Header Ads Widget

10 Orang Diduga Terlibat Penganiayaan di Kopitiam 212 Berhasil Diamankan Polisi

10 Orang Diduga Terlibat Penganiayaan di Kopitiam 212 Berhasil Diamankan Polisi
Kabid Humas Polda Kepri, KBP Harry Goldenhardt S, S.IK., M.Si 

Dinamika Kepri, Batam – Sebanyak 10 orang yang diduga terlibat pengeroyokan dan atau penganiayaan terhadap salah seorang pegawai Kopitiam 212 pada Juli 2021 lalu yang videonya viral di media sosial, kini telah berhasil diamankan polisi.

Ke 10 orang tersebut diamankan di wilayah Bengkong Kota Batam, termasuk tersangka yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dari hasil pemeriksaan penyidik dan adanya visum et repertum, diduga kuat sebagai pelaku utama pengeroyokan dan tau penganiayaan yaitu pelaku inisial AR. Sementara 9 orang lainnya saat ini masih dilakukan pemeriksaan sebagai saksi untuk mengetahui masing masing perannya, demikian hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, KBP Harry Goldenhardt S saat menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus tersebut di Lobby Mapolresta Barelang, Kamis (28/10/2021).

Dalam konferensi pers itu, Kabid Humas Polda Kepri didampingi Kapolresta Barelang KBP Yos Guntur, Dirkrimum Polda Kepri KBP Jefri R.P. Siagian dan Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan.

Ke 10 orang itu diamankan oleh tim gabungan yang dibentuk oleh Kapolda Kepri. Tim gabungan itu terdiri dari Penyidik Ditkrimum Polda Kepri, Penyidik sat Reskrim Polresta Barelang serta Unit Reskrim Polsek Batam Kota.

Kabid Humas Polda Kepri mengatakan, kasus ini berawal dari viralnya video di sosial media tentang kasus penganiayaan yang dilaporkan pihak korban. Pihak penyidik dari polresta juga telah melakukan penyelidikan diawali dengan mendatangi TKP, kemudian melakukan pemeriksaan awal saksi, termasuk juga meminta keterangan ahli terkait dengan visum et repertum yang dimintakan atas nama korban.

Ia juga menjelasakan bahwa setiap perkara berbeda proses penanganannya.

"Tentunya ini perlu diketahui oleh masyarakat yang mana penanganan sebuah perkara tindak pidana itu tentu tidak sama, ada prosesnya melalui penyelidikan dan penyidikan, kemudian juga tingkat kesulitan penangkapan pelaku, sebagaimana yang disampaikan kemaren, pelaku sempat menjadi DPO. Hari ini kami sampaikan bahwa pelaku utama yang melakukan tindak pidana penganiayaan ini, berhasil diamankan pada pukul 21.45 Wib tadi malam di wilayah Bengkong, Kota Batam," ungkapnya.

Selain itu, Kabid Humas Polda Kepri juga mengingat masyakarat agar tidak menggunakan jasa preman dalam soal hutang piutang.

"Kami menghimbau kepada masyakarat, apabila ada hal yang terkait hutang piutang agar tidak menggunakan jasa preman, ini adalah perilaku premanisme, Bapak Kapolda Kepri telah memerintahkan agar menindak tegas seluruh perilaku yang terkait dengan premanisme. Untuk masyarakat tidak perlu ragu untuk melaporkan apabila terjadi tindakan premanisme," pesannya.

Selanjutnya, Dirkrimum Polda Kepri KBP Jefri R.P. Siagian mengatakan, sesuai dengan perintah Kapolda Kepri bahwa seluruh masyarakat tidak diperbolehkan untuk menyewa jasa premanimse.

"Jika ada, langsung saja melaporkan ke pihak kepolisian, agar bisa langsung kami proses," tegas KBP Jefri R.P. Siagian.

Kapolresta Barelang KBP Yos Guntur juga mengatakan, katanya, jika masyarakat melihat atau mengetahui maupun mengalami tindakan premanisme, segera melaporkannya ke hotline pengaduan.

"Kami memiliki pengaduan hotline 110. Disampaikan kepada masyarakat, silahkan menghubungi layanan pengaduan 110 jika ada yang melihat, mengetahui maupun yang mengalami tindakan premanisme," himbau Kapolresta.

Terkait laporan pemilik Kopitiam 212, kata Kapolresta, pelapor sudah dilayani dengan baik bahkan sudah beberapa kali menghubungi pelapor, namun dengan berbagai alasan, pelapor tidak dapat hadir.

"Kemudian terkait dengan yang disampaikan oleh Bapak Kabid Humas Polda Kepri, di sini kami juga menyampaikan pada siapapun pelapor harus kooperatif, karena selain Locusdelikti di TKP Kopitiam 212 Batam kota, dari pihak penyidik Polsek Batam Kota sebelumnya juga sudah menangani kasus dengan korban pemilik kopitiam tersebut, itu ada 2 case, kopitiam 212 yang sebagai korban adalah pegawainya, namun ada 1 LP yang berbeda ini sudah di berkas, artinya sudah dilayani dengan baik dan sudah tinggal menunggu sidang, dan laporan dari penyidik kita, sudah berapa kali menghubungi pelapor, namun dengan berbagai alasan tidak dapat hadir. Jadi saya minta bertindaklah kooperatif lewat jalur yang ada, mari kita beproses secara baik," sambung KBP Yos Guntur.

Mengakhiri, Kabid Humas Polda Kepri KBP Harry Goldenhardt S juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat.

″Terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan saran dan masukan, laporan atau kritik kepada kami tentunya agar Polri lebih baik, sekali lagi kami tidak anti kritik dan kami siap menerima saran serta masukan dari masyarakat guna pelaksanaan tugas kami yang lebih baik lagi kedepan, kami tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," tutupnya. (Ril)