Header Ads Widget

Terbukti Bersalah, Nahkoda Kapal Tanker MT Strovolos Divonis 15 Hari Penjara

Terbukti Bersalah, Nahkoda Kapal Tanker MT Strovolos Divonis 15 Hari Penjara
Kapal Tanker MT Strovolos (Foto: vesseltracker.com)

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Sazzedeen S.M Nahkoda Kapal Tanker MT Strovolos bernomor lambung GT 28.546 berbendera Bahamas, divonis 15 hari kurungan penjara oleh hakim di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (22/9/2021).

Dikutip dari laman SIPP PN Batam di nomor perkara 531/Pid.B/2021/PN Btm, selain pidana 15 hari kurungan penjara, terdakwa juga di denda pidana sebesar Rp100 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana satu bulan kurungan.

Majelis hakim yang diketuai hakim Yoedi Anugrah Pratama didampingi dua hakim anggota Halimatussakdiah dan Twia Retno Ruswandari, menyatakan terdakwa Sazzedeen S.M terbukti bersalah melanggar ketentuan yang berkaitan dengan tata cara berlalu lintas di Perairan Indonesia sebagaimana diatur Pasal 317 jo Pasal 193 ayat (1) huruf a undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Pada putusan, menetapkan terdakwa ditahan dan menetapkan barang bukti terlampir dalam berkas perkara, dikembalikan kepada terdakwa terdakwa Sazzedeen S.M.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa yakni sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut yang sebelumnya menuntut terdakwa satu bulan pidana kurungan penjara.

Sebelumnya, pada hari Selasa tanggal 27 Juli 2021 sekitar pukul 00:40 Wib lalu, TN-AL KRI John Lie 358 yang sedang melakukan tugas patroli kemudian mendapati Kapal Tanker MT Strovolos sedang berada di wilayah Perairan Pedalaman Anambas Kabupaten Tarempa dengan koordinat 01º 45’ 42” LU - 105º 47’ 48” BT yang masih merupakan Wilayah Perairan Republik Indonesia sedang melakukan lego jangkar dan tidak mengaktifkan Automatic Identification System (AIS) kapal.

Melihat itu, kemudian petugas melakukan pemeriksaan ke atas kapal, dan karena Nahkoda kapal Sazzedeen S.M tidak bisa menunjukan izin lego jangkar dari Otoritas Kesyahbandaran Indonesia, kemudian kapal, Nahkoda dan belasan ABK dibawa ke Lanal guna proses lebih lanjut. (Ag)