Diduga Setubuhi Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur, Pria Inisial ARS Diamankan Polisi Terancam 15 Tahun Bui

Diduga Setubuhi Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur, Pria Inisial ARS Diamankan Polisi Terancam 15 Tahun Bui

Diduga Setubuhi Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur, Pria Inisial ARS Diamankan Polisi Terancam 15 Tahun Bui
Pelaku inisil ARS saat digiring petugas masuk ke sel tahanan Polsek Sekupang.

Dinamika Kepri | Batam - Seorang pria berinisial ARS (45) diamankan unit Reskrim Polsek Sekupang. ARS diamankan karena diduga telah melakukan pertubuhan dengan anak tirinya yang masih di bawah umur.

Pria itu diamankan pada hari Kamis tanggal 26 Mei 2022 di Perumahan Taman Asri, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepri. Kemudian setelah diamankan, ARS beserta barang bukti lalu dibawa ke Polsek Sekupang untuk pemeriksaan lebih lanjut, demikian hal itu disampaikan Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Surya Wardhana saat menggelar konferensi pers ungkap tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawa umur tersebut di Mapolsek Sekupang, Selasa (31/05/2022).

Didampingi oleh Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba dan Kanit Reskrim Polsek Sekupang Iptu Muhammad Ridho saat konferensi pers, Kapolsek Kompol Yudha Surya Wardhana mengatakan, kejadian itu terjadi pada bulan Desember 2021 di Perumahan Taman Asri, Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang Kota Batam.

Terkait diamankannya pelaku, Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Surya Wardhana mengatakan, kejadian berawal diketahui pada bulan Desember 2021 pukul 18.00 Wib di Perumahan Taman Asri Kecamatan Sekupang Kota Batam saat kakak korban berada di rumah sakit mendapat cerita dari ibunya yang mengatakan ayah sama ibu ada masalah, masalah tentang korban yang telah di raba alat vitalnya, namun masalah tersebut telah diselesaikan oleh kemudian ibu, dan berpesan kepada kakak korban untuk menjaga melihat-melihat keadaan adiknya (korban).

Lebih lanjut dikatakannya, kemudian pada hari Kamis 26 Mei 2022, kakak korban mendapat telepon dari tante pelapor yang tinggal di rumah tersebut, bahwa warga telah mengamankan ARS dan akan dibawa ke Polsek Sekupang karena korban di Perumahan Taman Asri telah disetubuhi sebanyak lima kali yang terjadi pada bulan Agustus 2021 sebanyak 2 kali, bulan Oktober 1 kali, bulan November 1 kali dan bulan Desember 1 kali.

"Mengetahui hal itu, kemudian kakak korban menelepon ibunya yang berada di Kalimantan untuk memberitahu perbuatan ARS (ayah tiri korban), kemudian pelapor membuat laporan di kantor Polsek Sekupang atas perbuatan pelaku," terang Kapolsek Kompol Yudha Surya Wardhana.

Lanjutnya, setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya perbuatan persetubuhan yang dilakukan oleh ayah tiri terhadap anaknya, selanjutnya unit Reskrim Polsek Sekupang langsung bergerak mendatangi TKP untuk mengumpulkan keterangan saksi saksi yang mengetahui tentang kejadian perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.

"Setelah mendapatkan keterangan serta pengakuan korban, diketahui yang diduga sebagai pelaku perbuatan cabul terhadap anak tersebut adalah ARS yang merupakan ayah tiri korban," sambungnya.

Kata Kapolsek, selanjutnya pada hari Kamis 26 Mei sekira pukul 18.00 Wib, Unit Opsnal Polsek Sekupang mendapatkan informasi dari keluarga korban bahwasanya yang diduga sebagai pelaku sedang berada di rumah di perumahan Taman Asri, Kecamatan Sekupang.

"Setelah mendapat informasi tersebut, kemudian unit Reskrim Polsek Sekupang bersama dengan lembaga laskar Melayu Kepri dengan didampingi korban, kemudian bergerak menuju rumah yang diduga sebagai pelaku, dan berhasil mengamankan pelaku, kemudian pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Sekupang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku merupakan ayah tiri dari korban, yang mana pelaku sudah melakukan persetubuhan kepada anak tirinya sebanyak 5 kali, sedangkan ibu korban sedang berada di Kalimantan," ungkapnya.

Kata Kompol Yudha Surya Wardhana mengakhiri, perbuatan pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat (2) Jo pasal 82 ayat (2) UU No.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman dengan pidana penjara paling lama 15 tahun penjara. (Ril)
Halaman :

Lebih baru Lebih lama