Tertarik Jadi Jurnalis? Begini Cara Membuat Berita yang Baik

Tertarik Jadi Jurnalis? Begini Cara Membuat Berita yang Baik

Tertarik Jadi Jurnalis? Begini Cara Membuat Berita yang Baik
Ilustrasi. (Foto: pngtree.com)


Dinamika Kepri | Batam - Untuk membuat berita yang baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya membuat judul yang menarik, fakta yang benar, sumber yang terpercaya, berita yang objektif, struktur yang baik, editing, penggunaan bahasa yang baik, ilustrasi dan selalu update.

Contoh dari berita yang baik, dapat memiliki headline yang menarik, menyajikan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan disertai dengan sumber yang terpercaya.

Berita harus ditulis dengan objektif, memiliki struktur yang baik, melewati proses editing yang baik juga dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan target pembaca.

Judul yang menarik
Judul berita harus menarik perhatian pembaca dan memberikan gambaran singkat tentang isi berita.

Fakta yang benar

Berita harus didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan diperiksa kebenarannya.

Sumber yang terpercaya
Sumber yang digunakan dalam berita harus terpercaya dan dapat diperiksa kebenarannya.

Berita yang objektif
Berita harus ditulis dengan objektif, tanpa bias atau tendensi tertentu.

Struktur yang baik
Berita harus ditulis dengan struktur yang baik, mulai dari lede, perkembangan, dan kesimpulan.

Editing
Berita yang baik harus telah melewati proses editing yang baik, untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan atau kesalahan dalam berita.

Penggunaan bahasa yang baik
Bahasa yang digunakan harus jelas, mudah dipahami dan sesuai dengan target pembaca yang diinginkan.

Ilustrasi
Penambahan gambar atau ilustrasi yang sesuai dengan isi berita dapat membuat berita lebih menarik dan mudah dipahami.

Update
Berita harus selalu di-update jika ada perubahan atau informasi baru yang tersedia, agar pembaca selalu mendapatkan informasi yang benar dan up-to-date.

Dalam membuat berita ada dua konsep yang digunakan jurnalis yakni konsep 5W + 1H dan konsep Piramida terbalik. 

Konsep 5W + 1H

5W + 1H adalah singkatan dari "What, Who, Where, When, Why, dan How" yang digunakan dalam menulis berita atau menyusun informasi. 

Ini adalah konsep yang digunakan untuk memastikan bahwa semua informasi yang diperlukan untuk menceritakan sebuah kisah atau berita tercakup.
  1. What (Apa) : Apa yang terjadi?
  2. Who (Siapa) : Siapa yang terlibat?
  3. Where (Dimana) : Dimana kejadian terjadi?
  4. When (Kapan) : Kapan kejadian terjadi?
  5. Why (Mengapa) : Mengapa kejadian terjadi?
  6. How (Bagaimana) : Bagaimana kejadian terjadi?

Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, akan membantu dalam menyajikan berita atau informasi yang lengkap, objektif dan menyeluruh. 

Hal ini juga dapat membantu dalam menyusun struktur berita yang baik, yang akan mempermudah pembaca untuk memahami berita. 

Konsep Piramida terbalik.

Tak hanya itu, dalam penulisan berita, para jurnalisme juga mengunakan konsep piramida terbalik. Piramida terbalik adalah sebuah konsep yang digunakan dalam menulis berita atau menyusun informasi yang memfokuskan pada informasi penting dan faktual.

Dalam piramida terbalik, informasi yang paling penting ditempatkan di bagian atas berita, sehingga pembaca dapat segera mendapatkan informasi yang paling penting tanpa harus membaca seluruh berita. Informasi yang kurang penting ditempatkan di bagian bawah berita.

Piramida terbalik ini ditemukan oleh jurnalis dari Amerika, Herbert Gans pada 1960-an, dimana ia menyadari bahwa sebagian besar pembaca cenderung meninggalkan berita setelah membaca beberapa paragraf saja, oleh karena itu, piramida terbalik ini dibuat untuk memberikan informasi yang paling penting di bagian atas agar pembaca tidak terpancing untuk meninggalkan berita.

Ini sangat berguna ketika menulis berita untuk media masa yang memiliki spasi yang terbatas, seperti surat kabar atau website, dimana pembaca cenderung memiliki waktu yang terbatas untuk membaca berita. (*)

Dikutip dari berbagai sumber

Halaman :

Lebih baru Lebih lama