Dinamikakepri: Amat Tantoso
Tampilkan postingan dengan label Amat Tantoso. Tampilkan semua postingan

12 Mei 2019

PH Amat Tantoso Minta Kepolisian agar Kelvin Hong Ditetapkan jadi Tersangka

 
Tantimin SH., MH.

Dinamika Kepri, Batam - Penasehat Hukum (PH) Amat Tantoso (AT), Tantimin, SH mengapresiasi langkah pihak Kepolisian Polresata Barelang yang akhirnya menahan Mina Manager Operasional di PT Hosana Exchange milik AT pada  Jumat (10/5/2019) lalu.

Selain menyampaikan apresiasinya kepada pihak Polresta, melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Tantimin juga berharap agar Polresta dapat segera menetapkan Hong Kong Chen alias Kelvin Hong sebagai tersangka penipuan dan menangkapnya.

"Saya harap Polresta juga segera menetapkan Kelvin sebagai tersangka dan menahannya, " ujar Tantimin, Minggu (12/5/2019).

Dikatakan Tantimin, Kelvin Hong dan Mina adalah 2 orang yang bersama-sama merugikan kliennya (AT) dengan kerugian yang berjumlah miliaran rupiah.

Keduanya kata Tantimin, telah dilaporkan dengan dugaan melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan pasal 374 atau penipuan 378.

Baca juga: Gara-gara Hutang, Amat Tantoso Tikam Kelvin Hong Pakai Sangkur 

Perkara AT dengan Kelvin Hong dan Mina ini, sebelumnya sempat menghebohkan di Kota Batam, pasalnya AT yang terkenal sebagai pengusaha sukses di Batam, menikam Kelvin Hong dengan sangkur di sebuah restauran di bilangan Jodoh pada Rabu malam (10/4/2019) lalu, lantaran si korban warga Malaysia itu diduga telah menipu tersangka AT dengan memberikan cek kosong.

Akibat peristiwa penikaman itu, kemudian AT lalu ditetapkan jadi tersangka dan  mendekam di sel jeruji Mapolresta Barelang. Sedangkan korban akibat dari penikaman itu, sempat dirawat di rumah sakit dan saat ini tengah  menjalani tahap penyembuhan. (Ril/KJN)

12 April 2019

Gara-gara Hutang, Amat Tantoso Tikam Kelvin Hong Pakai Sangkur

 
Kapolresta Barelang, Kombes Pol.Hengki gelar Press Rilis terkait penikaman warga Malaysia di Harbourbay, di Polresta Barelang, Kamis (11/4/2019) sore.

Dinamika Kepri, Batam - Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, Kamis (11/4/2019) sore, melakukan Press Rilis terkait kasus penikaman yang dilakukan oleh pemilik Hotel Vanilla di Penuin, Batam, Paulus Amat Santoso terhadap seorang warga negara Malaysia bernama Kelvin
Hong di restoran Wey wey Harbourbay, Batu Ampar, Batam pada hari Rabu kemarin.

Menurut pengakuan tersangka kepada polisi, awal mula terjadinya penikaman itu yakni soal masalah hutang piutang antara karyawan tersangka dengan korban.

"Menurut AT, awal mula terjadinya kasus penikaman itu ialah perihal hutang piutang. Penikaman itu terjadi pada hari Rabu tanggal 10 April 2019 sekitar pukul 19:16 Wib di restoran Wey Wey Harburbay, Batu Ampar, yang mana saat tersangka menagih utang terhadap uang yang sebelumnya diberikan karyawannya berinisia M, tanpa sepengetahuannya kepada korban Kevin, Warga Negara Malaysia sebesar Rp 7 Miliar," terang Kombes Pol Hengki.

Lebih lanjut terang Kapolresta, sebelum terjadi penikaman itu,  tersangka awalnya terlebih dahulu telah menyuruh karyawannya itu menagih hutang kepada korban tersebut di Suka Jadi, Batam, lalu korban memberikan cek  senilai Rp 7 Miliar tanpa ditandatangani oleh korban, melihat tidak ditandatangani, lalu tersangka melakukan penagihan langsung kepada korban di restoran Wey wey, dari pertemuan itu lalu terjadilah perkelahian antara tersangka dan korban, dan berujung pada penusukan korban dengan menggunakan sangkur.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 351 Ayat 2 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara, dan untuk barang bukti yang disita satu buah sangkur yang dipakai tersangka untuk menganiaya korban, dan barang bukti pakaian tersangka dan pakaian korban," tutup Hengki.

Tersangka Amat Tantoso sendiri adalah salah satu orang ternama di Batam. Selain memilik usaha di bidang perhotelan, ia juga memiliki usaha penukaran uang (money changer). (Ril)
Scroll to top