Header Ads Widget

PH Terdakwa Albert Johanes Tantang BC Batam Tangkap Pemilik Barang, Ini Jawaban Undani

PH Terdakwa Albert Johanes Tantang BC Batam Tangkap Pemilik Barang, Ini Jawaban Undani
Kepala Seksi Layanan Informasi Bea dan Cukai Tipe B Batam, Undani. 

Dinamika Kepri, Batam - Menanggapi atau menjawab tantangan dari Penasihat Hukum (PH) terdakwa Albert Johanes, Filemon Halawa yang meminta agar Bea Cukai Batam menangkap pemilik rokok dan mikol ilegal yang diangkut KM. Budi GT 34 dan memeriksa pemilik kapal serta juga memeriksa pihak yang mengeluarkan manifest barang, Undani selaku Kepala Seksi Layanan Informasi Bea dan Cukai Batam mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pengadilan.

"Penetapan seseorang menjadi tersangka telah melalui proses panjang. Pada saat penyidikan dilakukan dengan berdasar pada keterangan sejumlah saksi dan bukti permulaan yang kuat. Hal tersebut juga terbukti telah dinyatakan lengkap (P21) berkas penyidikan oleh kejaksaan. Selanjutnya kami menyerahkan sepenuhnya pada Pengadilan untuk proses lebih lanjut," balas Undani melalui pesan singkat dari selularnya, Jumat (29/2021) pagi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PH terdakwa Albert Johanes mengatakan, penetapan kliennya dari tersangka hingga menjadi terdakwa dinilainya sangat prematur, yang mana dua alat bukti yang digunakan hanya berdasarkan pengakuan dari Nahkoda dan ABK kapal dan nama yang ada di manifest barang, tanpa memeriksa siapa si pengirim barang, pemilik kapal dan pihak yang mengeluarkan manifest barang dari Singapura.

Sementara itu, dalam kesaksian Nahkoda dan ABK kapal dipersidangan, menurut Filemon Halawa, keduanya sama sekali tidak mengenal terdakwa dan berbeda di BAP.

Selain itu, ia juga mengatakan, tidak ada tanda tangan terdakwa dalam manifest tersebut. Adapun tujuan PH terdakwa ini meminta BC Batam agar memeriksa pihak yang disebutkannya, kata dia, supaya perkara yang sedang bergulir tersebut bisa terang benderang.

Filemon Halawa juga mengatakan, ia tidak mau kliennya menjadi pihak yang dikorbankan oleh seseorang pengusaha.

"Kami tantang dan memberikan PR bagi Bea dan Cukai Batam untuk menangkap pemilik barang dan pemilik kapal. Sudah jelas alamat dan namanya dalam BAP klien kami. Jika tidak ditangkap, ada apa? Ini akan kami kawal terus. Jangan sampai klien kami hanya korban dari pengusaha inisial A semata," kata Filemon Halawa, Kamis (28/10/2021).

Seperti diketahui, dalam dakwaan JPU, terdakwa Albert Johanes diduga terlibat penyeludupan sebanyak 455 karton rokok dan 85 kardus minuman alkohol tanpa dilekati cukai.

Barang tersebut berasal dari Singapura yang diangkut KM. Budi GT 34, yang kemudian ditangkap Bea dan Cukai Tipe B Batam pada 20 Februari 2021 sekira pukul 04.30 WIB di Perairan Tanjung Sengkuang, Batam.

Dalam perkara tersebut, dua terdakwa sudah divonis bersalah oleh hakim pengadilan Negeri Batam. Kedua terdakwa itu yakni Burawi Hasyiem selaku nakhoda dan Irwan Arif Zainal selaku ABK.

Sedangkan dalam perkara ini, terdakwa Albert Johanes didakwa Pasal 50, 56, 54 Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dan/atau Pasal 102 huruf a Undang-Undang RI No.17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. (Ag)