Header Ads Widget

Sidang Lanjutan Terkait Besi Scrap dari Lokasi PT.Ecogreen, PH Terdakwa Usman Hadirkan 4 Saksi Meringankan

Sidang Lanjutan Terkait Besi Scrap dari Lokasi PT.Ecogreen, PH Terdakwa Usman Hadirkan 4 Saksi Meringankan
Ketiga terdakwa saat sidang secara virtual.

Dinamika Kepri, Batam - Sidang lanjutan terhadap tiga terdakwa, Usman alias Abi, Umar dan Sunardi alias Nardi (berkas perkara terpisah) dalam perkara dugaan tidak pidana Penadahan, Penerbitan, dan Pencetakan tentang jual beli besi scrap crane noell dari lokasi PT.Ecogreen, digelar kembali dalam agenda untuk mendengarkan keterangan saksi meringankan (A de Charge=red) di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (29/7/2021).

Oleh majelis hakim yang diketuai oleh hakim Sri Endang Amperawati Ningsih didampingi dua hakim anggota, Dwi Nuramanu dan David P Sitorus, melakukan sidang ini secara virtual dengan para terdakwa, sedangkan jaksa Penuntut Umum (JPU) Wahyu Oktaviandi dan Penasehat Hukum (PH) para terdakwa, hadir di ruang persidangan.

Pada sidang ini, PH para terdakwa menghadirkan 4 orang saksi A de Charge di antaranya Lugina Karyawan PT.Ecogreen, Pak Daud selaku Direktur PT, Dinamika Logam Mulia, Jupri Abdul Karyawan PT. Bia Indocargo Abadi bidang jasa transporter pengusrusan jasa kepabeanan dan Oyen Satpam PT.Ecogreen.

Dalam kesaksiannya, Jupri Abdul mengatakan bahwa selama pengurusan dokumen pengiriman besi scrap dari PT. Bie Loga, tidak pernah ada masalah. Kata dia juga, jika suatu barang yang akan dikirim bermasalah, tentunya tidak akan bisa dikirim ke Jakarta.

Kemudian, Pak Daud Direktur PT, Dinamika Logam Mulia mengatakan, Ia sangat mengenal terdakwa Usman dan terdakwa Sunardi. Ia mengaku, meski saingan dalam bisnis, dirinya dan Usmas sudah berteman lama dan sama-sama mengirim besi scrapnya ke Jakarta.

Sedana dengan ucapan terdakwa Usman sebelumnya, kata pak Daud, menurut kebiasaan dan juga tergantung dari aturan sistem perusahaan, jika ada orang yang ingin menjual besi scrap dan memiliki surat jalan atau gate pass, itu tidak ada masalah untuk dibeli.

Selain itu, pak daud juga mengatakan, bahwa sepanjang besi scrap itu dibeli siang hari, itu sah.

Selanjutnya, saksi Lugina mengatakan, ia mengeluarkan surat jalan (Gate Pass) besi scrap kepada PT Royal Standar Utama miliknya terdakwa Sunardi atas rekomendasi dari pihak DBKM pada tanggal 26 April 2019.

Surat jalan Gate Pass keluar itu, katanya agar yang nantinya bisa diberikan kepada pihak satpam PT. Ecogreen Oleochemicals dan besi scrap bisa keluar dari lokasi PT. Ecogreen Oleochemicals.

Terkait surat jalan Gate Pass keluar yang ditandatangani Lugina, saksi Oyen Satpam PT.Ecogreen membenarkan kalau ia menerima surat itu sehingga mengizinkan mobil-mobil pengangkut scrap crane noell bisa keluar dari lokasi PT.Ecogreen Oleochemicals.

Setelah mendengarkan keterangan dari para saksi meringakan para terdakwa, kemudian majelis hakim menunda sidang, dan menjadwalkan kembali sidang berikutnya pada hari Senin tanggal 2 Agustus 2021 mendatang untuk mendengarkan keterangan dari saksi ahli.

Selain itu, sebelum mengetuk palu, Ketua majelis hakim Sri Endang Amperawati Ningsih juga mengingatkan agar perkara ini tidak digiring ke mana-mana. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam perkara ini, oleh JPU ketiga terdakwa ini didakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 480 ke-1 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Para terdakwa ini disidangkan karena pihak PT. Karya Sumber Daya yang mengaku sebagai pemilik barang, tidak terima dan kemudian melaporkannya ke pihak Kepolisian. (Ag)