Header Ads Widget

Satu Pelaku Jambret di Depan RS Elisabet Ditangkap Polisi, Temannya Inisial J Masih DPO

Satu Pelaku Jambret di Depan RS Elisabet Ditangkap Polisi, Temannya Inisial J Masih DPO
Tersangka RA dan barang bukti.

Dinamika Kepri, Batam - Dalam waktu seminggu, seorang pelaku jambret yang sebelumnya beraksi di depan RS Elisabet Lubuk Baja, akhirnya berhasil diamankan tim gabungan dari Subdit 3 Reskrimum Polda Kepri dan Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja Polresta Barelang,

Pria berinisial RA (16) yang masih di bawah umur ini, ditangkap polisi pada Selasa (09/11/2021) malam sekitar jam 23.00 Wib di kosannya di Kampung Utama Atas, Lubuk Baja, Batam.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa 1 unit handphone dengan merek samsung galaxy tab 3V warna putih dan beberapa buah kotak handphone.

Tersangka RA ditangkap setelah mendapat laporan dari korban, Tim Subdit 3 Ditreskrimum Polda Kepri yang dipimpin oleh Ps. Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Andri Kurniawan melakukan serangkaian tindakan penyelidikan guna mendapatkan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari sumber yang akurat, Tim Subdit 3 Ditreskrimum Polda Kepri kemudian berhasil mengetahui keberadaan terduga pelaku menangkapnya.

Terkait telah diamankannya pelaku jambret itu, Kapolresta Barelang KBP Yos Guntur melalui Kapolsek Lubuk Baja AKP Budi Hartono mengatakan, tersangka berhasil diamankan di Polsek Lubuk Baja dan akan dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Kata, AKP Budi Hartono, berdasarkan pengakuan dari tersangka RA, tersangka melakukan jambret bersama rekannya inisial J (DPO) dan saat ini masih dalam pengejaran, dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka RA terancam hukuman pidana 2 tahun penjara.

"Pelaku memang di bawah umur, umurnya 16 tahun. Sudah menikah tapi hanya nikah sirih. Namun pelaku merupakan residivis tindak pidana pencurian dengan pemberatan pada Bulan Maret 2021. Sehingga kali ini pelaku bisa lanjut menggugurkan diversi anak berhadapan dengan hukum untuk dijerat pasal pencurian disertai dengan kekerasan Pasal 365 ayat (2) Ke - 2e KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara," ucap Kapolsek Lubuk Baja, AKP Budi Hartono, Kamis (11/11/2021).

Lebih lanjut dikatakan AKP Budi Hartono, awalnya, pada hari Rabu (03/11/2021) sekira pukul 19.30 WIB, korban inisial ML sepulang dari Gereja Santo Petrus yang hendak pulang ke rumah dengan berjalan kaki sendirian di jalan raya turunan Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja, tiba-tiba dari arah belakang sebelah kanan, datang sepeda motor yang dikendarai oleh 2 orang pelaku. Pelaku RA yang dibonceng, langsung menarik paksa tas milik korban dari bahu kanannya. Saat itu korban juga terkejut karena tas miliknya berhasil diambil pelaku yang saat itu kedua pelaku langsung melarikan diri dengan menancap gas sepeda motornya.

Akibat dari kejadian tersebut, kata AKP Budi Hartono, korban mengalami kehilangan 1 buah tas sandang berwarna Hitam yang berisikan 2 unit Handphone dengan Merk/ Type Samsung Galaxy Tab 3V, 1 Buah Handphone dengan Merk/ Type Advan Vandroid Tab warna Hitam, 1 Buah Handphone dengan Merk/ Type Samsung Keystone 2 warna Hitam, 1 Buah Kotak Handphone dengan Merk/ Type Nokia 109 warna Cyan, uang sebanyak Rp. 300.000,- dan dokumen identitas (KTP, Kartu BPJS, Kartu NPWP dan ATM BRI) dengan kerugian sebesar Rp. 5 juta. (Ril)