Header Ads Widget

Hadiri Seminar Ikatan Pendeta, AKBP Surya Iswandar Ajak Tokoh Agama Jaga Stabilitas Nasional

Hadiri Seminar Ikatan Pendeta, AKBP Surya Iswandar Ajak Tokoh Agama Jaga Stabilitas Nasional
Kasubbid Multimedia Polda Kepri AKBP Surya Iswandar, SH di acara seminar Ikatan Pendeta Menetap Batam, di Swiss Bell Hotel, Kamis (28/10/21) malam.

Dinamika Kepri, Batam - Mewakili Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt di acara seminar Ikatan Pendeta Menetap Batam, di Swiss Bell Hotel pada Kamis (28/10/21) malam, Kasubbid Multimedia AKBP Surya Iswandar mengajak seluruh tokoh agama untuk bersama-sama menjaga stabilitas nasional.

AKBP Surya Iswandar menjelaskan, stabilitas nasional merupakan kestabilan atau situasi yang kondusif baik di bidang sosial budaya, politik, pemerintahan, keamanan, perekonomian, perdagangan. Sehingga pemerintah dapat berjalan dengan baik, dan program serta kebijakan pemerintah bisa dilaksanakan secara optimal.

"Kehadiran tokoh agama di dalam lingkungan masyarakat adalah kunci menjaga stabilitas. Tidak cukup hanya berkomunikasi dengan Forkopimda saja. Peran tokoh agama itu sendiri yang menjadi kuncinya. Tokoh agama juga berperan memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasan terkait kemajuan jalannya pemerintahan," kata AKBP Surya Iswandar.

Lebih lanjut dikatakannya, tokoh agama dan tokoh adat harus aktif menyuarakan aspirasi dan Pemerintah telah memberikan ruang seluas–luasnya untuk dapat memberikan masukan demi kemajuan bangsa Indonesia. Selain menyuarakan aspirasi dan sumbangsih pemikiran, tokoh agama juga dapat mengawal bersama jalannya organisasi masyarakat yang ada di sekitar kita.

Mengakhiri, AKBP Surya Iswandar juga mengingatkan para pengguna internet di Indonesia agar bijak dalam menggunakan media sosial.

"Pada Era Post Truth saat ini, dan sebagai salah satu negara dengan pengguna internet terbesar di dunia, Indonesia berpotensi menjadi target fenomena Post-Trush, baik tujuan ekonomi maupun kepentingan politik. Maka dengan itu kita harus bijak dalam menggunakan media sosial, saring sebelum sharing," tutupnya. (Ril)