Header Ads Widget

Werton Panggabean: Angkut Limbah B3 Tak Sesuai SOP Bisa Didenda dan Sanksi Pidana

Werton Panggabean: Angkut Limbah B3 Tak Sesuai SOP Bisa Didenda dan Sanksi Pidana
Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean.

Dinamika Kepri, Batam - Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean mengatakan, untuk kegiatan pengangkutan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) harus dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Katanya, setiap kegiatan pemindahan limbah B3 dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan sarana angkutan, harus memperhatikan kesesuaian simbol dan label B3 dengan bahan yang diangkut.

"Pada saat pengangkutan limbah B3, diperhatikan simbol dan labelnya. Ketika kemasan limbah itu bocor, harus secepatnya diamankan dan tidak boleh tercecer ke jalan. Secara SOP nya, limbah yang diangkut itu harus terlindungi dan tidak boleh ada pencemaran," terang Werton saat ditemui di salah satu tempat di bilangan Batam Center, Jumat (2/7/2021).

Dikatakannya, pada saat pengangkutan limbah, bisa saja terjadi pencemaran akibat tempat limbah bocor dan limbah berceceran kemudian di jalan, dan maka dengan itu, perusahaan pengangkut limbah harus secepatnya melakukan pembersihan (cleaning) agar tidak membahayakan bagi lingkungan sekitar.

Ada berbagai macam jenis limbah B3 salah satunya limbah B3jenis sludge oil, kata dia limbah itu sangat berbahaya bisa mencemari lingkungan.

"Apalagi limbah jenis sludge oil. Limbah jenis itu kan bukan minyak. Ketika hujan datang, limbah itu akan mencemari lingkungan sekitar, dan ini sangat berbahaya," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, begitu juga halnya dengan kendaraan pengangkut limbah. Kendaraan itu harus sesuai dengan izin transportasi pengangkut limbah yang dikeluarkan oleh kementerian yang berwenang.

"Limbah tidak bisa diangkut begitu saja dengan mobil umum, harus dengan angkutan khusus (lex spesialis). Jadi kalau ada kedapatan mobil umum yang mengangkut limbah, itu jelas sudah menyalahi aturan, dan itu pelanggaran," tegasnya.

Politisi Partai Gerindra Kota Batam itu juga menambahkan, jika ada perusahaan transporter limbah yang melanggar aturan tersebut, maka bisa dikenakan denda dan juga sanksi pidana. (Red/Exp)