Aniaya Kepercayaan Bos, Tiga Pekerja Warung Lamongan Cak Rohman Ditangkap Polisi


Aniaya Kepercayaan Bos, Tiga Pekerja Warung Lamongan Cak Rohman Ditangkap Polisi

Aniaya Kepercayaan Bos, Tiga Pekerja Warung Lamongan Cak Rohman Ditangkap Polisi
Terduga pelaku pengeroyokan inisial DAI, AS dan RW.

Dinamika Kepri | Batam - Tiga orang laki-laki pelaku pengeroyokan di Mess Warung Lamongan Lubuk Baja Batam pada hari Kamis tanggal 21 Juli 2022 lalu berinisial DAI, AS dan RW, berhasil ditangkap polisi di salah satu rumah di Perumahan Happy Garden, Lubuk Baja, Batam.

Ketiga pelaku ditangkap Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja IPTU Thetio Nardiyanto, Sabtu (23/07/2022).

Dijelaskan tentang kronologisnya, kejadian pengeroyokan berawal pada hari Kamis tanggal 21 Juli 2022 sekira pukul 20.00 Wib.

Saat itu, saat sama-sama bekerja di Warung Lamongan Cak Rohman, korban melihat pelaku DAI saat itu sedang mengkonsumsi obat-obatan jenis mekstrill.

Kemudian korban pun menegur pelaku DAI dengan berkata “Jangan ngobat pas kerja”.

Setelah menegur pelaku DAI, korban pun pergi ke belakang sambil membawa piring-piring kotor untuk dicuci.

Setelah meletakkan piring di wastafel, tiba-tiba pelaku DAI muncul dari belakang dan menyerakkan piring kotor tersebut ke lantai.

Setelah itu, korban pun menghiraukannya dan pergi ke depan. Kemudian pelaku DAI kembali menghampiri korban dan berkata “Kenapa?” dan korban pun mengatakan “Enggak ada apa-apa, saya tidak ada bilang apa-apa”.

Kemudian pelaku DAI menyuruh korban membersihkan piring yang diserakkan pelaku DAI ke lantai, namun korban menolaknya dengan berkata “Ambil sendiri, kamu yang buang”. Setelah itu korban pun meninggalkan pelaku DAI dan melayani tamu yang datang untuk makan.

Selanjutnya sekitar pukul 23.55 Wib, korban bersama pelaku DAI serta karyawan yang lainnya mulai menutup warung.

Lalu korban saat itu yang merupakan kepercayaan boss sedang membayarkan gaji para karyawan yang bekerja pada hari itu.

Setelah itu, pelaku DAI berkata kepada korban “Enggak terima kau tadi?, dan korban menjawab “Terima kok, aku enggak tau salahku apa”.

Selanjutnya, setelah selesai membayarkan gaji para karyawan dan warung sudah dalam keadaan tutup, korban pun naik ke lantai 3 (Mess) untuk mandi.

Setelah selesai mandi, korban pun dihampiri oleh pelaku DAI dan pelaku AS. Kemudian pelaku AS berkata “Kau tadi yang ajak pelaku DAI berantem kan?”, lalu korban pun berkata “Siapa yang ajak berantem? Aku ngobrol sama David aja belum, cuman kasih gaji tadi”.

Setelah itu, tiba-tiba pelaku AS langsung menendang saya di bagian paha sebelah kiri sebanyak 3 kali pada kaki kanannya dan kemudian memukul kepala korban sebanyak 2 kali.

Setelah itu DAI dan AS pun pergi. Tidak lama kemudian, RW pun datang menemui korban dan berkata “Ayo turun minum”. Lalu korban berkata “Enggak makasih, aku mau istirahat”.

Setelah itu, RW terus memaksa korban dan mengajak korban untuk turun minum. Kemudian korban pun terus menolak dan tiba-tiba RW langsung memukul korban di bagian kepala sebanyak 6 kali menggunakan tangan kanannya.

Setelah itu, RW berkata “Kau mata-matanya bos” dan korban pun berkata “Aku disuruh jagain, boss nya lagi di Jawa. Jadi disuruh kalau ada yang tak baik disuruh bilang bos”.
Kemudian setelah korban mengatakan hal tersebut, RW kembali memukul korban dibagian kepala menggunakan tangan kosong sebanyak 4 kali.

Lalu, DAI pun datang dan menghampiri korban. Kemudian memukul korban menggunakan borgol di bagian mata sebelah kiri sebanyak 1 kali, setelah itu memukul bagian bibir korban sebanyak 1 kali. Selanjutnya RW kembali memukul korban di bagian kepala dengan menggunakan tangan kosong sebanyak 3 kali sambil berkata “Kamu mata-matanya boss ya!”. Setelah itu, DAI, AS dan RW pun pergi.

Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kiri serta memar dibagian kepala sebelah kiri dan selanjutnya korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Baja.

Setelah mendapat laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja melakukan penyelidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka DAI, AS dan RW di sebuah rumah yang terletak di Perumahan Happy Garden Kec. Lubuk Baja – Kota Batam.

Selanjutnya terhadap pelaku beserta barang bukti yang didapatkan, dibawa ke Kantor Polsek Lubuk Baja untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Dari para pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa 1 helai baju kaos oblong berwarna biru yang bertuliskan “Samurai”, 1 Helai Celana Jeans Pendek berwarna hitam dan 1 buah borgol berwarna silver.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Lubuk baja Kompol Budi Hartono membenarkan bahwa telah mengamankan 3 orang laki-laki dewasa terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan yang terjadi pada hari Jumat tanggal 22 Juli 2022 Sekira Pukul 05.00 Wib, di Mess Warung Lamongan Jl. Pembangunan Kec. Lubuk Baja – Kota Batam

Kompol Budi Hartono mengatakan, para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya paling 5 tahun. (Ril)
Halaman :

Lebih baru Lebih lama