Header Ads Widget

Waspada, Kawan Bisa Jadi Lawan

Waspada, Kawan Bisa Jadi Lawan
Ilustrasi. (Foto: Tea and lead)

Dinamika Kepri, Batam - Ucapan teman (kawan) jadi lawan bukanlah perkataan asing. Siapa saja pasti merasakannya, dan tentunya itu sangat menyakitkan yang tidak terkatakan.

Teman atau sahabat yang selama ini kita anggap seperti saudara, bisa berkhianat dan tega menyakiti kita jika yang diingin dari kita tidak didapatkannya.

Teman makan teman itu adalah sifat alami. Namun bagaimana cara kita menghindarinya? Tentu tidak mudah, sebab untuk berteman, tentu kita tidak melihat apa latar belakangnya.

Biasanya, dari perkenalan, komunikasi akan berjalan seperti air mengalir, dan seiring waktu, hasil dari komunikasi yang sering itu akan terjadi keakraban.

Ada banyak orang yang menjalin persahabatan apa adanya, tulus tanpa ada tujuan untuk kepentingan pribadi, namun sebaliknya, ada juga yang menjalin persahatan itu dengan tujuannya hanya untuk memamfaatkan, baik itu dari pengaruh, jabatan, pangkat, gelar, materi, harta maupun keadaan.

Sifat memamfaatkan teman bisa saja akan berujung dramatis, korbannya bisa di pihak yang dimamfaatkan atau juga di pihak yang memamfaatkan.

Banyak orang yang kecewa dari pertemanan. Di saat masih mampu, teman akan selalu perhatian, akan tetapi, ketiga kita sedang di dalam keadaan sulit, teman itu pun pergi tidak perduli, dan itu sering terjadi. Bahkan yang paling ironisnya, teman bisa mengorbankan teman demi untuk kepentingan pribadinya.

Lantas bagaimana kita mensiasati agar itu tidak terjadi pada kita? Jawabannya hanya satu, yakni tetap waspada.

Menjalin persahabatan itu tidak mudah, meski sudah lama berteman, sedikit saja kesalahan, akibatnya bisa fatal. Sebab sebutir debu kesalahan, itu akan mengubur segunung kebaikan.

Bertemanlah apa adanya dalam situasi dan kondisi apapun. Jangan pernah memamfaatkan teman. Orang lain akan berpikir terhadap kita, namun teman tidak, karena dia tahu tahu siapa kita. Namun tidak menampik juga kalau orang banyak yang hancur demi kawan. (Ag)