Header Ads Widget

Awasi Anak Anda Saat Menonton Tik Tok, Sound Video Kerap Ada Kata-kata Tak Senonoh

Awasi Anak Anda Saat Menonton Tik Tok, Sound Video Kerap Ada Kata-kata Tak Senonoh
Logo Tik Tok. (Foto: FB)

Dinamika Kepri, Batam - Makin ke sini, konten-konten isi aplikasi di sosial 'Tik Tok' kelihatannya semakin riskan saja. Tak hanya membuat emosi setelah membaca isi komentar, kata-kata yang disebut sebagian para pengunggah video, juga banyak kata-kata jorok alias tidak senonoh yang tidak pantas untuk diucapkan.

Aplikasi Tik Tok banyak diuduh orang dari berbagai umur, baik itu tua, dewasa dan remaja bahkan maupun anak-anak (setingkat SD). Dengan demikian, apa jadinya jika anak-anak yang melihat (menonton) atau mendengar kata-kata jorok di 'Tik Tok' setiap hari, tentu itu akan merusak akhlat si anak jika tak segera dilarang oleh orang tuanya.

Tik Tok dibuat oleh pembuatnya untuk bertujuan baik, namun oleh sebagian pengunggah video di Tik Tok membuatnya jadi aneh hanya karena untuk mendapatkan banyak followers, like dan viewernya tanpa memikirkan norma adab, etika dan kesopanan sebagai orang indonesia.

Bagi orang tua dan dewasa penikmat Tik Tok, kata-kata yang tak senonoh di Tik Tok itu mungkin saja masih bisa dimaklumi setelah melihat konteks narasi video, namun bagi remaja dan anak-anak yang pemikirannya masih labil, itu tidak berlaku, semua akan diartikan secara harfiah, dan akan tersimpan di memori pikirannya yang kapan saja bisa ditirukan dan diucapkan kepada siapa saja.

Ada beberpa konten video yang sangat berbahaya tayang Tik Tok dan tidak layak ditonton remaja dan anak-anak di antaranya video yang soundnya berisi kata-kata, Benyek tapi dalamannya enak, udah pernah nge***t belum? coba deh, enak tau!! dan video yang soundnya suara wanita yang lagi bersenggama.

Meski penulis ini sudah melaporkannya ke pihak Tik Tok agar video itu diblokir, namun masih ada saja pengunggah video lain yang memakai sound itu sehingga muncul kembali.

Konten berjoget dan mengatakan kata-kata lucu, itu sangat menghibur. Mengenai berjoget, itu tergantung penonton bagaimana melihat sisinya, kalau menurut saya itu seni, akan tetapi ketika ada sound yang mengandung kata-kata atau caption mengandung pornografi, itu bukan lagi seni akan tetapi itu sudah merusak dan menunjukan akhlat si pengunggah video itu sendiri.

Harapannya, diminta kepada pihak Tik Tok, alangkah baiknya semua video yang akan diunggah si pengguna Tik Tok di filter dahulu sebelum tayang, agar konten yang ditayangkan tidak merusak akhlat remaja dan anak-anak khususnya di indonesia.

Begitu juga buat bagi sebagian pengguna Tik Tok yang sudah dewasa yang kerap berkata-kata kotor, berhentilah mengucapkan kata-kata kotor, baik itu di konten video maupun di kolom komentar. Mari kita bersosial media dengan cerdas, sopan dan beretika tanpa menghina atau menghujat siapapun.

Ketahuilah, Tik Tok itu sifatnya umum, siapa saja bisa melihatnya, artinya jika kontenmu menyakiti perasaan orang lain dan diseriusi, bisa dilaporkan dan dikenakan pidana Pasal UU ITE. Mari selamatkan generasi kita. (Ag)