Tim Satgas Merah Putih Ungkap Penyelundupan Sabu 31,552 Kg dari Jaringan Internasional


Tim Satgas Merah Putih Ungkap Penyelundupan Sabu 31,552 Kg dari Jaringan Internasional

Tim Satgas Merah Putih Ungkap Penyelundupan Sabu 31,552 Kg dari Jaringan Internasional
Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto (tengah) saat menggelar konferensi pers ungkap tindak pidana Narkotika, di Lobby Mapolresta Barelang, Selasa (19/04/2022).

Dinamika Kepri, Batam - Satresnarkoba Polresta Barelang menggelar konferensi pers ungkap kasus tindak pidana Narkotika sabu jaringan internasional Malaysia- Indonesia dengan Barang Bukti (BB) sabu seberat 31,552 Kilogram (Kg), Selasa (19/04/2022) pagi sekitar pukul 10:00 Wib di Lobby Mapolresta Barelang.

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Lulik Febyantara, Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba, Wakasat Resnarkoba AKP River Hutajulu dan Kanit 2 Satresnarkoba Iptu Pandu Renata Surya.

Kapolresta mengatakan, selama dirinya menjabat menjadi Kapolresta Barelang, ini merupakan pengungkapan yang kedua.

"Ini merupakan pengungkapan kedua selama saya menjabat sebagai Kapolresta Barelang dengan mengungkap kasus Narkotika jenis sabu seberat 31,552 Kg. Sebelumnya tanggal 14 Februari 2022 kurang dari 2 bulan, sekarang tanggal 19 April 2022 Satresnarkoba yang bergabung dengan Dir Polair Polda Kepri dalam Satgas Merah Putih," ungkap Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto.

Lebih lanjut dikatakannya, kejadian terjadi pada Hari Sabtu tanggal 09 April 2022 sekira pukul 22.00 Wib di Perairan Laut Sekitar Pulau Telan, Kecamatan Belakang Padang – Kota Batam dengan 1 tersangka berinisial EH (40) dengan total keseluruhan berjumlah 30 Bungkus Narkotika Jenis Sabu yang dibungkus dengan plastik kemasan teh merk guanyinwang seberat 31,552 Kg.

Terkait pengungkapan sabu seberat 31,552 Kg tersebut, katanya, pengungkapan berawal saat tim merah putih mendapat informasi dari masyarakat akan terjadi penyeludupan Narkortika dari Malaysia menuju Tanjung Batu, Kabupaten Karimun.

Mendapat informasi itu, tim langsung bergerak menuju Perairan Laut sekitar Pulau Telan Kecamatam Belakang Padang - Kota Batam untuk melakukan pengintaian dan Observasi.

Saat pengintaian, tim melihat kapal speed boat yang mencurigakan, kemudian sekira pukul 21.00 Wib tim mendekati kapal tersebut dan didapati 1 orang laki – laki berada di dalam kapal dan langsung dilakukan penangkapan.

Setelah pelaku ditangkap, selanjutnya dilakukan pemeriksaan di kapal speed boat dan ditemukan Narkotika jenis sabu yang disembunyikan pada tempat duduk yang menyatu dengan body speed boat.

Tim kemudian membuka kursi menggunakan gerinda, dan didapati 30 bungkus Narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik kemasan merek Guanyingwang.

Lanjut Kapolresta, pelaku dijanjikan oleh seseorang atau MR. X dengan upah Rp 10 juta.

"Pelaku dijanjikan oleh MR. X (DPO) dengan upah Rp. 10 juta. Sebagai DP awal, pelaku diberikan uang sebesar Rp. 3 juta," kata Kapolresta Barelang.

Dari pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 30 bungkus Narkotika jenis serbuk kristal sabu yang dibungkus dengan plastik kemasan merk Guanyingwang dengan berat keseluruhan 31,552 Kg, 1 unit speed boat fiber dengan mesin tempel merk yamaha 30 PK, uang sejumlah Rp. 2.900.000, 1 unit handphone merk redmi beserta kartu telkomsel dan 1 buah tas sandang warna hitam merk Rose Bags.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto juga mengatakan, modus pelaku yakni menyembunyikan Narkotika jenis sabu itu di tempat duduk yang menyatu pada body speed Boat, dan apabila Narkotika tersebut berhasil diedarkan maka bisa mendapatkan uang Rp. 47 miliar.

"Dapat diasumsikan jika 1 gram dipakai oleh 10 orang, maka Polresta Barelang telah berhasil menyelamatkan sebanyak 315.520 jiwa manusia, dan jika dinominalkan ke rupiah, maka ada sekitar Rp 47 Miliar dengan asumsi harga Narkotika jenis sabu di pasaran Rp 1,5 juta per gram," terang Kapolresta Barelang.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kata Kapolresta, tersangka EH dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Uu Ri No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Dengan ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (Ril)
Lebih baru Lebih lama