Header Ads Widget

Sembunyikan Sabu di Alas Kaki, Penumpang KM Kelud Tujuan Jakarta ini Diamankan BC Batam

Sembunyikan Sabu di Alas Kaki, Penumpang KM Kelud Tujuan Jakarta ini Diamankan BC Batam
Pelaku dan barang bukti.

Dinamika Kepri, Batam - Seorang penumpang Kapal Motor (KM) Kelud tujuan Tanjung Priok, Jakarta berinisial MR (28) pada hari Rabu, (1/12/2021) diamankan Tim K-9 Bea Cukai (BC) Batam.

Penumpang itu diamankan di mana setelah Anjing K-9 milik Bea Cukai Batam mengendusnya membawa enam bungkus plastik berisi total 552 gram sabu yang disembunyikan di dalam alas kakinya.

Terkait diamankannya penumpang pria itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Seksi Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Zulfikar Islami menyampaikan, bahwa penumpang tersebut diamankan saat Tim K-9 Bea Cukai Batam yang melakukan kegiatan pengawasan rutin terhadap penumpang KM Kelud tujuan Jakarta pada hari Rabu, (1/12/2021) lalu.

“Awal mula kronologinya saat melakukan pengawasan terhadap para penumpang KM Kelud, Anjing K-9 bernama Dee menunjukkan respon duduk kepada salah seorang penumpang berinisial MR,” jelas Zulfikar, Senin (6/12/2021).

Kata dia, petugas kemudian membawa MR ke hanggar milik Bea Cukai Batam dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya dilakukan wawancara, pemeriksaan badan, dan pemeriksaan terhadap seluruh barang bawaan penumpang tersebut.

“Saat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas curiga terhadap ukuran alas kaki yang digunakan oleh MR karena ukurannya tidak wajar. Kemudian alas kaki tersebut diperiksa kembali menggunakan X-Ray dan terdapat kejanggalan,” ujar Zulfikar.

Petugas membongkar alas kaki tersebut dan menemukan kristal putih yang dilapisi dengan lakban warna hitam. Terhadap barang tersebut, petugas melakukan uji narcotest untuk memastikan kandungan dari isi bungkusan plastik tersebut.

“Dari hasil narcotest diketahui bahwa isi bungkusan tersebut positif narkoba jenis Sabu/ Methamphetamine,” jelas Zulfikar.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam untuk dilakukan proses lebih lanjut.

“Penyelundupan narkotika dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati / penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10 miliar,” tambah Zulfikar.

Kata Zulfikar mengakhiri, saat ini tersangka dan barang bukti sudah diserahterimakan kepihak Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Riau dengan dibuatkan berita acara serah terima tanggal 1 Desember 2021 guna diproses lebih lanjut. (Ril)