Sidang Penyelundupan Rokok dan Mikol dari Singapura, Albert Johanes Divonis 4 tahun Penjara


Sidang Penyelundupan Rokok dan Mikol dari Singapura, Albert Johanes Divonis 4 tahun Penjara

Sidang Penyelundupan Rokok dan Mikol dari Singapura, Albert Johanes Divonis 4 tahun Penjara
Bea Cukai Batam saat mengamankan barang bukti Mikol dan rokok dari KM Budi GT 34, Sabtu (20/2/2021) lalu.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Albert Johanes sidang perkara dugaan penyelundupan (lundup) minuman beralkohol (Mikol) dan rokok ilegal dari Singapura ke Batam yang sebelumnya ditangkap petugas Bea dan Cukai, divonis 4 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (8/12/2021).

Dalam amar putusan, menjelis hakim menilai bahwa perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Kepabeanan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua Penuntut Umum.

"Menyatakan terdakwa Albert Johanes telah terbukti melanggar telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'Turut serta membantu mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7a ayat (2)' sebagaimana dakwaan alternatif kedua Penuntut Umum," kata ketua majelis hakim, Ferdinaldo Hendrayul Bonodikun didampingi dua hakim anggota, Marta Napitupulu dan H. Jeily Syahputra melalui sidang virtual di (PN) Batam.

Sedangkan untuk barang bukti berupa 1 (satu) unit kapal motor barang dengan nama kapal Budi berukuran 21,00 x 6,40 x 2,80 M, GT 34, dengan mesin merek Volvo No. 1000553-120 PK dan 2 (dua) pcs kunci kapal KM. Budi, dirampas untuk negara, dan barang bukti berupa 455 karton Barang Kena Cukai (BKC) jenis Hasil Tembakau (HT) berupa rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai, 85 karton Barang Kena Cukai (BKC) jenis minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) merek Johnnie Walker Red Label tanpa dilekati pita cukai dan Handphone milik terdakwa beserta sim card nya, dirampas untuk dimusnahkan.

Terhadap putusan itu, dan Albert Johanes setelah berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, Filemon Halawa, SH, kepada majelis hakim Albert Johanes mengatakan akan melakukan banding.

"Saya akan melakukan banding yang mulia," katanya.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa Albert Johanes yakni sesusai dengan tuntutan jaksa penunut umum Yan Elhas Zeboea yang sebelumnya menuntut terdakwa 4 tahun penjara.

Seperti diketahui, dalam dakwaan JPU sebelumnya, terdakwa Albert Johanes diduga terlibat penyeludupan sebanyak 455 karton rokok dan 85 kardus minuman alkohol tanpa dilekati cukai.

Barang tersebut diketahui berasal dari Singapura yang diangkut KM. Budi GT 34 yang kemudian ditangkap Bea dan Cukai Tipe B Batam pada 20 Februari 2021 sekira pukul 04.30 WIB di Perairan Tanjung Sengkuang, Batam, Kepri. (Ag)
Halaman :

Lebih baru Lebih lama