Murni Megawati Sihaloho Direktur PT. Gracia Mandiri Jaya Gugat Perdata PT. Perambah Batam Expresco


Murni Megawati Sihaloho Direktur PT. Gracia Mandiri Jaya Gugat Perdata PT. Perambah Batam Expresco

Murni Megawati Sihaloho Direktur PT. Gracia Mandiri Jaya Gugat Perdata PT. Perambah Batam Expresco
Kuasa Hukum Direktur PT. Gracia Mandiri Jaya, Rano Iskandar Sirait, SH dan Filemon Halawa, SH. 

Dinamika Kepri, Batam - Direktur PT. Gracia Mandiri Jaya, Murni Megawati Sihaloho melakukan gugatan perdata tehadap Surya Sugiharto dan PT. Perambah Batam Expresco ke Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Gugatan perdata nomor 70/Pdt.G/2022/PN Btm terdaftar sejak tanggal 14 Maret 2022 lalu itu, saat ini tengah bergulir di Pengadilan Negeri Batam, dan sudah masuk ke tahap mediasi untuk yang kedua kalinya.

Dalam gugatan perdata ini, Surya Sugiharto selaku tergugat 1, PT. Perambah Batam Expresco selaku tergugat 2 dan PT. Petra Sumara Energy turut tergugat.

Menurut Murni, upaya gugatan perdata itu dilakukannya kata dia, agar para pihak tergugat bisa mengembalikan semua kerugiannya dan kerugian para konsumen.

"Kita berharap gugatan perdata ini berjalan dengan baik, dan pihak tergugat bisa mengembalikan semua kerugian saya dan kerugian para konsumen," kata Murni didampingi kuasa hukumnya, Filemon Halawa, SH dan rekan, Rano Iskandar Sirait, SH di bilangan Batam Center, usai mengikuti mediasi kedua, Selasa (10/5/2022).

Menurut Filemon Halawa, kliennya Murni Megawati Sihaloho dalam gugatannya menuntut Surya Sugiharto selaku tergugat 1 dan PT. Perambah Batam Expresco selaku tergugat 2, agar membayar kerugian materil dan immateriil.

"Dalam gugatannya menuntut agar tergugat membayar kerugian materil Rp. 3.496.932.000 dan immateriil Rp. 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah)," kata yang akrab disapa Leo Halawa itu.

Leo Halawa melanjutkan, katanya, adapun dasar gugatan perdata itu dilakukan yakni dengan telah terbuktinya Surya Sugiharto divonis bersalah oleh pengadilan.

Lanjut Leo Halawa mengisahkan, sebagaimana diketahui sebelumnya, hal ini berawal karena tidak terbangunnya perumahan Green Kabil yang kemudian, Murni Megawati Sihaloho selaku pihak marketing, melaporkan Surya Sugiharto ke polisi.

"Setelah dilaporkan dan sempat DPO, kemudian Surya Sugiharto akhirnya berhasil diamankan di suatu tempat oleh pihak keluarga dan kerabat Murni Megawati Sihaloho, dan kemudian menyerahkannya ke polisi guna proses lebih lanjut," ucap Leo.

Direktur PT. Gracia Mandiri Jaya, Murni Megawati Sihaloho.

Sambungnya, kemudian dalam proses persidangannya, hakim Pengadilan Negeri Batam yang menyidangkan perkara tersebut waktu itu, menjatuhi terdakwa Surya Sugiharto vonis bersalah dengan kurungan penjara 2 tahun 6 bulan, lalu di tingkat banding Pengadilan Tinggi (PT), masa hukuman dikurangi 1 tahun dari sebelumnya dengan divonis bersalah dengan kurungan penjara 1 tahun 6 bulan.

"Sebelumnya, pada Senin, 29 November 2021, terdakwa Ir. Surya Sugiharto, M.H dinyatakan hakim yang menyidangkan perkara tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan, sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama penuntut umum Pasal 378 KUHP," ungkapnya.

Kemudian, mengenai benar tidaknya gugatan perdata terdata yang dilakukan oleh Direktur PT. Gracia Mandiri Jaya terhadap Surya Sugiharto dan PT. Perambah Batam Expresco ke Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (10/5/2022) malam melalui aplikasi Whatsapp, awak media ini telah mencoba mengkonfirmasinya kepada Minggu Sumarsono, SH selaku kuasa hukum tergugat, dan hingga berita ini diturunkan pada hari Rabu (11/5/2022) siang, kuasa hukum tergugat, belum memberikan jawaban.

Selain itu, terkait gugatan perdata ini dan hingga berita ini diturunkan, wartawan media ini juga sedang melakukan upaya konfirmasi kepada turut tergugat. (Ag)
Halaman :

Lebih baru Lebih lama