Dinamikakepri: Budaya
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

31 Oktober 2020

Pengurus 2020-2023 Dilantik, Permasis Indonesia Tetap Cerdas Bekerja Ikhlas

 

Pengurus  2020-2023 Dilantik, Permasis Indonesia Tetap Cerdas Bekerja Ikhlas
Suasana pelantikan pengurus baru Permasis Indonesia, Kamis, (29/10/2020). 

Dinamika Kepri, Batam - Usia ke 13 Tahun, Perkumpulan Masyarakat Sidamanik - Pamatang Sidamanik Sekitarnya (Permasis) Indonesia melakukan Pelantikan Pengurus Pusat dan Wilayah Khusus Kota Batam masa bhakti 2020-2023 dan hari ulang tahunnya di Sekolah Tunas Indonesia Kota Batam, Kamis, (29/10/2020). 


Acara pelantikan pengurus dilakukan dengan slogan yang sama di tahun sebelumnya yakni 'Tetap Cerdas Bekerja Ikhlas".


Baca juga: Rapat Umum Keturunan Raja Silahisabungan Sedunia akan Digelar, Pengesahannya di Silalahi Nabolak


Ketua Umum Permasis Indonesi, Jusman Turnip menyampaikan, kepengurusannya akan mempertahankan prestasi-prestasi yang diraih pengurus sebelumnya dan melanjutkan yang belum terlaksana. 



"Pengembangan organisasi dan membangun koordinasi internal dan eksternal akan kita lanjutkan, maupun koordinasi dan kerjasama dengan lembaga-lembaga negara dan non goverment organitation," sebut Jusman. 


"Pembentukan wilayah-wilayah dan cabang-cabang khusus yang lowong di Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan kelayakan dan kepatutan akan kita laksanakan sesuai arahan Ketua Pembina, Simson Sigiro, SH," lanjutnya.


Baca juga: Hadiri Reuni Keturunan Silahisabungan Se-Batam, Panitia Undang Nai Malvinas


Selain itu, Ketua Wilayah Khusus Kota Batam Permasis Indonesia, Saut Pangihutan Sitio menyampaikan, program utamanya adalah bagaimana agar masyarakat Batam asal Sidamanik-Pamatang Sidamanik Sekitarnya bisa bergabung dan bersatu padu di Batam dalam Permasis Indonesia


Adapun nama-nama Pengurus Badan Pimpinan Pusat dan Wilayah Khusus Kota Batam yang dilantik tersebut yakni: 


Badan Pembina

Ketua: Simson Sigiro, S.H

Anggota: Asjen Turnip

Anggota: Manoara Siallagan 


Badan Pengurus Pusat 2020-2023

Ketua Umum: Jusman Turnip, S.E

Ketua I: Parulian Damanik, A.Md

Ketua II: Benson Sihaloho

Sekretaris Jendral: Priston Silalahi, S.Kom

Wakil Sekretaris: Ivran Dabukke, S.Pd

Bendahara Umum: Gifson Saxena Sidabutar, S.E

Wakil Bendahara: Tabben Purba.


Badan Penasehat Pusat 2020-2023: 

Ketua: Drs. Van Marlen Turnip

Anggota: Pordinan Napitu, S.H

Anggota: Ir. Haripinto Tanuwidjaja

Anggota: Sediman Frana Turnip

Anggota: Hotbin Tambunan, S.S


Badan Pengurus Wilayah Khusus Kota Batam 2020-2023

Ketua: Saut Pangihutan Sitio

Wakil Ketua: Krisman Sitio

Sekretaris: Marjuki Jaya Putra Dabukke

Bendahara: Ernawati Turnip


Badan Penasehat Wilayah Khusus Kota Batam 2020-2023

Ketua: Sediman Frana Turnip 

Anggota: Ir. Haripinto Tanuwidjaja

Anggota: Patar Pangaribuan, S.E

Anggota: Drs. Jon Piter Turnip.


(Ril)

29 Oktober 2020

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Mengaku Bangga Bagian dari Suku Bugis

 
Serah terima plakat.

Dinamika Kepri, Batam
 - Pjs. Gubernur Bahtiar Baharuddin mengakui bangga menjadi bagian Suku Bugis, karena orang Bugis adalah orang yang senantiasa menjaga kehormatan.

Hal tersebut disampaikan Bahtiar saat menggelar pertemuan dengan Masyarakat Bone Kota Batam di Golden Prawn Bengkong Batam, Kamis (29/10/2020) siang.


Hadir pada pertemuan tersebut Karo Umum Setdaprov Kepri Martin Maromon, Ketua KKSS Kota Batam, Masrur Amin, Ketua IWWS Kepri Hajah Sadik dan masyarakat Bugis lainnya.


Dikatakan Bahtiar, kehormatan sebagai orang Bugis itu ditandai dengan selalu menjaga leluhur nenek moyang dan juga garis keturunan.



Orang Bugis juga sangat kenal sejarah nenek moyang yang peradaban masa lampaunya sangat luar biasa, hingga berjaya menguasai jalur perdagangan dimana daerah tersebut disinggahi.



Pada kesempatan tersebut Bahtiar memang lebih banyak bercerita asal usul suku Bugis dan dirinya.


Juga tentang namanya. Nama Bahtiar yang bermakna bahagia karena berihtiar.


“Nama saya tentu sangat familiar  sebagai anak asli Bone,” jelasnya membuka cerita.


Dari kedua orang tua yang asli Bone, Bahtiar juga menghabiskan masa anak-anak mulai dari SD, SMP hingga SMA di Bone. Kemudian melanjutkan kuliah ke Unhas Fakultas Hukum.


Berjalan satu tahun di Unhas, Bahtiar mengikuti seleksi STPDN di Jatinangor. Diterima, Bahtiar memutuskan meninggalkan Unhas dan menjadi praja selama tiga tahun di STPDN.


Tamat belajar dari STPDN, karir pemerintahan diawali di daerah tempat asalnya. Mulai dari pegawai di Kelurahan, Kecamatan hingga ke Pemerintan Daerah Sulawesi Selatan.


Seiring melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di IIP Jakarta, karir pekerjaan Dirjen Polpum Kemendagri ini ikut berpindah ke kementiran. Setidaknya dia sudah tiga kali bertugas ke Kementerian, hingga terakhir  sekarang di Kamendagri.


Sementara itu Ketua Penasehat Masyarakat Warga Bone Kota Batam KH Mustamin Huzein mengatakan, kalau kegiatan kali ini memang dimaksudkan untuk bersilaturahmi bersama Bahtiar.


“Sebagai Pjs. Gubernur Kepri, beliau juga asli dari Bone. Karena kita satu kampung, maka kesempatan ini kita manfaatkan untuk bertemu langsung dan  bersilaturahmi,” tutur Bustami yang juga Ketua Baznas Kepri. (Ril)

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar: Sumpah Pemuda Moment untuk Bersatu Melawan Covid-19

 

 

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar: Sumpah Pemuda Moment untuk Bersatu Melawan Covid-19

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Pjs. Gubernur Kepulauan Riau H. Bahtiar mengikuti Puncak acara Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke- 92 Tahun 2020 yang di hadiri oleh Bapak Presiden RI  Joko Widodo melalui Aplikasi Zoom dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (28/10/2020).

Turut hadir Pangkogabwilhan I  Laksamana Madya TNI I Nyoman Gede Ariawan, Sekdaprov Kepri H. TS. Arif Fadillah, Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, Danrem 033/ WP Brigjen TNi Harnoto, Ketua Komisi I  DPRD Provinsi Kepri Bobby Jayanto serta sejumlah kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.


Bahtiar pada kesempatan ini mewakili Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan Selamat Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke- 92 Tahun 2020, dan berharap pesratuan dan kesatuan yang telah diperjuangkan oleh tokoh-tokoh terdahulu dapat terus dipertahankan dan dipelihara hingga masa yang akan datang.



“Kami semua di sini, mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda. Peringatan ini menjadi makna penting bagi kita untuk merenung dan memaknai kembali bahwa para pemuda pada zaman penjajahan dahulu menyisihkan berbagai perbedaan yang menyebabkan perpecahan dan mencari persamaan-persamaan untuk membangun NKRI secara utuh,” jelasnya.


Indonesia, menurut Bahtiar dahulunya adalah terdiri dari berbagai kerajaan-kerajaan yang berdiri sendiri dan berjuang untuk kemerdekaannya sendiri. Ada berbagi kerajaan di Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan hingga di Kepulauan Riau yang dulunya adalah kerajaan Riau Lingga. Selain berbeda kerajaan, suku dan  budaya pada saat itu juga di Nusantara ini memiliki berbagai macam jenis bahasa dalam pergaulan dan perdagangan antar wilayah.


Bagaimana hingga terciptanya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah karena mereka memahami persamaan yang dimiliki tanpa memperdebatkan perbedaan yang ada demi kepentingan yang lebih besar. Sehingga tercetuslah Sumpah Pemuda yang  mengaku satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia.


“Oleh karena itu peringatan Sumpah Pemuda ke-92 ini, kita sebagai Negara kesatuan mestinya tidak memperdebatkan lagi perbedaan antara kita, mestinya persamaan-persamaan yang kita miliki harus lebih dikuatkan lagi agar kita tumbuh menjadi bangsa yang tangguh dan maju,” jelasnya.


Terkait pandemi Covid-19 yang kasusnya terus bertambah setiap saat di kepulauan Riau, Bahtiar pada kesempatan ini menyampaikan agar seluruh komponen, baik pemerintahan, swasta dan masyarakat agat taat, patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan kapapnpun dan dimanapun dengan memakai masker, mecuci tangan dan menjaga jarak dan hindari kerumunan.


“Covid ini belum selesai dan masih terus berlangsung bahkan hingga saat ini belum ada obatnya. Vaksinnya pun belum bisa digunakan. Oleh karena itu untuk mencegah agar tidak semakin banyak kasus warga kita yang meninggal akibat virus ini maka saya himbau patuhi protokol kesehatan. Jadikan momentum hari ini Justru untuk bersatu, bagaimana melawan musuh kita bersama yaitu Covid-19,” imbau Dirjen Polpum Kemendagri ini. (Ril)

26 Oktober 2020

Jelang Lomba, Ketua Korcab IV DJA I dan Pengurus Lantihan Membatik

 

Ketua Korcab IV DJA I, Ny. Helena Indarto Budiarto.

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Menjelang lomba membatik Dharma Pertiwi, ketua dan pengurus Cabang IV Daerah Jalasenastri Armada I, kini kembali menekuni membatik kearifan lokal Gurindam dua belas.



Kegiatan latihan membatik tersebut di Taman Satuan Patroli Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Satrol Lantamal IV) Mako Lantamal IV Jl. Yos Sudarso No.1 Batu Hitam Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Senin pagi (26/10/2020).


Terkait kegiatan itu, disela-sela waktu latihan membatik, Ketua Koordinator Cabang IV Daerah Jalasenastri Armada I (Ketua Korcab IV DJA I) Ny. Helena Indarto Budiarto mengatakan, kegiatan itu dilakukan karena dalam waktu dekat ini akan ada lomba membatik.


"Kegiatan membatik kali ini adalah latihan secara intens dalam rangka menghadapi lomba membatik yang diselenggarakan oleh Dhama Pertiwi Pusat  dalam waktu dekat,"ujar Ketua Korcab IV DJA I.


Ia berharap, dengan telah dilakukannya latihan membatik itu, dapat memberikan hasil yang baik dan maksimal pada saat perlombaan nanti.


"Saya berharap, kepada seluruh pengurus yang nantinya akan mengikuti lomba, agar benar-benar melaksankan latihan ini, sehingga nantinya mendapatkan hasil yang membanggakan bagi Korcab IV DJA I," katanya.


Sebagai informasi, Hari Batik Nasional (HBN) tiap tahunnya diperingati setiap tanggal  2 Oktober. Diketahui juga bahwa Batik Indonesia telah ditetapkan sebagai daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Lembaga Internasional pada sidang UNESCO di Abu Dhabi pada 11 tahun yang lalu tepatnya tanggal 2 Oktober 2009. (Ril)

25 Juni 2020

Gelar Tradisi Tahunan, Jajaran Polda Kepri Cuci Pataka Seligi Sakti Marwah Negeri

 
Gelar Tradisi Tahunan, Jajaran Polda Kepri Cuci Pataka Seligi Sakti Marwah Negeri


Dinamika Kepri, Batam – Melakukan tradisi tahunan, jajaran Polda Kepri melakukan upacara pencucian Pataka Polda Kepri "Seligi Sakti Marwah Negeri", Rabu (24/6/20).

Upacara berlangsung dipimpin Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si dengan dihadiri Wakapolda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri dan personel Polda Kepri, di Lobby Utama Polda Kepri.

Pencucian Pataka Polda Kepri "Seligi Sakti Marwah Negeri" berlangsung penuh dengan khidmat ditandai dengan penghormatan kepada Pataka Polda Kepri "Seligi Sakti Marwah Negeri" yang bertujuan untuk mensucikan nilai-nilai luhur yang tertuang dalam Tribrata dan Catur Prasetya.


Mengenai kegiatan itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan kegiatan tradisi tahunan yang selalu rutin dilakukan.

"Upacara pencucian Pataka Polda Kepri "Seligi Sakti Marwah Negeri" merupakan upacara tradisi yang dilaksanakan setiap tahunnya pada saat peringatan Hari Bhayangkara," jelasnya.

Ia menambahkan, pada tanggal 1 Juli 2020 nanti adalah merupakan hari yang bersejarah bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia, salah satu cara terbaiknya adalah mengisi dan mewarnai perjalanan Polri dengan cara memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Lebih lanjut dikatakannya, pencucian Pataka Polda Kepri Seligi Sakti Marwah Negeri juga unutk mengingatkan setiap insan Bhayangkara Polda Kepri supaya tetap berkomitmen dalam bertugas.

"Dengan adanya tradisi pencucian Pataka Polda Kepri Seligi Sakti Marwah Negeri tersebut yakni untuk mengingatkan setiap insan Bhayangkara Polda Kepri tetap berkomitmen menanamkan nilai-nilai luhur Tri Brata dan Catur Presetya dalam melaksanakan tugas melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau," tutup Kabid Humas Polda Kepri. (Ril)

23 Juni 2020

Hadiri Halal Bihalal KKSS Lingga, Isdianto: Silaturahmi itu Membuka Pintu Rezeki

 
Hadiri Halal Bihalal KKSS Lingga, Isdianto: Silaturahmi itu Membuka Pintu Rezeki
Sesi foto bersama usai kegiatan.

Dinamika Kepri, Lingga - Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto mengatakan momen Halal Bihalal adalah momen berkumpul dan bersilaturahim, terlebih dalam keadaan sehat walafiat, merupakan anugerah dan nikmat yang patut kita syukuri. Selain menjaga hubungan dengan Pencipta-Nya, manusia juga diperintahkan untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

“Silaturahmi itu membuka pintu rezeki. Rezeki tidak terbatas pada materi semata. Namun kesehatan, kesempatan, keluarga, sahabat, adalah juga rezeki yang tidak ternilai harganya,” kata Isdianto saat memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Lingga di Gedung Daerah Dabo, Lingga, MInggu, (21/06) sore.

Jika menilik sejarah cerita Isdianto, Sulawesi Selatan dan Kepulauan Riau memiliki hubungan historis yang sangat kuat. Seperti ketahui bersama bahwa banyak pelaut-pelaut Bugis yang sangat terkenal dan cakap dalam menaklukkan samudera pada masa peperangan dahulu. Mereka bahkan menjadi pahlawan yang turut mengusir penjajah dari negeri Kepulauan Riau ini.

“Sampai saat ini masih banyak warga keturunan Bugis yang menetap di beberapa wilayah Kepri dan melahirkan keturunan hingga beberapa generasi. Beberapa daerah kita bahkan memiliki kampung bernama Kampung Bugis,” ungkapnya..

Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan menurut Isdianto tentu menjadi wadah pemersatu masyarakat Bugis perantauan. Prinsip “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” tentu sangat melekat oleh siapapun yang merantau ke negeri orang. Banyak saudara-saudara perantau yang sudah melekat dan menyatu dengan adat budaya tempat tinggalnya, bahkan berasimilasi atau menikah dengan masyarakat tempatan.

“Hal ini tentu saja memperkaya khasanah budaya serta menunjukkan bahwa perbedaan budaya justru dapat menyatukan dan tidak menjadi penghalang. Ini pula yang memperkaya budaya kita serta memperluas wawasan,” ujarnya.

Halal Bihalal di tahun ini jelas Isdianto mungkin terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terkait kondisi Pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Sebagian besar dari kita tidak bisa Mudik atau Pulang Kampung, tidak bisa berjabat tangan langsung. Namun, percayalah semua itu tidak mengurangi esensi dari niat kita untuk saling bermaafan dan menjalin silaturahmi.

“Semoga Halal Bihalal ini dapat lebih mengeratkan tali silaturahim antar masyarakat Sulawesi Selatan di Kabupaten Lingga, serta menjadi ajang untuk tetap memelihara dan melestarikan nilai-nilai budaya Bugis di perantauan,” harapnya.

Sementara itu Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kabupaten Lingga Mustafa dalam laporannya menyampaikan bahwa warga Sulawesi Selatan di Lingga saat ini berjumlah 3.000 orang dan tersebar di 13 Kecamatan dan telah hidup berbaur dengan masyarakat setempat.

“Suku bugis sejak dahulu telah ada dan berperan besar dalam mengusir penjajah di tanah Melayu, oleh karena itu kami merasa bukan sebagai pendatang namun kami merupakan warga Kepri yang dalam darah kami mengalir darah bunda tanah Melayu, maka dari itu kami siap untuk bersinergi dengan Pemerintah untuk membangun Kabupaten Lingga dan Pemerintah Provinsi Kepri yang tercinta ini,” katanya. (Ril)
Scroll to top