Jaringan Narkotika Internasional Ditangkap Satresnarkoba Polresta Barelang, BB 22,249 Kg


Jaringan Narkotika Internasional Ditangkap Satresnarkoba Polresta Barelang, BB 22,249 Kg

Jaringan Narkotika Internasional Ditangkap Satresnarkoba Polresta Barelang, BB 22,249 Kg
Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto saat gelar konferensi pers.

Dinamika Kepri, Batam - Dipimpin Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto didampingi Wakapolresta Barelang AKBP Junoto, Kasat Resnarkoba Kompol Lulik Febyantara, Wakasat Resnarkoba AKP River Hutajulu, Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba dan Satresnarkoba Polresta Barelang menggelar konferensi pers pengungkapan kasus tindak pidana Narkotika jenis sabu jaringan internasional Malaysia- Indonesia dengan total Barang B(BB) sabu seberat 22,249 Kilogram (Kg). Gelar konferensi pers tersebut dilakukan di Lobby Mapolresta Barelang. Kamis (17/3).

Kapolresta Barelang mengatakan, kejadian terjadi pada hari Selasa tanggal 15 Februari 2022, sekira pukul Jam 14:00 Wib di sekitaran Pulau Buaya Batam dengan 4 tersangka berinisial RH (48), ST (26), IM (49) dan AB (46) dengan total keseluruhan berjumlah 22 bungkus Narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik kemasan teh merk guanyinwang Seberat 22,249 Kg.

Kasat Resnarkoba Kompol Lulik Febyantara, SIK, MH menjelaskan kronologis Berawal pada hari minggu (13/02/2022) sekira jam 23:00 wib anggota Satresnarkoba Polresta Barelang melakukan kegiatan penyelidikan terkait informasi transaksi narkoba dengan melakukan kegiatan profiling dan surveillance di Perairan International sekitar Nongsa Batam.

Kemudian pada hari Senin (14/02/2022) sekira jam 05:00 Wib, anggota Satresnarkoba Polresta Barelang mendapat informasi akurat bahwa pelaku akan melakukan perjalanan dari perairan international (OPL) timur wilayah Batam menuju perairan laut wilayah palembang untuk membawa narkotika jenis sabu.

Lalu pada hari Senin pukul 13:00 WIB tim menemukan sebuah kapal yg mencurigakan dan di daerah Perairan Pulau Buaya Kec Galang, namun mengingat cuaca dan situasi saat itu tidak memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan kapal kayu berikut awak serta barang bawaanya tersebut dibawa menuju Batam.

Setelah itu, pada hari selasa (15/02/2022) sekira jam 14:00 wib tepatnya pulau buaya batam, kapal kayu yang diawaki oleh 4 orang yang RH (48 Tahun), ST (26), IM (49) dan AB (46) dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan dan ditemukan barang terlarang berupa, 1 buah tas motif kotak-kotak, merk global yang berisikan 17 bungkus narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik kemasan merk guanyinwang dan, 1 buah kantong keresek warna merah yang berisikan 5 bungkus narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik kemasan merk guanyinwang, dengan total keseluruhan berjumlah 22 bungkus narkotika diduga jenis sabu.

Kemudian Saksi penangkap menanyakan kepada para pelaku milik siapa dan akan dibawa kemana 22 bungkus narkotika jenis sabu tersebut, dijawab para pelaku milik bos mereka di Palembang dan akan diserahkan kepada MR X (DPO), selanjutnya para pelaku berikut barang bukti dibawa kekantor Satresnarkoba Polresta barelang guna dilakukan penyelidikan serta penyidikan lebih lanjut; ungkap Kasat Resnarkoba Kompol Lulik Febyantara,

Kapolresta Barelang mengatakan, modus para pelaku bermufakat jahat di dalam mengedarkan Narkotika jenis sabu dari negara Malaysia, lewat jalur laut menggunakan kapal speed boat rute Malaysia-Batam-Palembang.

“Asumsi 1 gram dipakai oleh 10 orang, Polresta Barelang telah menyelamatkan sebanyak 222.490 jiwa manusia” ungkap Kapolresta Barelang.

Lebih lanjut dikatakan Kapolresta, jika sabu 22,249 Kg dinominalkan rupiah, maka ada sekitar Rp 33 milyar dengan asumsi harga narkotika jenis sabu di pasaran Rp 1,5 juta per gram.

Kata Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto mengakhiri, atas perbuatan para tersangka, dijerat pasal 114 ayat (2) Jo pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Uu Ri No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (Ril)
Lebih baru Lebih lama