Bea Cukai Batam Tangkap Kapal Speed Berisi Muatan Rokok Ilegal, Nahkoda Inisial MU Diamankan


Bea Cukai Batam Tangkap Kapal Speed Berisi Muatan Rokok Ilegal, Nahkoda Inisial MU Diamankan

Bea Cukai Batam Tangkap Kapal Speed Berisi Muatan Rokok Ilegal, Nahkoda Inisial MU Diamankan
Petugas patroli Bea Cukai Batam saat berhasil mengamankan kapal High Speed Carrier di Perairan Pulau Petong, Senin (25/4/2022) malam.

Dinamika Kepri, Batam - Bea Cukai Batam terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan pengawasan untuk dapat melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal dan berbahaya.

Komitmen tersebut dibuktikan melalui keberhasilan Bea Cukai Batam menangkap satu unit kapal High Speed Carrier (HSC) yang memuat hasil tembakau ilegal sebanyak 768.000 batang. Penangkapan kapal tersebut dilakukan pada hari Senin, 25 April 2022, di area perairan Pulau Petong.

Undani, Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam memaparkan kronologi kejadian penangkapan kapal HSC tersebut, Kata dia, kronologi penangkapan kapal HSC itu berawal dari patroli rutin yang dilakukan oleh Bea Cukai Batam pada hari Senin, 25 April 2022.

''Penangkapan dilakukan saat Kapal patroli Bea Cukai Batam melakukan tugas patroli rutin pada sektor perairan Punggur dan sekitarnya," ujar Undani, Rabu (27/4/2022).

Lebih lanjut dikatakannya, berbekal informasi dari masyarakat, pada hari Senin, 25 April 2022 pukul 21.00 WIB terdapat kapal HSC yang sedang melakukan giat di perairan jembatan 6 Pulau Galang Batam dengan tujuan Pulau Guntung yang mana diduga kapal HSC tersebut membawa barang yang tidak dilengkapi dokumen kepabeanan dan cukai.

Setelah mendapat informasi itu, kemudian kapal patroli Bea Cukai Batam segera bertolak dari perairan Punggur menuju lokasi tempat untuk memotong jalur yang akan dilewati oleh kapal HSC tersebut.

"Dengan cepat, kapal patroli Bea Cukai Batam berhasil menegah kapal HSC tersebut pada hari Selasa, 26 April 2022, pukul 00.30 WIB. Dari hasil pemeriksaan singkat, ditemukan muatan Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) sebanyak 60 karton dengan total 768.000 batang hasil tembakau jenis sigaret kretek mesin (SKM) tanpa dilekati pita cukai,” pungkas Undani.

Lanjutnya, setelah dilakukan penangkapan, kemudian barang bukti berupa satu unit kapal HSC tanpa nama dan 60 karton dengan total 768.000 batang hasil tembakau jenis SKM yang tidak dilekati pita cukai diamankan dan dibawa ke gudang tangkapan Bea Cukai Batam yang berlokasi di Tanjung Uncang guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Bersama barang bukti tersebut, juga diamankan seorang laki-laki berinisial MU yang merupakan Nakhoda kapal," ungkapnya.

Undani mengatakan, pelaku diduga melanggar Pasal 54 Undang-undang Cukai, yaitu menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1), dan/atau Pasal 56 Undang-Undang Cukai, yaitu menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun, dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Terkait potensi kerugian negara yang timbul akibat tembakau ilegal sebanyak 768.000 batang tersebut, kata Undani potensi kerugian mencapai Rp 500 juta lebih.

"Perkiraan nilai barang yang ditegah mencapai angka Rp. 875.520.000 dengan total potensi kerugian negara Rp. 541.348.000. Terhadap barang bukti tersebut selanjutnya dilakukan penyidikan untuk mendalami perkara," tutupnya. (Ril)
Lebih baru Lebih lama