Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Inisial MD Ditangkap Polisi di Duriangkang

Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Inisial MD Ditangkap Polisi di Duriangkang

Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Inisial MD Ditangkap Polisi di Duriangkang
Pelaku inisial MD saat berdialog dengan Kapolsek Sei Beduk AKP Betty Novia.

Dinamika Kepri | Batam - Seorang pria berinisial MD (19) ditangkap polisi dari unit Reskrim Polsek Sei Beduk di jalan simpang perum GMP Kelurahan Duriangkang.

Pelaku MD ditangkap karena diduga telah menyetubuhi kekasihnya atau korban yang masih di bawah umur yakni berumur 14 tahun sebanyak lima kali.

Didampingi Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba dan Kanit Reskrim Iptu Yustinus Halawa, Kapolsek Sei Beduk AKP Betty Novia saat menggelar konferensi pers pengungkapan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur tersebut di Mapolsek Sei Beduk, Sabtu (5/11/2022) kemudian menjelaskan kronologisnya.

Papar AKP Betty Novia, kronologis kejadian berawal Awal pada hari Sabtu tanggal 22 Oktober 2022 sekira pukul 15.00 Wib dimana saat itu tersangka MD dan korban janjian ketemuan di Puskesmas Sei Panas lalu tersangka dan korban pergi keliling jalan-jalan yang kemudian berhenti di Legenda Malaka tempat kerja tersangka terlebih dahulu, setelah itu mereka pergi ke rumah teman tersangka yang berinisial BB di Legenda Malaka.

"Sesampainya di sana sekira pukul 16.00 Wib, tersangka dan korban bertemu dengan pacarnya BB yang berinisial BL dan ketika itu BL mengatakan bahwa BB tidak ada dirumah dan sedang bekerja. Kemudian tersangka dan korban dipersilahkan masuk lalu tersangka dan korban masuk ke dalam kamar BB sedangkan pacar BB duduk di balkon depan. Selanjutnya di dalam kamar tersebut, tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan layaknya suami istri," kata AKP Betty Novia.

Lebih lanjut dikatakannya, awalnya korban tidak mau, namun kemudian tersangka membujuk rayu korban untuk melakukan hubungan badan, kemudian tersangka melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan korban.

"Lalu setelah melakukan hubungan badan dengan korban, tersangka mengatakan, udah tenang aja, nanti kalau hamil aku pasti tanggung jawab. Tersangka telah melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan korban tersebut sebanyak lima kali hingga tanggal 27 Oktober 2022," ungkapnya.

Lanjut Kapolsek, lalu setelah menerima laporan tersebut pada hari Kamis tanggal 27 Oktober 2022 sekira pukul 13.00 Wib, saat itu anggota Polsek Bengkong datang ke Polsek Sei Beduk dengan membawa korban.

Sebelumnya pada hari Sabtu tanggal 22 oktober 2022, orang tua korban juga telah membuat laporan pengaduan bahwa korban meninggalkan rumah tanpa izin di Polsek Bengkong dan telah melakukan pencarian bersama-sama dengan keluarga korban mencari keberadaan korban.

Dari pencarian itu, kemudian didapatkan informasi bahwa korban berada di daerah Piayu. Kemudian pihak Polsek Bengkong bersama-sama keluarga korban berhasil menemukan korban.

Setelah dilakukan interogasi, korban mengakui telah melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan pacarnya tersebut di kios depan kantor PU Kelurahan Duriangkang Kecamatan Sungai Beduk.

Kemudian orang tua korban membuat laporan di Polsek Sei Beduk, dan Kanit Reskrim Polsek Sei Beduk bersama anggota opsnal kemudian melakukan penyelidikan terhadap keberadaan tersangka lalu berhasil melakukan penangkapan tersangka di jalan simpang perum GMP Kelurahan Duriangkang. Tersangka dan barang bukti lalu diamankan ke Polsek Sei Beduk untuk pengusutan lebih lanjut.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Sei Beduk AKP Betty Novia mengatakan kejadian korban hilang sempat viral di media sosial, tersangka MD (19 tahun) mengajak korban untuk berhubungan badan layaknya suami istri lalu korban awalnya tidak mau kemudian tersangka membujuk rayu korban untuk melakukan hubungan badan tersebut, kemudian tersangka melakukan hubungan badan layaknya suami istri dan mengatakan “udah tenang aja, nanti kalau hamil aku pasti tanggung jawab”. 

Kapolsek Sei Beduk AKP Betty Novia mengatakan, menurut pengakuan korban, ia melarikan diri dari rumah karena merasa terkekang dengan peraturan orang tuanya di rumah yang akhirnya mengambil tindakan jalan yang tidak benar. 

Kemudian terhadap pelaku, kata Beduk AKP Betty Novia, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat (2) UU RI No. 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun. (r)
Halaman :

Lebih baru Lebih lama