Sidang Kasus Mikol dan Rokok, Albert Johanes Dituntut Jaksa 4 Tahun Penjara


Sidang Kasus Mikol dan Rokok, Albert Johanes Dituntut Jaksa 4 Tahun Penjara

Sidang Kasus Mikol dan Rokok, Albert Johanes Dituntut Jaksa 4 Tahun Penjara
Bea Cukai Batam saat mengamankan barang bukti Mikol dan rokok dari KM Budi GT 34, Sabtu (20/2/2021).

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Albert Johanes sidang perkara dugaan tindak pidana kepabeanan penyelundupan Minuman Beralkohol (Mikol) dan rokok tanpa cukai, dituntut jaksa 4 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (18/11/2021).

Dalam amar tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yan Elhas Zebeoa membacakan, terdakwa Albert Johanes disebutkan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan "tindak pidana kepabeanan secara bersama-sama", sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua penuntut umum.

Baca jugaTerkait Sidang Rokok dan Mikol Ilegal, PH Terdakwa Minta Bea Cukai Tangkap Pemilik Barang

Selain menuntut terdakwa pidana 4 tahun penjara, penuntut umum juga menunut pidana denda sebesar Rp 1 miliar rupiah dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar denda paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan.

Sedangkan untuk barang bukti berupa satu unit Kapal Motor Barang dengan nama kapal BUDI ukuran 21,00 x 6,40 x 2,80 M, GT 34, dengan mesin merek Volvo No. 1000553-120 PK dan dua picis kunci kapal KM. BUDI, dinyatakan dirampas untuk negara.

Untuk barang bukti berupa 455 karton Barang Kena Cukai (BKC) jenis Hasil Tembakau (HT) berupa rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai, 85 karton Barang Kena Cukai (BKC) jenis minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) merek Johnnie Walker Red Label tanpa dilekati pita cukai dan Handphone milik terdakwa beserta sim card, dirampas untuk dimusnahkan.

Baca jugaPH Terdakwa Albert Johanes Tantang BC Batam Tangkap Pemilik Barang, Ini Jawaban Undani

Terhadap tuntutan itu, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Filemon Halawa mengatakan akan melakukan pembelaan (pledoi) terhadap terdakwa pada agenda sidang berikutnya. Mendengar itu, kemudian majelis hakim yang diketuai hakim Ferdinaldo Hendrayul Bonodikun didampingi dua hakim anggota, kemudian menjadwalkan sidang berikutnya pada hari Kamis 25 November 2021 mendatang dengan agenda sidang untuk mendengarkan pembelaan dari PH terdakwa.

Seperti diketahui, dalam dakwaan JPU, terdakwa Albert Johanes diduga terlibat penyeludupan sebanyak 455 karton rokok dan 85 kardus minuman alkohol tanpa dilekati cukai.

Barang tersebut diketahui berasal dari Singapura yang diangkut KM. Budi GT 34 yang kemudian ditangkap Bea dan Cukai Tipe B Batam pada 20 Februari 2021 sekira pukul 04.30 WIB di Perairan Tanjung Sengkuang, Batam.

Baca jugaLagi, Kapal Pembawa Rokok dan Mikol Ilegal Senilai Rp 10 Miliar Berhasil Diamankan Bea Cukai Batam

Dalam perkara tersebut, dua terdakwa telah divonis bersalah oleh hakim pengadilan Negeri Batam. Kedua terdakwa itu yakni Burawi Hasyiem selaku nakhoda dan Irwan Arif Zainal selaku ABK.

Dalam perkara ini, terdakwa Albert Johanes didakwa Pasal 50, 56, 54 Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dan/atau Pasal 102 huruf a Undang-Undang RI No.17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. (Ag)

Halaman :
Lebih baru Lebih lama