurdin.

Nurdin yakin kemajuan itu semakin terlihat setiap saat. Terlebih para Bupati dan Wali Kota di Kepri sangat kreatif dan inovatif. Banyak terobosan dalam membangun dan memajukan daerah.

“Mereka selalu memanfaakan potensi dengan kemampuan daerahnya masing-masing,” kata Nurdin.

Apalagi, kata Nurdin, pemerintah pusat menjadikan daerah ini sebagai kawasan yang strategis. Termasuk untuk pertahanan dan keamanan. Kalau masyarakat semakin sejahtera, pertahanan dan keamanan daerah perbatasan semakin kuat.

Perhatian pemerintah yang besar untuk daerah ini, kata Nurdin dukung dengan bekerja bersama-sama. Gubernur atau Bupati tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

Salah satu dukungan itu adalah kucuran untuk sektor kesehatan di seluruh Kepri yang mencapai angka Rp1 triliun. Hal ini bagian dari upaya pemerintah membangun sumber daya manusia dengan dukungan infrastruktur kesehatan.

Peresmian Kecamatan Jemaja Barat tersebut juga dihadiri Sekretaris Badan Perbatasan Nasional Subajar Diantoro dan Bupati Anmabas Abdul Haris. Dari Pemprov Kepri tanpak hadir Kepala Barenlitbang Naharuddin MTP, Asisten Pemerintahan Raja Ariza, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Ahmad Izhar, Kadis Perkim Mahyudin, Kepala Biro Pemerintahan Haryono dan Plt Karo Humas Protokol dan Penghubung Zulkifli.

Suhajar Diantoro, pada  kesempatan itu mengatakan kerja sama  antara pemerintah dengan masyarakat harus semakin baik. Tugas pemerintah adalah memberi kemudahan dengan membangun infrastruktur untuk membuka akses. Membangun infrastruktur dasar seperti sektor kesehatan dan pendidikan.

Dalam pada itu, Bupati Abdul Haris, mengatakan, peresmian kecamatan Jemaja Barat ini membuat rentang kendali semakin pendek. Dengan demikian pelayanan harus semakin baik. (Ril)

Gubernur Kepri,  Nurdin Basirun lambaikan tangan. 

Dinamika Kepri, Karimun - Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun mengatakan pelaksanaan STQH Nasional di Pontianak Kalimantan Barat semakin melekatkan kebersamaan antarmasyarakat. Kepri dan Kalbar sangat dekat. Tak heran kalau masyarakat Kepri banyak di Kalbar dan demikian pula sebaliknya.

“Kita ingin sesama anak bangsa semakin melekat kebersamaannya. Semakin kuat persatuannya. Satukan negeri ini supaya saling fitnah. Anak anak kita sejak dini digemarkan membaca Alquran,” kata Nurdin saat Safari Subuh di Masjid Al Falah, Pontianak, Sabtu (30/6).

Nurdin beraktivitas sejak subuh pada hari terakhir di Kalimantan Barat sebelum kembali ke Kepri. Dalam kunjungan sempena pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist Nasional XXV di Pontianak ini, Nurdin langsung memberi dukungan penuh kepada Kafilah Kepri. Nurdin berharap, Kepri mendapatkan hasil terbaik pada ajang ini.

“Saya lirik piala itu, rencana kami nak bawa balik. Tentu dengan hasil terbaik,” kata Nurdin disambut tawa jamaah.

Pada hari sebelumnya, Sabtu (29/6) Nurdin juga melaksanakan Safari Subuh di Masjid Sirajul Islam. Di sini Nurdin menyampaikan terima kasihnya kepada masyarakat Kalbar yang menerima warga Kepri dengan terbuka. Salah satu wilayah yang sangat dekat dan sering berinteraksi dengan Kalbar adalah masyarakat Kabupaten Natuna.

“Ada masyarakat Kepri yang sangat dekat demgan kalbar. Dengan Pontiana. Masyarakat kami dari Kabupaten Natuna. Terima kasih menerima masyarakat kami untuk beraktivitas di sini,” kata Nurdin di Masjid Sirajul Islam.

Usai safari subuh, serangkaian kegiatan terkait STQH diikuti Nurdin. Termasuk malam pembukaan STQH yang dilakukan oleh Menteri Agama H Lukman Saefuddin. Sebelum pembukaan, Nurdin menemui Kafilah Kepri yang dipimpin KH Azhar Hasyim. Nurdin juga mengunjungi stand pameran Kepri.

Bersama Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Nurdin memberi motivasi kepada perwakilan Kepri. Nuridn berpesan kepada mereka untuk fokus dan menjaga kesehatan. Nurdin yakin mereka bisa memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Kepri.

“Jangan lupa minta doa dan restu orang tua dan guru,” kata Nurdin.

Nurdin menambahkan, soal kedekatan Kepri dan Kalbar juga terbangun dalam setiap musim haji. Tahun ini pun jamaah calon haji dari Kalbar berangkat melalui embarkasi Batam.

“Kami akan beri pelayanan terbaik untuk jamaah dari Kalbar,” kata Nurdin.

Usai dari Pontianak, Nurdin dan rombongan yang tiba sekitar pukul 09.20 di Hang Nadim Batam langsung melakukan serangkaian kegiatan di Tanjungpinang dan Karimun.

Nurdin kemudian menghadiri Halalbihala Badan Kontak Majelis Taklim Kota Tanjungpinang di Masjid Nur Ilahi Dompak. Dari Dompak, Nurdin langsung menghadiri  Halabihalal Ikatan Warga Karimun (IWK) Tanjungpinang di Gedung Daerah.

Usai bersama masyarakat Karimun, Nurdin kemudian bergerak ke Karimun untuk membuka lertandingan Futsal. Dari Karimun, Nurdin kembali ke Tanjungpinang.

“Alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi dengan masyarakat. Silaturahmi yang menjadi nilai dakwah, juga membudayakan aktivitas secara berjamaah,” kata Nurdin. (Ril)

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan optimalisasi dan sinergitas yang terus dibangun merupakan bentuk komitmen bersama dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi sinergi antara Pemerintah Daerah bersama instansi vertikal.

“Dengan langkah konkret yang kita lakukan saat ini kita harap dapat terus menguatkan neraca perekonomian dan juga semakin meningkatkan pelayanan dapat semakin hari semakin baik,” kata Nurdin usai melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Gubernur, Bupati dan Wali kota se-Provinsi Kepri dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI dan Badan Pertanahan Nasional bertempat di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kamis (27/6).

Nurdin senang hingga saat ini sinergitas yang terjalin antar kabupaten dan kota se Kepri dengan keunggulannya masing-masing sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Tidak hanya itu, Nurdin pun menyampaikan ucapan terimakasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penandatangan kesepakatan ini dapat terlaksana berkat dorongan KPK yang telah memerankan fungsi trigger mechanism.

“Yakni dengan mendorong perbaikan tata kelola pemerintah daerah serta sistem administrasi pengelolaan penerimaan daerah,” lanjut Nurdin.

Sementara itu, Ketua KPK RI Ir Agus Rahajo sepakat bahwa salah satu tujuan menyatukan komitmen dalam penandatangan kesepakatan bersama ini adalah memberikan warisan yang baik bagi generasi penerus.

“Bagaimana kita membangun landasan yang kokoh dan lebih baik bagi para generasi penerus agar mampu menghadapi setiap tantangan kedepan,” kata Agus.

Agus pun menjabarkan tugas pokok dan fungsi yang dijalankan KPK sendiri berdasarkan UU nomor 30 tahun 2002 yang terurai dalam pasal 7 (Koordinasi), pasal 8 (Supervisi), pasal 11 (Penyelidikan, Penyidikan dan Penuntutan), pasal 13 (Pencegahan) dan pasal 14 (Monitoring) dengan tiga kunci utama yakni Networking, Tidak memonopoli dan Trigger Mechanism.

Agus pun menambahkan bahwa dengan kerjasama yang disepakati hari ini bukan hanya menjadi MoU tanpa tindak lanjut. Kedepan diharapkan ada target yang diusung.

“Sehingga setelah tanda tangan ini kedepan kita bisa tahu apa saja pencapaian yang didapat,” tambahnya.

Dalam pada itu, Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah melaporkan bahwa maksud tujuan penandatangan kesepakatan ini adanga suatu pemahaman yang sama antara pihak terkait, adanya kesepakatan tertulis menjadi dasar untuk beraksi.

“Ini merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan pelayanan publik di Kepri selain itu juga sinergi yang dilakukan dapat semakin mengefektifkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arif.

Arif melanjutkan bahwa dalam kesempatan ini terdapat 2 bidang penting yakni perpajakan dan pertanahan, yang pertama tentang Optimalisasi Penerimaan Pajak Pusat, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta yang kedua adalah tentang Kerjasama Bidang Pertanahan (pensertifikasian tanah milik Pemerintah dan aset daerah).

Kemudian, Kepala Kanwil BPN Kepri Asnawati

memaknai bahwa kerjasama ini adalah instrumen tepat untuk melakukan pengelolaan aset daerah secara profesesional dengan harapan akan menguatkan komitmen bersama dalam menyelesaikan pendaftaran tanah aset daerah.

“Komitmen kami untuk siap menindaklanjuti apa yang disepakati saat ini. Kami berharap kepada pihak Pemerintah baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota berperan lebih aktif dalam menjalin koordinasi sehingga maksud dan tujuan kerjasama ini dapat terwujud sesuai harapan,” kata Asnawati.

Direktur Kepatuhan Internal pada Dirjen Pajak Kementerian Keuangan RI Harry Gumelar melaporkan bahwa pada tahun 2018 sendiri pendapatan dari pajak berkontribusi hampir 78 persen terhadap APBN, dan untuk tahun 2019 sendiri Dijren Pajak diberikan amanah untuk mengumpulkan sebesar 19 persen lebih tinggi dari pencapaian di tahun sebelumnya. Maka dari penandatangan inilah dapat meningkatkan sinergi dalam peningkatan pajak pusat maupun daerah.

“Kami sadar bahwa kami tidaklah bisa bekerja sendiri dalam mencapai target yang diamanahkan tahun ini, penandatanganan hari ini merupakan langkah yang baik,” kata Harry.

Turut menandatangani MoU antara lain Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul, Bupati Bintan Apri Sujadi, Bupati Lingga Alias Wello, Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti dan Kepala Kanwil Direktorat Pajak Kepri Slamet Sutantyo serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten dan Kota Se Kepri. (Ril)

 Gubernur Kepri H Nurdin Basirun 

Dinamika Kepri, Karimun - Gubernur Kepri H Nurdin Basirun optimis dengan semakin baiknya hasil pertanian maupun perkebunan yang ada di Kepri dapat turut serta meningkatkan kualitas kesejahteraan baik bagi para petani maupun masyarakat umumnya. Pemerintah pun dikatakan Nurdin terus berupaya agar masyarakat dapat hidup sejahtera disegala bidang.

“Kita tahu masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan namun dengan dukungan dan doa seluruh masyarakat kami harap semua dapat terselesaikan tepat waktu,” kata Nurdin saat panen jagung di Sawang Selatang, Selasa (25/6) sore.

Di lahan sekuas  dua hektare yang ditanami jagung manis secara resmi dipanen Gubernur Nurdin. Tidak hanya jagung, dalam kesempatan tersebut Nurdin juga turut menyerahkan sebanyak 2.100 batang bibit durian kepada kelompok tani Kabupaten Karimun.

Adalah bibit musang king yang di ambil langsung dari kebun desa ci jeruk Bogor yang telah bersertifikat dengan pertimbangan dan prospek jangka panjang yang menjanjikan, dengan perkiraan harga untuk di Batam saja perkilonya bisa mencapai Rp.200 ribu. Untuk penyerahan bibit sendiri dilakukan secara bertahap.

Dirinya berharap bantuan bibit yang diserahkan saat ini dapat membantu meningkatkan omset pertanian yang dinilai cukup baik di Kundur.

Tak lupa, Nurdin pun kembali menginstruksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan setelah melakukan penyerahan bantuan ini agar kedepan terus menggiring apa apa saja kedepan bantuan lainnya yang dibutuhkan masyarakat.

“Terus giring dan survei bantuan masyarakat apa saja yang dibutuhkan untuk menunjang segala aktifitas pertanian sehingga dapat berjalan dengan lancar kedepan,” pesan Nurdin.

Dilaporkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ahamd Izhar, di tahun 2019 ini pihaknya mengalokasikan bibit durian di 3 Kabupaten dan Kota dengan rincian untuk Kota Batam (2.000 batang untuk lahan seluas 20 Ha), Kabupaten Lingga (3.000 batang untuk lahan seluas 30 Ha) dan Kabupaten Karimun (2.100 batang untuk lahan seluas 20 Ha).

“Dipilihnya ketiga lokasi ini dilakukan dengan beberapa pertimbangan dan validasi dan untuk panen sendiri 5 tahun kedepan ditargetkan akan berbuah,” kata Ahmad Izhar.

Sebelum menyerahkan bibit secara simbolis, Nurdin menyempatkan diri melakukan dialog bersama sejumlah kelompok tani setempat. (Ril)

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menegaskan kepada seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri agar dapat menjadi pribadi yang bersih dari segala tindakan negatif, salah satunya terhindar dari ancaman bangsa yakni narkoba.

“Mari kita tunjukan bahwa ASN di Kepri ini bersih dari narkoba, jujur bertindak dan bertanggungjawab dalam menjalankan setiap tugas sebagai pelayan publik,” kata Nurdin saat melakukan

Penandatanganan MoU antara Pemprov Kepri dengan BNN Provinsi Kepri disela-sela apel pagi bertempat di Lapangan kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (24/6).

Adapun penandatanganan sendiri terkait tentang Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika di Provinsi Kepri. Turut hadir Wakil Gubernur H Isdianto dan Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah, dan Kepala BNN Brigjen Pol Richard Nainggolan.

Nurdin berharap penandatangan Mou ini tidak hanya sekedar tinta pena di atas meja belaka, namun bagaimana aksi nyata bukan hanya pihak terkait tapi juga dari pribadi pegawai itu sendiri.

“Inilah salah satu cara meyakinkan kepada publik bahwa kita siap memerangi salah satu penyakit sosial saat ini,” lanjut Nurdin.

Taknya tanda tangan MoU, Nurdin, Isdianto, Arif Fadillah juga menjalani tes urine. Selain para petinggi, pejabat Eselon II juga menjalani tes urine di lantai 4, sejalan dengan rapat evaluasi Senin. Sementara ratusan pejabat eselon IV, juga menjalani tes urine. Para pejabat eselon IV dites di Aula Wan Sri Beni Dompak.

Nurdin menegaskan para pegawai di lingkungan Pemprov Kepri harus bersih narkoba. Pihaknya akan memberi sanksi tegas kepada mereka yang positif. Salah satunya adalah di-non-jobkan. Nurdin minta seluruh pegawai untuk menjaga kepercayaan dengan tidak menggunakan narkoba.

Ajakan Nurdin tersebut bukan tanpa alasan, karna dirinya tidak ingin kejadian penyalahgunaan narkoba di Kepri semakin berkembang. Karena kejadian itu tidak hanya merugikan diri sendiri namun juga instansi dan yang paling utama adalah keluarga.

“Dari dulu Pemerintah sudah selalu mengingatkan dan kita pun tidak mentolerir kesilapan-kesilapan yang dilakukan oknum pegawai agar tidak berkembang semakin banyak. Tidak ada niat kita untuk terjerumus. namun itulah bentuk godaan kalau tidak hati-hati. Makanya kita antisipasi sejak dini,” pungkasnya.

Menanggapi MoU yang diselenggarakan itu, Kepala BNN Richard Nainggolan menyambut baik kerjasama yang dilakukan bersama pihak Pemprov Kepri. Terlebih permasalahan narkoba saat ini menjadi semakin tinggi dan di Indonesia sendiri masuk darurat narkoba secara nasional.

“Disinilah kita lakukan antisipasi baik pribadi maupun keluarga, agar jangan sampai terjerumus di narkoba ini. Kedepan BNN bersama Pemprov Kepri akan terus melakukan berbagai program pencegahan agar dapat menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” kata Richard.

Dari data yang dilakukan pihak BNN sendiri secara nasional lebih kurang 4 juta orang dan sekitar 200 ribu orang ada di Kepri. Untuk tahun 2018 sendiri terdata di Batam saja pemeriksaan di sektor pekerja dan pelajar sekitar 16 ribu lebih terpapar penyalahgunaan narkoba.

“Ini menjadi keprihatinan kita semua karna dampaknya sangat tidak baik terutama bagaimana narkoba dapat mempengaruhi kesehatan individu yang mencoba,” lanjutnya. (Ril)

Dinamika Kepri, Batam - Gubernur Kepri H Nurdin Basirun tanpa melalui protokoler pernah meloby President RI H Joko Widodo untuk menyelesaikan persoalan Kampung Tua di Batam. Setelah tiga bulan, Menteri Agraria dan Tata Ruang datang ke Batam untuk menuntaskan semua persoalan terkait Kampung Tua. Sebanyak 21 ribu kepala keluarga akan mendapatkan sertifkat hal milik atas tanah tempat tinggal mereka.

Disambut Nurdin, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Sofyan  Abdul Djalil tiba di Batam untuk melaksanakan Rapat Koordinasi Penyelesaian Legalitas  Kampung Tua, Jumat (21/6) di Pemko Batam.

Turut hadir Kepala BP Batam Edy Putra Irawady, Ketua DPRD Batam Nuryanto, Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad, Kepala Kantor Pertanahan Batam Askani, Ketua Rumpun Khazanah Warisan Batam Makmur Ismail,  FKPD Kota Batam dan para Kepala OPD Kota Batam dan Kepri.

“Saya ingat betul waktu semobil dengan Presiden. Saya menyampaikan persoalan Kampung Tua yang belasan tahun tak selesai. Presiden berjanji akan menyelesaikan secepat mungkin dalam hitungan bulan. Dan hari ini Menteri Sofyan Jalil datang menemui kami. Saya haru sekali,” ungkap Nurdin.

Nurdin mengaku loby yang dilakukannya terpaksa di luar ketentuan protokoler. Karena jalur protokoler menurutnya bisa memperlama waktu dalam penyelesaian. Maka itu, begitu ada kesempatan, Nurdin langsung meloby presiden dan langsung disambut baik dengan kerja nyata.

“Ini sebagai bentuk keseriusan dan kecintaan Presiden kepada rakyat. Walikota Batam juga luar biasa perjuangannya. Semoga dengan bahu-membahu impian masyarakat  Kampung Tua bisa direalisasikan,” ujar Nurdin.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Sofyan  Abdul Djalil meminta masyarakat Kampung Tua untuk bersabar dan memberikan waktu kepadanya untuk menyelesaikan segala hal teknis terkait realisasi Kampung Tua.

Sofyan juga berjanji akan bertemu Menteri-Menteri terkait seperti Menteri Kehutanan dan Dewan Kawasan untuk membicarakan hal yang belum tuntas. Misalnya seperti wilayah Kampung Tua yang masuk kawasan hutan akan segera dilepaskan. Atau wilayah Kampung Tua yang keluar dari kawasan FTZ akan dibicarakan dengan Dewan Kawasan. Dan berbagai hal terkait lainnya.

 “Prinsipnya saya sudah tahu setelah dipetakan semua  persoalan terkait Kampung Tua. Baik luasnya, peruntukannya dan masalah-masalah yang terkait dengan hutan,” kata Sofyan.

Tidak itu saja, sebelum sertifikat dikeluarkan, Sofyan meminta Walikota Batam Muhammad Rudi untuk menata dengan baik kawasan Kampung Tua yakni  melengkapi dengan fasilitas sosial dan fasilitas umum, jalan dan gang yang teratur.

Alokasi untuk fasos dan fasum tanahnya langsung diambil dari luas tanah yang tersedia. Dibuatkan sertifikat hak pakai bagi pemerintah kota.  Sisanya baru ditetapkan untuk masyarakat dengan hak milik.

Walikota juga diminta menetapkan daftar keputusan nama-nama masyarakat yang berhak menerima berdasarkan kenyataan di lapangan. Dan  menjamin tidak ada orang lain di luar Kampung Tua yang mempunyai tanah di kawasan tersebut.

Tanah-tanah yang tidak ada orangnya atau tidak dikuasai akan diberikan kepada Pemko Batam agar bisa dipakai untuk kepentingan Pemko Batam.

Menurut Sofyan persoalan Kampung Tua tidak terlalu berat.  HPL (Hak Pengelolaan) dan PL (Penetapan Lokasi) yang sudah keluarkan selama ini bisa dibatalkan.

HPL dilimpahkan ke BP Batam sehingga tidak ada lagi HPL di sana. Sementara untuk PL,  BP Batam akan melihat di lapangan  apakah masyarakatdigunakan sesuai PL atau tidak.

“Presiden memberikan waktu tiga bulan untuk menuntaskan ini. Tetapi semuanya tergantung tekhnis di lapangan. Jika Walikota dan timnya bergerak cepat di lapangan, dan  saya juga bisa lebih cepat juga menghadap presiden,” tukasnya.

Sementara untuk sepadan pantai, Sofyan akan mencarikan jalan keluar dengan memberikan HGB untuk bagunan  di atas laut dan hak milik untuk bangunan yang berada di atas tanah.

Ketua Rumpun Khazanah Warisan Batam Makmur Ismail mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas usaha Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang sudah berhasil melobi presiden sehingga usaha penetapan Kampung Tua yang terkendala belasan tahun sudah menemukan titik terang.

“Pak Nurdin luar biasa. Kami hampir putus asa. Hingga kabar baik ini kami terima. Kami akan terus mengawal proses ini sampai rencana-rencana yang disampaikan Menteri BPK terealisasi. Sehingga masyarakat bisa tenang karena Kampung Tua sudah ditata dan kami.punya sertifikat hak.milik,” tutup Makmur Ismail.

Semua Kampung Tua mempunyai  luas 103,3 Ha yang berada di 37 titik dengan 42.972 bidang tanah. (Ril)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.