Header Ads Widget

Terkait Dipecatnya Pendeta Kriston Labonda, Ini Kata Majelis Jemaat Gekisia Batam Center

Terkait Dipecatnya Pendeta Kriston Labonda, Ini Kata Majelis Jemaat Gekisia Batam Center
Majelis jemaat Gereja Gekisia Batam Center bersama kuasa hukum pendeta Kriston Labonda, Osner Johnson Sianipar, SH saat melakukan konferensi pers di halaman depan Gereja Gekisia, Batam Center, Batam, Senin (25/10/2021) siang.

Dinamika Kepri, Batam - Terkait dipecatnya pendeta Gereja Gekisia Batam Center, Kepulauan Riau (Kepri), Kriston Labonda, S. Th oleh Sinode Gekisia, kuasa hukum pendeta Kriston Labonda, Osner Johnson Sianipar, SH dari LBH Pro NKRI, menggelar konferensi pers di halaman depan Gereja Gekisia, Batam Center, Batam, Senin (25/10/2021) siang.

Selain kuasa hukum pendeta, konferensi pers ini juga turut dihadiri oleh majelis Jemaat Gereja Gekisia Batam Center dan pendeta Kriston Labonda.

Kepada media, Osner Johnson mengatakan, ada pun tujuan konferensi pers itu dilakukan yakni untuk meluruskan isu-isu yang beredar selama ini di media sosial di mana disebutkan bahwa kliennya, pendeta Kriston Labonda dipecat lantaran tidak mau dipindahtugaskan (mutasi).

"Bukan tidak mau dimutasi seperti yang disebut di media sosial itu, majelis Jemaat gereja yang tidak mau pendeta Kriston Labonda dipindahkan. Artinya jika jemaat masih menginginkannya, kenapa harus dipindahkan sementara baru 3 tahun bertugas di gereja ini, sedangkan tahapan mutasi itu per lima tahun, bahkan bisa lanjut jika jemaat masih menginginkan," kata Osner Johnson Sianipar.

Lanjutnya, benar, secara administratif sinode yang punya hak memutasi dan merotasi setiap pendeta, akan tetapi keinginan dari jemaat harus didengarkan dan jemaat juga punya hak, sebab yang memberikan fasilitas kepada pendeta itu adalah jemaatnya, bukan sinode.

Selain itu, ia juga sangat menyayangkan pihak dari Sinode melakukan upaya paksa mengusir pendeta dari gereja.

"Saya sangat menyayangkan kejadian itu. Saya juga mau katakan bahwa sinode tidak berhak mengusir paksa pendeta dari gereja, gereja ini milik jemaat bukan milik sinode, gereja ini di bangun oleh jemaat," tegasnya.

Selain itu, seorang jemaat yang mengaku sebagai bendahara gereja menuturkan bahwa dirinya dan jemaat yang lain tidak terima pendeta Kriston Labonda dipindahkan apalagi saat ini telah dipecat.

"Jelas, kami sebagai jemaat sangat tidak terima dan menyayangkan pemecatan itu. Padahal sebelumnya kami sudah menyurati pihak sinode agar bapak pendeta tidak dimutasi, sebab bapak pendeta baru 3 tahun bertugas di gereja ini, dan kami sangat menginginkan bapak pendeta Kriston Labonda bertugas di gereja ini setidaknya sampai 5 tahun, tetapi surat kami tidak ada balasannya, yang ada, malah bapak pendeta dipecat dengan alasan tidak mau dimutasi," katanya.

Lanjutnya mengatakan, ada pun alasan jemaat mempertahankan pendeta Kriston Labonda karena pendeta itu dinilai sosok yang memiliki sikap terbuka dan transparan terhadap jemaat.

"Ya, kami menyukai bapak pendeta Kriston Labonda karena orangnya terbuka, selalu melibatkan jemaat terkait gereja, baik itu soal pembangunan atau pun yang lainnya. Jadi tidak ada yang ditutupi, transparan dan kami suka itu," ungkapnya.

Tak hanya itu, Osner Johnson Sianipar juga mengatakan bahwa seorang dari anggota jemaat gereja itu juga telah dilaporkan ke polisi. Jemaat itu dilaporkan terkait dugaan penganiayaan.

"Saat upaya pengusiran paksa pendeta Kriston Labonda dari gereja saat itu dan dihalangi jemaat, ada pihak pengusir pendeta yang jatuh, setelah itu dilakukan visum dan dibuat laporan polisi tentang tindak penganiayaan, padahal waktu itu tidak ada jemaat yang melakukan penganiayaan dan saat itu juga ada puluhan polisi di tempat yang sama, artinya jika ada tindak penganiayaan, mengapa pelakunya tidak langsung diamankan saat itu juga? Nah inikan aneh, tidak masuk akal," kata Osner penasaran.

Kata dia mengakhiri, selain dirinya dari pihak yang mendampingi majelis jemaat gereja dan kuasa hukum dari pendeta Kriston Labonda, ia juga mengatakan akan mementahkan laporan panganiayaan terhadap jemaat Gekisia tersebut. (Ag)