Polsek Kawasan Pelabuhan Batam Ungkap Pelaku Penampung PMI Ilegal


Polsek Kawasan Pelabuhan Batam Ungkap Pelaku Penampung PMI Ilegal

Polsek Kawasan Pelabuhan Batam Ungkap Pelaku Penampung PMI Ilegal
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Yusriadi Yusuf saat konferensi pers.

Dinamika Kepri | Batam - Didampingi Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba dan Kanit Reskrim Polsek KKP Iptu Agussapriadi Lubis, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Yusriadi Yusuf memimpin konferensi pers ungkap pelaku tindak pidana perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), di Polsek Kawasan Pelabuhan Batam, Senin (8/8/2022)

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Yusriadi Yusuf mengatakan, pelaku yang berhasil diamankan berjumlah 6 orang yakni berinisial K (57 Tahun), R (35), A (51), RS (47), SS (51) dan SH (53) yang terdiri atas 4 laporan polisi.

AKP Yusriadi Yusuf mengatakan, kronologis awal kejadian terjadi pada hari jumat 15 juli 2022 dengan TKP Pelabuhan internasional Batam Centre, unit reskrim mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa korban inisial E, mengatakan dirinya akan berangkat kerja ke Malaysia dengan membayar biaya sebasar Rp. 15.000.000 untuk pengurusan keberangkatannya ke Malaysia, kemudian Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Batam melakukan penyelidikan.

"Pelaku memberangkatkan PMI tidak sesuai dengan prosedur atau mekanisme yang ada, tidak memiliki badan hukum untuk memberangkatkan PMI ke luar negeri serta tidak memiliki SIP3MI. Seperti yang kita ketahui syarat untuk menjadi PMI legal ada 9 syarat yakni, Usia minimal 18 tahun keatas, memiliki kompetensi atau kemampuan, sehat jasmani rohani, terdaftar di BPJS tenaga kerja, mempunyai perjanjian kerja, kontrak kerja, kartu KTKLN, visa kerja, serta terdaftar di SISKOP2MI," terang AKP Yusriadi Yusuf.

Lebih lanjut dikatakannya, 6 pelaku sudah termasuk pemain dalam artian mereka secara garis besar mengurus di penampungan para PMI di batam, korban berasal dari kota asal datang ke batam mulai dari bandara dan berangkat dari batam ke malaysia pelaku yang mengatur semua.

Katanya, menurut pengakuan pelaku sudah memberangkatkan PMI setiap hari memberangkatkan 5 – 15 orang perhari.

"Memang sudah dikatakan golongan pemain, dari keterangan korban biaya sebesar Rp. 15.000.000 sudah komplit mulai dari paspor dan biaya tiket penginapan dan lainnya. Dan pelaku mendapat keuntungan 1.000.000 per orang. Dan Korban banyak berasal dari jawa timur dan Lombok" ungkap AKP Yusriadi Yusuf.

Tak ahanya itu, Kapolsek Pelabuhan Batam juga menghimbau kepada masyarakat atas maraknya pelaku pekerja imigran yang berangkat keluar negeri.

Kata dia, sesuai dengan atensi pimpinan Polri kepada Kapolda Kepri dan meneruskan ke Kapolresta Barelang mengatakan bahwa untuk PMI yang tidak sesuai dengan prosedur harap ditindak dengan tegas.

Ia menambahkan, dan untuk masyarakat yang akan berangkat ke Malaysia ataupun keluar negeri yang akan bekerja atau mencari nafkah diharapkan berangkat dengan prosedur. Kami akan terus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang ada di pelabuhan domestik maupun internasional.

Kapolsek Pelabuhan Batam juga berpesan kepada pelaku PMI agar memberangkatkan PMI sesuai dengan prosedur, jangan main main dengan nyawa manusia, jangan dengan cara illegal, jika tidak sesuai dengan prosedur, sampai di sana terdapat masalah tidak bisa di pertanggung jawabkan tanpa adanya perlindungan UU Tenaga Kerja.

Kemudian dari pengungkapan ini, lanjut AKP Yusriadi Yusuf mengatakan, barang bukti yang berhasil diamankan dari para pelaku yakni berupa paspor, handphone, surat atau tiket keberangkatan dan ATM dan buku tabungan.

Menagakhiri, AKP Yusriadi Yusuf mengatakan, para pelaku dijerat dengan pasal 81 Undang – Undang No 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Tenaga Migran Indonesia dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. (Ril)
Halaman :

Lebih baru Lebih lama