Lima Pelaku Perekrut PMI Ilegal Tujuan Malaysia Diringkus Polisi

Lima Pelaku Perekrut PMI Ilegal Tujuan Malaysia Diringkus Polisi

Lima Pelaku Perekrut PMI Ilegal Tujuan Malaysia Diringkus Polisi
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Awal Sya’ban Harahap saat gelar konferensi pers di Mapolsek Kawasan Pelabuhan Batam, Kamis (6/10/2022).

Dinamika Kepri | Batam - Didampingi Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba dan Kanit Reskrim Polsek KKP Batam Iptu Agussapriadi Lubis, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Awal Sya’ban Harahap memimpin konferensi pers ungkap pelaku penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tujuan Malaysia, di Mapolsek Kawasan Pelabuhan Batam, Kamis (6/10/2022).

Untuk pelaku perekrut PMI ilegal yang berhasil diamankan yakni berinisial H (21 dan inisial S (30) yang bertugas di bagian pelabuhan, kemudian inisial SW (32) dan inisial I (42) bertugas sebagai antar jemput, dan inisial HN (30) bertugas sebagai pengurus di hotel bagian bawah. Kejadian terjadi di pelabuhan Ferry Internasional Batam Center – Kota Batam sekira pukul 05.30 Wib.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Awal Sya’ban Harahap mengatakan, kronologis kejadian terjadi Pada Hari selasa tanggal 04 oktober 2022 sekira pukul 05.30 Wib yang mana personil reskrim Polsek KKP telah mengamankan 7 orang yang diduga sebagai PMI ilegal di pelabuhan ferry internasional Batam Center.

Menurut Kapolsek, setelah dilakukan interograsi terhadap ke 7 orang tersebut dan salah satunya pelaku H menjelaskan bahwa dirinya bersama dengan pelaku S adalah sebagai pengurus dalam keberangkatan 5 orang calon PMI ilegal yang akan diberangkat ke negara malaysia melalui negara Singapura.

Lanjutnya, kemudian tim juga melakukan interogasi terhadap ke 5 orang lainnya yang mana menjelaskan bahwa mereka benar akan ke negara malaysia melalui negara singapura yang bertujuan untuk bekerja akan tetapi tidak dilengkapi dengan dokumen dan selanjutnya unit reskrim melakukan pengembangan sesuai dengan keterangan pelaku S bahwa yang mengantar korban ke pelabuhan adalah pelaku I dan pelaku SW yang berada di hotel Kaliban, kemudian dilakukan penangkapan di sekitar hotel kaliban bersama dengan pelaku HN, selanjutnya terhadap kelima yang diduga sebagai pelaku dibawa ke kantor polsek kawasan pelabuhan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam Akp Awal Sya’ban Harahap mengatakan, terdapat 5 orang korban yang akan dipekerjakan ke Negara Malaysia yang berhasil diamankan.

Pelaku S diamankan di Pos Polisi Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center – Kota Batam Sekira Pukul 05.30 Wib, sedangkan Pelaku H, SW, HN dan I diamankan di Hotel Taliban Batam Center Pukul 08.00 Wib.

Modus para pelaku adalah merekrut korban dari Pulau jawa dan madura dengan cara menyalurkan pekerja tersebut di Pelabuhan batam centre, dengan cara pengiriman modus baru yakni mereka beli tiket ke negara Singapura , dari negara singapura ada kerja sama dengan orang Malaysia, selanjutnya mengirim pekerja atau korban dari singapura ke Malaysia untuk dipekerjakan.

Pelaku mendapat keuntungan sebesar Rp.10 juta hingga Rp.17 juta per orang, yang mana bos dari para pelaku yakni inisial RS yang masih dalam pencarian DPO sebagai pencari CPMI dari luar Batam. para pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 8 kali.

"Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan atau 83 undang-u ndang No 18 Tahun 2017 tentang pelindungan pekerja migran Indonesia Jo Pasal 55 ayat 1 K.U.H.Pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling Banyak Rp.15 miliar," kata Kapolsek AKP Awal Sya’ban Harahap. (r)
Halaman :

Lebih baru Lebih lama