Header Ads Widget

Majelis Hakim yang Menyidangkan Terdakwa Surya Sugiharto Cek Lokasi Lahan

Majelis Hakim yang Menyidangkan Terdakwa Surya Sugiharto Cek Lokasi Lahan
Yanto Penasehat hukum terdakwa saat menunjukan dokumen kepemilikan lahan kepada ketua majelis hakim H. Jeily Syahputra pada saat cek lokasi lahan, Jumat (15/10/2021) siang.  

Dinamika Kepri, Batam - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam yang menyidangkan terdakwa Surya Sugiharto Direktur PT. Peramba Batam Expresco dalam perkara dugaan penipuan terhadap Murni Megawati Sihaloho Direktur PT. Gracia Mandiri Jaya, melakukan pemeriksaan setempat (descente) di lokasi suatu lahan di Kabil, Nongsa, Batam, Jumat (15/10/2021) siang.

Pemeriksaan setempat ini berlangasung dipimpin oleh hakim ketua H. Jeily Syahputra dengan didampingi dua hakim anggota dengan diikuti Jaksa Penutut Umum (JPU) Mega Tri Astuti, Penasehat hukum terdakwa, Juhrin dan Yanto, Murni Megawati (korban=red) dan Janto selaku Direktur PT. Graha Kawitaria Barelang, serta dihadiri oleh ibu dari terdakwa.

Adapun tujuan pemeriksaan setempat ini dilakukan, agar majelis hakim bisa melihat langsung lokasi lahan dan mencocokan dengan alat bukti dukumen yang ada di dalam berkas perkara.

Pada pemeriksaan setempat ini, majelis hakim juga melihat dokumen yang dibawa oleh penasehat hukum terdakwa. Selain itu, hakim H. Jeily Syahputra juga menegaskan, bahwa dalam perkara ini bukan terkait hak dan kepemilikan akan tetapi terkait perkara pidana.

Setelah mengatakan itu kepada ibu terdakwa, kemudian hakim mengakhiri pemeriksaan setempat tersebut, dan menjadwalkan sidang berikutnya pada hari Senin tanggal 18 Oktober 2021 mendatang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam perkara ini, terdakwa Surya Sugiharto disidangkan karena sebelumnya dilaporkan Murni Megawati ke polisi. Surya Sugiharto juga sempat menjadi DPO, namun berhasil ditangkap oleh keluarga kerabat Murni Megawati Sihaloho.

Murni mengaku, ia melaporkan Surya Sugiharto ke polisi karena dirinya merasa tertipu, sebab janji terdakwa untuk membangun Perumahan sebanyak 258 unit rumah di atas lahan 2,5 hektar dengan nama Green Lake Kabil di Punggur Kabil, Nongsa, tak kunjung dibangun oleh terdakwa.

Sementara ia selaku pihak marketing yang memasarkan dan menjual perumahan itu, menurut pengakuannya sudah menyetorkan sejumlah uang sebelumnya kepada terdakwa, namun perumahan tak kunjung dibangun, akibatnya para pembeli terus mendesaknya dan meminta pertanggungjawabannya padanya.

Dalam perkara ini, JPU mendakwa terdakwa Surya Sugiharto sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP atau kedua sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP. (Ag)