BP Batam Gelar FGD Peranan Sistem Pengendalian Internal

BP Batam Gelar FGD Peranan Sistem Pengendalian Internal

BP Batam Gelar FGD Peranan Sistem Pengendalian Internal
Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro.

Dinamika Kepri | Batam - Badan Pengusahaan Batam (BP) Batam melalui Satuan Pemeriksaan Intern (SPI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan, Pengawasan dan Evaluasi Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) di Bintan Pearl Hotel pada Jumat, (4/11/2022).

Mengusung tema “APIP sebagai Startegic Partner dalam Peningkatan Kualitas APIP untuk Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”, FGD tersebut diikuti peserta dari Inspektur Pemerintah Provinsi Kepri, Inspektur Pemerintah Kota Tanjung Pinang, Inspektorat Pemerintah Kota Batam, BP Bintan, BP Tanjung Pinang dan jajaran SPI BP Batam.

Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro membuka langsung FGD tersebut. Wahjoe dalam sambutannya menyampaikan misi Presiden tahun 2019-2024 salah satunya adalah pengelolaan pemerintah yang bersih, efektif dan terpercaya.

“Saat ini birokrasi dituntut untuk dapat bergerak lebih lincah, dinamis, bersih, dan akuntabel sehingga mampu beradaptasi pada perubahan yang bergerak dengan cepat dan penuh ketidakpastian,” kata Wahjoe.

Menurutnya, APIP memiliki peran strategis dalam menunjang dan memperkuat efektivitas sistem pengendalian internal guna mewujudkan misi pemerintah dalam hal ini peranan SPI BP Batam.

“Salah satu faktor untuk mencapai sasaran tersebut adalah dengan melakukan penguatan dibidang pemeriksaan dan pengawasan yaitu dengan memperkuat APIP pada unit kerja SPI di BP Batam,” ujar Wahjoe.

Disebutkan, di samping menjalankan fungsi pemeriksaan dan pengawasan, SPI BP Batam juga diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis yang membantu pimpinan dan jajaran dalam menyelesaikan persoalan penyelenggaraan pemerintahan.

“Saat ini, unit kerja SPI hanya berjumlah 28 orang, tetapi harus bisa melakukan pengawasan di 23 satuan kerja yang ada di BP Batam. Dengan keterbatasan SDM yang ada, SPI harus bisa memaksimalkan kinerja dengan mempelajari SOP dan aturan yang ada,” sebut Wahjoe.

Wahjoe pun mengharapkan FGD tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan kapabilitas tentang peran APIP sebagai mitra strategis dalam memberikan masukan yang berkualitas dan kompeten.

Sementara, untuk menunjang materi bagi peserta, pihaknya menghadirkan dua narasumber yaitu Kepala Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Kepri Wawan Yulianto dan Kepala Badan Pengembangan SDM Provinsi Kepri Sardison Wawan.

Sebelumnya, Kepala BP Batam Muhammad Rudi menyatakan komitmennya untuk mewujudkan good governance, salah satunya melalui sistem pengawasan yang efektif, dengan meningkatkan peran dan fungsi dari pengawas internal.

Pengawasan internal dilakukan mulai dari proses audit, reviu, evaluasi dan pemantauan terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi BP Batam dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa program telah dilaksanakan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. (r)


Halaman :

Lebih baru Lebih lama