Januari - Agustus 2022 Polda Kepri dan Polres/TA Berhasil Ungkap 15 Kasus Judi


Januari - Agustus 2022 Polda Kepri dan Polres/TA Berhasil Ungkap 15 Kasus Judi

Januari - Agustus 2022 Polda Kepri dan PolresTA Berhasil Ungkap 15 Kasus Judi
Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman saat memimpin konferensi pers pengungkapan kasus tindak pidana perjudian, Senin (22/8/2022).

Dinamika Kepri | Batam - Komitmen Polda Kepri untuk memberantas perjudian di wilayah Kepulauan Riau dibuktikan dengan telah menangkap puluhan pelaku judi.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman saat memimpin konferensi pers pengungkapan kasus perjudian, di Loby Mapolda Kepri didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri dan didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Harry Goldenhardt S, Senin (22/8/22).

Dalam konferensi pers juga turut dihadiri oleh Dir Reskrimum, Dir Reskrimsus, Kabid Humas dan Kabid Propam Polda Kepri.

Kapolda menyebut selama kurun waktu waktu Januari s/d Agustus 2022 Polda Kepri dan Polres/TA Jajaran berhasil mengungkap 15 kasus judi dan mengamankan 55 orang tersangka.

“Hari ini yang digelar adalah hasil ungkap kasus oleh Polda Kepri dan Polres/Ta jajaran, dalam kurun waktu satu minggu kami berhasil mengungkap lima belas kasus judi," ungkap Kapolda Kepri.

Lebih lanjut dikatakannya, lima belas kasus judi itu terdiri dari delapan kasus perjudian konvensional yaitu sie jie 3 kasus (wilayah Polda Kepri sebanyak dua kasus, Polresta Barelang satu kasus), Gelper tiga kasus (wilayah Polresta Barelang), kartu song satu kasus (wilayah Polresta Barelang) dan kartu remi satu kasus (wilayah Polres Bintan) dan tujuh kasus perjudian online yang terdiri dari Ditreskrimum Polda Kepri satu kasus (website), Ditreskrimsus Polda Kepri satu kasus (website), Polresta Barelang satu kasus (aplikasi highhs domino), Polresta Tanjungpinang satu kasus (sie jie online), Polres Karimun dua kasus (sie jie/togel online) dan Polres Lingga satu kasus (sie jie/togel online) serta mengamankan lima puluh lima orang tersangka.
Untuk para tersangka tersebut saat melakukan aksinya memiliki perannya masing-masing.

"Peran masing-masing tersangka dari ke 55 orang ini antara lain penulis kertas sie jie, pembeli kertas sie jie, penjual kertas sie jie, pengawas pada website perjudian online, customer service pada website perjudian online, pemilik kedai, kasir dan pemain," ucap Irjen Pol Dr. Aris Budiman.

Dari pengungkapan tindak pidana judi ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa kendaraan, handphone, perangkat komputer, mesin Gelper, tas, uang, kartu remi, unit token, buku rekapan togel, buku tabungan, kalkulator dan alat tulis pena.

"Barang bukti yang berhasil kita amankan yaitu dua unit sepeda motor, dua puluh empat unit handphone, lima unit cpu, enam unit monitor, empat unit mesin gelper, dua buah tas selempang, uang yang digunakan untuk transaksi perjudian, sebelas set kartu remi, tujuh unit token dari bank yang digunakan untuk transaksi, dua puluh delapan buah buku rekapan nomor sie jie/togel hongkong, tiga belas buah buku tabungan, satu unit kalkulator dan enam buah pena," jelas Kapolda.

Kapolda Kepri menambahkan, upaya yang telah dilakukan Polda Kepri dan Jajaran, merupakan bentuk keseriusan dalam menindak semua penyakit masyarakat termasuk kejahatan lainnya seperti Narkoba dan PMI Ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

Dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka diancam dengan jeratan pasal 303 KUHP, pasal 303 bis. KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp. 25 juta.

Sedangkan untuk Judi Online akan dikenakan tambahan berupa pasal 27 ayat (2) UU ITE dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara serta denda maksimal Rp. 25 milyar.

Setelah Kapolda Kepri melakukan konferensi pers, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan konferensi pers ungkap kasus perjudian online dan konvensional yang dipimpin oleh Dir Reskrimum Polda Kepri dan didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Harry Goldenhardt S. (Ril)
Halaman :

Lebih baru Lebih lama