Dua Pelaku Penampung PMI illegal Tujuan Malaysia di Batam Ditangkap, Tiga Korban Diselamatkan Polisi


Dua Pelaku Penampung PMI illegal Tujuan Malaysia di Batam Ditangkap, Tiga Korban Diselamatkan Polisi

Dua Pelaku Penampung PMI illegal Tujuan Malaysia di Batam Ditangkap, Tiga Korban Diselamatkan Polisi
Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N menggelar konferensi pers, Senin (19/09/2022).

Dinamika Kepri | Batam - Didampingi oleh Kasat Reskrim Kompol Abdul Rahman, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Awal Sya’ban Harahap dan Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba, Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N menggelar konferensi pers di Lobby Maporesta Barelang tentang pengungkapan pelaku penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) illegal tujuan Malaysia, Senin (19/09/2022).

Dalam kasus ini dua pelaku telah diamankan yakni berinisial BH (53) yang sebelumnya ditangkap di Ruko Golden City Kelurahan Bengkong Sadai Bengkong, Batam dan RN (35) ditangkap di Pos Polisi Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center – Kota Batam.

Disebutkan, ada 2 Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pengungkapan kasus ini, yang pertama di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center yang terjadi pada Hari Kamis tanggal 15 september 2022 sekira pukul 14.00 Wib.

Dari Pelabuhan itu, polisi mengamankan korban inisial DP, dan pelaku inisial RN. Pelaku melakukan aksinya dengan modus membantu memberangkatkan korban secara illegal dengan mengurus keberangkatan dan menjanjikan pekerjaan kepada korban di negara Malaysia.

Kemudian TKP yang kedua yaitu di Ruko Golden City, Kelurahan Bengkong Kota Batam terjadi pada tanggal 17 September 2022. Dari Ruko itu polisi berhasil mengamankan dua korban inisial M dan SA asal Brebes, dan menangkap pelaku inisial BH.

Dalam perannya, BH memberikan fasilitas penampungan PMI illegal dan memberikan fasilitas paspor serta memberangkatkan korban melalui Pelabuhan Ferry International Batam Centre menuju Negara Malaysia.

Untuk barang bukti, polisi berhasil mengamankan barang bukti 1 buah paspor atas nama M, 1 Lembar tiket keberangkatan tujuan Surabaya - Batam atas nama penumpang M, 1 Lembar Tiket keberangkatan tujuan Jakarta - Batam atas nama penumpang SA, 1 unit Handphone merk Samsung berwarna Hitam milik pelaku BH, 1 lembar IPA milik korban yang telah diberangkatkan, 1 lembar ICA milik korban yang telah diberangkatkan, 1 lembar bukti transfer, 1 lembar eTiQa milik korban yang telah diberangkatkan.

Disebutkan juga, bahwa dalam aksinya pelaku BH bisa mendapatkan keuntungan Rp 3 juta dari setiap orang calon PMI illegal yang akan diberangkatan.

"Menurut pengakuan pelaku BH, ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp 3 juta perorang calon PMI dan pelaku RN mendapatkan keuntungan sebesar Rp 300 ribu perorang calon PMI. Dan pelaku mengaku sebagai supir, namun Satreskrim Polresta Barelang masih melakukan pendalaman diduga ada keterlibatan pelaku lain," kata Kapolresta Barelang.

Kapolresta juga mengatakan, kasus PMI illegal di Kota Batam sedang marak dan telah memeritahkan jajarannya untuk menindak tegas para pelaku penampung PMI illegal yang ada di Kota Batam.

"Dan saya sudah memerintahkan Kasat Reskrim dan Kapolsek Jajaran untuk menindak pelaku PMI illegal terutama sebagai penampung atau yang menyiapkan fasilitas keberangkatan PMI illegal," ungkapnya.

Lanjut Kapolresta, para tersangka disangkakan Pasal 81 jo Pasal 83 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 15 miliar rupiah.

Tak hanya itu, Kapolresta juga menghimbau masyarakat untuk tidak tergiur rayuan bujukan atau iming-iming untuk mendapatkan gaji besar di Malaysia.

"Jangan tergiur dengan rayuan dan iming-iming. Jika tidak berangkat tidak secara resmi, maka akan banyak hal-hal yang bisa terjadi. Dan saya ingatkan kembali, untuk menjadi PMI legal, harus melengkapi dokumen sesuai ketentuan yang berlaku karena di dalam peraturan tersebut adanya perlindungan terhadap PMI," pesan Kombes Pol Nugroho Tri N. (Ril)
Halaman :

Lebih baru Lebih lama