Tampilkan postingan dengan label BP Batam. Tampilkan semua postingan

Arus lalu lintas angkutan udara Bandara Hang Nadim pada 2020 mengalami penurunan. Penurunan ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19.
Ilustrasi.

Dinamika Kepri, Batam - Arus lalu lintas angkutan udara Bandara Hang Nadim pada 2020 mengalami penurunan. Penurunan ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19.


GM BUBU Hang Nadim  Batam, Benny Syahroni, mengemukakan, tercatat sebanyak 12.013 pesawat datang dan 12.005 pesawat yang berangkat, serta 731 penerbangan lokal (pesawat kecil) sepanjang tahun 2020. Jumlah ini terhitung kecil jika dibandingkan secara y-o-y dengan total penurunan sebesar -32,43%.


Lebih lanjut, Benny, mengatakan, pada tahun 2020 jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 1.118.729 dan penumpang yang datang tercatat sebanyak 1.163.685 penumpang, serta sebanyak 186.016 penumpang yang transit di Bandara Hang Nadim. 


Total akumulasi penumpang di Bandara Hang Nadim sepanjang Januari sampai dengan Desember 2020 adalah 2,4 juta penumpang, dengan total prosentase penurunan -45,58%.


“Untuk kegiatan bongkar muat bagasi, tercatat sebanyak 4,9 juta kg bongkar dan 8,3 juta kg muat, dengan total akumulasi 13,3 juta kg. Total penurunan -42,90%,” ujar Benny Syahroni.


Sedangkan aktivitas kegiatan bongkar muat barang, sebanyak 14,1 juta kg bongkar, 15,4 juta kg muat, dan 221.589 barang transit. 


Akumulasi kegiatan barang di Bandara Hang Nadim tercatat 29,8 juta kg dengan total penurunan -31,81%.


Benny Syahroni menuturkan, penurunan jumlah penumpang dan kargo di Bandara Hang Nadim terjadi karena pandemi korona melanda Indonesia. Lonjakan arus penumpang terjadi hanya pada menjelang dan setelah perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru (Nataru) 2021.


Benny Syahroni, pihaknya telah meyiapkan pos pemeriksaan Swab Antibodi/Antigen serta posko operasional lainnya yang terdiri dari berbagai unsur di bandara, guna mendukung pelayanan dan memperketat protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 


“Untuk pemeriksaan swab rapid antigen, kami imbau kepada para calon penumpang untuk datang lebih awal ke bandara 2 atau 3 jam sebelum berangkat, agar tidak terburu-buru dan nyaman saat berangkat,” pungkas Benny. (Ril)

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi yang juga Wali Kota Batam, melantik 3 orang pejabat tingkat II dan III di lingkungan BP Batam, Kamis (21/1/2021) pagi, di Balairungsari, BP Batam, Batam Centre.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi saat menyaksikan penandatanganan pengangkatan jabatan oleh tiga pejabat yang baru dilantik, Kamis (21/1/2021). 

Dinamika Kepri, Batam -  Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi yang juga Wali Kota Batam, melantik 3 orang pejabat tingkat II dan III di lingkungan BP Batam, Kamis (21/1/2021) pagi, di Balairungsari, BP Batam, Batam Centre.


Kegiatan pelantikan berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.


Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Pengangkatan Kepala Subdirektorat Pengamanan Aset dan Obyek Vital Direktorat Pengamanan Aset BP Batam.


Kemudian Surat Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Pengangkatan Direktur Evaluasi dan Pengendalian di Lingkungan BP Batam, dan Surat Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 5 Tahun 20201 Tentang Pengangkatan Direktur Bandar Udara dan Teknologi Informasi Komunikasi di Lingkungan BP Batam.


Ketiga Surat Keputusan ini ditandatangani oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, pada Rabu (20/1/2021).


Adapun pejabat tingkat II yang dilantik antara lain:

  1. Amran, sebagai Direktur Bandar Udara Hang Nadim dan Teknologi Informasi Komunikasi,
  2. Mulyadi Iskandar, sebagai Direktur Evaluasi dan Pengendalian.

Sedangkan pejabat tingkat III yang dilantik adalah AKBP S.A. Kurniawan, sebagai Kepala Sub Direktorat Pengamanan Aset dan Obyek Vital Direktorat Pengamanan Aset.


Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam arahannya, mengatakan, dengan hadirnya ketiga pejabat baru tersebut diharapkan mampu memberikan perubahan arah pengembangan menjadi lebih baik, sesuai dengan Rencana Strategis BP Batam 2020-2024 yang telah disiapkan.


“Tentu kita berharap ketiga pejabat ini mampu memberi warna baru di BP Batam. Bukan berarti pejabat sebelumnya tidak baik, namun karena sudah mengakhiri masa kerja di BP Batam, maka ketiga pejabat ini dilantik hari ini,” ujar Muhammad Rudi.


Muhammad Rudi, juga mengajak seluruh karyawan BP Batam untuk bekerja lebih giat agar membawa perubahan yang signifikan di tahun 2021, baik dari segi anggaran dan pembangunan infrastruktur, guna meningkatkan daya saing BP Batam di mata dunia.


“Kita menginginkan peningkatan dari semua sisi, tidak hanya dari sisi realisasi anggaran saja, tapi semua hasil capaian saya harapkan demikian. Semoga dengan tenaga baru, ide-ide dan wawasan baru, apa yang dicita-citakan BP Batam bisa dilaksanakan oleh mereka bertiga,” pungkas Muhammad Rudi. 


Turut hadir dalam pelantikan, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad, beserta para pejabat tingkat II dan perwakilan pejabat tingkat III di lingkungan BP Batam. (Ril)

Bandara Internasional Hang Nadim, yang dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam, memiliki nilai yang sangat strategis
Ilustrasi.

Dinamika Kepri, Batam - Bandara Internasional Hang Nadim, yang dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam, memiliki nilai yang sangat strategis sebagai gerbang transportasi udara dalam sektor bisnis dan perdagangan, karena wilayah Batam merupakan daerah perdagangan bebas (Free Trade Zone).


Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kawasan Bandara Hang Nadim akan dirancang menjadi sebuah kawasan hub logistik yang akan meningkatkan perekonomian dan industri di Kota Batam. 


“Oleh karena itu, pembangunan dan perluasan gedung kargo juga menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung hal tersebut,” kata Muhammad Rudi saat melakukan peninjauan apron dan taxiway yang telah selesai dibangun, Rabu (20/1/2021) pagi, di Bandara Hang Nadim.


Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan tujuan dari peninjauan untuk melihat hasil pembangunan Taxiway dan Apron 04 di Bandara Internasional Hang Nadim yang disiapkan sebagai Hub Logistik.


“Pagi hari ini kita berada di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, tepatnya di Apron kargo yang memiliki Panjang 500 meter dan Lebar 168 meter. Apron kargo yang baru ini mampu menampung 5 pesawat berbadan besar, yaitu pesawat Boeing-777. Kita membangun bandara ini untuk mempersiapkan sewaktu-waktu nanti menjadi bandara yang tidak hanya untuk penumpang, tetapi juga dapat menjadi hub logistik,” kata Muhammad Rudi.


Ia menambahkan, pada tahun ini juga akan dibangun terminal kargo yang dikerjakan secara multiyears yang akan selesai pada tahun 2022. 


“Karena kita sudah merencanakan sebagaimana pembangunan ke depan agar ini menjadi suatu bandara yang betul-betul diminati, tidak hanya nasional, tapi juga internasional. Maka dari itu untuk memenuhi kualifikasi internasional, seluruh kebutuhan infrastruktur harus kita selesaikan. Hari ini kita sudah menyelesaikan Taxiway dan Apron 04,” kata Muhammad Rudi. 


Tidak hanya itu, sistem penanganan barang (handling) juga akan diperbarui menjadi sistem terbaru dengan menggunakan sistem otomatis.


Dalam hal volume, walaupun angka volume kargo eksisting Bandara Hang Nadim berada di bawah perkiraan dalam studi Master Plan Tahun 2018, namun volume angkutan lalu lintas udara di Bandar Udara Hang Nadim Batam, mengalami peningkatan yang pesat dan signifikan dari tahun ke tahun, baik penumpang ataupun kargo. Bahkan di saat pandemi Covid-19, pelayanan kargo di Bandara Hang Nadim terus berjalan.


Saat ini, gedung kargo Bandara Hang Nadim memiliki ukuran 80 m x 32 m dan rencana selanjutnya akan dibangun terminal/gedung kargo dengan luas gedung ± 9.600 m².


Badan Pengusahaan (BP) Batam telah merampungkan pembangunan Taxiway dan Apron 04 di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, pada akhir tahun 2020 lalu.


Apron Kargo ini dibangun sebagai penunjang Gedung Kargo untuk menambah daya saing Batam, yang diproyeksikan akan menunjang Bandara Hang Nadim Batam menjadi Bandara Hub-Logistik Indonesia Bagian Barat.


Pembangunan Apron kargo ini telah dilaksanakan tahun 2020 oleh Kontraktor Nindya Karya dengan Konsultan Supervisi Yodya Karya dengan nilai Kontrak sebesar Rp166.529.321.385,73; dengan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 158 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender.


Selain Taxiway dan Apron 04, BP Batam juga membangun drainase, jalan akses, elektrikal, rerumputan, dan pagar di sekeliling lokasi.


Selanjutnya, di tahun 2021—2022, BP Batam akan membangun gedung/terminal kargo, dengan biaya pekerjaan pembangunannya bersumber dari BLU BP Batam Tahun Anggaran 2021 dengan nilai ± Rp105.015.734.000.


Muhammad Rudi, juga mengemukakan, sesuai rencana ke depan ada dua rencana besar BP Batam, yaitu mengembangkan bandara Hang Nadim dan mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar dan pelabuhan lainnya.


“Ini menjadi prioritas kami dalam memimpin BP Batam, karena menurut kami kedua hal ini akan sangat membantu perekonomian masyarakat Batam dan juga Indonesia,” pungkas Muhammad Rudi. 


(Ril)

Klarifikasi tentang Tagihan Tinggi Rekening Air Periode Pembacaan Desember 2020
Ilustrasi meteran air.

Klarifikasi tentang Tagihan Tinggi Rekening Air Periode Pembacaan Desember 2020


Dinamika Kepri, Batam - Sejak beroperasinya SPAM Batam di bawah koordinasi BP Batam pada tanggal 15 November 2020 lalu, pada saat itu pula terhitung mulai tanggal 16 s/d. 24 November 2020, telah melakukan pembacaan pencatatan meter air dari rumah pelanggan secara langsung.


Adapun aktual data pencatatan meter air periode sebelum tanggal 15 November 2020, didapat resmi dari BP Batam. Kami memastikan bahwa pencatatan yang dilakukan oleh SPAM Batam pada pembacaan perdana, seperti disampaikan di atas, dilengkapi dengan bukti foto angka stand meter yang aktual dari properti pelanggan.


Dasar Hukum yang menjadi dasar/landasan SPAM Batam dalam pembacaan meter air pelanggan secara langsung adalah Peraturan Kepala BP Batam Nomor 24 Tahun 2020, dengan detailnya sebagai berikut:

  1. Pasal 4.2.4 Kewajiban Pihak Kedua, Melakukan pembacaan meter serta mengelola dan mengoperasikan sistem penagihan.
  2. Pasal 19, Air Minum yang dipakai oleh Pelanggan dihitung setiap bulan sekali sesuai penunjukkan Meter Air untuk pencatatan dihitung setiap tanggal 1 s/d. 24 dan penagihan setiap tanggal 1 s/d. 20 setiap bulannya.

Berdasarkan ketentuan di atas, maka data stand pada meter merupakan alat bukti yang dijadikan dasar penagihan ke pelanggan.


Kami informasikan juga bahwa pada bulan Desember 2020, SPAM Batam melakukan pencatatan meter secara penuh untuk seluruh pelanggan, dan menemukan total jumlah sebanyak 0,1% dari total pelanggan dengan tagihan yang ekstrim tinggi, dengan detail permasalahan yang dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. Pelanggan baru yang pada saat serah terima (yaitu tanggal 15 November 2020) belum dilakukan pencatatan secara penuh sehingga pada saat aktual pencatatan yang dilakukan oleh SPAM Batam terjadi lonjakan tagihan yang hal ini merupakan tagihan bulan-bulan sebelumnya;
  2. Berdasarkan validasi lapangan didapatkan kebocoran pada Instalasi Dalam properti pelanggan, dan hal ini sudah dijelaskan ke pelanggan terkait;
  3. Pelanggan yang pada bulan Desember terjadi kenaikan tagihan rekening airnya. Dan setelah dibaca riil di lapangan di bulan Januari 2021, terdapat perbedaan di mana sebagian pelanggan tagihan bulan Januari lebih kecil dari tagihan bulan Desember 2020. Tetapi pada sebagian pelanggan yang lain ditemukan bahwa hasil pembacaan meter bulan Januari 2021 meskipun stand meternya lebih kecil dari tagihan Desember 2020, namun masih lebih besar dari tagihan pada bulan-bulan sebelum tagihan Desember 2020.

Atas kondisi tersebut, maka tagihan untuk bulan Desember 2020 yang akan dibayarkan pada rekening bulan Januari 2021, SPAM Batam telah menagihkan dengan dasar pembacaan sesuai dengan stand meter aktual, dengan melampirkan foto stand meter riil di properti pelanggan sebagai tagihan pencatatan terakhirnya.


Hal ini juga sudah dikomunikasikan SPAM Batam dengan BP Batam sebagai informasi dasar penagihan pembacaan bulan desember 2020 yang akan dibayarkan oleh pelanggan pada periode bayar tanggal 1 s.d. 20 Januari 2021.


Bagi pelanggan yang mendapatkan tagihan tinggi dimohon untuk datang ke Kantor Pelayanan Pelanggan terdekat untuk dapat segera mendapatkan penjelasan secara detail atau menghubungi Call Center 24 jam 150155. (Ril)

Kepala BP Batam Resmikan 5 Layanan Baru di RSBP
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi saat peresmian.

Dinamika Kepri, Batam - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, meresmikan lima layanan baru di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Rabu (13/1/2021). 


Seremoni peresemian dilakukan di ruang pertemuan lantai 4 RSBP Batam, Sekupang, Batam.


Adapun kelima layanan yang diresmikan Kepala BP Batam, berupa CT Scan 128 Slice, ICU PIE, Poliklinik, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), dan Laboratorium PCR.


Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam sambutannya mengharapkan, SIMRS nantinya mampu menjangkau masyarakat dan pihak eksternal lainnya yang terakomodir di dalam sebuah aplikasi telepon seluler.


“Agar sewaktu-waktu masyarakat ingin mengetahui rekam jejak kesehatannya, bisa langsung termonitor secara mandiri. Sehingga jika ingin berobat kembali, semuanya sudah tertera di sana. Lebih cepat dan lebih efisien,” ujar Muhammad Rudi.


Di samping menambah devisa daerah, hadirnya layanan RSBP yang terbaru, diharapkan Muhammad Rudi, menjadi awal langkah konkrit BP Batam dalam meningkatkan pelayanan dan kenyamanan calon pasien, sembari menunggu proses legalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bidang Kesehatan yang akan diterapkan di RSBP Batam.


“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, RSBP Batam dapat menjadi proyek percontohan di Indonesia sebagai KEK Kesehatan. Bila prosesnya selesai dan izinnya sudah keluar, maka banyak sekali kemudahan yang akan diterima oleh RSBP Batam,” jelas Muhammad Rudi.


Direktur RSBP Batam, dr. Afdhalun Hakim, dalam pemaparannya mengemukakan, di antara kelima layanan diresmikan tersebut, SIMRS menjadi salah satu prioritas dalam program pengembangan RSBP Batam. 


Menurutnya, SIMRS yang merupakan urat nadi rumah sakit harus dikelola dengan baik, karena hal tersebut akan berdampak besar pada pengelolaan manajemen di rumah sakit secara simultan.


“Keuntungan dari sistem yang baru ini adalah keandalan sistem yang terukur, paperless, dan komprehensif dengan sistem pendukung lainnya. Jadi mulai status pasien, unit gawat darurat, poliklinik, keuangan, dan obat-obatan semuanya sudah terintegrasi lebih baik di sistem,” kata Afdhalun.


Setelah terintegrasi dengan BPJS dan Kementerian Kesehatan RI, dampak yang signifikan terjadi dari pengelolaan SIMRS adalah penghematan dan efisiensi, baik biaya maupun beban kerja petugas.


“Dengan slogan “New RSBP, New Spirit, New Services”, kami berharap ke depannya, sejumlah fasilitas pendukung dapat diperbanyak, baik infrastruktur fisik maupun sumber daya manusia yang kompeten, guna meningkatkan pelayanan RSBP Batam yang lebih prima dari sebelumnya,” kata Afdhalun.


RSBP Batam sendiri diketahui telah lulus akreditasi dengan status tertinggi lima bintang, yaitu Paripurna, yang diterbitkan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) sebagai wujud komitmen manajemen RSBP Batam.


Turut hadir dalam acara, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas 1 Kota Batam, Budi Santoso, Kepala Satuan Pemeriksa Intern BP Batam, Konstantin Siboro, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, dan jajaran RSBP Batam.  (Ril)


Penerapan Auto Gate System yang dijadwalkan akan diluncurkan pada akhir Januari 2021 ini menjadi bukti bahwa BP Batam, melalui Badan Usaha Pelabuhan, terus berupaya mengubah wajah Batu Ampar.
Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam. (Foto: Istimewa)

Dinamika Kepri, Batam - Penerapan Auto Gate System yang dijadwalkan akan diluncurkan pada akhir Januari 2021 ini menjadi bukti bahwa BP Batam, melalui Badan Usaha Pelabuhan, terus berupaya mengubah wajah Batu Ampar.


Pada tahun 2020, BUP BP Batam juga telah menerapkan digitalisasi dalam pelayanan jasa kepelabuhanan.


Direktur BUP BP Batam, Nelson Idris mengatakan Pelabuhan Batu Ampar telah ditunjuk oleh Pemerintah Pusat menjadi pilot project penerapan sistem National Logistik Ecosystem (NLE) melalui Batam Logistic Ecosystem (BLE).


NLE sendiri memperkaya peran Indonesia National Single Window (INSW) yang mengintegrasikan perizinan lebih dari 15 Kementerian/lembaga (K/L) di lingkungan pemerintah (government to government).


"Sementara NLE tidak hanya mengkomodir kolaborasi G2G tetapi juga mampu memfasilitasi kolaborasi platform business to business (B2B) dari hulu ke hilir," jelas Nelson, Jumat (8/1/2021).


Dikatakan, NLE sendiri merupakan aplikasi yang dibangun oleh pemerintah sebagai wadah bertemunya pengusaha dan para pemilik platform.


"Tujuannya, memutus  mata rantai birokrasi layanan logistik dan membuka informasi layanan kepada publik seluas-luasnya yang pada akhirnya akan menurunkan biaya logistik,” ujar Nelson.


Untuk skala Batam, lanjut Nelson, dibentuklah Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang memungkinkan diterapkannya single entry untuk semua layanan perizinan dalam satu platform terintegrasi yang melibatkan regulator, seperti BP Batam, KPU Bea Cukai Batam, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam, Kantor Imigrasi Batam dan Balai Karantina Batam.


"Sehingga pengguna jasa cukup satu kali melakukan input data yang akan secara otomatis terhubung dengan platform di instansi lainnya," kata Nelson.


Jika penerapan BLE ini berjalan dengan baik, Nelson tak memungkiri bahwa sistem ini akan diduplikasi di kota-kota lainnya dan terintegrasi dalam sistem induk bernama National Logistic Ecosystem (NLE).


Selain memberikan kemudahan bagi pengguna jasa karena lebih efisien dari segi pengisian data, ia berharap penerapan BLE maupun NLE nantinya dapat berimplikasi pada penurunan biaya logistik.


“Efisiensi waktu dalam hal pengurusan administrasi membuat pelayanan juga lebih cepat sehingga biaya-biaya yang tidak resmi bisa diminimalisir sehingga biaya logistik dapat lebih murah,” ujarnya.


Nelson menambahkan, bahwa ada banyak kemudahan yang kini dapat dirasakan para pengguna jasa kepelabuhanan dengan digitalisasi.


Untuk pengurusan Pemberitahuan Kedatangan Kapal Asing (PKKA) misalnya, yang dahulu hanya bisa diurus di Pusat (Kementerian Perhubungan), kini telah dilimpahkan kewenangannya kepada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam dan Tanjung Balai Karimun sehingga proses pengurusan hanya memakan waktu satu jam saja.


“Dulu PKKA mengurusnya bisa 3-4 hari, sekarang satu jam bisa keluar. Jadi memang pengusaha dipermudah sekali dengan adanya digitalisasi,” imbuh Nelson.


Bentuk penerapan digitalisasi lainya yang juga mempermudah pengusaha adalah penerapan Inaportnet yang ditandai dengan pelaksanaan Go Live Inaportnet pada Kamis, 5 November 2020.


BUP BP Batam dan KSOP Khusus Batam telah berkoordinasi sejak September 2020 untuk mempersiapkan penerapan Inaportnet di Batam melalui kegiatan sosialisasi dengan para stakeholder terkait, seperti Perusahaan Pelayaran, Perusahaan Bongkar Muat dan Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi.


“Dengan dilaksanakannya Go Live Inaportnet maka pelayanan kapal dan barang di pelabuhan di Batam wajib menggunakan Inaportnet, sehingga mempermudah bagi BUP BP Batam dan KSOP Khusus Batam dalam melakukan pengawasan, pengendalian dan pengaturan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan Batam," kata Nelson.


"Harapannya sistem Inaportnet ini juga akan terhubung dengan sistem Indonesia National Single Window (INSW) dan National Logistik Ecosystem (NLE),” tambahnya.


Nelson tak menampik bahwa perubahan-perubahan ini terjadi karena dukungan Pemerintah Pusat, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi yang selalu mendorong agar Batam bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia dalam menciptakan iklim investasi yang menggairahkan terutama di sektor maritim.


Dari hasil rapat daring maupun offline bersama Pemerintah Pusat inilah, institusi terkait di Batam terus menggenjot progress perbaikan di masing-masing internal hingga integrasi sistem berhasil diwujudkkan.


“Dengan integrasi sistem ini diharapkan pelayanan tatap muka dengan petugas dapat dikurangi dan progress layanan dari masing-masing instansi juga dapat terbaca secara transparan di platform yang terintegrasi,” pungkasnya. (Ril)

Pelabuhan Batu Ampar terus berbenah demi memberikan pelayanan yang efektif dan efisien bagi para penguna jasa.
Direktur BUP BP Batam, Nelson Idris (tengah).

Dinamika Kepri, Batam -  Pelabuhan Batu Ampar terus berbenah demi memberikan pelayanan yang efektif dan efisien bagi para penguna jasa.


Direktur BUP BP Batam, Nelson Idris, mengatakan, bahwa dalam waktu dekat pihaknya bersama KPU Bea Cukai  Batam akan segera meluncurkan Auto Gate System di Pelabuhan Batu Ampar.


"Auto Gate System sendiri merupakan fasilitas pelabuhan yang menggunakan sistem otomasi sehingga pengguna jasa yang akan masuk dan keluar dari area pelabuhan akan terekam secara otomatis di sistem tanpa perlu mengantre, yang kerap menyebabkan kemacetan di ruas jalan Batu Ampar," Jalas Nelson, Jumat (8/1/2021).


Dijelaskan, Auto Gate System ini akan terhubung dengan aplikasi milik Bea Cukai, sehingga nantinya tidak perlu lagi ada pengecekan manual oleh petugas di Pos Keluar.


Diharapkan, penerapan otomasi melalui Auto Gate System ini dapat menjawab keluhan para pengguna jasa yang selama ini harus mengantre panjang di pos pemeriksaan Bea Cukai saat kegiatan bongkar muat sedang padat di Pelabuhan Batu Ampar.


Selain itu, kata Nelson, Auto Gate System ini juga dapat meningkatkan sistem keamanan pelabuhan karena tak semua kendaraan dapat bebas lalu lalang di Pelabuhan yang telah menerapkan ISPS Code ini.


“Sistem ini mengharuskan pengguna jasa untuk mengurus pass tahunan terlebih dahulu baru mendapatkan kartu pass yang bisa digunakan untuk masuk dan keluar lewat Auto Gate System ini. Sehingga dengan penerapan Auto Gate System ini, ISPS Code juga kita jalankan,” pungkasnya. (Ril)

Direktur PT Moya Sutedi Raharjo (Kanan) saat melakukan Konferensi Pres di Marketing Center BP Batam, Kamis (7/1/2021).

Dinamika Kepri, Batam - Menanggapi terkait keluhan pelanggan yang mengalami kenaikan lonjakan tarif air minum di Batam, BP Batam dan PT Moya Indonesia menggelar Konferensi Pres di Marketing Center BP Batam, Kamis (7/1/2021).


Dalam acara konferensi pers tersebut, Direktur PT Moya Indonesia Sutedi Raharjo mengatakan, bahwa saat ini ada 300 lebih pelanggan yang mengalami kenaikan tarif.


"Ada 300 lebih pelanggan yang mengalami kenaikan lonjakan tarif di sebabkan oleh beberapa faktor"ungkap Sutedi


Sutedi mengatakan diantara faktor kenaikan tarif yang di alami pelanggan  mulai dari kenaikan pemakaian air sampai ada yang mengalami kebocoran Viva"ujarnya.


Lebih lanjut lagi kata Sutedi,bahwa saat ini tim dari PT Moya sudah turun langsung mengkroscek kelapangan untuk memastikan keluhan pelanggan tersebut.


Dan untuk keluhan pelanggan mengalami lonjakan tarif, PT Moya akan berkordinasi dengan BP Batam, Karena tarif sudah di catatkan di pembukuan PNBP pembayaran PT Moya dan tidak mungkin mengurangi tersebut.


"Untuk mengatasi keluhan pelanggan tersebut, PT akan kordinasi dengan BP Batam apakah bisa dicicil atau tidak,kalau untuk mengurangi tidak mungkin"Kata Sutedi


Untuk di ketahui sistim pencatatan yang di pakai oleh PT Moya menggunakan sistem foto meteran dari bulan lalu hingga bulan sekarang.


"Jadi sistem kita pakai mencatat meteran pelanggan mengunakan meteran foto jadi tidak mungkin salah dari PT kami," tutup Sutedi. (Ril)

Guna menambah daya saing, Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan penyesuaian tarif Layanan Air Limbah yang disosialisasikan

Dinamika Kepri, Batam - Guna menambah daya saing, Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan penyesuaian tarif Layanan Air Limbah yang disosialisasikan kepada para tenant yang tergabung dalam Kawasan Pengelolaan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (KPLI-B3) Kabil, pada Kamis (7/1/2021) di Gedung Marketing Center BP Batam, Batam Centre.


Perubahan besaran tarif layanan ini tertuang dalam Perturan Kepala BP Batam Nomor 28 Tahun 2020 Atas Perubahan Peraturan Kepala BP Batam Nomor 15 tahun 2018 Tentang Pengelolaan Tarif Layanan dan Tata Cara Pengadministrasian Keuangan Sumber Daya Air, Limbah, dan Lingkungan pada Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan.


General Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan, Ibrahim, mengatakan, penyesuaian tersebut perlu dilakukan untuk memberikan kontribusi terhadap biaya operasi dan pengelolaan kawasan.


“Ada beberapa tarif, khususnya dalam pengelolaan KPLI–B3 Kabil yang harus diturunkan agar memiliki daya saing. Namun juga ada tarif sewa yang dinaikkan dengan mempertimbangkan biaya operasional dan biaya pemeliharaan yang semakin tinggi,” ujar Ibrahim.


Kenaikan tarif tersebut, lanjut Ibrahim, juga dipicu oleh biaya operasional dan pemeliharaan kawasan serta fasilitas KPLI–B3 Kabil yang cukup besar, menilik biaya-biaya yang telah dikeluarkan tahun 2019 mencapai lebih dari Rp 4 milyar untuk membiayai operasional, pemeliharaan dan pembangunan fasilitas.


Adapun penyersuaian tarif layanan jasa sarana dan prasarana Kawasan Pengelolaan Limbah Industri (KPLI-B3) mencakup tarif sewa lahan per m²/tahun, tarif sewa pemakaian jasa timbang, ruang kantor, forklift, loading bay, biaya pengelolaan kawasan KPLI-B3 berupa keamanan, kebersihan, pemeliharaan jalan/drainase, lampu penerangan jalan, dan IPAL, serta biaya pass masuk orang dan kendaraan.


Meski memberlakukan kenaikan pada beberapa tarif layanan, Ibrahim, mengatakan, para tenant memberikan respon positif atas penyesuaian tersebut.


“Secara umum responnya baik, selagi tujuannya untuk mendukung pengembangan fasilitas dan meningkatkan pelayanan, para tenant mendukung kebijakan yang ditetapkan oleh BP Batam,” tutur Ibrahim.


Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pentarifan BP Batam, Haris Adi Purnomo, Manager Komersial BP Batam, Lusy Novita, Asisten Manager Pemasaran Dan Pengembangan Usaha, Dedi Suherli, Asisten Manager Tata Lingkungan BP Batam Suriadi Sembiring, serta dihadiri oleh lebih dari 20 perwakilan tenant KPLI BP Batam. (Ril)

Ilustrasi.
Dinamika Kepri, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam, melalui Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, mencatat total realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Batam pada Triwulan I hingga Triwulan III tahun 2020 mencapai USD 389 juta, dengan total 1.231 proyek.


Data tersebut dikutip dari Pusat Data dan Informasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, yang disampaikan oleh Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana. 


Harlas Buana, mengatakan, nilai investasi PMA di Batam sempat mengalami penurunan di Triwulan II akibat pandemi Covid-19 yang sempat melemahkan beberapa sektor ekonomi di Kota Batam.


“Meski demikian, jumlah investasinya mengalami peningkatan, yaitu dari USD 118 juta menjadi USD 270 juta pada Triwulan III,” ujar Harlas, Selasa (29/12/2020).


Harlas melanjutkan, sektor Industri Mesin dan Elektronik menjadi penyumbang utama pada realisasi investasi tahun ini, dengan total 223 proyek dengan nilai investasi USD 259 juta. 


Disusul sektor Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain dan sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran.


Hingga Triwulan ketiga 2020, berdasarkan nilai investasi, Luxembourg merupakan negara tertinggi yang menanamkan investasinya sebesar USD 140 juta dengan 5 proyek. 


Sedangkan berdasarkan jumlah proyek per negara (lima besar), hingga Triwulan III, Singapura masih merupakan negara terbanyak dengan total 625 proyek dan nilai investasi USD 132 juta. 


Disusul Malaysia dengan 113 proyek dengan nilai investasi sebesar USD 12.201,5 juta. 


Kemudian, RRT dengan 84 proyek dan nilai investasi sebesar USD 21.414,6 juta. Taiwan dan Jepang, masing-masing USD 13.057,2 juta dan USD 10.270,9 juta.


Lalu Australia sebanyak 40 proyek dengan nilai investasi USD 16.790,3 juta.


Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu menyampaikan, meski terkendala pandemi Covid-19, Batam masih menjadi salah satu destinasi investasi untuk menanamkan modal. Hal ini menandakan optimisme para penanam modal terhadap iklim investasi di Batam.


Harlas Buana, berharap, realisasi investasi ini mampu meningkatkan gairah investasi PMA di Batam, serta menyerap tenaga kerja di Batam meskipun masih dalam pandemi Covid-19.

(Ril)

Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan Pengusahan (BP) Batam menggelar rapat Koordinasi Keamanan dan Persiapan Angkutan Natal tahun 2020 dan Tahun Baru (Nataru
Suasana rapat di Ruang BUP BP Batam.

Dinamika Kepri, Batam- Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan Pengusahan (BP) Batam menggelar rapat Koordinasi Keamanan dan Persiapan Angkutan Natal tahun 2020 dan Tahun Baru (Nataru) 2021 untuk mengantisipasi lonjakan angkutan penumpang, pada Jumat (18/12/2020) di Ruang Rapat BUP BP Batam.


Rapat kordinasi dihadiri oleh Perwakilan Polresta Barelang, Perwakilan Lanal Batam, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, Kantor Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam, Ditpam BP Batam dan beberapa unsur lainnya.


General Manager Pelabuhan Penumpang BP Batam, Ferry Wise Manullang, saat memimpin rapar koordinasi, menyampaikan, menghadapi lonjakan penumpang pada Natal dan tahun baru, pelabuhan penumpang sudah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung lonjakan penumpang yang nantinya akan menyangkut kenyamanan penumpang.


“Kita sudah mempersiapkan tiga pelabuhan domestik yaitu Telaga Punggur, Sekupang dan Pelni. Kita juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, yaitu Kepolisian, TNI Angkatan Laut, KKP, KSOP, Balai Karantina, dan lainnya. Dari hasil rapat tadi semua instansi terkait sudah siap mendukung, Dan semoga  berjalan dengan lancar,” kata Ferry Wise.


Persiapan ini sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Perhubungan bahwa kegiatan Natal dan tahun baru dimulai dari H-7 sampai H+7, yaitu pada tanggal 18 Desember 2020 sampai dengan 8 Januari 2021.


Ferry juga mengimbau kepada instansi terkait dan penumpang untuk sama-sama mencegah penyebaran Covid-19.


"Karena kita masih dalam masa pendemi, kita berkordinasi dengan instansi terkait untuk sama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Dan kepada para penumpang yang hendak berpergian untuk tetap mematuhi perotokol Kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” ujar Ferry Wise. (Ril)

Badan Pengusahaan (BP) Batam, menerima kunjungan delegasi Kantor Perwakilan Perdagangan Rusia, Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia
Dinamika Kepri, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam, menerima kunjungan delegasi Kantor Perwakilan Perdagangan Rusia, Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia, Kamis (10/12/2020) di Marketing Center BP Batam, Batam Centre, Batam. 


Kunjungan Deputi Kantor Perwakilan Perdagangan Rusia, Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia, Pavel Sorokin, bersama Kepala Divisi Ekspor Perwakilan Perdagangan Rusia, Ilya Shirmanov, diterima langsung oleh Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, didampingi Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana, Kepala Sub Direktorat Pelayanan Penanaman Modal BP Batam, Wildan Arief, General Manager Pelabuhan Barang BP Batam, Kurnia Budi, dan Kepala Bagian Promosi BP Batam, Ariastuty Sirait.


Deputi Kantor Perwakilan Perdagangan Rusia, Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia, Pavel Sorokin, mengatakan, pihaknya telah membidik Batam sebagai salah satu wilayah tujuan investasi dengan mengedepankan teknologi sains, seperti aeronavigasi hingga perkapalan.


Menurutnya, dengan letak kawasan yang strategis dan kegiatan perdagangan yang baik, Batam dinilai sebagai lokasi yang tepat untuk melangsungkan bisnis.


“Kami memilih Batam atas kesadaran bahwa Batam merupakan salah satu dari pusat bisnis di Indonesia. Daerahnya sangat menarik dengan regulasi-regulasi yang tepat untuk para pebisnis,” kata Pavel.


Ia mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk menyiapkan para pengusaha Rusia melalui asosiasi perdagangan, serta menggandeng BP Batam sebagai lembaga pemerintah untuk menyokong persiapan para pengusaha Rusia berinvestasi di Batam.


Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, dalam kesempatan tersebut memaparkan lima bidang yang ditawarkan kepada Kantor Perwakilan Perdagangan Rusia, Kedutaan Besar Rusia, yaitu master developer yang dapat mengembangkan beberapa project di bawah BP Batam, antara lain bidang kesehatan, dengan pengembangan rumah sakit dari sisi teknologi, perobatan, fasilitas dll.


“Saat ini Rumah Sakit BP Batam tengah kami persiapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Bidang Kesehatan di Batam. Nantinya ini akan mencakup advanced research center, dengan fokus pengobatan kanker dan kardiovaskular,” ujar Syahril.


Kedua, bidang kepelabuhanan, untuk mengembangkan fasilitas dan juga pasar pelabuhan, sehingga bisa menurunkan biaya logistik.


Ketiga, bidang airport, pengembangan bandara walaupun sudah menunggu lelang internasional, tapi masih terbuka kesempatan untuk melakukan kerjasama.


Keempat, bidang teknologi informasi, pengembangan data centre dan teknologinya, dan kelima adalah bidang perminyakan (oil). Syahril, berharap, Rusia juga bisa mengembangkan usaha perdagangan minyak di Batam, sehingga bisa berkompetisi dan mampu mendorong penurunan biaya logistik.


Ia berharap, akan ada tindak lanjut dari pertemuan ini di kesempatan berikutnya agar mampu mendorong daya saing Batam di mata dunia. (Ril)

Proyek Revitalisasi Jaringan Listrik Terminal 1 Bandara Hang Nadim dengan Pelaksana PT Nihon Global Tech dengan nilai kontrak sebesar Rp. 52.848.671.000

Dinamika Kepri, Batam - Proyek Revitalisasi Jaringan Listrik Terminal 1 Bandara Hang Nadim dengan Pelaksana PT Nihon Global Tech dengan nilai kontrak sebesar Rp. 52.848.671.000 dan Konsultan Pengawas PT Marga Nusantara Persada dengan nilai kontrak sebesar Rp. 1.670.200.000, dimulai, Selasa (8/12/2020).



Peresmian dimulainya proyek pekerjaan tersebut ditandai dengan penyerahan helm dan rompi keselamatan kerja yang diserahkan dari BP Batam, selaku pemilik proyek yang diwakili oleh Kepala Seksi Pembangunan Bandara Direktorat Pembangunan Infrastruktur Kawasan kepada Pimpinan pelaksana proyek PT Nihon Global Tech dan Konsultan Pengawas PT Marga Nusantara Persada, di ruang EOC (Emergency Operation Center) Bandara Hang Nadim, Batam.


Pada kesempatan ini, PT Nihon Global Tech, terlebih dulu memperkenalkan tim yang akan bertugas menjalankan proyek dan memaparkan perencanaan pelaksanaan proyek yang akan dilaksanakan. 


Kepala Seksi Pembangunan Bandara Direktorat Pembangunan Infrastruktur Kawasan, Teuku Ridwan Effendy, menyampaikan bahwa pemenang tender dalam proyek ini adalah PT Nihon Global Tech dan kontraknya dimulai dari tanggal 7 Desember 2020 sampai 7 Oktober 2021. 


Subandi, selaku pendamping kontrak dari LKPP, mengatakan, proyek ini masih pada tahap pertama setelah penandatanganan kontrak sebelumnya dan hari ini dilaksanakan Pre-Construction Meeting.


"Progres perjalanan proyek baru masuk tahap pertama setelah kemarin penandatanganan kontrak dan hari ini Pre-Construction Meeting," kata Subandi.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan jajaran operasional Bandara Hang Nadim Batam. Kegiatan Pre-Construction ini kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lokasi Panel Room Unit Listrik Hang Nadim. (Ril)

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Kawasan Maritime City di Pulau Galang

Dinamika Kepri, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Kawasan Maritime City di Pulau Galang, Minggu (29/11/2020), di Ruang Pertemuan Graha Kepri, Batam Center.


Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, TS. Arif Fadhillah dan Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan Investasi BP Batam, Sudirman Saad, yang disaksikan oleh Pjs. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Bahtiar Baharuddin, dan Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto.


Turut hadir juga para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.


Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto, dalam sambutannya, mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan sebagai komitmen BP Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mengoptimalkan pengembangan Kawasan Maritim Galang yang menyimpan potensi kelautan dan perikanan yang besar.


“Jadi fokus kerja sama ini adalah pemanfaatan aset dan sumberdaya alam. Bila kedua hal ini bisa dilakukan dengan baik, maka nilai daya saing Batam, khususnya bagi pengembangan ekonomi di sektor kelautan bisa meningkat,” ujar Purwiyanto.


Ia berharap, seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan kawasan ini sadar pentingnya pengembangan ini untuk kemaslahatan masyarakat. 


Purwiyanto juga mengatakan, BP Batam akan mendukung penuh kegiatan ini agar berjalan lancar dan mengawal pelaksanaannya hingga selesai.


Sementara itu, Pjs. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Bahtiar Baharuddin, mengatakan, 96% wilayah Provinsi Kepulauan Riau adalah laut dan 4% sisanya merupakan daratan. 


Dari total wilayah tersebut kontribusi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya 38% saja.


“Saya sudah diskusi dengan masyarakat setempat, baik para nelayan dan warga, kami temukan beberapa masalah dalam pengelolaan hasil laut. Jadi dengan Nota Kesepakatan ini, kami harapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri,” kata Bahtiar.


Bahtiar menilai, industri yang telah ada di Batam belum mampu menampung potensi perikanan di Provinsi Kepulauan Riau.


“Jadi melalui konsep pengembangan industri maritim Galang ini, kami yakin mampu menumbuhkan optimisme, khususnya para nelayan. Karena ini manfaatnya akan terasa langsung kepada mereka,” ujar Bahtiar. 


Ruang lingkup perjanjian ini mencakup, penyiapan studi pendahuluan, konsolidasi dan sinkronisasi pengadaan, persiapan regulasi, serta pengalokasian lahan untuk sarana dan prasarana yang mendukung program. (Ril)

Jasa Raharja bersama BP Batam melakukan penanaman pohon bersama, pada Jumat (27/11/2020) pagi


Dinamika Kepri, Batam - Jasa Raharja bersama BP Batam melakukan penanaman pohon bersama, pada Jumat (27/11/2020) pagi, bertempat di Daerah Tangkapan Air Waduk (DTA) Duriangkang, Senjulung, Batam.


Kegiatan yang mengusung tema “Hijaukan Alam Untuk Negeri” ini dihadiri oleh General Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan BP Batam, Ibrahim Koto dan Plt. Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kepri, Masna Firles beserta jajarannya. 


“Kami mengapresiasi inisiasi Jasa Raharja yang telah turut serta berpartisipasi untuk melestarikan penghijauan di DTA Waduk di Batam, terutama Waduk Duriangkang. Karena sebagian besar pasokan air baku di Batam berasal dari waduk ini,” ujar General Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan BP Batam, Ibrahim Koto.



Lebih lanjut, Ibrahim, mengatakan, BP Batam telah melakukan pemasangan pagar pada sebagian Waduk Duriangkang sebagai langkah preventif perusakan DTA. 


Ia juga menjelaskan pentingnya penghijauan di DTA untuk menjaga ketersediaan air baku di Waduk.


“Prinsipnya, air yang terserap di DTA pada akhirnya akan mengalir ke waduk. Sehingga, di saat air waduk kita berkurang karena terus digunakan oleh kebutuhan rumah tangga dan industri, DTA yang terjaga kandungan airnya, mampu menjadi sumber cadangan air yang akan memenuhi waduk,” jelas Ibrahim.


Ia berharap kegiatan penghijauan yang dilakukan Jasa Raharja dapat berlanjut di masa mendatang dan menjadi inspirasi bagi instansi dan komunitas penghijauan di Batam, sebagai wujud kepedulian menjaga keseimbangan pasokan air baku di Batam.


Plt. Kepala Jasa Raharja Cabang Kepri, Masna Firles, mengatakan, terdapat 500 bibit pohon yang ditanam dengan jenis tanaman berdaya serap air tinggi. 


Ia mengatakan, penanaman pohon ini dilaksanakan sebagai rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun PT Jasa Raharja ke-60 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.


“Penanaman pohon ini juga kami laksanakan untuk memenuhi salah satu misi PT Jasa Raharja, yaitu bakti kepada lingkungan. PT Jasa Raharja Cabang Kepri sendiri sebelumnya sudah melakukan kegiatan penghijauan beberapa kali, salah satu di antaranya adalah penanaman pohon mangrove di Kampung Terih dan Pulau Sempadan,” ujar Masna. (Ril)

Badan Pengusahaan (BP) Batam bekerja sama Kementerian Perindustrian RI menggelar Sosialisasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) di Meeting Room Asialink Hotel
Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana foto bersama dengan para anggota DPRD Batam di acara BP Batam Gelar Workshop SIINas Bagi Pelaku Usaha di Meeting Room Asialink Hotel, Batam, Rabu (25/11/2020).

Dinamika Kepri, Batam - Dalam rangka penerapan kebijakan pengembangan industri yang baik dan efektif yang mana diperlukan dukungan data yang valid dan terkini, Badan Pengusahaan (BP) Batam bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI menggelar Sosialisasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) di Meeting Room Asialink Hotel, Batam, Rabu (25/11/2020). 


Sosialisasi ini juga bertujuan untuk memantau kondisi industri dan kawasan industri secara menyeluruh, serta menghimpun data yang lengkap dan rinci, dan penyederhanaan perizinan.


Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana menjelaskan, sosialisasi ini merupakan bagian dari peran BP Batam untuk memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha di Batam. 


Menurutnya, inovasi dan perbaikan dibutuhkan untuk mempercepat produksi industri di Batam.


“Kawasan industri, perusahaan, dan aktivitas perdagangannya menjadi satu-kesatuan untuk meningkatkan produksi, agar sejalan dengan misi Kementerian Perdagangan RI yang kini sedang menjaga fokus tren neraca perdagangan dengan memperbesar ekspor,” ujar Harlas.


Ia mengimbau agar para peserta workshop dapat memanfaatkan pertemuan ini dengan baik dan dapat mengisi data pada sistem SIINas dengan lengkap.


Kegiatan ini menghadirkan Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian RI, Janu Suryanto, sebagai narasumber.


Dalam paparannya, Janu Suryanto, menyampaikan beberapa hal terkait penyampaian laporan data dan pemanfaatan SIINas bagi pelaku usaha.


Dikatakan Janu, total Laporan Perusahaan Kota Batam pada Semester 1 tahun 2020, saat ini hanya mencapai 141 perusahaan atau 3 persen dari jumlah keseluruhan.


“Padahal jika SIINas ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, banyak kemudahan yang didapatkan oleh para pelaku usaha, seperti mengetahui potensi bahan baku industri, tersedianya database paten, maupun adanya rekomendasi penetapan harga produk usaha tertentu,” jelas Janu.


Ia menambahkan, nilai ekspor Migas dan Non Migas pada Oktober 2020 mencapai US$14,39 Miliar, di mana mengalami kenaikan 3,09 persen dibanding September 2020. 


Sedangkan untuk impor pada Oktober 2020 mengalami penurunan -6,79 persen dibanding September 2020.


“Untuk itu, Pemerintah sudah menyiapkan beberapa langkah strategis program subtitusi impor 35 persen dengan peningkatan utilisasi produksi seluruh sektor industri pengolahan pada tahun 2022 diperkirakan mencapai 80 persen, ” ungkap Janu.


Turut hadir dalam acara itu dihadiri oleh Ketua Koordinator Wilayah Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri OK Simatupang, Wakil Koordinator Wilayah Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hioeng dan Kepala Sub Direktorat Pelayanan Penanaman Modal Wildan Arief. (Ril)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.