Header Ads Widget

Batangan Emas Hilang dari Penyimpanan, Pengelola Agunan PT. Pegadaian Inisial RD Ditangkap Polisi

Batangan Emas Hilang dari Penyimpanan, Pengelola Agunan PT. Pegadaian Inisial RD Ditangkap Polisi
Tersangka inisial RD (tengah) pakai baju tahanan.

Dinamika Kepri, Batam - Seorang pria berinisial RD (35) yang bekerja sebagai pengelola agunan di PT. Pegadaian (Persero) Cabang ML ditangkap polisi.

Saat melakukan konferensi pers Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Korupsi tersebut di Lobby Mapolresta Barelang, Selasa (09/11/2021), dampingi Kanit 3 Tipikor Satreskrim Polresta Barelang Iptu Jaya Tarigan, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan menagatakan, RD ditangkap pada hari Sabtu (18/09/2021) lalu sekira pukul 12.00 Wib di Halte Bus Simpang Bascamp, Sagulung, Batam

RD ditangkap karena diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di tempat kerjanya dengan dugaan menyalahgunakan kewenangannya sebagai pengelola agunan dengan cara mengeluarkan barang dari brangkas PT.Pegadaian tanpa sesuai prosedur yang mana barang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadinya.

Awalnya, pada hari Senin (12/10/2020) sekira pukul 08.00 Wib sampai dengan pukul 18.00 Wib, pemimpin Cabang PT. Pegadaian Cabang ML inisial D melakukan pemeriksaan waskat di kantor Cabang PT. Pegadaian Cabang ML.

Saat melakukan pemeriksaan, D mendapati barang – barang jaminan nasabah berupa 16 potong emas dengan berat kurang lebih 200 gram yang disimpan di brangkas di ruang penyimpanan barang, telah hilang.

Mendapati potongan emas itu tidak ada di tempatnya, selanjutnya D menanyakan hal itu ke RD, namun RD menjawab tidak tahu.

Kemudian pada hari selasa (13/10/2020) sekira pukul 08.00 Wib, RD menemui D di ruang kerjanya untuk menanyakan solusinya. Menjawab itu D mengatakan, akan mencarinya sampai ketemu dengan menggunakan sistem.

Setelah dilakukan pengecekan, tidak ada salah kasih atau salah penyimpanan. Dari pengecekan itu, yang terdapat hanya 52 potongan emas, sedangkan yang 16 potong tidak ditemukan.

Kemudian sekira pukul 13.20 Wib, usai jam istirahat, hanphone RD tidak bisa dihubungi lagi. Selanjutnya Tim Audit dari Internal PT. Pegadaian kembali melakukan pengecekan yang hasilnya ternyata ada 20 potong emas yang hilang.

Batangan Emas Hilang dari Penyimpanan, Pengelola Agunan PT. Pegadaian Inisial RD Ditangkap Polisi
Kasat Reskrim Kompol Reza Morandy Tarigan dan Kanit 3 Tipikor Satreskrim Polresta Barelang Iptu Jaya Tarigan saat gelar konferensi pers di Lobby Mapolresta Barelang, Selasa (09/11/2021).

Kapolresta Barelang KBP Yos Guntur melalui Kasat Reskrim Kompol Reza Morandy Tarigan membenarkan adanya Tindak Pidana Korupsi yang saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan oleh Satreskrim Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku menyalahgunakan kewenangannya sebagai pengelola agunan dengan cara mengeluarkan barang dari brangkas PT.Pegadaian tanpa sesuai prosedur yang mana barang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi. Berdasarkan audit perhitungan yang dilakukan oleh auditor SPI (satuan Pengawas Internal) PT. Pegadaian Indonesia, kerugian negara sebanyak Rp. 1,250 miliar," kata Kapolresta Barelang melalui Kompol Reza Morandy Tarigan.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pembrantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 65 ayat (1) K.U.H.Pidana.

"Atas perbuatannya pelaku, terancaman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp. 200 juta dan paling banyak Rp.1 milliar," tutup Kasat Reskrim. (Ril)