Header Ads Widget

Mayat Pria Ditemukan di Depan Ruko, Diduga Meninggal Karena Sakit Jantung

Mayat Pria Ditemukan di Depan Ruko, Diduga Meninggal Karena Sakit Jantung
Petugas saat mengevakuasi mayat berinisial WZ, di depan salah satu Ruko di Komplek Polaris Sakti, Nagoya, Batam, Kepri, Selasa (6/7/2021). (Foto: Exp)

Dinamika Kepri, Batam - Warga Komplek Polaris Sakti, Nagoya, Batam, tiba-tiba digegerkan dengan adanya penemuan sesosok mayat pria yang tergeletak di depan salah satu Rumah Toko (Ruko) di Komplek Polaris Sakti, Nagoya, Batam, Selasa (6/7/2021) siang.

Laki-laki itu meninggal diduga karena sakit jantung. Diketahui, adapun identitas pria paruh baya tersebut berinisial WZ (63) yang ditemukan sekira pukul 12.30 WIB.

Terkait penemuan mayat pria paruh baya tersebut, Kapolsek Lubuk Baja, AKP Satria Nanda membenarkan hal tersebut ketika dikonfirmasi oleh awak media, Rabu (7/7/2021).

"Begitu kita mendapatkan info korban meninggal, kita langsung ke TKP bersama tim Inafis melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan penyelidikan, pada saat itu korban langsung kita bawa ke RSBP dan menurut hasil pemeriksaan tim medis RSBP Batam tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang diduga sakit jantung," ujarnya.

Setelah itu, kata dia, pihaknya juga berupaya menghubungi pihak keluarga korban guna mencari tahu apakah semasa hidupnya korban memiliki riwayat penyakit.

"Setelah kita panggil pihak keluarga korban dan menurut penuturannya, bahwa benar korban memiliki riwayat sakit jantung," ungkapnya.

Setelah mengetahui korban memilik riwayat penyakit, pihak Kepolisian berencana melakukan otopsi, namun pihak keluarga menolak dan menginginkan untuk langsung dikremasi.

"Rencana kita mau otopsi dan pihak keluarga menolak untuk di otopsi, mereka ingin segera untuk dikremasi. Namun, proses kremasi tidak bisa dilakukan begitu saja, harus menunggu hasil Swab keluar," bebernya.

Lanjut kata dia, sebelum dikremasi saat ini jasad korban tengah menjalani pemeriksaan Swab dan PCR dengan hasil negatif.

"Hasil Swab dan PCR negatif, saat ini jenazah telah berada di rumah duka untuk dilakukan proses kremasi," pungkasnya. (Red/Exp)