Setebuhi Anak di Bawah Umur Bergantian, Dua Buruh Bangunan ini Ditangkap Polisi


Setebuhi Anak di Bawah Umur Bergantian, Dua Buruh Bangunan ini Ditangkap Polisi

Setebuhi Anak di Bawah Umur Bergantian, Dua Buruh Bangunan ini Ditangkap Polisi
Kedua pelaku dihadirkan saat konferensi pers di Mapolsek Nongsa Batam, Jumat (3/12/2021). 

Dinamika Kepri, Batam - Dua pria pelaku tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur ditangkap unit Reskrim Polsek Nongsa, Batam, demikian hal itu disampaikan, Kapolsek Nongsa, AKP Yudi Arvian saat menggelar konferensi pers di Mapolsek Nongsa Batam, Jumat (3/12/2021).

Dikatakan Kapolsek, pelaku berinisial RS (22) dan WIC (19 ) yang merupakan buruh bangunan itu, ditangkap pada hari Rabu anggal (24/11/2021) sekira jam 02.00 Wib di rumahnya di Perum Armendo Raya, Kabil, Nongsa.

Kedua pelaku ditangkap setelah ibu korban melaporkan kejadian yang dialami anaknya inisial M (12) ke Polsek Nongsa pada tanggal 24 November 2021 lalu.

Disebutkan, korban M mengaku kepada ibunya telah disetubuhi oleh kedua pelaku RS dan WIC pada hari senin 18 Oktober 2021 malam sekitar pukul 19.30 Wib di semak-semak Lapangan Kavling Lama, Kabil, Nongsa.

Untuk memastikan pengakuan dari anaknya, ibu korban kemudian membawa M ke Rumah Sakit (RS) untuk melakukan visum. Dari hasil visum, menurut keterangan dokter UGD bahwa di alat kelamin si anak mengalami luka lecet. Kemudian berdasarkan dari hasil visum itu, ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nongsa.

Dijelaskan juga, awal terjadinya persetebuhan itu yakni pada saat pelaku RS mengetahui bahwa pelaku WIC sedang chatingan dengan korban dengan kalimat “sayang”.

Karena RS juga mengetahui bahwa pelaku WIC pernah bersetubuh dengan korban, begitu juga dengan dia, kemudian mereka membuat rencana sepakat untuk melakukan persetubuhan secara bersama-sama dengan korban.

Selanjutnya, setelah kedua pelaku sepakat, WIC lalu mengajak korban untuk bertemu. Lalu setelah bertemu dengan korban, WIC kemudian mengirimkan pesan kepada RS bahwa ia sudah berada di lapangan.

Menerima pesan itu, RS pun langsung tiba, kemudian pelaku WIC melakukan bujuk rayu kepada korban sehingga korban mau masuk ke dalam semak-semak untuk bersetubuh. Dalam semak itu, kedua pelaku kemudian bergantian menyetubuhi korban.

Lanjut Kapolsek Nongsa AKP Yudi Arvian mengatakan, saat ini kedua pelaku sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 Jo Pasal 76 D dan atau Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76E Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 milyar. (Ril)

Halaman :
Lebih baru Lebih lama