Coffee Morning dengan Wartawan, Kajari Polin Octavianus Sebut di Batam Lebih Signifikan Kasus Narkoba


Coffee Morning dengan Wartawan, Kajari Polin Octavianus Sebut di Batam Lebih Signifikan Kasus Narkoba

Coffee Morning dengan Wartawan, Kajari Polin Octavianus Sebut di Batam Lebih Signifikan Kasus Narkoba
Didampingi Kasi Intel Kejari Batam Wahyu Oktaviandi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Polin Octavianus Sitanggang menggelar konferensi pers di Aula Kejari Batam, Kamis (30/12/2021).

Dinamika Kepri, Batam - Jelang akhir tahun 2021, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Polin Octavianus Sitanggang didampingi Kasi Intel Kejari Batam Wahyu Oktaviandi mengelar coffee morning dengan mengundang para wartawan dari berbagai media yang ada di Kota Batam. Kegiatan itu dilakukan di Aula Kejari Batam, Kamis (30/12/2021) pagi.

Tak hanya coffee morning, kegiatan tersebut juga sekaligus dilakukan konferensi pers mengenai atas capaian Kejari Batam selama di tahun 2021 dan dilanjutkan sesi tanya jawab dengan Kajari Batam.

Kemudian, setelah menyampaikan capaian itu, selain mengatakan kasus pencabulan di Batam meningkat sejak masa pandemi, Ia juga menyebutkan bahwa di Batam pihaknya lebih banyak menangani kasus perkara Narkoba.

"Untuk kasus zinah dan pencabulan tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya, dan selama saya menjabat, saya perhatikan di Batam ini yang lebih signifikan itu kasus Narkoba, bahkan saya berpikir bagaimana cara menghentikan peredaran Narkoba di Batam, karena saya menilai Batam ini sudah menjadi Kota transit dan tujuan perdagangan Narkoba," kata Kajari Batam, Polin Octavianus Sitanggang.

Lebih lanjut dikatakannya, selama di tahun 2021 ini, dalam kasus Narkoba di Batam telah ada 14 orang terdakwa yang telah dituntut mati yang mana di antaranya 9 terdakwa telah divonis pidana hukuman mati dan 1 terdakwa di antaranya masih dalam melakukan upaya hukum dan ada juga sebagian terdakwa yang divonis seumur hidup.

Mengenai para terdakwa yang telah divonis mati itu, kata dia sampai saat ini belum ada dieksekusi karena pertimbangan beberapa hal di antaranya hak terpidana untuk mendapat grasi.

Selain itu, terkait meningkatnya kasus zinah dan pencabulan di tahun 2021 di Kota Batam, kata Polin Octavianus, dirinya merasa miris sebab baik dari pihak korban maupun pelaku ada yang masih anak-anak, sama-sama masih di bawah umur.

"Kasus zinah dan pencabulan pada tahun ini ada banyak, dan sangat miris sekali karena ada pelakunya masih di bawah umur. Dan saya juga tidak tahu kenapa itu bisa terjadi, mungkin karena pandemi, orang tak bisa kemana-mana, itu yang nampak di hadapan mata, itu yang dihajar," pungkasnya.

Kata dia, dalam penindakan pihaknya ada diujung, namun ia menekankan agar di dalam penindakan hukum juga dilakukan tracking dengan memberikan penyuluhan bagaimana agar hal itu tidak terjadi lagi.

Saat ditanya terkait apa rencana atau progam Kejari Batam di tahun 2022 dalam memerangi peredaran Narkoba di Kota Batam, jawab Kajari, pihaknya akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum yang lainnya. (Ag)
Halaman :
Lebih baru Lebih lama