Sinergi Lintas Instansi, Bea Cukai Batam Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu ke Lombok Barat


Sinergi Lintas Instansi, Bea Cukai Batam Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu ke Lombok Barat

Sinergi Lintas Instansi, Bea Cukai Batam Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu ke Lombok Barat
Pelaku inisial UJ dan barang bukti.

Dinamika Kepri | Batam - Bea Cukai Batam kembali menggagalkan penyelundupan Narkotika jenis sabu-sabu (Methamphetamine) seberat kotor 257,8 gram. 

Sabu tersebut dikemas dalam dua bungkus dalam klip bening ukuran sedang dan disimpan dalam sebuah tas yang diselundupkan dengan skema paket barang kiriman.

Narkotika itu ditegah Bea Cukai Batam di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) “PPP” yakni pada hari Kamis tanggal 30 Juni 2022 pukul 10.00 Wib.

Menindaklanjuti penindakan narkotika tersebut dilakukan sinergi dengan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang terdiri dari Direktorat Interdiksi Narkotika Kantor Pusat Bea Cukai, Bea Cukai Batam, Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, Bea Cukai Mataram dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB.

Sementara itu pada Jumat, tanggal 1 Juli 2022, dilakukan serah terima barang hasil penindakan dari Bea Cukai Batam kepada BNNP Nusa Tenggara Barat.

Undani, kepala seksi layanan informasi Bea Cukai Batam, menerangkan kronologi dari penangkapan tersangka yang berdomisili di Nusa Tenggara Barat.

“Setelah dilakukan serah terima barang hasil penindakan, Satgas khusus yang dibentuk untuk menangani kasus penyelundupan Narkotika ini segera melakukan koordinasi dan briefing rencana control delivery, kemudian pada hari Senin, 4 Juli 2022, ditemukan lokasi rumah penerima yang bertempat di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Setelah memastikan pemilik barang, Satgas khusus segera melakukan pengamanan tersangka berikut barang buktinya berupa timbangan digital dan dua pipet kaca,” jelas Undani, Rabu (20/7/2022).

Lebih lanjut dikatakannya, dengan gerak cepat yang dilakukan Satgas khusus yang dibentuk melalui sinergi Bea Cukai dan BNNP, penyelundupan Narkotika sabu itu kemudian dapat digagalkan dengan cepat, dan tersangka yang berinisial UJ, laki-laki berusia 37 tahun, berhasil dibekuk bersama dengan barang bukti yang telah diamankan berupa dua bungkus narkotika jenis sabu-sabu, satu timbangan digital, dan dua pipet kaca.

"Tersangka dan barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke kantor BNNP Nusa Tenggara Barat untuk diproses lebih lanjut," ujarnya.

Sambung Undani, upaya penyelundupan sabu-sabu tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp 10 miliar rupiah. (Ril)
Halaman :

Lebih baru Lebih lama